Nadhira Azmi merasa dunia tidak pernah berpihak padanya. Mencintai Willy yang nyaris sempurna hanya untuk menyadari bahwa hubungan mereka tidak bisa ke mana-mana karena perbedaan keyakinan.
Lalu Nadhira bertemu Arsakha Abimanyu, jaksa muda yang sederhana namun menjungkirbalikkan cara Nadhira memandang dunia dan cinta. Perlahan Nadhira mulai percaya bahwa cinta bukan soal kesempurnaan, tapi tentang hal-hal kecil yang memercikkan kebahagiaan.
Sayangnya, semakin mengenal Arsakha, Nadhira justru merasa dirinya tak layak buat pria sebaik Arsakha.....
Kini Nadhira harus memilih, sebab Arsakha sudah menjatuhkan ultimatum, "Satu hal yang harus kamu tahu, Nadhira, aku nggak akan berjuang untuk orang yang tidak mau berjuang bersamaku. Kalau kamu mundur satu langkah, aku akan mundur sepuluh langkah. Tapi kalau kamu maju satu langkah, aku akan berlari, mengejar kamu, dan nggak akan melepaskanmu."
WARNING WARNING WARNING ISI PENUH SOPILER SOPILER SOPILER
Ini hanya apa yang dapat saya ambil ya, Kawan-Kawan, kalau kita berbeda pendapat, sangat terbuka sekali dengan masukan kalian
Sewaktu awal mula baca kisah ini, saya tuh mikir, ini sebenarnya novel bergenre apa, sih? Di labelnya ditulis metropop, tapi unsur kerohanian di sini kuat juga, mau masukin ke genre spiritual, tapi romannya kerasa banget yang di mana sebelum muhrim dibebas-bebaskan berpegangan tangan, berdekatan, nyaris berciuman. Jadi bingung kan ane. Sebingung hatiku dengan tingkah laku para tokoh di sini deh rasanya. Mungkin akan lebih ngena kalau nih cerita masuknya ke fiksi umum kali, ya?
Setelah saya berselancar di reviewan rekan-rekan lain dan menemukan ada beberapa di antara mereka yang merasa bosan, hal itu ternyata saya alami. Rasa jenuh itu melanda saya sampai saya skip-skip adegan yang tidak menyumbang perkembangan alur peles tidak menyumbang perkembangan karakter sama sekali, selain efeknya hanya menimbulkan rasa baper dan bertujuan memberi informasi. Seperti bulan madu ke pulau Komodo, acara ijab kabul, acara resepsian, epilog, de el el.
Dan, sedikit lebihnya, saya mulai menerawang kenapa sih cerita yang lagi booming ini bisa membuat bosan? Kenapa sih cerita dengan banyaknya penggemar yang berseliweran di IG maupun FB seperti ini mampu membuat beberapa orang skip-skip bacanya? Hasilnya, uhyeah, saya tidak menemukan TUJUAN PASTI tokoh utama diciptakan di sini. Tokoh utama bernama Nadhira yang ketika dipanggil Nadi tulisan NADHIRA berubah NADI (ke mana menghilangnya huruf H itu coba? Apakah ia bak gambar ayam goreng di bungkus Indomi? Yang apabila bungkusnya dibuka yang ada Cuma mi dan bumbu-bumbunya doang?) ini tidak memiliki HASRAT JELAS dalam cerita sehingga ia tidak menggerakkan alur, jadinya cerita merambat, tidak punya tujuan, tidak punya harapan, tidak menimbulkan empati selain baper, tidak mampu membuat pembaca (dalam hal ini saya) merasakan perjuangannya, dan jatuh hati dengan apa yang ia lakukan untuk mendapatkan tujuannya itu, maupun tidak mampu membuat saya ikutan sakit sewaktu ayahnya Nadhira meninggal.
Apakah TUJUAN PASTI diciptakannya tokoh utama itu penting? PENTING BANGET HELLOOOO… Kalau nggak penting ya kenapa juga diciptakan nih cerita iya, kan? Karena ketidakjelasan diciptakannya sosok Nadhira inilah membuat konflik-konflik di dalam ceritanya terasa kentang, alias kena tanggung, tumpang tindih, tidak fokus, berceceran, sehingga Nadhira tidak memiliki kemampuan untuk melawan konflik maupun bertahan. Dan itu semua berujung dengan ending saya pikir dibuat begitu saja.
Baiklah, sebelum semakin nggeladrah ke mana-mana, baiknya kita kupas saja apa yang terlihat jadi review ini tidak terkesan mengada-ada, ngahahahhahaha. Diceritakan sosok Nadhira merasa dunia tidak pernah berpihak kepadanya. Mencintai Willy yang nyaris sempurna hanya untuk menyadari bahwa hubungan mereka tidak bisa ke mana-mana karena perbedaan keyakinan (blurb). Yeah, jadi karena merasa hubungan beda agama itu nggak bakal mampu Nadi lawan, akhirnya Nadi memutuskan Willy dua tahun lalu.
Nadi yang merasa sakit hati banget memutuskan resign dari perusahaannya, dan karena KEBETULAN yang patut kita semua syukuri, Nadi bertemu dengan Willy dua tahun kemudian karena perusahaan di tempat Nadi kerja bekerja sama dengan perusahaan di tempat Willy. Wah, kisah dibuka dengan konflik sekece ini. Seharusnya bakal ada lagi sebuah konflik di mana Nadi mau move on, tapi si Willy masih membayangi, dan sosok malaikat tanpa cela Sakha berjuang mati-matian mendapatkannya. Itu bakal membuat Nadi dilema, bingung, sakit hati, dan segala keresahan yang mampu membuat alur berkembang dan karakter dari masing-masing tokoh keluar. Hanya saja, cerita tidak seperti itu. Konflik itu tahu-tahu hilang, rasa rindu yang masih membayangi (hal 13: akhirnya ego Nadi kalah dengan rasa rindu) tiba-tiba lenyap, rasa kekalutan dan kebingungan itu makbenduduk menyingkir saat di halaman 14 mobil Nadhira mogok, dan di halaman 15 sebuah KEBETULAN yang Esa mempertemukan Nadi dan Sakha, di mana pada halaman 16 si malaikat tanpa cela itu yang BARU KETEMU DUA KALI sama Nadhi sudah sok-sokan memakaikan jaket pada Nadi (hei, Bung, seiyanya hal ini lu lakukan atas sebuah rasa kemanusiaan untuk menolong, LU NGGAK TAHU SOPAN SANTUN, makein jaket di tubuh perempuan BARU dikenal tanpa permisi padahal ente rajin salat -______-) sehingga jiwa-jiwa rapuh Nadi menjadi baper. (hal 19. Pipi Nadhi memanas karena digoda temannya Sakha yang menolong membantu mobil Nadi dengan berkata: paling kami titip teman kami aja nih buat dirawat dan disayangi, kasihan dia kelamaan single.) -__________- tapi kan Nad, barusan rasa sakit lo ke mana ya?
Setelah itu muncul konflik dari POV Willy yang entah keberadaannya difungsikan buat apa. Halaman 32 diceritakan Willy (ini dari sudut pandang Willy) yang rusak akibat putus hubungan dengan Nadhira. Kecuali POV ini menyumbang pergerakan alur yang membuat Nadhira bingung harus memilih cintanya Sakha atau enggak karena masih memiliki hati buat Willy (hal 25: bagaimana bisa berteman bila hati menginginkan lebih?), POV ini bakal masuk di akal. Sayangnya, bahkan itu tidak terjadi Saudara-saudara. Perjalanan cinta Nadhira semulus Jalan Tol Surabaya Jakarta, dan penyelesaian kisah asmara Nadhira dan Willy pun semudah itu.
Kemudian alur merambat dengan kembali diciptakannya KEBETULAN yang Maha Agung sewaktu Nadhira jogging, dia ketemu lagi sama Sakha (monmaap, tapi ini settingnya masih di Jakarta kan, ya? Nggak tahu-tahu pindah ke Jombang atau Nganjuk gitu jadi yang namanya kebetulan bisa saja terjadi?). Di mana sewaktu Sakha mau membonceng Nadi, Sakha memberikan jaket pada Nadhi untuk menutupi pahanya. -___________-
Excuse me, Sir. EMANG HAK LO UNTUK MENUTUP PAHA NADHI APAAN, DAH? Terlepas Nadhi nggak tersinggung pahanya ditutupi oleh seorang malaikat berdarah putih seperti ente, tapi kalau lo nggak suka dengan penampilan Nadhi, risi melihat paha semulus itu, yang seharusnya ditutup itu MATA LO. Nafsu lo, bukan malah meminta menutup paha perempuan. Ini nih yang bikin paham “salah sendiri pakai pakaian terbuka jadinya dilecehkan” berkembang di masyarakat.
Dan, uyeah, pada pertemuan ketiga itulah Sakha sang ahli surga merasakan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan pada Nadhira karena perempuan itu cantik, kulitnya putih, apalagi saat mereka pertama kali bertemu, dan doi melihat Nadhira pakai kacamata, membuat nadi semakin manis dan Sakha jatuh pada pesona dari tubuh Nadi pancarkan, sehingga pada halaman 55 di pertemuan Sakha yang kelima dengan Nadhira, coba tebak, Sakha ingin menjadikan Nadi sebagai pasangan hidup. Uhyeah, hanya karena Nadhira cantik, Sakha langsung terkintil-kintil. Kalau mau ditinjau lebih jauh, apa yang membuatnya jatuh hati pada Nadhi? Saya juga bingung menjawab apaan, karena, yeah, interaksi mereka baru permulaan banget. Baru mau kenalan tapi kenapa bisa timbul keinginan itu? Sakha diceritakan sulit jatuh cinta. Sekalinya ketemu cewek kinclong, semua prinsip itu bubar jalan. Tidak ada sama sekali penyesuaian karakter, tingkah laku, pola pikir, dari yang seumur hidup jomblo, tahu-tahu memiliki keinginan superimpulsih hanya karena sebentuk cangkang yang ditampilkan Nadhira.
Sebenarnya jika ditilik di dunia nyata, banyak sekali kejadian seperti ini. Di mana cowok langsung melamar cewek setelah beberapa kali pertemuan. Sayangnya, ini di dunia novel, di mana semua tindakan, perilaku, keputusan, pola pikir, dan sudut pandang itu harus memiliki sebab akibat yang kuat, karena itulah disebut alur. Apalagi jika Sakha memiliki latar belakang sulit jatuh cinta, dan semasa ia hidup selama puluhan tahun, baru jatuh cinta pertama kali, kenapa tiba-tiba ia semudah buang upil gitu memandang Nadhira dari sisi romansa?
Dan yang paling sakit dari pemikiran Sakha adalah, dia melumrahkan tindakan laki-laki asing yang menjailin Nadhira? Jadi diceritakan, Nadhira ini digenitin oleh petugas kantor pos. di sana Nadhira digenitin sama salah satu petugasnya. Petugas itu udah mulai flirting dan mau menghubungi nomor ponsel Nadhira. Otomatis Nadhira ketakutan dong ya, karena ada laki-laki genit ke dia, eh respons Sakha justru:
“Kalau nanya ya dijawab aja, Nad. Namanya cowok, lihat lihat perempuan cantik otaknya langsung muter. Lagian itu namanya risiko jadi cewek cantik.”
Hellooooo, ada apa dengan pria dan pemikiran patriarkinya? Pemikiran-pemikiran gini nih yang melumrahkan para pria untuk ngegodain perempuan karna kecantikannya. Maaf, Sak, lu nggak tahu bahwa apa yang dilakukan orang-orang seperti itu masuk ke dalam kategori pelecehan? Dan lu malah ngomong kalau itu RISIKO CEWEK CANTIK? Pada pertemuan kedua dengan Nadhira sewaktu Nadhira pulang dari dugem lu mbatin profil Nadhira adalah pemandangan gratis (hal 42: yang terlintas di benak Sakha waktu itu adalah kok cewek ini begini banget pakaiannya? Kayak kekurangan bahan. Bukannya Sakha tidak suka dikasih PEMANDANGAN GRATIS ya…) dan sekarang, lu malah menyudutkan Nadhira karena kecantikannya sehingga ia gampang saja dilecehkan oleh laki-laki. Apa yang ada di pikiran kamu, Sak? Tubuh perempuan itu bukan barang yang bisa disematkan dengan kata “pemandangan gratis”, bukan pula benda tak berperasaan yang justru harus menerima risiko jadi cwek cantik karena digenitin orang lain. Lu berlagak taat agama, tapi untuk perihal sekecil menghargai perempuan saja kamu keteteran.
Jika ada yang membantah pernyataan saya ini karena hal itu lumrah saja sebagai poin-poin dari kekurangan Sakha, sangat boleh. Hanya saja, pemikiran patriarki ini haruslah memiliki pengembangan karakter yang membuat Sakha pada akhirnya mengalami perubahan sudut pandang tentang perempuan pada akhir novel jika itu hendak dimasukkan ke dalam kekurangan Sakha, hanya saja, apa yang kita dapati di akhir novel?
Dan, sekiranya masih kurang menggambarkan Sakha sebagai laki-laki berpandangan patriarki, pada kencan pertama itu, Sakha sudah bisa dong MEMERINTAH Nadhira untuk melakukan ritual sebelum tidur (hal 64: di kamarnya, Nadi segera melakukan ritual yang DIPERINTAHKAN Sakha padanya: mandi, salat, dan beristirahat).
Ya ampun, itu mereka baru kencan pertama, diulang sekali lagi biar afdol DI KENCAN PERTAMA dan Sakha yang sok agamais itu sudah mampu memerintahkan Nadhira? Sampai ke urusan Nadhira dan Tuhannya? Apa yang akan terjadi kalau mereka sudah pacaran atau bahkan menikah, hah? Ini yang membuat saya kebingungan menentukan genre cerita ini apa. Soalnya, kayak Nadhira ini seperti mendapat hidayah gitu sehingga dia jadi orang alim dari yang dulunya suka dugem dan keluar malam-malam. Excuse me, segini banget sih memasukkan unsur-unsur agama hanya untuk memaparkan profil laki-laki idaman seperti apa. Pergerakan Nadhira di cerita ini dipiting oleh kegemilangan karakter Sakha yang dibuat seperti tanpa cela.
Dan, hallo, konflik dengan Willy yang getol banget ingin balikan sama Nadhira tiba-tiba ilang dong dengan kehadiran Sakha yang udah mengubah gaya hidup Nadhira. Padahal pada halaman 25 masih dituliskan dengan jelas: bagaimana bisa berteman JIKA HATI MENGINGINKAN LEBIH? Tapi baru sekali kencan dengan Sakha dan dibelikan helm Nadhira merasakan (hal 64😊 NADI MERASA KEMBALI KE MASA PERTAMA KALINYA DIA JATUH CINTA, PERASAAN BERDEBAR-DEBAR YANG SAMA. Kan aku tu jadi bertanya pada ilalang gitu lho, kenapa dibuat preambul Nadhira sakit hati teramat sangat, dan nggak bisa move on biarpun putus dua tahun dari Willy, sampai dibikin POV dari Willy yang mengatakan dia rusak serusak-rusanya akibat putus kalau bisa jatuh hati kepada Sakha hanya dari sekali kencan.
Aku tu nggak bisa diginiin :’(
Dan setelah itu, jadian deh mereka, yang isinya nggak perlu lah dikomengin karena hampir penuh dengan perilaku2 Sakha yang bikin baper itu yang di antaranya Sakha selalu mengingatkan Nadhira salat lima waktu, kan kalau gini caranya aku bisa kebakar lama-lama baca cerita bermuatan agamais ini. Anggaplah kisah Willy itu hanya pemanis tambahan.
Lalu, konflik selanjutnya muncul, (jujur deh, sampai di titik ini saya masih tidak tahu harus memfokuskan cerita ini di mana? Harus melihat Nadhira dari sudut pandang apa karena tidak adanya tujuan yang jelas tadi) diceritakan Nadhira ini hubungannya dengan adiknya merenggang semenjak banyak orang ngomongin mereka. Kerenggangan itu nggak sehari dua hari doang, dong. Tapi ada sampai bertahun-tahun gitu. Dan, lagi-lagi, konflik itu diempas cantik gitu aja karena kehadiran Sakha yang ajaib banget di Dunia Nadhira. Melalui satu nasihat superbiasa saja, Nadhira langsung membuka obrolan dong dengan adiknya yang selama bertahun-tahun ini nggak seakrab itu. Dan Dunia Ndhira pun happy karena KONFLIK ITU TERSELESAIKAN.
Nah, kan, makin bingung, kalau nggak ada manfaat untuk mendukung alur, kenapa dibuat cerita itu? Padahal tidak ada hubungan sebab akibatnya sebelum dan setelah konflik itu selesai. Kecuali jika Nadhira tertekan yang diceritakan dari awal bab, di mana subkonflik dari tekanan itu adalah hubungannya dengan adiknya, sehingga ketika konflik itu selesai, ada satu bobot beban hidup yang menimpa pundaknya terasa diangkat baru bisa masuk. Lah ini tidak sama sekali. Konflik itu tahu-tahu muncul dari cerita Nadhira. Sebelum-sebelumnya tidak disinggung. Tiba-tibat konflik yang munculnya makbedunduk tersebut selesai dong dalam sekali telepon doang. Sedih akutu ☹
Karena kalau mau dibongkar secara detail maka uraian ini akan sepanjang Nusantara, langsung lompat ke alur superdagelan di mana Sakha dengan begitu pongahnya merencanakan pernikahan ya?
Jadi diceritakan karena keberanian Sakha yang luar biasa itu Sakha berhasil melamar Nadhira pada orang tuanya, tahu-tahu Sakha ngasih KEJUTAN dong ke Nadhira kalau dua minggu lagi orang tuanya akan ke Palembang buat melamar Nadhira. Dan dengan baik budinya, dia pula YANG MEMUTUSKAN TANGGAL PERNIKAHAN TANPA RUNDINGAN DENGAN NADHIRA. Saat Nadhira protes ke Sakha kenapa buru-buru banget, jawaban laki-laki salih itu adalah: mau ibadah kok ditunda-tunda.
Dear, Sakha, memang kita dilarang menunda-nunda sebuah ibadah, tapi pernikahan nggak sedagelan itu, Sayang. Nggak semudah lu bersin di pagi hari sewaktu kena cahaya matahari. Lu memutuskan itu mikir perasaan Nadhira, nggak, sih? Kenapa lu meniadakan keinginan Nadhira untuk bersuara dan memutuskan pilihannya? Kenapa lu nggak mendengar suara-suara Nadhira dulu sebelum lu seenak otong lu menentukan tanggal perkawinan tanpa tanya Nadhira? Bukan berarti Nadhira secinta mati itu sama kamu, kamu bisa seenaknya memutuskan hal paling besar buat Nadhira sesuka hati lu. Menikah sama artinya meninggalkan masa lajang demi sebuah tanggung jawab yang besar, meninggalkan masa bebas demi sebuah hubungan keterikatan, meninggalkan dunia nyamannya demi sebuah lingkungan baru bersama orang baru. Keluarga baru. Budaya baru. Cara pandang baru. Mertua. Saudara-saudara ipar. Apa lu nggak mikir bagaimana cara Nadhira menyikapi perubahan mendadak dalam hidupnya? Apa lu nggak mikir bagaimana persiapan hati Nadhira menghadapi ini semua bahkan tanpa merundingkannya terlebih dulu?
Menikah memang ibadah, dan yang namanya ibadah memang sebaiknya disegerakan. Tapi ya nggak segrusa-grusu itu. Sampai mengambil keputusan tanpa bertanya kepada Nadhira hanya karena lu merasa lu berhak mengatur hidup Nadhira. Pertama, baru pertama kali bertemu saja lu udah bisa memerintah Nadhira untuk bisa hidup seperti lu, dan sekarang, untuk hal sebesar ini pun lu memutuskan tanpa diskusi terlebih dahulu. Apakah kamu pikir cinta cukup untuk menenteramkan batin seorang perempuan yang akan dinikahi? Pasti ada masa-masa rasa takut Nadhira akan kehidupan pernikahannya di kemudian hari. Takut nggak bahagia. Takut ditinggalkan. Takut hidupnya nggak bisa sebebas sewaktu dia lajang. Takut dia nggka bisa ngasih momongan. Takut dia nggak bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ketakutan-ketakutan itu nggak lu tanyakan ama sekali. Bahkan, lebih mirisnya, lu nggak bertanya kepada Nadhira bagaimana perasaannya jika dia akan menikah dalam waktu yang dekat?
Semua itu kamu putuskan hanya berdasar pengamatan luarmu. Berdasar pandangan picikmu akan sebuah pernikahan yang bisa dilaksanakan bermodal cinta. Padahal yang kamu nikahi itu manusia, seiyanya Nadhira pun setuju dengan keputusan itu, kenapa kamu nggak memanusiakan Nadhira dengan menanyakan pendapatnya tentang rencana besar ini?
Dan konflik terakhir yang diciptakan karena ketidakjelasan tujuan utamanya diciptakan sosok Nadhira adalah, sewaktu Nadhira diceritakan ditinggal mati oleh ayahnya, Nadhira stres berat, dong. Stres ini benar-benar mampu merenggut kehidupan ceria Nadhira. Hidup Nadhira linglung. Seperti nggak ada tujuan. Dia sampai-sampai mengiris-iris dagingnya untuk menyalurkan rasa sakitnya. Tuhan, jika ada manusia yang sampai di titik itu, hal tersebut benar-benarlah hal paling berat dan paling menyakitkan yang pernah ada. Tapi, tahu apa yang justru dikatakan oleh imam terpuji sedunia akhirat bernama Arsakha di sana?
“Aku nggak nyangka kamu tega melakukan itu. Kamu tahu, bunuh diri itu dosa besar, Nadi. Astagfirullah. Kamu ingat Allah nggak waktu ngelakuin itu? Kamu melakukan itu seperti kamu nggak ingat Allah dalam hidup kamu!”
INI ADALAH PEMAHAMAN YANG SANGAT-SANGAT SALAH. Apa yang dialami Nadhira adalah stres akibat tekanan ditinggal ayahnya. Dan ini tuh penyakit yang nggak ada sangkut pautnya sama agama. Gimana sih perasaan kita kalau kita sakit demam, tapi bukannya disuruh berobat malah disuruh ingat Allah? Kan, eek banget, ya? Yang Nadhira butuhkan itu pengobatan agar stresnya berkurang, sehingga dia tidak melukai diri sendiri. Bukannya disuruh taubat. Mereka berada di koridor yang berbeda, demi dewa.
Hei, Sakha yang Maha Suci, memang Nadhira tidak berupaya untuk bunuh diri, tapi apakah sewaktu kamu melihat istrimu melukai dirinya sendiri kamu nggak berpikir, gimana kalau dari tindakan itu Nadhira masih belum mendapatkan kepuasan, sehingga makin melukai diri lebih jauh agar rasa sakitnya tersalurkan, agar hatinya plong, yang membuat Nadhira yang berpotensi dengan upaya bunuh diri sesungguhnya? Sudahlah Nadhira sakit tapi nggak diobati, eh justru diberi kotbah. Eh, keesokan harinya malah dia dimaki-maki perempuan yang mengaku sahabatnya? Seperti ini makian sahabat Nadhira melihat Nadhira melukai dirinya sendiri:
“Iya, gue tahu! Tapi ini sama begonya. Lo tahu nggak self injury itu bisa bikin ketagihan. Sekali lo mencoba lo pasti akan keterusan dan jadiin pelampiasan kalau lo lagi punya masalah. Gue emang nggak alim-alim banget, Nad, nggak kayak suami lo yang salat lima waktu. Gue salat Cuma setahun dua kali. Tapi gue tahu ini dosa besar, Nad, nyakitin diri sendiri.”
Rasanya tuh aku pingin tertawa miris ada sekumpulan orang berpikiran sakit seperti ini. Apakah mereka nggak mikir, melukai diri sendiri ini bisa menuju ke gangguan psikologis lainnya seperti depresi? Dan yang namanya gangguan psikologis, yang dia butuhkan adalah PENGOBATAN, WOI. BUKAN KOTBAH. Di luar sana banyak informasi tentang bahayanya self injury, juga disebutkan berbagai macam pengobatan agar gangguan melukai diri sendiri ini tidak sampai ke tahap berbahaya, tapi sungguh mengenaskannya, dua orang supersuci di sana justru mengait-ngaitkan hal tersebut dengan agama. Dengan dosa. Bukannya malah balik, yang ada Nadhira bisa gantung diri beneran, deh.
Aku tu pengin sebal tapi kutaktau mau sebal kepada siapa?
Ulasan diatas untuk alur ya. Sementara untuk penokohannya, terlalu banyak tokoh berseliweran di sini yang kehadirannya hanya sekilas pandang. Nggak optimal. Nggak kuat.
bersambung di kolom komeng
This entire review has been hidden because of spoilers.
23- 2019 batja di Gramedia Digital. Dunia Nadhira. Entah mengapa judulnya Dunia Nadhira, tetapi pada akhirnya saya merasa kalau dunia kami begitu berbeda hingga saya nggak bisa menikmati buku bersampul cantik ini. Dunia Nadhira nggak akan mengajak kita mainan filsafat kayak Sophie. Melalui Dunia Nadhira, pembaca akan diajak untuk memasuki kehidupan Nadhira, yang sayang sekali, tak begitu berarti. Dunia Nadhira seperti cerita yang berlayar di lautan, tapi tidak tahu apa tujuan. Atau saya aja yang nggak tahu tujuannya. Saya akui, kemudahan membaca di Gramedia Digital membuat jemari ini bergerak cepat beberapa kali untuk skimming. Banyak hal yang kalau tak ada pun, tidak mengapa. Jadi Dunia Nadhira ini bercerita tentang apa sih? Tersebutlah Nadhira, CSO bank, yang punya mantan bernama Willy. Mereka putus karena beda agama, ~Lalu menyanyilah, Tuhan memang satu... kita yang tak sama~. Lalu, datanglah Sakha, jaksa yang katanya jakunnya seksi---itu yang gimana, ya?--- dan terjadilah merah muda antara Nadhi dan Sakha. Mereka berkencan, melamar, menikah, berbulan madu, sampai punya bayi. Demikian rangkuman ceritanya. Novel ini tidak buruk, hanya mungkin saya tak cocok saja, dan memaksa membaca karena penasaran mengapa ada dua kubu komentar yang berseliweran di dunia maya. Pertama tim cinta cerita ini, kedua, tim tidak menikmati. Banyak hal yang mengganjal, dan balik lagi ini mungkin preferensi, selera, atau apalah namanya. Misalnya:
-Nadh bertemu Sakha di jalan waktu mobilnya mogok. Sakha nelepon kawannya. Lalu saat itulah kerutan pertama di kening muncul, dan kuingin berkata, "Baru juga kenal, sudah kasih jaket." Lalu kerutan itu makin banyak ketika Sakha nyuruh masuk mobil berdua. Sekalipun Sakha katanya jaksa alim anti lalim, saya menyesalkan tindakan Nadh yang iya-iya saja. Pasalnya, kumasih ingat pesan papa, tuk tak terlalu dekat dengan orang yang tak dikenal atau baru di kenal. Kusarankan Sakha, kalau kau katanya alim-nan-bijaksana, ngobrol saja di trotoar, memandang bintang-bintang sambil nunggu teman datang. Agaknya itu lebih baik mengingat novel ini agar wangi-wangi agama. -Dunia rasanya sempit sekali. Luas Jakarta mendadak selebar lapangan bola. Bisa dilihat, di awal saja, sudah banyak kebetulan bertemu. Bertemu mobil mogok, bertemu di kedai kopi, bertemu jogging, misalnya. Tapi ini novel, jadi aku mencoba menerima, meskipun berat rasanya, dan Dilan nggak akan kuat. -Kemudian dari pada itu, kukurang suka penyataan kalau Nadh jadi rajin salat gara-gara Sakha. Bukan gak suka Nadh jadi muslimah taat beribadah. Uhm.... Gimana, ya? Hal-hal yang dilakukan karena seseorang, berkemungkinan untuk tidak dilakukan ketika seseorang itu lepas/pergi. Saya suka kalau orang melakukan sesuatu karena kesadaran dirinya. Soalnya, kesadaran adalah landasan utama terbentuk perilaku baru. Tapi semoga nggak, ya, Mbak Nadhira. -Masnya katanya alim bangets, kok ada beberapa adegan bermesraan? Masnya jorok lagi gigit-gigit tangan mbaknya, kita kan nggak tahu mbaknya abis pegang apa dan udah cuci tangan. Eh, tapi mungkin mau berpesan setan ada di mana-mana dan orang jatuh cinta bisa lupa kebersihan.... -Nadhira digambarkan pesimis dengan hubungannya dengan Sakha, tetapi di satu sisi saya nggak bisa bersimpati padanya. Di mata saya, ucapan Ibu Sakha biasa aja, Nadh yang baperan. Ya, tapi kan tiap orang beda-beda, Ci. Bhaiks. Pun ... tak dijelaskan dengan detail gaya hidup macam apa yang dianut tokohnya sampai si ibu berpikiran Nadh ini bergaya hidup tinggi. Atau, saya yang terlewat? -Saya nggak suka sama Sakha meskipun ia digambarkan too good to be true. Katanya ia pintar, tamvan, mapan, dan beriman, tetapi melihat bagaimana ia berpikir dan bertindak, asudala. Bisa jadi, Karena tak simpati dengan Sakha, mungkin ituu alasan saya tabisa ikut membaper bersama semesta. Misal saja, waktu mereka mau menikah dan Sakha berkata, "Uangku memang nggak banyak Nadi! Tapi bukan berarti aku nggak sanggup membiayai pernikahan kita!" (228). Yha Mas Jaksa ternyata bisa childish, dan tak bijaksana. Saya juga ta suka Mas Jaksa marah-marah waktu Mbak Nadh lukai tangannya (339, 342). dan hal yang kubenci adalah ketika orang-orang mengaitkan dengan agama, menjustifikasi kalau kita yang cemas dan depresi ini tidak beriman, seperti yang Mas Jaksa lakukan. Hal-hal yang kurasa bisa jadi malah membuat dia-yang-tertuduh jadi malas bertuhan. Mereka kesepian, mereka berduka, mereka butuh ditemani, buka diceramahi. Tapi ya, mungkin di dunia Nadh berbeza. Om Saka juga terlalu sering memerintah, padahal Tante Nadh, istrinya pun belum. Om Saka juga suka ambil tindakan sebelum diskusi sama Mbak Nadh (hal. 220, misalnya). Dear Mbak Nadh, nanti jangan ngeluh dan nangis dangdut, ya, kalau misal Sakha suka semena-mena ambil keputusan pas udah nikah. Di Tapi, kulihat Mbak Nadh nurut-nurut aja, ya... Yha, intinya kutakrespect pada Om Saka dan Tante Nadhi. Hmm... banyak masalah di sini, tetapi rasa-rasanya kok mudah sekali penyelesaian di sini. Mungkin kalau rajin berdoa masalah mudah dipecahkan yaaa. Ya, tapi kan....
Baiklah. Jarang-jarang saya ngoceh agak panjang dan novel ini membuat saya berceloteh. Mungkin itu poin plusnya. Novel ini menggelitik otak untuk berpikir ke sana dan ke sini. Omong-omong, kusuka kovernya, dan pada akhirnya, mau suka buku ini atau tidak, itu selera. Apa yang disukai orang banyak belum tentu kita sukai. Sebab ini ceritanya Nadhira, dunianya Nadhira dan dunia tiap manusia berbeda, hingga tak semua orang bisa menyetujuinya. Saya minta maaf kalau ada hal yang salah/kurang berkenan. Sukses selalu untuk penulisnya, semoga bisa lebih baik esok hari!
Reviw ini bersifat subjektif, sesuai dengan apa yg aku rasakan saat membaca novel ini ✌️ . Aku punya ekspetasi tinggi sama novel ini, karena sempet liat sedikit bocoran dari salah satu bookstagram di insta storynya. Karena aku salah satu penggemar baru di lini semacam metropop, jadilah novel ini masuk wishlistku. Dan ternyata agak gk sesuai pikiran awal. Nadhira harus berpisah dengan Willy karena ia tahu hal tsb tak akan berjalan sesuai keinginan mereka. Lalu ia bertemu Sakha. Nadi mulai percaya bahwa cinta bukan soal kesempurnaan, nelainkan ttg hal hal kecil yg memberikan kebahagiaan. Aku selalu suka interaksi dalm lini metropop, berasa realistis gk terlalu mengada-ada. Jadi apa saja yg bikin aku hampir dnf baca novel ini ? Dari segi cetakan masalah typo masih bisa dimaklumi, tapi dalam novel ini ada satu bab yg isinya sama, alias satu bab tsb dicetak double, yaitu di bab 43. Namun nomer halamannya masih lanjut, jadi walaupun bab yg sama dicetak dua kali halamannya ttp lanjut. Menurutku ini fatal sekali bagi penerbit sekelas gramedia🤦🏻♀️. Dari segi cerita, narasinya agak berlebih menurutku. Lalu perpindahan dari percakapan formal ke tidak formal di awal pertemuan Nadi dan Sakha sempat bikin aku bingung. Dan salah satu hal yg agak bikin aku terganggu perpaduan antara kata baku dan tidak baku dalam satu kalimat, hal ini membuat aku berpikir ini kalimatnya bersifat formal atau tidak. Dari 400 halaman konfliknya tak terlalu besar yg bisa bikin aku uring uringan, agak terkesan mengalir tanpa hambatan yg terlalu berarti. Hampir 150 halaman aku gk tau ceritanya mau dibawa kemana karena tujuan utama tokohnya sudah berhasil. Lalu apa lg yg diceritakan ? Menurutku setelah tujuan utama mereka menjalin hubungan tercapai kelanjutannya masih bisa dipangkas lg ceritanya, karena hal ini membuatku bosan, hampir dnf. Kedua tokoh juga gk berhasil mengambil simpatiku, aku gk merasa terlalu terhubung dengan kedua tokohnya. Sekali lagi review ini bersifat subyektif, sesuai dengan tanggapanku setelah selesai membaca novel ini, jadi mungkin gk bakal sama dengan review org lain 😊✌️
Setelah putus dari Willy, Nadi belum bertemu lagi dengan orang yang cocok. Apalagi perpisahannya ini membuat Nadi belum bisa membuka hati sama orang baru. Pertemuan dengan Sakha pun, karena keperluan Sakha untuk mengganti Atm. Ya Sakha adalah nasabah Bank Utama. Pada pertemuan kedua, tanpa sengaja itulah awal dari kedekatan Sakha dan Nadi. Ini sih karena bantuan temennya Sakha juga. Pendekatan yang dilakukan Sakha nggak kayak laki kebanyakan. Inilah yang membuat Nadi yakin memulai dengan Sakha. Tapi, tetap saja keraguan itu muncul. Ya Nadi merasakan dia nggak layak buat Sakha, hhmm gimana kisah mereka ya? 🙂🙂. Aku baca couple ini dulu di Wattpad, dan menunggu banget mereka terbit dalam bentuk buku. Setelah aku baca versi buku, gaya cerita Alnira ini memang menarik. Kali ini, dengan tema yang umum penulis mengemasnya dengan baik. Cuman sayangnya, dengan setting Kota Besar Jakartanya ini kurang berasa. Settingnya kurang detail menurutku. Apalagi di sini Nadi kayak anak gaul banget gitu, tapi kayak tempelan aja. Alur dari bab awal ini emang agak cepat, cuman menuju pertengahan emang agak 'bosan'. Oh ya, ada beberapa scene yang detail banget, yang kurasa nggak terlalu penting.
Untuk karakter tokoh, aku suka sih sama sikapnya Sakha tapi ya dia ini alimnya kebangetan. Tapi kadang kayaknya dia lupa kalau dia alim wkwkkw, boy will be boy. Ya buat sebagian orang, Sakha idaman banget deh. Laki yang cuman ada satu dari seratus hehe. Kalau Nadi sendiri sih, gimana ya. Sikapnya yang susah ditebak ini, jadi kadang bingung sama dia. Apalagi di bab menuju akhir, aku gemes sekaligus emosi sama dia. Gaya bahasa yang ringan dan mengalir, enak buat diikutin. Memakai sudut pandang orang ketiga, aku jadi tau perasaan para tokohnya. Interaksinya kusuka, chemistrynya yang pelan-pelan dibangun, berasa kok. Aku suka juga sih sikap Sakha yang bisa membimbing Nadi. Untuk konfliknya sih terbilang ringan ya, emang lebih ke konflik batin dan ada sedikit konflik keluarga juga. Tapi ya itu, kurang digali lagi padahal bisa buat baper banget. Aku bingung sih ya, kukira setelah apa yang dialami mereka bakalan udahan. Tapi ini berlanjut lagi, dan ada konflik lagi. Menurutku, jadi malah bosen dan nggak menarik lagi beberapa bab menuju akhir.
Eksekusinya, cukup apik sih. Manis juga endingnya 😊. Oh ya koreksi ya, untuk FH unpad 2006 tempat kuliahnya masih di Dipatiukur dan itu lumayan jauh buat ke Gunung Manglayang. Dan juga ada double cetak untuk bab 43. Overall, aku suka sama ceritanya dan di novel ini banyak hikmah yang bisa diambil buat pembelajaran juga. Bagus sih ada selingan agama tapi jangan banyak soalnya mungkin buat sebagian bikin nggak nyaman. Kayaknya kurang cocok buat metropop 😂😂. "Satu hal yang harus kamu tahu, aku nggak akan berjuang untuk orang yang nggak mau berjuang bersamaku." - Hal. 152.
Maaf banget tp sungguh kecewa dan bingung knp kisah dari wattpad ini bisa sampai naik cetak. Berikut bbrp poin yang membuat saya kecewa:
1. Konflik yang tidak jelas (jadi masalah terbesar nadi ini apa? Cinta beda agama? Cinta beda suku? Merasa tdk pantas untuk pasangan? Apa?) konflik dijabarkan secara tanggung dan tidak ada 1 konflik utama yg ada peaknya. Banyak konflik tp nanggung. 2. Karakter Nadi yang terombang ambing dan tidak stabil. Seolah dia wanita mandiri, independen dan cewek kota banget tapi ‘nggih nggih’ sama Sakha. Awalnya party girl yg pacaran beda agama bahkan traveling ke luar negeri bareng pacar (mantan) eh tapi tersentuh sama cowo rajin solat dan semudah itu jd rajin solat 5 waktu. 3. Resolusi dari sejumlah konflik kena tanggung yg membuat saya memutuskan untuk berhenti membaca setelah setengah buku karena bosan, dan bahkan ga masalah baca spoiler disini
Kesimpulan: rasanya tidak seperti baca novel, tp lebih seperti baca diary atau jurnal kehidupan
Ceritanya terlalu bercabang, nggak fokus tujuan utama karakternya itu apa. Penulis terlalu menghabiskan waktu untuk membuat karakter Sakha terlihat 'sempurna'. Dan jatuhnya malah bikin ilfeel. Terutama ketika ayah Nadhira meninggal. Self-injury itu jelas termasuk gangguan psikologis. Ya, solusi paling tepat minta bantuan ke psikolog/psikiater. Ini malah dihubungkan sama kepercayaan. Padahal kalau di dunia nyata yah, orang yang punya gangguan psikologis, terus 'dinasehatin' dengan caranya Sakha, gangguan mereka bisa lebih parah. Malah bisa jadi suicide.
Ekspetasi ku sama novel ini tinggi bngt soalny pas baca di wattpad dlu berasa feel nya tp ternyata pas sudah jd versi cetak berasa hambar konflikny pun gk ada yg bikin feel baca semangat buat baca sampe ending...misalkan konflik antara ibu Sakha sm Nadhira jd konflik utama kykny bakalan gak seflat ini....trus uk label metropop kayakny gak cocok uk novel ini..
Dunia Nadhira ceritanya tentang dunianya si Nadi ini yang belum bisa move on dari mantannya karna mereka beda agama, dan akhirnya ketemu sama cowok yang sempurna, udah alim, ganteng, kaya, baik, pekerja keras, jakunnya seksi (ini kata si Nadi dan sampe sekarang saya ngga tau jaksi itu yang gimana), perhatian, peka, de el el pokoknya semua yang baik-baik ada di Sakha, kurang apalagi coba kan makanya Nadi jadi lemah.
Oke, awalnya pas liat cover novel ini langsung aja tuh tertarik karna cakep dan simple aja gitu jadinya ekspektasi langsung tinggi kan orang ini salah satu buku si penulis yang jadi booming dengan para pemuja Sakha yang sempurna tiada cela. Udah gitu covernya ngegambarin metropop banget, tapi saya harus kecewa karna ngga sesuai ekspektasi saya atau mungkin emang bukan selera saya.
Pertama, buat genre Metropop kayaknya kurang dapet karna nuansa metropolitan dan pekerjaannya si Nadi ngga dijelasin secara detail.
Terus di dunia si Nadi banyak banget kebetulannya. Baru awal-awal ngga ada kali 50 halaman tapi Nadi-Sakha udah berkali-kali 'kebetulan' ketemu. Mereka ketemu karna si Sakha ini jadi nasabah Nadi, eh malemnya pas mobilnya Nadi mogok tiba-tiba Sakha ada dan ngebantu, terus nggak lama dari itu Nadi lagi jalan ama Meisya eh ketemu lagi, terus besoknya pas jogging mereka ketemu lagi. Ini kenapa Jakarta jadi sempit gini ya?
Dan buat konflik emang saya nggak berekspektasi tinggi karna emang Metropop rata-rata lebih fokus ke chemistry tokohnya tapi kok ya penyelesaian konfliknya gampang banget. Contohnya ya konflik sama Willy dan adiknya itu.
Buat alurnya emang lambat dan itu jadi salah satu alasan kenapa saya nggak begitu suka ini novel, ya mungkin emang alurnya lambat juga buat bangun chemistry Nadi-Sakha sih dan emang berasa walaupun rada lama dan buat saya bosen duluan jadi saya nggak tahan buat nggak skimming berkali-kali. Maap.
Tapi buat cara penulisannya saya nggak ada masalah, kok.
Untuk karakternya pengembangannya lamaa dan juga beberapa tokoh karakternya kurang kuat. Sakha itu too good to be true alias cuma ada di dunia fiksi. Emang sih ada kekurangannya kayak dia itu suka ngambil keputusan sepihak. Contohnya waktu dia mutusin sendiri tanggal pernikahan. Tapi kan tetep aja. Terus si Nadi juga apa ya labil saya bingung pas awal dia bilang kalo dia patah hati banget tapi baru diperhatiin ama Sakha langsung dah baper sebaper-bapernya kayak anak abegeh lagi kasmaran.
Jujur saya kurang suka soal cara move on si Nadi dan yang diajarin temennya alias harus cari cowok lain buat ngebantu si Nadi ini move on alias pelarian, walaupun Nadi disini nentang keras kalo Sakha cuma pelarian dia biar bisa move on dari Willy padahal jelas-jelas di awal temennya bilang kalo dia harus move on dari Willy dengan cara deket sama Sakha. Ya kurang lebih gitu lah.
Padahal move on itu nggak harus cari pelarian atau cowok baru, bisa aja kita mulai cintai diri kita sendiri alias love yourself atau intropeksi diri, coba hal-hal baru yang positif dan bikin kita senang yang bisa buat kita jadi nggak ada waktu buat mikirin mantan.
Terakhir, balik lagi review ini subjektif ya dan murni dari pendapat saya doang. Jadi, jangan dijadiin acuan juga mungkin kalian ada yang suka novel ini, dan balik lagi ke selera karna ya emang banyak mixed reviews juga tentang novel ini.
Rating : 2.5/5 Buat penulisnya semangat terus!! P.s. kayaknya ini review terpanjang yang saya tulis di Goodreads
Sebuah cerita manis dari mas Sakha dan mba Nadi:) karya Alnira
Jatuh cinta banget sama novel Dunia Nadhira hehe dengan tampilan yang so cute abis dan luar biasa cantik, sama nih kayak penulisnya yang cantik yang berasal Kota Palembang hehe
Kalian semua wajib harus kudu beli Novel Dunia Nadhira karya kak Alnira dan itu udah ada di Gramedia yuk adopsi mas Snnakha nya! Gercep!
"Satu hal yang harus kamu tau Nadhira, aku nggak akan berjuang untuk orang yang tidak mau berjuang bersamaku. Kalau kamu mundur satu langkah,aku akan mundur sepuluh langkah. Tapi kalau kamu maju satu langkah, aku akan berlari, mengejar kamu, dan nggak akan melepaskanmu." Kalimat Sakha yang mungkin jarang ditemuin di cowok kebanyakan sekarang yah ? Yang kalau cewek gak mau berjuang ya udah tinggalin itu kalau memang si cowok gak serius sama si cewek(jangandibully just my opinion✌). Dan aku suka banget kalimat ini " cinta bukan soal kesempurnaan, tapi tentang hal-hal kecil yang memercikan kebahagiaan." Gak perlu restoran mewah kalo warung pinggir jalan udah bisa buat bahagia, ye kan ?
Sebenernya waktu Sakha dan Nadhi ketemu di pinggir jalan waktu tengah malem itu agak kaget dan gak nyangka ya haha karna bisa sekebetulan itu loh ketemu hehe(monmaap ya nih kak Al hehe) Aku suka banget sama karakternya mas Sakha yang gak perlu pacaran lama kalau udah yakin dan serius langsung aja halalin, terus pembawaan nya santai(kecuali di persidangan), ngebimbing banget dan suamiable muehe. Mba Nadi nih patut di acungi jempol walau udh di lamar koko, berani ambil keputusan buat berhenti daripada lanjut karna keyakinan mereka yang beda, aku padamu mbak😍 untung aja dapet mas JakSi ya mbak yang luar biasa manis, sabar, tegas, pengertian itu tapi aku juga sebel nih sama mba Nadi yang gak percaya diri buat jadi pendamping mas Sakha tapi untungnya mas Sakha bisa meyakinkan yaaa hehe.
Jadi dari kisah Sakha dan Nadi ini aku dapet sebuah pembelajaran kita gak bisa maksa takdir Allah kalo dia memang bukan jodoh lepaskan. Kita juga gatau bakal bertemu dimana kita dengan jodoh kita, contoh Sakha dan Nadhi siapa yang mengira bukan ? Daaan buat para lelaki nih kalo memang sudah yakin dengan perempuan gak usah pacaran lama lama datangi orangtua nya lamar dia jadikan kekasih halalmu hehe
Dan buat kalian semuaaa aku ingetin lagi nih ayok buruan adopsi mas Sakha nya jangan sampe enggak! Mas Sakha dan mba Nadi tu yaa ... arghhh pokoknya buruan cek ke Gramedia dan bawa pulang mas Sakha eits tapi jangan lupa bayar yah hehe
Note: 26 Januari 2019 21:57 baru kepikiran mereview dari siangnya mumet haha Kak Al please hayang jaksi🤭
Nadhira dan Sakha bertemu pertama kali di Bank Utama, Nadi yang bekerja sebagai CSO di bank tersebut melayani Sakha dalam pembukaan rekening. Nadi kira hubungannya dengan Sakha selaku nasabahnya akan berakhir di titik itu, tapi ternyata semesta berkata lain. Ada momen yang membuka jalan mereka untuk meneruskan hubungan yang dikenal sebagai pertemanan sekaligus pendekatan. Sakha yang sebagai calon "nahkoda" membawa hubungan tersebut dengan pasti saat mereka tertarik satu sama lain dan semakin mengenal satu sama lain. *** Sakha adalah sosok idaman, tapi sosok yang too good to be true buat saya. Komitmennya yang tinggi terhadap sebuah hubungan adalah hal yang paling saya suka. Ketika banyak laki-laki yang menjalani sebuah hubungan seperti air mengalir alias "let it flow", Sakha tidak seperti itu, sekali ia serius maka serius. Langsung menemui orang tua Nadi, minta restu, bilang ke orang tuanya, lalu lamaran. 👏👏
Saya merasa cerita dalam novel ini bagaikan jalan tol, bebas hambatan. Konflik-konflik yang ada pun bagaikan gemericik-gemericik air, kecil dan sederhana. Kalau saya boleh membandingkan dengan karya penulis sebelumnya, yaitu Friendzone, saya lebih memilih itu. Sederhananya, ada satu perasaan kuat yang terasa saat membaca Friendzone, yaitu : Geregetan. Berbeda dengan saat saya membaca Dunia Nadhira.
"A woman can't change a man because she loves him. A man changes himself because he loves her."
Karya kedua kak Alnira yang ku baca. Jalan ceritanya sebenarnya ringan dan konfliknya juga nggak berat, hanya saja aku lelah dengan karakter nadhira wkwkwk beruntung sekali bisa mendapatkan Sakha yang super idaman sekaleeeee, yang tetap sabar menghadapi segala kelabilan Nadhira. Dan aku suka interaksi trio kwek kwek ini Sakha-Gilang-Malik sayangnya kurang banyak interaksi mereka di sini :(
"Tidak ada orang yang benar-benar jahat di dunia ini, yang ada hanyalah manusia yang selalu menerka lebih awal tanpa mengenal lebih jauh."
Gatau kudu ngomong apa lagi soal buku ini dan aku bener bener jatuh cinta sama buku ini. . Buku ini bener bener melalui riset yg sebernernya, walaupun masih ada typo dan ada 1 bab yg keulang, tapi buku ini sama sekali nggak mengecewakan dan membawa pembaca ke Dunia Nadhira. . Nadi dan Sakha adalah salah satu pasangan yg bener bener patut dicontoh. Setelah mengarungi banyak masalah mereka bisa melewatinya bersama sama dan saling menguatkan, setelah masalah selesai pun mereka melewati kebahagiaan mereka dengan amat sangat menggemaskan. . Sakha adalah pria yg kalau dibilang romantis ya nggak begitu romantis tapi kelewat romantis wkwkk. Dia bisa bener bener memberi kebahagian tersendiri, dan kalau ngasih surprise itu juga nggak tanggung tanggung. I like it. . Nadi, dia cewe cantik dengan body goals. Dan dia bener bener jatuh sejatuh jatuhnya kepada pesona seorang Sakha. . Sakha, semoga jodohku kelak adalah kloningan kamu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ini salah satu bacaan yang aku nantikan kehadiran fisiknya. Tapi ternyata, aku bersyukur nggak beli karena omo~ ini beneran masuk genre metropop?? Untuk ukuran novel metropop menurutku ini terlalu islami. Sejauh yang sering aku baca di novel metropop "nakal"-nya tokoh disini nanggung menurutku. Gaya menulisnya cukup detail dan saking detailnya dibeberapa bagian sering aku skip karena terlalu banyak penjelasan yang menurutku nggak penting. Kecepatan alurnya lambat, bikin bosen dan akhirnya aku memutuskan dnf di hal 290 (aku nyerah, nggak sanggup👋👋). Nuansa kota metropolitan-nya nggak berasa. Malah penulis menjelaskan detail daerah lain. Dan aku pikir dari 404 halaman novel ini bisa dipangkas ½ atau min ¼. Ah,mungkin nivel ini lebih cocok di genre Amore ketimbang Metropop
Mari kita kenalan sama tokoh di cerita Dunia Nadhira ini ya💕🤗 • • Arsakha Abimanyu, tokoh utama pria di novel ini. Pria yang akrab di panggil Sakha ini bekerja di Kejaksaan Negeri berprofesi sebagai Jaksa. Di usia 28tahun, Sakha menjadi bahan bullyan oleh Gilang dan Malik karena hanya dirinya yang masih jomlo. Sakha pria normal, dia masih menyukai wanita namun sampai sekarang belum ada yang klik di hatinya untuk menjadi pacarnya. Sakha juga anak pecinta alam, dan dia memiliki impian kelak bisa mendaki gunung bersama orang yang istimewa. Someday cuma berdua, begitu caption di instagramnya😍🙈 • • Nadhira Azmi, tokoh wanita yang lahir di Pagar alam tanggal 26 febuari 1989 ini bekerja di bank swasta ternama di Indonesia. Nadi begitu panggilan akrabnya sekarang sedang dalam fase move on dari sosok Willy Abraham. Mungkin bisa disebut mantan terindahnya ya, mereka harus putus karena perbedaan keyakinan diantara mereka. Nadi sadar perbedaan keyakinan tidak bisa menyatukan mereka, gimana mau menyatukan cinta kalo keyakinan mereka saja sudah berbeda. • • Yaps, itu dia tokoh utama di novel Dunia Nadhira ini. Selain tokoh utama juga ada tokoh lainnya ada Meisya, cewek yang hobinya ngajakin Nadi Hangout trus belanja tas branded juga cewek yang suka ngasih julukan aneh-aneh ke para cogan. Ada Gilang & Malik juga, Sohibnya Sakha banget temen 1 kantor dan 1 kontrakan. Mereka juga yang nyomblangin Sakha dan Nadi. • • Entah kenapa pokoknya aku susah banget move on dari cerita ini, mungkin karena sosok Sakha yang goodboy, tegas, sopan, bertanggung jawab dan taat ibadahnya. Kalo udah begitu jadi ingin punya calon suami seperti Sakha😅 Dan ini jadi selfreminder untuk aku sendiri, jodoh itu ceriminan diri loh, kalo aku mau dapet suami yang seperti Sakha ya harus memperbaiki diri. Seperti Nadhira yang berusaha memantaskan diri agar bisa bersanding dengan Sakha. • • Yang bikin aku makin suka dari novel DN juga konfliknya gak begitu berat, bahasanya santai, feelnya dapet, baca DN juga berasa diajak keliling Indonesia sama kak Al pokoknya berasa real life banget😙 • • Dunia Nadhira, karya pertama kak Alnira yang aku baca di wattpad dan bikin aku baper berkepanjangan. Karya yang paling aku tunggu-tunggu dalam bentuk cetaknya, sampe 2tahun aku menunggunya akhirnya 3 Desember 2018 Dunia Nadhira resmi open PO di tokopop dan resmi rilis di gramedia 21 Januari 2019 dan menjadi novel ke-12 yang berhasil di terbitkan kak Alnira. akhirnya aku memilikimu. Fix Dunia Nadhira itu novel pertama yang bikin aku jatuh cinta, Cinta banget sama covernya, cinta sama tokohnya dan cinta banget sama kak Alnira yang udah bikin novel sekeren ini. #GACoachDuniaNadhira #Alnira03 #BukuGPU
Dunia Nadhira adalah sebuah novel romance yang dikemas cantik dengan alur yang menarik. Dengan kata dan kalimat sederhana namun sanggup membuat pembacanya baper tingkat dewa. Merupakan buah karya dari seorang penulis berlesung pipi yang lahir dan besar di kota Palembang serta telah menelurkan banyak novel, bernama pena Alnira. Novel romance ini berbeda dengan novel romance kebanyakan yang bercerita ala-ala cindrella. Dunia Nadhira menyuguhkan kisah yang akrab dengan keseharian dan membuat pembacanya seolah-olah menjadi salah satu tokoh dalam ceritanya. Novel keren ini mengisahkan seorang wanita karir yang bekerja disalah satu Bank ternama, yang sulit melupakan cintanya pada seorang pria mapan namun berbeda keyakinan, ditengah kegalauannya inilah Nadhira dipertemukan dengan laki-laki tampan dan manis yang bekerja di kejaksaan yang bisa mengalihkan perhatiannya dari cinta sebelumnya. Adanya sosok Arshaka Abimanyu mampu menjungkirbalikkan dunianya Nadhira, lika-liku perjalanan asmara merekapun diwarnai berbagai masalah dan konflik batin, yang pada akhirnya mereka dipersatukan dalam ikatan suci. Namun kekuatan cinta mereka di uji ketika suatu kejadian menimpa rumah tangga mereka, tapi dengan kesabaran,kebijaksanaan dan cinta dari seorang shaka lah yang mampu mengembalikan Nadi nya. “ satu hal yang harus kamu tahu, Nadhira, aku nggak akan berjuang untuk orang yang tidak mau berjuang bersamaku. Kalau kamu mundur satu langkah, aku akan mundur sepuluh langkah. Tapi kalau kamu maju satu langkah, aku akan berlari mengejar kamu dan nggak akan melepaskan mu.” Seonggok kalimat pamungkas yang penuh penekanan dan tekad dari seorang laki-laki yang mampu membuat wanita manapun akan jatuh sejatuh jatuhnya pada laki-laki ini. Begitulah yang terjadi dengan Nadhira ketika mendengarnya dari Shaka. Dan membacanya membuat kita tersenyum-senyum sendiri. Sebuah proses dan perjalanan cinta yang berlandaskan kasih sayang nan suci kita temukan dalam novel ini, kalimat-kalimatnya lugas dan sederhana serta mengalir mampu menyihir pembacanya ikut merasakan emosi para tokoh-tokohnya. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari karakter-karakter dan berbagai kejadian-kejadian yang dialami para tokoh-tokohnya. Ketika kalimat “Nadi tidak mengharapkan rumah tangga sempurna dan bergelimang harta, tapi bersama shaka, ia merasa lengkap. Ia merasa memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah.” Ada haru, bahagia, sekaligus kelegaan luar biasa setelah kita menyelesaikan membaca novel ini. Rasanya untuk mencari celah yang tidak menarik dari novel ini sampai detik ini belum saya temukan, terlepas dari masalah teknis yang ada pada pencetakan bukunya namun tidak mengurangi esensi dari ceritanya. Bagi kalian yang sedang galau tingkat tinggi atau lagi kasmaran berat, novel ini sangat recomended banget, jika diberi nilai dari 1-10, saya memberi angka 9.
Novel yg banyak banget memberi pelajaran tentang kehidupan. Willy dan Nadhi Tentang sulitnya cinta beda Agama, Nadhira dan Sakha tentang sabarnya menjalankan ujian kehidupan.
Novel ini juga mengajarkan kita untuk selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Apapun yang kita miliki ini semua titipan Allah, semuanya Allah yg menciptakan , dan apa yang harus kita sombongkan ?.
Tentang persahabatan Nadhi dan Meisya yg bikin greget , cara Meisya menasihati Nadhi itu unik ,mereka berdua itu dua orang sahabat yg memiliki karakter yg bertolak belakang, tapi mereka berdua itu klop bgt , apalagi cara Meisya yg menasihati Nadhi dengan gaya bicaranya yg asal Nyeplos hehehe pokoknya best bgt lah persahabatan mereka.
Pokoknya semua bumbu2 kehidupan tertuang dalam Novel Dunia Nadhira.
Di dalam Novel ini juga ada perkataan Sakha yg mewakili anak Pecinta Alam , hehehe anti mainstream bgt kan kwkwwkkwkk.
Udah baca berkali2 di wattpad tapi gaada bosennya Sampe sebagian part sudah di hapus waktu proses penerbitan , tetep aja masih baca part yg blm dihapus hehehe
Dan perjuangan bgt waktu ikut PO Novel DN
Pokoknya mah Best bgt dah Novel DN
Semoga segera di Filmkan
AMMIINN ALLAHUMMA AMMIINN
Terimkasih loh kak Al udah nulis cerita Dunia Nadhira .
Sukses terus kak Al...
Semoga bisa lebih banyak lagi menulis cerita2 yg berkualitas dengan konflik yg gak terlalu berat hehehehe #MuchLove
Cerita yang pertama kali saya baca di wattpad dan sampai skrng membuat ku tdk bisa berpaling ke buku lain bukan hanya karena sifat parah tokoh nya yg hampir 99% sempurna itu.. tpi Krn penulis nya.. yahhh Krn penulis nya.. Awalnya tdk ada ketertarikan sma Skali untuk membaca cerita ini..saat dia terus"an muncul di rekomendasi wattpad ku.. Bahakan aku berkata dlm hati "ihhsss ini cerita appan sihh" kdng kalau mengingat i2 Sy merasa malu Sendiri..Krn dari awal aku sdh men-judge nya.. tpi skrng??? Bahkan kalau bisa Sy akan membaca nya setiap hari... Alur yang simple ada di dlm buku ini..Dan yang membuat ku sangat mencintainya i2 Krn satu tokoh terpenting dlm novel ini ARSAKHA ABIMANYU yahh.. tokoh yg membuat ku sangat"jatuh cinta sedalam-dalamnya..tokoh dgn segala kelebihan dan kekurangan nya membuat ku melupakan semua nama tokoh dari novel lain.. Bukan hanya dia... Salah satu tokoh di novel ini yang membuat ku jatuh cinta adalah Willy.. dengan segala keikhlasan tanpa dendam membuat ku bljar dia yg di tinggalkan oleh orng yg masih di cintai nya sja masih bisa bertahan..knp Sy tdk iya kan??? Novel ini terlalu sempurna untuk di campakkan... Oh ia satu lagi Sy sgt mencintai penulis nya.. Alnira.. Penulis terrrrpaling ramah yg Sy kenal.. yg slalu meluangkan waktu untuk membalas DM para readers nya.. penulis berpipi tembem seperti ku ini..yang sangat bisa di jdikan motivasi.. dengan gaya penulisan yang Simple tpi elegan.. dan dengan alur yang sangat sempurna..di mna dia selalu mengambil konflik yang memang sering terjadi pada setiap manusia bukan hanya di novel ini di semua novel yang dia punyai pun selalu mengambil konflik yang benar" terjadi..jdi bukan hanya untuk bersenang-senang.. novel ini terlalu banyak mengajari tentang arti kehidupan sesungguhnya .. Dan dari cara penulisannya Sy mengambil 1 kesimpulan "tidak usah berpikir terlalu keras untuk menulis sesuatu,Krn kadang imajinasi bisa dtng kapanpun dan di mana pun kau berada" yahh... Di liat dari ig story nya atau live ig nya.. dia slalu berkata imajinasi dtng di mna sja.. bahkan ketika melamun sekali pun..i just wanna say thank you kak Alnira..sdh membuat novel ini.. Novel yg membuat ku percaya bahwa lelaki baik masih sangat banyak di dunia ini..kau hanya cukup mencarinya saja atau menunggu nya ...dan perbaiki diri dengan baik Krn "Lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula" ..soooo ladyss perbaiki diri dari skrng agar kalian mendapatkan pasangan yg sempurna 😍😍😍 Lv you kak @Alnira
Bismillah. Sebenarnya sih aku lebih suka sosok Nadi, dia itu sosok yang mandiri, pekerja keras, dan tentunya bisa jaga diri. Dia gak malu buat belajar gimana buat jadi istri yang baik buat Sakha, juga jadi menantu yang baik buat ibunya Sakha yang bikin aku gemesh. Jadi ya gitu, aku suka sifatnya Nadi yang niat belajar mengubah ke arah yang baik. Kalau Sakha, selain sosoknya yang suamiable gitu, dia sayanggg banget sama ibunya, ada kali pas baca di salah satu bab bikin aku mau nangis. Kadang sama ibu sendiri suka gengsi gitu.
Dan yah aku jatuh cinta sama cerita ini. Ngikutin saat belum tamat di dunia orange, pas tamat baca ulang lagi sampai hampir hafal, dan agak bingung karna versi buku, lebih ringkas tapi ilmunya tetep dapet dong. Jadi aku ngerti kenapa nunggu bertahun tahun buat jadi buku, pasti ngeditnya capek hehe.
Tetap semangat dalam berkarya kak Al kumenunggu versi Sakha kedua ketiga dan keberapa lainnya dengan dunia yang berbeda hehe
Secara keseluruhan, kisahnya menarik. Masalah yg dihadapi kedua tokoh utama jugak feels real disertai detail2 yg bagus entah soal profesinya atau latar dr kisah ini. Dan wajar cewek cantik itu berakhir dengan cowok berjakun seksi. Wkwkwk Beberapa ada kesalahan teknis berupa typo sederhana. Itu saja.
Jujur saja, ini pertama kalinya aku mencicipi karya Kak Alnira. Sejauh ini aku cukup menikmati jalan cerita yang dibawakan penulis, begitu mengalir dan relevan dengan dunia sehari-hari.
Mengisahkan perjalanan cinta Nadhira dan Sakha dari awal pertemuan hingga diberi kepercayaan oleh Allah untuk menjaga malaikat kecil. Dalam buku ini aku diberi pengetahuan tentang dunia pernikahan yang ternyata cukup rumit dan butuh rasa saling percaya yang besar.
Namun sayangnya aku tidak merasakan ikatan batin yang cukup kuat dengan tokoh Nadhira. Chemistrynyapun cukup cepat untuk penikmat novel dengan penggambaran latar mendetail seperti aku. Dan ingat, ini hanya persepsiku secara subjektif.
Tapi novel ini cocok untuk dinikmati. Selain membuat bulu kuduk berdiri di bagian akhir, aku juga dibuat baper setangah mati dengan karakter Arsakha Abimanyu, si jaksa muda dan suami sempurna.
Romance berbalut keluarga yang sangat aku sarankan untuk dibaca!
The story is about a love story, in the dressing in its simplicity teachings are very thick.
Orientation:
Kisah ini menceritakan perjalanan hidup seorang customer service di sebuah bank swasta bernama Nadhira Azmi, setelah kisah cintanya yang kandas karena perbedaan keyakinan. Hingga pertemuannya dengan nasabah bernama Arsakha Abimanyu, tak disangka membawanya pada perjumpaan lain, yang juga melengkapi kisah hidupnya. Cerita cinta keduanya mungkin akan berjalan tanpa ada masalah yang berarti karena tak ada halangan, seperti perbedaan keyakinan. Namun, nyatanya cinta sederhana kedua manusia dewasa ini tak pelak oleh cobaan yang berasal dari dalam diri mereka masing-masing. Hingga Arsakha menjatuhkan ultimatum, "Aku nggak akan berjuang untuk orang yang tidak mau berjuang bersamaku. Kalau kamu mundur satu langkah, aku akan mundur sepuluh langkah. Tapi kalau kamu maju satu lanngkah, aku akan berlari, mengejar kamu, dan nggak akan melepaskanmu, Nadhira".
Itulah cinta, berjuang atau melepas !
Evaluation:
This story not only tells the love life as another story about love, but this story introduces how to love with simplicity according to the teachings of Islam. This story have a very good content, not only describes the life of someone who is very simple, but also teaches us how important it is to live in God's ways, life is only really for Allah. Bagiku poin tersebutlah yang menjadikan cerita ini sangat bermanfaat, dan terasa benar-benar nyata seperti yang sering terjadi di sekitar kita. Mungkin banyak cerita cinta dengan konflik yang berat akan lebih menyenangkan bagi pembaca, tapi kadang mereka akan menghilangkan bagian detail dari sebuah cerita kehidupan, seperti rutinitas spiritualnya. Karena menurutku hal detail lah yang membuat cerita itu sangat manis dalam kesederhanaan. Konflik yang tak mengada-ada beserta segala penyelesaiannya benar-benar indah. aku banyak mengambil hikmah disetiap kata yang tertuang. Inilah yang kudapat dari sebuah "Ajaran tanpa menggurui" Cerita ini kurasa benar-benar penuh perhitungan dengan observasi yang tak main-main, seperti ketika menceritakan dunia kerja masing-masing tokoh. Benar-benar perfect! seperti yang kubilang detail sangatlah manis :) Pilihan kata yang digunakan dalam cerita ini juga sangat mudah untuk dicerna. Bagimana penulis mendiskripsikan tokohnya tanpa narasi, akan tetapi lebih dengan pembuktian tingkah juga ucapan katanya membuat pembaca bisa langsung menilai sendiri bagaimana jati diri masing-masing tokoh. Jadi tak ayal sosok Arsakha, si jaksi ini banyak banget penggemarnya dan dijadikan sosok laki-laki idaman :) yah, begitu juga dengan sosok Nadhira yang bisa dijadikan contoh agar mau memantaskan menjadi wanita yang lebih baik :) Menurutku, ini benar-benar bacaan yang pas untuk mengisi waktu luang dengan imbalan pelajaran yang tak diragukan lagi!
Di cerita ini juga banyak banget quote yang jadi reminder aku, seperti: 1. Pemikiran seorang pecinta alam (p. 53), sumpah itu bener-bener bantu nampar netijen yang suka nganggep explore alam cuma buat jalan-jalan semata sama menuhin feed instagram dan mamerin gimana kayanya dia makanya bisa jalan-jalan terus. Padahal yang dirasa ya emang sesuai yang dikata Mas Sakha itu 100%. (Nah kan jadi curcol ^^ haha) 2. Ultimatum Arsakha (p. 152), yang menunjukkan laki-laki sejati penuh dengan ketegasan. Kalau serius lanjut, kalau main-main uda mundur aja lo sana! haha 3. Quote indah penuh pe,ikiran positif dari penulis (p. 349) aku setuju 100% Gak ada yang benar-benar jahat! dan bagiku baik itu cuma persepsi :) masih banyak lagi lah yang bikin aku jatuh cinta sama nilai-nilai dalam cerita ini, bahkan kadang suka senyum-senyum sambil bayangin pas baca sms Sakha-Nadhira.. gak romantis banget sih tapi bikin melting ^^
cerita ini aku kasih bintang 4, karena selain kesempurnaan hanya milik Tuhan YME, tapi juga beberapa bagian cerita sedikit biasa aja, yang menjadikan kalo ada jeda ya entar dulu, dilanjut nanti.. yap pemikiran seperti itu. wajarlah manusia gak pernah puas hehe.. karna kalo aku sendiri, sebagai pembaca yang bikin selalu interest banget kalau sebuah cerita itu bisa dihabiskan sekali baca tanpa jeda sih ehhehe, tapi yang pasti ..
This story is great for read, increase knowledge about the real love and taught us many things that we may not have known before. I think the story Dunia Nadhira is a very touching story.
Buat penulis kecintaan aku, Kak Alnira jujur ini cerita pertama kakak yang aku baca di dunia orange. dan sejak itu aku selalu baca semua karya kakak karena bahasa yang gampang dicerna, konflik yang realistis, detail yang selalu bikin aku nyaman bacanya, dan yang pasti banyak banget pelajaran yang aku dapat dari cerita2 kakak. bahkan aku sampai berfikir saat ini salah satu orang yang jadi inspirasi aku adalah penulis, tentu salah satunya kak Al. maaf nih kalau aku lebay.. tapi emang kenyataan gitu sih.. penulis itu memberikan pelajaran hidup, pengetahuan tanpa mereka menggurui sama sekali. terus yang aku suka juga gimana usaha kak Al buat observasi untuk menjadikan cerita kakak se real ini. itu benar2 menakjubkan sih kak :) terus semangat ya kak Al., aku yakin banyak banget orang2 kaya aku yang selalu merindukan karya kakak :) makasih Kak Al buat pelajaran yang menjadikan sebuah pengalamn yang luar biasa bagiku :)
ps: aku curhat yang part buat kakak ini bukan biar nyuap aku menang GA lo kak, tapi bener itu aku ungkapin dari hatiku yang paling dalem.. semoga kita bisa ketemu ya Kak, main dong ke Semarang hehe
Wow...ratingnya lumayan tinggi ya. Kenapa saya cuma kasih bintang 3? Bingung juga, balik ke preference masing-masing orang aja sih. Padahal metropop ini genre favorit saya, tapi buku ini kok terasa mendayu-dayu. Hehehehe. Too much detail info(s) given juga agak sedikit membuat buku ini terasa bertele-tele dan sedikit boring. Jalan ceritanya sesuai banget sama judul sih; Dunia Nadhira. Ya. Jalan ceritanya memang benar-benar tentang dunia si karakter utamanya.
Berhenti baca setelah Nadhi dan Sakha menikah. Bosen aja.
Aku pikir konfliknya bakalan meledak-ledak mengingat Mbak Alnira pernah bilang kalau label 17+ di novel ini karena konflik yang hanya bisa orang dewasa pahami. Nyatanya nggak terlalu. Menurutku Nadhi-nya terlalu baper.
Padahal, konflik antara menantu dan mertua bisa dibuat lebih dari sekadar ini.
Label metropop juga rasanya kurang pantas mengingat bukan orang-orang khas metropolitan yang banyak diulik di sini.
ceritanya ringan. cuma membahas perjalanan si nadhira sampai akhirnya bisa ketemu si cowok (baca nya udah lumayan lama jadi lupa nama cowok nya wkwkwk). konfliknya juga ringan. boleh lah dibaca kalo lagi ga pengen baca novel yang banyak konfliknya👍🏼