Jump to ratings and reviews
Rate this book

Transit Urban Stories

Rate this book
Dalam hidup yang singkat ini, sebaiknya berapa kali kita patah hati?
Cinta, barangkali, memang bukan yang terpenting dalam sejarah manusia di muka bumi. Kuselusuri huruf L dalam indeks buku Leon Trotsky yang sedang kubaca sambil minum kopi, The History of Russian Revolution , dan tidak kutemukan kata love. Bukankah cinta memang bukan bagian dari sejarah?

“Travelogue”


Bukan cuma soal patah hati dan cinta, buku ini mengisahkan juga tentang negeri nyiur melambai yang masih membiarkan kekerasan terjadi pada rakyatnya,
tentang manusia yang lebih menghargai anjing ketimbang sesamanya, tentang homo motorensis, dan cerita-cerita lainnya.

Transit, urban stories terbaru karya Seno Gumira Ajidarma, ditulis pada rentang waktu 2003-2019.
Rel

152 pages, Paperback

First published January 27, 2019

8 people are currently reading
55 people want to read

About the author

Seno Gumira Ajidarma

98 books838 followers
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Bentang Budaya in 1996.

Mailing-list Seno Gumira fans:
http://groups.yahoo.com/group/senogum...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (17%)
4 stars
42 (38%)
3 stars
43 (39%)
2 stars
3 (2%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
February 10, 2019
Kumenikmati. Ada banyak cerpen di sini. Cerpen pertama cukup mengerikan, dan baik sebagai pembuka cerita. Cerpen-cerpen di sini kebanyakan memang menceritakan kaum urban,
dan yang paling membekas, yaitu Gubrak, Segawon, dan GoKill.
Gubrak bercerita tentang perempuan yang saking cantiknya, tiap manusia yang melihatnya pingsan dan membuat kekacauan.
"Pemilik wajah cantik yang kami hormati, wajah cantik Saudara telah membua banyak orang pinsan dan sangat mengganggu ketertiban! Mohon dengan sangat menyerahlah! Berhubung wajah cantik Saudara membuat pingsan orang yang memandangnya, mohon agar Saudara memngerudungi kepala Saudara dengan karung yang akan kami lemparkan ke bawah. Demi ketenteraman kita bersama, pakailah karung tersebut dan menyerahlah!" (p.42).

Segawon , berkisah tentang pengemis dan anjingnya. Tak ada yang memberi sedekah untuknya, tetapi sejak ia menuliskan 'anjing saya belum makan' orang-orang bersedekah. Sejak saat itu, ia makan makanan anjing bersama anjingnya.
"Semenjak itu aku tahu, bahwa kecintaan manusia terhadap anjing bisa abadi, tetapi kecintaannya terhadap sesama manusia tergantung keadaan, dan aku harus menyesuaikan diri dengan keadaan itu jika ingin tetap hidup tanpa kehormatan seperti sekarang" (25-26).


GoKill adalah layanan serupa Go-Jek, GoFood dan Go-Go lainnya. Tugasnya adalah membunuh, semacam pembunuh bayaran. Mengenai akhir cerita, lebih seru jika dibaca. Ah, ya!
Sukab pun muncul di salah satu cerita dan kuemendapatkan sebuah istilah baru, homo motorensis
Kukira, membaca cerpen teranyar beliau cukup menyegarkan. Sekian
Profile Image for Teguh.
Author 10 books335 followers
January 23, 2019
Jujur saya kangen sangat membaca kumcer Mas Seno. (Sepertinya buku kumpulan cerpen terbaru bukan cetak ulang Mas Seno terakhir terbit 2007, "Linguae" dan "Drupadi" yang terbit 2017, dilabeli novel meski ada cerpen di dalamnya, tapi kita anggap saja sebagai novel). Entah mengapa selalu ada kekangenan "konsep apa yang akan dipergunakan untuk menginkat" cerpen-cerpennya Mas Seno, secara kita tahu betul bahwa Mas Seno tak berhenti menulis cerpen (baik di koran, atau majalah, atau jurnal). Dan dalam buku ini cerpen-cerpen diikat dengan menggunakan "urban stories" yang menurut saya segar sekali. Terutama cerpen yang dimuat di majalah Esquire. Tetapi jangan pikir cuma perkara cinta ya.

Dalam cerpen "Segawon" yang menjadi salah satu cerpen kesukaan saya dalam buku ini, kita akan ditohok oleh sebuah ironi yang keji di sebuah kawasan sub-urban Perancis. Ketika manusia justru lebih peduli pada anjing, dan justru tidak menaruh perhatian ke manusia, meski ia adalah gembel.

Semua orang hanya ingin tampak seperti terhormat, tetapi tidak paham dengan gagasan tentang kehormatan. Kehormatan bagi banyak orang hanyalah kehormatan seperti yang akan dilihat orang dan bukan kehormatan itu sendiri. Sejauh tidak diketahui orang, manusia melakukan segala sesuatu yang tidak terhormat sesering-seringnya dan sebanyak-banyaknya. (hal.20)

Ironi seperti ini juga disampaikan dalam cerpen pembuka, meski kadarnya lebih tinggi. Dalam "Jakarta City Tour", kita akan diajak menyaksikan kelompok yang selama ini ditutupi dari banyaknya iklan pariwisata: bahwa jakarta dan tentu banyak kota besar di Indonesia, menyimpan kekerasan, kemiskinan, dan kelam sejarah pelanggaran HAM yang memang sengaja ditutup-tutupi atau bahkan dihilangkan.

Dan kalau anda menunggu cerpen yang ada romansa dan melankolia-nya adalah "Sepatu Kulit Ular", "Transit" dan tentu "Lingerie".
Sepatu Kulit Ular--> saya suka sekali dengan metafora yang dipakai dan membelit itu indah banget. Nggak kebayangkan dari sekelebat sepatu kulit ular warna merah, imajinasi lelaki selalu melambung melampaui segalanya.

Buku kumpulan cerpen ini selain menunjukkan Seno yang tak mati dalam menulis cerita pendek, juga membunuh kekangenan saya membaca buku kumpulan cerpen Mas Seno.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
April 28, 2021
Cerita-cerita pendek karya SGA yang diterbitkan di berbagai media massa dalam rentang waktu 2003 sampai 2018. Panjangnya kurun waktu pemuatan menjadikan buku ini berwarna-warni, mengikuti apa yang sedang ramai di eranya. Tentang pengeboman oleh teroris, tentang heboh pornografi, traveling, mudik, kisah horor, hingga hal-hal yang belum lama berselang seperti bucin (budak cinta) dan gokill (meniru aplikasi ojol). Keluwesan pengarang menulis menjadi gambaran suatu masa sekaligus kritik halus pada hal-hal yang masih kurang. Kepiawaian SGA dalam urban lokal juga menarik, misalnya pada kisah Istana Tembok Bolong yang menyeret ingatan saya kala SMA tentang membeli batang korek api untuk bisa melihat hal paling pribadi di salah satu sudut pusat kota Yogya. Sungguh hal yang sangat absurd jika dibayangkan di era internet seperti saat ini. Cerpen paling menarik menurut saya adalah Setan Becak dan Gokill. Satu hal yang menarik ada di cerpen Pulang Berpulang ketika seorang bapak melarang anaknya untuk mudik saat hari raya demi keselamatan diri. Sebuah refleksi yang bagus di kala pandemi.
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
244 reviews38 followers
April 16, 2019
Cerita-cerita urban memang bukan selera saya. Membeli buku ini karena pengarangnya adalah SGA. Saya berpikir di tangan SGA kisah-kisah urban yang kekinian dapat saya nikmati seperti bacaan saya sebelumnya Wisanggeni dan Drupadi yang penuh makna. Ternyata, sama saja. Tidak dapat membuat saya menggemari tema-tema perkotaan. Masalah selera saja, sih.
Profile Image for winda.
357 reviews14 followers
July 22, 2019
Ada 17 cerita pendek di buku ini, paling suka sama cerpen Jakarta city tour yang membuat saya mengalami kengerian yang sama ketika membaca cerpen2 di buku trilogi insiden. Bisa banget mengemas kejadian teror dengan sudut pandang yang tidak pernah terfikirkan.
Saya juga suka cerpen Gubrak dan Gokill.
Di cerpen Pulang Berpulang bertemu dengan Sukab lagi.

Apakah yang bisa dikatakan oleh sepasang mata yang berkilauan mendebarkan, dengan tatapan yang menusuk, mencekam, dan menundukkan? Apakah yang bisa diungkapkan oleh sepasang mata? Tampaknya begitu banyak, tapi bagaimana memastikannya?

Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
February 9, 2019
Selalu suka tema-tema urban stories yang digarap SGA. Kalo sudah bicara cinta dan segala yg membuatnya rumit, cerpen-cerpen SGA jd nampak sederhana tetapi bisa cukup kejam memperlakukan tokoh-tokohnya. Beberapa cerpen sdh pernah dimuat dlm buku-buku yg lain. Tetapi kebanyakan masuk majalah dan koran. Ya ini juga jadi salah satu pelipur rindu penggemar SGA akan karya-karya barunya. Eh jgn lupa, ada Sukab juga!
Profile Image for Alvina.
732 reviews118 followers
April 11, 2019
Siapakah yang akan pernah mengira betapa kebahagiaan begitu rapuh dan keajaiban cinta hanyalah untuk sementara?
Profile Image for Reuben Nathaniel.
21 reviews6 followers
February 13, 2019
Kumpulan cerita-cerita pendek yang menarik, yang tentunya berhasil membuat saya ingin membaca karya-karya Seno Gumira Ajidarma lainnya, dan cerita-cerita karya beliau yang lebih panjang juga.

Judul-judul favorit: Jakarta City Tour, Gubrak, Travelogue, dan GoKill.
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
February 5, 2019
Transit Urban Stories, kumcer kedua yang kubaca tahun ini.


Di dalam kumcer ini ada 16 cerpen dengan tema urban. Semua cerpen telah dimuat di media masa dan/atau diterbitkan dalam sebuah buku. Cerpen-cerpen yang menurutku pamungkas dalam buku ini adalah salah satunya cerpen pembuka berjudul Jakarta City Tour. Cerpen tersebut bercerita tentang kengerian yang dialami turis-turis yang tengah berlibur ke Jakarta. Kota tersebut dalam cerita itu sedang dalam masa-masa penuh chaos atau riot. Nasib gila tengah menguntit tokoh-tokoh malang dalam cerita itu.

Selanjutnya adalah cerita berjudul Sepatu Kulit Ular. Entah kenapa menurutku cerpen ini menyimpan kejutan yang begitu berarti di akhir meskipun sepanjang cerita pasti pembaca akan bosan dengan narasi tentang hal yang jelas-jelas diulang terus-menerus. Tapi, bolehlah merupakan salah satu yang terbaik dalam buku ini.

Selanjutnya adalah Segawon. Bercerita tentang pengemis di Paris yang masih mempertanyakan sisi kehormatan dan ketidakhormatan. Objektif, cerita ini punya pesan yang dalam sekali dengan gaya penceritaan yang sangat sinis tapi penuh ironi. Secara subyektif, aku suka cerpen ini karena kedalaman pesannya itu. Seno enggak perlu bereksperimen lah, cukup aja bikin cerita-cerita semacam ini. Aku bakal lebih jatuh cinta, tapi ya terserah Seno saja.

Sedangkan cerita-cerita pamungkan lainnya,menurutku Transit, yang jadi judul cerita ini senada dengan cerita berjudul Lingerie, cukup sama temanya tentang perselingkuhan sepertinya. Apa mungkin hal itu khas dari kaum urban? Sepertinya.

Cerpen pamungkan lainnya adalah GoKill. Sumpah ini cerpen fresh banget sih temanya, tentang kisah pembunuh bayaran dari aplikasi GoKill. Iya, turunan dari Gojek, Gopay, Goclean, Gofood, kalian pasti ngerti lah, tapi tentu aja itu aplikasi cuma imajinasi semata dan bukan produk aplikasi Gojek. Aku suka ending dan gaya penceritannya yang dingin.

Selebihnya cerpen-cerpen urban tersaji dengan gaya atau tema yang harus aku bilang ekperimental. Entah kenapa aku kurang sreg seperti dalam cerpen Travelogue, ini kedua kalinya aku baca setelah versi korannya, yang emang sama. Cerpen tersebut kurang aspek-aspek standar cerpennya, jadi ya menurut seleraku kurang nendang. Juga adala cerpen Gelap, yang mencekam tapi sekali lagi kurang nendang tersebab unsur pembangunnya enggak memenuhi. Cerpen Nomor apalagi, rasanya Seno seperti kurang serius membuat cerita tersebut, eh ini asumsiku aja ya, tolong penggemar Seno jangan bully saya.

Satu-satu cerpen ekperimental yang berhasil dalam buku ini ya Gubrak! Indah aja dengan premis yang begitu sederhana tentang kecantikan membawa bencana.

Selebihnya cerpen-cerpen yang bermakna aja seperti Setan Banteng, Setan Becak, Kyai Sepuh, Budak Cinta, dan Istana Tembok Bolong (mungkin beberapa pernah kalian baca).

Oh ya, ada juga si Sukab di cerpen Pulang Berpulang yang lumayan menghibur. Intinya kumcer ini recommended lah lumayan buat mengisi waktu luang.
Profile Image for Sapphire C.
19 reviews
August 20, 2024
Pertama liat covernya kirain cerita horror, tapi ternyata isinya kumpulan cerpen. Bab 1 judulnya Jakarta City Tour, isinya brutal banget, kayak gambaran kisah 1998. Yang paling epic di bab kedua terakhir judulnya "Kyai Sepuh", (spoiler) menggambarkan fenomena warga Konoha raya yang suka dengerin orang pinter alias orang tolol yang berseragamkan atribut agama untuk dicari berkatnya, setiap gerak-gerik dan tindak-tanduknya dianggap sebagai petunjuk hidup, eh menuju masa pensiun dia batuk-batuk malah diliatin sambil direkam buat ditafsirkan gerak-geriknya, meninggoy deh mati konyol, tapi sampe dimakamkan pun orang-orang masih datang buat nyari petunjuk kehidupan duniawi🫵🏼 berlanjut ke bab-bab berikutnya, total ada 11 bab dengan 16 cerita.

Tapi dari semua cerpen yang ada, ada makna tersiratnya. Kalimat-kalimat yang dipakai sederhana tapi bagus sekali. Kayanya ini kali pertama aku baca buku kompilasi cerpen, buku asli Indonesia. Penggambaran ceritanya juga oke, meskipun di beberapa bab aku ngga nangkap apa makna tersiratnya (maklum kapasitas otak 512kb). Banyak topik yang diangkat dalam cerpen ini, mulai dari patah hati, dunia malam (ada satu cerita yang ajsjsksjsbsiks) pembunu*an, tragedi 1998, Pe Ka I, teroris, kyai sepuh yang aslinya pemain teater (mirip gn njir😇), sampai politik lawas dan semua kesengsaraannya. Yang pasti rate bukunya udah 21+.

"Dan hari itu ia sedang berada disana, bersila, memejamkan mata dengan kepala tertunduk dan tubuh membungkuk, dan tidak terlalu jelas apakah ia sedang tafakur atau sedang mengantuk"
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hadiwinata.
49 reviews
February 5, 2022
Dua poin yang ingin saya sampaikan seusai membaca buku ini:

1. SGA memiliki narasi yang cerdas, lurus, dengan bahasa yang ringan tanpa perlu mikir berulang kali. SGA juga kerap memiliki metafora yang memukau. Ia punya begitu banyak nasihat, cara pandang kepada kehidupan yang bijak, yang bisa ia sampaikan dengan cara yang indah, penuh seni, tanpa perlu menunjukkan bahwa ia seorang yang bijak.

2. Ketika membeli buku kumpulan cerpen Transit ini, yang mana di bawahnya ada keterangan: Urban Stories, saya punya ekspektasi yang cukup tinggi kepadanya. Apalagi judulnya Transit, yang bagi saya cukup identik kepada kata 'Urban' tadi. Di mana manusia di zaman urban ini memang selalu berpindah-pindah (transit).
Sebagai catatan: Kata 'urban' berdasarkan KBBI V memiliki pengertian:
a. berkenaan dengan kota; bersifat kekotaan.
b. orang yang berpindah dari desa ke kota.
Selain karena judul buku, cuplikan cerpen Travelogue di bagian belakang buku juga sangat menarik. Saya pernah membaca cerpen ini di Internet, yang saya akui memang sangat memukau. Namun, berdasarkan perspektif saya, hanya terdapat dua cerpen yang berkaitan dengan tema urban di buku ini: Transit dan Travelogue. Selebihnya membahas banyak hal: politik, mistik, tentang orang pinggiran, surealisme, dan lain sebagainya. Sehingga apa yang saya harapkan sebelumnya tidak saya jumpai di buku ini.
Profile Image for Nura.
1,056 reviews30 followers
February 9, 2022
Tantangan Baca GRI #2: Buku penulis dengan bulan kelahiran sama denganmu

Selalu suka baca kumcernya SGA (kayak udah banyak aja bacanya). Cerita pertama ga buat mereka yang lemah jantung hatinya. Sedikit gore sih, tapi nyata. Cuma ga ada yang speak up aja. Atau ada buka suara tapi telanjur dibungkam.

Segawon jg menarik, mengingatkan betapa kuatnya kata-kata dan betapa tidak berharganya nyawa manusia. Belum lama ini di TL lewat video ada seorang pengemis buta di luar negeri. Di sebelahnya tertulis I'm blind, please help di potongan kardus. Hanya sedikit orang yang peduli dan melemparkan uang koin kepadanya. Sampai seorang perempuan datang dan menuliskan, "It's a beautiful day and I can't see it." Banyak orang kemudian memberi sedekah kepada pria buta itu. Berbeda sih dengan cerita di segawon ini yang bikin gw kesal dengan alasan si pengemis, tapi bikin nyess, karena dia ga mengambil hak anjing yang mendatangkan rezeki buat mereka.

Trus ga salah kiranya kalau Gubrak! jadi favorit banyak orang. Gw pun suka. Ternyata jadi cantik itu ga selalu berkah, walaupun mereka yang berparas jelita juga punya sederet privilege yang tentu saja menguntungkan. Klimaks banget pas dilemparin karung.

Kalo penyuka plot twist kudu banget baca Budak Cinta. Segitu twisted-nya. Cerpen lainnya sayang pula dilewatkan.
Profile Image for Heru Prasetio.
210 reviews2 followers
June 20, 2020
"Aku seperti mengalami de javu ketika membaca cerpen-cerpen Seno di buku ini. Sebagaimana yang sudah tertera dalam buku, benang merah dari
cerita ialah mengenai kehidupan urban. Tentang masyarakat kota, budaya, fenomena, dan gejala sosial kehidupan mereka."

Tiga cerpen favoritku di buku ini adalah sebagai berikut:
1. Cerpen Gubrak adalah cerpen eksperimental tentang kecantikan yang membawa bencana dengan premis menarik.

2. Cerpen Segawon bercerita tentang pengemis di Paris yang masih mempertanyakan sisi kehormatan dan ketidak hormatan.

3. Cerpen Gokill yang sangat fresh dan sesuai dengan zaman sekarang. Ya benar, turunan dari GoBike, GoFood, GoCar, GoClean & GoPay Aplikasi Gokil adalah aplikasi yang dapat memesan pembunuh bayaran untuk membunuh orang sesual pesanan Ajaibnya, setiap cerita yang dibuat seno selalu saja teringat di benak meski sudah lama dibaca.
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,089 reviews17 followers
July 28, 2022
Beberapa waktu lalu, karya Seno Gumira Ajidarma (SGA) yang saya baca adalah kumpulan esainya. Lantas, ketika saya mencari buku di iPusnas untuk menjadi bacaan selanjutnya, saya menemukan kumpulan cerita pendek SGA yang terbaru.

Tema-tema yang ada di buku ini cukup menarik seperti perselingkuhan, pembunuh bayaran, dan kecantikan. Salah satu favorit saya berjudul "Jakarta City Tour" yang menceritakan tentang suasana Jakarta yang dilanda kerusuhan dan penjarahan tetapi di tengah-tengah itu terdapat para turis yang sedang mengadakan tur. Jika tur yang dilakukan biasanya adalah membahas tentang keindahan suatu tempat, di cerita tersebut para turis harus merasakan penderitaan yang terjadi saat kerusuhan.
Profile Image for Kemil.
8 reviews
December 21, 2024
Berbeda dengan Sepotong Senja untuk Pacarku yg romantis, cerpen2 disini lebih cocok dikatakan cerpen gore (meski tidak semuanya), contohnya pada cerpen yg berjudul "Gelap" dan ending pada beberapa judul yg lain. Beberapa judul juga bernada satire thd kondisi negara khususnya pd masa orde baru serta gambaran mengenai mentalitas masyarakat Indonesia yg mudah dimanipulasi. Gaya penulisan dan pemilihan diksinya masih sama, seperti karya SGA lainnya, dengan pengulangan kata khas SGA:

"Dunia mendadak jadi sunyi, sesunyi-sunyinya sunyi, bagaikan di alam awang-awung dalam samadhi, apabila kemudian terlihat sepasang kaki bersepatu kulit ular warna merah itu melangkah dalam gerak lambat, selambat-lambatnya lambat, yg tetap saja serasa berkelebat ketika kepalaku terangkat untuk melihat orangnya."
Profile Image for Ririn.
733 reviews4 followers
February 5, 2019
tadinya mau kasi bintang 3, tapi kok setelah dihitung-hitung lumayan banyak juga cerita yang saya suka. hmm. baique. 4 stars it is.

cerita pertama cukup bikin mata melek. yang tadinya mau baca-baca malas, jadi langsung melotot saking ganasnya ini cerita.

cerita-cerita yang saya suka include:
* jakarta city tour (mesti kudu harus baca ini dulu supaya bangun sodara2)
* gubrak! (hilarious, but also sad)
* pulang berpulang (yaa kok gitu amat cerita D:)
* nomor (ngga orisinil tapi lemayan bikin merinding)
* gelap (can't explain why i like it but i do)
* kyai sepuh (tragis tp begitulah wong jaman now)
* setan banteng (ampir banting buku juga pas si bocah mau nabrak tembok)
Profile Image for Sylvia.
86 reviews3 followers
July 25, 2019
Sekangen ini masa rasanya sama tulisan Seno. Ya ampun ini kumcer tuh tipis dan bisa banget di baca dalam waktu sekali duduk. Tapi aku gak mau. Aku hemat hemat dong bacanya.


Ya ampun aku gatau deh emosi apa yg berkecamuk di hati aku beres baca ini. Antara seneng bisa baca tulisan Seno lagi dan sedih kenapa cerpennya sedikit.

Sekangen itu kan aku ama tulisan Seno. Aku juga lupa kapan terakhir baca tulisan dia. Kukira karena akhir-akhir ini aku memilih bacaan yg beda genre dg tulisan Seno, bakalan bikin aku kesulitan lg masuk k atmosfer gaya bahasa Seno. Ternyata engga. Masih dg ciri khas yg sama. Masih dg Sukab. Masih dg cerita-cerita yg dekat dg realitas kita. Cerita tentang kaum urban
Profile Image for hllreka.
122 reviews7 followers
January 27, 2021
Tidak begitu melekat dan memberi kesan khusus jika dibandingkan dengan 2 buku kumcer beliau yang sudah kubaca; Jazz parfum dan insiden, Saksi mata

Diantara cerita yang ditulis oleh Penulis, yang paling disukai adalah Jakarta city tour, Gubrak!, Gokill, Gelap, budak cinta dan Pulang berpulang. Ini tidak berarti bahwa cerita yang lain tidak menarik namun yang disebutkan adalah cerita yang membuatku merinding dan bergidik ngeri
Profile Image for Cho.
3 reviews
February 10, 2019
Jumat, 7 Februari 2019 aku membeli buku ini. Buku ini langsung kubaca dan selesai kubaca dalam waktu dua hari. Buku ini berisi 16 cerita pendek. Aku suka cerita berjudul "Segawon" dan "Travelogue". Sebagaimana yang sudah tertera dalam buku, benang merah dari cerita ialah mengenai kehidupan urban. Tentang masyrakat kota, budaya, fenomena, dan gejala sosial kehidupan mereka.
Profile Image for Raden Gita.
20 reviews2 followers
December 30, 2019
Seno Gumira tidak pernah mengecewakan saya. Tulisan-tulisannya selalu membuat saya tergelitik. Senyum manis, senyum masam, semua dapat dihasilkan setelah membaca tulisan-tulisannya. Transit adalah kumpulan cerita pendek dengan latar belakang kehidupan manusia-manusia di Jakarta. Serupa tapi tak sama dengan bukunya yang berjudul Affair: Obrolan tentang Jakarta.
Profile Image for Lani M.
347 reviews42 followers
September 21, 2019
Lumayan untuk mengobati kerinduan akan tulisan SGA, namun kumpulan cerpen di buku ini bukan yang terbaik. Masih ada kalimat nan efektif dan menyentuh seperti biasanya. "Siapakah yang akan pernah mengira betapa kebahagiaan begitu rapuh dan keajaiban cinta hanyalah untuk sementara?"
Profile Image for Nike Andaru.
1,639 reviews111 followers
July 5, 2023
53 - 2023

Membaca kumcer SGA tetap selalu menyenangkan sih ya. Bagaimana SGA bisa menyentil tiap fenomena kaum urban zaman now dibungkus kisah yang kayaknya lucu tapi ada kengerian di dalamnya.

Judul favorit :
- Kyai Sepuh
- GoKill
Profile Image for Bardjan Bardjan.
37 reviews9 followers
April 24, 2019
Percintaan khas urban emang khas Seno banget, cuma di beberapa cerpen yg ditulis dalam kurun waktu 1-4 tahun lalu kayaknya energi dari style Seno udah nggak sedahsyat dulu. Aku suka banget Seno, cuma agak nyesel ya baca yang ini. Karena ya itu... energi dari imajinasinya udah ndak seganas dulu aja. Tapi tetep suka sih hehehehe.
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
March 24, 2021
Seno Gumira Ajidarma kali ini membukukan 17 cerita pendeknya, yang dibuat sekitar th 2003 samoai 2018. Bercerita tentang kaum urban, beberapa berfokus pada perempuan dengan berbagai persoalannya. Pada kisah-kisah awal saya serasa membaca tulisan- tulisan karya pengarang Eropa Timur, baik dari cara penyampaian dan kisahnya..dan saya menyukainya. Kisah selanjutnya tidak begitu terasa lagi, tapi tetap menyenangkan dengan topik-topik yang tidak biasa, dan memerlukan penafsiran untuk mencernanya..dan saya suka.

"Kehormatan bagi banyak orang hanyalah kehormatan seperti yang akan dilihat orang dan bukan kehormatan itu sendiri..."
(Hal. 20)
Profile Image for Hichanchann.
11 reviews1 follower
April 17, 2024
Buku pertama karya Seno gumira yg aku punya. Berisi kumpulan cerpen terbaik miliknya yg pernah dirilis di media cetak atau buku.

Pas baca ini gaya tulisannya langsung kerasa banget uniknya dan entah knp bikin nagih dibaca berulang2 sambil santuy minum teh di balkon rumah. Tulisannya disini kerasa ringan, to the point, dan realistis. Cerpen terfav buatku disini itu segawon & Gokill. Jadi tertarik buat baca karya seno gumira yg lain
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.