Sydney Deyanira Wanita cerdas, mandiri, ambisius, dan perfeksionis. Sydney merasa patah hati ketika sahabat yang ia kencani selama satu semester terakhir memilih berpacaran dengan orang lain. Dijuluki sebagai ahli percintaan prematur, Sydney mulai berpikir untuk melakukan apa yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, menjalin hubungan palsu dengan orang baru.
Anantha Daniswara Pria sukses, arogan, suka bergonta-ganti pasangan namun masih belum berdamai dengan masa lalunya. Demi memenuhi tantangan mantan pacarnya, Anantha nekat meminta pelayannya sendiri untuk menjadi kekasihnya. Melbourne bukan kota cinta dan jauh dari kata romantis. Sebagai kota yang paling nyaman ditinggali di dunia, Melbourne menjadi awal baru bagi dua insan yang tertekan dengan rentetan pesta pernikahan!
"Pengalaman terbaik adalah ketika dapat membaginya dengan orang lain."
Melbourne (Wedding) Marathon bercerita tentang Sydney Deyanira, perempuan berusia 24 tahun yang ambisus, pintar, cantik, namun selalu tidak beruntung dalam hal percintaan. Sampai suatu saat dia diajak untuk "pura-pura berpacaran" oleh Anantha Daniswara, seorang konglomerat nan ganteng dan hot.
Buku ini menjadi pelengkap koleksi karya-karya Almira Bastari yang aku baca. Aku memang membaca karya Resign! terlebih dahulu, dan suka banget. Lucu... khas romance comedy yang menghibur. Lalu, membaca Melbourne (Wedding) Marathon ini lumayan menghibur dan asik, cocok lah dibaca ketika lagi kepengen baca bacaan yang light. Memang buku ini cheesy banget dan biasa aja, dari segi kepenulisan pun masing acak-acakan dan repetitif. Bisa dimaklumi, karena kalo aku ga salah informasi, buku ini awalnya dari cerita Wattpad ya? Salah satu alasan mengapa aku suka buku ini dan seru aja bacanya adalah fake-love tropes salah satu tropes kesukaanku.
Ada beberapa kemiripan karakter yang ditulis oleh Almira Bastari, yaitu perempuan mandiri, pintar, cantik, sosialita, namun selalu sulit mencari cinta sejati. Tidak berbeda jauh dengan karakter utama dari buku ini, yaitu Sydney Deyanira. Aku sebenernya berekspektasi kalo karakter Sydney lebih kuat dan kompleks lagi, bukan hanya karena Sydney belum pernah pacaran serius makanya dia terlihat seperti perempuan mandiri, yang mana deep down Sydney juga kalang kabut dan indecisive kalo udah berurusan dengan Anantha. Kocak! Overall, menikmati buku ini kok. Menghibur dan ga bikin jeleh banget bacanya.
Lebih dulu baca Resign! daripada buku ini, tapi buku ini juga bagus walo memang Resign lebih menarik ya. Saya suka Anantha sih nih, Sydney juga deh. Cerita antar kelas sosial dan hubungan yang diawali dengan kebohongan ini berakhir manis seperti yang bisa ditebak sih, cuma memang Almira enak banget menuliskannya. Sayangnya, ini padahal udah edisi revisi tapi ya ampun, salah ketiknya masih banyak, kurung huruf ada, dan yang agak fatal itu salah nama tokoh, saya gak kebayang yang baca cetakan pertamanya, musti misuh-misuh ini.
Sydney yang lagi kuliah S2 di Melbourne mengambil kerja paruh waktu jadi tukang masak untuk Anantha yang diceritakan gak ada kurangnya nih. Udah kaya raya, pewaris gitu trus ganteng yahud banget gitu lah pokoknya. Akhirnya mereka berdua setuju jadi pacar kontrak buat nemenin kondangan :D dan semuanya pasti sudah bisa ditebak.
Menariknya adalah, ada kelas sosial yang menganga lebar diantara keduanya yang digambarkan dengan baik oleh Almira Bastari dan hubungan pertemanan Sydney - Rafka begitu hebat di konflik akhir, terasa gak berlebihan, gak drama tapi terasa benar-benar konfliknya. Semoga kalo ada cetakan selanjutnya, buku ini bisa dikemas lebih baik, sekalian aja ganti cover gitu apa ya.
I had read Resign before, i loved that, and that brought me to this book.
Konflik yang diangkat sebenernya udah biasa, fake relationship dan social class gap yang ending-nya udah bisa ditebak. Tapi, sama seperti Resign, tulisan Almira Bastari bener-bener enak dibaca dan bikin novel ini page turner banget.
Metropop bukan genre favorit aku, karena entah kenapa, setiap membayangkan scenes dari narasi dan dialog novel metropop (yang sebelumnya aku baca), (seringnya) yang terbayang itu rasanya kayak ftv atau sinetron. Tapi pas baca novel Almira Bastari (buku ini dan Resign), yang terbayang itu rasanya kayak film. Tahulah beda ftv/sinetron Indonesia dengan filmnya itu gimana.
Menurut aku Resign masih lebih menarik daripada Melbourne (Wedding) Marathon, tapi buku ini tetap worth it banget. Dengan tebalnya yang kurang dari 250 halaman, novel ini termasuk ringan dan cocok dijadikan selingan ditengah bacaan yang tebal dan berat.
Ini tuh mengandung trope yang jarang bisa aku nikmatin. Yup, insta love. Jadi kalau misah olahannya nggak bagus ya jdinya kentang. Enggak ada chemistry, enggak ada yang kupeduliin juga tokoh2nya.
Di sini yang berkarakter cuman Rafka dengan tingkah kurang ajarnya.
Yanh lainnya? Bland. Anantha yg orang kayak nggak ada pesonanya, Sydney yang katanya pinter tidak tercermin dari sikap2nya. Yah manusia emang punya bnyak sisi, tpi y Sydney ini bland bgt. Aku bahkan kek bingung ini Sydney tuh sbnernya kenapa. Anantha apalagi.
Build up hubungan mreka jdi sama2 suka juga nggak ada.
Lucu banget novelnya! Kayanya aku terakhir baca cerita romance lokal itu bukunya Ilana Tan deh 😂 Jarang ada yang cocok, dari segi cerita maupun writing style. Tapi buku mbak Almira ini writing style-nya kesukaanku banget untuk novel romance.
Novel ini menceritakan tentang Sydney yang pada usianya yang mendekati 25, masih single meskipun undangan pernikahan dari teman-temannya terus berdatangan tiap weekend. Alasan dia single terus adalah cowok pada takut karena dia dipandang "terlalu ambisius dan perfeksionis". Heleh padahal para cowoknya aja yang mental kerupuk hmph! Sampe dia ketemu Anantha 😏
Kalo dari segi cerita sih ini mainstream pake banget, tapi cara Almira Bastari menceritakannya menjadikan ceritanya enjoyable. Gaya penulisannya mengalir banget, jadi nggak kerasa waktu baca. Karakter-karakternya juga mainstream, tapi emang banyak orang kaya mereka di kehidupan nyata jadi ya wajar aja sih wkwk.
Yang paling aku suka sih Queen Sydney, aku merasa relatable banget meskipun aku ngga ngebet mau nikah 😂 Dia lulusan teknik, nggak terlalu bisa dandan, nggak ngerti caranya memulai relationship sampai jadi insecure sendiri, dan yang paling penting she wouldn't settle for less. She stood up for herself and made her opinion and logic known to Anantha and I think that's powerful. Menurutku semua perempuan harus punya mindset seperti Sydney. Meskipun kamu nggak seambisius Sydney dan ingin jadi ibu rumah tangga saja, you shouldn't have settled for less. Cari suami yang akan menghargaimu sebagai istri, jangan asal nikah hanya karena teman-temanmu sudah nikah semua atau termakan omongan julid tetangga 😤
Overall ceritanya satisfying sih untuk yang nyari bacaan ringan dan bikin cekikikan lihat tingkah para karakternya.
2,5🌟/5🌟 Typonya sih jelaaaas banget bikin ilfil ya. Serius jadi bertanya-tanya "ini mbak/mas editornya atau proofreader-nya baca lagi nggak siiiih? kenapa bisa buanyak banget typonya?" ups, udah 2018 kurangi nyinyir, An. heheheh. Tapi serius, ada sedikit perasaan menyesal belinya, harusnya nunggu cetakan kedua aja, tapi aku nggak sabar gegara dipanas2in temenku, katanya: "baguuus banget deh, An. Wajib baca!!!" Tapi memang ya, selera baca nggak jauh beda dg selera makan. Kadang bisa satu selera, kadang juga "ewh". Tapi untuk novel ini, nggak seextrim itu sih, pada dasarnya aku suka karakter Sydney dan cara Almira bercerita. Hanya saja, buku ini sepertinua nggak termasuk kesukaan aku. Sikap Rafka yg nggak jelas banget, Anantha yg paket complete dan Sydney yg nggak merasa sempurna, padahal hey, dia lumayan cantik(kalo dia ngebandingin diri dengan Detira, princess dari Malay, ya wajar aja kalah), puinter, sekolah di luar negeri pulaa, so... terlalu basi menurutku. Konfliknya tuh sebenarnya lebih ke diri Sydney sendiri. Tentang dia dan mindernya, sayang ini juga kurang dikupas setajam silet#eeeaaak. Konflik dari luar jadi pemanis aja, nambah2in biar jadi 200an hlm, atau... kalo aja novel ini lebih panjang, bisa jadi Almira lebih ciamik lagi menulisnya. Who knows?😉😉
Edit : Terima kasih karena re-read buku ini bisa menyelamatkanku dari reading slump 😂
___________________ Resign! lebih bagus dibanding ini, menurutku. Keliatan banget penulisnya banyak berkembang dan jadi lebih oke tulisannya. Resign! lebih rapi, lebih page turner, lebih realistis, dan lebih related sama kehidupan sehari-hari.
Tapi, aku juga suka cerita ini! Walaupun lebih cheessy, lebih too good to be true, dan tema yang diangkat lebih mainstream. Apalah arti semua itu kalau ternyata aku enjoy bacanya? :D Aku menikmatinya, aku senang, dan aku terhibur.
Dan baru sadar kalau penat dan mumetku sore tadi langsung hilang xD
3⭐ untuk Anantha yang minta banget dibawa pulang! :3
Buku kedua yang disarankan mbak ybs sebagai buku ganjelan Goodreads Challenge, sekaligus buku kedua Almira Bastari yang saya baca (emang dia udah bikin berapa buku yha?).
Ceritanya ga selucu dan seorisinal Resign! Agak typical sebenernya. Tapi mbak Almira adalah penulis yang baik, jadi ceritanya masih seru dan enak dibaca.
Ketika baca prolognya, saya agak nganu sebenernya. Sebagai wanita single di umur 29 tahun, kayaknya Sydney ini umur 25 belum nikah tapi kok galau banget. Saya aja biasa aja. Padahal saya apalah dibanding Sydney. Tapi tiap orang kan beda. Jadi saya ga mau menghakimi. Lagian saya pernah juga berada di titik merasa ada yang salah sama diri sendiri karena selalu gagal. Sydney juga belum pernah pacaran, yang bikin dia makin galau. Mana laki-laki di sekeliling dia entah korban patriarki abis atau egonya pada segede dinosaurus hamil aja jadi merasa terintimidasi sama cewek secanggih Sydney.
Baca ini saya jadi inget quote,
"Dear woman, Sometimes you’ll just be too much woman. Too smart. Too beautiful. Too strong. Too much of something that makes a man feel like less of a man. Which will make you feel like you have to be less of a woman. The biggest mistake you can make is removing jewels from your crown, to make it easier for a man to carry. When this happens, I need you to understand.. You do not need a smaller crown. You need a man with bigger hands." -- Michael Reid
Untuk novel ringan, ini cukup seru menurutku. Bercerita tentang Sydney, wanita yang superior yang suka bikin cowok-cowok jadi ilfeel atau merasa rendah dan berakhirlah selalu single dari lahir bertemu dengan Anantha, cowok kaya raya dengan keluarga terpandang udah kayak bangsawan. Mereka berdua sama-sama butuh pasangan, terutama bagi Anantha agar punya pasangan untuk dibawa ke pesta pernikahan teman-temannya. Berakhirlah dengan fake relationship. Sejujurnya, konflik di buku ini tuh ketebak dan umum banget, gimana ya cowok kelas atas dipasangkan dengan cewek biasa. Super super ketebak. Tapi sepanjang baca seru kok, bikin senyum-senyum sendiri, ketawa, ngalir, dan ada lucunya juga. Suka banget sama karakter Sydney disini yang selalu mandiri dan independent. Cara Anantha memperlakukan Sydney juga sweet lucu gitu. Baca novel ini juga jadi berasa jalan-jalan ke Melbourne, Kuala Lumpur, Singapura, dll.
Nggak selucu Resign, tapi interaksi antara Anantha dan Sydney bikin deg-degan juga bacanya. Typonya masih banyak, padahal baca yg sudah edisi revisi (entah juga sih yang direvisi apanya).
Sydney lumayan insecure juga belum ketemu jodoh di umur 24 tahun. Mungkin lebih ke karena belum pernah pacaran ya.
Saya sedang baca buku parenting dan bosan. Lalu ambil buku ini dan selesai baca sekali duduk. Iya semenarik itu ceritanya. Meski ga selucu Resign!, meski banyak (banget) typo-nya, meski agak too good to be true. Tapi, tetep menghibur.
Buku ini sukses bikin gue MARATHON membacanya, sukses bikin gue nggak tidur tepat waktu, sukses bikin gue telat ngantor dan bawa buku ini ke kantor padahal sisa 1 chapter doang..
MARATHON banget khan kayak judulnya..
Gue baca buku ini setelah gue baca RESIGN.. dann...
Anantha sukses bikin gue lebih memilih dia dibandingkan Tigran.. kalau Tigran itu ngegemesin karena jaimnya, Anantha itu maksa tapi sweet banget orangnya.. nggak mudah di tebak jalan pikirannya..
Pokoknya Anantha itu PRINCE CHARMING zaman NOW banget deh..
Gue juga suka sama karakter Sidney.. karaktek Sidney itu kuat banget.. bikin ceritanya greget..
MELBOURNE WEDDING MARATHON, selain sukses bikin gue marathon baca juga sukses bikin gue senyam senyum, baper ampe nangis..
Jadi, buat yang suka Resign jangan sampai nggak baca novel ini karena keren banget dan sangat recomended buat pencinta chicklit / romance..
From fake relationship to real relationship. Dari awal baca udah enjoy banget. Mengalir aja dan bikin page turner banget. Karakter Sydney yg kuat dan Anantha yg santai bikin makin pengin baca terus. Apalagi Detira si Putri Malaysia ikut muncul (maaf keduluan baca Ganjil Genap, hehe). Grasindo versi metropop ni. Apalagi pas digambarkan circle pertemanan Anantha. Berasa nonton drama Korea. Nggak semua yg diawali dengan buruk akan berakhir buruk.
INI BUKU SERU HAHAHAHHA awalnya jujur ngeselinn kyk alurnya lumayan lambat, apalagi si Sydney orgnya keras dan berbelit belit tppp lucu sihh ANANTHA WAKTU DIAKHIR TERNYATA ANAKNYA TENGILLL BANGETT ☠️☠️🏃🏻👮🏻✍🏻🤦🏻🤦🏻
Setelah tergila-gila dengan Resign!, saya kembali menjajal novel dari penulis yang sama. Mengambil setting di Melbourne dengan segala kesibukan mahasiswa perantauan, Sydney ditawari pekerjaan sambilan menjadi juru masak untuk salah satu pengusaha Indonesia yang tinggal disana. Pekerjaan ini membawanya bertemu dengan Anantha, sang bos yang sedang bingung mencari pacar bohongan untuk dibawa ke kondangan. Seperti drama-drama Korea, bergulirlah cerita manis antara Sydney dan Anantha dari sini.
Untuk urusan plot, cerita manis pun disampaikan dari awal sampai akhir. Cerita ringan dan penuh bahagia menjadi poin penting dari gaya Almira Bastari. Tidak ada masalah yang terlalu heboh kecuali sedikit drama ala si miskin (read: gak bisa disebut misqueen juga sih, wong punya cluch Coach and sepatu MK, lah gimana eike mau beli Fossil aja pake installment CC 0% pfff) dan si kaya (read: kuayaaa buangettt tipe yang keluarganya sering muncul di majalah bisnis gitu). Untuk debut novel, saya rasa novel ini cukup berhasil diceritakan. Hanya banyak typo disana sini yang sangat mengganggu saya ketika membaca. Serius, itu penulisan karakter pun masih bisa salah ya? Hm, Grasindo!
Bila dibandingkan Resign!, gaya penulisan Melbourne (Wedding) Marathon masih terlihat kaku dan plotnya too good to be true. Tapi ini berarti saya dapat melihat progres yang signifikan dari sang penulis. Puas dan tidak sabar untuk menunggu karyanya yang berikutnya!
baru menemukan typo, halaman 49 dimana Anantha sama Sydney kenapa ada Rafka? Typo nama di paragraf ke-6. halaman 75, 'iasa aja' kurang 'b'. halaman 77, helo or hello? typo lagi halaman 102, menyapa Danisha kok jd Clara? halaman 104, ia jadi iya, halaman 104, ini Anantha bukan Rafka, typo di nama lagi. halaman 191 typo nama danisha sm clara. hal 195, keras apa? keras kepala? done finally, jadi ya inti ceritanya oke, bagus, tapi tll singkat, yah cuman agak kesel di typo aja sih, typo nama lagi, lgsg nggak konsen ini td siapa ya.. gitu aja..
Aku sebenarnya bukan tipe yang terlalu peduli plot dan lebih memedulikan karakterisasi. Walaupun plotnya klise, asalkan aku bisa merasakan keterikatan dengan karakter, aku akan tetap menyukai buku itu.
Menurutku tokoh Sidney berkesan terlalu superior dan suka memandang rendah orang lain. Tokoh utama cowok juga tipe pengatur. Sebenarnya aku berharap di akhir cerita karakter ini bisa lebih berkembang, tapi kenyataanya tidak ada kemajuan signifikan hingga akhir.
Baru kali ini aku nemu novel lokal yg bikin aku tersipu2, meriang saking unyunya, dialognya fresh, dan clean banget. Tanpa adegan 17+ Aku bahkan rela ngelepas novel ini utk dibaca abegehku yg masih 12 taun. Sayang beribu sayang, typo-nya sejumlah tumpukan cucian saat ART cuti. Buanyaaaak dan bikin frustrasi. But frustration aside, bagiku buku ini layak 4* Coba tanpa typo, aku bisa kasih 5.
Note: setelah reread yang keempat ini, aku baru nyadar, rating buku ini yang aku berikan sebelumnya (4*) kebanyakan. Aku update rate dariku jadi 3*, karena ternyata masih terlalu mainstream polanya. Untung di buku2 selanjutnya, AB semakin bagus nulisnya.
Uhlala~ Katanya edisi revisi tapi typonya masih bejibun loh. Sebelum baca Ganjen, mending baca Melbourne Wedding Marathon ini.
Ceritanya sebenarnya cukup simple. Sydney sedang menempuh pendidikan S2 di Melbourne dan menjadi koki paruh waktu buat Anantha. Sydney tinggal di aprtmen yang sama dgn Rafka (long time crush - nya Sydney dan Detira (putri bangsawan Malaysia).
Anantha, pewaris kaya raya tajir melintir-lintir ini ditinggal pacarnya menikah setelah pacaran 12 tahun. Udah move on sih, tapi si ex malah ngejer2 lagi. Jadilah Anantha ini jadiin Sydney pacar pura-puranya. Demi menghadiri pernikahan, pertunangan temen2 Anantha.
Fake relationship yang berubah menjadi cinta beneran udah biasa terjadi. Trus social class yang jauh berbeda bikin Sydney ga pede. Karakter dan sosok Anantha di sini idaman banget, too Good to Be true sih sebenernya. Sydney juga karakternya mandiri dan independen, pinter bgt pula.
Konfliknya lebih banyak di diri Sydney sih. Dari dianya yang ga mau berjuang dan ga berani jujur. Endingnya juga simple sekali. Apakah ada pria seperti Anantha di dunia ini? Kalo ada mau donk satu. 😂 Gausah kaya melintir-lintir deh, sifatnya aja yg kyk Anantha udh cukup bersyukur kog. 😁
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya memutuskan untuk membaca novel/fiksi di waktu-waktu ke depan. Membaca non-fiksi di masa sekarang bukan hal yang membuat saya bersemangat. Agar sedikit merasa produktif, saya putuskan, membaca apa yang buat saya mudah saja untuk dibaca. Akhirnya saya memutuskan membaca buku ini, sebuah buku yang sudah ada lama di laman Gramedia Digital saya, namun pada waktu biasanya tidak membuat saya tertarik untuk membacanya. Sebelum tidur saya memulai dan menyelesaikannya. Sudah lama sekali rasanya tidak membaca genre seperti ini yang ceritanya tentang laki-laki mapan dan rupawan dengan perempuan yang lebih biasa-biasa saja. Bukan cerita yang dekat dengan kehidupan saya. Setelah membaca walaupun jujur saya akui saya cukup terhibur, saya berpikir apa jangan-jangan ini yang membuat perempuan semakin suka berkhayal tentang kriteria laki-laki idaman? Jujur, membaca buku ini mengingatkan saya mengenai keluarga Hanafiah. Sekali lagi, saya merasa penulis Almira Bastari memang mampu menulis cerita ringan yang menarik dan membuat saya tidak sabar menunggu karya-karya berikutnya (saya belum membaca Ganjil Genap menunggu dengan sabar di laman Gramedia Digital saja).
Buku Almira Bastari ke-2 yang saya baca. Cukup menghibur, walaupun sedikit membosankan. Saya suka karakter Sydney yang sangat independen, tapi lelah juga membaca sikap keras kepala dia. Saya sedikit bisa memahami sih kenapa dia bisa se-keras kepala itu. I can relate on so many levels dengan sikapnya yang selalu memendam apa-apa sendirian, always and forever thinking negatively, dan sulit mempercayai orang lain. Mungkin karena itu juga sih saya merasa kurang nyaman membaca bagian-bagian akhir dari novel ini.
Novel yang awalnya saya pikir banyak manis-manisnya ini ternyata lebih banyak bikin emosinya. Terutama Rafka, karakter Rafka ini sukses masuk ke daftar tokoh fiksi yang sangat saya benci. Overall, nggak terlalu buruk juga sih, ekspetasi saya aja yang ketinggian karena Resign seasik itu karakter-karakternya hehe.
yaaash gak sampe 2 jam aku namatin buku ini! ceritanya bener-bener ringan dan plotnya mengalir begitu aja. walaupun terkesan agak cheesy dan klise, tapi aku suka jalan ceritanya hahaha kayak cinderella versi idupnya, ngeh gak si? WKWK apalagi banyak part gemes antara Anantha & Sydney yang bikin aku teriak pengen gigit bantal hahaha my personal rate is 4.1/5! worth to read saat senggang karena ga perlu ngeluarin tenaga ekstra buat cerna alur cerita & dibumbui bagian gemes main cast bikin ceritanya kerasa fresh. tapi emang iya sih, buku ini banyak bgt typo nya wkwk😭 sampe aku kadang hah hoh hah hoh baca beberapa bagian yang typo karena menurutku hampir fatal mengubah jalan cerita. but overall aku sukaa sama buku ini!
Cerita ini mengisahkan tentang Sydney, seorang perempuan perfeksionis dan kurang percaya diri, yang harus berpura-pura pacaran dengan atasannya, Anantha. Bisa dibilang mereka saling bantu dan menguntungkan satu sama lain, dan dari kepura-puraan ini, tumbuhlah cinta. Yup, instalove.
Ada berbagai konflik yang harus mereka lewati, salah satunya Rafka, teman dekat Sydney, yang selalu buat emosi. Dari segi penulisan, hmm, so so lah. Ada banyak typonya, jadi kadang suka greget liat typonya. Tapi yang paling parah, typo yang harusnya nama Anantha jadi Rafka. Selain itu, penyelesaian ceritanya kurang memuaskan, terasa tidak ada perkembangan dari kedua tokoh utama.
To be honest, this story is quite cheesy, like an ftv plot dan terkesan terburu-buru.
Ringan sekali ini temanya. Tema yang umum sebenarnya. Tentang fake relationship turns real one. Tapi yang bikin kurang sreg adalah POV nya. Sumpah deh bingung sekali karena POV nya ganti-ganti gak jelas. Mungkin karena ini karya pertamanya Almira Bastari sih ya jadi masih ada banyak kekurangan. Overall ini bagus kok. Kalau tahan dengan kekurangan dalam segi penulisan, pasti akan suka. Karena ceritanya ringan tapi bagus.
Suka banget sama karakternya Sydney! Ikut deg-deg an sama relationship yang awalnya fake jadi true, tapi kenyataannya too-good-to-be-true juga. Berasa sekali social-gap nya di relationship Anantha dan Sydney. Berasa nonton Drama Korea.
Dari alur cerita aku suka banget, selalu ngalir. Endingnya bagus banget, rapi. Selalu nyaman baca buku karya Almira Bastari. Ini buku ketiga yang aku baca dari Almira Bastari.
Karena topik ceritanya udah mainstream menurutku, jadi aku kasih bintang 3/5.