Jump to ratings and reviews
Rate this book

Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis

Rate this book
Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepadaNya.

112 pages, Paperback

First published January 1, 2019

61 people are currently reading
738 people want to read

About the author

Rusdi Mathari

8 books59 followers
Rusdi Mathari menekuni profesi jurnalistik sejak 1990-an. Ia telah melanglang karier sebagai wartawan di Suara Pembaruan, lalu bekerja di InfoBank, detikcom, Pusat Data dan Analisa Tempo, dan Trust. Pada 1999, dia terpilih sebagai salah satu wartawan investigatif terbaik versi ISAI dan dikirim ke Bangkok untuk mengikuti crashprogram penulisan jurnalistik tentang HAM.

Saat ini, ia masih aktif menulis di beberapa media. Termasuk menulis catatan dan pengalamannya yang dimuat blog pribadinya maupun status-status di dinding Facebook-nya. Di blognya, kita akan menemukan banyak tulisan-tulisannya yang serius. Sedangkan di Facebook, kita menemukan tulisan-tulisan yang sederhana seputar keseharian, pada sosok yang dijumpai, imajinasi pada tempat-tempat yang jauh, juga corat-coret pendeknya atas satu isu yang menurutnya gatal untuk menuliskannya. Gaya menulis yang mudah dipahami dan sudut pandang yang menarik adalah ciri khas tulisan-tulisan nonfiksi Cak Rusdi.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
128 (44%)
4 stars
93 (32%)
3 stars
45 (15%)
2 stars
11 (3%)
1 star
8 (2%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for raafi.
927 reviews449 followers
March 25, 2020
Membaca karya Cak Rusdi memang sebuah keharusan, apalagi di tengah hiruk-pikuk seperti sekarang. Mengingatkan kembali pada hal-hal pokok yang kerap terlupakan.

Kisah-kisah yang diangkat dari hadis dan Alquran disampaikan secara ringan dan melenakan, walaupun ada beberapa bagian keredaksian yang sulit dipahami.

Kutipan ini diambil dari kisah Ali bin Abi Thalib r.a. yang sebetulnya sudah sering kita dengar tapi entah mengapa begitu bergemuruh saat membacanya:
"Ilmu menjagamu, tapi harta, kamulah yang harus menjaganya."
Profile Image for Fiaaa.
36 reviews3 followers
April 20, 2021
Actual rating: ⭐3,5/5

Ini buku kedua dari Cak Rusdi yang aku baca setelah Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya. Ada 23 bab di buku ini yang kebanyakan kisahnya diawali kejadian pada zaman kenabian dan disambungkan pada kejadian riil pada masa kini yang tentunya masih sangat relevan. Sebut saja bab Pezina, di situ Nabi Muhammad saw. bercerita bahwa ada seorang pelacur yang masuk surga, yang berarti siapa saja bisa masuk surga tidak peduli dia seorang yang bagaimana, asalkan Allah swt. merahmatinya, niscaya ia akan masuk surga. Lalu Cak Rusdi menuturkan bahwa, "Mengapa sebagian dari manusia kemudian begitu mudah menghukum manusia lainnya, bukan saja dengan sebutan pezina dan pelacur, melainkan juga melaknatinya?"

Buku ini kental akan petuah keislaman khas Cak Rusdi yang tidak menggurui, rangkaian kata-kata dari kejadian yang diceritakan membuat diri ini banyak merenung, dan kritik sosial yang Cak Rusdi tuliskan akan peristiwa rasisme, minoritas, kelompok keagamaan, makin membuka mata bahwasanya peristiwa itu masih saja terus terjadi dan hanya berharap bahwa itu semua akan berakhir.
Profile Image for Segara  Sandikala.
8 reviews
May 31, 2019
Buku kedua Rusdi Mathari yang saya baca. Sama seperti buku terdahulunya "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak punya," cak Rusdi sapaan akrabnya kembali membuat saya merasa tertampar setelah selesai membaca buku ini.
Ditulis dengan gaya penceritaan sederhana dengan petuah-petuah khas pengajian, namun tetap mengkritik rasa sosial. Sama seperti Cak Rusdi, bagi saya membaca buku ini adalah refleksi diri dan mengingat kembali, jangankan untuk menjadi seorang muslim, bahkan menjadi manusia yang lumayan baik pun saya belum bisa memenuhinya.
Kisah yang dibagikannya menjadi penyejuk hati, ditengah rasa frustasi saya melihat betapa banyak kebencian dan fanatisme terhadap agama yang terjadi saat ini. Beberapa tulisannya mengingatkan saya bahwa poin penting dalam beragama itu adalah untuk menjadikan seseorang punya rasa kemanusian yang lebih ketimbang sebelumnya.



"Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu, tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama" - Rusdi Mathari
Profile Image for Nike Andaru.
1,638 reviews111 followers
November 19, 2019
211 - 2019

Ini sebenarnya kali pertama saya baca bukunya Cak Rusdi dan buku Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis ini adalah buku terakhirnya sebelum beliau wafat.

Membaca buku ini terasa adem gitu ya, diceritakan seperti ayah yang menceritakan banyak kisah-kisah baik pada anaknya, penuh pesan yang menenangkan hati. Saya inget banget dulu pas ditawarin baca buku agama, langsung males aja gitu, tapi kalo baca buku begini, rasanya membaca soal agama jadi gak berat dan mudah untuk dimengerti.
Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
January 15, 2022
Buku ini merupakan kumpulan cerita Islami yang disajikan ulang dengan gaya bertutur ala esais. Singkat, padat, bermakna. Judul pada buku ini pun diambil dari salah satu cerita dengan judul sama. Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis. Tentang Nabi Nuh a.s. yang tersentil oleh suatu kejadian dan membuatnya selalu merasa "tidak aman" dari bayang-bayang kesalahan dan kefanaan. Secara umum, penulis Cak Rusdi mencoba menginterpretasikan ulang makna-makna ayat dalam kitab suci Al-Quran, hadis Nabi dan kisah-kisah dari berbagai literatur klasik. Buku tipis, 115 halaman, ini cocok dibaca sebagai bahan perenungan di tengah kesibukan duniawi atau "kegabutan" waktu luang. Sekian.

Selamat membaca dan mendedah makna.
Profile Image for Aldy.
46 reviews3 followers
December 14, 2022
Melanjutkan kekaguman saya dari buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura, tulisan-tulisan islami almarhum Rusdi bagaikan sentuhan lembut dari agama Islam di tengah hiruk-pikuknya situasi muslim di negara ini.

Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis (LLTBM) adalah kumpulan cerita pendek sekaligus menjadi tulisan terakhir almarhum sebelum menutup usia. 3 cerita pertama adalah cerita islami yang sering kita dengar saat khutbah berkumandang mengenai fitnah, Azazil yang angkuh namun tetap patuh kepada Allah untuk menyuruhnya menjadi Iblis, dan cerita seorang lelaki yg meminta Nabi Sulaiman untuk menerbangkan dirinya ke negara lain untuk menghindari ajal.

Sama dengan karya islami sebelumnya, almarhum Rusdi sangat mengajak para pembaca untuk peka terhadap sosial—beribadah melalui hubungan kita sesama makhluk hidup. Satu hal yang pasti, agama itu kompleks. Tafsir agama itu beragam. Namun jangan membuat itu sebagai kambinghitam untuk perpecahan, justru Allah lah yang menghendaki perbedaan ini. Salah satu topik kompleks dalam perbincangan di Islam adalah mengenai Anjing yg sebagaimana kita tahu, hukumnya adalah najis. Namun apakah perlu kita memperlakukannya berbeda dengan hewan yg lain, dikala di dimensi waktu yg berbeda seorang pelacur dapat masuk surga karena ia menyelamatkan seekor anjing yang sekarat.

Dalam satu bab ‘Perayaan’, Almarhum Rusdi bercerita tentang tumor yang terdapat di tubuhnya yang disebut sebagai kawan baru yang setia menunggu untuk menjadi kawan barunya. Sebuah tulisan ‘perayaan’ yang singkat namun sangat membekas.

Terima kasih Rusdi untuk karya-karyamu…
Profile Image for Marina.
2,038 reviews359 followers
August 9, 2020
** Books 83 - 2020 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2020

3,6 dari 5 bintang!


Pertama kalinya saya menemukan buku ini di acara Patjarmerah, Semarang bulan November 2019 ada teman saya, Raafian yang memesan untuk dibelikan buku ini. Sebenarnya buku ini udah saya pegang saat itu tapi berhubung tipis dan lebih tebal yang Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam: Sehimpun Reportase akhirnya saya memutuskan membeli buku yang itu hahaa.. Ternyata setelah tujuh bulan berselang buku ini berjodoh denganku juga dikarenakan Mojok store lagi ada diskon 76ribu mendapatkan tiga buku Cak Rusdi Mathari yang semuanya belum saya miliki jadi selagi ada kesempatan kenapa tidak untuk dibeli..

Setelah membaca buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura Cak Rusdi sebelumnya ternyata buku ini juga membuat hati saya terketuk dengan nasihat-nasihat agamanya yang tidak menggurui dan juga adem gitu membacanya. Banyak hal didalam buku ini yang rasanya ingin saya cantumkan disini karena banyak bagian yang saya suka. Tapi kalau boleh memilih saya paling menyukai ketika pembahasan mengenai agama minoritas vs agama mayoritas

"Dimana saja di seluruh dunia, minoritas memang selalu mendapat tekanan termasuk untuk mendirikan tempat ibadah. Mereka dianggap sebagai warga kelas dua, dan selalu dituntut menghormati mayoritas. Kaum mayoritas itu, celakanya sering menyandarkan alasan mereka menekan minoritas kepada ajaran agama, termasuk yang terjadi di Bekasi, Senin silam"

"Mereka tampaknya lupa bahwa tak ada satu ayatpun di Alquran, juga ucapan atau tindakan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan untuk melarang penganut agama lain mendirikan tempat ibadah. Tidak pula ada larangan untuk berbeda keyakinan karena Islam adalah agama yang merahmati seluruh alam. Tidak ada ajaran kebencian di sana. Tidak juga diajarkan untuk curiga dan berburuk sangka" (Halaman 12 Cathala)

Terimakasih MojokStore atas diskon bukunya!
Profile Image for Jihan  Mawaddah .
34 reviews3 followers
February 2, 2020
Kenalilah dunia dan buanglah ia di belakangmu karena dunia bukan tempat tinggalmu (yang abadi) ⁣⁣
⁣⁣
Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis adalah kumpulan cerita mini dari Rusdi Mathari yang padat berisi. Meskipun hanya 115 halaman tapi ada banyak sekali kisah penggugah keimanan dan juga pengingat akan keangkuhan kita sebagai manusia. Beliau banyak menuliskan mutiara hikmah yang relevan untuk dibaca di zaman yang penuh fitnah seperti saat ini.⁣⁣
⁣⁣
Ada 22 kisah yang disuguhkan, mulai dari kematian, ujian, keberagaman, rasisme, hingga pengampunan. Mungkin ada beberapa kisah yang sudah lazim dan tidak asing lagi di telinga kita. Namun Cak Rusdi menceritakannya kembali dengan bahasa yang lebih mudah dibanding bahasa terjemahan buku-buku agama lain. ⁣⁣
⁣⁣
Salah satu cerita favorit saya adalah cerita pertama yang disuguhkan oleh Cak Rusdi dalam buku ini. Tentang bagaimana Abu Nawas memberikan nasihat pada orang yang telah memfitnah dirinya. Bahwa kita tidak akan pernah bisa mengembalikan muru’ah atau kehormatan seseorang yang difitnah. Seperti halnya bantal yang dikoyak isinya, disebar kemana-mana, lalu kita ingin mengembalikan isi bantal itu seperti semua. ⁣⁣
⁣⁣
Cak Rusdi mengingatkan padaku banyak hal dan memberiku motivasi untuk bertaubat atas segala kesombongan. Sikap jumawa yang terkadang tak bisa dihindarkan. Padahal Allah sangat membenci kesombongan meskipun sebesar biji zarah sekalipun.⁣⁣
⁣⁣
Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepadaNya.⁣⁣ Review lengkap di blog ya, jeyjingga.com
⁣⁣
LakiLaki Yang Tak Berhenti Menangis, oleh Rusdi Mathari.⁣⁣
115 halaman, Penerbit Buku Mojok, cetakan ketiga, Mei 2019.⁣⁣
3.5/5⁣⁣
⁣⁣
Profile Image for Hafizhah Nurdini.
41 reviews1 follower
October 26, 2023
"Tidakkah selain kelahiran, salah satu perayaan terbesar manusia adalah kematian?"

"Kenalilah dunia dan buanglah ia di belakangmu karena dunia bukan tempat tinggalmu (yang abadi)"

Ada 23 kisah yang dimuat dalam buku ini. Maa syaa Allah banyak banget pelajaran dan hikmah yang bisa diambil 🥹

Buku ini tipe bacaan ringan tapi isinya daging semua, cocok banget dibaca sekali duduk pas lagi santai.

Aku paling suka kisah ke-13 "Anjing" dan kisah ke-16 "Kambing" 🐕🐐
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sagara.
74 reviews1 follower
March 30, 2024
Suatu hari di bulan mei 2023 saya mendatangi sebuah cafe yg estetik di kota tempat saya tinggal karena sebuah acara, letaknya agak tersembunyi & terpencil di sebuah ujung perumahan. Di sana saya melihat sebuah lemari kaca yg di dalamnya ada beberapa buku & salah satu dari buku itu adalah buku ini lalu saya putuskan baca sekilas. Tidak selesai. Hampir setahun setelah momen itu saya memutuskan utk beli & baca buku ini hingga selesai.

Buku ini adalah buku ketiga yang saya baca dari Rusdi Mathari setelah 'Merasa pintar bodoh saja tidak punya' yg sudah 2x saya baca di 2 edisi ramadan dan buku 'Mereka sibuk menghitung langkah ayam' yang saya baca saat pergantian tahun 2023 ke tahun 2024. Di bulan Ramadan ini tepat untuk membaca buku religi seperti ini.

Buku ini kecil hanya berjumlah 112 belum termasuk daftar isi, pengantar dll tapi isinya sangat padat, kumpulan kisah-kisah islami yg dapat menyejukkan mata hati dan pikiran kita. Isinya kisah² sebagai perwujudan refleksi diri dari sang penulis yg bisa saja relevan bagi semua orang termasuk saya sendiri dan juga menambah ilmu akan keislaman kita semua muslim.

Dari kisah-kisah yg disajikan adalah kisah nyata dari penulis itu sendiri maupun keresahan dia maupun kisah masa lalu yg terjadi di zaman nabi. Kisah islami yg dapat menyejukkan hati itu bukan hanya sekadar judul saja tapi benar-benar masuk ke dalam hati & pikiran saya sendiri secara pribadi.

Kenapa judulnya laki-laki yang tak berhenti menangis?, karena ada 1 bab di dalam buku berjudul Kambing dan nabi Nuh yg menertawakan seekor kambing berkaki 5 lalu menertawakan kambing itu namun kambing menyampaikan pernyataan menohok yg membuat Nuh menyesali perbuatannya lalu terus-menerus menangis sehingga dia dijuluki laki-laki yg tak berhenti menangis.

Saya selalu mengagumi gaya kepenulisan dari cak Rusdi yg gampang dipahami oleh semua orang.
Profile Image for Ilari Dawashy.
28 reviews
June 5, 2023
3 kisah yang ada di dalam buku ini, membuat saya berpikir apakah saat ini manusia sedang baik-baik saja? Rasanya semakin hari, semakin sulit menemukan kesejukan di antara sesama.

Toleransi yang semakin pudar, saling menghargai yang sepertinya semakin hilang. Merasa benar di antara yang lainnya.

Islam adalah agama yang membenarkan ajaran-ajaran Taurat, Zabur, dan Injil. Tak ada satu kata pun di redaksi Alquran dan hadis Rasulullah yang memerintahkan, menyarankan, atau menyerukan kepada orang-orang beriman untuk merusak dan menghancurkan tempat ibadah apalagi gereja, dengan dalih apa pun. (Hal. 25)

Saya teringat ketika berkunjung ke Goa Maria Poh Sahrang, Kediri beberapa tahun lalu. Berjalan di sepanjang jalan salib, membaca perjalan kisah Yesus. Sebagai satu-satunya wanita yang berkrudung (saat itu) di sana, umat kristen yang berniat untuk sembahyang tersenyum ramah, ramah sekali.

Sewaktu SMA, 2,5 tahun lamanya saya tinggal bersama nenek dan keluarga yang beragama kristen. Ia selalu membangunkan saya untuk shalat Subuh, mempersilahkan saya untuk mengambil wudu terlebih dahulu sebelum ia mandi. Membangunkan Sahur dan menyiapkan buka ketika saya berpuasa. Betapa akan damai hidup ini jika kita satu sama lain saling menghargai dan tidak sibuk untuk mencela atau berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, tentang apa yang benar dan apa yang salah.
Profile Image for yunda..
66 reviews2 followers
March 5, 2021
Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis layak saya masukkan dalam rekomendasi bacaan, sebab model penulisan cerita pendek yang digunakan penulis membuat penyampaian hasil olah pikiran beliau menjadi ringan dan lebih santai, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Membaca buku ini membuat saya mengalahkan anggapan saya bahwa mempelajari seluk beluk Islam lebih dalam pasti memusingkan kepala saya seperti yang sudah-sudah. Bagi saya, buku ini memang cocok bagi orang-orang yang baru hendak memahami Islam lebih jauh. Selain soal Islam, beliau juga menuliskan hasil refleksi diri beliau sebagai seorang manusia pada umumnya.

Kesan yang paling membekas di mata saya adalah adanya perasaan seolah “diajak” Alm. Rusdi Mathari untuk merenungkan pertanyaan berikut:

Apakah kita sudah benar melakukan tugas kita sebagai manusia?

Ah, ya, satu lagi. Saya masih bertanya-tanya, apakah benar bab “Perayaan” pada buku tersebut benar-benar menceritakan pertanda bahwa beliau mengerti jika ia hendak meninggalkan dunia ini? Sebab, jujur saja, saya tidak merasakan hal serupa.
Profile Image for Alfaridzi.
109 reviews3 followers
October 7, 2021
Buku ini adalah buku pertama Rusdi Mathari yang saya baca. Berisikan kumpulan kisah islami yang diceritakan secara sederhana dan kaya akan petuah yang meneduhkan jiwa. Berisikan 23 cerita pendek, buku ini sangat syarat akan pesan moral Islam yang indah dan cinta damai. Dalam tulisannya, penulis menceritakan berbagai kisah Islami yang kaya akan makna bagi pembaca, dimana pembaca dibuat hanyut dengan narasi yang ditulis dengan bersahaja.

Memuat kisah Islami yang menyejukkan hati, buku ini sangat kental akan sindiran keras kepada kita insan manusia yang selayaknya menjaga toleransi, saling mengasihi dan saling mengoyami satu sama lain. Selain itu Rusdi Mathari mengingatkan kita yang mesti ikhlas, tulus dan sukarela dalam menjalani kehidupan karena itu semua adalah kunci agar terbebas dari kemunafikan.

Kumpulan kisah ini sangat layak dibaca bagi mereka yang ingin mengenal ataupun belajar Islam secara menyenangkan. Banyaknya pesan moral yang tertanam dalam karyanya ini, dimana pembaca akan jatuh cinta dengan cerita-cerita didalamnya 😉.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
March 11, 2021
Buku ini ialah kumpulan kisah untuk refleksi diri sebagai manusia yang ditulis oleh Cak Rusdi Mathari. Penulis juga merefleksi tentang pemahaman Islam yang rahmatan lil'alamin, lembut, sejuk, dan cinta damai.

Dalam beberapa tulisan ini Cak Rusdi menunjukkan bahwa perihal keyakinan itu urusan pribadi sedangkan perihal tolong-menolong, hubungan sesama manusia ialah urusan bersama-sama.

Di tulisan lain penulis juga menyinggung tentang perbedaan diantara kita, itu sudah sebuah keniscayaan, apabila Allah menghendaki semua sama maka samalah semua. Tapi tidak, maka seharusnya dari perbedaan ini kita bisa kembali merenung siapa diri kita dan untuk apa kita disini.

Ada pula beberapa tulisan tentang fanatisme kelompok, golongan, ras yang memang bisa muncul dari kelompok manapun tanpa alasan apapun, bahkan dari kelompok yang mengaku paling menyebarkan cinta dan kasih sayang.

Selanjutnya disini : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Mawaddah Perabawana.
32 reviews1 follower
July 20, 2023
Beginilah rasanya menikmati karya seorang yang luar biasa. Kisah-kisah yang ditulis oleh cak Rusdi bagi saya bukanlah kisah yang baru. Namun, bagaimana membaca kisah dengan merasakan nilai-nilai terpuji di dalamnya yang layak dijadikan pijakan untuk kehidupan masa kini. Pada beberapa kisah, cak Rusdi bercerita dengan gaya yang belum ditulis pada umumnya kisah-kisah Islam populer.

Saya sangat gemetar saat membaca kisah yang berjudul perayaan. Sedikit bergeming, beginikah cara seorang penulis meninggalkan jejak-jejak yang membuatnya abadi? Seberapa getir hatinya menulis kisahnya sendiri tersebut? Seberapa kencang jantungnya memompa saat kalimat per kalimat menunjukkan dekatnya ajal pada dirinya sendiri? Sungguh, betapa beliau telah membanggakan dan membuat beribu manfaat dari tulisan-tulisan yang baik.

Semoga para generasi setelah engkau dapat mengambil sedikit banyak pesan moral yang telah tertulis dalam karya-karya yang harum ini. Al-Fatihah ...
Profile Image for Lina Maharani.
272 reviews15 followers
September 23, 2021
MENGURAI PESAN BIJAK DENGAN SEJUK

Banyak orang kadang mengutip kitab suci dgn satu mata tertutup; tdk membiarkan orglain memihak yg berbeda atau bahkan kadang memaksa orglain utk sama persis dgn dirinya. Padahal islam sejatinya sangat plural, begitu banyak perbedaan dan tidak apa-apa. Begitulah buku ini menyampaikan pesannya. Bukan menggurui mu dgn tidak boleh/tidak benar namun mengembalikan ke asalnya. Kitab dan tafsir nya adalah sebuah keragaman yang seharusnya dimaknai dengan menyeluruh bukan sepenggal apalagi hanya secuil kecil yang masuk dan enak saja.

Beberapa bagian ada yg ku screening-read krn semata menghemat waktu dan tdk mengubah makna. Justru rasanya pgn langsung pada intinya saja, tanpa bertele-tele. Dan ya, harusnya buku yang mengupas ajaran2 agama itu disampaikan dengan damai, santai, kalem tapi secara perlahan merasuk dalam hati & pikiran.
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews68 followers
February 4, 2019
Cak Rus selalu punya POV yang cukup berbeda dari orang kebanyakan. Ditambah dengan cara menulisnya yang baik dan menarik, buku ini seakan oase dari rasa haus dan ketakutan dari teriakan-teriakan para sekumpulan orang yang (katanya) lebih merasa dirinya adalah ahli surga-neraka. Bukan melulu dinilai dari segi agama, tapi juga melihat dari segi kemanusiaan. Latar belakang cak Rus yang pernah menjadi santri di beberapa pondok pesantren, membuat tulisannya semakin berbobot, karena punya dasar agama. Bukan hanya tulisan berupa POV-nya pribadi.

Tulisan cak Rus menyadarkan kalau di luar sana, masih ada, bahkan mungkin banyak orang-orang yang masih punya tingkat toleransi yang tinggi, untuk menerima kalau Indonesia memang sengaja diciptakan oleh Tuhan, untuk dipenuhi dengan segala perbedaan.
Profile Image for Hapudin.
287 reviews7 followers
December 9, 2019
Ibarat air hujan, buku ini membasahi kembali kegersangan hati dan batin saya akibat kontaminasi kemajuan zaman. Saya mengaku semakin autis dengan kehadiran teknologi diujung jari. Sehingga asupan kebajikan ke dalam hati berkurang banyak. Dan buku ini bisa menjadi alternatif untuk menggali, mengingat, dan bahkan membetulkan diri kita yang mulai jauh dari nilai kebaikan agama.

Resensi lengkapnya ada di link ini: https://bukuhapudin.blogspot.com/2019...
34 reviews4 followers
February 16, 2020
Ini buku pertama Cak Rusdi saya setelah dulu sering membaca tulisan Cak Rus di mojok. Buku kumpulan cerpen ini merupakan hasil refleksinya, nuansa sufistiklah. Kebanyakan cerita-cerita populer di kitab-kitab kuning klasik lalu dibumbuhi pandangannya. Paling saya sukai tulisan "Perayaan", mungkin firasat kematiannya sudah dekat. Tidaklah selain kelahiran perayaan terbesar manusia adalah kematian? Lahul fatihah Cak Rus..
Profile Image for Siraa.
259 reviews3 followers
November 27, 2021
Terdiri dari sekumpulan kisah agama yang membawa kita mengenal Islam secara lebih baik lagi. Bahasannya sangat luas dari persoalan adab sampai rasis, demokrasi sampai pembunuhan dan berbagai kisah menyentuh jiwa tokoh berpengaruh yang ada dalam sejarah islam termasuk Umar, Abdullah(ayah Rasulullah), Nabi Khidr dan kisah Azazil. Ada juga bahasan tentang Toleransi terhadap berbagai agama. Dikemas dalam cerita yang singkat-singkat (2-5 hlm), buku ini bisa jadi teman jalan yang hangat.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
June 2, 2024
Mau tidak mau, saat mulai membaca buku ini saya pasti memakai standar buku pertama beliau yang saya baca "Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya". Beda kemasan sih. Di sini Rusdi Mathari lebih banyak memasukkan kisah-kisah Alquran dan Sunnah. Mungkin juga karena mutiara-mutiara di buku ini dipajang tanpa bungkus sesosok fiksi seperti Cak Dlahom di "MPBSTP". Jadi terasa lebih kentara. Anehnya, buku ini terasa lebih kalem.
1 review
November 9, 2019
Lelaki yang tak berhenti menangis. Kumpulan cerita islami karya almarhum Cak Rusdi menjadi tamparan bagi pembaca akan realitas hidup yang terjadi sekarang. Mulai dr masalah keimanan pribadi, hingga kehidupan antara masyarakat mayoritas dg minoritas. Sungguh buku yg wajib untuk dibaca untuk memperluas khazanah iman dan islam.
Profile Image for Lavalette.
203 reviews
December 18, 2020
Suka sekali membacanya! Ini buku kedua Cak Rusdi yg saya baca setelah Merasa Pintar, Bodoh pun Tak Punya. Memang buku ini berdasarkan pada ajaran Muslim, namun dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, dan bukan untuk mengajari, hanya memahami. Juga yang diceritakan sebenarnya lebih tentang hubungan antar sesama manusia, tidak melulu religius.
Profile Image for Shendi C.
Author 1 book
March 7, 2021
Kisah kasih yang tak pernah saya temukan di Kisah Islami lainnya, saya menemukan Cak Rusdi memberi ruang baru pada pemahaman kita terhadap Islam yang sedemikan berubah pada hari ini karena persepsi dan pemahaman yang terjadi. Kisah yang menyejukan hati ini cocok untuk kita baca sebagai bahan perenungan menghadapi dunia yang brengsek ini.
Profile Image for Ninnasi M.
28 reviews1 follower
August 1, 2021
Sesuai dengan judulnya, di antara sekian cerita, favorit saya adalah yang judulnya Kambing; tentang laki-laki yang tak berhenti menangis.

Sehina atau se-tak elok apapun penampilan makhluk, tetaplah ciptaan ALLAH; sama seperti kita manusia yang sering merasa paling sempurna.

Terfavorit berikutnya adalah yang berjudul Ilmu, lalu yang terakhir adalah cerita berjudul Azazil.
Profile Image for Imran.
1 review
January 30, 2019
Bacaan ringan berisi kumpulan kisah islami yang benar-benar menyejukkan hati. Tentang toleransi, kasih sayang, kesabaran, dan adab.

Kisah favoriteku; khidir, pezina, anjing, adab, dan burung.

"...andai Allah menghendaki, segala sesuatunya niscaya akan dibuat seragam".
Profile Image for Kiky.
32 reviews
May 21, 2019
4.25 Bintang

Suka sekali dengan buku ini. Sekali lagi Cak Rusdi "membujuk" saya untuk melakukan refleksi diri dari cerita-cerita yang beliau tuangkan di buku ini. Rasanya kok isinya kurang banyak, karena saya ketagihan dengan cerita seperti ini.
Profile Image for weirdniss.
39 reviews5 followers
May 24, 2020
Buku kedua Cak Rusdi yang saya baca!
Buku ini merupakan bentuk pengingat serta teguran pada diri sendiri.

"Banyak manusia mengaku benar, padahal salah saja mereka tidak punya. Mereka mengaku pintar, padahal bodoh saja tidak punya."
Profile Image for Rosdiana Triayu.
13 reviews
September 18, 2021
buku yang bisa menjadi pilihan ketika butuh merefleksikan kondisi sekarang dengan apa yang pernah terjadi di masa lampau. tidak serta merta jadi buku religius yang mengajari dengan kentara, tetapi lebih seperti buku yang bisa mengingatkan pembacanya agar tidak dimakan ego sendiri.
Profile Image for MzRidwan.
9 reviews
January 7, 2022
Bukunya bagus bangat, isinya jauh dari drama-drama , persis seperti di judulnya, kumpulan kisah islami penyejuk hati, isinya tulisan-tulisan pendek cak rusdi sebagai refleksi dari diri sebagai seorang manusia. Cuma 112 halaman dan cocok dibaca sekali duduk.
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.