Jump to ratings and reviews
Rate this book

Psikologi Pernikahan

Rate this book
Membahas psikologi pernikahan suami-istri, tahapan dan periode dalam pernikahan, peran dan tanggung jawab suami-istri, masalah-masalah seputar psikologi rumah tangga, dan sebagainya.

158 pages, Paperback

Published April 1, 2018

11 people are currently reading
140 people want to read

About the author

Muhammad Iqbal

11 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (16%)
4 stars
27 (43%)
3 stars
21 (33%)
2 stars
4 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Vindaa.
188 reviews3 followers
August 9, 2020
Buku ini saya putuskan membelinya saat membaca rekomendasi dari salah seorang teman instagram, yang lumayan saya percayai mengenai review. Selain memang covernya yang kece ya.
.
Awalnya, saya mengira buku ini akan banyak membahas tentang dunia psikologi pernikahan yang mendalam seperti karya Ustadz Fauzil Adzim, Cahyadi Takariawan dll.
.
Tapi ternyata ekspektasi saya salah.
Buku ini, lebih banyak membahas hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan yang ringan dan dasar. Lebih cocok dibaca untuk para singlelillah yang sedang 'hijrah'.
.
Eh tapi ~ bukan berarti buku ini tidak bagus ya. Tetap kok, segudang manfaat bisa diserap dari membacanya.

Seperti pentingnya pendidikan pra nikah, mengenai memilih pasangan lewat media social, faktor ketahanan keluarga, dan materi lainnya, yang lagi-lagi saya sampaikan, semua dikemas dengan penjelasan yang sangat-sangat dasar.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam buku ini :

- Perencanaan dan Pernikahan dalam keluarga
- Pentingkah pendidikan pra nikah?
- Memilih jodoh era milenial
- Cinta dalam pernikahan
- Mengelola konflik dalam pernikahan dan keluarga
- Selingkuh di era digital

Dll ..

Pada intinya, dari buku ini bisa disimpulkan, bahwa pernikahan itu tak semudah dan melulu indah seperti yang ditampilkan akun akun pembawa badai baper di sosmed, sang istri berlari, sang suami mengejar, sambil saling tertawa, diiringi sound ‘Ana uhibbuka fillah’. Tidak pemirsah, tidak 🤭

Nikah itu ibadah penuh pahala, maka ujian dan cobaannya juga pastilah besar, perlu memiliki jiwa yang tangguh, mental yang kuat, serta ilmu yang mumpuni, agar bisa mengarunginya dengan baik, hingga sampai pada pelabuhan Ridhanya Allah.

Sejauh ini saya tetap lanjut membaca buku ini karena desainnya meriah 😍 didominasi warna hijau serta di selingi kartun suami dan istri di beberapa halaman.
Profile Image for Emmas Pupah.
14 reviews
April 13, 2022
HiHi malu nih ketahuan baca buku tentang pernikahan. Kesannya lebay ya? Tidak keren? Atau terlalu
konvensional?
Hmm kalo menurut aku nih yang lebih lebay, tidak keren dan konvensional itu yang pergi ke suatu
tempat tanpa tahu rute yang bakal dilewatinya seperti apa. Selamat! Kamu akan tersesat. Kalo sampe
pun pasti di perjalanan tadi sangat melelahkan kan?
Ya ampun jahat banget yaa tulisannku.
Maaf maaf bukan begitu.
Buat kamu yang ternyata sudah menikah dan belum sempat belajar, selalu tidak ada kata terlambat
untuk belajar kok. Ayo belajar terus.
Hoho sumpah ya. Malu banget nih, soalnya temen temen tuh tau aku join seminar pra-nikah aja pada
ngecie-cie in coba. Padahalkan itu tandanya sedang bersiap, mengumpulkan bekal dan cari jodoh juga.
kali aja ada yang cakep di seminar. Hihi
Intinya sih gini, aku melihat pernikahan itu adalah salah satu hal yang besar, complek dan seumur hidup-
mati. Harus berfikir dari banyak sudut pandang. Ga bisa tuh memiliki ekspektasi bahwa setelah menikah
tuh hidup akan berubah seperti fairy tale Disney. Heiii kamu bukan Princess. All fairy tales’ happily ever
ending is doesn’t exist lads. Be conscious this is journey.
Lanjut ke ulasan buku ya.
Sebetulnya dalam memilih buku untuk persiapan pernikahan init uh maju mundur terus. Karena ingin
membeli buku penulis luar yang banyak direkomendasikan tapi sayangnya di Indonesia tidak diterbitkan.
Menimbang penulisnya dan daftar isi bukunya. Aku mantap membeli dan membaca buku “psikologi
penikahan”.
Tentu saja tidak keliru. Hal hal terkait penikahan dibahas, dari perencanaan pernikahan, keluarga hingga
mempertahankan ketahanan keluarga.
Ada lima ilmu yang harus dipelajari untuk menghadapi pernikahan:
1. Ilmu agama
Ini sangat penting sekali. Agama yang baik serta mempraktikan agama yang baik akan
menentramkan dan memberikan ketenangan pada keluarga kelak. Ibadah, ahlak, fiqih
pernikahan dan hukum pernikahan sangat diperlukan oleh suami dan istri.
2. Ilmu psikologi
Penyesuaian diri, komunikasi, manajemen konflik, pengambilan keputusan, dan pengasuhan
anak.
Stabil secara mental dulu agar nanti hidup dengan orang lain tidak akan merepotkan. Contoh
nih. Dalam komunikasi harus asertif. Asertif berarti kemampuan untuk menyampaikan apa yang
diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan
menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain tanpa bermaksud menyerang orang lain.
Ngomong tuh harus jelas. Semisal ada konflik tuh dibicarakan, dinegosiasikan dan dicari
solusinya. Jangan hanya sampai ngomong dan diem dieman. Masalah ga bakal selesai sendiri.
3. Ilmu kesehatan
Ini nih. Kesehtan reproduksi, kebugaran tubuh dan gizi keluarga.

Contoh buat istri, harus tau makanan yang sehat dan tidak sehat untuk diberikan pada keluarga.
Jangan samapi suami ataupun anggota keluarga lain sering sakit karena dikasih makanan tidak
sehat. Dokter jaman sekarang tuh mahal loh bund.
4. Ilmu manajemen keuangan
Ini sih kepala dari segala kepala.
Ilmu tentang finansial serta pengelolaannya. Siapa yang akan mengelola keuangan, apakah uang
disimpa oleh istri atau oleh suami. Pembagian untuk biaya makan, ongkos, internet, biaya
sekolah, nabung, investasi, dan dana darurat itu harus dipetakan dengan bijak. Bila tidak
masalah keuangan akan menjadi bom kerusakan rumah tangga. Terbuka dan jujur tentang
keuangan pada pasangan.
5. Social budaya
Ini berkaitan dengan adat istiadat dan penyesuain diri dengan lingkungan sosial.
Kebiasaan yang dianggap wajar dan tidak wajar di lingkungan pasangan harus kamu ketahui loh.
Dia orang sunda, yaa sambal dan lalapan itu hidangan wajib.
Tentu saja bukan hanya 5 ilmu di atas. Masih buanyaak banget hal hal soal pernikahan dijelaskan
dalam buku ini. Penulisnya merupakan salah satu dosen universitas di Jakarta jadi baca buku ini
berasa baca karya ilmiah. Banyak kutipannya dan studi kasusnya. Which is good.
Namun saya menemukan beberapa repetisi. Contohnya dalam tahapan dan perkembangan
pernikahan. Penulis menyisipkan 2 dari ahli dan 1 dari dirinya. Akan lebih baik bila yang
disampaikan itu dari penulis saja namun merupaka hasil review dari para ahli. Sehingga tidak
ada penumpukan infromasi yang repetitive.
Recommended to read for you who preparing for marriage.
32 reviews2 followers
May 25, 2021
✏️ Hai hai, ada yang suka baca buku psikologi? Aku sih sebenarnya kurang suka, tapi gimana lagi? Ini tentang "pernikahan", sebuah hal ihwal yang selalu terkait dengan setiap kita. Maksudku, kita semua punya keluarga bukan?

✏️ Buku ini menceritakan tentang romantika kehidupan pernikahan. Tentang pentingnya mempersiapkan diri, bagaimana memilih pasangan, berbagai masalah dalam tahap pernikahan, hingga solusi membangun ketahanan dalam keluarga. Semuanya ditulis berdasarkan riset dan pengalaman.

✏️ Sejak awal, aku merasa kurang relate sama buku ini. Mungkin karena minatku pada "pernikahan" belum terlalu tinggi. Tapi sejak di bagian tengah, aku mulai merasakan masalah yang diusung sangat dekat dengan kehidupanku, mungkin juga dengan kehidupan kalian.

✏️ Perceraian karena mental belum siap atau ekonomi yang krisis, kenakalan remaja sebab ketidakharmonisan orang tua, atau perselingkuhan lewat media sosial kurasa menjadi masalah yang sangat nyata dan tidak bisa dibiarkan. Setiap orang harus bahu membahu dalam mempersiapkan diri & terus belajar dalam menjaga keluarganya dari berbagai masalah tersebut.

✏️ Salah satu catatan yang nempel di benakku adalah : "Kriteria yang tak boleh dilupakan dalam memilih pasangan adalah mereka yang baik akhlaknya, jelas visi hidupnya, dan merupakan pribadi yang bertanggung jawab serta sayang pada keluarganya." (Hal. 269)

✏️ Bahasan yang paling kusuka adalah saat menjelaskan pentingnya figur ayah dalam kehidupan seorang anak. Ini sangat berbeda dengan yang biasa kubaca tentang peran seorang ibu. Dengan membacanya, aku jadi berfikir, "menjadi ayah mungkin memang mudah, tapi menjadi ayah yang baik ternyata amat tidak mudah."

✏️" Janganlah berfikir menikah untuk mencari orang yang sempurna, tetapi berfikirlah bahwa dengan menikah, kita menjadi sempurna. " (Hal. 51)

📘 Psikologi Pernikahan |Muhammad Iqbal |Gema Insani, 2018 |147 hal.
Profile Image for ndavanilla.
82 reviews2 followers
November 4, 2022
"Tidak ada rumah tangga yang sempurna. Tentu ada saja permasalahan yang terjadi dalam sebuah rumah tangga, misal masalah penyesuaian diri, komunikasi, ekonomi, psikologis, kesehatan, dan lain² sehingga untuk sebuah pernikahan yang langgeng diperlukan pasangan yang tangguh, tahan banting, mampu menyelesaikan masalah, serta memiliki kemampuan dan komunikasi dan adaptasi yang baik."
Profile Image for Ayu Novita.
79 reviews1 follower
May 29, 2020
Bukunya mudah dipahami karena memuat teori psikologi terkait dengan pernikahan yang diperkaya dengan contoh-contoh yang penulis peroleh dari kliennya saat melakukan konseling rumah tangga. Bisa menjadi referensi bagi yang belum maupun sudah menikah.
Profile Image for Wiwinndut.
75 reviews1 follower
December 31, 2022
banyak aspek yang membangun pernikahan. aspek ketahanan kuarga menentukan ketahanan individu dan kontribusinya dalam masyarakat.
bukunya bagus untuk dibaca. ada banyak topik yang bisa dibicarakan untuk pasangan yang akan menikah.
Profile Image for Lucky Ayu Chandra Agustin.
14 reviews1 follower
September 29, 2023
Bukunya teoritis sekali hehe, banyak definisi para ahli. Tapi disisi lain, banyak dimasukan contoh kasus yang dialami oleh klien² penulis jadi bagus juga untuk pembelajaran. Saya suka tampilan bukunya menarik sekali.
Profile Image for Erika.
120 reviews2 followers
June 15, 2021
Bahasan pernikahan dalam perspektif psikologi, hal baru bagiku. Bahasan yang digunakanpun mudah dipahami.
Profile Image for Arvian Cahya.
8 reviews
April 22, 2022
Kurang bisa menikmati, terlalu dipenuhi definisi-definisi ahli. Serasa baca buku sekolah. 😂
Profile Image for Shofia Millah.
29 reviews
May 21, 2024
Bukunya gampang dibaca karena ada highlight untuk part yang penting. Namun saya merasa bosan dan bahasa yang digunakan sedikit ‘belibet’
Profile Image for Syifa.
19 reviews9 followers
April 2, 2022
Buku ini kayaknya berasa saintifik, karena banyak merangkum hasil-hasil penelitian gitu. Pas lihat halaman belakang, wadu referensinya banyak. Isinya cukup & untuk buku kelahiran tahun 2018 masih tergolong update sama kondisi saat ini
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.