Disiplin arsitektur selalu berhubungan dengan dimensi humaniora, terutama filsafat sebagai ibu dari ilmu pengetahuan. 60 esai dan artwork dalam buku ini merupakan tulisan pilihan dalam pembelajaran filsafat dan signifikansinya dengan aristektur di kelas Filsafat Arsitektur yang diampu Realrich Sjarief. Rangkaian bab di dalamnya merupakan perjalanan, penyelidikan, hingga refleksi balik dari hasil pembelajaran para penulis. Topik buku ini berangkat dari pengantar alegori gua Plato, interpretasi karya fiksi melalui film, serta dinamika sejarah filsafat dunia barat hingga hari ini, dibawakan dengan intonasi yang segar dan penuh kejutan.
Bagi saya yang dulu belajar arsitektur, mata kuliah filsafat (dan kritik) arsitektur adalah kuliah sambil lalu asal lulus, hafalan yang terasa membosankan alih-alih mengajak untuk berfilsafat, berpikir tentang realitas, terutama kaitannya dengan disiplin ilmu arsitektur. Buku ini memperlihatkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan yang saya alami dulu saat masih mahasiswa. Realrich dalam kuliahnya setidaknya berhasil mengajak mahasiswa-mahasiswinya untuk memikirkan dunianya dengan panduan filsafat : melalui menulis curhat-curhat, fotografi, atau gubahan grafis yang personal. Meskipun begitu, bagi saya yang juga akhirnya gemar membaca buku-buku filsafat (melompat-lompat dari Driyarkara lanjut Suryomentaram, Romo Magnis, kemudian menggemari Heidegger hingga menjadi "apaan sih Heidegger ini?" lantaran membaca Martin Suryajaya yang lebih lanjut membuat saya penasaran dengan Marx - Engels, Nietzche, Bertrand Russel, Derrida, Foucault, Deleuze, Badiou, hingga yang paling kontemporer semacam Zizek atau Meillasoux) buku ini lagi-lagi kurang menemukan relasinya dengan arsitektur seolah-olah keduanya tidak ada sangkut paut erat. Tidak satupun mahasiswa yang mengulik perkembangan arsitektur hunbungannya dengan filsafat. Padahal kita (arsitek) tau misalnya, gebrakan arsitektur dekonstruksi diilhami dari filsafat Derrida.
Buku ini adalah pertama kali saya mengulas filsafat di dalam sebuah runtunan kelas di Omah Library dan mata kuliah pilihan Filsafat Arsitektur Untuk Mahasiswa. Setelah mengampu mata kuliah ini, saya mendapatkan banyak sekali perubahan dalam melihat sebuah kebenaran, menjauhkan diri dari dogma dan jargon. Sehingga, sayang sekali apabila Quiz yang terjadi di dalam ruang kelas, ataupun proses pembelajaran antar-murid - murid tidak terdokumentasikan di dalam bentuk sebuah manuscript yang bisa dikembangkan.
Filsafat adalah jalan untuk meraih kebenaran yang selalu berubah di antara semangat jaman yang terus berubah - ubah. Buku Karya Lengkap Driyarkara mengulas kebenaran ini yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda - beda. Setiap pemetaan kebenaran selalu diakhiri dengan pernyataan yang meruntuhkan kebenaran tersebut, sehingga kebenaran, atas nama filsafat akan selalu menjadi kebenaran yang berubah - ubah untuk kebaikan manusia yang selalu berkembang di dalam kerendahan hati untuk selalu belajar memahami diri sendiri.
Hal ini dilakukan untuk memberikan keseimbangan dan harmoni di dalam jalan untuk mencapai sebuah kebijaksanaan.