Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tujuh Hari untuk Keshia

Rate this book
Sejak mantan pacarnya tahu-tahu saja kembali dan membawa seorang anak perempuan bernama Keshia yang katanya adalah anaknya, Sadewa tahu bila hidupnya akan kacau. Lalu benar saja, Sadewa tidak pernah akur dengan Keshia. Jikaa di rumah, keduanya selalu saja bertengkar. Entah itu meributkan tagihan listrik, cicilan yang ditunggak berbulan-bulan, hutang beras di warung, dapur berantakan, atau bahkan cuma karena remote tv yang hilang. Masalah sekecil apa pun sepertinya selalu dijadikan momok untuk keduanya adu mulut dan membuat rumah menjadi zona perang seketika. Keduanya tidak pernah memedulikan satu sama lain. Sadewa tidak pernah peduli dengan kehidupan Keshia, baik di rumah atau pun di sekolahnya. Sadewa tidak peduli dengan kelakuan putri tomboinya itu yang selalu saja berpura-pura kuat dan menganggap bisa mengatasi segalanya sendirian. Sementara Keshia, sama halnya dengan Sadewa, dia tidak pernah peduli dengan kelakuan ayahnya yang masih saja bersikap layaknya ABG itu.

Bagi Sadewa, Keshia itu pengganggu ulung atau mahkluk paling cerewet sedunia. Sedangkan bagi Keshia, Sadewa itu hanya seorang laki-laki 36 tahun yang hanya tahu bersenang-senang saja. Yang hanya tahu ngeband, mabuk-mabukan, atau main perempuan. Sampai suatu ketika sebuah kecelakaan mengubah segalanya. Sebuah kecelakaan yang membuat Sadewa mati-matian ingin memenuhi seluruh keinginan Keshia, dan membuat Keshia ingin tetap bersama ayahnya sekalipun dia sangat membenci laki-laki itu. Sebuah kecelakaan yang memberikan keduanya pemahaman bila mungkin hanya kehilangan yang membuat mereka bisa berjalan beriringan tanpa lagi ada kebencian Kisah ini tentang waktu. Tentang kesempatan. Tentang kehilangan.

456 pages, Paperback

First published February 4, 2019

62 people are currently reading
692 people want to read

About the author

Inggrid Sonya

8 books129 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
291 (47%)
4 stars
230 (37%)
3 stars
73 (11%)
2 stars
10 (1%)
1 star
5 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 148 reviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews301 followers
March 23, 2019
Di postingan rekomendasi penulis wattpad yang pernah aku tulis, nama Inggrid Sonya ada di dalamnya, aku menyukai tulisannya sejak membaca tulisannya pertama kali dan mengikuti perkembangannya di wattpad, jadi sebelum membaca sudah tahu ceritanya seperti apa. Hanya saja sempat denger kalau versi buku dan wattpad berbeda 80%, kan penasaran, untung ada di GD, wakakakaka.

Secara garis besar intinya sama, hubungan Keshia dengan ayahnya yang baru dia jumpai ketika sudah remaja. Ada yang aku suka di versi wattpad tapi nggak ada di buku, pun sebaliknya. Di buku, cerita memang benar-benar fokus akan hubungan Keshia dan ayahnya, tidak banyak drama seperti di wattpad, tapi tidak mengurangi juga sisi menguras emosi, hanya lebih rasional dan tidak semeledak di wattpad.

Negatifnya, hubungan Keshia dan River tidak terlalu ditonjolkan, aku lebih suka hubungan mereka di wattpad. Dan untuk latar belakang keluarga River, yasudahlah 😬, itu mah otoritas penulis.

Dan aku suka pilihan menghilangkan drama status orang ketiga di sekolah, cerita jadi benar-benar terpusat akan hubungan Keshia dan ayahnya, nggak penuh dengan konflik pendamping.

Kalau kalian mencari bacaan bertema fatherhood, buku ini boleh banget dibaca.
Profile Image for Sandra Bianca.
128 reviews4 followers
April 1, 2019
Full review: https://biancatwinbee.blogspot.com/20...

4.5*

Woy, Author! Gue minta ganti uang buat beli gepokan tisu!!!! Seperti yang sebagian besar dari kita udah tahu, buku ini benar-benar bangchadddd, jahatnya luar biasa. Bikin sesak napas, nangis sesenggukan, dan baper berkepanjangan.

Buku ini menceritakan mengenai seorang gadis 16 tahun bernama Keshia dan serenceng kehidupan beratnya. Baru aja omanya meninggal, mamanya malah nikah lagi dan 'ngebuang' dia di sarang genderuwo, alias di rumah sang ayah kandung, Sadewa. Udah gitu di sekolah dia di-bully juga!

Keshia dan Sadewa nggak pernah akur, ada aja tiap hari yang diributin. Sampai kecelakaan itu terjadi.... Kecelakaan yang membuat takdir berbelaskasihan hingga memberikan waktu bagi keduanya untuk saling memaafkan dan menebus dosa.

Nggak cuma Keshia, tapi juga ada River yang hidupnya berasa di neraka elah.... Duh, pokoknya buku ini benar-benar jahadddddd! Percaya deh, nyeseknya udah berasa di awal, terus kamu bakalan dibuat ketawa dikit, cengar-cengir, terus dibikin nangis sampe mata bengkak!
Profile Image for Delasyahma.
242 reviews125 followers
April 27, 2019
Apa hal yang membuat kamu tertarik ksetika memilih buku THuK untuk dibawa pulang?
Kalau aku, karena aku rasa buku ini cukup kelam dan menceritakan tentang hubungan anak dan ayahnya. Karena aku juga sangat penasaran dengan tulisan Inggrid Sonya. Yang katanya bukunya "sakit jiwa" dan bikin pembacanya "frustasi."


Hal-hal yang aku sukai dari buku ini :
(+) Tokoh
Aku menyukai beberapa tokoh dalam buku ini. Mereka memiliki karekter yang kuat. Keisha, Sadewa, Diana, Citra dan River. Walalupun aku merasa Diana dan Sadewa cukup berengsek di awal-awal cerita. Tapi, itu yang membuat mereka menjadi karakter yg kuat.
Dan aku juga sangat menyukai perkembangan karakter tokoh2nya.

(+) Plot
Aku suka plot yang ada didalam cerita, itu menbuat aku benar-benar masuk kedalam kisah dalam buku ini dan mampu mengembangkan chemistry yang baik antara Sadewa dan Keshia. Konflik di dalam cerita terasa sangat rumit, ditambah konflik bukan hanya berpusat pada kehidupan Keshia saja dan itu menurutku membuat cerita semakin hidup dan tidak membosankan. Perkembangan konflik yang sangat bagus sehingga menghasilkan klimaks yang juga berkesan.
Plot yang digunakan adalah plot flashback, alur campuran. Karena beberapa kali aku diajak untuk kembali ke masalalu tokoh2nya.


Hal-hal yang cukup menggangguku ketika membaca :
(-) Tokoh
Ada satu tokoh yang tiba-tiba menjadi perhatianku ketika sudah melewati pertengahan cerita. Yaitu River. Aku sendiri kurang paham bagaimana ingatan seseorang jika berada dialam bawah sadarnya. Tapi, buatku pribadi entah kenapa bagian-bagian melewati sedikit pertengahan cerita itu terasa aneh. Ditambah dengan kehadiran tokoh-tokoh yang sebenarnya kurang penting menurutku. Atau mungkin penulis sebenarnya ingin menghadirkan twist? Jika seperti itu, berarti saya gagal memahami. Atau penulis sengaja ingin pembacanya menebak-nebak siapa Jack atau Eyang itu sebenarnya? Kalau seperti itu mungkin penulis berhasil, karena aku sudah menebak2 siapa mereka saat mereka pertama kali muncul dalam cerita.


Secara keseluruhan sebenarnya saya suka buku ini, kelam sekali dan juga bikin aku nangis terus gak berenti.


Rate: 3,7/5 🌟
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
May 6, 2022
Menyelesaikan novel ini di pesawat dong. Aku nyaris nangis, wkwk. Duh, mellow amat sih...

Novelnya bagus. Emosinya terasa. Meski nggak terlalu nyaman sama copy editing-nya, tetep aja suka dan gampang dibawa masuk sama ceritanya.

Ditunggu karya-karya Inggrid selanjutnya.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
April 17, 2019
Banyak sekali yang menyebut jika novel Tujuh Hari Untuk Keshia menyuguhkan ceritanya yang menyebabkan banjir air mata. Berebekal testimoni tersebut, saya pun ikut dibuat penasaran karenanya. Dan benar saja, ceritanya memang suram, kelam, dan menyayat hati. Namun, tidak sampai membuat saya menitikan air mata. Sampul bukunya pun sukses menarik manik mata untuk meliriknya. Dengan dominan warna hitam pada sampulnya sudah mengindikasikan kesuraman buku ini. Gambar hutam berkabut yang ada pada tengah sampul pun melambangkan kehidupan Keshia yang penuh dengan penderitaan dan lika-liku. Perpaduan latar berwarna hitam dengan gambar hutan berkabut menciptakan sebuah nuansa yang sendu, muram, dan kelam. Sampul bukunya sendiri menurut saya berhasil mewakilkan perjuangan Keshia dalam hidupnya.

Lini LIT yang diusung buku ini sudah mengindikasikan tema ceritanya, yaitu kehidupan remaja. Hanya saja kali ini tema remaja yang diberikan oleh Inggrid Sonya sedikit berbeda. Di mana kehidupan remaja itu dibalut dengan hubungan orangtua dan anaknya, khususnya ayah. Keshia yang terlahir dari sebuah kesalahan harus menerima kenyataan akan orangtuanya yang tidak sempurna. Dibesarkan oleh ibunya, nyatanya Keshia lebih dekat dengan Oma-nya. Saat beranjak dewasa pun Keshia malah dibuang ibunya pada Sadewa, ayah kandungnya, yang tidak dia kenal sama sekali. Berbagai perselisihan dan pertengkaran pun terjadi antara Keshia dan Sadewa. Saya suka akan keberanian penulis dalam menyiksa tokoh Keshia dalam ceritanya. Selain itu unsur hubungan anak dan orangtua yang diusung pun terbilang menarik. Di mana kehidupan remaja tidak melulu berpusar pada kehidupan cinta, tapi juga keluarga. Namun, tenang saja karena penulis tak luput untuk memasukkan sedikit kisah cinta dan persahabatan pada jalan ceritanya. Hanya saja porsinya tidak sebanyak hubungan anak dan orangtua.

Tokoh Keshia merupakan seorang gadis remaja yang memiliki sifat keras, jutek, dan mandiri. Semua sifatnya itu terbentuk akibat tumbuh dalam keluarga yang broken home. Di saat anak seusianya diperhatikan dan diberi kasih sayang, Keshia malah harus banting tulang untuk tetap bertahan hidup. Kemudian ada tokoh Sadewa, ayah kandung Keshia, yang memiliki karakter konyol dan kekanakan, tapi bisa dewasa juga di waktu yang tepat. Pekerjaannya sebagai vokalis band Seventy Six juga mengharuskannya untuk berkenalan dengan dunia malam, seperti alkohol, judi, bahkan narkoba. Lalu ada tokoh River yang merupakan gitaris dari band Seventy Six. River memiliki sifat yang dingin, cuek, dan kuat. Sama halnya seperti Keshia, River juga memiliki latar keluarga yang berantakan. Terakhir ada tokoh Diana, ibu Keshia, yang centil, matre, dan rame. Terdapat pula tokoh-tokoh lainnya, seperti Salman, Micky, Roman, Citra, Febby, dan Lana yang semakin menambah hidupnya cerita. Menurut saya latar belakang setiap tokoh utamanya cukup tergali dengan baik. Setiap tokoh memiliki karakter yang kuat dan tidak mudah untuk dilupakan. Interaksi Keshia dengan Sadewa pun terbangun dengan solid lewat pertikaian mereka sehari-hari.

Alur cerita dari novel Tujuh Hari Untuk Keshia berjalan lambat memang karena penulis ingin membangun chemistry yang kuat antara Keshia dan Sadewa. Meskipun lambat kita tidak akan merasa bosan sama sekali karena interaksi antara Keshia dan Sadewa sangat menghibur lewat pertikaian-pertikaian mereka. Gaya bahasanya terhitung ringan dan sederhana. Maka tidak akan sulit bagi kita untuk mengalir bersama arus ceritanya. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang ketiga. Hampir semua tokoh yang ada memiliki sudut pandang masing-masing. Namun, sayangnya masih banyak sekali typo yang saya temukan yang sangat mengganggu kenikmatan ketika membacanya.

Sebetulnya konflik yang dibangun penulis sangat lambat, tapi pecah saat mencapai puncak. Konfliknya dimulai saat Keshia harus hidup bersama Sadewa. Hingga pada akhirnya puncak konflik terjadi saat Sadewa ingin memberikan kebahagiaan untuk Keshia yang dengan durasi waktu hanya tujuh hari. Di sini konflik yang timbul berhasil memainkan emosi para pembacanya. Mulai dari gembira, kesal, hingga sedih bisa kita rasakan saat menyimak konflik ceritanya. Ada satu hal yang menurut saya sedikit mengejutkan saat unsur fantasi dimasukkan dalam konfliknya. Jujur saja saya merasa sedikit terganggu dengan kehadiran Saegal yang menurut saya agak aneh dan ambigu. Menurut saya akan lebih naik jika Saegal ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan kematian. Alangkah lebih baik mungkin jika sosok Saegal ini hanya hadir untuk membantu Keshia dan Sadewa.

Membaca Tujuh Hari Untuk Keshia merupakan sebuah pengalaman yang sendu sekaligus menghibur lewat interaksi Keshia dan Sadewa. Penulis sukses mengembangkan cerita remaja yang tidak itu-itu saja. Melalui hubungan ayah dan anak yang tergolong masih jarang, penulis memberikan alternatif baru dalam bacaan remaja. Meskipun saya tidak bisa relate dengan kehidupan Keshia, tapi saya menikmati ceritanya karena memang gaya bercerita penulis sangat mengalir. Latar belakang setiap tokoh pun tergali dengan karakter yang kuat. Namun, hanya saja menurut saya ceritanya ini sedikit kepanjangan. Ada beberapa bagian cerita yang menurut saya masih bisa dipangkas. Selain itu typo-nya juga bertebaran dan sangat mengganggu. Secara keseluruhan Tujuh Hari Untuk Keshia merupakan novel remaja yang memberikan makna akan arti sebuah keluarga dan waktu. Di mana terkadang penyesalan selalu datang terlambat di saat kita melihat kebenaran yang ada.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books153 followers
February 19, 2019
Jadi, THuK ini merangkum cerita Keshia dan segala kesulitan dalam hidupnya. Jahanam banget penulisnya, super tega! Keshia yang baru ditinggal omanya, harus menghadapi kenyataan super pahit: ibunya menikah lagi dan menelantarkan Keshia tepat di depan rumah ayah yang bahkan belum pernah dia temui selama 16 tahun hidupnya.⁣

Dari sini, masalah Keshia makin bejibun. Di rumah ribut sama Sadewa si ayah, sementara di sekolah kena risak. Tapi dari jauh ada sosok River yang diam-diam "jagain" Keshia. Dan River ini hidupnya nggak kalah tragis. Kisah lengkapnya kalian baca sendiri ya. Aku takut beleweran lagi kalau cerita panjang 😢⁣

Jujur, awalnya aku super skeptis sama novel ini. Temanya mengangkat hubungan ayah-anak dan itu sangat aku hindari. Tapi, berhubung Inggrid Sonya yang nulis, akhirnya aku ikut PO (biarpun nggak kebagian, ganas fans-nya Inggrid 😂) dan untungnya langsung ada nih di Gramedia Digital⁣

Rasanya, baru baca 29 halaman aja nyesek sekalehhh. Aku lupa deh mulai nangis di mana, pokoknya bantalku basah semua tadi pagi. Nangisku itu sampai terisak-isak, sesak tiada taraaa. Harusnya ada warning di lembar awal buku nih, berpotensi melumpuhkan otak dan meremukkan hati 😂😂😂⁣

Congrats untuk kelahiran buku ini, Grid! I must say, so far this is your best book! Selalu kutunggu karya terbarumu 💙⁣
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
January 9, 2020
Novel pertama yang saya baca di tahun ini hehe. Udah dua kali baca cerita ini yang satu versi wattpad yang satu versi novel dan keduanya sama-sama heartbreaking. Saya suka banget gimana buku ini nyeritain tentang hubungan ayah dan anak. Tulisan-tulisan kak Inggrid emang patut diacungin jempol.

Walaupun plotnya ada yang beda sama versi wattpadnya kayak konflik Keshia-Erik-Citra ngga begitu diliatin kayak di wattpad terus sama interaksi Keshia-River sedikit disini padahal saya suka banget dulu sama interaksi mereka di sekolah. Mungkin juga karna pengin fokus sama hubungan Keshia sama ayahnya kali ya. Tapi walaupun begitu, saya suka kok sama versi novelnya.

Rate : 3.8/5
Profile Image for Reina Tan.
292 reviews143 followers
April 24, 2019
Rate + review menyusul. Masih bingung soal tokoh River sebenarnya 😂
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews39 followers
September 11, 2019
*baca di Gramedia Digital
=)

"puncak dari segala rasa sakit yg benar-benar sakit justru saat kita tidak bisa merasakan apa pun." Hal 10

"dalam hatinya, lirih keshia berkata, jika kematian tidak semenyenangkan yg dia duga, setidaknya kematian membuat semua kekacauan di dunia ini selesai dia hadapi." Hal 200

"karena dalam suatu perselisihan, bukan besar lukanya yg menjadi perbandingan. Tapi, pemicunya." Hal 264

baca novel ini tuch bikin perasaan campur aduk..
marah, sedih, kesal, senyum-senyum sendiri..
:D

apalagi pas mau bagian akhir..
berhasil bwt air mata q mengalir deras, padahal lagi pilek..
:')
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
January 3, 2021
4.5 🌟

Keshia anak 16 tahun yang ditinggalkan ibuknya di depan rumah ayahnya. Keshia marah kenapa ibuknya tega meninggalkan dg orang yg gak dia kenal. Pertemuan dengan ayahnya pun bisa terbilang buruk. Ditambah kehidupan ayahnya yang membuat Keshia geleng2 kepala.

Hidup ayahnya emang gak tertata dg baik, dan percakapan mereka pun layaknya temen. Meski emang nggak nyaman tinggal bersama ayahnya, Keshia harus bisa bertahan. Hubungan mereka pun emang begitu aja. Sadewa serbasalah juga, hidup yg biasanya sendiri sekarang ada anak gadis yg katanya anak dia.

Baca kisah Keshia ini beneran sedih ya, dia mengalami banyak hal di usia yg sangat muda. Keluarga dan pertemanan nggak berjalan dg baik. Tapi dia tetap kuat dan bertahan.

Gaya bercerita khas Inggrid banget, mengalir dan bikin baper 🤧.

Aku suka sama Ayah Sadewa, dia awalnya emang belum terbiasa menghadapi anak gadis jadi ya semaunya dia aja. Tapi dia dia ayah yang sayang bgt sama anaknya, meski emang kebahagiaannya terlambat tapi ada usaha. Keshia anak kuat dan mandiri. Meski banyak hal yg dia lalui. Dia tetap bertahan, pengen peluk dia 😭. Karakternya kuat dan konsisten.

Gaya bahasanya ringan dan mengalir, memakai sudut pandang orang ketiga perasaan dan pikiran para tokohnya ini ngena bgt 😭.

Interaksi mereka ini seru banget, aku suka pendekatan yang dilakukan Sadewa buat memahami Keshia. Chemistrynya berasa bgt feelnya. Dan apalagi ditambah persahabatan Citra dan Keshia yang bisa kembali membaik, jadi sahabat yg solid.

Dan konfliknya ini emang mungkin lebih ke konflik batin. Gimana cara mereka menyelesaikan masa lalu, biar sekarang bisa bahagia. Pengorbanan dilakukan mungkin gak sebanding, ah sedih dan nyeseeek pokonya klo baca menuju ending 😭. Dan juga ada bullying yg dilakuin sama temen2nya gt, kesel sumpah kenapa sih pada jahat bgt klo udah merisak orang ini 😭. Eksekusi konfliknya apik dan pas, endingnya sukaaa cuman menuju ke ending kayak terburu2. Jadi kisah River dan Keisha berasa kurang 😂.

Overall yang suka tulisannya Inggrid, cerita ini wajib dibaca! Rekomen.

Ps : siapin tissue klo emang perlu. Karena emang beberapa scene ini bikin air mata ke luar begitu aja 😭😭
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
June 28, 2019
53-2019

Sejak buku ini muncul di Gram-Dig, kusengaja menunda-nunda karena mencai momen yang tepat membacanya. Akan tetapi, pada akhirnya kumalah mengambil waktu yang tak tepat hingga berujung membaca ini sepotong-potong. Kupernah membaca drafnya di wattpad dan ingatan curutku tidak begitu mengingat hingga tabisa membandingkan versi lama dan baru.
Akibat terputus-putus itu, aku kurang merasa kemuraman di awal cerita. Namun, kupikir itu sebab ceritanya yang memang tak muram-muram amat di depan. Ini mungkin sebab alur yang lambat, tapi kurasa itu untuk membangun kelekatan tokoh dan kutak mati bosan membacanya. Menuju akhir, kusuka bagaimana cerita meledak dan membuat brebes mili.Sekian dan sukses untuk penulisnya ^^
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
May 8, 2019
Keshia yang “ditinggalkan” ibunya, kini menerima kenyataan bahwa dirinya mau tidak mau harus tinggal bersama ayahnya yang baru saja ia temui. Ayahnya yang sama sekali nggak ia harapkan. Sadewa, laki-laki 36 tahun yang hidupnya serampangan, tiba-tiba harus “terbebani” oleh kehadiran seorang anak perempuan yang ternyata adalah anaknya...

Setengah bagian akhir dari buku ini jadi favoritku. Kalau boleh request malah, setengah awalnya inginnya dipangkas saja agar tidak terlalu panjang, karena ada bagian-bagian dari setengah awal buku yang membuat ceritanya kurang fokus. Banyak yang ‘off’ juga dan membutuhkan penjelasan, seperti tentang tokoh River dan latar belakangnya. Dan cara ibu Keshia meninggalkannya, kayak nggak serius. Aku lebih milih mendingan fokus ke Keshia dan keluarganya saja.

Ada beberapa tokoh yang menjadi highlight dalam novel ini. Tentu saja ada Keshia yang jutek, Sadewa yang nggak tahu apa tujuan hidupnya. Ada juga River. Ada juga Diana. Jujur, aku tidak terlalu menyukai Keshia dan sifatnya, dan dari kesemuanya, karakter yang paling kusukai adalah: Sadewa.

Terlihat sekali perkembangan karakternya, mulai dari orang yang tidak terurus hidupnya, nggak pantas sedikitpun menjadi seorang ayah, lalu setelah bertemu Keshia, semuanya berubah. Aku bukan fans dari interaksi kucing-anjing antara Keshia dan Sadewa, tetapi interaksi marah-marah dan lucu itu punya poin plus tersendiri. Interaksi antara Sadewa dan teman band-nya yang ramai, reaksi orang sekitar ketika melihat Sadewa yang ganteng juga punya menarik untuk dibaca dan mengantarkan humor yang lucu.

Aku suka sekali dengan interaksi Sadewa-Keshia di setengah akhir bagian buku, ketika kecelakaan itu terjadi. Sebuah peristiwa yang menjadi titik balik dari hubungan ayah-anak yang awalnya kacau itu. Aku nggak mau membocorkan atau menceritakan semuanya, yang pasti aku mau mengatakan bahwa apa pun yang dilakukan Sadewa pada setengah akhir bagian buku itu... ah sudahlah. Mungkin udah ada yang nangis baca buku ini?

Hubungan antara ayah dan anak perempuannya dalam buku ini adalah magnet kuat bagi pembaca untuk menyukainya. Narasi dan dialog indahnya sangat berhasil sampai ke hati pembaca. Cukup menguras emosi.

Aku perlu mengatakan bahwa novel ini punya unsur fantasi juga, jadi selain hubungan keluarga yang kuat, unsur fantasi ini juga menambah penilaian baik terhadap buku ini. Ada beberapa adegan memorable yang aku favoritkan, berhasil membuat aku merasakan rasa yang dimiliki para tokohnya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
May 15, 2019
Sebelum membaca novel ini, saya membaca sekilas beberapa review yang mengatakan kalau ceritanya bertaburan irisan bawang alias bikin nangis. Karenanya saya mencari waktu yang pas untuk membacanya...haha.

Keshia lahir tanpa kehadiran ayahnya dan bertumbuh tanpa kasih sayang dari mamanya. Hanya Eyang yang mengasuhnya, mengajarkannya banyak hal untuk bisa mandiri. Setelah eyangnya pergi, dan ibunya menikah dengan pria lain (setelah menjadi wanita simpanan dalam beberapa kurun waktu lamanya), Keshia ditinggalkan di rumah seorang pria yang menurut mamanya pria itu adalah ayah kandungnya. Keshia yang hampir 17 tahun itu kecewa, dan tentunya frustasi berhadapan dengan seorang pria urakan yang tinggal di rumah yang layak menjad kandang genderuwo.

Di sekolah, Keshia juga mengalami masalah. Dia di-bully temannya karena orang tuanya dan juga karena dituduh merebut pacar sahabatnya sendiri. Penderitaan Keshia bertubi-tubi, tapi Keshia berusaha tetap tegar.

Yang saya suka di novel ini adalah interaksi antara Keshia dan ayahnya. Cara mereka saling mengenal dan berusaha memahami. Sadewa, ayah Keshia, adalah seorang vokalis band beraliran rock alternative. Sejak kecil hidupnya sudah tidak teratur, dan mendapatkan seorang anak gadis tidak bisa mengubah hidupnya begitu saja. Ada banyak penyesuaian, banyak pengertian. Hingga pada satu titik, Sadewa mempertaruhkan hidupnya demi sebuah keajaiban. Kisah tentang ayah dan anak selalu sukses membuat saya meneteskan air mata.

Salah satu benang merah dalam novel ini adalah tentang keajaiban. Ada unsur-unsur supranatural di sini, tapi nggak yang seram-seram juga sih. Lalu ada unsur romansa antara Keisha dan River meski nggak menjadi dominan di dalam novel ini. Mungkin kalau dikategorikan, novel ini lebih ke family-lit daripada romance-lit.

Profile Image for Wardah.
954 reviews173 followers
May 17, 2019
Tujuh Hari untuk Keshia merupakan novel genre family. Meski dilabel novel romance, kisah romannya justru hanya bumbu pemanis. Selebihnya adalah kisah keluarga yang kental. Juga sedikit percikan magic.

"Ada atau nggak ada Ayah, Keshia harus tetap bahagia." (h. 395)


Buku ini cocok banget dibaca kalau kamu penggemar kisah keluarga, atau kalau kamu lagi butuh bacaan yang sedikit suram tapi tetap bikin lega.

Iya, novel ini rada suram. Kovernya juga sebenarnya kurang menarik 😂 Tokoh River kurang eksplorasi. Magic-nya kurang diperjelas. Namun, konflik keluarga Keshia bagus banget. Bakal lebih bagus kalau porsi Diana diperbanyak biar lebih mantap kisah keluarganya.

Secara keseluruhan, novel ini sangat saya rekomendasikan! Ulasan lengkap bakal ada di blog insyaallah. 💙
Profile Image for Dinur A..
260 reviews97 followers
March 31, 2019
Tambah 1 bintang karena gaya nulisnya enak bgt, karakter-karakternya real (kecuali River wkwk), dan setiap setting tempatnya digambarin dgn sgt believable. Buat ceritanya sendiri... no komen. Mungkin cerita2 macem gini emang bukan buat saya yhaaa
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
May 8, 2019
Kirain nggak bisa nyelesaiin baca ini karena terlalu nyesek ternyata nggak nyesek banget buatku 🙈.

Aku ini 👉🏼 ’Setidaknya ketika mendapati masih ada orang baik yang menolongnya hari ini, cukup membuat Keshia merasa kuat untuk menjalani satu harinya lagi di hidupnya yang kacau ini. (Hal 81).’
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
May 1, 2023
Actual rating 3,8 🌟

• Pros:

Ini buku sedih bangeeeeeet, huaaa. Setengah akhir tuh beneran deh, dibikin berkaca-kaca mulu. Terus pas hari ketujuh. Aduuuh, nggak kuat sama Keshia.

Dari awal aku udah suka sama interkasi Dewa-Keshia sih. Mereka tuh definisi love hate relationship banget, wkwk. Apalagi celetukan-celetukan Sadewa yang bikin ngakak terus, 😂. Setengah awal tuh kek nggak sabar banget buat liat interaksi mereka lagi.

• Cons:

Ini buku sebenernya bisa lebih tipis, sih kalau fokusnya sama Keshia sama Sadewa aja, tapi ada cerita River. Aku nggak begitu kesel juga sih sama cerita River, tapi dia ini keberadaanya setengah awal kerasa maksa konfliknya. Dengan bapaknya yang Mafia itu, bikin bukunya drama banget dan yaaaaa nggak begitu ngaruh juga sebenernya. Apa seperlu itu jadi Mafia. Soalnya jadinya juga kentang, sih.

Teruus, rada kurang sreg sama endingnya pas bagian

Over all, aku suka sama ceritanya. Berjuanga di setengah awal, tapi setengah akhir page turning dan sedih banget.
Profile Image for Herdina Primasanti.
103 reviews1 follower
November 20, 2022
Sejak membaca halaman awal rasanya udah gatal mau nulis review, tapi harus nunggu selesai baca dulu biar afdol reviewnya.

Aku baca buku ini karena direkomendasiin pas lagi sesi silent reading, katanya bikin nangis. Aku beneran hampir mau nangis di bab tertentu (ga mau spoiler ceritanya), tapi sisanya aku menahan diri untuk tidak berhenti di tengah jalan karena menurutku ada beberapa hal yang agak mengecewakan:
- masih ada sedikit typo (huruf yang luput dibuat kapital, dll)
- penggambaran universe dan orang-orangnya terlalu FTV. Keshia sama Sadewa berasa kayak main character di FTV yang punya hubungan enemy to lover di ceritanya, tapi bedanya ini enemy to father-and-daughter. River kayak tipikal anak blasteran dari keluarga super kaya yang rumahnya besar, berwarna putih, dan bagian pintu masuknya pasti ada pilarnya
- karakter Jack itu gak make sense. Awal-awal dia berfungsi layaknya malaikat pencabut nyawa, eh tapi kok di tengah-tengah dia bilangnya ga punya nama (terus dipanggil pake nama belakangnya River) + posisinya jadi rancu antara penjemput nyawa atau rohnya River yang masih berkelana selama raganya River masih koma
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
May 5, 2019
4,3 bintang.


❝Karena semua manusia berhak untuk itu, kan? Untuk bahagia?❞ ―Tujuh Hari untuk Keshia, Inggrid Sonya


THuK menceritakan kisah bapak-anak yang sama sekali nggak akur. Boro-boro akur. Di rumah, kerjaan mereka 90% ngeributin masalah-masalah kecil kayak tagihan listrik, kipas angin yang rusak, dll. Mereka adalah Sadewa dan Keshia.

Waktu baru baca, buku ini udah mengundang rasa penasaran saya. Apa sih masalahnya Sadewa sama Keshia sampai-sampai mereka nggak akur? Dan pertanyaan itu kejawab satu per satu secara pasti.

Saya suka gaya penulisan penulis yang emang puitis gitu. Khas banget. Emosi Keshia dan Sadewa rasanya jadi lebih "nusuk" di hati. Kocaknya ada, pahitnya pun ada. Apalagi, cerita ini juga ada bumbu fantasinya. Makin greget sekaligus unik.

Selain itu, kisahnya River juga nggak kalah menarik untuk disimak. Selain Keshia dan Sadewa yang punya kisah kelam, River pun punya serangkaian kisah kelam di hidupnya. Tragis banget baca kisahnya dia.

Tapi mungkin karena saya udah ngikutin buku-bukunya penulis dari Revered Back, WWC, sampai Nagra & Aru (yang ini buku duet sih), beberapa konflik di THuK rasanya kayak bisa 'ketebak'. Yaa bukan yang ketebak secara pasti gitu sih, tapi kayak bisa menerka-nerka bakal ada unsur kayak 'gini'. Tapi itu tetep nggak menghilangkan unsur suram di ceritanya kok.

Lalu, kemunculan Saegal ini bikin saya bertanya-tanya. Dia tuh siapa? Untungnya pertanyaan itu kejawab di akhir meskipun saya masih bertanya-tanya soal Nenek Maut.

Dan yang paling saya suka itu perkembangan karakter Keshia dan Sadewa. Bener-bener kayak step by step gitu. Terharu lah pokoknya baca perjuangan Sadewa untuk Keshia menjelang akhir cerita.

Kesimpulannya, saya suka THuK. Tema tentang orangtua itu selalu jadi tema yang "sensitif" bagi kebanyakan orang, dan penulis berhasil menulisnya dengan baik. Meskipun saya cuma nangis dikit di akhir (cukup kaget sih karena saya kira saya bakal nangis bombay 🤣), buku ini recommended kalo kalian lagi butuh bacaan tentang orangtua (khususnya ayah) yang menyentuh dan berpotensi bikin mata bengep.
Profile Image for Oldina Hutauruk.
30 reviews
April 16, 2019
Seperti yang aku bilang buku ini SAKIT JIWA. Bukan. Bukan karena bercerita tentang orang yang sakit jiwa atau sebagainya. Tapi karena buku ini butuh perjuangan besar untuk membacanya. Bahkan aku terkadang harus berhenti terlebih dahulu sebelum lanjut ke bab berikutnya. Bingung. Iya, aku bingung, bagaimana kk Inggrid menyelesaikan buku ini.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Bercerita tentang Keshia dan Sadewa yang merupakan ayah dan anak. Keshia yang memiliki berbagai masalah sejak kecil hingga dia ditinggalkan di rumah seorang laki-laki yang merupakan ayahnya, Sadewa. Sadewa yang awalnya aku pikir hidupnya simpel ternyata tidak jauh berbeda dengan kehidupan Keshia, anaknya, sewaktu dulu.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Ada juga River, yang menurutku sangat pintar menutupi masalahnya. Karna apa? Karna aku baru bisa memahami permasalahan hidupnya setelah sekian bab. Bahkan jalan hidupnya mungkin sama bahkan lebih dari masalah hidup Keshia.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
×
Semua problem baik yang dihadapi Keshia, Sadewa, Diana, River dan Citra atau bahkan kita. Penyelesaiannya sangat sederhana, tidak jauh dari kita. Keterbukaan, komunikasi dan kepekaan. Yah kira-kira itu yang aku dapat. Dan itu juga yang sedang aku lakukan sekarang.⁣⁣⁣

Buku ini juga memiliki ending yang luar biasa menurutku. Perkembangan setiap tokohnya sangat aku apresiasi dan saluti karna dibuat sangat natural, tidak menggebu-gebu. Aku sangat rekomendasikan buku ini buat kalian semuanya tanpa batasan usia. Asal bisa baca aja.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Congrats kk Inggrid, karna berhasil menghadirkan mereka yang sangat SAKIT JIWA. And Thanks kk, aku juga belajar banyak dari kisah mereka.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Buat yang pengen tahu kelengkapan ceritanya, endingnya gimana. Silahkan baca sendiri tinggal datang ke gramed trus bawa pulang setelah bayar.⁣⁣⁣
Profile Image for Eugenia.
209 reviews8 followers
September 9, 2019
"Kenapa harus sesulit ini untuk bahagia?" (River, halaman 89).

Tujuh Hari untuk Keshia : seru! Saya nggak berhenti baca selama dua hari dan sempat bela-belain begadang saking penasaran bagaimana Keshia, juga River akan bertahan dengan masalah yang bertubi-tubi-tubi itu. Hehehe.

Awal cerita dibuka dengan menarik. Menampilkan rasa tidak-suka-namun-tetap-sayang Keshia terhadap mamanya. Menyusul ditinggal begitu saja oleh sang Mama di rumah sarang Genderuwo mantan pacar sang mama alias Papa Keshia.
Seolah keadaannya belum cukup kritis, Keshia pun menjadi bulan-bulanan di sekolah.

Selain konfliknya yang padat yang membuat saya tidak bisa berhenti baca, penokohan yang kuat pun menjadi kelebihan cerita remaja yang satu ini. Terkadang, penceritaan dari beberapa sudut pandang membuat saya berempati pada setiap tokohnya. Keshia, River, Sadewa (Papa Keshia), dan juga Lina (Mama Keshia).

Tema alam maut cukup sering diangkat menjadi cerita, namun penulis mampu meramunya dengan baik sehingga cerita "remaja dan masalah-masalahnya ini" menjadi tidak biasa. Meski terkesan dark, pilihan sikap Keshia banyak memberikan inspirasi, terutama menurut saya, bagi para pembaca remaja. Dan tentu saja, yang saya sukai, penulis berani terus menantang tokohnya sehingga menjadikan cerita tidak membosankan dan asyik untuk dinikmati. Membuat saya ikut kesal, haru, marah, juga sedih. Campur baur deh saat membaca Tujuh Hari Untuk Keshia.

Meski bagian-bagian akhir terasa lebih drama, ya nggak apa-apalah. Hidup ini emang butuh drama, kan? Hehehe.

"...gue harap suatu hari nanti, ketika lo bangun lo udah berhenti capek. Berhenti nangis. Berhenti ketakutan. Yang lo tahu saat itu cuma yang indah-indah aja. Karena semua manusia berhak untuk itu, kan? Untuk bahagia?"
(halaman 204)

Selamat membaca, ya!
Profile Image for Rei Pusvita.
78 reviews7 followers
January 29, 2020
Baca ini rasanya bikin hatiku disayat-sayat. Periiiiiiiih banget.

Dari awal sampe akhir dibuat babak belur kek abis ditonjok, ditusuk-tusuk. Stok tissue di kosan mo abis gegara nih buku. Nyebelin in a good way klo kata orang-orang.

Awalnya baca di Gramdig, terus karena udah nyantol bats, aku beli deh buku fisiknya, minta disampul sama mbak-mbak dapet diskon 20% pula. Ketauan kan aku kuliah dimana hahahahahaha.

Skip skip.

Suka banget sama gaya penceritaan Ka Inggrid. Damn, it's great book. Aku mewek terus-terusan. Kalau di buku Unspoken Words (Alicia Lidwina) bahas tentang hubungan ibu-anak yg deep banget, novel ini nyeritain ttg Keshia yang tau-tau ketemu bapak yang mana dia ga tau bapaknya sejak lahir siapa.

Ampun!

Ini buku ttg penyesalan, pengorbanan, dan menyoal kedamaian diri sendiri.

Sayang banget romancenya kurang buatku, tp kekurangan yg seupil itu ga bikin aku kasih bintangnya karena emang bagus banget. Dominan hubungan ayah-anaknya deep (tp dengan cara remaja gitu deh penulisannya).

Aku mo berburu buku-buku Ka Inggrid pokomen.

Jos gandos 5 bintang.
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
April 5, 2022
Baca ini nano nano banget.

Mulai dari cerita keshia soal sekolah dan orangtuanya, kesedihan dan emosi yang dimiliki oleh setiap karakter yang ada, terutama dari keshia sendiri, yang membuat novel ini jadi gak bisa berhenti untuk dibaca. Untuk alurnya sendiri menurutku rada gak biasa karena ada unsur fantasinya, tapi masih masuk akal dan bahkan jadi titik balik yang 'wah'.

Aku gak akan membandingkan dengan yang wattpad karena ceritanya udah beda banget, terutama yang bagian fantasi itu, walaupun garis merahnya masih ada. Yang pasti kisah antara keshia dan sadewa masih ditonjolin banget di novel ini. Kocaknya berkurang sih, tapi mungkin karena aku juga masih terpengaruh sama emosi bagian akhirnya 😂😭



Sesuai blurb-nya, novel ini adalah kisah tentang waktu, kesempatan dan kehilangan, jadi ... jangan lupa siapin tisu 2-3 lembar kalau mau baca 👍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
April 13, 2019
Gue ... gak mampu komen selain ...

"Kek-nya pas nulis nih novel Inggrid Sonya lagi dalam fase 'Sinting'!"

Nih novel beneran sakit jiwa! Bakar boleh gak?

Oke, gue adalah pecinta novel sad ending atau tragis. Dan novel ini masuk dalam kategori novel tersebut. Gue suka sama jalan cerita yang emang fokus ke Sadewa dan Keshia, tapi gue kan juga pengen hubungan River sama Keshia lebih detail.

Bener rumor-rumor yang mengatakan kalau cerita di Novel berbeda dengan di Wattpad-nya.

Hey Inggrid Sonya, gue jatuh cinta sama lo! Gimana dooonk???!! Tanggung jawab lo!
Profile Image for ⚘.
47 reviews3 followers
July 1, 2023
This got me out of my reading slump, but at what cost?
Profile Image for Shinju Auliya.
6 reviews
February 24, 2019
Aku kasih bintang 4, soalnya buku ini udh bikin aku sesek napas, mata bengkak smpe diejekin tmn, dan capek.

Iya, capek.

Baca prolog, aku udah ngerasa sesek. Baca bab-bab selanjutnya.... wow.

Aku gak nyangka kalo Kak Inggit bisa meringkas versi wattpad yang banyak banget itu, jadi satu buku Tujuh Hari Untuk Keshia dengan simpel.

Perlu aku kasih tahu, siapin es batu sebelum baca buku ini. kalo ga mau besok pagi bangun dengan mata yg susah kebuka. dan seharian mata jd sipit. krn itu yg aku rasain:")

Bahkan karena capek nangis, justru di scene aku harusnya nangis, aku cuma baca pake tatapan kosong gitu. Udah capek:") aku udh diem, ngga sesenggukan lagi.

Tapi tetep abis itu nangis lagi dong.

Aku bukan tipe manusia yg suka baca buku isi full keluarga gini. aku cenderung pilih teenfict rom-com dgn konflik keluarga dan cinta.

Dan, buku ini berhasil bikin aku gila. Gila bangun tengah malem, tapi kebangun jam 5. Abis itu langsung ambil hape, isi form, berhari2 refresh email berharap ada email dari grobmart. Abis itu ribut mau transfer, dan bolak-balik ke pos satpam nanyain ada paket engga buat aku.

Karena Sadewa dan Keshia memang sehebat itu.

Terima kasih Ka Inggit bikin aku kenal karakter Keshia yang bener2 strong girl. Karakter Sadewa yg bikin aku melting, River yang bikin aku gigit-gigit jari, Salman Micky yg bikin aku ketawa ngakak, Diana, Febby, Citra, kalian semua amazing!

idk but i love this book, so much.
1 review
February 13, 2019
Bener bener bagus. Lebih bagus dari versi wattpadnya. Dan pastinya lebih gelap dan nyeseknya berasa banget. Penggambaran cover hutan belukar sesuai banget sama isi cerita. Karakternya lebih kuat. Keshia dan River pas banget buat penggambaran hutan belukarnya. Oh sadewa juga. Dari awal sampe akhir, berhasil bikin aku nangis, atau emang aku aja yg cengeng wkwk. Ada suatu ketika aku dibikin keseeell banget karna ngga nyaman soalnya aku baca sambil mata berkaca-kaca. Sukses terus buat kak inggrid. Semoga Ipank dan cewek beng beng nyusul secepatnya.
Displaying 1 - 30 of 148 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.