직업은 보건교사, 인생은 퇴마사 귀염, 발랄, 용감…… 온갖 매력이 다 터지는 캐릭터, 안은영이 왔다!
안은영은 남들이 볼 수 없는 것을 어릴 때부터 보아 온 ‘퇴마사’이자 ‘심령술사’이다. 필히 어둡고 서늘한 면모를 보일 것 같은 캐릭터이지만, 안은영은 퇴마사로서의 전형성 이전에 한 인간으로서의 고유한 성격과, 교사로서의 직업의식을 먼저 갖고 있는 여성이다. 발랄함과 굳건함, 코믹함과 용감함을 모두 지닌, 지금까지의 한국 소설에서 쉽게 찾을 수 없었던 강력한 여성 캐릭터이다. 그녀는 플라스틱 칼과 비비탄 총으로 악귀와 혼령을 물리치며, 통굽 슬리퍼를 신고 뛰어다닌다. 급할 때는 맨발로 스타킹이 찢어지도록 뛰기도 한다. 학생들의 갖가지 고민을 스스럼없이 들어주며, 엇나갈 것 같은 학생들은 자신만의 방법으로 지도한다. 사람을 해치는 괴물과 자신의 힘을 악용하는 자는 가차 없이 응징하지만 사연이 있는 영혼을 조용히 쓰다듬어 주는 방법도 안다. 안은영은 발랄하고 용감한 여전사이자 동시에 다정하고 유쾌한 언니가 되어 맹활약한다. 수동적이지 않고 주체적이며, 감상적이지 않고 감각적인, 아는 형 삼고 싶은 안은영. 그녀의 치명적 매력이 이 소설을 이끄는 주된 엑토플라즘이다.
Have no expectation at all when choosing this as my next reading, but turns out it's really an interesting piece😍 Merupakan gabungan antara fantasi, horror (yang ga ada serem-seremnya) dan sekelumit drakor, cerita yang ditawarkan sungguh menyenangkan untuk dibaca, walaupun ada beberapa kisah yang agak agak absurd😅 Favoritku Ladybug Lady & Tungau dan Murid Pindahan. I love the chemistry between the main characters too☺
Ahn Eunyoung works as a school nurse. She can see ghosts and energies (which looked like jellies). Some of the energies are like evil spirits so she had to fight them using her BB gun and colorful plastic sword. On her journey in taking care of the school, Eunyoung was accompanied with Inpyo, a classic literature teacher which also happens to be the late headmaster's grandson.
Reading this book was such a fun experience because I also watch the Netflix series (The School Nurse Files) at the same time. I read one or two chapters of the book, then proceed to watch an episode. I always love to see how books are adapted to the screen!
This book is a collection of short stories while the story in the series are connected throughout each episodes. As typical book-to-screen, some stories are cut and didn't make it into the screen. I totally can see why because some chapters weren't focused on the school.
Ahn Eunyoung is such a loveable character. Even though some part of the story disgusted me (you know, the jellies and stuff), it was really fun. I'm so happy for the ending! *yeay*
fyi: I read this book in Bahasa Indonesia but write this all in English... I'm really sorry if there's any wrong wordings!
Biasanya membaca cerita hantu atau horor memberikan efek ngeri dan bergidik bagi pembacanya. Di mana hantu atau unsur supranatural yang ada di dalamnya selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang menakutkan. Namun, berbeda halnya dengan "School Nurse Ahn Eunyong" yang lebih menyuguhkan sensasi geli dan konyol saat membacanya. Chung Serang membangun ceritanya dengan aspek yang nyeleneh dan bebas. Tidak ada unsur-unsur gaib yang biasanya muncul di novel horor. Alih-alih horor buku ini justru lebih mengeksplor sisi fantasi yang menyenangkan. Nuansa "menyenangkan" tersebut sudah tampak dalam cover bukunya. Ilustrasi karya Bella Ansori ini terlihat sangat cerah dan ceria. Mungkin kebanyakan pembaca tidak akan menyangka jika ternyata School Nurse Ahn Eunyong merupakan sebuah buku horor. Kombinasi potongan gambar wanita yang sedang berjalan dengan gumpalan-gumpalan makhluk lucu mirip jelly ini terlihat menggemaskan. Apalagi latar warna hijau toska semakin menguatkan keseruan dari buku ini.
School Nurse Ahn Eunyong mengemas ceritanya dalam bentuk cerpen alih-alih novel. Terdapat sepuluh cerita pendek yang mengisahkan pengalaman Ahn Eunyong yang memiliki kemampuan melihat "makhluk-makhluk" tak kasat mata. Setiap cerita pendek mungkin tidak semuanya saling berhubungan satu sama lain. Namun, Chung Serang masih dapat menunjukan korelasi dari setiap cerpen yang ada. Intinya buku ini bercerita tentang Ahn Eunyong yang bekerja sebagai perawat sekolah. Eunyong memiliki kemampuan untuk melihat makhluk-makhluk astral. Uniknya kebanyakan makhluk astral ini berbentuk jelly yang disebut gumpalan ero-ero. Gumpalan ero-ero ini biasanya merupakan ektoplasma yang tertinggal dari orang yang sudah meninggal maupun masih hidup. Eunyong sendiri memiliki cara khusus untuk menangani gumpalan ero-ero ini, yaitu dengan cara ditebas menggunakan pedang plastik warna-warni dan ditembak dengan pistol BB. Selain menjadi perawat di sekolah M, Eunyong pun turut membasmi roh jahat yang ada di sekolah tersebut.
Selain Eunyong terdapat pula tokoh Hong Inpyo yang merupakan guru di sekolah M. Inpyo sendiri merupakan cucu dari pendiri sekolah M. Maka tidak heran jika Inpyo menjadi sosok yang disegani di sekolah tersebut. Inpyo merupakan partner Eunyong untuk berbagi energi. Inpyo memiliki selubung energi yang dapat membantu Eunyong dalam membasmi gumpala. ero-ero. Bisa dibilang selain berfokus pada pengalaman Eunyong sebagai pembasmi roh jahat, hubungan Eunyong dan Inpyo pun menjadi bumbu tambahan di beberapa cerita pendek yang ada. Rata-rata cerita pendek yang ditulis Chung Serang sendiri bagi saya cukup absurd dan liar. Tidak ada sesuatu yang pasti di dalam setiap cerita pendeknya yang membuat pembaca mungkin sedikit bertanya-tanya; "Sebenarnya mau dibawa ke mana sih inti buku ini?". Akan tetapi walaupun kebanyakan ceritanya absurd dan nyeleneh Chung Serang berhasil membawakannya dengan gaya bercerita yang menyenangkan. Pembaca tidak akan dibawa bertele-tele karena Chung Serang selalu to the point dalam setiap cerpennya.
Salah satu cerpen favorit saya dalam School Nurse Ahn Eunyong adalah Kim Kangseon di Bawah Lampu Jalan. Cerita pendek yang satu ini menceritakan tentang Kim Kangseon teman sebangku Eunyong saat masih SMP. Kangseon secara tiba-tiba hadir dalam bentuk roh halus di depan Eunyong. Eunyong sendiri tidak begitu kaget dan tahu jika Kangseon telah meninggal dunia. Alih-alih bingung dan takut Eunyong malah mengajak Kangseon masuk ke rumahnya. Di sana Eunyong dan Kangseon malah asyik mengobrol. Eunyong sendiri tidak berani bertanya langsung pada Kangseon mengapa ia bisa meninggal dunia. Dalam cerita ini ada bagian yang sedikit menceritakan awal dari mengapa Eunyong dapat membasmi gumpalan ero-ero hanya dengan pedang plastik warna-warni dan pistol BB. Walaupun hanya dijelaskan sedikit dan tetap terasa absurd serta konyol, tapi entah mengapa rasanya sah-sah saja mengingat gaya bercerita Chung Serang yang memang begini adanya.
Secara keseluruhan School Nurse Ahn Eunyong merupakan novel horor yang walaupun tidak bikin bulu kuduk merinding, tapi tetap bisa menghibur lewat pengalaman Eunyong yang terasa absurd dan konyol. Namun jangan salah kira, meskipun absurd dan konyol justru di situlah letak kekuatan dari buku ini. Unsur-unsur ala drama Korea pun masih bisa dapat kita rasakan lewat interaksi Eunyong dan Inpyo. Bagi saya buku ini merupakan sebuah selingan yang terasa unik dan menarik. Pembaca tidak akan diberikan alur cerita yang tegas dan pasti, tapi hanya berupa pengalaman Eunyong yang terasa aneh dan menghibur. Di awal-awal mungkin kita tidak akan terbiasa dengan gaya bercerita Chung Serang. Akan tetapi setelah masuk cerita ke tiga atau empat kita akan langsung terhipnotis dengan gaya berceritanya tersebut. Hasil terjemahannya sendiri sangat enak dan mudah dibaca. Pembaca akan dibuat ketagihan dan akan terus membuka setiap lembar halamannya. Dalam sekali duduk buku ini bisa langsung dituntaskan. Dan jangan lupa setelah baca bukunya kalian bisa nonton tv series-nya di Netflix.
I had a fun time while reading it. It's lively and warm. It is made up of an unique material, extraordinary imaginations and a sense of humor. The protagonist is a female school health teacher, and she fights with spiritual beings. How wonderful!! There's nothing like this of what I read before. This is a fantastic fairy tale or creative hero work. Not a dynamic action film, but a series of interesting stories that unrolls fertilely.
School Nurse Ahn Eunyoung – 4/5 #sofiawritesreview
Untuk seorang murid masa di sekolah mungkin memang hanya satu fase dalam kehidupan untuk dilalui dengan tawa dan airmata. Namun untuk seorang guru dan peran-peran lain di dalam sekolah, sekolah adalah bagian yang melekat pada diri mereka. Beda orang beda pula pengalaman yang dirasakan. Mari coba kita ingat adakah momen ajaib yang terjadi dulu. Sudah begitu lama, ya? Atau kangen sekolah tatap muka seperti sebelum pandemi? Itu bisa dimaklumi. Memang tidak ada yang mengalahkan betapa seru sekaligus menguji mental hari-hari sekolah tatap muka.
Membaca novel ini justru membangkitkan kerinduan pada suasana kelas tatap muka, murid-murid yang rajin dan bandel atau berisik dan pendiam, suasana parkiran sepi pagi hari, kantin yang penuh di jam istirahat sampai padatnya kesibukan di meja guru. Enggak hanya sampai di situ, Chung Serang menghadirkan sosok perawat sekolah yang benar-benar ajaib. Tugasnya tidak hanya memberi obat atau menjaga murid yang sakit, tapi mengusir jelly energi buruk dari dimensi lain. Setiap kali beraksi pedang dan pistol mainan yang menyala ada di tangannya. Kadang dia harus berhadapan dengan situasi konyol yang terjadi pada murid dan guru. Tapi, dia juga bisa berhadapan dengan ancaman besar dari dunia gaib yang membahayakan seluruh sekolah. Untuk itulah, Ahn Eunyoung butuh pasokan energi besar dan itulah alasan kenapa dia selalu berada di dekat guru Hong Inpyo. Laki-laki itu adalah baterai berjalan yang dibutuhkan Eunyoung untuk mengalahkan jelly-jelly pengganggu kehidupan manusia.
Betapa berat tugas menjadi perawat sekolah yang merangkap peran sebagai pengusir setan. Sepanjang kisah diwarnai kelakar lucu antara Eunyoung dan Inpyo yang memiliki hubungan unik. Belum lagi insiden-insiden yang melibatkan aksi Eunyong melawan ancaman gaib. Kira-kira apa yang dilakukan Eunyoung dan Inpyo sementara sekolah online, ya?
Buku ini terbagi menjadi beberapa bab. Setiap bab membahas kasus yang berbeda. Semuanya seru. Walaupun semuanya membahas tentang kasus yang berbeda namun di akhir ada kesimpulan bagaimana kisah Eunyoung dan Inpyo di sekolah M. Kalau di permainan PS istilahnya mereka tuh ketemu dengan 'Raja'nya di bab terakhir.
Terjemahannya bagus. Bacanya tidak membingungkan. Alur ceritanya mengalir lancar kayak air dari kran. Ada beberapa istilah aneh, tapi ada penjelasannya. Jadi tidak membuat bingung.
Eunyoung digambarkan sebagai tokoh yang sederhana, cuek, asal-asalan. Sedangkan Inpyo digambarkan sebagai tokoh yang tegas, agak sok tahu, namun sebenarnya perhatian. Lucu banget membayang kedua tokoh ini nanti di film bagaimana. Di buku ini mereka digambarkan sering bertengkar. Namun mereka sangat kompak dalam bekerja sama. Inpyo adalah sosok yang mempunyai cacat pada kakinya. Eunyoung adalah orang biasa namun punya kekuatan luar biasa. Mereka bersama membantu murid-murid sekaligus menjaga sekolah tempat mereka bekerja. Sungguh luar biasa! Jadi nggak sabar pengen cepat-cepat nonton filmnya.
Ceritanya mengingatkanku dengan Nube Guru Ahli Roh Vol.1: Serangga Tsukumo No Ashi tapi ini versi perawat sekolah kalau Guru Nube itu guru olahraga kan ya.. Perawat sekolah Eunhyoung kerjaannya membasmi jeli-jeli tidak kasat mata yang suka menganggu murid di sekolah.
Buku ini isinya terdiri dari 10 cerita pendek yang diwarnai dengan tokoh utamanya perawat Eunhyoung dan guru sastra klasik InPyo. Drama Koreanya akan segera tayang di Netflix tanggal 25 September 2020 makanya aku lekas membaca bukunya terlebih dahulu sebelum menonton filmnya LOL
Terimakasih Gramedia Digital Premium atas Peminjaman Bukunya!
It's fun journey reading this book 😆😆😆 Ada 10 kisah yang tiap cerita beda kasus dan tokohnya. Suka banget sama hubungan unik antara Eunyoung dan Inpyo. 🥺🥺, Never expected menangkap energi jahat bisa jadi ideal kencan yang seru.
Meski pada dasarnya buku ini bercerita tentang pengalaman-pengalaman aneh Ahn Eunyoung dan Hong Inpyo, kisah-kisah di dalamnya bisa dibilang lebih mirip cerpen. Di setiap bab, misteri yang harus dikuak Eunyoung dan Inpyo berbeda-beda meski memang ada beberapa tokoh yang kemunculannya terhitung lebih dari sekali. Dengan jangka waktu tahunan, pace buku ini memang tergolong cepat, tapi saya betul-betul menikmati 'kekonyolan' narasinya, apalagi kalau Eunyoung lagi mendumel sendiri atau sedang beraksi. Saya kadang sampai ngakak sendiri, gak tau juga kenapa hahaha.
Walaupun begitu, di bab-bab awal, saya memang agak sedikit bingung dengan potongan ceritanya yang pendek-pendek dan pergantian sudut pandang yang tergolong cepat. Saya bahkan sempat khilaf dan menduga kalau buku ini bakal jadi buku yang seram loh. Tapi begitu saya mulai terbiasa dengan writing stylenya yang lugas dan to the point, saya pun pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa buku ini memang fun, cocok untuk buku seru-seruan dengan sedikit sentuhan fantasi yang bikin nagih. Jujur aja, sepuluh kisah pada akhirnya terasa kurang. Saya gemes banget sama Eunyoung dan Inpyo ini.
Karakter yang menonjol di buku ini memang hanya Eunyoung dan Inpyo, tapi meski ceritanya hanya berkutat di sekitar mereka, baca buku ini sama sekali gak bikin bosan. Bahasa terjemahannya pun rapi dan mengalir banget, tahu-tahu saya sudah sampai ke endingnya aja. Meski sedikit disayangkan, ada beberapa akhir kisah yang gantung dan bikin penasaran. Tapi overall, saya menikmati segala keabsurdan buku ini yang bikin saya mesem-mesem sendiri hehe.
Sebagai seorang penikmat fantasi, saya gak menyangka kalau genre tersebut cocok banget untuk digabungkan dengan unsur komedi. Saya gak ngerti apa saya yang terlalu receh, tapi buku yang nyeleneh ini memang cocok sama selera saya. Kalau kamu tertarik untuk baca kisah-kisah pendek tentang pemburu roh jahat di sekolah, buku ini boleh banget dicoba.
Menceritakan Ahn Eunyoung, perawat yang merangkap sebagai pemusnah roh jahat di sekolah swasta M. Karakternya diceritakan unik sekali. Selalu menggunakan sepatu sol tebal dengan pedang mainan dan pistol BB warna-warni sebagai senjata menghadapi roh-roh jahat. (Kusarankan untuk nonton netflix nya biar dapat gambaran pedang dan pistol mainan Ahn Eunyoung yg super cute itu)
Roh jahatnya juga alih-alih seram malah lucu parah. Namanya : jelly ero-ero 🙈🙈✨
Dalam menjalankan misinya memburu roh jahat, Ahn Eunyoung ditemani oleh Hong Inpyo, guru sastra klasik yang juga merupakan cucu (pewaris) dari pendiri sekolah swasta M itu. Aku suka hubungan romansa di antara mereka. Gak lebay, tetap cute, saling butuh tapi gengsiiii 😄
Ahn Eunyoung : "Sering-sering berkencan saja, sana!" Hong Inpyo : "Kau yang tidak mau berkencan dengan ku!"
HAHAHA GEMEZZZ BGTT KAAANNN❤️✨
Selain dua tokoh utama ini, aku juga suka sama semua tokoh yang adaaaa. Semuanya unik, punya ciri khas masing2, dan lucu semua. Ada-ada saja tingkahnya.
Buku ini lumayan tipis, 276 halaman saja. Terdiri atas beberapa bab, kesukaanku adalah Aku Mencintaimu, Jellyfish; Si Lucky dan si Kacau, ini lucu bangetttt yaampun😂😂; Guru Bebek Han Areum, kalau yg ini heart-warming seneng liat anak2 SMA bisa secinta itu sama bebekkk❤️❤️✨; Tungau dan Murid Pindahan, kalau yg ini bikin bersyukur krn dilahirkan sebagai manusia😄😄
Narasinya jenaka, ngalir, luwes, jadi bikin mau baca terusss!! Ide ceritanya unik, walau absurd, tapi menyegarkan!! 276 halaman ini rasanya gak cukuppppp😭 Masih mau lanjut baca tapi critanya udah selesai tuh gimana ya😂🙈
Semoga makin banyak buku2 Chung Serang yang diterjemahin lagi.
I can see myself reread this book in the futureee✨✨
[Submitted Book Report for Korean Literature Review Contest]
Reading School Nurse Ahn Eun-young was an experience of fun (horror-fun to be exact), as the author herself, Chung Serang said that it’s her favorite out of 10 novels she wrote and the most she feel connected to the story to. On the biography behind the book, she said that when she wrote the book to have fun. I think the readers including me also were having fun digging through the whole book.
As a reader, specifically an Indonesian reader who read this Korean novel, I feel like there are many connection that us Indonesian can relate to the stories. For instance, the concept of energy in every human’s soul. On the book, Ahn Eun-young works as a nurse on a cursed school. She can see ghosts, monsters, and residue of human energy in various form of jellies. By metaphor, jellies can be a human desire. Ahn Eun-young always brings her BB gun and colorful plastic sword to fight the bad jellies and monsters to save the school and the students. Her power and the power from her “weapon” is limited, until one day she met In Pyo who can charge her energy to fight the jellies.
We Indonesians mostly believed that every person has a soul, because of our culture and also religion. Some of us also believed that every soul has different aura, a form color that defines our energy. There was actually a time in Indonesia when reading an aura of a person is a trend and people are interested to know what color their aura is (as far as I remembered, if you have a violet aura, it means you have the strongest soul, and scientifically speaking, probably the reason is because violet has the highest Hertz frequency on visible light spectrum). But I do believe that there are some people with higher energy level who can transfer the energy to others who needed it. I believe everyone knew some people in their life who, just being there with them make us spirited and full of energy.
The other interesting story is when students are stealing things belonging to other students from woman’s school. The things that they stole then became an amulet, as the energy absorbed from the spirit of learning can help the thief answering the exam questions better. This one is funny because in Indonesia we are also believe in amulets to help doing tests, especially on university exam or on a test selection to become civil servant. There are various kind of amulet, such as a paper with Arabic writings, a piece of white fabrics, etc. We Indonesian also think that these kind of amulet can help people choosing the right answers for the test. This issue has been happening from year to year, until it makes the exam supervisor has an added job to screen the student first before come into the examination room, a body screening like they did in airport, making sure that there is no amulet brought to the test. Although usually the Indonesian amulet isn’t a stolen object from the smart & diligent students, many people think that bringing it during the test time can improve their test results.
Throughout reading the story, I realize that the pressure of being a final year student in Indonesia and in Korea is somehow similar. We would do all things to get to university, make our parents proud and not disappoint them. I remember how I and my friends were studying so hard to pass the university exam, and there was like no life except for studying until night and sleeping in between. Probably the fear of not passing the test made us do anything, including bringing our own amulet in a hope of getting some help from it.
In one interview about the book, I heard that Chung Serang hoped the readers can enjoy the universal emotion in the novel and the so-called Korean sense of humor. I can feel it when reading the 5th story, the Han Areum story with ducks. Beside reading the book, I also watched the K-drama adapting story from the book. On the drama, there are no backstory of why sometimes there are some ducks wandering around the school. After reading the book, eventually the ducks have their own interesting story. I tried searching for what ducks mean for Korean people, and found out that ducks can represent peace, fidelity, and family. Ducks stays monogamous, and stay together until death, so a wood carving ducks is important in Korean traditional wedding. On the book, the ducks keep coming back to the school, even after Han Areum tried to bring them back to the duck farm, it came back again to the school. I think the ducks also have some small amounts of energy (a peace, happy energy) to balance the dark energy contained below the surface of the school. How the author tell the stories in a fun way is what I like from this story.
Another memorable story is the story of Kim Kang Seon, a childhood friend of Eun-young who came again to visit her after years, as a ghost. Eun-young realizes that he is already dead the first time they met, but she didn’t directly ask what happened to him. She was just being there being a good friend to Kang Seon.
In Indonesia (mostly because of our religion too), we believe that when someone dies, his soul will leave the body and still be around us for 40 days. This soul is not yet leaving the world, but also not yet transfer to the hereafter. That’s why in Indonesia it is very common to have your family and colleagues gathered in day 3, day 7, and day 40 after the day of death to send prayers for the deceased to be able to leave this world to the hereafter peacefully. So for an Indonesian reader, the story is very reasonable.
Kim Kang Seon in the story probably only need someone to see him, and after that he can go to the hereafter with a peace in mind knowing there is someone who remember him as he is. Because that is also what happened when people make a praying ceremony here after 40 days someone died, that is to remember and to wish the soul finding the best way to the hereafter.
I also like the subtle romance built between Ahn Eun-young and In Pyo. From the first story, they needed each other to live the weird life in the school, to fight for some monsters, and to help each other when some difficulty appears. The school nurse having her energy charged by holding hands with In Pyo is cute. As an introverted person, I myself believe that every human has his/her own energy and different way to manage it. For my case, after interacting with many people, my energy is drained and somehow I need to “charge” it by being alone with myself doing things that I like, or just being together with someone that I am calm with. I imagined when the school nurse holding the Chinese character teacher, her energy is fulfilled again after it drains for fighting the jellies. Having someone near us who didn’t empty our energy and fill it instead is truly a blessing. Also, In Pyo being okay with the weirdness of Eun-young, as he can’t see jellies but just let her doing her things with the BB gun and plastic swords is heart-warming.
There is also a part of story that tells Ahn Eun-young is going to a fortune-teller, then being told to be careful of a threat coming from a woman who is close to her soulmate. In-Pyo’s mother was trying to be a matchmaker for him, and one day the woman turns out to be In-Pyo’s childhood friend. Reading how intense In-Pyo’s mother wishing him to get married also reminds me of the pressure to get married in my country. The difference is just if in Korea people are expected to get married in age 30’s, here in Indonesia (especially if you’re a woman), you are very expected to get married in early 20’s. After the age 20, your parents are starting to be a matchmaker without being asked.
Overall, reading this book is a happy journey, while in the mean time I also think about the stories to solve many metaphors used. It was fun and heartwarming. There are many big issues happening in the book universe, like bullying people with different sexual orientation, how industries care less about live and decides to run an old equipment despite it wasn’t safe at all, the fact that a broken heart can be a big problem for a teenager. These issues seem big but the writer decided to write in a fun way, until the horror part doesn’t feel so scary anymore. I read the Indonesian translated version, I think the translator did a success translating it so for me the book was a page-turner.
“You’re bound to lose at some point anyway. How could kind people beat bad people all the time? But never mind because losing is part of being kind. It’s okay to lose. If you come to a dead end, then let’s run away.”
Sejak di awal saya agak heran dgn cerita di novel ini. Pada dasarnya saya memang kurang suka cerita horror dan unsur-unsur paranormal yg terlibat. Sptnya otak saya gak match dgn yg beginian.
Heroine di buku ini adalah Ahn Eunyoung, perawat sekolah yg mengurus anak-anak SMA M yg kecelakaan entah disengaja maupun bener-bener gak disengaja. Sepertinya SMA M ini banyak roh halus yg bertebaran, hingga Eunyoung pun punya sifat dan kebiasaan aneh, membawa-bawa pistol BB dan pedang plastik warna-warni yg kadang bermanfaat juga sih utk menghadapi yg kesurupan. Nah disini fungsi tugas Eunyoung jadi unik (aneh juga di otak saya) dia ini ghost slayer atau nurse, atau keduanya?
Eunyoung dipasangkan dgn Hong Inpyo, guru Sastra Klasik di SMA M sekaligus cucu kesayangan almarhum pendiri sekolah, yg memiliki sifat agak bertolak belakang dgn Eunyoung. Saya gak mudeng dgn plot ceritanya ini, kalau dibilang romance koq ya gak juga.
Btw nah ini plot demi plot cerita, tiap episode sptnya semuanya terpisah-pisah dan kurang menyatu. Saya juga gak ngerti kenapa endingnya tiba-tiba ada yg muncul? Kenapa Eunyoung jadi spt Cat Crawfield di Night Huntress series nya Jeaniene Frost sih?
Walau ada beberapa cerita yg agak lucu dan nyeleneh menurut saya, saya kurang menikmati keseluruhan ceritanya. Maafkan otak saya yg lebih menggunakan sensing ketimbang intuition.
작가의 말대로 정말 쾌감을 주는 소설이었다. 도입부터 발랄한 설정을 소개해줘서 끝까지 웃으면서, 귀여워 하면서 읽었다. 주말에 머리 비우기 위해 보는 코미디 쇼처럼. 실제로도 넷플릭스 쇼로 개봉한다 해서 그런 지 머릿 속으로 장면을 잘 상상하면서 봤다. 얼마나 비슷할 지, 다를 지. 읽히는 느낌으로는 정세랑 작가도 힘을 빼고 쭈욱 써 나갔을 것 같은데 (정말일 지는 모르겠지만) 어떻게 이런 이야기들을 구상했을 지 신기하다.
Kalau saja aku ga pernah menonton trailer dari drama yang diadaptasi dari buku ini, dan kalau saja aku tahu kalau buku ini disajikan seperti kumpulan cerpen, pasti aku ga bakal kecewa seperti ini.
Serius, aku penasaran gara-gara tampilan yang digambarkan dalam drama: petualangan yang seru, dimana pedang warna-warni dan pistol BB akan sering digunakan, dan masalah yang menarik di setiap ceritanya. Apalagi di cerita pertama langsung disajikan konflik yang besar, wah semakin membuatku senang.
Eh ternyata aku salah.
Oke, memang suasana yang digambarkan di setiap cerita sangat bervariasi sehingga pembaca tidak bosan jika disajikan pertarungan melulu, tapi setelah cerita pertama HAMPIR TIDAK ADA yang bisa menyamai ukuran konflik yang ditunjukkan kisah pertama. Yah, aku kecewa.
Eh tunggu, cerita terakhir juga masalahnya besar tapi penyelesaiannya gak seribet yang pertama, yah kecewa aku.
Aku masih memaklumi cerita yang masih ada hubungannya dengan kemampuan khusus Eunyoung dalam melihat jeli, tapi ada juga cerita yang minim, bahkan ga ada jeli-nya sama sekali, dan aku ga suka, (sekali lagi) ga sesuai ekspektasi 😔
Aku mendengar kalau ada orang yang bilang buku ini sebenarnya mengandung komedi romantis, tapi aku tidak merasakannya, cuma secuil, itupun hanya di akhir. Hmm.
Apa lagi hal yang aku kurang suka? Ah iya, gaya tulis. Iya, gaya tulis, bukan terjemahannya. Penulis kadang menyisipkan hal yang agak OOT (baca: kurang nyambung) sehingga aku bingung (ada di cerita terakhir - ah, sepertinya ini diverse yang terkesan ditempel asal?). Bahkan kadang aku menemukan kalimat sumbang.
Mungkin memang buku ini bukan seleraku, bukan untukku. Tapi kalau kalian penasaran ya silakan dibaca, hehe.
3.5 ⭐⭐⭐ #reviewSchoolNurse : Ahn Eunyoung _ Gimana sih rasanya menjalani kehidupan yg melelahkan di sebuah sekolah tua yg sepertinya di bangun di atas jalan menuju alam baka? 🎋🙃
Menarik ya premisnya? 👌 Sebagaimana tujuan Chung Serang menulis cerita ini yaitu bersenang-senang, #SchoolNurse Ahn Eunyoung memang kategori fun read menurutku, karena sepanjang baca novel ini, tak jarang bikin ngikik sendiri.. dialog² dan tingkah karakternya terkesan konyol dan stupid gitu.. 😹👌
Terbagi 10 cerita berbeda yg sebagiannya berhubungan dg roh roh jahat yg menyebabkan kekacauan/ nasib buruk seseorang, utamanya mereka yg berada di SMA M dan membuat Ahn Eunyoung, perawat sekolah spesialisasi pemusnah roh roh jahat sibuk dan lelah dan jadinya sering mengabaikan kehidupan pribadinya sendiri. Tapi untungnya ada ending yg bagus untuknya.. aku memang suka sih sama sepasang itu meski kemistrinya samar banget, menurutku.. 🤭🤭
Krn mmg buku ini kategori agak nyleneh/ absurd makanya gambaran roh roh disini juga nggak seperti pd umumnya yang seram dan kalau muncul diiringi suasana yg horor gitu. Di sini malah bentuknya unik-unik dg fakta menarik juga soal roh roh tersebut. Bahkan, aksi pemusnahan roh roh itu juga terbilang nyleneh.. jd tdk heran kalau Eunyoung terkesan perawat yg aneh.. 🤭😂
Yg plg berkesan, cerita ttg Kangseon.. teman Eunyoung di masa lalu yg datang² dlm keaadaan sdh berwujud roh untuk membuat kesal Eunyoung sebentar dan berpamitan kemudian... 🤧 Juga kisah Hyemin yg sdh dilahirkan kembali lebih dr 40 kali krn harus menjalani sebuah sistem dan bermimpi ingin menjadi manusia
3.5 ⭐ rekomended buat yang ingin bacaan ringan, menyenangkan dan nyeleneh.. 👌
Next, terima kasih @ruthpriscilia @fiksigpu @bukugpu yg sdh mengirimkan buku ini untuk kubaca.. 😁💕✨
Dari kecil Ahn Eunyoung mampu melihat jelly dan hal-hal tak kasat mata. Saat dewasa dan menjadi perawat, dia juga punya kerjaan sampingan menjadi pemburu jelly ini dengan bersenjatakan pedang dan pistol mainan yang diisi ulang dengan inner energy dari tubuhnya. Jelly ini terbentuk bukan hanya dari orang mati dan monster tapi juga dari ektoplasma partikel-partikel asing yang dihasilkan orang yang masih hidup. Contohnya seperti khayalan porno remaja di sekolah. Inpyo (guru sastra klasik) adalah generasi ke-3 pemilik sekolah. Walaupun cacat tapi dia punya keanggunan klasik dan dihormati koleganya sesama guru. Walaupun dia merasa perawat Eunyoung sangat aneh dan tak terawat, tapi dia menerima dan percaya pada wanita ini. Apalagi ternyata dirinya punya aura perlindungan kuat yang terbentuk dari cinta kakeknya. Aura ini seperti baterai hidup yang bisa mengisi ulang daya energy Eunyoung untuk beraksi.
Novel pendek ini disajikan dalam format 10 cerpen dengan 2 karakter utama ini saat mereka memburu aneka kasus yang melibatkan para jelly ini. Ada juga kasus yang level paranormalnya lebih ringan dan kocak seperti kisah Sang Guru Bebek. Ada kasus yang melibatkan arah dan butuh bakat indigo Eunyoung. Cara berceritanya lugas dan lucu. Sayangnya ada beberapa bagian yang feel kocaknya hilang dalam proses penerjemahan.
Buku ini sama sekali tidak seram, unik, kocak dan penuh action. Buku ini juga bisa dibaca cepat sekali duduk. Aku berharap tambahan detail tentang lore para jelly ini. Kenapa harus dinasti dengan pedang dan senapan mainan. Kenapa Eunyoung harus dicharge untuk bisa terus bertempur menggunakan energinya. Kenapa dia punya kemampuan pemburu seperti ini. Aku juga butuh chemistry lebih antara kedua MC karena mereka menarik dan berpotensi. 3.5
School Nurse Ahn Eunyoung menceritakan seorang perawat sekolah yang tidak biasa karena memiliki kemampuan melihat hal-hal tak kasatmata. Sekilah terkesan sebagai kisah horor, bukan? Mungkin memang ada unsur horor yang terkandung di dalam buku ini, tapi ini adalah horor bergabung dengan fantasi yang unik. Aku mengatakannya karena yang dilihat Eunyoung bukanlah hantu, melainkan sebentuk ektoplasma atau gumpalan seperti jeli. Terdiri dari 10 cerita yang berbeda tetapi intinya adalah tentang bagaimana Ahn Eunyoung menolong orang atau makhluk lain terlepas dari hal buruk. Tentunya dibantu oleh Hong Inpyo, seorang guru Sastra Klasik di sekolah tersebut, yang senantiasa memberinya energi tambahan.
Buku yang cukup menarik untuk dibaca, terutama bagi penggemar fantasi. Ceritanya ringan dan mudah diikuti, walaupun aku harus berimajinasi cukup tinggi karena beberapa hal terasa baru bagiku.
Wah, i had a lot of fun reading this! I thought it's a book that has one plot but turns out it's a book with short stories about ghosts stuff that isn't scary at all. 😹😹 Buku ini gabungan fantasi dan horror yang beneran ga menakutkan, lebih ke gua yang agak jijik aja sama pendeskripsian jeli-jeli itu WKWKWK. 🥲💤 Gua paling suka sama bab yang guru biologi dan bebek ituuuuu LUCUNYAAAA. 🫂🫂🎀🌷🦆
Ternyata ini ada adaptasi filmnya! But, i won't watch it i guess, takutnya malah ga tahan liat jelinya EUGHHH WJAHHAHHAHANSNXKX.
Sebagai perawat sekolah, Ahn Eunyoung lebih sering membasmi hantu dengan pedang plastik dan pistol BB daripada mengobati orang. Tapi cerita tentang pembasmian hantu dengan pola konvensionalnya cuma sedikit.
Mulai cerita yang dia bikin simpul klasik di ketiak dua muridnya untuk mencegah kebocoran energi ceritanya jadi makin absurd dan tak terkendali xD