Rama berhenti melangkah. Wajahnya tetap panik kebingungan. Rama yang bisa mengendalikan diri bila menghadapi keadaan apa pun terkait dirinya ataupun urusan kerajaan negeri Ayodya atau kisut keadaan Pesanggrahan Dandaka sekalipun, ternyata tetap rapuh menghadapi kenyataan bahwa siang itu dia telah kehilangan istrinya entah kemana. Rama mulai sadar bahwa dia terlalu melihat sepele urusan kebersamaan dengan Sinta. Sorot mata Rama memperlihatkan bahwa dia kini melihat Sinta menjadi sebuah hal yang penting melebihi apa pun. Namun itu semua timbul justru saat Rama kehilangan istrinya.
Membaca, membuatnya tergerak untuk juga menuangkan ide, pikiran dan gagasannya dalam bentuk tulisan. Sejak tahun 1997 dia banyak menulis artikel yang lebih banyak bertema pemberdayaan diri terutama dalam lingkup diri dan keluarga. Sejak tahun 2006, Pitoyo mulai menulis buku yang mengangkat kembali falsafah dan nilai kearifan budaya Jawa yang tersalut dalam kisah-kisah Dunia Wayang.... profil selengkapnya
Tertarik dengan novel ini karena iklannya diisi dengan kutipan yang menarik. Langsung beli versi fisiknya buat koleksi.
Novel ini tidak hanya membahas tentang Rama dan Sinta saja. Ceritanya di mulai dari bagian sangat awal tentang pertemuan orang tua Rama. Kemudian berlanjut ke perebutan tahta yang membuat Rama bertemu Sinta.
Novel ini lebih memuat tentang kisah pengembaraan para tokoh dibanding kisah cinta. Mungkin bagi pembaca yang menginginkan adegan romantis akan kecewa. Tidak ada adegan romantis dalam novel ini.
Novel ini tidak mengambil sudut pandang kisah romantis Rama dan Sinta. Bahkan dalam novel ini Rama tidak terlihat mencintai Sinta. Meski penulis menuliskan Rama dan Sinta saling mencintai, tidak ada chemistri di antara mereka. Penulis juga tidak membuat adegan yang memberi bukti cinta Rama kepada Sinta. Perbuatan Rama kepada Sinta lebih mengarah pada tanggung jawab dan kewajiban semata daripada romantisme.
Mengesampingkan romansa yang tidak terasa, novel ini mengemukakan kisah petualangan yang apik dari berbagai tokohnya. Ada beberapa bagian yang dibuat tetap menjadi misteri, sehingga memantik rasa penasaran pembaca untuk menjelajah sejarah di luar yang tertulis di novel.
Saya suka penulisan bagaimana kehidupan di zaman kerajaan Nusantara, penjelasan kesaktian unik khas Nusantara, dan berbagai tokoh legenda maupun sejarah dalam novel ini. Sayangnya, banyak istilah asing bagi pembaca awam yang tidak dijelaskan. Tidak ada juga catatan kecil di bagian bawah yang membuat pembaca mungkin akan kebingungan dan harus mencari tahu sendiri arti kata yang sulit.
Novel ini memiliki tingkat kesulitan sedang. Sediakan waktu luang khusus untuk membaca agar bisa mencerna isi bacaan dengan lebih baik. Cocok dibaca untuk yang suka sejarah dan tidak terlalu suka adegan percintaan.
Iseng beli buku ini di BBW karena penasaran sama kisahnya. Aku sering denger nama tokoh Rama dan Sinta tapi belum pernah tau cerita mereka. Setelah baca buku ini aku lumayan terheran karena tadinya ku kira kisah antara Rama dan Sinta itu penuh romansa yang hangat, eh ternyata malah sebaliknya.
But after i did some research, aku nemu bbrp detail cerita Rama dan Sinta yang beda antara di internet sama di buku. Jadi bikin lumayan tertarik buat ngulik lagi sih.. Dan buku ini juga jadi bikin aku penasaran sama kisah dunia wayang lainnya dan pengen nonton wayang 😂😂.
For me, buku ini ngasih pendalaman tokoh yang cukup untuk ngebikin aku kebayang karakter dan watak mereka. Buku ini ngelibatin banyak tokoh dengan berbagai watak dan pola perilaku yang dari situ bisa kita ambil banyak banget pelajaran hidup.
Luar biasa! Pengembaraan dan pelajaran hidup eksis di setiap ceritanya Jika selama ini sebagian orang hanya mengenal romansa Rama dan Sinta Mereka perlu membaca ini, bahwa jauh sebelum kehadiran Rama dan Sinta, banyak romansa di setiap kehidupan yang membentuk kehadiran mereka Romansa kehidupan yang penuh lika, liku, dan luka!
ini buku Pitoyo Amrih kedua yg aku baca di rak perpustakaan. Dan aku kembali terhanyut dengan cara bercerita dan kisah Rama dan Sinta di buku ini. Worth to read and can't wait to read another books from Pitoyo Amrih.
Pengkisahan Rama dan Sinta yang detailnya cukup berbeda dengan yang selama ini saya ketahui. Cerita yang kolossal, pacenya nyaman untuk diikuti, walaupun ada beberapa kalimat yang terasa berulang, poin tetap tersampaikan. What an experience!
Rama is his father son, no doubt. Rama is good as a king but as the head of his own family he’s not. I just don’t really like how it was written because i think it’s not detailed enough and the writing goes round and round.