Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret 1966 masih diselubungi kontroversi mengenai proses mendapatkan surat itu, interpretasi perintah dalam surat itu, dan naskah surat itu sendiri.
Proses pembuatan Supersemar diyakini dengan paksaan karena sebelum tiga jenderal, terlebih dahulu dikirim dua pengusaha untuk membujuk Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto. Artinya, ada upaya aktif untuk meminta Soekarno menyerahkan kewenangannya kepada Soeharto.