Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sejarah Syiah di Nusantara

Rate this book
SESUDAH saya menulis beberapa kitab mengenai Mazhab Syi'ah, terutama Syi'ah Isna Asyar Imamiyah atau Mazhab Ahlil Ba'it, dan tersebar tidak saja di seluruh Indonesia, tetapi juga di luar negeri, misalnya di Malaysia, banyak orang bertanya kepada saya, kapan aliran Syi'ah itu masuk ke Indonesia.

Kitab-kitab dalam Bahasa Belanda, di antaranya, "De Leering van Walisongo" menjelaskan hal itu. Demikian juga kitab-kitab yang ditulis Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje, Prof. Dr. Pangeran Aria Hussain Djajadiningrat, B. J. O. Schrieke, dan lain-lain menyebutkan, bahwa orang-orang Islam yang mula-mula masuk ke Indonesia itu adalah orang-orang Syi'ah, yang kemudian menjadi raja-raja di Nusantara. Keterangan yang lebih lanjut dapat juga dibaca dalam kitab-kitab penerbitan gerakan Ba Alawi, yang secara detail mencatat keturunan Ali bin Abi Thalib di Indonesia.

Maka saya catatlah beberapa hal tentang kedatangan orang-orang Syi'ah itu ke Indonesia, mula-mula atas permintaan bahagian kebudayaan dari Pemerintah Malaysia, kemudian saya terbitkan di sini sebagai risalah ini, untuk dibaca oleh bangsa Indonesia sendiri.

ABOEBAKAR ATJEH yang dilahirkan di Kutaraja pada 28 April 1909, merupakan ilmuan "otodidak". Berkat kegigihannya, ia berhasil menjadi salah seorang intelektual Islam yang produktif pada masanya. Pada 30 Januari 1967, ia memperoleh Doctor Honoris Causa dari Universitas Islam Djakarta dan diangkat sebagai Guru Besar pada berbagai universitas di Indonesia. Ia menguasai beberapa bahasa asing, seperti bahasa Arab, Belanda, Jepang, Perancis, Jerman, dan Inggris. Karya-karyanya yang termasyhur di antaranya: Sejarah Al-Quran, Sejarah Ka'bah, Perjuangan Wanita Islam, Kemerdekaan Beragama, Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf, Pengantar Ilmu Tarekat, Syi'ah: Rasionalisme dalam Islam, Pendidikan Sufi, Wasiat Ibn Arabi, Ilmu Fiqih Islam dalam Lima Mazhab, dan lain-lain.

132 pages, Paperback

First published April 1, 2018

2 people are currently reading
5 people want to read

About the author

H. Aboebakar Atjeh

2 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (40%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
2 (40%)
1 star
1 (20%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for ukuklele.
465 reviews21 followers
February 16, 2020
Buku ini seperti menyiratkan ajakan toleransi, dengan menunjukkan bahwa Syi'ah merupakan bagian dari Indonesia sejak lama dan karena itu hendaknya kita tidak memandangnya dengan sebelah mata. Mungkin mereka hampir rada persis dengan peranakan Cina yang juga sudah ratusan tahun berada di Indonesia, namun adakalanya masih mendapat perlakuan berbeda.

Kalau buat saya pribadi, setelah menamatkannya, buku ini tidak mengubah pandangan saya terhadap Syi'ah. Maksudnya, selain mendapat fakta baru bahwa Syi'ah merupakan cabang Islam (kalau boleh disebut begitu) yang pertama-tama masuk ke Indonesia (yang sebetulnya cukup dibaca dari sampul belakang), pandangan saya terhadap Syi'ah tidak pro dan tidak juga kontra. Lebih tepatnya, saya tidak berpengetahuan banyak tentang itu sehingga tidak bisa menentukan sikap.

Persinggungan saya dengan orang yang mengaku Syi'ah juga baru sekali, yang ternyata seseorang yang pernah dekat dengan saya dulu. Setelah belasan tahun, baru belakangan ia mengungkapkan kenyataan mengejutkan itu. Memang saya pernah baca di internet bahwa Syi'ah punya semacam kebijakan untuk menyembunyikan identitas keagamaan sebagai bentuk perlindungan supaya tidak ditindas oleh yang mainstream. Namun saya dengar dari beberapa orang bahwa alih-alih menyembunyikan, orang-orang Syi'ah malah gencar mendakwahkan keyakinan mereka. Karena fakta tersebut belum saya alami sendiri, selama saya tidak terusik dan belum mendapat lebih banyak pengetahuan tentang itu, saya tidak hendak bersikap memusuhi.

Memang gara-gara pengungkapan kenalan tersebut saya kemudian menjadi tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Syi'ah, sehingga di samping menelusuri di internet juga membeli buku ini dengan harga obral (: cuma Rp 23.000,-) di Liga Buku Bandung 2019. Tetapi rasa penasaran itu hanya di permukaan. Kalau harus belajar tentang keyakinan, saya masih lebih tertarik pada dan mementingkan cara beragama saya sendiri.

Dalam buku ini ada banyak typo, contohnya di halaman 43, 55, 64, dan 123. Yang sudah dijabarkan di halaman 17 (dari Dr. C. Snouck Hurgronye) dimunculkan lagi di halaman 113. (Sudah mah tipis, ada pengulangan lagi, duh!) Buku ini juga tidak mendetail, misalkan ketika disebutkan bahwa "banyak masalah-masalah sehari-hari yang dipecahkan menurut mashaf Syi'ah" tidak diterangkan contoh-contohnya.

Memang buku ini terlalu sederhana untuk dapat menjawab seluk-beluk tentang Syi'ah, penjelasan mengenai aliran-alirannya, perbedaannya dengan Sunni, dan sebagainya. Buku ini lebih seperti bibliografi dengan sumber-sumber arkais, yang mungkin cuma sejarawan tulen dengan spesifikasi tersebut yang berminat untuk menelusurinya. Karena buku ini bisa ditamatkan dalam dua jam saja, saya tidak merasa begitu rugi membacanya.
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.