Belajar filsafat menyerupai pengalaman wisatawan seperti itu. Perbedaannya, dengan belajar filsafat kita tidak berkenalan dengan kondisi alam lain atau dengan kebudayaan baru, tetapi kita memasuki dunia pikiran baru, dunia gagasan yang belum kita kenal. Dengan belajar filsafat kita memperluas wawasan kita, sehingga dapat berkenalan dengan banyak ide yang belum pernah kita pikirkan. Dalam cukup banyak program studi, khususnya di universitas—salah satu tujuan universitas adalah memperkenalkan orang muda dengan seluruh ilmu pengetahuan—, diberikan mata kuliah filsafat, justru supaya mahasiswa memperoleh pandangan lebih luas yang tidak sebatas bidang sempit yang sedang dipersiapkan sebagai profesinya kelak. Akan tetapi, di Indonesia belum kita lihat buku pegangan cukup komprehensif yang dapat mengantar mahasiswa masuk ke dalam topik-topik utama dari ilmu filsafat. Harapan para penulis bahwa buku Pengantar Filsafat ini sanggup mengisi lowongan tersebut. Singkatnya, buku ini dimaksudkan khusus sebagai buku teks bidang filsafat bagi mahasiswa non-filsafat, sedangkan mahasiswa filsafat—tetapi tidak ada banyak di Indonesia!—tidak membutuhkan pengantar macam ini, karena dalam program studinya akan diberikan kuliah serba lengkap tentang semua topik yang dibicarakan di sini. Di samping itu, barangkali ada juga pembaca umum yang berminat untuk buku ini karena ingin berkenalan dengan filsafat atau mau menyegarkan kembali pengetahuan tentang filsafat yang pernah diperoleh.
Prof. Dr. K. Bertens dilahirkan di kota Tilburg, Nederland, 1936. Ia mendalami filsafat dan teologi di sebuah perguruan tinggi di Nederland, lalu filsafat dan psikologi di Universitas Leuven, Belgia. Setelah mengajar selama dua tahun di Nederland, tahun 1968 ia memperoleh gelar "doktor filsafat" di Universitas Leuven, dengan disertai tentang Nicolas Malebranche, filsuf Prancis abad ke-17. Sejak tahun 1968 pula ia mengajar filsafat sitematis dan sejarah filsafat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejak tahun 1983 ia termasuk staf Pusat Pengembangan Etika, Universitas Atma Jaya, Jakarta, dan pernah menjabat sebagai direkturnya(1984-1995). Ia mengajar dan menekuni etika terapan, khususnya etika bisnis dan etika biomedis, serta meredasi "Seri Etika Biomedis". Ia membantu mendirikan "Himpunan Dosen Etika Seluruh Indonesia" (HIDESI) dan menjadi ketuanya yang pertama (1990-1997). Karya-karya ilmiahnya antara lain: Sejarah Filsafat Yunani, Yogyakarta, Kanisius, 1975; Ringkasan Sejarah Filsafat, Yogyakarta, Kanisius, 1976; Filsafat Barat Abad XX, Jilid I, Jakarta, Gramedia, 1987; Etika, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1994; Pengantar Bisnis Etika, Yogyakarta, Kanisius, 2000. Sedangkan karya terjemahannya antara lain: Sigmund Freud, Memperkenalkan Psikoanalisa, Jakarta, Gramedia. 1979; Sigmud Freud, Sekelumit Sejarah Psikoanalisa, Jakarta, Gramedia, 1983; Thomas Shannon, Pengantar Bioetika, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama 1995.
Buku yang sederhana untuk belajar filsafat, materinya tidak terlalu berat dan mudah dibaca. Mengulas tidak hanya filsafat tapi juga pentingnya pendidikan humaniora.
Setelah membaca buku ini beberapa bab, saya mencium aroma kristen, saya mengendus dari penggunaan kata "Allah" ketimbang "Tuhan" atau semacamnya. Tidak heran karena buku ini bagian dari publikasi UKI Atma Jaya. Saya berharap di edisi berikutnya buku ini, bisa lebih inklusif (tidak musti terlalu religius ataupun terlampau sekuler), yang agak sedikit menyimpang dari visi "menyediakan pengantar filsafat di Indonesia" yang saya temukan kata pengantar walaupun tidak besar bagi sebagian orang (seolah-olah filsafat milik agama tertentu).
Selain itu, buku ini menekankan humanisme dan etika. Ini tidak heran melihat latar belakang penulis yang sudah kawakan dalam penulisan di bidang tersebut. Tapi ada bagian yang saya kira agak kurang matang yakni Filsafat dan Agama, menurut saya bagian ini terlalu singkat sekali bahkan kalo boleh saya menyarankan dibuatkan buku terpisah saja dan diganti menjadi filsafat ketuhanan agar tidak kosong.
Saran saya, bila ingin belajar mengenal filsafat mulai dari novel Dunia Sophie. Apabila tidak tertarik dengan cerita-cerita dan ingin terjun ke pemaparan kasual, buku ini mungkin cocok. Bagi saya pribadi, buku ini lebih sebagai rujukan wawasan ketimbang pemantik untuk berpikir.