Andai dosa dapat terlihat, mungkin bumi dan langit telah penuh akan dosaku.Setiap petuah aku anggap angin lalu.Setiap AMANAH aku anggap tidak penting.Masih adakah jalan untuk meraih Cinta-Mu ?! Aku berharap setiap Air Mata yang jatuh perlahan membasahi tempatku Bersujud adalah bukti Cinta-Ku kepadamu Ya rabb. Bila engkau Mencintai-Nya Berharaplah Air Mata Yang Terjatuh Membasahi Pipimu adalah AIR MATA CINTA untuk Sang Pemilik Kehidupan Ini Allah SWT.
Buku Air Mata Cinta ini adalah serial novel Cinta Dalam Diam, sama seperti buku sebelumnya, dalam novel ini yang banyak mendominasi ialah dialognya dan alurnya juga cepat.
Sama halnya dengan Zahra, Citra juga berubah sangat cepat, yang tadinya tidak berhijab, setelah menikah dengan Danang, di ceramahin Danang, baca buku religi, langsung berubah drastis. Kemudian, saat Ibu danang mengatakan pada Danang bahwa Dinda adalah teman kecilnya dulu, Danang tidak tahu, ia sudah lupa kalau pernah ada teman yang bernama Dinda, walaupun pada akhirnya dia bisa mengingatnya juga. Tetapi pada saat Danang menjelaskan pada istrinya Citra bahwa mereka teman masa kecil, Danang malah mengatakan bahwa ia tidak benar-benar melupakan Citra, meski mereka berpisah sangat lama.
Dan juga alurnya sudah dapat di tebak, sebab konflik dan alurnya sebenarnya hampir sama dengan konflika yang ada di buku sebelumnya tentang Ali dan Zahra, kalau di sana ada Zidean, di novel ini penggantinya ialah Naya, tapi aku suka cerita novel ini, karena membuat aku banyak tersadar akan rencana Allah yang indah pada waktunya.