Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lo Ngerti Siapa Gue: Membangun Personal Branding melalui Media Sosial Tanpa Perlu Jadi Selebgram

Rate this book
#LONGERTISIAPAGUE

Media sosial bukan tentang seberapa banyak follower atau menjadi selebgram. Meskipun pada kenyataannya pikiran untuk selalu menjadi yang terbanyak pengikutnya selalu muncul.

Namun, ada alternatif lain dalam menggunakan media sosial, yaitu menciptakan personal branding yang memberi manfaat dalam kehidupan kita. Dengan menyadari hal tersebut, kita bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu dituntut untuk menjadi orang lain sehingga kita dan orang lain akan mengerti siapa diri kita sepenuhnya.

176 pages, Paperback

Published March 1, 2019

20 people are currently reading
188 people want to read

About the author

Sophia Mega

4 books136 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (20%)
4 stars
66 (48%)
3 stars
36 (26%)
2 stars
6 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 50 reviews
Profile Image for miru.
37 reviews2 followers
October 17, 2021
Membantu banget untuk paham apa itu personal branding, gimana sih cara kerjanya, apa aja aspek-aspek yang perlu kita perhatiin buat membangun brand diri.

Penulis menyampaikan dalam bahasa yang lugas dan mudah dicerna, dilengkapi contoh-contoh yang mempermudah penggambaran materi. Sehingga pemaparan soal pentingnya personal brand ini jadi cepet nyangkut di otak.

Yang paling gue suka tuh kalimat di hal 72 bunyinya, "angka tidak selalu menjadi patokan utama, tapi bagaimana menumbuhkan kekuatan hubungan kepercayaan dari kita ke orang lain itulah yang terpenting."

Yaasss bener banget, kadang pas mulai sesuatu malah fokus sama angka yang kadang naik atau juga turun. Padahal dalam mengerjakan hal yang lo suka harusnya gak usah peduliin hal itu, yang penting kamu bisa jawab iya kalau ditanya "bahagia gak ngerjain ini?"

Diingetin juga di buku ini kalau kita gak perlu bisa semuanya, suatu saat kita bakal nemu apa yang paling berarti untuk diri sendiri, tapi sebelum sampai di sana explore dulu dong. Nikmati aja momen belajar itu, jangan jadiin beban, jangan lupa selalu evaluasi diri biar bisa level up.

4/5 🌻
Profile Image for Haris Quds.
52 reviews55 followers
April 3, 2019
Penggabungan pengalaman dan teori dengan porsi yang pas.
Melengkapi teori dengan contoh-contoh yang dekat dengan pembaca.
Buku yang bisa mendorongmu untuk mulai mem-branding ulang dirimu setelah membacanya.

[Review lengkap menyusul]
Profile Image for Bilqis Nabila.
2 reviews2 followers
May 2, 2019
Selalu suka buat ngikutin updatenya Sophia Mega mulai di media sosial sampai akhirnya nulis buku.
Dengan bahasa yang super simple dan asik, kiat-kiat membangun personal branding di media sosial jadi lebih mudah dipahami.

#LoNgertiSiapaGue mengingatkan kembali kalau yang utama dari menggunakan media sosial bukan sekedar grafik dan angka followers dan jumlah like yang kita terima.
Tapi juga proses menemukan diri kembali dan berbagi hal-hal yang diminati dengan cara yang asik agar bisa bermanfaat.
Profile Image for Dennisa Hasanah.
87 reviews22 followers
April 10, 2022
Suka dengan cara kak Mega cerita di bukunya, berasa ikut seminar offline padahal baca buku 👍

Tips-tips yang dikasih kak Mega realistis terutama soal kekonsistenan 😭👍
Profile Image for bila.
57 reviews2 followers
April 16, 2019
I dont know these days why I dig too much to self improvement book. It's one of my best self improvement books! It helps me a lot to find that "gue banget".
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
April 5, 2019
Tidak, buku ini nggak akan ngasih tau gimana kamu caranya bikin personal branding yang bisa naikin jumlah followers, likes, comments di media sosialmu. Bukan itu.

More than that, it's back to us. Pada akhirnya, (((sesimpel))) self awareness, mengetahui apa yang jadi kesukaan kita, kecintaan kita, apa-apa yang bikin kita bahagia lahir batin, itu yang kita lakukan selepas ini.

PERSONAL BRANDING TIDAK SAMA DENGAN PENCITRAAN. *kok ngegas seeeh?* Personal branding bukan soal mengemas dirimu untuk tampak menjadi seperti apa bagi orang lain, tapi perihal memaksimalkan potensi diri yang sudah ada dan mengembangkannya untuk jadi sesuatu yang bisa orang lain ingat darimu.

Kalau kamu cari referensi soal travel, taunya siapa? Amrazing, Trinity, etc. Kalau kamu nyari sosok youtuber kreatif? Aulion, Benakribo, etc. Tapi kalau kamu nyari tahu aku, aku siapaaaaaa?
Profile Image for Greenshe.
78 reviews2 followers
August 11, 2019
Setelah membaca buku yang memiliki lebih dari 600 halaman, rasanya buku tipis ini sangat menggoda untuk dibaca. Dan ya, setelah membaca buku 164 halaman ini, rasanya hatiku baru saja dicuci, dingin gitu maksudnya.

Buku ini mencakup aneka tips dalam membangun Personal Branding di media sosial tanpa perlu jadi selebgram apalagi sekedar ikut-ikutan sesuatu yang viral. NO.

Salah satu hal yang ku rasa ditekankan dalam buku ini adalah it's very important for you to know who you really are, and what you like to do. Personal Branding bukan lah pencitraan. But, being true to yourself. Menyamakannya dengan kehidupanku sekarang, aku merasa sedih karena aku bahkan tidak yakin apakah selama ini aku tau siapa diriku, dan sudahkah aku menjadi diriku sendiri?

Overall, buku ini benar-benar memberiku insight mengenai personal brandingku yang masih sangat harus wajib kudu perlu dibenahi, dan atau dikembangkan. Penataan design cover, buku, font, dan illustrasi(?) dalam buku ini juga membuat pengalaman membaca lebih menyenangkan. Aku suka pemilihan warna biru, kuning, dan putih pada buku ini.

Ada satu quote yang meninggalkan kesan cukup dalam selama aku membaca.

"Being busy doesn't mean real work," pages 98.

Kalimat tersebut cukup membuatku tergebuk. Karena for almost my entire life, aku menyibukkan diriku dengan hal-hal yang aku sadari belum bisa memberikan manfaat untuk lingkunganku. Dan terkadang, hal itu membuatku merasa tidak berguna. Tidak! Aku tidak boleh berpikir seperti itu!

Anyway, aku jarang sekali membaca buku non-fiksi seperti ini, mungkin bisa dihitung jari buku-buku non-fiksi yang sudah aku baca. Tetapi buku ini mampu memberikan kesan yang TOP untuk seorang pembaca fiksi sepertiku.

Buku ini juga rekomen untuk kalian yang ingin tau, lebih tau, atau ingin memperoleh tips mengenai membangun dan meningkatkan personal branding kamu.
72 reviews1 follower
March 31, 2019
gw langsung coba tes mbti gara gara penasarannya sama standar dan gaya dari diri gw pribadi.
Profile Image for Khoirul Muttaqin.
17 reviews2 followers
March 30, 2019
Buku ini mengajak pembaca membangun personal branding di media sosial Instagram sesuai pribadi masing masing. Yaitu menjadi diri sendiri.
Profile Image for Rizky Ayu Nabila.
242 reviews30 followers
March 26, 2019
Congrats kak Mega atas buku pertamanya! Hehe.

Buku ini berisi tentang bagaimana cara kita menemukan branding diri tanpa harus terkenal jadi selebgram. Tentang cara membangun personal branding di media sosial.

Bahasanya ringan dan mudah dipahami. Kak Mega banyak memberi pemahaman melalui pengalaman pengalaman yang dia alami.

Hanya saja bukunya kurang panjang penjelasannya, wkwk.

Aku suka covernya, keren. Terus bukunya murah banget, sesuai sama kantong mahasiswa😍😍
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books151 followers
March 23, 2019
Selesai! Aku cukup suka buku ini karena mudah dicerna dan contoh-contohnya sangat relatable. Mungkin karena penulisnya seusia denganku, mungkin juga karena dia berkecimpung di dunia buku dll. Paling suka bab 3, aku sampai ikut tes personalities itu loh saking penasaran dan mau membuktikan wkwkwk.

Tapi, sayangnya aku merasa masih kurang "nendang" buat membangun personal branding secara nyata. Maksudnya, sulit untuk aku aplikasikan. Atau akunya aja yang belum becus mungkin ya, LOL.

Anyway, selamat untuk buku pertama kamu, Sophia Mega! Ditunggu buku-buku selanjutnya.
Profile Image for Alifia.
60 reviews
March 23, 2019
Membaca Lo Ngerti Siapa Gue tidak terasa seperti membaca sebuah buku non-fiksi yang biasanya membosankan buat saya. Lo Ngerti Siapa Gue terasa lebih personal karena Mega tidak hanya menyajikan teori, tapi juga menceritakan pengalaman dan perjalanannya menemukan personal branding-nya sendiri. Buku ini saya rekomendasikan untuk para kreator, digital marketer, blogger ataupun untuk mereka yang ingin mem-branding dirinya sendiri di dunia maya.
Profile Image for Septiani Rahayu.
7 reviews3 followers
Read
June 1, 2019
Buku yang ringan dan mudah dipahami untuk belajar tentang membangun personal branding, khusus di Instagram.
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
January 26, 2021
Personal branding paling mendasar: melakukan apa yang disuka

Pada bab pembuka buku ini, Sophia Mega bercerita mengenai kisah masa sekolahnya. Ia mengerjakan banyak hal mulai dari menulis blog untuk mengungkapkan kekesalan hatinya semasa SMP, hingga belajar membuat foto flatlay, belajar menjadi bloger dan kemudian mendapatkan tawaran kerja sebagai seorang social media strategist di sebuah surat kabar lokal di Malang.

Aku cukup kagum dengan perjalanan panjangnya, dan menurutku memang begitulah seharusnya sebuah proses. Dan yang lebih aku suka dari buku ini, alih-alih memberikan teori-teori terus-menerus sejak awal bab, Sophia Mega mulai membuka bukunya dengan menceritakan pengalaman pribadi. Meski nggak kenal langsung atau nggak kenal dekat, rasanya contoh dari pengalaman pribadi ini lebih real aja gitu.

Apa keuntungan membuat konten (setidaknya yang menurut kita) bagus di media sosial/blog?
Sebagian orang seringkali berpikir, ngapain buat foto bagus-bagus atau sibuk posting ini itu di blog kalau yang baca baru dikit? Tetapi, sebagian orang itu lupa bahwa semua proses dimulai dari bawah. Sophia Mega menggambarkan benefit yang didapat dari mengerjakan itu semua adalah berubah tangible benefit dan intangible benefit. Sederhananya:

- Tangible benefit: keuntungan yang bisa dilihat dan dirasakan langsung. Seperti uang, barang, voucher belanja, materi lainnya.
- Intangible benefit: perasaan senang, bahagia, pengalaman, bahkan networking.

Wow, di sini juga menarik menurutku. Mungkin kebanyakan selebgram dan seleb lainnya mendapatkan keuntungan tangible, tapi buat rakjel kayak aku kayaknya keuntungan intangible terutama networking akan berarti sekali.

Bagaimana menemukan personal branding diri sendiri?
Sebagian orang mungkin memanfaatkan media sosialnya untuk membuat konten yang sedang viral atau ramai dibicarakan. Tapi tren kan dinamis sekali, nggak bisa stop di satu tren aja. Begitu tren berganti, ia jadi harus mengganti niche media sosialnya lagi. Kira-kira demikian, berbeda dengan orang yang memang sudah menemukan branding dirinya sendiri.

Misal: menjadi bloger buku dan kopi. Berarti isi media sosialnya nggak jauh-jauh dari ngobrolin buku dan kopi juga.

Terus, gimana caranya kita tahu bahwa kita sudah membangun personal branding dengan benar? Nah, sebenarnya sederhana sih, kalau yang kubaca di buku ini. Simpelnya, personal branding tuh citra diri kita. Jadi siapa yang akan dicari orang kalau ingin menanyakan sesuatu, menggambarkan personal branding orang yang dicari. Misalnya, A membangun personal brandingnya sebagai bloger film, ia akan mengulas film-film yang baru tayang atau yang sudah pernah ditontonnya. Maka ketika teman-temannya ingin menanyakan rekomendasi film, pasti nyari A --bukan orang lain, karena mereka percaya dengan ulasan A selama ini.

Buku ini juga mengatakan bahwa untuk mengetahui standar gaya yang kita miliki, bisa juga memanfaatkan jasa personality test yang tersedia di Google dan bisa diakses gratis! Wuih...

Perhatikan konten
Jika bicara soal media sosial, tentu nggak lepas dari ngobrolin konten juga. Setelah kita paham akan membangun personal branding yang seperti apa, waktunya menata media sosial sendiri. Beberapa hal yang kupikir biasa saja, ternyata memegang peran penting di media sosial, lho! Misalnya seperti bio yang ada di tiap media sosial --menurut buku ini, kita bisa menuliskannya dengan singkat, padat, dan lengkap. Bio akan menjelaskan siapa diri kita terutama kepada orang yang sama sekali belum mengenali kita dan baru kali pertama mampir ke akun media sosial yang kita miliki.

Selain itu juga ada poin lain; storytelling, foto aesthetic, feed yang rapi, hastag, dan algoritma media sosial itu sendiri.

Pada akhirnya, ketika kita sudah menemukan apa yang kita suka dan sudah membangun personal brand yang kuat untuk diri sendiri, seharusnya semua teknik yang ada di media sosial bisa dipelajari sambil jalan. Aku selalu percaya media sosial adalah perkara learning by doing --terutama karena sifatnya yang dinamis dan terus berubah. Tren berganti, fitur bertambah, algoritma berubah, kita sebagai pengguna dituntut untuk terus bisa menyesuaikan diri demi terus bisa memanfaatkan media sosial dengan maksimal.

Jadi, sudahkah kamu memanfaatkan media sosialmu secara maksimal?
Profile Image for Nadya Putri.
63 reviews4 followers
January 4, 2020
Buku LO NGERTI SIAPA GUE ini ditulis oleh seorang booktuber yang bernama Sophia Mega pada tahun 2019 dan diterbitkan oleh Metagraf (bagian dari Penerbit Tiga Serangkai).

Buku ini menjelaskan tentang bagaimana membangun personal branding melalui media sosial, khususnya Instagram. Ada beberapa langkah dalam buku ini, yaitu:

- Yang pertama adalah melakukan apa pun yang disuka Dengan kita melakukan apa yang disuka dan kita menguploadnya ke Instagram, itu akan membuat orang lain ingat tentang kita. Mega, S. (2019, hlm: 23) mengatakan bahwa "apa yang lo upload = itu yang orang inget tentang lo".

-Yang kedua adalah mengenali diri sendiri. Keuntungan dari media sosial ini tidak selalu dalam bentuk endorse dan paid promote, bisa juga dalam bentuk uang, voucher belanja, dan barang. Dengan kita mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui personal branding kita.David (Mega, S. ,2019, hlm: 37) mengatakan bahwa "Personal branding adalah memaksimalkan apa yang kita miliki dalam diri sendiri untuk menciptakan hubungan "kepercayaan" dengan orang lain. Mega, S. (2019, hlm:59) mengatakan bahwa "Personal branding adalah tentang MENJADI JUJUR mengenali diri sendiri".

- Yang ketiga adalah membangun personal branding. David (Mega, S. , 2019, hlm: 62) mengatakan bahwa "Brand terbentuk sebagai akibat dari kemampuan kita membuat apa yang kita lakukan menjadi khas, relevan, dan konsisten." Khas berarti brand mewakili sesuatu, memiliki sudut pandang tertentu. Relevan berarti apa yang diwakili brand tersebut terkait dengan apa yang dianggap penting bagi orang lain. Konsisten, orang menjadi yakin di dalam sebuah hubungan berdasarkan pada konsistensi perilaku yang mereka rasakan atau amati.

- Yang keempat adalah waktunya bercerita. Ketika kita sudah mengenali diri kita, maka kita dapat menyampaikan nilai-nilai dalam personal branding kita melalui Instagram. Kita bisa menyampaikannya dalam 4 bagian, yaitu bio, konten, hashtag pribadi, dan fitur terbaru. Dari bio, kita bisa menuliskan bagaimana diri kita(yang menjadi khas dari kita) secara singkat. Melalui konten, kita dapat membuat konten yang membuat kita bahagia dan relevan dengan orang lain. Melalui hashtag pribadi, kita dapat membuat yang benar-benar milik kita, tak sama dengan orang lain. Melalui fitur terbaru seperti Instagram Stories, kita dapat membuat mini vlog, tutorial, list post, Q&A, cerita pribadi, mention, ikut tren, dan cerita dibalik instagram stories kita.

- Yang kelima adalah krisis saat berbagi di media sosial. Kita mengalami self-obsession dengan melihat terus jumlah like dan viewers dalam setiap postingan kita, atau hanya jago berpendapat tapi tidak berpikir efek sampingnya, atau mendapat direct message yang tidak diinginkan, inkonsistensi, membandingkan diri dengan orang lain, dan apapun menjadi salah di mata netizen.

- Yang keenam adalah melanjutkan perjalanan sendiri. Mega, S. (2019, hlm: 159) mengatakan bahwa "Namun, yang paling penting dalam #LoNgertiSiapaGue adalah bagaimana kita bisa memaksimalkan dan menjadi diri sendiri sepenuhnya. Perjalanan selanjutnya adalah diri kita sendiri yang menentukan."

Buku ini bagus banget, aku kaget saat tahu penulisnya lebih muda dariku, hebat sekali sudah punya buku sendiri. Buku LO NGERTI SIAPA GUE ini benar-benar membuat kita mengenali diri sendiri, mampu mengetahui personal brand kita, dan dapat memaksimalkan potensi kita dan personal brand kita melalui media sosial tanpa kita perlu menjadi Selebgram. Aku merekomendasikan buku ini untuk kalian yang ingin membuat diri menjadi lebih baik lagi dan memanfaatkan media sosial dengan lebih baik lagi.
Profile Image for nidatama.
42 reviews
April 21, 2021
Selama ini saya gak pernah terlalu memikirkan perihal personal branding di media sosial. Selain karena alasan konyol meski manusiawi: takut ada yang gak suka, saya cenderung lebih ngeri kalau ternyata apa yang saya bagikan itu "nggak saya banget". Tapi kemudian saya dibuat merenung kembali, toh pada akhirnya apa yang "saya banget" itu bukan suatu hal tunggal. Diri saya adalah kesatuan dari bermacam-macam spektrum yang hanya reaktif pada kondisi-kondisi tertentu.

Penulis men-encourage saya untuk berani melangkah. Mengenali diri sendiri itu penting, tapi itu adalah perjalanan sepanjang hayat. Kalau menunggu sampai benar-benar utuh mengerti diri sendiri baru mau muncul di media sosial, ya nggak masuk akal. Beranilah untuk terlihat salah. Jangan takut kalau ketauan sedang mengubah lajur, putar balik, atau malah sedang berhenti sejenak. Toh media sosial harusnya bisa lebih menghubungkan orang-orang, mengasah empati, sampai--kalau bisa--minim sekali prasangka dan iri hati.

Hal yang saya sadari setelah baca ini adalah: saya merasa kurang nyaman membangun citra diri, terutama di Instagram. Saya merasa kurang cocok dengan tempo Instagram yang cenderung singkat. Caption dibuat sependek tapi semenarik mungkin, IG Story yang lebih banyak dibuat gambar bergerak dan musik. Sementara saya merasa lebih dapat "menggali dan digali" lewat kalimat-kalimat panjang yang saya harap tidak menyisakan tanda tanya di akhir. Di satu sisi, saya cukup senang karena dengan membaca buku ini, ada bagian dari diri saya yang saya temukan. Tapi di sisi lain, saya merasa kembali tersesat. Dengan banyak sekali keuntungan dan keajaiban yang bisa didapat dari memaksimalkan media sosial, saya merasa dengan kekurangnyamanan saya dengan medsos paling populer saat ini--Instagram--saya hanya akan melewatkan banyak hal. Tapi (lagi) di sisi lain (lagi), saya merasa yang lebih penting, setidaknya untuk saya saat ini, adalah bagian perihal menemukan diri sendiri. Ya, semoga ya, kelak, apa yang jujur dari hati, bisa menemui keajaibannya sendiri.
.
Mungkin benar kata orang, buku-buku pengembangan diri semacam ini memang paling bagus dibaca saat topik yang diangkat adalah hal yang sedang menjadi concern utama kita. Saya rasa saya hanya menemukan buku ini bukan di waktu yang paling tepat. Tapi, hormat saya setinggi-tingginya untuk Mbak Penulis. Terima kasih untuk buku yang amat humanis ini. Betapa terombang-ambing dalam perjalanan pencarian jati diri sungguhlah manusiawi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hëb.
170 reviews7 followers
March 3, 2021
"Lebih baik ada satu hal yang menonjol dibandingkan melakukan semuanya tapi setengah-setengah dan tidak konsisten. Ketidak konsistenan itulah yang membuat orang lain bingung pada diri kita dan membuat hubungan kepercayaan susah terbangun."


Tahun 2019 menjadi kali pertama aku membaca buku ini setelah membelinya di Gramedia. Sebagai salah satu pengikut dari Sophia Mega di Instagram, aku cukup tertarik dengan buku yang ia tulis, terlebih karena pembahasannya menyangkut hal yang krusial, yaitu masalah personal branding. Pada pembacaan pertama, aku hanya memberi highlight pada halaman-halaman yang kuanggap penting, sehingga informasi yang kudapatkan terasa kurang 'melekat'. Alhasil, di pembacaan kali ini, aku mencoba untuk lebih melakukan 'deep-reading' meskipun membaca lewat iPusnas.

Pada pembacaan yang kedua, aku tidak begitu menemukan pengalaman atau 'hal baru' yang kudapatkan. Buku setebal 118 halaman ini dibagi dalam empat langkah atau bab, dengan dua bab pertama berfokus pada pengembangan personal branding, bab ketiga mengenai media sosial, dan bab terakhir berupa refleksi perjalanan diri. Menariknya, isi buku ini tidak begitu monoton dengan barisan kalimat, karena terdapat ilustrasi maupun diagram yang dibuat oleh Sophia Mega sendiri. Menurutku, hal ini sangat membantu, terlebih dalam penjelasan awal mengenai personal branding.

Gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini lugas dan tidak berbelit-belit dengan kata ganti 'saya'. Menurutku, barangkali penyampaian dalam buku ini akan terasa lebih komunikatif apabila kata ganti 'saya' diganti dengan 'gue', seperti yang tercantum dalam judul. Penjelasan dalam setiap bab juga digambarkan secara lugas dengan tambahan pengalaman atau cerita pribadi dari penulis. Singkatnya, buku ini dapat menjadi pengantar yang baik untuk yang ingin mengetahui atau mengenal personal branding secara ringkas dan padat.
Profile Image for Self..
52 reviews5 followers
Read
December 31, 2021
(𝐔𝐋𝐀𝐒𝐀𝐍)
𝙰𝚍𝚊 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚔𝚜𝚒𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚢𝚊𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚒𝚋𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚒𝚙𝚕𝚊𝚔 𝚊𝚙𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚊𝚛𝚝𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚋𝚛𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚊𝚕𝚒𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚔𝚜𝚒𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊.- 𝐇𝐥𝐦 𝟒𝟔

📝 Media sosial bukan tentang seberapa banyak follower atau menjadi selebgram. Meskipun pada kenyataannya pikiran untuk selalu menjadi yang terbanyak pengikutnya selalu muncul. Yang harus kita lakukan adalah menciptakan personal branding yang memberi manfaat dalam kehidupan kita.

📝 Buat yang bingung, "personal branding itu apa sihh?"
Personal branding adalah memaksimalkan apa yang kita miliki dalam diri sendiri untuk menciptakan hubungan "kepercayaan" dengan orang lain.

📝 Perlu ditekankan kalau, PERSONAL BRANDING BERBEDA DENGAN PENCITRAAN. ~Lohh kok ngegass.
Personal branding bukan berarti mengemas diri kita sedemikian rupa untuk ditujukkan ke orang lain agar kita dianggap keren. Bukan seperti itu guis.

📝 Isi buku ini terbagi menjadi beberapa bagian, seperti tahap mengenali diri, mencari tahu apa yang kita suka, membangun personal branding, dan secara keseluruhan meminta pembaca agar benar-benar menjadi diri sendiri, walau di dunia maya sekalipun.

📝 Kesan baca buku ini, hmm yahh bahasanya ringan dan mudah dipahami, penggabungan pengalaman dan teori bisa dikatakan pas. Teori dengan contoh-contohnya dekat dengan pembaca. Setelah membaca buku ini kalian akan merasa terdorong untuk mulai mem-branding ulang diri.

📝 Overall, buku ini sangat direkomendasikan untuk pengguna sosial media agar bisa memaksimalkannya.
Profile Image for Vindaa.
184 reviews2 followers
May 13, 2019
#NafilahNgulikBuku
.
Ada yang pengen jadi selebgram? Atau lagi jualan di instagram dan pengen laku keras?
.
Buku ini cocok dibaca para pemula yang bingung tak tahu harus berbuat apa, ceileeh ~
.
Jujurly. Saya menemukan solusi dari kegalauan setelah membaca buku ini.
Apa itu?
Saya memutuskan untuk fokus pada satu IG saja, dan menonaktifkan akun-akun lain yang ada sebelumnya.
.
Why?
Karena memang FOKUS itu perlu. Agar kita lebih mudah diterima orang lain, lebih mudah memberi apa yang dibutuhkan orang lain.
.
So, udah pada clear ya kenapa akun sebelah saya tutup 🤗
----
𝑺𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒃𝒖𝒌𝒖 𝒅𝒊𝒌𝒂𝒕𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒊𝒂 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒅𝒊 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒄𝒆𝒓𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂. Itu buku bagus versi saya. Dan saya menemukannya di #LoNgertiSiapaGue.
.
Sebelum kita dikenal orang lain sebagai 'apa atau siapa', kenalilah diri kita sendiri lebih dalam terlebih dahulu.
Sebenarnya, apa yang cenderung kita suka? Apa yang bisa kita bagikan kepada orang lain dan bisa mudah diterima? Lalu fokuslah, dan berikan yang terbaik untuk orang lain.
.
𝕂𝕖𝕟𝕒𝕝𝕚 𝕕𝕚𝕣𝕚𝕞𝕦, 𝕞𝕒𝕜𝕤𝕚𝕞𝕒𝕝𝕜𝕒𝕟 𝕡𝕠𝕥𝕖𝕟𝕤𝕚𝕞𝕦 !
.
Bahasa sederhana yang mengalir ala @sophiamega berasa membuat saya sedang di dongeng-in kisahnya. Sesekali tersenyum, sesekali mengernyit bingung dan sesekali 'Ah ini aku banget' 😅
.
Anyway, so thankyou Mega.
Keep inspiring yah 🤗
.
Judul : Lo Ngerti Siapa Gue
Penulis : Sophia Mega
Penerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Tahun : 2019
Tebal : 158 hlm
.
#bookstagram #bookstagramindonesia #buibubacabuku
9 reviews
February 5, 2021
Media Sosial bukan tentang seberapa banyak follower atau menjadi selebgram. Meskipun kenyataannya pikiran untuk selalu menjadi yang terbanyak pengikutnya selalu muncul.

Namun, ada alternatif lain dalam menggunakan media sosial yaitu membangun personal branding yang memberi manfaat dalam kehidupan kita.

Buku ini hadir bagi kalian yang ingin membangun personal branding di medsos. Personal branding adalah memaksimalkan apa yang kita miliki dalam diri sendiri untuk menciptakan hubungan " kepercayaan" dengan orang lain.

Penulis memberikan kiat-kiat untuk menciptakan personal branding yang ada di dalam diri seseorang. Menemukan hal apa yang disukai dari diri kita. Mencoba terus menggali potensi diri kita.

Baca buku ini tuh jadi ingin mengenali diri sendiri lebih dalam. Cocok di passion apa. Apa yang ingin di bagikan di medsos. 😄

Ada juga tes kepribadian yang bisa kita coba, agar bisa mengenali diri kita sendiri. Kita bisa menjadi diri sendiri dengan pemikiran kita tanpa harus mengikuti tren yang ada.
Profile Image for Sylwty.
72 reviews
August 30, 2021
Lo Ngerti Siapa Gue karya Sophia Mega membahaa tentang personal branding.

Di dalam buku ini ada langkah-langkah yang dijelaskan dengan tujuan untuk memperkuat personal branding.

Jadi, setiap manusia sebenarnya udah punya personal branding masing-masing, dan jalan untuk memperkuat personal branding adalah dengan tau "apa yang aku banget" dan ingin kita "tampakkan di media sosial".

Oiya, bahasa yang dipake kak Mega juga mudah banget dipahami. Dan di sini ada nyinggung masalah kepribadian manusia yang dapat membantu kita memahami "apa yang aku banget".

Rasa kesalku karna buku kemarin agak reda wkwkwk dan jadi sadar. Saat ada yang gak sesuai dengan keinginan kita, harusnya yg dianuin bukan orang lain, tapi diri kita sendiri.

Lebih penting memadamkan api yg membakar rumah kita daripada sibuk mncari siapa yang membakarnya.
Aku merekomendasikan ini buat kalian. Gak tebel dan ada di iPusnas.



3🌟
Profile Image for Haniva Zahra.
425 reviews43 followers
December 25, 2019
Butuh waktu yang sangat lama menyelesaikan buku ini, terima kasih untuk akhir tahun yang membuat saya mau tidak mau segera menyelesaikan hutang-hutang bacaan buku tahun ini. Ternyata, setelah jeda sekian lama dengan rasa kesal tidak sanggup menyelesaikan buku ini, akhirnya saya baru menemukan hal-hal menarik dari buku ini. Dimulai dari bab 3. Pada dasarnya, buku ini cukup memberikan ilmu baru, cara membaca yang sesuai bagi saya adalah dengan tidak membacanya terlalu detail kata per kata, namun skimming hingga saya menemukan teori yang menarik untuk dipahami lebih dalam.

Sebuah buku yang sepertinya akan saya baca lagi khususnya pada penjelasan-penjelasan teoritis yang sebenarnya cukup menarik untuk dipahami dan pikirkan lebih dalam. Buku ini sangat sesuai bagi yang sedang mencari-cari personal branding khususnya untuk di media sosial.
Profile Image for Saaa.
16 reviews1 follower
February 16, 2022
"Personal branding adalah memaksimalkan apa yang kita miliki dalam diri sendiri untuk menciptakan hubungan "kepercayaan" dengan orang lain."

Melalui buku ini, aku menjadi lebih paham makna dari "personal branding" sesungguhnya dengan pengemasan gaya bahasa yang ringan serta poin-poin inti pembahasan yang benar-benar fokus kearah media sosial dan apa yang perlu dipersiapkan kita untuk membangun "personal branding" itu sendiri. Buku ini cocok untuk dibaca sekali duduk karena halamannya yang sedikit serta ditambah dengan beberapa desain minimalis coretan penulis tentang personal branding itu sendiri sehingga aku merasa "lebih dekat" dengan penulis.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
April 25, 2022
Sudahkah kamu membangun personal branding di media sosialmu? Jika belum dan butuh referensi bacaan, buku ini aku rekomendasiin banget! Di buku ini, Sophia Mega bakal ngejelasin cara membangun personal branding yang kuat, baik di kehidupan online maupun tatap muka. Khusus di kehidupan online, penulis menekankan pentingnya manajemen diri saat menghadapi krisis bermedia sosial seperti self obsession, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan respon-respon netizen yang diluar kendali kita. Nah, semua itu dijelasin dengan sederhana plus ada gambar-gambar yang bikin pembaca jadi mudah memahaminya.

Next : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Stefanny Natalia.
286 reviews33 followers
July 14, 2019
Buku ini bikin aku merenung beberapa kali. 😂
Beberapa hal dari pengalaman Mega dan juga teori personal branding yang disampaikan didalamnya sangat mudah dipahami. Dan membuat saya sadar bahwa memaksimalkan media sosial tanpa ingin menjadi selebgrampun tetap harus ada strategi khusus.
Sempat ragu beli buku ini karna setelah lihat ulasan teman2, aku pikir buku ini hanya cocok untuk mereka yg ingin follower media sosialnya meningkat dan semacemnya, tapi ternyata aku salah. Buku ini cukup menjawab keresahanku yg sedang mengalami "krisis tujuan" dari apa yg sedang aku coba saat ini
Profile Image for Sho Pim.
30 reviews
January 30, 2021
Penjelasannya asyik, runut, dan mudah dipahami. Selain berisikan teori, ada juga pengalaman yang di-share oleh penulis sehingga memberi motivasi dan pelajaran penting bagi saya yang membaca. Di dalamnya juga dilengkapi dengan bedah kasus hingga pembaca memiliki gambaran bagaimana mengerjakan step-step untuk membangun personal branding sesuai yang telah dijabarkan.

Saya juga suka dengan cover dan lay out di dalamnya. Paduan warna dan illustrasi yang membantu untuk memahami tentang personal branding benar-benar pas dan nyaman di mata.
Profile Image for Irma Nurhayati.
138 reviews4 followers
March 8, 2021
Membaca LNSG membuat aku lebih memahami apa itu personal branding. Dengan bahasa yang santai dan lugas, Mbak Mega memaparkan dengan jelas tentang membangun personal branding di media sosial. Percayalah, setelah aku selesai membaca buku ini aku langsung mengganti bio profil instagramku dan membuat Personal Brand Dimensions yang berisi Kompetensi, Standar dan Gaya yang bisa mengerucutkan apa dan bagaimana saat memposting di media sosial.

Podcast : https://open.spotify.com/episode/38kS...
Profile Image for Silvia Okta.
97 reviews
March 16, 2023
3.5/5

Buku singkat namun padat berisi. Diawal baca sama sekali ga expect kalau isi bukunya akan se-insightful itu. Buku ini memiliki 2 seri, dan ini merupakan sesi pertamanya. Pada buku yang ini lebih banyak difokuskan untuk mengenali diri senditi terlebih dahulu. Hal yang aku suka dari buku ini adalah bagaimana penulis membuat bold bagian yang penting dan menambahkan ilustrasi. Selain itu, disisipkan cerita pengalaman dari penulis terkait melakukan apa yang Ia suka dan rintangan dalam menghadapi rintangan. Untung buku ini tidak terlalu ke-aku-an.
Profile Image for Luki Susantini.
78 reviews3 followers
July 29, 2019
Finished this book in one sitting, it’s perfect as a starter book if you want to read about social media.
Sophia has the ability to writw complicated stuff with simple analogy and the diagram that she made to understand our most strong competence in personal branding, i honestly believe will helps lots of people getting to know them self.
This book is for everybody who wants to learn more about them self and how to maximize that brand through social media.
Displaying 1 - 30 of 50 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.