--- Hosaka's Shameless Love 1-3 --- Plot: ... Penokohan: ... ... ... ...Tergantung pandangan pembaca. Gambar: ... ... ... Kurasa saya lebih suka gambar Kurumatani sensei yang dulu kubaca di komik lain. Tapi hey, anak-anaknya lumayan lucu kok u w u.
Saya perlu memberikan jeda sebelum menulis review komik ini. Kemudian sekarang, setelah lewat beberapa bulan dan saya kembali membaca komiknya dengan kepala segar... saya bisa berkomentar dengan lebih netral. Kesimpulan: Saya tidak cocok dengan komik ini. ... Yep!
Komik ini mengisakan tentang Karen, guru playgroup yang berwajah garang. Lalu disukai rekan kerjanya yang berwajah tampan dan mantan dokter autopsi.
Yah, kurang lebih begitu. Setelah dari itu, kalian cukup bisa menebak plotnya.
Di komik ini, yang paling menyenangkan adalah... ... ...apa ya? Kurasa beberapa cukup lucu. Tapi juga tidak benar-benar lucu. Mungkin lebih ke... emm, pembendaharaan kata saya masih belum banyak x _ x.
Sayangnya semakin mengulang membaca komik ini, saya makin kesal dengan plotnya. Kurasa karena saya sudah terlalu tua? Atau memang plotnya tidak cocok dengan gelombang otak saya. Atau mungkin saya perlu melihat keseluruhan komik ini dengan tidak terlalu serius.
Gambar Kurumatani sensei tetap bagus. Karen yang matanya seperti kucing lucu XD. Gambar anak-anak di sini juga imut.
Lalu soal cerita... Banyak ajaran untuk anak-anak playgroup itu dari mantan dokter autopsi. Sampai ke ajaran yang menurut saya belum perlu dikatakan... tapi ah ya sudahlah. Siapa tahu kurikulum anak playgroup zaman sekarang memang sudah harus mengajarkan kalau anak perlu bekerja (atau mendapatkan pekerjaan) dengan baik agar bisa mengejar cintanya. Money awareness is important afterall! Right? Right...?
Lalu cinta-cintaan anak playgroup yang akan membuat pembacanya lumayan cringe... Beberapa komik lain mungkin tidak, tapi di komik ini, rasanya setiap membaca romantismenya, saya jadi muak sendiri. Juga berlaku untuk perilaku mantan dokternya. Tapi dipikir-pikir, mungkin ia memang cocok dengan si tokoh utama. Sama-sama menjengkelkan sih keduanya ^^ (dalam banyak artian).
Ya sudahlah, sebelum review ini penuh dengan rasa kesal, saya sudahi saja. Kurasa ini saat yang cocok untuk mengambil segelas air dan menuangkannya di atas kepala saya sendiri. Biar tidak terlalu panas mengingat isi komik ini. Mayoritas kesalahanku sih, yang berharap dapat kisah fluffy tapi malah mendapat yang sebaliknya. [6/10]
Manga miniseri ini bagus dan terasa sangat dewasa, jadi membuat saya langsung merasa cocok membacanya. Memang sih hubungan antara Ibu Guru Kawai dan Pak Guru Hosaka terasa sangat insta-love alias instan, tapi tidak mengurangi kenimakatan membaca manga ini. Selain manga 39.5 (yang sayangnya belum dilanjutkan terjemahannya) ini banga kedua yang bercerita tentang playgroup jadi seperti biasa saya sangat menikmati alur cerita yang cukup berbeda dengan yang biasa saya baca di manga-manga.
Hubungan antara bu Kawai dan Pak Hosaka saat telah menjalin hubungan percintaan sungguh enak untuk dibaca karena terasa sangat mature namun di sisi lain tetap terasa sentuhan polosnya, salah satunya seperti saat baik Bu Kawai dan Pak Hosaka yang saling belajar menjadi pasangan yang baik.
Anyway, manga ini recommended untuk dibaca apalagi untuk para pembaca yang mungkin sibuk, karena ini miniseri dengan hanya 3 volume jadi terasa cepat tanpa mengurangi kenikamatan membaca.
More of a 3.5 star rating; There is no official english translation so I read this volume through online translated scans. I found the dynamic between the 2 teachers to be very unique to say the least. There’s a level of balance that occurs with their conflicting personalities as well as several misunderstandings, which that’s funny to see play out. I’m very curious to see how their relationship continues since this is such a short manga series.
This is a sweet feel-good story about a kind-hearted young woman with a scary face, a beautiful man with a clinical approach and the small children in their care. Absolutely lovely!