--- Shibatora 1-15 --- Plot: Progresif plot sangat baik-- meski rada-rada juga sih. Penokohan: Beberapa sifat dan situasi tergambarkan dengan sangat baik^^. Gambar: Ok.
Terima kasih untuk sahabat online saya, Fraulein yang mau menjualkan buku Shibatora (1-11) pada saya dengan harga yang sangat-sangat-sangat bersahabat. Jujur saja, kamu bisa menjual dengan harga 3x dari yang kamu berikan. Tetapi kamu tidak melakukannya--- dan saya tidak tahu apakah itu hal yang baik atau tidak, tetapi terima kasih!! ( ; 7 ; ) //sendvirtualhugs.
....Dan itu membuat saya makin nyaman membaca buku ini^^. Awalnya saya sudah membacanya secara ilegal... tetapi memang ini tipe buku yang enak dibaca langsung secara fisik, ya //lho. Nah! Kembali ke buku★.
Cerita di komik ini berpusat pada Shibata, seorang detektif yang punya kemampuan khusus. Sebagai bagian dari Unit Remaja dan Seksi Keselamatan Umum, ia harus menghadapi masalah-masalah kriminal yang dilakukan oleh remaja. Meski kadang penceritaan di buku ini berlebihan (baca: lebay/di-shounen-isasi XD), adakalanya juga tak berbasa-basi dan tidak men-sugarcoating kejadiannya. Which is-- sangat miris :( .
Saya rasa komik ini sukses mengangkat perasaan yang dirasakan oleh remaja-remaja yang pernah bertemu kriminalitas dalam perjalanan mereka. Mulai dari kasus mengutil dan "Ketegasan" yang diambil pihak sekolah, sabu-sabu yang menjamah mereka yang tidak tahu apa-apa, sampai kasus prosititusi ( atau sebutlah penipuan dalam kasus ini) pada anak dibawah umur.
Sayang, diantara kasus-kasusnya yang menarik (sekaligus terlalu dhuar-dhuar-- dan membuat gus bertanya-tanya apakah pernah ada kasus serupa ataukah itu hanya efek shounen-isasi), ada juga yang gak kalah membuat saya agak---- mau melempar penulis ceritanya ke sangkar burung beo. Contohnya kasus terakhirnya. Tapi di sisi lain, kasus terakhirnya juga tidak seburuk itu--- hanya saja memang penulisnya sama sekali tidak mau men-sugarcoating kemirisan yang terjadi. Dan kebetulan saya bukan fans dari ironi yang digambarkan--- huweeeee ; n ; ) //sedihlagi.
Still. The ending is goodygood delishes!! /wat. My cup of ending XD. Roman subplot FTW! /waitwhat.
That's all! Ush!! Saatnya mencari volume 12-15 secara fisik dengan harga yang bersahabat!! XD //plokk. [8.9/10]["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>
25 Sep 2015 : Komik polisi yang ngakak-2 bacanya (^,,^) Masih sampai vol. 11...ah, minggu ini terbit vol.12-nya
Gambar : 4 bintang Cerita : 3 bintang Kekoplakan : 5 bintang ___________
31 Oct 2016 : Sudah tamat di vol.15 (^ ^)
Beberapa kasus terasa mengena & bisa terjadi di mana-mana, yang bikin bacanya tegang, emosi, dan gregetan. Tapi kadang pemecahannya kasusnya entah dengan bantuan mata batin Taketora, maupun gerombolan preman teman si Kojiro, yang terasa "mempermudah" itu malah agak bikin kesal.
Juga tentang kejahatan remajanya yang "kok kayaknya gampang banget ya" ( ̄  ̄ ;;)
Secara keseluruhan, walau di akhir-akhir humornya semakin menipis (dan Micchan ga muncul lagi, padahal ini tokoh favoritku (≧▽≦) ~tragis, cuman muncul di satu bagian aja, Micchaann XDD), ceritanya seru dalam artian tragis dan mengenaskan. Betapa rapuhnya remaja, dan niat Taketora untuk sedini mungkin menumpas kuncup kejahatan itu bisa dipahami.
Mungkin satu hal yang mengganjal di volume penghujung: ketika si pelaku beralasan tindakan kriminalnya dilakukan karena ia adalah anak ayahnya, yang adalah seorang pembunuh. Di sini Taketora menyelidiki dan mengungkapkan pada si pelaku bahwa si pembunuh itu bukanlah ayahnya.
Pelaku merasa lega dan berniat memperbaiki diri~ dan sebagainya~ dan sebagainya~
Tapi aku jadi teringat komik Real di mana Togawa menangis karena merasa ayahnya tak mau lagi melihatnya yang telah jadi cacat. Reaksi Tora yang "dicurhati" adalah mengatakan [kurang lebih, ini sekeingetnya^^] : "Apa yang dirasakan ayahmu, adalah perasaan milik ayahmu. Yang lebih penting, apakah kamu MAU mempercayainya?"
Aku rasa pernyataan Tora itu penting sekali... Kita bukanlah "apa-anggapan-orang-atas-kita". Kita juga bukan "apa-yang-diturunkan-oleh-orang-tua-pada-kita". Kita lebih ke "apa-yang-kita-pilih-untuk-pikirkan-katakan-dan-lakukan-dalam-hidup-kita".
Jadi, aku menganggap alangkah lebih baiknya jika Taketora menyadarkan si pelaku tentang "bukan masalah siapa dan apa orang tuamu, tapi ini tentang apa yang kamu pilih untuk kamu lakukan dalam hidupmu."
His name is Shibata Taketora, a young police officer which is introduced to the reader in a quite funny way. But then it occurs to me, aren't police officers have minimum height standard to enroll? I mean, for a man who people often mistaken as a JUNIOR HIGH SCHOOL student ... that just doesn't make sense.
Anyway, the drawings were good. But I don't like the story. Think I'm not gonna buy the next volumes.
Este manga es genial. El dibujo está lleno de detalles y el diseños de los personajes es muy jovial y original. La historia está cargada de buenos mensajes pero no cae en moralismos simplones. refleja el drama que viven muchos jóvenes en Japón desde los ojos de un "pequeño" policía que se mantiene firme en su deseo de ayudar y confiar en chicos que la sociedad marca como criminales.
Fun read, Good Art and Story Development. The story does get's a bit unrealistic with the unquestionable trust of the Shibata Taketora towards delinquent kids.