Kalau ingin MENJADI DOKTER untuk GAYA-GAYAAN - GLAMOR - MERASA SUPERIOR
Lupakan! Kuburkan saja cita-cita untuk menjadi dokter secepatnya. Masih banyak karier lain yang membuat kamu bisa mendapatkan semua yang di atas, bukan profesi dokter.
Inilah karier yang akan membuatmu merasa betapa dangkalnya ilmu manusia dan betapa hebatnya kuasa Tuhan. Inilah profesi yang dapat membuatmu lebih menghargai setiap detak jantung manusia karena ia biasa berhenti secara tiba-tiba, kapan saja. Ia juga menuntut pengorbanan besar dari kamu, demi menyelamatkan nyawa manusia.
Kamu menjadi penonton setiap drama tragis dan bahagia yang silih berganti saban hari. Kamu menjadi pelakon dalam transisi hidup dan mati. Kalau ia sungguh diniatkan untuk Ilahi, pasti akan menundukkan hati.
Pada saat kamu berhasil menyelamatkan nyawa atas izin-Nya, kala pasien mulai membuka mata dan mengukir senyuman manisnya, diiringi anggota keluarga yang merangkul atau menjabat tanganmu dengan penuh haru dan mata yang berkaca-kaca, maka saat itulah kamu akan sadar bahwa inilah profesi yang "paling kaya", dan kamu rela bergadang, mengerahkan seluruh tenaga hingga nyaris tak tersisa. Karena kamu tahu "rasa itu" tak akan mampu dibeli segunung harta atau materi apa pun di dunia.
Atas dasar itulah Dokter yang Dirindukan ini ditulis, untuk menginspirasi dan saling berbagi. Ia tulus dari hati supaya bisa menyentuh hati. Bacalah dengan nama-Nya. Baca!
"Setiap diagnosis itu hakikatnya datang dari-Nya, dan dokter hanyalah perantara."
Asma Nadia Education: Bogor Agricultural University (IPB, 1991) Home FAX: +622177820859 email: asma.nadia@gmail.com
Working Experiences: I was working as a CEO of Fatahillah Bina Alfikri Publications, and Lingkar Pena Publishing House, before starting AsmaNadia Publishing House (2008)
Writing residencies: in South Korea, held by Korean literature translation institute (2006) & and in Switzerland held by Le Chateau de Lavigny (2009)
Writing Workshop: - Conducting a creative writing (novel), Held by Republika News Paper, 2011 - Writing workshop instructor for (novel) participants from Brunei, Singapore, Indonesia, Malaysia, held by South East Asia Literary Council (MASTERA), July, 2011 - Conduct a writing workshop for Indonesia Migrant Workers in Hongkong (2004,2008, 2011), and for Indonesian students in Cairo, Egypt (2001, 2008), and University of Malaysia. - Giving a creative writing workshop for Indonesian’s students in Tokyo, Fukuoka, Nagoya, Kyoto (November 2009). - Giving writing workshop in Manchester; Indonesia Permanent Mission in Geneve; Indonesian Embassy in Rome, and for Indonesian students in Berlin (2009) - Held a writing workshop with Caroline Phillips, a Germany writer, in World Book Day 2008
Performance: - Performing two poems for educational dvd (Indonesian Language Center) 2011. - Public reading: (poem) in welcoming Palestine’s writers in Seoul, 2006; - Public reading short story in Geneve 2009, Performing monologue in Mizan Publishing Anniversary 2008, Ode Kampung Gathering in Rumah Dunia, etc.
Awards and honors: 1. Istana Kedua (The Second Palace), the best Islamic Indonesia novel, 2008 2. Derai Sunyi (Silent Tear, a novel), won a prize from MASTERA (South East Asia Literary Council), as the best participant in 10 years MASTERA, 2005. 3. PREH (A Waiting), play writing published by The Jakarta Art Council, honored as the best script in Indonesian’s Women Playwrights 2005 4. Mizan Award for the best fiction writer in 20 Years Mizan (one of Indonesian’s biggest publishers) 5. Asma Nadia profile was put as one of the 100 distinguished women publishers, writers and researchers in Indonesia, compiled by well-known literary critic Korrie Layun Rampan, 2001. 7. Rembulan di Mata Ibu (The Moon in the Mother’s Eye, short stories collection), won the Adikarya IKAPI (The Indonesian Book Publishers Association) Award, 2001 9. Dialog Dua Layar (Two Screen’s Dialogue, a short story collection), won the Adikarya IKAPI (The Indonesian Book Publishers Association) Award, 2002 10. 101 Dating, a novel, won the Adikarya IKAPI Award, 2005 11. The most influential writer 2010, awarded by Republika News Paper 14. BISA Award for helping Indonesia Migrants Workers who wants to be writers (held by Be Indonesia Smart and Active Hongkong) 15. Super Woman MAG Award 2010 16. One of ten most mompreneurship 2010, by Parents Guide Magazine
Summary of translations of work into other languages: 1. Abang Apa Salahku (published by PTS Millennia SDN.BHD 2009) 2. Di dunia ada surga (published by PTS Millennia SDN.BHD 2009) 3. Anggun (published by PTS Millennia SDN.BHD 2010) 4. Cinta di hujung sejadah (published by PTS Millennia SDN.BHD 2011) 5. Ammanige Haj Bayake (Emak Longs to Take The hajj), NAVAKARNATAKA PUBLICATIONS PVT. LTD, 2010 (in south indian language/Kannada)
Buku yang menurutku sangat epic ini, adalah buku yang sama yang menjadikanku lebih sayang ibuku :')
Bukan apa, bertahun2 belajar dan mendengar penjelasan bahwa kita harus menghormati orangtua khususnya ibu ternyata kalah dengan hanya membaca buku ini. Unik ya, siapa yang menyangka bahwa buku yang berkisah tentang dokter malah lebih berkesan bagiku di bagian 'menjadi orangtua'
Berkali-kali aku dibuat menangis oleh buku ini. Bukan hanya di bagian tentang orangtua.
Dan yang paling kusuka, buku ini seolah mendapat tempat untuk nominasi karya tertinggi. Kenapa? Karena karya tertinggi adalah karya yang membuat penikmat buka memuji si pembuat karya, melainkan memuji penciptanya.
Saat awal baca buku ini rasanya pingin udahan aja apalagi awalnya religius banget dan kek penuh harapan. Sementara menurutku pribadi, andai probabilitasnya kecil atau ke depannya kurang baik harus berani menyampaikan keadaan pasien sejujurnya dan tidak diberi harapan berlebih agar menyiapkan ruang duka itu. Target marketnya keknya bukan buat saya mngkin buat teman-teman sejawat yang berhati lembut akan cocok. But I will try to finish it. Dari berbagai kisah hidup ini, sebagai pembaca saya belajar untuk lebih gigih, berusaha lebih keras, dan berpengharapan. Namun tetap realistis. Di akhir bagian, yang saya salahkan adalah isu Gaza yang dibenturkan antara umat muslim dan bukan muslim. Padahal, ini lebih luas dari urusan keyakinan dan sudah merambah ke genosida warga negara yang tak mesti umat muslim saja. Well, keseluruhan andai nyari pengalaman2 menarik, motivasi buat lanjut koas/iship, apalagi kehangatan interasi sama pasien dan rasa "superhero" nakes buku ini saya rekomendasikan. Cuma jika ada kecenderungan rada2 cerewet soal per-K3 an lyfe dan tim antioverworked, buku ini kurang pas buat hiburan 😅🙏
Dokter yang dirindukan merupakan kumpulan kisah yang ditulis oleh dokter-dokter di Malaysia. Buku ini diterbitkan di Malaysia dengan judul "DIAgnosis". Awalnya saya kira buku ini memuat kisah nonfiktif dari penulis, karena kisah pembuka merupakan kisah yang ditulis berdasarkan pengalaman nyata Asma Nadia. Baru kemudian saya menyadari bahwa cerita dalam buku ini fiktif karena memuat cerita mesin waktu dan horror story.
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek dari beberapa karakter dokter. Karakter tersebut kadang muncul hanya di satu cerpen, kadang di beberapa cerpen. Karena bentuknya cerpen, jika ada kisah yang tidak disukai, silakan dilewati. Namun setiap cerpen di buku ini memiliki plot unik walau ada yang predictable. Cerpennya tidak begitu berat dan dilengkapi dengan penjelasan istilah medis jika ada orang awam membaca.
Konsep sebenarnya bagus. Cerita ttg perjuangan dokter dan keikhlasannya. Sayang, dibaca sama org awam kayak aku pusing dengan terlalu banyak istilah medis. Iya sih dikasih keterangannya. Tapi ya tetep "berat". Mungkin cocoknya dibaca sm sesama dokter/yg lagi studi kedokteran untuk meluruskan niat.