Jump to ratings and reviews
Rate this book

Melangkah Searah

Rate this book
Ini Cerita tentang Kita

Hari itu aku merasa seperti dilahirkan kembali, di sebuah dunia yang tak pernah kukenal sebelumnya. Sejak saat itu pula, untuk pertama kalinya derap kakiku menemani langkahmu. Kita berjalan bersama dalam derai tawa dan air mata.

Ada saatnya kita bergegas melangkah. Ada pula saatnya kita berhenti sambil terengah. Menengok perjalanan yang sudah kita tempuh dan mengatur napas di dalam dada. Semuanya kusyukuri. Bersamamu tak ada yang sia-sia.

210 pages, Paperback

Published January 1, 2019

14 people are currently reading
242 people want to read

About the author

Aji Nur Afifatul Hasna

2 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
75 (50%)
4 stars
61 (40%)
3 stars
10 (6%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for afatsa.
51 reviews2 followers
April 2, 2019
Membaca pengalaman orang lain secara tertulis selalu menggugah minat saya. Termasuk soal pernikahan. Meski memang saya tipikal yang cukup skeptis soal yang satu ini. Ya bagaimana mungkin para selebgram yang baru menikah satu atau dua tahun 'berani' berteori begini dan begitu.

Sampai akhirnya salah satu penulis yang saya sukai karyanya menikah. Setelah menikah, ia berbagi lewat rubrik Rumah Tangga Muda. Gaya bercerita dan mengajak pembaca berpikir menjadikan kesannya jauh dari menggurui, bukan tipe tulisan how-to.

Nah, rubrik tersebut lantas mendorong istrinya untuk menulis buku ini. Kisah tentang pernik pernikahan yang baru berusia muda. Dituturkan dengan bahasa ala curhatan, menjadikan buku ini enak dibaca.

Topik pembahasannya beragam. Gado-gado mulai dari masa adaptasi. Bagaimana kebingungan ketika belum bisa memasak, menyesuaikan diri dengan mertua, dan belajar berkomunikasi efektif dengan pasangan. Which is yang saya tahu tidak mudah.

Trus ada juga curhatan pengaturan keuangan, kegalauan sebagai stay-at-home wife, pertanyaan tentang anak, serta liku-liku sebagai ibu baru. Terakhir, penulis menyemangati pembaca untuk membangun kolaborasi bersama pasangan. Memilih value keluarga. Juga mengelola konflik yang juga tidak mudah.

Buku ini bermanfaat sekali untuk yang sedang bersiap menikah, yang barusan menikah, bahkan untuk yang sudah menikah lama. Selalu ada pelajaran untuk diambil dari cerminan pengalaman orang lain kan?

Seni berumah tangga:
Sederhanakan ekspektasi, Tinggikan sabar. Sempitkan ego, luaskan syukur. Berhenti menuntut hak, mulailah memenuhi kewajiban. Berikan ikhtiar terbaik kita, langitkan niat karena-Nya.
Profile Image for fayza R.
227 reviews56 followers
August 11, 2019
Done in 2 jam diselingi makan dan ngobrol wkwkwk

Im not that kind of person yang sangat excited dengan bahasan ayo menikah muda, wq. Bukan, kalo mau dagang gituan jangan ke w wkwkw. Aku tyda tertarik dengan bahasa menikah muda, aku tertarik dengan pembelajaran dan apa2 yg harus disiapkan untuk menikah dewasa, jadi mau seberapapun umur km kalo merasa dewasa ya monggo.

Ada yg usia 17 tahun sudah dewasa dan mampu menikah, hebat. Ada yg 30 adalah usia dewasanya ketika sudah merasa selesai dengan berbagai urusan dengan dirinya lalu menikah, silahkan.

Note buat w adalah ketersiapan dan parameter kedewasaan, bukan usia. Kedewasaan bisa dipupuk pake ilmu, maka berapapun usia nya ketika sudah cukup dewasa dengan dirinya dan lingkungannya, ya oke.

Karena mau nikah muda atau tua tapi belum dewasa, belum ada ilmu, belum niatin nambah ilmu, ya sama2 bisa retak di tengah jalan, salah satu menjadi dewasa adalah siapin ilmunya, banget.

Jadi kalo mau nikah dewasa di usia muda ya bisa aja, bisa banget, banyakin ilmu dan keinginan terus gali ilmunya. Never ending sih.

Banyak definisi diluar sana tentang tujuan pernikahan, but tanpa menggurui atau mengurangi rasa hormat, mau mengingatkan aja buat kita yg muslim, tujuan utamanya adalah ibadah.

Kayak ibadah yang lain2 aja, ujiannya buanyak. Solat yg ibadah harian ada aja ujiannya, males lah, nanggung lah, etc, ya apalagi nikah.

Bahasan mbak Apik tuh kek jujur polosan curhatan orang baru nikah yang banyak banget perubahan di kehidupannya, yang bisa aja kalo kamu gak siap atau gak nyiapin bakal kaget pake banget.

Dibalik curhatan jujurnya ada banyak ilmu yang bisa diambil, mulai dari komunikasi, love language, pahamin kondisi before after marriage yg butuh banyak adaptasi, stay productive, problem solving etc etc yang ga akan didapetin di akun2 yg gencar kampanye nikah WKWKWKWKW

(maap aku terkesan offense ya thdp nikah muda ? Huhu Enggak, maksudnya ya tolonglah campaign sambil edukasi biar dewasa, bikos habis akad juga bukan happily ever after lol. Ini balik lagi ke nikah dewasa IMHO ya)

Ini jujur bgt sih sekalian buat yg single nyiapin cari ilmu nikah kkkkk

Banyak.
Dah. Aku suka. Gak menye. Gak sok motivasi. Gak sok campaign. Ngasi tau realita. Ngasi tau ilmu yg harus disiapin.
Profile Image for Umara' Nur Rahmi.
62 reviews5 followers
April 1, 2021
"Walau kadang-kadang terasa berat, ingat, ingat ... menikah itu adalah suatu ibadah. Hakikatnya, tiap ibadah adalah indah karena sejengkal lebih dekat dengan-Nya." (Hlm. 4)

➖➖➖➖➖
Adakah teman-teman yg sudah menikah di sini...? Saya yakin banyak...😊 Semoga selalu diberkahi dan dimudahkan dalam menjalani bahtera rumah tangganya. Aaamiiin

Well... sepertinya semua meyakini bahwa kehidupan rumah tangga tidak hanya berisikan manisnya saja, tapi juga ada asam, asin, pahit, bahkan hambar pun ada.

Berkebalikan dari pernyataan di atas. Tidak dapat dipungkiri pula, semakin terbukanya akses melihat kehidupan rumah tangga muda orang terutama dikalangan para selebgram yg kerap menampilkan sisi bahagianya, tanpa sadar telah menumbuhkan ekspetasi dalam diri bahwa dgn menikah, hidup "bersamanya" akan selalu dipenuhi kebahagiaan. Dunia terasa milik berdua, yg lain numpang lewat 😅

Nah...dalam buku ini, penulis mencoba "mengurai" ekspetasi tersebut dgn mengemas cerita kehidupan rumah tangganya dgn sangat terstruktur. Dimulai saat masa² awal mengenal suami, prosesi pernikahan, dan aneka problematika kehidupan pasangan muda seperti ; belum bisa masak, homesick, finansial hingga visi misi pernikahan. Hal ini membuat saya sebagai pembaca seperti sedang "mendengarkan" curhatan seorang Kakak yg ingin menceritakan kepada adeknya bahwa "asam manis rumah tangga pasangan muda itu seperti ini loo, dek..." 😇

Tidak hanya sekedar cerita, penulis juga memberitahukan solusi dari tiap masalah yg dihadapi sesuai pengalamannya. Dibagian ini, terasa sekali bagaimana penulis mencoba membesarkan hati pembacanya jika dihadapi masalah. Seolah-olah ingin mengatakan "kamu tidak sendiri, saya juga pernah merasakannya. Yuk semangat lagi..!!" 💪

Gaya penulisan yg ringan juga diselingi humor yg pas, membuat buku ini enak dibaca berkali-kali. Cocok bagi yg belum menikah maupun yg sudah. Bagi yg belum, setidaknya jadi punya "kisi² atau bayangan" bagaimana kehidupan saat awal² memasuki dunia pernikahan dan bagaimana belajar menyederhanakan ekspetasi. Bagi yg sudah, setidaknya bisa menjadi "teman penyemangat" saat dihadapi aneka ujian di kehidupan rumah tangga mudanya. Recommended !!

Selamat membaca 💕
Profile Image for Rima Fidayani.
4 reviews3 followers
April 12, 2022
Setelah 4 bulan on off sama dunia perbukuan, akhirnya berhasil juga nuntasin 1 buku di 2022, masih terhitung awal lah ya. Setengah bagian buku tuntas dalam waktu kurang lebih 2 jam, pas banget lagi gabut nungguin pasien.

Buku ini udah jadi inceran sejak lama karena ngerasa kayak butuh ngumpulin ilmu sebanyak-banyaknya sebelum nikah (yang masih direncanakan), terlebih penulisnya ga asing banget. Eh, alhamdulillah dipinjemin sama sahabatku yang udah lebih dulu nikah dan ngerekomendasiin banget buat baca buku ini.

Baca buku ini rasanya kayak baca kumpulan blog yang isinya curhatan, saking jujurnya isi buku ini, tapi di saat yang bersamaan ‘daging’-nya pun dapet! Mba Apik bener-bener ngungkap dari sudut pandangnya dan nulisin apa adanya tentang rumah tangganya dengan Mas Gun—tentu tidak diumbar semua—yang akhirnya bikin pembaca jadi bisa ngerti sama apa yang dilalui Mba Apik dari masa awal pernikahannya sampai sekarang (saat buku ini terbit).

Dari tulisan Mba Apik, aku jadi paham kenapa nikah itu nilainya ibadah; karena semua yang dilakukan di dalamnya dihitung ibadah dan pertanggungjawabannya langsung kepada Allah, baik dari suami maupun istri. Seperti halnya sholat (salah satu contoh ibadah), pernikahan itu sendiri dalam persiapan dan pelaksanaannya butuh ilmu. Dari yang awalnya masih level cetek banget, seiring berjalannya waktu ketika keduanya sama-sama terus belajar dan terus upgrade ilmu, akan banyak hal yang leveled up!

Ga cuma bernarasi, dalam buku Mba Apik pun ga sungkan buat berbagi 'tips dan trick' dalam usaha membangun rumah tangganya. Mulai dari bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungann setelah pindah ikut Mas Gun, perihal pembagian tugas dan peran, komunikasi, hingga finansial. Mba Apik juga selalu nyelipin tips agar ikhlas dan berlapang dada: Inget Allah, serahin segala urusan sama Allah, dan berprasangka baik sama Allah.

All in all, buku ini recommended banget terkhusus bagi yang belum menikah, supaya sedikit banyak punya gambaran bagaimana pernikahan itu dibangun dan dijalankan bersama. Karena sesungguhnya, menikah ga melulu soal bisa bersama 24/7 sama pasangan halal ya bestie hehe—ia jauh lebih mulia daripada itu.
Profile Image for Tia Raihana.
37 reviews7 followers
February 21, 2022
Buku ini bergenre islamic inspiration yg menceritakan tentang kehidupan pascamenikah dari penulis. Terdiri dari 21 mulai dari cerita pertemuan, konflik pernikahan, finansial dll yang relate dengan yang sering terjadi di kehidupan pernikahan. Dikemas dengan bahasa yang ringan, tidak menggurui serta diselingi dengan humor.

Dalam buku ini penulis tidak hanya menceritakan problematika dalam pernikahan. Tapi juga bagaimana mereka bisa survive dalam menghadapi berbagai macam ujian. Semacam kisi-kisi kalau nanti masuk pernikahan tuh kamu bakalan ketemu sama masalah ini loh. Belajar untuk saling meredam emosi dan saling pengertian.

Selain itu, hal yang perlu digaris bawahi 'Jangan berekpekstasi tinggi' walau itu konteksnya pada pasangan kita. Karena dia juga manusia biasa, banyak kekurangannya. Jika terlalu menggantungkan harapan, khawatir bakal terpeleset juga.

Buku ini cocok untuk kaum singelillah buat wedding preparation. Karena pada nyatanya menikah itu gak semudah makan kuaci. Landasan paling mendasar yang wajib banget dimiliki adalah iman. Kemudian dilengkapi dengan sebaik-baiknya amalan.

Dengan begitu tidak ada yang namanya KDRT, perselingkuhan, nafkah yg tidak terpenuhi atau suami yg tidak bertanggung jawab. Perbedaan, pertengkaran, debat atau kesalahpahaman akan selalu ada namun biarkan semua itu memberikan warna dalam rumah tangga kita.

Insight yang aku dapat dalam buku ini adalah terus belajar memperbaharui ilmu dan prinsip tentant halal-haram, jangan bosan menekan ego dan nafsu ingin ini itu. Tanpa disadari keinginan kita bakal menstimulus suami untuk mengerjakan hal yang tidak benar. Ini lah alasan kenapa seseorang bisa korupsi karena gaya hidup dan tuntutan istri. Maka nanti kalau jadi istri, motivasi lah suami untuk mencari nafkah yang halal.
Profile Image for Shania Fikra.
5 reviews1 follower
June 18, 2020
buku ini bagus. penulis mengungkapkan asli kehidupan rumah tangga dengan jujur. saya sangat suka dengan kesederhanaan yang disampaikan penulis. benar-benar terasa seperti mendengar curhatan seseorang. terkadang saya juga tergelak dengan poin-poin jujur yang disampaikan. sangking nyamannya, saya membaca buku ini dalam 4 jam sekali duduk. sambil goler-goleran tentunya.

saya sangat terkesan dengan bagaimana buku ini bisa menjawab dan menenangkan pembacanya akan teori-teori pernikahan. yang harus beginilah, yang harus begitulah. buku ini seolah menyampaikan "sudah, tenang saja, kalau sudah jodoh, mau sebagaimanapun kurangnya kita, pasangan tetap terima kok, dan tetep ada kok yang mau sama kita, dan kita harus tetap berjuang yang terbaik untuk mempertahankan indahnya rumah tangga" hehehe

kalau tentang isi, buku ini berisi persis dengan judulnya yaitu asam manis rumah tangga. mulai dari adaptasi dan kompromi dengan perbedaan pasangan, proses belajar memasak, adaptasi dengan keluarga pasangan, sampai dengan manajemen finansial yang disampaikan sesuai dengan pengalaman penulis.

dan juga ada beberapa nasihat yang saya tangkap dari buku ini. dan mungkin bisa diterapkan kepada para pembacanya yaitu : sepakatkan 40 hari tanpa bertengkar di awal penikahan dan cari 10 kelebihan pasangan di hari itu ketika bete dengan pasangan.
Profile Image for Erika.
120 reviews2 followers
July 23, 2020
Buku ini adalah buku lanjutan arah langkah yang ditulis mb apik dan mas gun. Jika arah langkah adalah cerita awal sebelum mereka menikah mulai dari bagaimana perkenalan hingga persiapan pernikahan mereka. Buku melangkah searah ini lebih ke perjalanan awal pernikahan mereka dari mulai adaptasi hingga visi misi pernikahan mereka.

Buku ini lebih menceritakan pengalaman mbak apik yang menjalani pernikahan dengan mas gun. Cerita tentang jauh dari orang tua, adaptasi kebiasaan baru yang jadi istri yang di rumah saja. Pengalaman-pengalaman yang khas pernikahan muda, kaget namun terus belajar untuk menggarungi rumah tangga bersama.

Di buku ini, ditulis jelas kalau peran mas gun dalam proses adaptasi banyak membantunya. Rasanya mereka saling melengkapi gitu, sabar banget menghadapi mbak apik yang belajar memulai semuanya. Dari yang belum bisa masak hingga jadi support system disaat-saat gak enak.

Buku ini penuh ilmunya tapi gak terkesan menggurui tapi pesannya sampai ke pembaca. Cocok untuk yang mau belajar tentang pernikahan biar gak kaget, biar gak berekspektasi tinggi tentang pernikahan yang hanya indah-indahnya saja.
Profile Image for Priyantini Kurniawati.
39 reviews1 follower
April 5, 2019
Tulisan yang mengulas buah-buah kehidupan yang dipetik ketika telah menjadi pasangan suami dan istri. Bahasanya super ringan, Gaes.. jangan heran kalau sisi humorisnya si penulis bakal ngena ke pembacanya :D

Di pertengahan baca bagian "homesick" bikin nano-nano, euy.. ya berkaca-kaca jadi ngerasain homesick, campur ama ketawa karena disusul dialog yang so sweet antara ibu, menantu, dan anak perempuannya

Ohya, satu poin refleksi yaitu memusyawarahkan ulang lalu menuliskan visi & misi pernikahan yang alangkah baiknya dibarengi oleh amalan-amalan sederhana bagi pasangan suami dan istri. Mengingat pernikahan merupakan rangkaian ibadah tiada henti yang kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Betapa pun panjangnya usia kita di dunia ini, sesungguhnya ia tetap pendek, selama penutup hidup adalah kematian

Semoga Allah menjadikan kata demi kata sebagai kebarokahan bagi mbak Apik dan ilmu yang mengalir manfaatnya bagi pembaca buku Melangkah Searah, Aamiin
Profile Image for Nur.
9 reviews
April 28, 2022
Membaca buku ini seperti sedang mendengarkan Kak Apik curhat, berkeluh kesah, dan memberi wejangan pada kami para newbie. Lebih seperti membaca buku diari karena tulisan beliau terasa jujur apa adanya.

Memberi pencerahan untuk bersiap menyederhanakan ekspektasi, menurunkan ego, meninggikan sabar, dan meluaskan syukur.

Mengingatkan kalau nanti yang diimpikan memang kebermanfaatan yang melesat, namun mau tidak mau harus dimulai dari proyek kecil nan remeh yang seringnya lupa diapresiasi.

Menyadari kalau tiap kita punya cerita asam garamnya masing-masing. Kak Apik beserta kisahnya. Fasenya mungkin sama, tapi tantangannya bisa berbeda. Selama kaki kiri dan kanan melangkah bersama, sesuai koridor arah yang ditentukan, rasanya bukan mustahil untuk menjalaninya.
Profile Image for Vindaa.
190 reviews3 followers
June 17, 2020
Kalau biasanya kita belajar tentang seni berumah tangga itu perlu banyak merangkum teori, kali ini tidak. Mbak Apik lebih banyak menceritakan pengalaman secara realnya disini.

Ya manis.
Ya kecut.
Ya asin.
Ya hambat.
Ya nikmat.

Semuanya ada.
Dan itu semua, perlu disadari betul oleh pasangan pra-nikah atau yang baru saja menikah.

Buku ini recommended banget buat kamu yang mau menikah.
Yang baru saja menikah.
Atau, yang mau ngasih kado buat temanmu yang sedang menjalani pernikahan 😍

Aseli. Isinya ringan, 2 jam duduk selesai. Tapi, meski begitu, banyak sekali catatan-catatan kecil bermakna yang bisa di ATM saat menjalani hidup berumah tangga nanti.

Selamat membaca :)
Profile Image for Riska ◡̈.
35 reviews1 follower
July 9, 2022
Buku Melangkah Searah benar-benar menyajikan asam manis rumah tangga muda. Bisa dibilang, rumah tangga di 5 tahun pertama. Mulai dari pertemuan, pesta pernikahan, finansial, punya anak, ibu baru, hingga visi misi keluarga, mau dibawa kemana perahu ini?. Buku ini tidak hanya cocok dibaca untuk yang sudah berumah tangga, baik laki-laki atau perempuan, tapi juga untuk yang belum berumah tangga.

Dalam pernikahan, sudah tentu ada suka dan duka. Maka lewat buku inilah, kita bisa belajar dan melihat kejadian-kejadian dalam pernikahan, yang semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah Mbak Aji Nur Afifah dan suaminya.
Profile Image for Nava.
52 reviews
November 17, 2021
Saat membaca buku ini, rasanya seperti sedang diajak bercerita dan diberi bekal untuk menjalani awal kehidupan pernikahan oleh Mbak Apik. Sama seperti di tumblr, di buku ini Mbak Apik menuliskan kisah-kisahnya dengan menarik, ringan dan lucu. Bagian yang selalu saya ingat dan paling favorit adalah "40 Hari Tanpa Bertengkar" dan "Menikahlah dengan seseorang yang juga mau menikahi mimpi-mimpimu. Yang matanya berbinar ketika citamu berbinar. Yang senyumnya ikut terkembang ketika asamu terkembang" sebagaimana yang dituliskan Mbak Apik di bukunya.

Profile Image for Hanifah Alhaq.
14 reviews1 follower
September 15, 2022
Paling suka ((insya Allah nantinya akan aku terapin)) bagian Ikrar mencari 10 kelebihan pasangan. Diterapinnya ketika kita lagi kesal sama dia. Karena ketika kita kesal kebaikannya akan tertutupi. Makanya perlu dihitung-hitung biar lambat laun rasa kesal itu mereda. Kalo belum sampai 10? Berarti kita belum bersungguh-sungguh😆 terus cara mendekati mertua juga kayaknya bisa banget ditiru wkwk. Makasih mba Apik bukunya Insightful banget tapi juga applicable. Semoga berkah selalu untuk rumah tangga Mba Apik dan Masgun😇
Profile Image for Hani.
57 reviews2 followers
June 25, 2019
Buku ini mungkin diperlukan untuk bekal perempuan yang akan menikah. Karena membahas persiapannya dari segi fisik, rohani, ilmu, mental, dan pikiran-pikiran yang dikhawatirkan pada masa pre-marriage. Semua dikemas dengan bahasa yg sederhana, Apik! Sebelum baca ini, saya sarankan untuk baca buku pertamanya dulu: Menentukan Arah, karena ada bagian yg nyambung. Btw buku ini saya lahap hanya dengan 4 hari, HAHA!
Profile Image for Rizky Wijayanti.
1 review
January 9, 2020
Buku yang membuka mata bahwa pernikahan bukan hanya sekedar fairytale. Membaca ini ketika memang belum menikah, memberikan sedikit tamparan untuk kembali mengumpulkan bekal ilmu dan meluruskan niat. Mba Apik dengan lugas dan manis menceritakan detail-detail dalam kehidupan rumah tangga baru tanpa kesan menggurui. Bahasanya mengalir dan ringan membuat isi didalam buku ini mudah dicerna. Sangat mengena!!!
Profile Image for Alfien Rusdiana.
6 reviews
June 1, 2020
Buku yang ringan tapi sarat makna. Seperti sedang mengobrol dengan mereka yang baru saja menikah. Bedanya, buku ini lebih lengkap, tersusun rapi daripada mengobrol langsung dengan pasangan yang baru menikah. Berisi keresahan seorang istri muda, mulai dari penyesuaian dengan suami, mertua, sampai dengan keuangan.

Sangat cocok untuk yang sedang menanti ataupun yang baru saja menjadi seorang istri :)
3 reviews
April 2, 2019
Buku ini membahas 'asam-manis' rumah tangga, menjadi istri dan ibu, serta memuat tips di dalamnya. Meskipun masih dalam hitungan tahun, menurut saya mba Apik dan Mas Gun bisa melaluinya dengan sangat bijak.
makin terbuka dan terisi, bahwa dalam rumah tangga nanti, tidak akan selalu indah dan seasyik yang kebanyakan kita lihat. Catatan untuk bekal perjalanan nanti
Profile Image for Fitri Rezeky Siregar.
28 reviews1 follower
April 16, 2019
Ceritanya sederhana, karena bercerita tentang kejadian sehari-harinya apik dan mas gun, sambil membayangkan beberapa adegan yang cukup receh versi mbak apik yg cukup related kalo aku juga diposisi mbaknya wkwkwkwk.
Referensi bacaan pemanasan buat yang akan segera menikah, yang baru berniat untuk menikah, atau sudah menikah juga bisa.
Profile Image for Ambar Sari.
4 reviews4 followers
September 6, 2019
Tulisanya ringan dibaca.. saya langsung baca dalam sehari dalam waktu sekitar 3 jam selesai , berusaha saat itu menyelesaikan sampai ending karena memang membuat semakin penasaran dan ringan bacaanya, lumayan dapat banyak ilmu baru tentang rumah tangga dari mba Aji. Terimakasih mba Aji Nur Afifah :)
Profile Image for Sita Evita.
112 reviews10 followers
November 14, 2019
Bercerita tentang pernikahan tetapi dengan tidak berlebihan mendayu-dayu.
Senang membacanya karean kebahagiaan dan getirnya terasa manusiawi, tidak berlebihan yang bikin orang lain sampai berkecil hati.

Nasihatnya disampaikan dengan lembut.
Buat orang yang belum menikah seperti aku, buku ini menentramkan sebagai panduan untuk menambah ilmu dalam memantaskan diri.
Profile Image for Aira Zakirah.
174 reviews8 followers
Read
June 19, 2020
Honestly... saya tidak berani membaca buku ini hahah. Dari taun kemarin mulai baca bab 1 loh ya baru kelar seminggu lalu gegara penngasih kado seseorang yang sebentar lagi nikah tapi masak sih saya belum baca? Yagitudeh.. padahal mba Apik ini penulis tumblr andalan saya, tulisannya selalu sukses bikin ketawa tapi dapat banyak ilmu juga hehe
*apasih (ini bukan review -,-
Profile Image for Mawari Afifah.
6 reviews4 followers
July 4, 2020
Banyak banget pelajaran yang bisa diambil, terutama untuk yang baru berumah tangga sepertiku. Gaya bahasanya cenderung menyenangkan dan sama sekali gak kaya menggurui, banyak yang relate dengan kejadian nyata juga, tapi tentu saja ditambah dengan solusinya. Bersyukur banget nemu buku ini, untuk teman2 juga semoga bisa jadi hikmah dan pengajaran yang baik.
Profile Image for Lucky Ayu Chandra Agustin.
14 reviews1 follower
January 31, 2020
Sukakkkk banget dengan cara mbak Apik bercerita. Overall, bukunya sangat mengedukasi sekaliii, tidak kompor-kompor club hihihi. Kisah asam-manis rumah tangganya diambil dari pengalaman langsung. Recommended banget pokoknya, terimakasih mba Apik! :)
Profile Image for Sarah Az Zahra.
41 reviews
May 19, 2021
Buku ini menginspirasi sekali untuk dibaca dan dipahami oleh kawula muda muslim/ah yang akan atau sudah menikah. Pembahasannya cukup padat dan bahasanya enak dinikmati. Maa syaa Allaah. Terima kasih Mbak Apik sudah menuliskan buku ini! Alhamdulillaah 😊
Profile Image for Riatmi Ami.
74 reviews1 follower
July 12, 2023
Bahasanya ringaan sekali jd bisa cepat bacanya hihi kalo buatku yang jomblo bisa buat ngasih gambaran apa2 aja penyesuaian rumah tangga baru, reminder untk mengelola ekspektasi ttg rumah tangga , reminder gpp ga perfect yg penting belajar wkwk
Profile Image for Ditta Aprilia.
4 reviews1 follower
May 28, 2019
Sederhana, ringan tapi mengilhami. Terima kasih mba apik, semoga selalu dimudahkan untuk terus menginspirasi
5 reviews
August 16, 2019
Mebaca bukunya tapi terasa lagi diceritain sama mbak apik, lengkap dari proses adaptasi dengan pasangan sampai lingkungan, manajeman keuangan, visi misi pernikahan dan caranya merumuskannya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Iim Setyawati.
2 reviews2 followers
October 14, 2019
Buku Melangkah Searah seumpama kisi kisi menjelang ujian masuk perguruan tinggi. Dikemas dengan pemilihan bahasa yang indah dan mengilhami, masyaa Allah Tabarakallah
Profile Image for Asma Zakiyah.
190 reviews5 followers
December 18, 2019
Tidak ada yang dimewah-mewahkan, juga tidak ada yang diminimalkan, terasa natural apa adanyaaa.. Mba Apik, terima kasih sudah berbagi, kapan-kapan lagi ya!
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.