“Deadline itu perlu dicintai, bukan dibenci, atau dijauhi”
April, seorang siswi SMA tidak sengaja jatuh hati kepada sosok cowok misterius bernama Deadline. Bagi orang-orang, deadline adalah hal yang menyebalkan, membuat segala sesuatunya menjadi terburu-buru. Tapi, bagi April, deadline menjelma menjadi sosok laki-laki misterius yang membuat hatinya tak bisa berhenti berdetak.
Apa yang terjadi ketika April, si murid yang dikenal rajin dan tak pernah melanggar tenggat waktu ini tiba-tiba jatuh hati kepada sosok Deadline yang menakutkan? Inilah kisah cinta tidak biasa antara April dan Deadline, sebuah kisah cinta yang telah menjungkirbalikkan dunia April....
Komik ini tampaknya debut pertama Aisah Puspa Lestari di dunia komik mayor sebelum Sofia: Fashion Investigation di LINE Webtoon itu.
Idenya keren, sih. Bener-bener nggak biasa, yaitu membuat jalinan kisah cinta seorang gadis SMA superrajin bernama April dengan sosok "Sang Penjaga Waktu" bernama Deadline. Ya di sini Deadline kini ada ekstraknya... MAKSUDNYA humanisasinya, yaitu berupa cowok tampan berjubah hitam dengan kepribadian yang gloomy.
Sejak bertemu secara tidak sengaja dengan Deadline, April jadi jatuh cinta dan berusaha agar bisa menemui lagi sosok berjubah hitam misterius itu. Caranya? April mengerjakan tugas teman-teman sekolahnya (waduh). Nyebelin sih beberapa temannya ini, Bayu misalnya. Gayanya bossy banget pas nagih tugas dari April. Dan kayaknya mereka juga nggak ngasih pertukaran apa pun buat April. Mungkin bakal lebih bagus kalau setingannya bukan kaya gini, misalnya, jadiin aja si April itu penulis yang selalu dikejar-kejar editornya. Soalnya gimana, yah... nggak terpuji aja gitu LOLZ.
Rupanya sang Deadline ini pun diam-diam sering mengawasi April karena kerajinannya yang sangat ekstra. Karena itu sekali April terlambat, Deadline rela mewujud ke dunia nyata demi memperingatkannya. Darimana April bisa tahu perasaan Deadline? Baca sendiri aja.
April yang semakin frustrasi karena tidak bisa bertemu dengan Deadline lagi jadi suka menunda-nunda pekerjaan dan ini mengkhawatirkan teman-teman sekelompoknya yang tidak mau tugas kelompoknya terlambat dikumpulkan. Melihat kondisi April, akhirnya Deadline mewujud lagi dan mengajak April bicara lebih serius.
Apakah April akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya pada Deadline? Bagaimana tanggapan Deadline? Yang jelas kisah ini ditutup dengan ending yang tak terduga. Rasanya mungkin agak nggak puas, tapi ending seperti ini yang paling masuk akal dan tetap terasa manis.
Unik. Ngga pernah kebayang klw seseorang bisa jatuh hati sama Deadline 🤣.
Bisa-bisanya si Author kepikiran memvisualisasikan Deadline. Tpi klw visualisasi Deadlinenya begitu, hati berdebar tiap bertemu itu kyknya fix perasaan jatuh cinta deh.
Tapi eh tapi, di akhir cukup d buat kyk 'Ehh? Kok?' karena malah d kasi panel yg buat mikir, tpi ini udh END🙄. Jd, endingnya sesuai kepercayaan dn imajinasi masing-masing aja😅.