why would you tell boys they can't be soft
grow flowers in their hair
and be strong
at the same time
when they can?
living millions of years with flowers all over her
withstood scorching heat and sheer cold
tell the boys tell the girls tell them all
they can be strong
like earth
— hlm. 47
Membaca buku ini terasa seperti refleksi dengan berbagai hal yang sudah jalani di alam fana ini. Masyarakat, keyakinan dan identitas diri, pergulatan pertanyaan dan pernyataan yang tertutur dalam puisi pada buku ini sangat kusukai. Puisinya terasa jujur apa adanya tanpa dilebih-lebihkan. Metafora yang terkandung di setiap kalimatnya membuatku yang awalnya agak ragu dan enggan melanjutkan membaca buku ini, perlahan mulai dapat menerima dan berkeinginan untuk mengkhatamkan buku ini secepatnya (walaupun pada akhirnya molor juga dengan kemampuan Bahasa Inggrisku yang ngange-ngango).
i
was
so
prepared
to
feel
hurt
i
didn't
realize
the
bleeding
numb / strong — hlm. 115
Puisi-puisi di buku ini terbagi menjadi 13 bagian—tema—yang saling berkaitan dan berkesinambungan memupuk rasa tanya, sadar, dan perlahan-lahan menggiring pembaca untuk menelisik makna di balik segala hal yang mungkin tampak sederhana dan tampak biasa di mata kita dan sebagian orang. Buku ini juga menyadarkanku, bahwa terkadang bukan hanya perempuan yang dapat merasakan rapuh, pria pun dapat merasakan rapuh, bahkan terkadang lebih rapuh dari gabin yang terlalu lama dicelupkan di piring kecil berisikan teh hangat.