Dara Ayunindya, gadis yatim piatu asal Indonesia sekaligus seorang hafizah, baru saja menginjakkan kakinya di Brizzle (Bristol), kota bagian barat daya Inggris yang memukau, meniti harapnya meraih gelar PhD bidang Neuroscience di University of Bristol.
Dinginnya musim dingin bersama saljunya yang putih menyambut Dara dengan peristiwa mencekam dan kelam, diserang oleh 4 orang lelaki asing yang ingin merenggut kesuciannya. Lalu hadirlah Tunku Amir Abd Aziz, Sang Pangeran Johor Bahru Malaysia, menyelematkannya dari peristiwa menyiksa di hari pertama kedatangan Dara. Pebisnis muda sukses lulusan Harvard Bussiness School itu tertawan dengan kecantikan dan keindahan akhlak Dara Ayunindya.
Perjalanannya kemudian dipertemukan dengan Dr. Raffaele deLuca, pria Italia bermata biru, dosen muda jurusan Neuroscience di University of Bristol. Dr. de Luca bukan hanya menjadi pembimbing Dara, namun berislam karena pengaruh gadis Indonesia itu. Pria itu memperjuangkan Dara untuk menjadi istrinya sekaligus membuka tabir rahasia Dara yang tersimpan puluhan tahun lamanya.
Kisah cinta Amri, Dara, dan de Luca ditulis mengalir dalam novel ini. Berkisah dengan latar Kota Bristol yang cantik, Luzern-Swis yang memukau, Selatan Halmahera yang menakjubkan, juga Skotlandia yang dingin dan memesona.
Anda akan dibawa merasakan perjalanan cinta Sang Hafizah yang bertabur romansa menggetarkan, pesan-pesan iman yang menggugah, juga cerita menarik di tiap lembarnya.
Bismillah Brizzle is the one novel yang sangat saya tunggu tunggu sejak masih dalam pembuatan, saya juga sangat exicited untuk ikut juga memberikan pilihan dalam pemilihan cover novel brizzle tersebut. Menurut saya buku ini sukses membuat saya jadi merasa seperti dara pemeran utamanya, saya suka karakter seorang dara dalam novel ini, selain dia seorang hafizah juga pandai sekali bela diri, wanita muslimah yang saya dambakan dalam diri saya bisa pandai bela diri, Ada banyak part yang membuat saya terkecoh dan juga terpukau, ada beberapa part yang cukup menguras air mata saya, dan banyak juga part yang romatic menurut saya but tetap dalam koteks yang tidak lebay atau berlebihan, Part yang menurut saya cukup menguras hati itu ketika ternyata dara anaknya ibu alya Terakhir buku ini juga menggambarkan betapa konsistensi menjaga diri sebagai seorang muslimah itu sangat penting, jangan takut dan jangan khawatir terhadap apapun karena sesungguhnya Allah always with us. Jazakumullah khaiyron katsiran.. Ditunggu karya selanjutnya pak.
This entire review has been hidden because of spoilers.