Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pu Yi: Dari Kaisar Menjadi Penduduk Biasa

Rate this book
Aisin-Gioro Pu Yi belum genap tiga tahun saat diangkat sebagai Kaisar Dinasti Qing. Saat upacara pengangkatan, ia menangis dan meronta. Ayahnya panik. “Janganlah menangis! Ini akan cepat berakhir. Ini akan segera berakhir,” ucap sang ayah coba menenangkan. Yang dimaksud “segera berakhir” tentu adalah segala prosesi upacara yang menjemukan. Namun, seakan memiliki arti profetik, ucapan itu juga menggambarkan Dinasti Qing (1677-1912) yang tumbang tiga tahun setelah Pu Yi diangkat.

Dari Kaisar Menjadi Penduduk Biasa merupakan saduran From Emperor to Citizen: The Autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi ter­bitan Foreign Language Press. Sebelum­nya, saduran karya PK Ojong ini dimuat di harian Kompas 26 Juni–15 September 1965 dalam bentuk cerita bersambung. From Emperor to Citizen: The Autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi terdiri dari dua bagian; bagian pertama terbit pada 1965, sementara bagian kedua terbit pada 1979. Buku ini adalah saduran bagian pertamanya. Dalam saduran ini, diuraikan konteks sosial, intrik politik, dan strategi pihak-pihak yang menjadi penentu akhir Imperium Tiongkok.

212 pages, Paperback

Published April 1, 2019

2 people are currently reading
10 people want to read

About the author

P.K. Ojong

5 books16 followers
P.K. Ojong aka Auwjong Peng Koen

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (22%)
4 stars
5 (55%)
3 stars
1 (11%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (11%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Capcaibakar.
57 reviews2 followers
June 21, 2019
Pu Yi merupakan kaisar terakhir Cina yang diusir dari Kota Terlarang lalu melarikan diri ke Manchuria dan menjadi raja "boneka" nya Kekaisaran Jepang. Buku ini merupakan saduran dari otobiografi yang ditulisnya saat ditahan sebagai penjahat perang.

Lucu sih bukunya, ga penuh puja² terhadap diri sendiri. Ia malah mengakui kalau dirinya bukanlah pelajar yang tekun dan pintar. Tidak bijaksana dan tidak tertarik dengan persoalan negara. Besar kepala juga karena diagungkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ya kalau bukan karena keturunan ga akan deh dia dipilih jadi pemimpin.

Menarik!! Sayangnya saya belum dapat buku keduanya jadi cuma tahu kisahnya sampai ia diangakat sebagai raja di Manchuria oleh Jepang. Terus kurang foto², ga ada foto sama sekali. Kan saya kepo.

Yang saya dapat disini, seringkali kita membenci apa yang kita punya dan baru menyadari itu anugerah saat kehilangannya. Seperti Puyi yang sangat ingin keluar dari Kota Terlarang bahkan Cina. Pokoknya ia tidak senang dengan posisinya sebagai Kaisar, namun saat ia diusir ia berusah keras untuk mendapatkan kembali posisinya.
Profile Image for Wirotomo Nofamilyname.
380 reviews52 followers
May 9, 2020
Mungkin saya memang bukan penggemar biografi/autobiografi. :-)
Saya cuma bisa kasih bintang 3.

Cukup enak dibaca sih, tapi berhentinya nggak enak banget.
Ternyata ini memang autobiografi nya Pu Yi tahun 1965 yang disadur oleh PK Ojong dan kemudian dijadikan tulisan bersambung di koran Kompas pada tahun yang sama. Walau anehnya di buku tertulis penulis buku ini adalah PK Ojong. Aneh sih nama Pu Yi tidak disebut.
Yang lebih parah ternyata ini hanya bagian pertama tulisan Pu Yi. Bagian keduanya terbit 14 tahun kemudian (1979) dan sepertinya PK Ojong tidak sempat menyadurnya lagi (Beliau meninggal tahun 1980). Jadi membaca buku ini anda seperti lagi menuruni tangga, saat anda berpikir masih akan ada anak tangga lagi, ternyata tidak. Mak jegagig. Berhenti begitu saja. :-)
Padahal anak judulnya kan bilang: “Dari Kaisar Menjadi Penduduk Biasa”. Saat tulisan berakhir, Pu Yi nya belum jadi penduduk biasa lho. :-)

Saya cuma bisa bilang oke, tapi terasa ada yang kurang buat saya.
Gituuu....
😀
Profile Image for Aguspratama.
33 reviews1 follower
October 20, 2020
The book was well translated and it tells Pu yi life with a truth in it. Pu yi is not holy noble and just a men who is destined to be king, but so bad at it and coward.



P.K Ojong kembali lagi tidak membuatku kecewa . Terjemahannya sangat bagus dan selalu membuat apalagi yang akan terjadi. Sayangnya beliau meninggal sebelum melanjutkan ke seri kedua dari buku ini. Andai saja bulu phoenix masih ada.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.