Jump to ratings and reviews
Rate this book

Uchi & Soto: Budaya Jepang dari Keluarga ke Korporasi

Rate this book
Orang Jepang dikenal sebagai suku bangsa yang memiliki nilai-nilai yang mengagumkan dalam kebudayaan, falsafah hidup, tata krama, hingga tata kelola diri kala menghadapi bencana alam terburuk. Sifat ini hanya mungkin muncul dengan bentukan budaya yang ditanamkan sejak masa kanak-kanak dalam sebuah keluarga inti, dan terus disemai hingga dewasa. Cukup banyak orang mengagumi kebudayaan Jepang dan ingin mempelajarinya.

Namun karena budaya dan Bahasa Jepang terlihat jauh dari budaya kita, rasanya jadi rumit dan sulit. Dengan bantuan buku ini, kerumitan itu akan terurai. Semua aspek dibahas dengan pendekatan secara langsung oleh orang Indonesia yang pernah tinggal dan menimba ilmu di Jepang; yang hingga kini berkerja sama dan berinteraksi dengan bangsa Jepang.

280 pages, Paperback

Published April 8, 2019

2 people are currently reading
16 people want to read

About the author

Hasanudin Abdurakhman

11 books13 followers
Aku lahir di Teluk Nibung, kampung yang kuceritakan dalam buku “Emakku bukan Kartini”, tahun 1968. Bulan dan tanggalnya aku tak pernah tahu. Di masa itu tak ada orang yang merasa perlu untuk mencatat tanggal berapa anaknya lahir. Emak hanya sering bercerita bahwa aku berumur kira-kira 40 hari waktu Long, kakakku yang tertua menikah di tahun itu. Kampung kami ini terletak di pesisir selatan Kalimantan Barat, kini masuk dalam wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Sejak kecil aku sudah bermimpi untuk sekolah ke luar negeri. Tamat SD di kampung, aku melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah I Pontianak, atas suruhan Ayah. Ayah ingin aku
jadi guru agama. Sempat terpikir olehku untuk melanjutkan ke Gontor, tapi Ayah menolak,
karena tak sanggup membiayai. Aku kemudian masuk SMA 2 Pontianak. Atas saran De, abangku,
aku kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada.
Lulus kuliah aku sempat bekerja sebentar di perusahaan minyak di Pendopo, Sumatera Selatan. Kemudian aku menjadi dosen di Pontianak.

Tahun 1996 aku mendapat beasiswa untuk. Elajar
bahasa Jepang melalui Asian Youth Fellowship Program di Kuala Lumpur, lalu tahun berikutnya
aku melanjutkan S2 dan S3 di Department of Applied Physics Tohoku University. Aku lulus
doktor tahun 2002. Setelah bekerja 2 tahun sebagai peneliti tamu di Kumamoto University, aku kembali menjalankan tugas sebagai dosen di Pontianak. Kemudian aku kembali ke Jepang,
bekerja sebagai assistant professor, lalu visiting associate professor di Tohoku University,
Sendai, Jepang.

Sejak tahun 2007 aku kembali ke Indonesia, bekerja di perusahaan Jepang, hingga kini.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (35%)
4 stars
5 (35%)
3 stars
4 (28%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Faisal Chairul.
269 reviews17 followers
November 10, 2021
Ulasan berikut juga dimuat di akun Instagram @chemistreads
.
Persinggungan penulis dengan budaya Jepang dimulai saat penulis mendapatkan beasiswa belajar bahasa Jepang melalui Asian Youth Fellowship Program pada tahun 1996 di Kuala Lumpur, berlanjut ketika penulis menempuh studi S2 dan S3 di Tohoku University, dipercaya menjadi assitant professor, diundang sebagai visiting associate professor, hingga bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia semenjak thn 2007.
.
Semakin banyak buku tentang budaya Jepang, semakin merasa kalau budaya Jepang memang unik. Kalau dilihat dari sejarahnya, Jepang sempat mengisolasi dirinya selama ratusan tahun sebelum akhirnya 'sadar' akan ketertinggalannya dengan dunia Barat ketika membuka akses perdagangannya dan membuat mereka melakukan modernisasi yang dimulai sejak era Meiji (akhir abad ke-19 berlanjut di awal abad ke-20). Pemerintah Jepang kemudian berbalik haluan menjadi berambisi menguasai Asia, terlihat dari gencarnya pergerakan politik Jepang di abad ke-20. Kurang lebih sejarah seperti itu yang gw pahami sebagai pembentuk budaya Jepang seperti yang kita kenal saat ini.
.
Orang Jepang dikenal menghormati orang lain. Sifat ini terlihat dari budaya mereka yang memisahkan antara 内 (uchi; bagian dari kelompok) dan 外 (soto; bukan bagian dari kelompok). Pemisahan ini, menurut penulis, bukan bermakna sombong, melainkan sebagai bentuk penghormatan. Pemisahan ini berarti menyesuaikan cara bicara untuk tetap menunjukkan rasa hormat terlepas siapapun lawan bicaranya.
.
Sikap penghormatan kepada org lain juga terlihat dari kedalaman makna sapaan (greetings) yang mereka ucapkan. Kata 'ohayougozaimasu' yang biasa diucapkan orang Jepang sebagai sapaan dalam mengawali hari ketika dibedah lebih dalam menandakan pujian terhadap lawan bicaranya, yang memiliki arti, 'Anda bangun cepat, ya'. Begitu pula makna 'arigatou gozaimasu', yang berarti menganggap sesuatu yang dilakukan untuk kita sangat bermakna dan oleh karena itu kita berterima kasih. Memang dibutuhkan waktu untuk mempelajari makna dibalik sapaan ini, mengingat pola komunikasi orang Jepang yang 'high context'.
.
Masih banyak pembahasan lainnya, khususnya ekspresi budaya melalui bahasa, yang dikupas lebih jauh di dalam buku ini.
Profile Image for Ratna Juwita.
68 reviews18 followers
November 8, 2019
Suka banget sih sama buku ini. Eh SANGAT SUKA BANGET, tapi gak memenuhi EBI kalau aku nulis gitu 😂

Aku dapat banyaaakkk sekali ilmu dari buku ini. Aku yang emang punya background pendidikan bahasa Jepang ini terpukau banget sama semua tulisan di buku ini.

Penulis benar benar tipe pengamat andal. Engga cuma mengamati, bahkan bisa menuangkannya dengan sangat sangat sangat baik.

Baca buku ini engga dapet zonk kayak buku buku tentang Jepang lain yang pernah aku baca. Informasinya banyak banget dan sangat berguna buat aku yang pengin lebih mengetahui lebih dalam tentang Jepang.

Aku menyesal engga baca buku ini dari dulu padahal aku beli buku ini udah lebih dari setahun yang lalu, tapi baru ada kemauan untuk membaca sih baru baru ini.

Gaya bahasanya sangat mudab dimengerti. Memang bukan tipe tulisan gaul, tapi entah kenapa semua informasi dalam buku ini nyantol banget di otak! Bagus gitu. Rapi, tertata, dan komprehensif.

Ternyata ada buku kayak gini yang selama ini aku cari cari! Buku yang menyajikan hal hal lengkap soal Jepang dibandingkan buku-buku lainnya. Aku bahkan baru mengetahui beberapa hal yang ada dalam buku ini. Padahal, aku adalah salah satu pembelajar Jepang.

Udah kebayang kan seberapa kerennya buku ini?


Aku sepertinya akan mengulang membaca buku ini untuk memperkuat ingatan 😁 Benar benar pegangan wajib deh buat para pembelajar Jepang!
Profile Image for Putri Nata.
48 reviews1 follower
February 1, 2022
Bukunya bagus banget. Dituliskan gimana lingkungan kerja di jepang kayak gimana, kenapa orang jepang punya etos kerja yang sangat tinggi. Jadi menambah pengetahuan tentang karakter orang jepang baik dalam bekerja, berbisnis, dan kehidupan sehari2. Part favorit aku ada di bagian 6, yang tulisan tentang ometenashi. Entah kenapa jadi pengen nangis bacanya 😂 pokoknya menurutku buku ini bagus banget, cocok utk dibaca sama orang2 yang senang tentang jepang.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.