Pernahkah kau berada di satu tempat tak di kenal, tapi seolah akrab dalam ingatan? Lalu tiba-tiba rasa bersalah menyesakkan dadamu.
Pernahkah ketika bersama kekasihmu, kau merasa ada yang hilang? Tapi nyatanya dia di sisimu, mendekapmu penuh cinta. Lalu apa yang hilang itu? Tak kau sadari air mata mengalir di sudut matamu.
Diawali perjalanan melewati jalan lintas utama Sumatera–Jakarta, yang ditempuh Gebi bersama tunangannya Aldi. Setiba di pom bensin nan sunyi, mobil mereka berhenti untuk mengisi bahan bakar. Namun Aldi yang menuju toilet tak kunjung kembali. Gebi yang panik melapor ke pos polisi setempat. Namun anehnya petugas pengisi bensin mengaku tak pernah melihat sosok Aldi, dia mengaku melihat Gebi hanya mengemudi sendirian.
Peristiwa mencekam pun dimulai. Jalan raya yang berkabut, kota-kota misterius, pasar malam “mimpi buruk”, berikut orang-orang yang tampak mencurigakan. Gebi didera rasa paranoid. Tiap potongan puzzle pelan-pelan menyeretnya pada satu jawaban akhir.
***
Novel ini bisa didapatkan di sini: https://www.bukupedia.com/id/book/id-... atau hubungi penulisnya di: https://web.facebook.com/vasca.vannisa
Novel tentang seorang wanita bernama Gebi yang pergi bersama Aldi, tiba-tiba Aldi menghilang ketika mereka berhenti di Pom bensin. Waktu itu Aldi ke toilet. Gebi pun panik mencari-cari Aldi hingga akhirnya ia menjelaskan panjang lebar tentang Aldi kepada polisi. Polisi pun tak mengerti dengan jalan pikir Gebi karena petugas pom bensin bilang Gebi menyetir sendiri.
Cerita ini sangat membuat gue sebagai pembacanya penasaran dan terjebak di dalam tebakan-tebakan salah, plot twistnya sebenarnya sudah sedikit tertebak, tetapi gue kaget karena ada tokoh yang ga diduga-diduga.
Penokohannya sangat sederhana tetapi mendalam, settingnya pun di sini lumayan jelas, bagi gue, sejauh ini, ini adalah novel Kak Vasca yang teringan.