Umumnya orang Indonesia bermazhab Syafi'i. Mazhab yang dibawa Imam Syafi'i yang berpegang pada Al Qur'an, menjaga sunnah Rasul, ijma dan Qiyas.Imam Syafi'i sang penyebar ilmu Fiqih. Kitabnya yang terkenal Al Risalah.
Kisah Imam Syafi'i dibuku ini dimulai dari sejarah singkatnya yang bernasab Arab murni dan lahir di Gaza, Pelestina. Ibunya lalu membawanya ke Makkah untuk menjaga nasabnya dan mempelajari ilmu agama.
Cuma aku sempat bingung disini dicertakan kalau Imam berangkat ke Makkah di usia 10 tahun, namun dilembar berikutnya Imam syafi'i telah belajar dan menuntut ilmu di Makkah sejak kecil dan telah menghapal Al Qur'an di usia 7 tahun..
Dibuku ini dipaparkan bagaimana Imam menuntut ilmu di Makkah dan pengakuan Gurunya akan kecerdasan dan kematangannya. Syafi'i Cilik juga gemar bertualang ke suatu dusun untuk memperdalam bahasa Arab murni, hoby memanah dan pandai sebagai seorang penyair.
Imam Syafi'i berkepribadian yang kuat, dari kedalaman kata-katanya yang keluar dari suaranya yang merdu. Serta pakaiannya yang sederhana. Hanya saja dibuku ini tidak diulas mengenai kehidupan keluarga Syafi'i secara detail.
Imam Syafi'i terkenal sangat cerdas dengan memori yang kuat dan pemikiran yang mendalam.Membuat pendukung dan penentangnya salut dan mengakui bahwa ia memiliki separuh akal penghuni dunia. Tidak hanya menghapal Al Quran dan Sunnah Rasul beliau juga mampu memaparkannya secara mendalam. Punya Firasat dan Naluri yang tinggi merupakan salah satu bakat beliau diantara bakat2 lainnya.
Karena kafasihannya berbahasa Arab, Imam Syafi'i juga digelari juru bicara para ulama. Sebagai ahli bahasa juga mampu menciptakan syair-syair akhlak, menghapal ribuan bait Syair, serta paling tahu berbagai macam Qiraat (bacaan).
Salah satu syairnya :
Kita mencela zaman padahal aib itu ada pada diri kita sendiri
Zaman kita tidak memiliki aib kecuali pada diri kita sendiri
kita mencela dan menyalahkan zaman tanpa kesalahan dan dosa darinya
Sekiranya zaman dapat berbicara, niscaya ia akan mencela dan menyalahkan kita
Usia Imam Syafi'i mungkin tergolong singkat, 54 tahun diukur dari ilmu yang dikuasai dan disebarkannya. Hidupnya betul-betul padat akan kebajikan dan kebijakannya bergaul dengan sesama menjadikan beliau manusia yang berakhlak luhur karena Allah.
Saat sakit menjelang ajalnya beliau sempat melantunkan syair Antara harapan dan rasa takut:
Kepada-MU, Tuhan semua makhluk, kuangkat hasratku
walau aku seorang pemaksiat, wahai Tuhan pemilik karunia
Ketika hatiku keras dan tempatku pergi telah sempit
Aku menjadikan harapanku akan ampunan sebagai tangga
Dosaku semakin bertambah besar, dan ketika kubandingkan dengan ampunan-Mu
ternyata ampunan-Mu lebih besar
Seperti Doa para ulama dimasanya, Semoga Allah merahmati dan meridai Imam Syafi'i. Amiin...