Sebagai seseorang yang suka banget baca kumpulan esai pendek, aku dapat buku ini hasil rekomendasi dari mbakku. "Kamu pasti suka," gitu katanya. Ternyata bener, emang suka! Buku ini cerdas dan kocak banget, serius, entah aku yang receh atau memang Mbak Prima yang mampu menulis secara jenaka (mungkin keduanya). Aku suka gimana esai-esai di sini membahas beragam topik, mulai dari pembahasan ejaan, masalah-masalah sosial yang lagi viral, sampai hubungan penulis dengan ibunya. Ayo, Mbak, bikin buku lagi dong :D
Kumpulan essay yang ditulis oleh redaktur Mojok.co ini selain lucu tapi juga menambah wawasan saya. Seperti misalnya kisah hidup Bapak Hatta yang akrab dengan buku. Bukan hanya akrab tapi sudah seperti darah yang mengalir dalam tubuhnya. Ah, saya jadi penasaran dengan buku yang dibaca mbak Prima. Eh apa dipanggil Cik Prima aja? Haha.. Seperti judulnya, Cik Prima mungkin terlalu merendah untuk meroket. Hehe, sebenarnya tidak sia-sia juga sih hal-hal yang dilakukannya selama ini hingga kumpulan essay yang diangkat dari kehidupan beliau sehari-hari ini menjadi sebuah buku. Karena saya percaya, tidak ada buku yang sia-sia untuk dibaca termasuk buku yang baru selesai saya baca ini. Selain soal kisah bung Hatta, saya juga baru kepikiran soal warna telur asin! Oh iya tentu akhirnya saya ikut-ikutan googling apakah warna telur asin itu biru atau hijau? Penting banget ngga sih? Wkwk, ya namanya juga wawasan kan. Siapa tahu soal warna telur asin ini bakal muncul di kuis indonesia pintar. Bisa jadi. Saya juga kemudian mendadak berpikir, lumayan dalam, gegara epilog yang Cik Prima tulis. Perihal tulisan yang terpampang saat beliau mengunjungi Yayasan Insist. Bahwa hal besar dimulai dari hal kecil, seperti mencuci piringmu sendiri sesudah makan. Jangan tunggu orang untuk melakukannya. Mak jleb banget. Karena saya tipe orang yang seperti itu memang, suka menunda pekerjaan. Mendadak saya melihat sekeliling, ada selimut yang belum terlipat rapi, ada juga tumpukan pakaian yang belum disetrika. Kalau saya bisa melakukannya saat ini kenapa menunggu orang lain yang melakukannya? Kenyataannya saya masih disini, memandangi layar gawai dan mengetik review buku. Agar orang lain tahu bahwa menunda pekerjaan itu tidak baik. Nah, tugas saya selesai. Saatnya melalukan hal lain yang tidak perlu menunggu besok atau orang lain yang melakukannya. Cik Prim, terimakasih kisah-kisah recehnya, mungkin selera humor kita sama. Mulai dari ketypoan yang ngga ada faedahnya hingga epilognya yang indah~ Bahagia Mengerjakan Hal Sia-Sia Cetakan Pertama, Februari 2019, 205halaman. Penerbit @bukumojok #gerakanoneweekonebook #oneweekonebook
Kumpulan essay dari mba Prima ini menurut saya lengkap sekali!! Dari bahas mengenai bahasa, politik, tokoh, agama sampai kesehatan dan hal-hal nyeleneh lainnya hadir di sini. Baca buku ini merasa ditarik lagi ke peristiwa yang hadir dari tahun 2017-2019sampai saya kadang terheran "wah, dulu pernah baca beritanya tapi ga ngikutin" sampe akhirnya dibahas tuntas di buku ini. Bahasa yang digunakan santai, komunikatif dengan candaan-candaan yang membuat lupa kalau isi dari buku ini begitu padat, jadi sangat menyenangkan membaca hal-hal yang perlu dipahami dengan cara seperti ini. Saya bisa menangkap maksud juga nilai yang ingin disampaikan dengan cara menyenangkan. Saya suka bagian mba Prima ini menampilkan satu essai mengenai kesalahan penggunaan bahasa atau tanda baca pada sebuah tulisan, jujur saja saya jadi belajar dan terkadang melihat lagi tulisan ini ketika saya menulis haha. Buku yang menyenangkan sekaligus sarana belajar yang baik dalam memberikan opini atau memandang pada suatu hal. Hal-hal serius sampai semi serius bahkan dibahas di buku ini, buku mana lagi yang membahas mobil yang biasa diberikan untuk suap atau sogokan, buku mana lagi yang membahas mengenai twit-twit pas SBY saat 2017? Cuma buku ini kayanya. Kritis tapi asik!!! Walau terbit dan ditulis sekitar tahun 2017-2019 rasanya membaca buku ini tidak akan ada kata "ah udah lewat" malah jadi bisa mengingat apa yang terjadi di belakang dan semoga aja jadi pelajaran di tahun ini haha.
Awalnya kukira ini buku self improvement, mana blurb nya ngga jelas pula. Hehe.. Tapi ternyata ini kumpulan esai gaess.. Esai yg berisi pandangan penulis terutama tentang isu2 yang ramai diperbincangkan, yang pernah dimuat di Mojok.co. Membaca setiap esai di buku ini menyenangkan, satire dari Mba Prima tuh menghibur banget buatku.. Aku jadi inget seri buku "A Book About Nothing"-nya Pak Wimar Witoelar. Format & vibes nya mirip, walau tentu Mba Prima lebih gaol.. Favoritku esai tentang Bung Hatta, Pram, kenangan transmigrasi, dan tentu saja esai tentang soundtrack TV (seekor kera terpuruk terpenjara dalam gua..🎶) =`D Semoga nanti buku ini bisa beranak dan berseri juga seperti "A Book About Nothing"-nya Pak Wimar ya..
Buku ketiga yang aku baca di tahun ini. Terima kasih untuk penulis! Kumcer menarik dan penuh warna. Terkadang tertawa sampai lupa diri, terkadang merenung, dan terkadang jenuh karena merasa tak peduli dengan kisahnya. Nah uniknya, hal yang terasa sia-sia tampaknya tak selalu sia-sia malahan penuh arti.
Buku ini entah kenapa serasa pas dibaca bagi orang yang merasa telah kalah dengan dirinya. Padahal mungkin diri kita kurang mengapresiasi hal-hal sederhana yang telah dilakukan. Thank for insight! Sukaaa.
Dari buku ini saya jadi tahu kalau maniaknya Pak Hatta sama buku sampai menyusahkan orang-orang di sekitarnya hahahah. Bayangkan, 16 peti buku dibawa kemanapun beliau pergi. Bahkan saat meminang istri, juga menggunakan buku sampai ibunya ngamuk. Essai-essai lain pun menambah wawasan, bikin ketawa ngikik, kadang ada juga yang nggak penting-penting amat macam soal editing surat gubernur itu hahahahaha. Buku bahagia namun tetap mengajak pikiran ikut terasah.
Kumpulan esai dari hal-hal yang dipandang sepele oleh penulis yang dikemas dengan sindiran. Walau tidak semua konten mampu saya pahami, esai dalam buku ini sangat terkait dengan kehidupan dan cara pandang penulis atas apa saja yang beliau amati. Cukup menambah wawasan bagaimana melihat banyak hal dari kacamata penulis.
Untuk mereka yang mau tulisannya dimuat di Mojok.co, sebaiknya membaca kumpulan tulisan Prima yang memang salah satu pendiri situs kumpulan esai itu. Prima bisa menggambarkan peristiwa dengan jenaka tanpa mengurangi ketajamannya
Buku ini berisi kumpulan essay, mungkin essay2 itu tak terlalu penting untuk dibahas makanya judulnya bahagia mengerjakan hal yang sia2😁. Tapi ada beberapa yg menarik sii untukku salah satunya yg berjudul "kisah2 muhammad Hatta yang membuat kita tertawa" hahahah baru tau aja ternyata bapak ini cinta banget sama buku2 nya, 😄