Tomi, seorang sarjana hukum yang memilih bekerja sebagai wartawan, melibatkan diri dalam investigasi dugaan penyelewengan proyek pengadaan alat kesehatan di suatu kementerian. Fakta demi fakta, bukti demi bukti, ia kumpul dan rangkai untuk diungkap dalam laporan khusus media tempatnya bekerja. Namun, kian dalam ia menggali sumur informasi, kian dalam pula ia berada dalam lubang hitam yang telah lama menganga di tanah air ini. Tangan-tangan rahasia bekerja dan tak seorang pun yang tahu apakah dirinya pahlawan, korban, ataukah pecundang yang nyata. Sementara itu, Dara, perempuan yang hatinya tertambat untuk Tomi, justru bagian dari Kantor Hukum pengacara rekanan perusahaan pemenang tender yang diduga bermasalah. Kantor Hukum tak tinggal diam dengan liputan-liputan yang menyudutkan kliennya. Bisakah cinta, yang juga bekerja secara rahasia, menyatukan mereka? Siapakah pahlawan, korban, atau pecundang di dalam semesta cinta?
"Sang Pewarta" karya Aru Armando ini merupakan novel legal thriller yang menceritakan tentang investigasi dugaan penyelewengan dan penggelembungan dana dalam proyek pengadaan alat kesehatan di Kementrian Kesehatan. Tomi, wartawan cerdas yang meliput kasus ini, melakukan penelusuran informasi demi laporan khusus di koran tempatnya bekerja. Langkah yang diambil Tomi selalu lebih depan daripada tindakan kejaksaan. Hal ini membuat geram mereka yang bermasalah dalam kasus ini dan membuat nyawa Tomi terancam. Di sisi lain, ada sekelompok intelijen di balik pengungkapan kasus ini, yang ingin menyelamatkan uang negara dengan tetap menjaga citra baik pemerintah. Namun, Tomi—yang dijadikan alat mereka secara diam-diam—selalu memiliki pemikiran yang tangkas, sehingga mereka berkali-kali mengganti skenario demi tujuan mereka dan demi keselamatan Tomi. Menarik! 😍 ___ 📸 Seperti novel kedua seri ini, "Kertas Hitam", novel ini sangat kuat di riset. Apalagi latar belakang penulis yang pernah menjadi jurnalis hukum, membuat segala tentang jurnalisme yang diungkapkan di novel ini tak perlu duragukan lagi. Termasuk juga prosedur hukum pada kasus yang disorot, karena penulis juga lulusan hukum universitas terkemuka di negara ini. Hal ini tentu memberikan banyak pengetahuan kepada saya yang awam sekali terhadap jurnalisme dan hukum. 🤩 📰 Sebagai novel thriller, bagian menegangkan novel pertama ini tidak sebanyak novel kedua. Namun, investigasinya tidaklah main-main dan ini menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai novel pembuka, "Sang Pewarta" menjadi fondasi yang sangat kokoh untuk seri-seri selanjutnya.
🔎 Menariknya lagi, novel ini kadang memberikan sentilan kepada pemerintah yang lamban dan tidak totalitas dalam menyelesaikan masalah di negeri ini, contohnya: kemacetan di ibu kota.
Novel ini adalah novel pertama yang menceritakan kisah Satrio ‘Tomi’ Utomo, sang wartawan. Seperti judulnya, novel ini memang membahas kisah Tomi saat bergelut menjadi wartawan harian Suara Nasional. Sebagai wartawan baru, bisa dibilang sepak terjang Tomi gemilang. Apalagi dia mendapatkan kesempatan untuk meliput salah satu berita penting di negeri ini. Insting wartawannya dan pengetahuannya yang luas di bidang hukum banyak membantu Tomi dalam prosesnya melakukan liputan.
Kulit demi kulit fakta dikupas oleh Tomi satu per satu. Dukungan dari pemimpin redaksinya dan partner sesama wartawan cukup banyak membantu Tomi dalam segala proses investigasinya. Dan seperti diungkap dalam ringkasan di akhir buku, ternyata semakin dalam Tomi mencari, semakin gelap fakta yang ia peroleh. Tanpa sadar, nyawa Tomi pun jadi sasaran.
Seperti judulnya, novel ini memang benar-benar menyajikan kehidupan wartawan. Saya memang tidak tahu persis seperti apa seorang wartawan bekerja, jadi tidak bisa membandingkannya. Tapi dari kacamata seorang Tomi, pembaca akan diajak berpetualang dengan segala keribetan dan keabnormalan jam kerja seorang wartawan. Meski demikian, nyatanya di akhir pekan Tomi masih bisa menikmati jam normalnya para pekerja, dengan jalan-jalan, makan di warung burjo bahkan makan siang bersama gebetan.
Sebagai novel awal pengenalan tokoh Tomi, novel ini bisa dibilang cukup berhasil menghadirkan karakter Tomi dengan gemilang. Tomi sang wartawan yang cerdas ternyata juga memiliki beberapa kekurangan. Dan kekurangan ini ditampilkan dengan ciamik, hingga jadi celah menarik yang nantinya dibahas di novel kedua, ‘Kertas Hitam’. (saya sudah pernah membuat ulasannya). Dan seperti dugaan saya saat menuliskan review Kertas Hitam, saat membaca Sang Pewarta ini saya bisa mengenal sosok Tomi lebih dalam. Serta latar belakang yang dia miliki sebagai seorang wartawan super.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sang Pewarta merupakan novel pertama karya Kak Aru Armando yang kubaca. Novel yang jujur sudah lama ada di TBRku tapi baru kubaca sekarang 😅
Bagaimana setelah membacanya?
Aku gak menyangka aku sangat menikmati membaca Sang Pewarta. Kisah Tomi dan sepak terjangnya menginvestigasi kasus penyelewengan proyek pengadaan alat kesehatan di salah satu instansi pemerintah cukup menarik perhatianku.
Sebagai seorang jurnalis dengan background pendidikan hukum, Tomi benar-benar cukup memukau dengan analisis yang tajam. Tomi bahkan bisa selangkah lebih ke depan dari aparat penegak hukum.
Sayangnya, sepak terjang Tomi ini menjadi bumerang baginya. Dari sisi korporasi maupun satuan inteligen khusus, Tomi cukup menarik perhatian. Nyawa Tomi pun terancam.
Aku suka dengan gaya menulis Kak Aru, walaupun tema yang diangkat cukup berat, tapi mudah dicerna dan diikuti. Aku suka sekali 😍 hingga tak terasa aku terus membaca karena penasaran dengan hasil investigasinya. Sayangnya, aku merasakan endingnya terlalu terburu-buru, penyelesaiannya apa ya kurang nendang setelah sejumlah investigasi yang dilakukan. Tapi, mungkin itulah yang terasa realistis disini.
Untuk kisah konspirasinya sendiri, aku sudah menebak siapa di balik satuan khusus, khususnya Aso karena clue yang disebar cukup menarik perhatian 😁
Untuk kisah cintanya, memang terasa sederhana tapi cukup membuat kisah ini menjadi lebih berwarna. Wah, jadi pengen untuk membaca sekuelnya, Kertas Hitam
Satu halyang paling saya suka dari buku ini adalah gaya penulisannya yang cocok dengan saya. dari awal sampai akhir tidak pernah sekalipun saya menemukan padanan kata yang aneh, kalimat tidak efektif, dll. gaya berceritanya, berhasil membuat saya betah baca bukunya lama-lama. Terasa sekali bahwa penulis sudah punya bergudang-gudang pengalaman dalam menulis. Konflik dan alurnya sendiri ditata dengan sangat baik. Rasanya tidak ada yang missed barang satupun. Latar pekerjaan Tomi sebagai wartawan pun bukan hanya tempelan. Detail pekerjaannya beneran dijabarkan dengan jelas. Yang sedikit mengganjal seebenarnya hanya satu, Tomi yang disebut-sebut sebagai wartawan cerdas, makin tidak terasa cerdasnya setelah kita baca halaman per halaman. Beberapa hal terpecahkan bukan karena Tomi yang memecahkan tapi karena kebetulan-kebetulan di sekitarnya. Bahkan saya ingin rasanya bertanya langsung pada Tomi, apakah kamu tidak merasa ada yang janggal dengan orang-orang di sekitarmu?
Terus terang awal baca nggak tertarik dengan ceritanya. Tapi semakin dibaca semakin bikin penasaran ceritanya. Wartawan lulusan hukum yang mengejar berita seperti seorang detektif. Ada konspirasi didalamnya ada bumbu percintaan tapi bekerja secara rahasia karena posisi pekerjaan yang bersebrangan.