Senja kala. Setiap orang punya perasaan yang berbeda tentang gurat merah yang menghiasi langit senja itu. Ada yang menganggapnya indah,tenang, bahkan romantis—seperti yang sekarang kian populer disajakkan para penyair.
Namun, bagiku, Peter, Hans, Hendrick, William, dan Janshen, saat itu artinya tidak boleh ke mana-mana. Kami akan berada di kamar dan aku bercerita tentang hal mengerikan apa saja yang bisa muncul di waktu senja.
Anak-anak itu ketakutan.
Semakin besar rasa takut mereka, makin semangat aku bercerita. Kukumpulkan kisah-kisah paling menyeramkan dari makhluk yang bermunculan pada jelang malam itu di buku ini.
Selamat mengikuti Senjakala, sisi lain dari indah gurat senja.
“... jangan pula menerima uang tanpa bekerja atau berusaha keras untuk mendapatkannya.” (hlm. 138) “... tak ada yang lebih menyedihkan dari hidup sendirian dan merasa ditinggalkan.” (hlm. 205)
Membaca buku karya Risa Saraswati merupakan pengalaman pertama bagi saya. Lewat buku ini, meski sekilas, saya jadi mengenal kelima hantu yang bersahabat dengan Risa beserta tingkah polos dan lucu mereka. Mungkin saya sebaiknya mulai membaca kisah mereka masing-masing yang telah dibukukan juga. Interaksi antarmereka selama Risa menceritakan kisah-kisah mistis ini pun kerap mengundang senyum, menjadi selingan di sela ketegangan dan kengerian yang terasa. Seolah didongengi tapi bukan dongeng anak yang menggemaskan.
Dari ketujuh kisah, bagi saya yang paling menakutkan itu kisah sopir taksi yang sempat dinyatakan meninggal tapi hidup kembali. Sepertinya ‘relate’ dengan kisah nyata yang pernah saya dengar. Selain itu, 'twist' kisah rumah persemayaman dan peti mati yang bergerak-gerak sendiri mengagetkan saya. Nggak menyangka sama sekali.
Semua kisah tak lupa menyampaikan pesan moral yang sangat berharga. Tentang kasih sayang orangtua pada anak dan sebaliknya, teguran agar tidak membantah orangtua, teguran agar tidak menghalalkan segala cara untuk sukses atau kaya, tentang keberanian, dan rasa penyesalan yang selalu datang terlambat. Menjadi poin plus secara pembaca yang tak pernah mencoba membaca genre horor kadang menganggap cerita genre ini hanya menakut-nakuti atau menguji nyali semata. Padahal saya yakin, tiap kisah pasti menyelipkan hikmah berharga.
Bagian pembuka dan isi surat pribadi Risa pada kelima sahabat tak kasatmatanya juga menyentuh. Membuka pikiran dan hati saya tentang bagaimana rasanya hidup menjadi seorang Risa Saraswati dengan keistimewaan yang bagi orang seperti saya akan terkesan menakutkan. Bagaimana Risa mengatasi rasa letih, kesepian dan ketakutan-ketakutannya, bikin saya mencoba berempati pada orang lain yang berbeda dari saya.
Bagi kamu yang tergolong pemula dalam membaca novel horor, buku ini patut banget dicoba. Tidak terlalu tebal, bahasanya ringan, dan bisa dibaca dalam hitungan jam. Jika masih belum cukup nyali, bacalah di waktu siang, bukan di kala senja datang, karena akan bikin terbayang-bayang para sosok seram dalam cerita. he he... btw, kavernya cantik sekaligus menyeramkan, ya
Judul : SENJAKALA Penulis : Risa Saraswati Penerbit : Bukune Tebal : x+218 hlm; 14x20 cm ISBN : 978-602-220-294-3 Buku ini merupakan kisah menarik tentang kisah yang dialami oleh Risa Saraswati sendiri perihal waktu senja, dan diceritakan kepada para sahabatnya yang mana mereka adalah hantu juga. mereka adalah Hans, Peter, Hendrick, William, dan si kecil Janshen.
Buku ini sangat menarik bahkan dari sampulnya, sampulnya menunjukkan sesuatu yang dalam, kelam, dan sangat mencekam. lalu tentang judul senjakala sendiri yang mana memberikan arti "di kala senja" membuat saya sadar kalau orang - orang zaman dulu memang banyak melarang anak anak mereka untuk bermain sewaktu senja datang, dan meminta anak anak mereka masuk ke dalam rumah, ibadah dan mengaji. ternyata dari buku ini saya jadi paham bahwa energi mistis di jam - jam tersebut sangat besar, sehingga suasana mistis dapat dirasakan lebih dari jam - jam lainnya.
Buku ini membuka diri saya untuk mengetahui bahwa hantu juga bisa merasa takut pada hantu yang lain, dan juga saya jadi tahu dari buku ini jika waktu senja memang adalah waktu di mana para makhluk halus ini berkumpul, jadi kita sebagai manusia diminta untuk sangat hati - hati.
oke, masuk ke cerita dalam buku, saya suka sekali dengan cerita - cerita Risa ini, karena Penulis menyusunnya juga dengan sangat baik. awalnya saya cukup terenyak karena ternyata yang namanya "Kalong Wewe" itu ada dan kesukaannya masih sama, yakni menggondol anak anak kecil.
Dulu, aku suka banget mandi dan berenang-renang di sungai. Kadang, kalau sudah di sana aku (seperti anak-anak lainnya) suka lupa waktu. Tak jarang ibu sampau menjemputku ke sana sambil marah-marah 🙈. . Suatu ketika, aku dan teman-temanku langsung mandi sepulang bermain di tepian sungai dekat lapangan. Tepian itu belum pernah kudatangi sebelumnya, tapi sungainya dangkal. Seperti biasa, kami keasyikan dan baru pulang selepas adzan adzan magribh. Malamnya aku mimpi buruk dan esok demam. Kata orang pintar, aku keteguran di sana 🙀. . Inti dari kisahnya, nurut sama orang tua. Kalau dibilang magrib jangan keluyuran, ya jangan sampai keluyuran. Jangan sampai kayak aku ya. Atau Yang lebih parah kayak yang dialami Teh Risa waktu kecil atau Jordi dalam kisah "Hide and Seek". Yaampun, kisah ini serem banget 🙀. Bercerita tentang Jordi yang dikerjain teman-temannya sampai harus main petak umpet sama "penunggu sekolah". . Ada juga cerita tentang Iyan yang bandel banget sampai diculik oleh Kolong Wewe sampai seisi kampung kewalahan mencarinya. . Kisah-kisah horor senjakala ini mungkin pernah kamu dengar sebelumnya. Tapi melalui narasi teh @risa_saraswati rasanya kok jadi lebih serem ya. Mungkin karena apa yang diceritakan Teh Risa merupakan kisah nyata. . Menariknya di tengah ketegangan cerita, pembaca dibuat sedikit rileks dengan reaksi polos dari lima orang teman-teman astral Teh Risa yang juga merinding ketakutan mendengar ceritanya.
Sama seperti buku-buku sebelumnya, di buku ini disisipi penggalan kisah teh Risa bersama teman-teman kecilnya. Sesuai dengan judulnya senjakala atau saat senja, kisah-kisahnya bersetting saat senja diantara pukul 6 sore sampai 7 malam.
ah.. tak banyak yang bisa kuceritakan, buku yang sekarang kurang menarik buatku. jadi aku banyak melewati halaman-halamannya.
Sedikit slow kali ini membacanya, tp cerita dan alurnya tetap seru.. kali ini Risa nulis ttg cerita2 seram yg terjadi di senjakala.. endingnya koplak sih, berasa ikut hanyut dlm percakapan Risa dan tmn2 kesayangannya.. ✨
This entire review has been hidden because of spoilers.
ternyata cerita singkat berbagai hantu yang ada pas maghrib / senja gitu. agak bosen...? tapi penggambaran hantu nya jelas banget (ampe ke aroma nya pun di jelasin) walaupun gaada ilustrasi secara visual.
Semua kisah menyampaikan pesan moral yang sangat berharga. Tentang kasih sayang orangtua pada anak dan sebaliknya, teguran agar tidak membantah orangtua, teguran agar tidak menghalalkan segala cara untuk sukses, keberanian, dan rasa penyesalan yang selalu datang terlambat. Menjadi poin plus secara pembaca yang tak pernah mencoba membaca genre horor kadang menganggap cerita genre ini hanya menakut-nakuti atau menguji nyali semata. Padahal saya yakin, tiap kisah pasti menyelipkan hikmah berharga.