Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kiai Ujang di Negeri Kanguru

Rate this book
Sore itu di sebuah supermarket di daerah St. Lucia, Australia, Ujang bermaksud membeli daging sapi dan daging ayam.
“Assalâmu ‘alaikum, Brother. Mengapa membeli daging di sini? Ini kan tidak ada cap halalnya,” Sajid, seorang brother dari Pakistan, menegur Ujang.
“Saya mau membeli daging sapi dan ayam, bukan babi. Apa kalau tidak ada cap halalnya sudah pasti haram?” sergah Ujang.
“Kamu nggak paham tentang aturan Islam, ya. Beli daging halal itu di halal butcher, jangan di supermarket,” balas Sajid sambil berlalu.

***

Itulah nukilan salah satu kisah yang dikumpulkan Nadirsyah “Gus Nadir” Hosen dalam buku ini, kisah-kisah yang dialaminya sendiri selama tinggal di Negeri Kanguru.

Dengan gaya khasnya yang ringan, dosen di Monash University ini mengajak kita memahami Al-Quran dan Hadis dengan pikiran yang lebih terbuka dan tidak kaku.

Meski terjadi di Australia, kisah-kisah Gus Nadir ini sangat relevan untuk pembaca Indonesia, terutama di tengah maraknya sikap-sikap merasa benar sendiri saat ini.

276 pages, Paperback

Published March 1, 2019

4 people are currently reading
46 people want to read

About the author

Nadirsyah Hosen

19 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
42 (67%)
4 stars
16 (25%)
3 stars
2 (3%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Amathonthe.
112 reviews47 followers
January 23, 2020
Saya suka kisah-kisah dalam buku ini. Kiai Ujang memberi perspektif baru dalam memandang persoalan Islam. Kita diberi banyak pilihan dalam mengkaji Islam.
Profile Image for mhy.
11 reviews
October 13, 2019
Buku ini berisi cerita kegiatan sehari-hari di Australia, baik di rumah, lingkungan sekitar, ataupun kampus dengan tokoh utama Kiai Ujang, yang merupakan seorang mahasiswa. Ujang dianggap 'Kiai' oleh teman-temannya karena memang paham tentang Islam dan 'pelaku' tasawuf juga. Bagus untuk memahami Islam keseharian dengan bahasa-bahasa yang sederhana dan mengalir, enak untuk dibaca.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
September 24, 2025
"Jangan menunggu bersih untuk bisa mendekati-Nya. Berjalanlah menuju-Nya, nanti kita akan dibersihkan."

Ibn Athailah menasihati, "Jika Tuhan telah membuka jalanmu kepada-Nya, usahlah kau risau membuka jalanmu kepada-Nya, usahlah kau risaukan amalanmu yang masih sedikit, karena itulah cara-Nya memperkenalkan diri-Nya kepadamu."

* * *

Nadirsyah Hosen (silakan googling riwayat pendidikannya), hadir memberi nasihat melalui tokoh-tokoh (semi) fiktif yang ia ceritakan sendiri. Sesuai judulnya, di buku ini diambil dari sudut pandang Ujang, pemuda asal Indonesia yang mendapatkan beasiswa pendidikan di Australia. Bukannya ambil pendidikan hukum atau ekonomi, Ujang malah mengambil hukum Islam. Di Australia? how come?

Di percobaan pertama, Ujang gagal mendapat beasiswa. Di percobaan kedua pun gak sebegitu mulus. "Kamu punya potensi, tapi saya khawatir kamu akan bersekolah ke tempat yang salah. Sebagai sarjana syariah, kamu seharusnya meneruskan sekolah ke Timur Tengah, bukan malah ke Australia." Hal.16.

Tapi mungkin sudah rezekinya, Ujang diterima dan ya mendapati banyak sekali pembelajaran yang ia bagikan lewat buku ini. Sebagaimana yang saya bilang di awal, si Ujang ini ya tentu saja Bapak Nadirsyah Hosen sendiri, sebagaimana Andrea Hirata menuliskan pengalaman masa kecilnya berwujud tokoh Ikal di tetralogi Laskar Pelangi.

Sebelum baca Kiai Ujang di Negeri Kanguru, saya udah baca buku Nadisyah Hosen lain, yakni Dari Hukum Makanan Tanpa Label Halal Hingga Memilih Mazhab yang Cocok. Ya judul bukunya panjang, rada ribet disebutkan haha tapi isinya enak banget. Sungguh jago Pak Nadirsyah ini kasih ilmu tanpa nada menggurui.

Ada 2 cerita yang kurang lebih sama di antara buku-berjudul-panjang itu dan buku ini. Terutama tentang makanan halal yang di buku ini ada di bab "Sulitkan Mencari Makanan Halal di Australia?" dan yang satunya lagi tentu saja tentang ragam mahzab yang ada.

Sepanjang baca tuh saya kayak lagi dinasihati tapi sambil dipeluk dan dipuk-pukin. Sebagian besar bab terasa relate dengan yang saya alami. Dari hal sederhana seperti yang dibahas pada bab "Masih Adakah Hidayah untuk Jiwa yang Gelisah?", "Bertanya kepada Kiai Google?" hingga, "Kapan Janji Pertolongan Allah itu Akan Tiba?"

Lalu, sebagai tukang jalan amatiran, pembahasan di beberapa bab terkait perjalanan seperti, "Bagaimana Cara Menjamak Shalat?" atau "Haruskan Berwudhu dengan Mengangkat Kaki di Wastafel" tuh jadi keingat perjalanan dulu saat mendatangi benua biru, dan saya terheran-heran melihat sebagian besar jamaah salat Jumat di London yang mengambil wudhu, namun "hanya" menyeka sebagian kakinya dengan air yang saat itu masih dalam kondisi memakai kaos kaki!

Ya namanya juga lahir dan besar di Indonesia, ya. Gak pernah nemu yang kayak gitu. Tapi ternyata memang diperbolehkan. Ada sekitar 40 hadis dari Rasulullah SAW yang menunjukkan kebolehannya.

"Syarat utama untuk mengusap khuff saat berwudhu adalah, kita harus mengenakannya dalam keadaan suci. Jadi, biar tidak becek lantai toilet, kita cukup mengusap kaus kaki kita saja." Hal.104.

Satu hal yang ditekankan oleh Pak Nadirsyah yakni perlunya kehati-hatian dalam menyikapi pandangan. Dulu waktu saya bahas tentang kehalalan makanan (terutama kemudahannya dalam traveling saja) banyak banget yang nggak setuju. Dan ya bebas saja. Hanya, berbeda pandangan tidak berarti dalam semena-mena menjustifikasi yang dilakukan orang lain adalah haram. Apalagi, dalam Islam memang ada beberapa mahzab yang memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyikapi satu kasus.

Suka buku ini, walaupun nggak semua topiknya menarik (saya nyari pembahasan soal pakaian halal nggak nemu hehe), tapi ini tipe buku yang akan sering saya baca ulang.

Skor 8,3/10
12 reviews
May 2, 2020
Untuk orang awam seperti saya buku ini menjelaskan fiqh yang sangat mudah dipahami dimana terdapat referensi disetiap kasus fiqh yang diceritakan. Istilah-istilah yang sering kita dengar dijelaskan dengan detail seperti pengertian fardhu kifayah, fardhu ain, sifat hadist Qathi, dan zhanni.
Buku ini juga menyajikan pendapat-pendapat yang mudah dari berbagai mazhab sehingga kita akan mengerti bahwa islam itu indah yang tidak memberatkan pemeluknya. Hal menarik lainnya yang saya dapatkan dari buku ini adalah tentang Baitul mal, selama ini seperti yang kita tahu bahwa syariah islam itu tentang hukuman cambuk, potong tangan, dan qishash. Padahal terdapat juga Baitul mal yang mana seorang warga yang tidak mempunyai uang tinggal minta ke Baitul mal, artinya sebelum negara mengeluarkan keputusan keras dan kejam soal potong tangan, negara harus bisa memberikan kesejahteraan dulu kepada masyarakat. Tidak langsung potong tangan orang yang mencuri.

Pesan-pesan dalam buku ini kita membuat kita akan merasa tertampar, dimana akhlak yang menurut menurut kita baik dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari ternyata sama sekali tidak mencerminkan hal tersebut seperti “cara kita menghakimi orang lain adalah bentuk mekanisme pertahanan diri kita, yang tidak menerima fakta orang lain lebih baik dari kita”.
Profile Image for Muhammad Thoriq Aziz.
13 reviews
September 15, 2019
Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh semua orang khususnya orang awam yang ingin mengenal Islam lebih dalam, ingin mengenal berbagai perbedaan pendapat fiqih antar madzhab, ataupun penasaran bagaimana muslim hidup di negara yang minoritas. Buku ini perlu masuk list terutama untuk orang yang ingin mencoba hidup di negara minoritas maupun negara Islam yang berbeda madzhab. Fiqih yang dibahas dalam buku ini cukup dalam ataupun kompleks untuk orang awam tapi karena dibahas dengan cerita sehingga bisa mudah dicerna oleh orang awam sekalipun. Misalkan dalam buku ini dibahas tentang bagaimana kewajiban kaum muslim di negara2 barat untuk menerapkan hukum Islam di tengah negara sekuler? Dan banyak kasus menarik lainnya yang dibahas dalam buku dan tidak semua yang dibahas buku ini kompleks ada juga masalah fiqih yang tidak begitu kompleks tapi karena dibahas dengan cerita yang terinspirasi dari true event kemudian dengan penulisan yang menarik maka kasus yang dianggap lemeh itu menjadi menarik kemudian semua pendapat berbagai madzhab dijabarkan sehingga wawasan menjadi terbuka.
Profile Image for Esti Larasati.
27 reviews
December 19, 2020
Jika saya membaca buku ini sebelum Ngaji Fikih, maka buku ini sungguh membuka wawasan saya tetng agama islam yang sesungguhnya sangat memudahkn . Tapi karena saya sudah membaca Ngaji Fikih, ya buku ini trnyata mengulang lgi hal yg sudah disampaikn ngaji Fikih meski sebenerny ya yg Ngaji Fikih justru mengulang beberapa hal yg sudah dijelaskan di buku ini. Tapi tetep buku ini terlalu keren karena saya jadi paham tentng budaya Australia, hukum penggunaan alkohol dan makanan halal haram. Buku ini sangat cocok sbgi panduan ketika menjdi kaum minoritas di negara Barat. Sangat menanti buku2 islam populer yg akan ditulis Gus Nadir setelah Ngaji Fikih
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
January 14, 2025
"Perbedaan-perbedaan pendapat dalam umatku adalah satu (pertanda dari) kasih sayang Tuhan. (hlm. 213)

Islam itu luas dan luwes, dengan begitu banyak keragaman pendapat yang menunjukkan betapa perbedaan itu tidak hanya indah tetapi juga bisa menjadi berkah jika kita bisa menyikapinya dengan bijak. Dan cara terbaik untuk belajar menghargai perbedaan adalah dengan turut mengalami sendiri menjadi yang berbeda, dan mencoba melihat dan tinggal dengan mereka yang berbeda. Seperti yang dilakukan Kyai Ujang di buku ini: menuntut ilmu di Australia.

https://dionyulianto.blogspot.com/202...
Profile Image for Mirza Saifuddin.
14 reviews1 follower
February 15, 2020
KEREEN BANGET. Gw selaku orang yang sering keluarga negeri mempunyai beberapa kasus yang sama dengan cerita Gus Nadir. Yang saya suka adalah pemahaman baru tentang ayat, mazhab dan haditz yang juga benar namun jarang dipakai di indonesia. Menjadi orang islam itu sebenarnya mudah, hanya perlu membaca (iqra) sehingga kita kita menjadi sangat fleksibel dalam mencari ilmu, sosial dan beragama
Profile Image for Nayla.
15 reviews
August 8, 2019
A really worth to read book..
Selama ini kalau baca buku soal fiqih rasanya berat dan agak sukar di pahami.. tapi buku ini sangat mudah di pahami.. penyampaian dengan kisah kisah ujang si tokoh utama yang sarat hikmah..
Profile Image for Rendi As.
51 reviews
March 18, 2021
Buku pertama karya gus nadir yang saya baca, yang kemudian jatuh cinta terhadap karya-karya beliau, diceritakan berurut bagai novel sembari disisipkan tanya jawab islam yang mencerahkan, ah sangat menyenangkan membaca ini
Profile Image for Vaneissya Purwanto.
24 reviews
June 8, 2019
Buku yang menjawab pertanyaan2 seputar bagaimana seorang muslim hidup di negara dengan muslim adalah minoritas. Dibawakan dengan sangat menarik dan ramah.
Profile Image for Roy Ish.
2 reviews
October 31, 2019
Nukilan kisah yang dikumpulkan Nadirsyah "Gus Nadir" Hosen dalam buku ini berupa kisah-kisah yang dialaminya sendiri selama tinggal di Negeri Kanguru.
Profile Image for Rizki Said.
4 reviews
October 24, 2020
Menjelaskan perkara-perkara riil yang saya juga pernah alami ketika hidup di negara yg islamnya minoritas.
1 review1 follower
August 31, 2021
menarik. pembahasan fikih yang dibungkus dalam cerita.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.