Jump to ratings and reviews
Rate this book

Masih Belajar

Rate this book
Lewat berbagai prestasi dan karyanya, Iman membuktikan bahwa kesuksesan karir dan berdampak sosial bisa berjalan beriringan. Di usianya yang baru 27 tahun, Iman sudah mendirikan perusahaan teknologi pendidikan yang kini mempekerjakan ribuan pegawai, menjalankan berbagai organisasi dan inisiatif sosial, menjadi pembicara dan pengajar di berbagai penjuru dunia, dan meraih gelar master di salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia. Prestasi dan pola pikirnya memang jauh melampaui usianya. Tapi itu semua tidak diraih dengan mudah dan hingga hari ini pun ia masih belajar. Lewat buku ini, Iman berbagi cerita perjalanan hidupnya – menemui berbagai hambatan dan penolakan – dan bagaimana proses belajar tanpa putusnya membawa ia pada posisinya saat ini.

240 pages, Paperback

First published May 20, 2019

76 people are currently reading
520 people want to read

About the author

Iman Usman

1 book6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
237 (43%)
4 stars
215 (39%)
3 stars
71 (13%)
2 stars
12 (2%)
1 star
9 (1%)
Displaying 1 - 30 of 97 reviews
Profile Image for Utha.
824 reviews399 followers
May 4, 2022
Aku edit ratingnya karena abis baca buku dari penerbit yang sama, yang temanya agak mirip, yang nggak dikurasi dengan baik. Meski buku yang aku bandingin itu buatan yucubeh dan kayaknya lebih laqu, buku ini jauh lebih matang soal kurasi dan konsep. Bahkan isinya pun bagus (bahkan kalo yang baca gak demen sama sosok Iman Usman wqwq).

Bacaan yang menyenangkan. Cocok gue kasih ke keponakan dan adik biar mereka termotivasi haha.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,038 reviews1,962 followers
May 28, 2019
"Enggak salah sih berbeda, tapi gue percaya bahwa dalam hidup ini, sekadar beda aja enggak cukup. Kita butuh alasan yang jauh lebih kuat dari itu agar kita bisa bertahan dan konsisten dengan pilihan yang kita ambil."


Kutipan di atas setidaknya mengingatkanku tentang mimpi yang pernah aku coba raih. Iman seakan menepuk pundakku untuk mengatakan, "boleh saja kamu jadi pustakawan dan cinta mati dengan buku. Tapi, apa bedanya kamu dengan yang lain?"

Nama Iman Usman sejujurnya sudah pernah aku dengar sejak ia mendirikan Indonesia Future Leader. Saat itu, teman-temanku sangat ingin menjadi bagian dari IFL, terkecuali aku. Beberapa tahun kemudian, nama Iman kembali terdengar karena ia dan Ruangguru. Tapi sayangnya, aku masih acuh. Aku masih beranggapan kalau Ruangguru hanyalah start up biasa yang mengikut hype-nya saat itu. Dan hanya karena Iman Usman adalah nama yang cukup dikenal oleh sebagian besar anak muda aktivis/komunitas, Ruangguru menjadi terkenal dan jadi bahan pembicaraan.

Ternyata aku salah.

Ruangguru semakin besar. Iman diundang di sana-sini. Iman masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia di tahun 2016. Memangnya, Iman ini ngapain aja sih?

Masih Belajar menjawab keingintahuanku terhadap "dapur" Iman. Apakah karena dia mendirikan IFL dan satu lingkaran dengan @afutami lantas orang jadi tahu siapa dia? Atau memang secara personal, Iman punya kualitas di atas rata-rata?

Iman membuka buku ini dengan perspektif terhadap dunia yang kini sedang ia tinggali. Sebuah perspektif yang menggerakkan hati, kaki, dan seluruh tubuhnya untuk membuat sesuatu. Baginya, ia harus menjadi individu yang bisa membawa perubahan. Dunia yang ketika ia tinggalkan akan berbeda dengan dunia saat ia datangi pertama kali.

Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian: Akar, Batang, dan Buah. Masing-masing bergerak seperti sebuah alur cerita yang maju. Akar mengenai masa kecil Iman dan pembentukan karakternya. Batang tentang kegiatan-kegiatan pendukung yang membentuknya menjadi pribadi sekaran gini. Dan buah adalah hasil dari kerja keras serta dedikasinya. Meski terlihat seperti kisah sukses, Masih Belajar malah memiliki pesan yang lebih dari itu.

Betul, di usia 27 tahun, Iman sudah punya Ruangguru dengan 1.500 staff dan 12 juta pengguna. Tetapi, Iman juga pernah merasakan sakitnya ditolak ataupun ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Iman menunjukkan bahwa dirinya juga manusia seperti teman-teman pembaca muda lainnya. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan Iman.

"Gue percaya kalau rasa gugup dan takut itu biasanya terjadi karena ketidakpastian akan apa yang dapat terjadi di masa depan."


Apa yang dikatakan Iman dalam buku ini, jika aku tarik lebih abstrak lagi, merupakan kombinasi dari buku Self Driving karya Prof. Rhenald Kasali dan Filosofi Teras-nya Henry Manampiring.

Kok bisa?

Iman memperlihatkan bahwa dirinya tidak sekadar berkecimpung. Ia harus menjadi yang terbaik. Tidak sekadar ada dalam permainan. Sedangkan di satu sisi, Iman sadar betul bahwa tidak ada hal yang bisa ia kendalikan selain dirinya sendiri. Ketika ia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, bukan berarti tidak akan ada penolakan. Yang ada hanyalah kemungkinan terhadap penolakan yang diperkecil dengan persiapan-persiapan.

Secara keseluruhan, buku ini jelas ditujukan untuk pembaca muda yang masih pelajar dan masih mahasiswa. Bahasanya sangat ringan dan dekat dengan pembacanya. Sangat mungkin sekali buku ini menjadi "pegangan" bagi mereka untuk mengetahui mau dibawa kemana hidupnya: sekadar bersenang-senang atau untuk jadi lebih bermakna.

Dan bagi orang yang sudah bekerja sepertiku, Masih Belajar mengingatkan bahwa memiliki mimpi juga berarti mewujudkannya. Setidaknya, itu yang bisa membuat kita menjadi lebih "hidup."
Profile Image for Vindaa.
184 reviews2 followers
July 7, 2019
"ᴳᵘᵉ ᵖᵉʳᶜᵃʸᵃ ᵇᵃʰʷᵃ ᵒʳᵃⁿᵍ ʸᵃⁿᵍ ᵖᶦⁿᵗᵃʳ ᵇᶦˢᵃ ᵏᵃˡᵃʰ ᵈᵃʳᶦ ᵒʳᵃⁿᵍ ʳᵃʲᶦⁿ ᵈᵃⁿ ᵐᵃᵘ ᵇᵉᵏᵉʳʲᵃ ᵏᵉʳᵃˢ" ⁻ ³⁷/²²²
.
Satu hal yang paling saya ingat dari buku ini : 🅺🅴🅶🅸🅶🅸🅷🅰🅽
.
Buku ini bukan buku biografi biasa. Lebih dari itu, karya pertama @imanusman ini menguak habis tentang apa yang selama ini ingin diintip para netijen tentang rahasia sukses seorang Iman Usman- founder @ruangguru- di usianya yang masih sangat muda, dan mampu mencapai rekor #30Under30 Forbes Asia.
.
Setiap #CeritaTemanUntukIman yang banyak disertakan oleh penulis di buku ini, menghubungkan satu benang merah tentang diri seorang Iman Usman, yaitu kegigihannya dalam memperjuangkan mimpi-mimpi besarnya, yang dulu selalu ditertawakan.
..
Jᴀɴɢᴀɴ ᴀɴɢɢᴀᴘ ᴋᴇᴛᴇʀʙᴀᴛᴀsᴀɴ sᴇʙᴀɢᴀɪ ᴘᴇɴɢʜᴀʟᴀɴɢ, ʙɪᴀʀᴋᴀɴ ɪᴀ ᴍᴇɴᴀɴɢ sᴇʙᴀɢᴀɪ ᴘᴇʟᴜᴀɴɢ !
.
Quote ini satu dari sekian banyak yang #SelfPlak banget dari buku ini.
Yes. Tuh buktinya, banyak bookmark yang nempel dimana mana 😆
.
Saya suka banget bagaimana cara kak Iman mengemas tulisan di buku ini menjadi semacam Q & A. Itu bikin isi buku jadi nggak bertele-tele. Ngalir kayak lagi baca story IG aja, tahu-tahu udah selesai.
.
Tapi bagi saya, sayang banget kalau mau cepet-cepet selesai.
Kenapa?
Karena setiap lembarnya isinya dagiing banget.
.
Betul banget apa yang dibilang Kak Iman.
Setiap kau mendapat sesuatu yang baru, bagikan. Maka ia akan semakin menancap dalam di fikiran, serta membawa berkah dalam setiap perlakuan.
..
Begitupun :')
Rasanya setiap dapet insight dari buku ini, inginnya mah buru-buru dibagi ke semuanya.
Biar pada tahu.
.
Kalau buku ini tuuuuuh KEREN BANGET 🤩
.
.
Kamu.
Iya kamu.
Yang lagi galau sama pilihan hidup, *eyaaa ~~ coba deh baca buku ini.
Siapa tahu, Tuhan berikan jalan-Nya.
.
Judul : Masih Belajar
Penulis : Iman Usman
Penerbit : @bukugpu
Tahun Terbit : 2019
Tebal : 222 halaman
.
#OneweekOneBook @gerakan_1week1book #ResensiBuku #GueBacaNonFiksi #NonFiksiJugaSeru #Bookstagram #BookstagramIndonesia #ReviewBuku #book
Profile Image for Ari Teguh Nugraha.
211 reviews52 followers
January 1, 2024
Mostly bercerita tentang semua prestasi-prestasi yang diraih oleh penulis dari masa kanak-kanak hingga dewasa, berikut testimoni dari orang-orang yang mengenal baik penulis. Diselingi oleh pandangan-pandangan penulis yang inspiratif tetapi menurut saya biasa saja, dan tidak ada hal yang baru. Untuk buku autobiografi saya berharap penulis bisa lebih fokus kepada pengalaman-pengalaman yang paling berharga saja yang sekiranya dapat menjadi contoh bagi pembaca.
Profile Image for Eleazar Moeljono.
3 reviews
May 28, 2019
Dari judulnya saja, kita sudah dapat menebak bahwa buku "𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫" akan menggaungkan semangat pembelajar kepada pembacanya. Jika diminta menyimpulkan satu kalimat dari buku ini, rasanya kurang puas—buku ini mengandung terlalu banyak life values yang mendorong kita untuk terus belajar! ⁣

Ditulis oleh seorang muda yang pernah ditolak menjadi guru, buku ini mengajak pembacanya untuk melihat dunia pendidikan dari perspektif yang lain. Apa yang saya awalnya percayai (bahwa belajar-mengajar hanya sebatas transfer ilmu dan nilai rapor, bahwa guru tidak memiliki kesempatan belajar) dipatahkan oleh buku ini. Saya mendapati bahwa dalam mengajar, ada nilai-nilai yang perlu saya wariskan murid saya: mengetahui tujuan hidup itu penting, saya bertanggung jawab atas masa depan diri saya sendiri, kegagalan itu perlu dirangkul, kebergantungan dengan Tuhan akan menolong saya melewati perjalanan belajar saya, and the list goes on.⁣

Saya bersyukur boleh membaca buku ini sebagai bekal mengajar saya ke depan. Murid-murid saya mungkin tidak akan mengingat semua materi yang saya ajarkan, tapi sadar tidak sadar, nilai kehidupan yang saya tanamkan akan bertumbuh seiring kehendak Yang Kuasa. Buku ini mengingatkan saya bahwa saya hanya bertugas untuk menanam ataupun menyiram, selebihnya adalah Kuasa Yang Di Atas. ⁣

Meski buku ini ditulis dalam bahasa yang ringan dan cenderung untuk anak muda, saya sangat menyarankan buku ini untuk dibaca oleh para guru yang memiliki semangat pembelajar di luar sana. Setidaknya, kita jadi tahu bagaimana kita perlu mengajar dan meninggalkan warisan kepada generasi penerus sebelum meninggalkan dunia ini.⁣
324 reviews1 follower
December 27, 2019
jujur gue bukan tipe orang yang suka baca buku autobio/bio ttg orang lain, apa lagi yg model2 mengisahkan kisah sukses orang,
tapi mumpung temen udah keburu beli buku ini --dan ternyata sama dia ga dilanjutin , karena dia bilang ngebosenin, terus dipinjem ama temen gue yang lainnya dan sama2 ga dilanjutin, gue berasa tertantang untuk nyari tau "apa sengebosenin itu kah" atau temen2 gue aja yang ga bisa menghargai sebuah karya , lol . so i decide to pick this book purely out of my curiosity , apalgi setelah tau buku ini menang di google playstore choice book.

dan,,
hasilnya ?
Alhamdulillah at least gue berhasil menyelesaikan buku ini dan, maybe I am a bit biased, but i cant stop nodding my head when i read this book, karena ya gimana lagi, he's a Sag afterall. hanya dari buku ini aja ya kita bisa tau ,orang Sagitarius tuh kayak gimana, ya kayak Iman ini.
Apalagi pas part Iman nyeritain sebetapa dynamic duo-nya dia sama Belva, dan gue auto ngegoogle dob-nya Belva, and yeap, Sag and Gemini is def dynamic duo indeed.

Cuma mungkin pas gue ngedefend " eh setidaknya Iman kan bukan terlahir dari anak orang punya, bapaknya aja tukang minyak tanah ", terus temen gue bilang " Plis lah, tetangga gue dulu jualan minyak tanah juga dan dia orang terkaya se-kampung. Bisa aja ditulis kayak gitu, padahal aslinya bapaknya juragan minyak! " ,, well sadly for that part mungkin iya bener juga aahaha

tapi gue suka, at least Iman nyeritain juga hal2 kayak orang misunderstood abt him, thinking he's so ambis ampe dia dibenci temen2/gurunya, ampe yang dia cari pelarian ke organisasi di luar sekolah simply because iman tau dia ga merasa belong to his own school. Sekali lagi, komen gue adalah " He's a Sag, afterall .. " Sebagai seorang yg juga berzodiak Sagitarius, what happened to Iman also happen to me too frequently.

Apalagi ya ?
Yang jelas emang banyak banget part / statemen di buku ini yg quotable dan catet-able,
mungkin gue bakal re-read untuk nyatetin lg part2 penting buku ini.
Profile Image for Shanya Putri.
347 reviews160 followers
August 22, 2019
Tau nama ‘Iman Usman’ pas diajak adikku ikut acara road tour Ruangguru pertengahan 2018 di Anjungan Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Saat itu adikku yang masih SMP juga sedang berlangganan Ruangguru (kena influence-nya Iqbaal).

Duduk di sana, baru tau doonngg kalau ternyata founders Ruangguru keren-keren banget. Langsung follow Instagram-nya!

As time goes by, ternyata Kak Iman umumin di ig kalau mau nulis buku. Aku ikutan submit pertanyaan (tapi nggak dimuat. Mungkin untuk buku selanjutnya, ya?😆). Aku pun excited banget sampe ikutan pre-ordernya demi dapat TTD (dan bonus stiker). Yah, walau baru sempat dibaca sekarang karena banyaknya buku yang belum dibaca. Minggu awal masuk kuliah ini, aku merasa butuh motivasi. Akhirnya mulai baca buku ini tadi malam sebelum tidur, melanjutkan baca sepanjang siang (karena dosen yang tak kunjung hadir)–dan selesai!

Buku ini membuat kita seakan-akan lebih dekat dengan sosok Iman Usman. Mengenal kisahnya dan perjuangannya dari kecil hingga bisa sukses seperti sekarang ini. Konsep dari buku ini juga unik. Banyak ilustrasi, kutipan (yang kebanyakan sudah di-bold dan digarisbawahi), dan foto-foto. Yang disayangkan menurutku hanyalah pilihan warna yang terlalu mencolok😂. Jadi beberapa bagian yang berwarna malah jadi agak mengganggu. Tidak seperti warna yang terlihat di cover goodreads, di kehidupan nyata warnanya lebih neon. Anyway, his story was really inspiring and motivating (I really needed that last night)!!

Karena banyak ilustrasi tadi, buku ini bisa banget dibaca untuk seluruh anak-anak muda. Gaya bahasanya juga mudah dimengerti. Sukses terus, deh, Kak Iman! Panutan!!❤️❤️
Profile Image for Nova Rizkiyah.
12 reviews1 follower
August 19, 2019
Buku Masih Belajar intinya tipe buku yang sama seperti buku-buku motivasi pada umumnya. Diawali dari latar belakang penulis yang berada di daerah, memiliki mimpi dan ide yang besar untuk diwujudkan. Segala halang rintang dapat dihapai dengan baik.

Buku ini cocok untuk anak sekolah yang masih belun tau tujuan hidup mau menjadi apa. Tapi, buku ini tidak begitu menjelaskan detail perjuangan karena tipe tulisan yang meloncat-loncat sesuai tema. Padahal, jika dielaborasi lebih lanjut tentu sangat menarik, bukan cuma cuplikan quote atau cumplikan target.

Buku ini menurut saya tidak cocok untuk mahasiswa kuliahan yang sudah punya tujuan hidup dan tau bagaimana melaksanakan plannya.

Overall, buku ini cukup bagus untuk dibaca, cuman kekurangannya penulis ingin cepat-cepat selesai menceritakan keberhasilan dan kurangnya menceritakan hambatan.
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
September 16, 2020
Tekun, gigih, terencana, realistis, dan selalu punya alternatif. Ya, buku ini nyeritain akar hidup Iman sampai dengan buahnya. Mindset dan kegagalan lah yang membuat Iman bisa menjadi seperti sekarang. Kagum dengan masa kecil Iman yang pola pikirnya sudah lebih maju dibanding anak seusianya, dan ga menjadikan alasan ia untuk tidak belajar walaupun berasal dari anak daerah.

Ruangguru ? Siapa sih yang gatau ? Aku udah tau dari lama sih. Tapi pas baca buku ini baru tau kalau Iman foundernya Ruangguru hehe. Keren sih, seorang Iman dengan segala pencapaiannya tetap peduli dengan pendidikan Indonesia
Profile Image for Rosa.
25 reviews
March 22, 2021
Hidup tidak hanya tentang bagaimana saya bisa hidup di dunia ini. Lebih dari itu, hidup tentang bagaimana saya bisa memberikan kehidupan kepada orang-orang sekitar.
Profile Image for Aginta.
7 reviews
July 27, 2019
Rarely bought pre order book, but this one is an exception. Written by founder of RuangGuru, one of the most succesfull education start-up, who own numerous achievements in his very young age was my motivation to buy it. And once I finished it, I acknowledge that this is definetely a book I wish I read when I was less than 20 yo wqwq. Full of motivation and inspirational story, it would make your leisure time become more meaningful. LOL. 3 out of 5 for this book.
Profile Image for Risky Supriati.
18 reviews25 followers
October 3, 2019
Baca kilat dalam kurun waktu sejam. Nagih si tulisannya. Sungguh menggebu-gebu, insightful pokoknya mantap jiwa. Ambis banget si ni orang, cuman kayanya ga ada matinya buat berbakti sama negeri, buat jadi impactful. Salute. Inspiratif. Yg paling diinget dari bukunya sih, warna merahnya kece, judulnya juga oke banget. Paling diinget yakni you think people care, but actually they don't, well not that much. Buku ini masih terlalu aku-sentris. Tapi mungkin itu simbol kepercayaan diri yg kece banget. Kurangnya buku ini cuman satu, daily life schedule nya bang Iman ga diexspose, daily habitsnya dia atau mungkin aku kelewat soalnya baca cepet:*. Maklum, sukanya hal2 praktis, ga cuman teori. Overall, 85/100.
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
June 4, 2019
Iman Usman
Masih Belajar
Gramedia Pustaka Utama
240 halaman
6.0

Served in form of questions and answers (plus confessions from Iman Usman's closest friends), Masih Belajar doesn't offer novel or groundbreaking words of wisdom. Instead, it's merely a reiteration from something you've read or seen in holy scriptures or motivational books. But, if you want to understand who Usman really is, then the book meets its purpose.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books62 followers
August 30, 2024
Pasca kesuksesan Clash of Champions, kadang suka random muncul suggest di youtube podcast yang berisi para peserta CoC. Eh beberapa hari lalu lihat Iman Usman, salah satu pendiri RuangGuru diwawancari oleh Daniel Mananta. Trus dia nyebut soal buku Masih Belajar ini yang aku udah punya lama tapi belum kebaca.

Honestly, aku kurang suka buku yang isinya komposisinya lebih banyak motivasi ketimbang cerita pengalaman hidup si penulisnya. Beberapa hari lalu kan baca bukunya Jerome Polin ya, itu sebetulnya setipe dengan buku Masih Belajar ini, tapi gak kebanyakan bagian mengguruinya kayak di Masih Belajar (walaupun secara konsep kepenulisan, jelas Masih Belajar ini lebih baik).

Di paruh awal, aku udah merasa bosan karena isinya kebanyakan petuah haha, padahal aku lebih pengen tahu kisah hidupnya kayak gimana. Untungnya kemudian banyak dibahas juga tentang masa kecil Iman Usman yang bersekolah di Padang, jualan online cendera mata Harpot, belajar bahasa Inggris dari novel Harpot, deal-deal-an sama bokapnya untuk pasang internet di rumah dsb, nah bagian ini lebih menarik.

Di satu segmen, aku sempat berfikir, "di kehidupan nyata, kayaknya aku gak cocok berkawan dengan orang pintar kayak Iman Gusman ini." hahahaha. Kan gitu ya, orang pintar itu ada 2 jenis menurutku. Satu yang kelewat ambisi, sehingga hubungan perkawanan bisa kena libas. Yang satunya lagi, walau pintar tapi tetap jago menjaga hubungan perkawanan.

Nah, aku ngerasa Iman ini tipe yang pertama. Makanya saat dia cerita pas pemilihan ketua OSIS dan dia "cuma" dapat 40 suara dan kemudian kalah, aku mikir, "kalo emang ni orang pinter banget, tapi kemudian gak kepilih, pasti karena sombong." Walau, tentu saja definisi sikap sombong ini sangat debatable ya haha.

Buku ini juga diselingi testimoni orang-orang terdekatnya. Nah, perkara sifat sombong ini juga dikonfirmasi oleh sahabatnya I Ketut Adi Putra. "Menjadi teman Iman bukan hal yang mudah. Pertama, he's always in the spotlight. Kedua, jadwalnya luar biasa sibuk sehingga susah untuk hang out. Ketiga, sifatnya yang kompetitif dan perfeksionis membuat dia selalu memberikan standar tinggi atas setiap hal yang dia kerjakan.... sehingga ada beberapa hal yang menjadi miskonsepsi tentang Iman, misalnya, banyak orang mengira dia sombong." Dikutip seperlunya dari halaman 80.

Bahkan, soal ini pun Iman sendiri yang kemudian menuliskan, "Sewaktu kecil dulu, gue terbiasa mendengar komentar guru atau teman yang mengatakan, "Iman memang pintar, tapi..." selalu ada kata 'tapi' di belakangnya yang berkonotasi negatif. Bertahun-tahun gue berusaha untuk memperbaiki diri gue, hingga gue lebih jarang mendengarkan kata 'tapi' ketika orang berkomentar tentang gue...." hal. 185.

Terlepas dari itu, dan kemungkinan aku gak cocok berkawan dengannya di dunia nyata (yang jelas-jelas ini asumsi yang sangat mungkin terbantahkan dengan mudah), harus aku akui dia memang sosok yang inspiratif. Pintarnya gak kaleng-kaleng (kalian bisa googling sederet prestasinya yang aduh biyung, ni orang pinter banget).

Aku barusan kepoin IGnya, dan baru ngeh dia ternyata eksekutif produser untuk film Budi Pekerti yang keren itu (sehingga dia digosipin pacaran sama Prilly hehe, cocok sih mereka, sama-sama pinter). Aku sih ngarep Iman makin banyak memproduseri film-film kece di kemudian hari. Dan semoga CoC akan ada season ke-2nya. Oke sip.

Skor 8/10
Profile Image for Pearl is Reading.
121 reviews
September 10, 2021
Karena aku tipekal curious dengan judulnya sampai detik ini masih belajar dalam segala hal. Buku ini pilihan tepat bagi siapapun sedang meraih masa depan. Bacalah buku ini dengan cermat, kamu akan memahami perspektif dari sosok Iman Usman, bisa ditemui poin-poin bagus dari dua chapter buku ini dibahas menurut pengalaman hidupnya yang luar biasa sampai dikenal luas menjadi pembicara publik, pengajar sosial, pengusaha sukses didirikan bareng sahabatnya, Belva.

[Awal bertemu buku ini]
Secara kebetulan ketika saya sedang menghadiri pameran buku di Gedung Perpustakaan Nasional sebelum covid. Pada waktu itu, saya dapat kesempatan gratis untuk mengambil setumpuk buku berantakan di dekat meja kasir setelah membayar nominal buku yang saya tertarik membelinya.
Ah baru Juni 2021 baru sempat membacanya
sampai selesai pada waktu malam, 29 Juni. Baca buku ini mencicil berhari2 - berhenti dulu karena jeda (kebentrok merenungi diri, diselingi kegiatan rutinitas biasa).
Dilanjut mengejar waktu ingin menantang diri sendiri dalam sebulan ada 1 buku sudah selesai dibaca.

Review;
Buku Masih Belajar berkisah inspiratif dari sosok anak muda patut diteladani (sisi inovatifnya, berprestasi&produktif berkegiatan) dari kesuksesan Iman Usman yang baru saya ketahui; oh ternyata Pendiri Startup Ruang Guru. Wah, suatu kebanggaanku mengenali kepribadian seorang dari buku sampai urutan perjalanan hidup dari masa kecil, pendidikan sekolahnya, kegiatan2 apa saja diikuti dari usia sangat muda sudah terlibat menjadi relawan sosial, membangun usaha kecil-kecilan sampai dikenal pemimpin rendah hati dari cerita temannya.

Setelah tahu siapa Iman Usman itu, cukup buatku SALUT, menarik dari setiap halaman yang dia tuliskan mudah dicerna, digarisbawahi penting, bahasanya gaul santai (kata gue), ada ilustrasi&kutipan bikin semangat bacanya, tentunya menjadi cerminan hidupku yang terus belajar menggali potensi diri sudah Tuhan berikan, salah satunya menulis (puisi, cerita random kayak diary, haiku) kecuali cerpen&buku yang belum kubisa. Di samping mimpi lain ingin jadi designer grafis lebih baik atau yang ketinggalan di benakku sejak kecil kuminati (pelukis/seniman kreatif).

Buku ini membawa flashback pada perjalanan hidupku sejauh ini belum menemukan tujuan diseriuskan di balik tiga lingkaran love-passion-mission-yang dijelaskan dalam konsep Jepang bernama Ikigai ini tercantum didalamnya, terkait perumpamaan pohon untuk cerita tokoh ini melalui Akar-Batang-Buah yang bertumbuh naik level per tahun. Penolakan/gagal ini terjadi tapi ia tak berhenti mencoba lagi sampai akhirnya karirnya sukses.
Aku masih tahap exploring apa yang kusenangi (love). Semua penggambaran itu membuka jendela renungan: kapan meraih mimpi? Apakah hidupku sudah memberi makna bagi orang lain?

Review ini adalah bagian kedua kali mencoba ikut tantangan reading challenge di @komunitaspembacabuku di instagram.

Mohon maaf jika review saya ada kurang berkenan karena saya masih belajar😊🙏
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
April 5, 2020
"I don't want to be perfect. I Just want to be better from time to time."

Untuk yang belum kenal dengan Iman Usman, pasti bertanya-tanya, siapa sih dia, namanya saja sangat jarang masuk TV atau pun berita viral. Yaiyalah, jelas. Sementara beliau terkenalnya di dunia pendidikan, terutama di Ruangguru. Siapa sih yang nggak tau dengan Ruangguru? Apalagi yang jadi model iklasnnya artis papan atas, Iqbal ramadhan.

Ini sudah ke sekian kalinya baca buku yang di dalamnya bisa menginspirasi banyak orang, termasuk saya sendiri. Setelah baca #bukumasihbelajar saya betu-betul kagum sekaligus heran, ternyata orang yang nggak kehabisan akal, punya ambisi yang tinggi, humble leader dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu, dan bukan dari kaum rebahan tentunya.
Tapi, betewe apa kabar kaum rebahan yang bermimpi hidup bahagia, kaya raya dan bisa masuk Syurga?

Saya nggak nyalahin soal rebahan ya, tapi kita harus ocntohi orang sukses di luar sana, salah satunya Kak Iman Usman, sukses sebelum umur 30. Siapa sih yang nggak ingin kayak gitu? Dan itu hanya bisa kita dapatkan, bisa kita nikmati ketika sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya belajar apa saja, mengefisienkan waktu dengan hal-hal yang bisa membantu kita dalam menggapai mimpi. Jadi, kita harus punya impian (bukan mimpi namanya jika tidak tinggi, iya, kan?), punya target tiap tahunnya.

di Buku ini, adalah perjalanan hidup dari seorang Iman Usman, pendiri Ruangguru. Kita sudah pasti tahu, dibalik suksesnya orang-orang hebat, pasti memiliki riwayat perjalan hidup yang tidak biasa dari orang lain pada umumnya. Saya suka cara Iman belajar, disiplin. Saya suka idenya yang mengedepankan pendidikan di era digital. Maka dari itu, kita harus bisa seperti beliau, dan kalau bisa lebih dari dia.

Sebab, jika kamu ingin sukses, maka belajarlah dari pengalaman orang lain. Mungkin kita tidak bisa menyamai apa yang telah ia raih, tapi kita bisa mencontohi prosesnya." (@ikamw297
Profile Image for Mas Alif.
175 reviews3 followers
May 13, 2025
Sorry to say, kebanyakan kata ganti “gue”. Mending sekalian dijadikan versi english aja biar gak cringe bacanya.

Ok nah yang menurutku lagi kureng dari buku ini. Kurang di eksplor. Positif semua. Masih terlalu jaim, atau apapun istilahnya.

Coba disini ia menjelaskan tentang masalah PHK besar-besaran di perusahaannya atau gimana ia ketipu saat jualan merchendise Harry Potter, terus habis itu dia kasih tau gimana ia menyelesaikan masalah itu. Justru, menurutku lebih worth to read.

aku beberapa kali baca buku memoar atau biografi. Menurutku, ini terlalu narsistik. Segala surat temannya yang muji-muji dia di masukin. Apaan coba. Masukin juga kek dulu waktu kecil dia juga main gundu, main bola, atau main apa kek. Terus tiba-tiba ia berpikir untuk melakukan something. Atau gimana gitu. Gak harus melulu tentang “im success and im proud” bagiku it’s so terrifiying. Because cant relate wkwk.

Katanya, sejak kecil dia diajar untuk tanggung jawab, mandiri dan yakin. Dia gak kasih tau bagian lemah dulu dari keluarga dia, baru masuk ke pengajaran itu. Menunjukkan betapa dia dan kebanyakan "anak-anak" diluar sana itu berbeda.

Misalnya nih, sosok A sejak kecil dididik sama keluarga yang selalu menyalahkan, orang tua yang playing victim, seakan akan semua kesalahan adalah kesalahan anak, even itu kesalahan mereka sendiri. Tapi, semakin dewasa si A belajar justru itu yang membuatnya ke trigger untuk melakukan perubahan. contoh yah.

Kita yang baca hanya mengelus dada, hidupnya dari awal udah sempurna. Yah meskipun secara finansial gak terlalu.

Tapi, aku percaya beliau pasti punya celah sama seperti kita. Celah yang masih gak bisa ia buka, soalnya "Branding" dia udah kuat. Membuka celah hanya demi sebuah buku, mungkin ga apple to apple.

Tapi, overall aku suka desain bukunya. layout, font dan penyusunan cetak bukunya, bagus banget sih.
Profile Image for gweito.
3 reviews1 follower
September 3, 2019
Ini adalah salah satu buku yang wajib masuk daftar baca kalian. Masih Belajar, bercerita tentang perjalanan hidup Iman Usman yang luar biasa akan kegigihan dalam melewati segala proses menuju apa yang dia impikan. Diselipkan juga begitu banyak pesan motivasi yang sangat menginspirasi, ditambah kolom interaktif yang mengajak kita untuk turut menentukan dan mewujudkan impian kita.

Salah satu pendiri Ruangguru ini memang dikenal sedari kecil mempunyai prestasi luar biasa dan pola pikir yang jauh melampaui usianya. Banyak prestasi di sekolah bahkan aktif dalam organisasi dan inisiatif sosial yang jadi nilai lebih dari sosok pria berkacamata ini. Pesan yang paling mengena dari Iman Usman adalah
"Gue ingin meninggalkan dunia yang gue tempati dengan kondisi yang lebih baik daripada gue datang."

Lewat buku ini kita juga bisa tahu pola pikir, kepercayaan diri, menentukan pilihan, dunia perkuliahan, hingga legacy yang coba Iman utarakan dengan bahasa yang santai tapi pesannya tersampaikan dengan jelas. Beberapa halaman yang ada terisi pendapat sahabat-sahabat terdekat terhadap Iman Usman.

Membaca halaman per halaman buku ini semakin banyak belajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar kita dan tentunya termotivasi akan pesan-pesan Iman yang sangat membangun. Iman adalah salah satu dari sekian banyak anak muda Indonesia yang bisa dijadikan role model yang baik karna pemikirannya yang luar biasa dan semangatnya untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga ke depannya banyak generasi muda yang membanggakan akan prestasinya tanpa harus menciptakan sensasi. Selamat membaca!
.
.
"You are responsible for your own future. Your actions build up your future."
Profile Image for Jundi Alwan.
8 reviews4 followers
September 27, 2020
Buku ini cocok sebagai inspirasi maupun sekedar pengingat bagi para pembaca untuk menjalani masa muda yang lebih bermakna daripada hanya sekedar hidup.

Walaupun cukup ringan dari segi jumlah halaman, 200 halaman lebih sedikit, dan gaya penulisan, isinya cukup insightful untuk para muda-mudi 18-25 tahun.

Bagi kalian yang masih ragu untuk mulai baca buku self-help kalian bisa mulai dari buku ini. Kisah Iman dapat dijadikan sebagai referensi dan pengingat untuk terus giat belajar, dan selalu merasa masih belajar, dan berkembang.

Setelah membaca buku ini saya menemukan satu hal menarik. Buku ini kental dengan nilai-nilai filsafat stoisisme.

Konsep dikotomi kendali, yang diperkenalkan ke khalayak pembaca di Indonesia oleh Henry Manampiring melalui buku Filosofi Teras, ditekankan oleh Iman pada beberapa cerita yang dituangkan. Konsep-konsep dasar stoisisme yang secara implisit dituangkan dalam buku ini cukup mudah untuk dicerna dan dipraktikkan bahkan untuk seseorang yang tidak mengenal istilah stoisisme.

Contoh. Layaknya kisah Harry Potter favorit Iman yang ditolak oleh dua belas penerbit sebelum akhirnya diterbitkan oleh Bloomsburry, pada buku ini Iman menceritakan pengalamannya menghadapi rejection dan kesulitan dengan tindakan positif dan tanpa menyalahkan orang lain.

Saya rasa buku ini juga cocok sebagai referensi contoh kisah nyata praktisi stoisisme.
Profile Image for Aulia.
31 reviews
February 12, 2023
Buku ini berisi tentang perjalanan hidup Iman Usman (co-founder RuangGuru) yang sungguh menginspirasi. Lebih detail buku ini berisi pola pikir Iman mulai dari life value, manajemen waktu, tujuan hidupnya serta cerita terkait perjalanan Iman sejak kecil, kuliah, hingga menjadi seperti sekarang.

Saat membaca buku ini, aku benar-benar terkesima dengan segala aktivitas yang telah dilakukan oleh Iman sejak kecil. Mulai dari mendirikan perpustakaan mini saat berusia 10 tahun serta mulai berbisnis dan membentuk komunitas di usia muda terkait dengan Harry Potter yg menjadi tokoh yang menginspirasinya.

Oiya dalam buku ini juga ada ilustrasi yg menarik serta foto-foto dokumentasi kegiatan yang diikuti oleh Iman jadi buku ini tidak membosankan. Ada juga format seperti jurnal yang bisa diisi sendiri. Penulisannya juga gak kaku (pakai gue-loe), bahasa gaul kan ya. Tapi ya karena aku tidak terbiasa membaca buku dengan penggunaan bahasa seperti itu, jadi menurut ku feelnya beda, agak pusing 😅 Oiya, ada juga quote dan kalimat-kalimat bagus yang digaris bawahi.

Buku ini cocok untuk kalian yg masih sekolah atau yang lagi ngerasain demotivasi, lagi nyari penyemangat, atau lagi memilih langkah untuk masa depan.

~I want to leave this world better than when I came

~Be grateful. Ask God to provide you with visions and ideas.
Profile Image for Teu  Pira.
34 reviews
August 3, 2021
Kata pertama yang keluar setelah selesai baca buku ini, "Wow" diluar ekspektasi banget sih ini, awalnya gue kira cuma bakal ceritain jalan hidup nya aja, ternyata lebih dari itu, banyak banget inspirasi dan motivasi yang kak iman sisipkan disetiap cerita perjalanan hidupnya di buku ini. Aga kaget sih ternyata ka Iman sehebat itu hehe, tapi ya hasil yang diberikan sesuai dengan usaha yang kak Iman keluarkan, keren banget. Sepanjang baca buku ini gue selalu bertanya² ko bisa ya ka Iman punya fikiran kaya gini, bahkan saat dari SD udah punya pemikiran kayak gitu, ajaib sih haha. Jujur Indonesia butuh lebih banyak pemuda/i seperti kak Iman ini yang pekerja keras, tekun, gigih, berani dan hal baik lainnya untuk membangun Indonesia. Cocok banget dibaca buat anak yang masih sekolah atau mungkin kalo bisa dari anak SD haha. Dari segi penulisan nya pun gue suka, bahasanya rapih, layout, ada ilustrasi², ada qoutes dan beberapa kalimat penting yang dibold dan di underline untuk lebih menegaskan. Walaupun warna nya aga mentereng ya hehe, tapi it's okay. Over all keren, gue berani kasih bintang 5 makanya haha
Profile Image for Vanda Deosar.
68 reviews4 followers
January 24, 2022
Menceritakan lika-liku Iman Usman yang kini dikenal sebagai founder RuangGuru telah sukses dan membuktikan bahwa di usia muda, seorang anak dengan dorongan dan didikan yang tepat dapat mengubah dunia. RuangGuru saat ini telah menjadi nomor 1 aplikasi pendidikan di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Lewat pengalamannya yang tiada henti dibidang pendidikan, Iman mencoba menuangkan pikirannya ke dalam tulisan di buku yang berjudul Masih Belajar.

Iman juga berhasil menyabet beberapa penghargaan dan telah menjadi public speaker di ratusan tempat di seluruh dunia, contoh kerennya, di Markas PBB. Salah satu dari pencapainnya adalah Iman dipercaya pemerintah duduk dalam Komisi Panel Pemuda pada Education Commission, bersama dengan penerima Nobel Perdalamaian dunia, Malala Yousafzai.

Sebelum Iman menjadi seseorang yang hebat seperti sekarang ini, Iman juga pernah gagal dan orang yang gigih. Saat SD, Iman pernah berjualan pernak-pernik Harry Potter, saat SMP, Iman dilempari kertas oleh teman-temannya saat pemilihan OSIS dan membuatnya trauma untuk berbicara di depan umum, namun saat SMA, Iman sukses menjadi putra daerah kebanggaan Padang. Gimana Iman bisa seperti itu?
Profile Image for Nadia Wijayanti.
14 reviews17 followers
February 10, 2025
Buku ini cukup menginspirasi. Aku jadi lebih memahami perjalanan dan cara berpikir seseorang yang “sukses” meskipun memulai dari nol—bagaimana Iman melihat dunia, mengambil keputusan, dan berkembang menjadi dirinya yang sekarang. Yang aku suka, penyampaiannya terasa natural, tidak terkesan menggurui atau sekadar pamer pencapaian.

Salah satu bagian favoritku adalah #CeritaTemanUntukIman yang diselipkan di antara tiap bab. Perspektif dari orang-orang terdekatnya membuat gambaran tentang Iman terasa lebih objektif—tidak hanya dari sudut pandangnya sendiri, tetapi juga dari orang lain.

Karena buku ini menceritakan perjalanan Iman sejak kecil hingga sekarang, insight yang ada tidak hanya relevan bagi mahasiswa atau pekerja, tetapi juga bagi anak-anak usia sekolah. Ada banyak dorongan untuk mulai berkarya dan memberikan dampak sejak usia muda.

Namun, menurutku tidak ada pesan yang benar-benar mind-blowing. Banyak tips yang terasa cukup umum dan sering ditemukan di buku self-help atau inspirasi lainnya, sehingga pengalaman membacanya terasa agak flat dan kurang menggugah hingga menyelesaikan buku ini.

3.75⭐ (dibulatkan ke atas)
Profile Image for Zulkifli Afrian.
25 reviews
January 19, 2020
Buku yg penuh motivasi dan banyak gagasan baik dalam menghadapi kehidupan. Tapi akan lebih cocok dibaca bagi generasi muda dibawah usia 25 tahun baik yang masih sekolah/masih kuliah atau sedang memulai untuk berkarier sebagai penyemangat mereka. Saya sendiri sebagai pembaca yang berumur lebih tua dari Iman, bisa mengambil poin-poin bagus juga dari buku ini yang bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari.

Secara garis besar kelebihan dari buku ini adalah cara bertutur Iman Usman yang ringan dan cenderung mudah dipahami, kekurangannya mungkin dari pembahasannya saja yang tidak runut, karena isi bukunya sebagian besar merupakan hasil jawaban dari pertanyaan random yang diajukan followers Iman di media sosial.

Dan satu lagi, di buku ini dinarasikan sosok Iman yang anggaplah hampir "sempurna", apalagi ditambah banyaknya bagian #CeritaTemanUntukIman , sisi diri lman yang lain masih belum terlalu terekspose dibuku ini. Mostly semua yang diceritakan adalah sisi terbaik dari Iman Usman.
4 reviews1 follower
April 7, 2024
Bukunya bagus banget♥️♥️♥️ memotivasi banget, sampe di beberapa bab nya, saya banyak bernostalgia dan merenungkan banyak hal, bahkan hampir nangis karena kek "nge-jleb" banget.

Di beberapa halaman kadang agak bosen, tapi tetap penasaran dengan isi nya dan dibaca sampe habis. Ini buku motivasi kesayangan ku yang 3, setelah buku motivasi kisah kisah hebat anak indonesia yang bisa sukses di luar negeri dengan banyak keterbatasan, dan buku jerome polin.

Mungkin bagi pembaca yang nggak hidup di jakarta, kalimatnya iman seperti 'gue', 'lo' akan jadi aneh ketika dibaca. Krn iman sendiri menjelaskannya dengan logat yang udah biasa dia gunakan.

Dan memang buku ini, kek bahasa nya anak jeksel. B. Indo campur bahasa inggris. Tapi bahasa inggrisnya iman, bukan bahasa inggris yang sering dipakai anak jeksel, yang kadang kadang buat bingung. Krn bahasa inggris yg di pake iman, kosakatanya simple simple. Jadi masih mudah dibaca.

Selamat membaca, kita masih dalam perjalanan untuk belajar♥️
Profile Image for Wardatur Rochmah.
39 reviews
June 26, 2020
Saya bukan orang yang hobi membaca buku tulisan dari 'orang terkenal' tentang 'dirinya sendiri', kecuali beberapa publik figur yang saya yakin benar kualitas insightnya. Dan Iman Usman adalah satu di antara sekian yang saya baca bukunya karena, well, saya percaya aja beliau bakal ngasih insight bagus.

Tidak banyak yang bisa saya review karena selain kisah hidupnya, buku ini berisi semacam penjelasan dari berbagai pertanyaan yang disampaikan netizen pada Iman Usman. Memang nggak ada semacam groundbreaking wisdom atau ide baru yang ditawarkan di dalam buku ini, tapi saya benar-benar suka membaca kisah tentang orang yang 'cinta belajar'. Rasa-rasanya ikut terpancing dengan semangat belajarnya yang besar dan ngerasa diri ini bukan apa-apa, harus lebih semangat lagi buat jadi long-life learner. Overall good book.
Profile Image for Naura Chandra.
2 reviews
September 1, 2020
Buku ini menceritakan tentang bagaimana Kak Iman bisa terus memetakan hidupnya untuk dapat menggapai cita-citanya. Dimulai dari membangun pondasi, visi hidup, hingga strategi yang matang. Tidak jarang Kak Iman mendapatkan kegagalan dan juga sindiran tentang mimpinya yang terlalu aneh untuk orang seusianya. Namun, dengan kegigihan yang dipunya, pemikiran salah itu terbantahkan oleh prestasi yang berhasil Kak Iman raih.

Bacanya nyaman dan mudah dimengerti karena menggunakan bahasa sehari-hari. Setiap kata yang dituliskan selalu membuat saya merasa takjub akan proses dan pencapaian yang diraih. Hal ini membuat saya untuk berusaha untuk menjadi berani orang yang berbeda dibandingkan yang lain.

Karena buku ini dilengkapi ilustrasi, jadi tidak bosan untuk membaca sampai akhir.

Benar-benar memotivasi!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dina Tantriani.
5 reviews2 followers
August 8, 2019
Ada banyak sekali halaman yang sengaja aku lipat ujungnya karena ada deretan-deretan kalimat yang relatable dan menjadi pengingat penting buat aku.

Buku ini, walaupun ditulis oleh seorang Iman Usman yang semua tahu reputasinya sehebat apa, tetap menunjukkan sisi kak Iman yang masih “manusia” hahaha. Sebagai orang yang berkali-kali membaca buku biografi atau cuplikan tentang tokoh besar, aku senang sekali sama buku “Masih Belajar” karena dilema, perjuangan, atau tantangan kak Iman dituliskan dengan sangat jujur; dekat dengan keseharian kita terutama untuk yang masih muda—atau punya semangat muda.

Bahasanya ringan dan tentu saja inspiratif. Worth reading!

*habis ini langsung tancap gas mau belajar lagi dan lebih persisten*
Profile Image for Anggitverdan.
21 reviews1 follower
March 29, 2021
Buku ini menarik karena menceritakan bagaimaan seorang Iman juga melewati banyak hal sebelum akhirnya menjadi Iman hari ini. Saat membacanya, pembaca di ajak bertumbuh secara pola fikir dalam melihat segala hal-hal yang terjadi dalam keseharian.

Selain itu, buku ini menjelaskan bagaimana seseorang perlu ulet dalam menjalankan apa-apa yang di inginkan, menjadi sesuatu yang penting adalah motivasi dalam mencapai sesuatu agar bisa terus on the path.

Buku yang baik untuk dibaca semua kalangan.
Thank You Iman sudah sharing, sudah berani menceritakan bagaimana sulitnya dahulu saat masa-masa sekolah sehingga membuat pembaca memahami bahwa dalam menjalani hidup memang pasti ada ujiannya dan tiap orang di uji dengan hal yang berbeda-beda.
Profile Image for Ghina Syakila.
17 reviews
June 23, 2019
Aku baca buku ini sebelum tidur, sekadar mencari ketenangan karena aku sedang butuh vitamin tidur😂 Tapi ternyata, begitu membaca buku Masih Belajar sampai halaman sekian, aku justru semakin tidak bisa tidur. Tahu mengapa? Semangatku menggebu-gebu! Aku jadi semangat mau sekolah, semangat belajar, dan tidak takut bermimpi tinggi. Malam itu juga, aku meracuni temanku untuk ikut membaca buku penuh motivasi ini 🤣🤣🤣 Pokoknya, kalau kamu pengen nyari buku yang efek sampingnya bisa kamu rasakan secepat kilat, baca buku ini!

Btw, efek sampingnya bikin kamu semangat mengejar mimpi-mimpi kamu dan kamu akan merasakan gejolak belajar yang tak pernah kamu rasakan dahsyatnya sebelum membaca buku ini😆
Displaying 1 - 30 of 97 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.