Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mirror, Mirror on the Wall...

Rate this book
Karin merasa dirinya biasa-biasa saja. Bahkan terlalu biasa, apalagi jika dibandingkan dengan kakaknya yang cantik dan pandai. Cita-citanya untuk menjadi penyanyi soprano dan mimpinya untuk menarik perhatian Andre, cowok paling keren di sekolahnya, tampaknya takkan tercapai, karena ia terlalu malu untuk melakukan apa pun. Sampai suatu ketika datang bala bantuan yang sama sekali tak diduganya, bagaikan anugerah yang diturunkan nenek moyangnya.

Karin dihadapkan pada dua pilihan: mendengarkan nasihat orang-orang yang memang mencintainya tapi tidak bisa membantunya, atau membiarkan dirinya dibimbing menuju kesuksesan dan puncak dunia oleh kekuatan yang sama sekali tak bisa dikendalikannya. Kekuatan yang seharusnya tetap menjadi rahasia gelap keluarga Kesultanan sejak ratusan tahun lalu.

176 pages, Paperback

First published September 9, 2008

Loading...
Loading...

About the author

Poppy D. Chusfani

84 books192 followers
Poppy first became a translator and an editor before releasing her own books. Between her job and the responsibilities of being a housewife and a mother, she continues to write fantasy. She lives in Bogor with her husband and son.

Contact: bookaholic.hobbit@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (10%)
4 stars
28 (24%)
3 stars
56 (48%)
2 stars
14 (12%)
1 star
6 (5%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Lila Cyclist.
861 reviews71 followers
July 14, 2017
Setuju dengan beberapa reviewnya di Goodreads dg karakter si Karin yang menyebalkan hingga titik akhir. Untungnya ada perubahan karakter di akhir cerita. Coba kalau tidak sedemikian menyebalkan, mungkin saya bakal kasih 4. Hmmm... tapi mungkin itu memang inti ceritanya sih ;))

Review lengkap nunggu laptop atau mood :))
Profile Image for Roos.
391 reviews
November 21, 2008
Sejak menemukan cermin ajaib digudang, Karin banyak berubah.
Dari yang biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak terlihat disekolah, Karin berubah menjadi gadis yang luar biasa berani tampil, bahkan dia terpilih sebagai Solois disekolah. Dan nilai-nilai mata pelajarannya menjadi bagus-bagus, padahal sebelumnya dia paling males belajar.BIsa dibilang semua keinginan Karin terkabul lewat Cermin tersebut. Tapi ada rahasia dibalik Cermin Ajaib tersebut yang menyangkut nenek moyang Karin di jaman dahulu. Bahkan cermin tersebut berhasil membuat Karin terjebak didalamnya tanpa bisa keluar.

Beruntung Karin masih mempunyai Kakak dan teman-teman yang baik dan mencintainya. Suka ma Wulung dan Cangra, tapi kayaknya Ki Belang is Cool...*halah opo iki*

Profile Image for Novi.
171 reviews38 followers
December 30, 2020
Aku baca ini waktu SMA dan waktu itu buku ini sangat berkesan karena jarang banget ada teenlit fantasi supernatural, apalagi yang mengangkat budaya jawa. Lalu kemarin tiba-tiba aku kangen Cangra dan Wulung, macan pelindung favoritku haha (I was also obsessed with having a tiger, I thought it was the coolest thing ever). Jadilah aku cari secondhand nya untuk dibaca (dulu bacanya minjem temennn hahaha).

Ternyata protagonisnya tolol banget ampoonnnnnnnnn. Ya masih anak SMA juga sihh. Tapi menurutku ada isu lebih dalam yang nggak di-address sama sekali di buku ini, yaitu keluarga Karin yang seolah nggak peduli sama dia kecuali dia saat berprestasi. Itu penyebab utama Karin ndableg merusak dirinya sendiri. Tapi penyelesaian di buku ini hanya "usaha dong! semua itu nggak ada yang instan!!!". Pesan itu benar sih, tapi gimana ya, aku nggak bisa memfrasekan dengan betul tapi keluarga Karin juga penyebab konflik di buku ini lho, dan yang mereka lakukan ke Karin itu menurutku salah dan alangkah leganya aku kalo itu di-address sehingga para pembaca ngeh.

Adegan puncak buku ini lumayan seru, tapi bagian lain flat-flat aja (cuma Karin aja yang selalu bikin kesel). The best thing about this book tetep Cangra dan Wulung!! Tapi pas Wulung manggil dirinya sendiri Blacky jadi cringey. Menurutku itu out of character, aneh rasanya kalo Wulung nggak tau kalo Blacky terdengar seperti nama anjing. Mana mungkin Wulung mau disamain sama anjing. Lalu fatphobia di buku ini ampun deh... Oke lah this book was a product of its time, tapi tetep aja gak suka banget bagian itu.
Profile Image for naga.
451 reviews97 followers
May 17, 2022
actual rating: 2.5 stars.

dari teenlit poppy chusfani yang udah kubaca, kayaknya ini yang punya gaya bahasa paling "santai" dan lokal. suka banget sama idenya, kalau tone cerita digeser dikit aja mungkin bakal jadi teenlit horor, tapi untungnya ini urban fantasy yang bawa jin penunggu cermin.

masalah utamaku dengan buku-buku teenlit < 2000 ke bawah adalah candaannya yang gak nyaman. fatphobia di buku ini bener-bener bikin bete sih.
Profile Image for Impy Island.
250 reviews11 followers
June 19, 2022
Pertama kali baca ini zaman SMP and i freagin love it!!!!

Namuun, dengan minimnya referensi serta pengetahuanku tentang pernovelan, rasanya aku suka semua novel yang kubaca saat itu. Pengen rasanya kembali ke masa itu ihiks ihiks. Masa-masa di mana menikmati novel bukanlah hal sulit.

Aku berencana baca ulang novel ini dan memberinya review barokah. Mungkin rating akan turun, atau naik, atau tetap. We never know ❤
4 reviews
February 14, 2018
Ceritanya bagus. Fantasi gitu. Cermin ajaib yang ada sebagian arwah nenek moyang yang bisa diajak tukar tempat. Endingnya juga aku suka, Karin nggak jadi sama Andre.
Tapi menurutku sebaiknya kalau tiap ada Bahasa Belanda gitu dikasih keterangan. Supaya yang pengetahuannya tentang Bahasa Belanda nol, masih bisa ngerti.
Profile Image for Alvina.
737 reviews120 followers
July 29, 2015

Karin adalah gadis yang amat pesimis, tidak percaya diri, dan tidak berani mencoba hal baru. Suatu hari ia menemukan cermin antik di gudang, yang kemudian dibawa dan dipasang di dalam kamarnya. Ternyata keesokan harinya, Karin menyadari bahwa cermin tersebut bukan hanya antik tetapi ajaib. Ada tiga sosok wanita cantik dengan pakaian ala keraton muncul di dalam cermin yang ternyata merupakan gerbang menuju dunia lain. Tiga Nyi di dalam Cermin ternyata adalah bagian dari jiwa leluhur Karin yang memang sengaja disimpan di dalam cermin tersebut. Seakan tak bisa lebih mistis lagi, muncul dua harimau yang merupakan "penjaga" Karin. Karena Karin memang merupakan keturunan sultan, jadi memang ada "penjaga" gaibnya gitu deh, semua keturunannya memang dijaga oleh harimau harimau tak kasat mata, dua penjaga untuk wanita dan satu penjaga untuk keturunan laki-laki.

Berkenalan dengan tiga Nyi di dalam cermin membuat Karin menggampangkan segala hal. Ia bahkan rela menukar tempat dengan salah satu Nyi demi mendapatkan nilai bagus, atau berpenampilan apik di paduan suara yang baru saja ia ikuti. Karin tidak sadar bahwa bahaya mengancam jiwanya..

Begitu menemukan sosok tiga wanita di dalam cerita, mau nggak mau saya jadi keingetan sama Graeae. Yup, Graeae ini tiga wanita yang serem banget, cuma punya satu mata dan satu mulut. Pernah nonton Percy Jackson yang pencuri petir? Nah, ada Graeae di sana. Etapi ternyata tidak hanya mengingatkan saya dengan Si tiga wanita, para Nyi ini juga mengingatkan saya dengan Hocruxnya Voldemort. Nah tuh kan, mungkin inilah sebabnya saya selalu suka sama karya Mbak Poppy, pintar banget meramu sebuah cerita. Meski ide ceritanya sudah pernah ada yang menggunakan, tetapi selalu ada yang fresh yang menjadikannya berbeda. Yak, semacam mix and match untuk mendapatkan hasil yang baru.

Buku ini juga tipis, jadi ngga butuh waktu lama buat saya selesaikan. Alurnya cepat dan saya sesekali dibuat terbahak bahak membaca joke di dalam cerita.

Tokoh utamanya emang nyebelin banget sih, tapi membuat pembacanya jadi ngaca, gue semenyebalkan itu ngga sih? Selain Karin, ada Lis (kakak perempuan Karin) dan Shawn (sahabat Karin dari kecil) yang perannya cukup menonjol dalam cerita. Lis yang galak dan agak OCD, serta Shawn yang baik dan sabar banget ngadepin Karin.

Tapi saya lebih suka seri Bookaholic sih daripada Mirror Mirror, moga moga akan ada lanjutannya xD
Profile Image for Isman.
Author 11 books101 followers
October 16, 2008
The book's like a cross between light teen-fantasy novel and Disney Princess. And I mean it in a good way. The premise is not entirely fresh. After two chapters, you'll know what's going to happen and how it's going to end. But the story flows naturally and the comedy timing is dead on. The use of Sundanese mythical guardians as comic relief, for instance, make my reading experience worthwhile. I especially like how the story focuses on a straight track and never strays. It's a fresh breeze after reading some other Indonesian teen novels which cough up useless scenes.

Poppy shows great storytelling improvement since her first book. I'm looking forward to reading more of her works. Especially because she's one of the rare Indonesian writers who's found her own unique voice and niche.
Profile Image for Rose &#x1f4da;&#x1f339;.
542 reviews133 followers
September 1, 2010
idenya bagus,ada fantasi2nya..
ada jokes nya.lumayan menghibur si.
ada Cangra ma Wulung si pelindung juga.
Tapi pada dasarnya gak suka ma sosok Karin.
bukan apa-apa slain rasa percaya dirinya minus,trus gak pernah mau denger kata/nasehat orang lain pula. ==*
pas yg Bi Sumi nasehatin Karin buat gak makan eskrim nya semua, si Karin nya malah cuek en blg "Bodo"
eh malam nya lgsg kena batunya perut mules suara serak.
hohoho

suka si bule Shawn :DD
aw aw aw...
Profile Image for Donny Hidayat.
5 reviews
October 10, 2008
hahahahaha......., baca ceritanya jd inget jaman2 keemasan University Of Kepu.
btw, mustinya gw dapet royalti lebih dr sekedar edisi gratis nih.......
Profile Image for Maya.
211 reviews
January 1, 2009
Haha..another book that I read because I was desperate enough for new books..Not bad, actually, pretty interesting story. Give an excellent value to have confident in yourself.
Profile Image for 江爱玲.
3 reviews
November 18, 2008
Kentel banged sama klenik2 jawa..
klo kamu bukan orang indonesia mungkin agak bingung kali ya??
Displaying 1 - 14 of 14 reviews