Laksmita, mahasiswi desain interior tahun terakhir di Madrid, berjuang mati-matian menyelesaikan Tugas Akhir-nya. Pada waktu senggangnya, dia selalu menyempatkan diri ke La Antigua Librería, sebuah toko buku tua. Di sana, dia sering bertemu dengan Jaén, si kucing hitam misterius yang jarang menampakkan diri pada pengunjung lain. Namun, suatu hari, sesosok pria muncul di hadapan Laksmita dan mengaku sebagai Jaén..
Saat jatuh hati, kamu tidak mengharapkan apa-apa. Aku jatuh hati pada seorang manusia yang sedang melamun. ~ halaman 158-159
Tentang seekor kucing hitam misterius penunggu toko buku tua bernama Jaen, dan mahasiswi desain interior tahun terakhir asal Indonesia di Madrid bernama Laksmita. Ceritanya manis dan penuh warna. Penggambarannya menarik, mulai dari suasana di Madrid, kehidupan Laksmita bersama teman-temannya (di kampus maupun di kedutaan), kesibukannya mengerjakan tesis (bagaimana kereta tua dirancang jadi tempat membaca), dan akhirnya hubungan magisnya dengan entitas misterius bernama Jaen (yang bisa berubah wujud menjadi manusia bernama Javi, awan dan angin). Hubungan yang walaupun penutupnya masih agak terburu-buru dan menggantung (saya berharap ada semacam epilog yang bisa menggambarkan satu kilasan lagi adegan antara Laksmita dan Jaen di suatu masa berikutnya), tetapi tetap terasa hangat. Saya suka, karena ini bukan kisah tentang jatuh cinta, melainkan jatuh hati, yang tidak dipaksakan. Dan di sini saya kira Sandrita berhasil membuat saya sebagai pembaca ceritanya jatuh hati, pada sosok Laksmita maupun Jaen.
A very good work, Sandrita. I love this. Ditunggu cerita-ceritamu berikutnya. :)
Setelah membaca buku sexy-sebutan kami untuk buku super duper tebal, menamatkan buku ini rasanya seakan meminum segelas teh hangat disaat hujan turun dan cuaca dingin.
Kover dengan nuansa biru memang selalu sukses menarik perhatian saya. Baiklah, memang dibeli karena gambar toko buku dengan cat biru.Saya bahkan tidak membaca blurd yang ada.
Entah buku keberapa yang melibatkan sosok kucing dalam kisah. Hampir saya berhenti membaca ketika menemukan ada tokoh kucing dalam kisah, jika tidak ingat timbunan yang sudah ludes. Untungnya saya tidak melakukan itu.
Tidak ada yang tidak mungkin jika seseorang melakukan segala hal dengan sungguh-sungguh dan yakin akan apa yang dilakukannya. Setidaknya, hal tersebut terlihat dari sosok Laksmita-acap disapa Mita, tokoh dalam kisah ini.
Ketujuh makhluk abadi yang dikisahkan dalam buku menjadi bumbu yang menarik. Satu saja sudah begitu unik, bagaimana jika semua memiliki rasa pada manusia, seperti Jaén pada Mita.
Saya mengira akan menemukan hasil yang romantis pada bagian akhir. Mungkin penulis ingin menyampaikan bahwa cinta tak harus memiliki, mengingat kondisi keduanya berbeda. Atau, sengaja membiarkan pembaca berangan-angan sendiri. Bisa juga sebagai pancingan, jika banyak yang mengusulkan dibuat lanjutan maka akan ada buku kedua, jika tidak maka anggaplah kisah cinta keduanya berakhir di bandara😃.
Menarik. Semua bagian dari lembar kisah ini memukau. Jadi tidak bisa menempelkan satu pertandapun untuk bahan memberikan komentar. Maafkan saya yang tak bisa memebuat komentar panjang-lebar.
Para penerima beasiswa dan penjuang LDR, cobalah baca buku ini. Bersyukur dengan apa yang diperoleh. Tak ada dampak buruk. yang ada hanyalah penundaan untuk mendapatkan yang lebih baik.
Sehabis membaca kisah ini, sepertinya saya jadi ingin ke toko buku, siapa tahu ada hal menarik yang terjadi pada saya😍.
A good synopsis and idea but the writer didnt execute it well, I think. I bought this book when this book kind of hype on another platform of social media among bookish and finally I try to give it a shot to read it. I was expected "MORE" than this. The idea actually perfectly written in my opinion but many lacks from the author to create the whole storyline. Indeed, she is basically gave the decription of place setting is good (as she ever lived and did her study in Madrid) but the whole execution for the plot is not engaging the reader to dig more and make the reader not feel enthusiastic to read it. I even feel bored when I was reading the middle part of this book. Not conflicts sparking inside the book. Also the whole plot is easy to guess. The fact that one of the main character is the immortal creature who was cursed among the human, also already explained and exposed in the beginning of the story. Although this main character holds the strong position and the center in the whole storyline and the whole plot, but the author didnt try to explore more "conflict" plots to be happened to this immortal creature in the novel. So for me the storyline only engaging in the first 75 pages of it, the mere rest is nothing expected from this book as it could be easily guess. Also I found so many typos, like it should be character A who mentioned several sentences in a conversation, but the author write the name of character B for the description of the conversation. I also find quite lots of typo for the general words. Sadly, I shall give 2.8 out of 5 for this book.
Aku suka dengan kemistri antara para tokoh, lebih-lebih Mita dan Jaén. Rasa sayangnya Jaén tulus banget, sampai bikin iri. 😭
(Bersiap lihatin kucing yang lewat, siapa tahu bisa berubah wujud kayak Jaén juga.)
Alurnya cukup cepat tapi tertata rapi. Pembaca diajak mengikuti perjuangan Mita untuk menyelesaikan skripsinya dengan berbagai tahapan yang sebetulnya mungkin nggak terlalu jauh bedanya dengan skripsi di sini, tapi dari penjabaran penulis, kelihatannya jauh lebih ribet. Selain sibuk skripsian, rupanya Mita juga sibuk dengan berbagai kegiatan yang lain sehingga sering kelelahan dan kewalahan. Di sinilah Jaén muncul dan membantu. Aku suka Jaén nggak dibuat semacam tokoh laki-laki yang nosy, selalu ada dan nggak membiarkan perempuan melakukan apa pun tanpa bantuannya. Dia digambarkan benar-benar memahami Mita layaknya soulmate. And that was extremely heartwarming.
Secara keseluruhan, buku ini bagus. Fantasinya juga bukan tipe dengan world building yang ribet, jadi yang kurang suka fantasi pun sepertinya bakal nyaman aja membaca ini. Sayangnya, penulis terlalu banyak menggunakan tell daripada show, jadi ada beberapa adegan yang feeling-nya agak kurang. Keindahan Madrid juga kurang disorot, hanya ada penjelasan sepintas lalu. Kalau saja dieksplorasi lebih luas, nuansa Spanyol-nya bakal lebih kerasa lagi.
4 bintang, it was an amazing journey with Mita and Jaén.
Actually 4,5 Novel bergenre fantasi ini sangat heartwarming sekali. Dibalut dengan cerita yang apik, walau ada beberapa part yang kurang detail penjelasannya. Suka dengan imajinasi penulisnya, kita bisa dibawa ke alam liar sesuai imajinasi kita. Siapa sangka juga novel fantasi bakal relate dgn kehidupan nyata. Novel ini indah sekali! Menunggu novel-novel berikutnya karya kak Sandrita.
La Antigua Libreria adalah buku yang menghangatkan, saat membaca aku merasa sedang berada di perpustakaan. Buku-buku di mana-mana, lembut aroma kopi mengudara dari penjuru.
Sebuah novel fantasi yang bercerita tentang seekor kucing hitam yang misterius bernama Jean penunggu toko buku tua dan cafe. Terletak di distrik barrio Malasana, Madrid. Letaknya di sebuah jalan kecil diantara bangunan-bangunan tua berlantai lima. Dan mahasiswi desain interior tahun terakhir asal Indonesia di Madrid bernama Laksmita.
Cerita yang manis, ringan dan penuh warana sesuai dengan cover yang begitu elegan. Suasana yang hangat dan mengasyikkan di Madrid, kehidupan Laksmita/Mita bersama teman-temannya di kampus maupun di kedutaan, kesibukannya yang mengajar les Bahasa Inggris dan berkunjung ke toko buku La Antigua Libreria pada hari tertentu. Mengerjakan tesis yang harus dikejar dan mengulang dua kali. Bagaimana ide tesis kereta tua dirancang jadi tempat membaca yang sangat bagus.
Pada akhirnya hubungan magis yang begitu misterius bernama Jaen yang bisa berubah wujud menjadi manusia bernama Javi, awan dan angin. Hubungan mereka yang awalnya biasa saja kini semakin dekat membuat orang sekitar mengira mereka berpacaran.
Saat Laksmita dan Jaen/Jevi berjalan-jalan. Aku ikut merasakan dan membayangkan setiap sudut-sudut tempat yang indah dengan bangunan tua tampak mempesona. Itu semua membuat aku merasakan seakan aku berada ikut dalam cerita. Dan di sini aku kira kak Sandrita berhasil membuat aku sebagai pembaca ceritanya jatuh hati, menyukai pada sosok Laksmita maupun Jaen/Javi. Bahkan aku sempet baper pada mereka berdua.
A very good work, Sandrita. I love this. Berharap banget ada sequel Jaen ketemu Mita lagi di Indonesia :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sepertinya aku berekspektasi terlalu tinggi lagi. Atau memang aku salah menerka?
Pertama kali aku membaca tulisan berjudul La Antigua Libreria itu di Storial (waktu belum tutup). Cuma ada satu bab, dgn cover yg sama seperti ini. Waktu baca bab pertamanya, wah menarik nih. Melihat hanya ada satu bab, sepertinya cerita tersebut sudah dipinang oleh penerbit. Benar saja, kapan hari pergi ke toko buku, aku melihat buku tersebut. Namun, tidak kubeli karena harganya lumayan mahal.
Setelah beberapa tahun, entah bagaimana awal mulanya. Komentar di IG membawaku ke tobuk online yg menjual buku ini (ori) dgn harga yg sangat murah. Akhirnya aku beli dan berharap mendapatkan cerita yg aku bayangkan.
Aku membayangkan cerita tentang toko buku bekas di Spanyol, mungkin banyak membahas buku-buku klasik atau buku-buku lokal sana. Dan ada seekor kucing hitam, yg mungkin akan melakukan hal-hal menggemaskan khas kucing dan menghangatkan hati pengunjung toko buku dan cafe tersebut.
Ternyata, buku ini lebih seperti diary mahasiswa tahun terakhir yg sibuk mengerjakan TKA (tesis kalau pakai istilah di buku). Ada konflik, ya tapi tidak seperti yg kuharapkan. Kucing yg berubah jadi manusia, suatu hal yg menarik, tapi entah kenapa, aku masih belum dapat 'feel' yg gereget kenapa itu bisa terjadi dan kenapa terjadi pada tokoh utama. Hubungan tokoh utama perempuan dan pacarnya juga terasa seperti selingan. Intinya, bener-bener seperti diary aja sih, dgn susunan dan bahasa yg lebih rapi. Ditambah sedikit polesan magical realism dan 'hiasan' toko buku yg tidak terlalu menjadi inti cerita.
Padahal, judulnya toko buku antik. Tapi terasa hanya tempelan belaka. Sorry to say. Bukan mengatakan ini cerita yg jelek. It's good but not so good. Aku juga belum tentu bisa menulis seperti ini. Dan aku berharap penulis bisa lebih menguatkan konflik dan karakter di karya-karya berikutnya.
La Antigua Libreria, sesuai namanya yang berarti 'toko buku tua'. Toko buku kecil yang terletak di Barrio Malasana, salah satu distrik paling trendi di kalangan anak muda Madrid.
Buku ini berbicara tentang Laksmita mahasiswi desain interior dan si kucing hitam misterius yang jarang menampakkan diri pada pengunjung lain — Jaén. Seekor kucing yang jatuh cinta pada seorang manusia yang sedang menjalankan studi di Madrid.
Setelah baca buku ini saya sempet berpikir 'kayanya enak punya "malaikat pelindung" seperti si Jaén ini' tetapi sepertinya itu hanya di cerita-cerita dehh.
Ceritanya dikemas dengan baik dan menarik, jadi setiap membaca akan selalu merasakan seperti tidak mau berhenti membaca buku ini. But, in my opinion, the ending was still a bit rushed and left hanging. I hope there is some kind of epilogue that can provide glimpses of the scenes between Laksmita and Jaén in the future, but it still feels warm.
Suatu hari, saat Laksmita mengunjungi kembali La Antigua Libreria, Mita dikejutkan sama sesosok pria yang mengaku sebagai Jaén. Pria itu memperkenalkan dirinya dengan nama Javi. Katanya dia bisa berubah menjadi manusia (Javi), angin, awan, dan hantu, atau mungkin bisa berubah menjadi yang lain? (Hmm, terserah deh, sesuai kehendak si Jaén)😄.
Sepertinya kalau saya mendeskripsikan si Jaén dan Laksmita, tidak akan ada habisnya. Sepertinya buku ini jadi salah satu buku favorite saya.
the idea is actually quite good, to create an immortal that you can't even classify it specifically; i don't know what kind of living being Jaén/Javier is. it's explained that he's an immortal, has superpowers, doesn't have a solid shape of body, yet in the end we still don't know what he is. the storyline is actually pretty good, with the wide picture of Madrid and the places around it. unfortunately i was actually getting bored.. especially when the storyline focused on Mita's entrega progression. the ending tho??? i mean, come on i need moreee??? 😭 but anyways, it's nice to know Jaén/Javi and Mita even though i'm not attached to their characters.
Berawal dari peminjaman buku dari perpus sekolah yang kemudian membuat saya menemukan novel ini. The book was very enjoyable to read and it has taught me many valuable lessons too, thank you for creating this! Keep it up the good work! Ditunggu karya yang lainnya kak, you've got yourself a new fan😆💗
Buku ini tipikal buku yang bisa selesai sekali duduk. Ceritanya dijelaskan dengan bahasa yang ringan. Tapi jujur, agak bingung karena ternyata ini dari sudut pandang Jaen. Gatau ini termasuk sudut pandang orang ketiga atau pertama haha.
ketika baca buku ini aku merasa lagi berendam air hangat hahaha, suka interaksi mita dengan javi, suka dengan kepedulian javi ke mita, suka dengan semangat mita yang berkobar selalu. 🫶🏻
"sesulit apapun jalan yang telah disiapkan kampus untuk lulus, aku akan melewatinya!" 🌟
salah satu tipe buku yang aku suka soalnya disini mostly bahas tentang perpustakaan terus juga karakter nya keren bangeet suka sama karakter kucing si Jean, heart warming banget buku nya!!
one thing i hate about this book is the ending 😭✋🏻 sisanya SUKAK BGT PLS AKHIRNYA GUE PUNYA BUKU FAVORIT FOR THE FIRST TIME SETELAH GUE BACA BUKU SANA SINI
sebenarnya mau rate 4.5/5 tp ini ratingnya gabisa di setengahin bjir