55 episode. Season yang paling tenang. Banyak episode terasa seperti filler (kalau dibacanya weekly, bukan maraton hahaha).
Tapi di sini soal masalah Elios terutama efek emosi berlebih pada indranya justru lebih dibahas. Ngeri sih liat Elios sampai histeris dan guling-guling karena diserang sama indra pendengarannya yang terlalu ekstra.
Ditampilkan juga resolusi hubungan pertemanannya yang rumit dengan Sigit. Selama ini mereka menjalin hubungan seperti bawahan dan atasan. Setelah Elios jadi lebih manusiawi, keduanya pun memulai babak baru pertemanan yang lebih tulus.
Yang seru sih pas konflik Elios versus Satria dan Bayu di klub basket dan juga munculnya karakter baru, Riri, yang punya pacar brengsek.
Shinshihye ini jago bikin adegan sederhana jadi terasa menegangkan. Dengan detail dia bisa memainkan konflik batin manusia dengan berbagai imaji drama dalam kepala dan membuat pembaca terus bertanya-tanya. Hohohoho....
Bagian soal diskriminasi pada kaum difabelnya juga nampol banget di season 3 ini. Kebaikan tidak sama dengan ketulusan. Rasa iba sebenarnya hal yang baik. Tapi kalau sampai dijadikan alat untuk membuat diri merasa lebih baik dari orang itu, pastinya nggak nyaman banget, kan buat si penerima kebaikan. Tidak semua terlihat seperti apa yang tampak pada mata.
Di sini Elios terlihat sekali perkembangan karakternya. Dia jadi lebih baik setelah berhubungan dengan Sarah. Cinta positif adalah cinta yang membuat diri kita jadi pribadi yang lebih baik.
Tetep aku ngerasa agak aneh di bagian Elios yang masih dianggap orang buta tak berdaya oleh banyak orang, padahal udah jelas dia selincah itu sampai bisa lompat dari lantai tiga hanya untuk menyambut Sarah di depan teman-temannya.
Karena itulah meski aku sangat menikmati Season 3, bintangnya 4, enggak 5. Hehe
English/ Español 3.5 I like more the first one and I think there was a lot of drama that solve so fast that was not believable. I did love that there were more characters with differents background stories. I still recommend to keep reading the series.
Me gustó más el primer volúmen, creo que hubo innecesario drama que se resolvió rápidamente y no lo hizo paracer creíble en la historia. Si me gustó que hubiera más personajes y mostraba sus historias. Sigo recomendando la serie y que sigan leyéndola, vale la pena.