Sebenarnya ni manga bagus kumpulan ceritanya, cuman kelemahannya yg membuat saya ngasih cmn 2 bintang. Mutu terjemahannya yang bener2 parah dan sensor dimana mana Pertama
Kedua Yah intinya cmn judul dari chie watari ini yg bikin saya pusing bacanya, bukan karena ceritanya tapi terjemahannya (;・∀・)
Ini komik misteri yang dibeli kakak pas jaman-jaman SMP. Ini gue reread lagi gara-gara seru.
Cerita pertama ada cewek SMA bernama Chiko yang dimintain tolong sama kakaknya (bukan kakak kandung sih. Sumpah pas baca ini gue inget Caleb anjirr) yang seorang fotografer untuk jadi model dia. Nah si Chiko ini pake kimono penganten gitu dan sejak pemotretan itu Chiko ngerasa dia diawasin sama bayangan seorang pria dan kejadian-kejadian aneh pun terjadi sampai akhirnya dia sadar kalo si Chiko ini tanpa sadar jadi calon tumbal pengantin arwah gitu.
Cerita kedua ada single mother, Makiko Kano yang pindah ke rumah sewaan. Di sana dia menemukan buku cerita Gadis Korek Api yang separo terbakar. Anaknya yang bernama Ema meyakini kalo itu buku dibelikan ibunya pas hari ulang tahunnya, tapi Makiko gak inget pernah kasih Ema hadiah ultah buku itu. Ternyata buku itu berhubungan dengan kematian temannya waktu dia kecil karena si Makiko ini ngajak main korek api, nggak taunya api membakar semua dan temannya tewas. Menurut cerita orang yang menyewakan rumah itu, banyak kejadian yang terjadi di rumah itu dan si rumah itu seringnya nggak lama ditempatin. Kayak ada bad energy gitu yang menaungi si rumah ini.
Cerita ke-tiga ini plotnya agak Kindaichi banget yah. Jadi ada anak SMA yang diundang ke Hokkaido untuk dapat warisan dari Mr. Sabro. Katanya dia ini old money gitu dah dan cukup terkenal. Gak taunya warisan yang diterima orang-orang adalah warisan kematian, karena satu persatu orang-orang yang diundang ini dibunuh. July Mint langsung menghubungkannya dengan kematian anak SMA yang dulu sempet nolongin dia yang jatuh ke sungai. Endingnya rada plot twist, tapi cerita terbagus dari dua sebelumnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Yaampun, pantesan pusing banget pas baca, ternyata pengaruh dari adanya sensor dan terjemahan yang kelewatan.
Thanks untuk reviewer lainnya (aku lupa nama dia), akhirnya aku bisa paham kenapa komik ini susah dicerna, meski punya premis yang bagus banget.
Ada 3 cerita di buku ini, jujur menurutku pribadi sih semuanya engaging kalo aja dialihbahasakan dengan lebih baik dan bijak.
Kukira aku yang bego di sini memahami beberapa konteks; kayak tiba-tiba mereka ketakutanlah padahal di panelnya gak muncul apa² alias dihilangkan, trus nama-nama mereka juga susah banget dibaca (untuk ukuran nama Western pun itu terlalu unik), dan pokoknya banyak section kosong padahal cerita lagi seru-serunya???
Harusnya bisa bintang 5 nih, tapi bintang 4 aja udah cukup untuk mengapresiasi ide cerita dari authornya, Chie Watari.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Reviewnya di tulis dalam bahasa Inggris :) karena buat Manga Challenge
I don’t know if these Manga have been translated to English or not, but I will still write my review in English.
Chiko was the titled of this Manga for Indonesian edition, the original title was Shiryo no Hanayome. I’m not sure about the kanji for shiryo, but Hanayome ( 花嫁 ) means Bride. This Manga was published 1993. It contains 3 stories.
1. Chiko
The story is about a girl named Chiko who was haunted by a male ghost. Chiko was haunted after she wore a Japanese traditional wedding dress. The ghost thought that Chiko was his bride.
In Kishaku temple, there was a shaman who often performed Spirit Wedding. If a man died before he had a chance to get married, the shaman will provide his spirit with a bride made of dolls. Matsuda, the one that haunted Chiko, was promised a bride made of Japanese traditional doll (look at the cover). The model for that doll was Chiko’s mother and that’s why Matsuda thought that Chiko was his bride. The only way to save Chiko from being dragged to the spirit world is by returning the doll back to Matsuda, but Chiko had no time to do so.
Cerita dan gambarnya sama-sama serem, bikin saya nggak berani buka jendela di malam hari, takut ada kepala berwujud menakutkan yang nongol mendadak.
Selain cerita pertama, cerita tentang Chiko yang dikejar-kejar arwah pengantin pria penasaran, saya suka dengan cerita kedua. Pelaku dan motif kejahatannya sungguh tak terduga.
Wuihh ... serem ~~ serem Mulai dari gambarnya yang keren banget bikin merinding dan dialog serta alur ceritanya yang pas, bikin komik ini mantap bangey buat uji nyali baca di tengah malam haha ....