“Sayang, aku hamil!” Langsung terbayang baby shower dengan tema seru, maternity photoshoot dengan banyak likes begitu di-posting di Instagram, dan babymoon romantis ke Maldives.... Sayangnya, makin ke sini, calon Mama dan Papa dihadapkan pada isu ril dan mendesak terkait kesejahteraan ibu dan si calon bayi, antara lain: tes laboratorium, metode persalinan, imunisasi, ASI serta MPASI, popok, perubahan cash flow dengan kehadiran anggota baru, rencana pendidikan hingga S-2 dengan kondisi inflasi 15% setiap tahun… Oh my! Jangan panik! Walau idealnya perencanaan keuangan dipersiapkan sedari kemarin, yang penting calon Mama dan Papa sudah “insyaf” dan siap menata cash flow, tabungan, serta investasi! Yuk kita membuat financial action plan, dan, yang lebih penting, menaatinya. Apa saja sih pos pengeluaran selama 38–42 minggu ke depan dan bagaimana mengatur cash flow? Bagaimana menata bobot setiap pos pengeluaran yang sesuai dengan pendapatan Mama-Papa? Jenis investasi apa yang paling tepat untuk berbagai kebutuhan berbeda? Bagaimana mengatur keuangan kalau Mama memutuskan berhenti bekerja? “Banyak anak, banyak rezeki” sepertinya perlu kita ubah menjadi “banyak anak, perbanyak investasi!”
Bagus sekali sebagai panduan buat orangtua baru atau orangtua yang berencana punya anak lagi. But this book is more aimed to upper middle class, ngeliat tetek bengeknya sampe juta juta juta, mehong banget :’)
Cukup lengkap mengupas apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah melahirkan, ditambah membesarkan anak.
Membaca buku ini seperti bersama-sama memprogram finansial keluarga bareng Mba Prita dan Mba Nadia. Saya bukan orang yang "manut-manut" aja ketika ada financial planner kasih saran dan buku ini memberikan alasan-alasan dengan bukti berdasarkan pengalaman pribadi dua orang ibu yang sudah pasti terbukti dan walaupun sudah lama (karena anaknya sudah besar) tetap ada keterangan tambahan yang berkaitan dengan keadaan sekarang. Yang paling asik, dibuku ini juga dilengkapi data riset dibeberapa kota besar di Indonesia walaupun tidak semua bab bukunya ya. Selain itu ada alokasi persentase dan jenis investasi yang disarankan Mba Prita di sini. Mba Prita hanya menyarankan jenisnya tapi tidak spesifik apa produknya yang menurut saya sangat baik sehingga ini bukan buku marketing sebuah produk tertentu. Buku ini juga lengkap dengan checklist yang harus kita lakukan jadi gak lupa. Terkadang kita suka bingung mau mulai dari mana kan? Nah buku ini cocok banget untuk menemani pasangan muda yang sedang merencanakan finansial keluarganya. Mengutip quotes dari buku ini "banyak anak, perbanyak investasi!"
This book is a good reference book to manage your finance for newlyweds, expectant parents on their first, second or third child. It has good advice on how you can alter your budget and invest to get ready for the new member of the household. However, the examples here are in upper middle class budget.
Sebagaimana judulnya, seluruh buku ini menggambarkan panduan praktis perencanaan keuangan untuk orang tua baru. Buku ini ditulis oleh Nadia (presenter) dan Prita (dosen FEB UI).
Buku ini dikemas dengan layout yang simpel dan sistematis. Penulis membagi buku ini menjadi 7 bab, dimulai dari perencanaan kehamilan hingga tahap perencanaan pendidikan untuk anak.
Pembahasan di dalam buku ini sangat lengkap, namun tidak bertele-tele. Di buku ini dijelaskan juga langkah-langkah persiapan selama kehamilan. Dilengkapi pula tabel biaya USG dan bayi tabung. Lalu, dibahas juga cara mengurus BPJS.
Ketika menyelami buku ini, saya tersadar di sebuah kalimat : It's needs versus wants. Needs (kebutuhan) harus menjadi prioritas, apalagi sudah berpredikat sebagai orang tua. Di buku ini juga diberikan tips: invest in good quality ketika memilih perlengkapan bayi supaya awet. Tips lainnya adalah : Being a smart parents also means being a smart shopper.
Ada sebuah istilah yang baru kutahu setelah baca buku ini yaitu 'Baby Registry'. Mungkin istilah ini sudah akrab di kota metropolitan. Nah, bagi yang baru tahu seperti saya, baby registry ini adalah list yang dibuat oleh ibu yang baru melahirkan yang isinya adalah daftar kado yang dibutuhkan. List ini akan disinkronisasikan dengan toko-toko perlengkapan bayi. Tujuannya supaya tidak ada yang memberi kado dobel. Begitulah penjelasan singkatnya.
Buku ini cocok sekali dibaca oleh pasangan yang baru saja menikah, atau bisa juga untuk hadiah pernikahan. Untuk gambaran kondisi keuangan setelah menikah, juga bisa dibaca oleh para jomblo :" Di awal menikah, tidak semua pasangan punya kondisi keuangan yang berlebih. Di buku ini, diuraikan budget belanja pos new baby, ada merek premium dan merek ekonomis sebagai referensi. Juga dilengkapi biaya melahirkan di beberapa rumah sakit di kota besar serta ceklis sebelum dan setelah melahirkan. Lengkap sekali kan?
Akhir kata, mengutip quote akhir di buku ini: Family is not important thing Family is everything
Buku yang cocok banget dibaca sama para/calon orang tua baru yang ngga punya gambaran mengenai perencanaan keuangan saat ada si kecil. Amazed banget dengan estimasi-estimasi yang mendetail mengenai biaya-biaya yang harus direncanakan. Buku yang ngga bisa dibaca cuma selewat, karena suatu saat pasti bakal dibuka lagi sebagai panduan dan referensi perencanaan keungan. Bagus!!
Jadi bapak menteri keuangan di keluarga adalah suatu hal tersendiri, dan bisa buat nyaman keluarga secara finansial bagi saya hukumnya mutlak. Buku ini bisa jadi fondasi mantap bagi para menkeu dalam merencanakan berbagai tujuan keuangan dengan gambaran-gambaran dan trik anti-panik untuk menghadapi itu semua. Dikemas ringan, padat dan praktikal!
Dapet banyak insights apa aja yang harus persiapkan ketika memutuskan untuk jadi orang tua. Termasuk dari guideline ketika mau menjalankan program kehamilan, hingga anak udah lahir. Buat orang awam ini best book banget karena kasih gambaran biaya dari yang essential hingga non-priority ketika jadi orang. Jadi nantinya bisa disesuaikan dengan kondisi financial orang tua.
Mulai mikir kalau mau punya anak tuh harus siap secara mental dan finansialnya. Bagus pembahasannya jadi buka mata banget, secara gue sudah nikah tapi belum hamil. Nggak ada salahnya mulai investasi buat anak nanti.
Waw, banyak ya bun yang harus dipersiapkan ((nikahnya aja belum, udah baca ini hahaha)). Mungkin bakal revisit pas nanti momennya pas. Overall bahasanya mudah dicerna, guidance memudahkan ngatur pos-pos pengeluarannya.