Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah Jadah

Rate this book
Marsia ditemukan mati terkapar di makam Syekh Jakfar Sadik di tepi Ngarai Kalajengking. Orang-orang menduga, kematian perempuan itu disebabkan oleh pertikaiannya dengan Fandrik. Mereka menjadi musuh bebuyutan setelah keluarga Marsia membatalkan perjodohan yang telah disepakati sejak perempuan itu masih bersemayam dalam rahim.

Marsia lebih memilih menikah dengan orang yang dicintainya, Linggo. Lelaki itu adalah ahli waris tunggal juragan perahu kaya raya di Tanjung Mayang. Bagi keluarga Marsia, Linggo tampak lebih bermasa depan cerah ketimbang Fandrik. Selain pengangguran, Fandrik dibayang-bayangi masa silamnya yang kelam: ia dan keluarganya didesak melepaskan imannya untuk mencegah kerusuhan Syiah terjadi sebagaimana yang pernah pecah di Bukit Maronggi.

Dengan melibatkan Linggo, Kiai Karrar, Ra Wazir, Madong si tukang cukur, dan Maeda yang terancam menjadi perawan tua, Rumah Jadah digerakkan oleh perselisihan abadi antara Marsia dengan Fandrik. Dari situlah konflik-konflik yang lain datang silih berganti: rumor ilmu hitam, kemandulan, intrik politik, makhluk jadi-jadian, hingga skandal hubungan terlarang. Pusaran masalah-masalah itu menyisakan kesunyian yang kekal.

132 pages, Paperback

Published September 1, 2019

2 people are currently reading
62 people want to read

About the author

Royyan Julian

18 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (4%)
4 stars
64 (39%)
3 stars
75 (46%)
2 stars
12 (7%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 57 reviews
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
August 19, 2022
Novel ini suram sekali. Bercerita tentang Marsia, yang menolak diperistri oleh Fandrik (padahal dulu orang tua mereka telah terikat pada benang merah semacam perjodohan masa kecil) dan memilih untuk menikahi Linggo, pujaan hatinya. Di usia pernikahannya yang ketujuh, mereka belum juga dikaruniai anak. Kesuksesan Fandrik yang tadinya tak mapan secara finansial (bahkan telah beranak istri) membuat Marsia tiap hari dihantui perasaan yang kalut. Ia menganggap kalau malapetaka yang hadir dalam kehidupan rumah tangganya adalah akibat menolak pinangan Fandrik dahulu. Kemudian, kisah berlanjut pada ide gila Linggo agar seorang anak hadir di antara mereka, yaitu dengan melibatkan Madong, si remaja tukang cukur, untuk 'menyumbang benih' dengan imbalan yang cukup besar. Terlepas dari masalah moralitas, saya naksir berat dengan gaya bercerita penulis Rumah Jadah. Lucu dan disisipi satire tipis-tipis. Apalagi informasi soal paham Syiah yang berkembang di Bukit Maronggi. Ini seperti versi Syiah-nya "Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman" (Ahmadiyah) atau "Kambing dan Hujan" (NU dan Muhammadiyah).

Kutipan yang paling saya suka adalah "Siapakah orang-orang ini yang menjadi hakim di dunia?" yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita selama ini beragama. Kita terlalu sibuk menjadi hakim bagi sesama saudara sampai-sampai kita lupa kalau hakim tertinggi adalah Tuhan. Novel ini padat, ringkas, dan durasinya cukup ringan untuk cerita seberat ini. Rampung dalam sekali duduk, tapi nggak rampung dalam sekali renungan.
Profile Image for DEE.
254 reviews3 followers
March 18, 2022
This, ladies and gentlemen, is an example of why you shouldn’t keep secrets from your children.

4 / 5
Profile Image for Dita Anggita.
59 reviews
March 24, 2025
Setelah membaca sampai halaman akhir, kesimpulanku, “Emang jadah sih rumah itu!”, nggak habis thinking.

Diawali dengan ditemukannya jasad Marsia di makam Syekh Jakfar Sadik, novela ini tidak terfokus pada motif di balik kematian misterius itu. Penulis lebih menyoroti isu sosial yang terjadi di Tanjung Mayang; penyelewengan agama, takhayul, intrik politik, kehidupan sosial masyarakatnya. Terutama sekali menyentil fanatisme agama (Islam) tanpa ilmu dengan bumbu-bumbu takhayulnya.

“Jangan sembarangan ngata-ngatai ustad. Kualat lo.”

Ini fakta yang tak terbantahkan. Orang Islam Indonesia cenderung percaya kiai, ustad, anak ustad, habib, gus, itu suci tak bercela meski kelakuannya sudah jelas tampak busuknya. Seperti yang dipercayai warga Tanjung Mayang pada Ra Wazir.

Penulis juga menyoroti bagaimana kehidupan sosial masyarakat yang begitu sibuk mengurusi dan mengomentari kehidupan orang lain; dengan segala prasangkanya. Bagaimana syak wasangka atau isu yang diembuskan satu orang akhirnya menjadi isu nasional. Dari yang wajar sampai tidak masuk akal (mitos, takhayul, supranatural). Itulah yang membuat Marsia dan Linggo melakukan kegiatan jadah di rumah kopong mereka untuk membungkam mulut tetangga.

Dari novela ini, aku menangkap kritik sosial yang mungkin diresahkan penulis. Hanya sayang sekali, dengan pembukaan cerita yang menarik itu, harapan untuk mengetahui kisah di balik meninggalkan Marsia harus terkubur begitu saja.

“JADI, APA YANG MEMBUAT MARSIA MENINGGAL? APA ADA HUBUNGANNYA DENGAN FANDRIK?”

Jawabannya diserahkan kepada interpretasi pembaca.
Profile Image for Ripeh.
50 reviews3 followers
August 11, 2021
Speechless...

Nggak pernah berpikir endingnya bakal begini, pengen nangis tapi bukan karena sedih, miris.

Awalnya ini perkara dendam, akibat keluarga Marsia mengingkari perjodohan dengan Fandrik yang sudah dilakukan sejak Marsia masih dalam kandungan ibunya. Fandrik yang sakit hati membawa dendamnya sampai berlarut-larut. Marsia sendiri meskipun beberapa kali menunjukkan perasaan bersalah tapi dia juga ikut melestarikan permusuhan dengan Fandrik.

Tapi kemudian muncul juga isu persaingan politik, ketegangan karena perbedaan keyakinan, sampai tahayul seperti pesugihan, makhluk jadi-jadian, bahkan kepercayaan warga Tanjung Mayang tentang anggota keluarga yang sudah meninggal, mereka menganggap keluarga yg meninggal akan datang tiap malam Jumat, jadi mereka membakar dupa di sudut-sudut rumah supaya arwah yang berkunjung betah.

Warga Tanjung Mayang ini lucu, mereka doyan bergosip dan percaya tahayul, cuma Madong, satu-satunya tokoh yang menurutku paling logis. Tapi dia sendiri ternyata edan. Haduh...

Sebenernya aku berharap banyak sama misteri dan pengungkapan pelaku pembunuhan Marsia, dari awal aku yakin ini whodunit, tapi ternyata bukan. Udah kegocek disitu, kegocek pula di endingnya. Ditambah lagi kesel sendiri desas desus yang beredar di tengah-tengah warga Tanjung Mayang itu nggak di-reveal kebenarannya. Tapi aku suka ceritanya, agak gila, nyebelin, tapi bagus, tapi masih sebel, tapi suka. Gitu lah pokonya :D
2 reviews1 follower
October 2, 2023
Ceritanya cukup ringkas tapi juga padat. Cukup ringan untuk 100 an hal. Ada unsur mistis dan intrik. Endingnya cukup aneh karena melakukan hal yg ga senonoh dengan darah dagingnya sendiri. Sebenarnya cerita bisa dikembangkan dengan menceritakan penyebab kematian tokoh utama. Tapi pembaca disuruh menebak sendiri.
Profile Image for Fitrah.
46 reviews7 followers
October 23, 2021
Kesal kali loh aku kalo ada novel yang endingnya ngegantung kali begini...

Padahal isu yang diangkat di novel ini udah keren kali loh...

Yaudahlah, sekali duduk aku baca novel ini, kelar pun
Profile Image for .・✫bacaanron 。.。:+*.
6 reviews
October 15, 2024
Pas bagian, pelengkap hidup madong walaupun udah hampir 40an yaa di Maeda. KAYAK... maksudnya madong karena Maeda anak nya ga si 😭😭😭😭 anjirlah madong knp lu ga jaga jarak 😭😭😭
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for hvmaniora.
45 reviews5 followers
July 23, 2021
Rumah Jadah dibuka dengan cerita kematian Marsia yang begitu janggal. Selepas itu, kisahnya ditarik mundur ke belakang untuk menilik kembali kehidupan sebelumnya.

Saat masih di dalam kandungan, Marsia dijodohkan dengan Fandrik oleh ibu mereka. Walau tidak pernah membahasnya kembali, Fandrik yang saat itu sudah cukup memahami pembicaraan ibunya dan ibu Marsia tetap memegang teguh perhodohan tersebut. Sayangnya, keluarga Marsia ingkar. Marsia remaja menolak lamaran Fandrik dengan alasan tidak cinta. Cintanya hanya ada untuk Linggo seorang. Penolakan Marsia tersebut membuat Fandrik geram. Fandrik menganggap bahwa keluarga Marsia telah berkhianat kepada kedua orangtuanya yang telah meninggal. Dari sanalah perseteruan antara Marsia dan Fandrik dimulai dan membangun keseluruhan isi cerita.

Saya suka dengan cara bercerita yang disuguhkan oleh Royyan Julian. Walaupun seringkali “ada cerita di dalam cerita”, tapi masih bisa tersampaikan dan dipahami dengan baik. Bahasa yang digunakan juga cukup lugas, membuat alur membaca jadi lebih nikmat. Hanya di beberapa part sepertinya ada kesalahan menulis yang terlewat di tahap editorial. Seperti di halaman 35 paragraf kedua, mungkin yang dimaksud adalah Fandrik, bukan Linggo. Kemudian halaman 53, ada frasa “adik sulung” yang merujuk pada Fandrik. Ini agak membingungkan sih, mungkin semestinya adik bungsu kali ya? Fandrik anak bungsu dengan dua kakak, kan? Lalu terakhir di halaman 123 paragraf ketiga, Madong semestinya ada di sisi Maeda, bukan Marsia.

Terlepas dari itu, saya rasa isu yang diangkat dan sindiran-sindiran tipis yang berusaha disampaikan cukup terkemas dengan baik sehingga bisa tersampaikan dengan baik pula. Namun, kenapa kematian Marsia masih jadi tanda tanya hingga akhir cerita ya?
Profile Image for Cahyo Prayitno.
173 reviews
March 18, 2022
Maaf, saya tidak berhasil menangkap pelajaran moral yang ingin disampaikan novel ini. Konfliknya sebenernya cukup menarik, tapi terlalu gado-gado. Terlalu banyak tema konflik yang berusaha dilahap novel ini. Mulai konflik politik, thriller pembunuhan, horror, misteri, monster pemakan manusia, hal-hal tabu seputar Islam (syiah, dan banyak lagi), hubungan terlarang (incest), konflik rumah tangga, perjodohan tidak masuk akal, dan lainnya. Membuat novel ini tidak fokus dan tidak ada penyelesaian dari masalah-masalah tersebut. Endingnya pun terkesan memaksa.

Penulisan novel ini lebih banyak narasi, yang diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Minim dialog tokoh utama yang sedang diceritakan. Justru lebih banyak dialog orang-orang yang tidak berhubungan dengan tokoh yang sedang diceritakan saat itu. Simpelnya, banyak sekali dialog-dialog ghibah (gosip) dari tokoh yang entah siapa, yang membicarakan tokoh utama yang sedang diceritakan. Justru dialog ini yang seringkali membuat saya tersenyum, karena lucu dan cukup cerdas. Walaupun porsinya terlalu banyak, dan lagi-lagi membuat novel ini menjadi tidak fokus.
Profile Image for Kaz.
30 reviews
November 27, 2024
narasinya beneran menarik, penulisnya benar-benar hebat merangkai kata demi kata. penggunaan diksinya beneran cantik banget, walau aku harus bolak balik KKBI buat cari tahu artinya apa. tapi seneng banget gitu dapat kosa kata baru.

sayang banget cerita kematian Marsia, enggak dijelasin dan diketahui kenapanya dengan jelas.

sumpah.....aku bingung pas pages terakhir tuh hah heh hah hoh.......ngeri kali.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
September 2, 2023
I'm still confused about what ending the author hopes readers will understand. But, let me write it from my point of view...

This book tells the story of a beautiful girl, Marsia, who has been betrothed since she was in the womb by the Fandrik family, her neighbor. When she grows up, Fandrik comes to propose, with the condition that Marsia already has a lover named Linggo, the son of a wealthy shipowner. Marcia refused the match, and her parents agreed. Fandrik, embarrassed to be rejected, decided to raise the flag of war.

Act 1: Fandrik spreads the news that Marsia is greedy and chooses the wealthy Linggo, while he, who is unemployed and poor, does not deserve Marsia. That's how the villagers end up causing rumors. Making the topic between Marsia and Fandrik their favorite subject.

Act 2: Fandrik's eventual success in becoming a civil servant and marrying his coworker brings him two cute children, raising questions about Marcia, who has been married for seven years but has no children. The villagers begin to talk about the karma of Marsia's rejection. Until it is discovered that Linggo is barren.

Act 3: Fandrik suddenly runs for village head; Marcia doesn't want to be outdone. She joined the competition.

The villagers seemed to have endless fun discussing the two village celebrities. Even until Marsia died and was found in a terrible condition. The villagers continued to gossip.

This is not a story about Marsia and Linggo but about the villagers, who always need a hot discussion topic. Villagers are like firewood doused in gasoline, then lit on fire, always blaming one party, grouping together, and pitting them against each other with news that is not necessarily true. Especially when the topic of religious beliefs comes up, the fire gets even more prominent.

"Siapakah orang - orang ini yang menjadi hakim di dunia?"

Even so, the story of Marsia and Linggo and her daughter Maeda should be used as a lesson.

Bagi mereka, derita bukan untuk diperdagangkan. Nestapa jangan dibagi-bagi. Kesedihan dipendam agar orang orang tahu bawa seganas apapun cobaan menerpa, mereka tak goyah, tetap berdiri seperti menara karang.

Did I tell you this story is complicated, from rumors of black magic, infertility, political intrigue, and creatures to forbidden relationship scandals??

There is another story that no one else knows, and only Marsia, Linggo, and Madong (the man who owns the haircut kiosk in front of Marsia and Linggo's house) shortly after finding out that Linggo is barren. Linggo crazily asked Marsia to have sex with Madong, from which Maeda was later born. This is not yet so complicated and disgusting. When Maeda finally mourns the loss of Marcia, Madong's data comforts her, but the entertainment does not stop with soothing words but also heats up their bodies and beds. A madness that made me gape in shock.

In addition, the incompleteness of each story made me annoyed because I had to guess everything that happened like:
1. What caused Marcia to die? Who killed her? On what grounds was she killed? In what way was she killed? If she committed suicide, what was the chronology?
2. Will Maeda know the origin of her existence at the end?

Well, I still enjoyed this book with its equally strong portrayal of each character, with a relatable story about how gossiping from neighbors leads to slander. Everything brings feelings of anxiety, fear, and anger.
Profile Image for isaiah.
159 reviews
August 24, 2022
okay, nice story, probably? why do i say ‘probably’?

i got mixed feelings about the ending dan juga alur ceritanya.

pertama, aku suka gaya penulis nyeritain suasana yang lagi terjadi di semua latar tempat dalam cerita tersebut. detail dan bisa dibayangin banget. aku juga suka karena penulis menggunakan kosakata yang—to me, they were a bit poetic dan jarang digunakan.

kedua, hmmm, kenapa banyak banget orang ngegosip? i read this book bukan buat dengerin orang lain ngegosip, tapi buat baca cerita. kejelasan ceritanya. asal usul ceritanya. kenapa Marsia bisa dibunuh dan telanjang di sebelah makam Syekh? jawaban yang aku dapet cuma dari gosip orang orang sok tau dan Kiai yang bahkan nggak ada hubungannya dengan kematian Marsia. bukan malah dari keluarganya atau tim forensik–atau pihak yang seharusnya mengidentifikasi dan mencari bukti penyebab kematian Marsia.

ketiga, aku pernah baca buku dari penerbit ini. dengan model cover yang hampir sama. dan ceritanya memang explicit, sih.

explicit gimana?
explicit dalam artian: semua masalah tuh hampir ada. dari permasalahan romansa, thriller, mystery, pokoknya semuanya hampir ada. almost.

keempat, walaupun aku suka gaya penulis yang detail waktu menjelaskan latar tempat, aku ngerasa, beliau juga nggak segan menggunakan kata kata kasar. kata kata yang nggak senonoh—yang pastinya, kebanyakan orang nggak terbiasa denger dan ngucap kata kata tersebut. so it startled me. and it made me wonder, “buku ini dijual untuk orang orang dewasa atau yang udah berumur 17 tahun ke atas kan?”

maybe if u are a fan of a book with mixed genres, kamu bisa baca ini. karena buku ini ngerangkap bermacam genre, sekaligus.

but pardon me, this book isn't exactly my cup of tea.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
January 5, 2024
Siapakah orang-orang ini yang menjadi hakim di dunia?

Buku ini dimulai dengan ditemukannya Marsia yang mati terkapar di makam Syekh Jakfar Sadik di tepi Ngarai Kalajengking. Orang-orang menduga, kematian perempuan itu disebabkan oleh pertikaiannya dengan Fandrik. Mereka menjadi musuh bebuyutan setelah keluarga Marsia membatalkan perjodohan yang telah disepakati sejak perempuan itu masih bersemayam dalam rahim.

Seiring berjalannya cerita banyak hal yang terjadi dalam buku ini mulai dari rumor ilmu hitam, kemandulan, politik, makhluk jadi-jadian, hingga skandal hubungan terlarang. Tapi dari semua hal itu masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang malah dibiarkan tidak terjawab. Termasuk dari jawaban dasar tentang kematian Marsia, siapa pembunuhnya? Bagaimana ia bisa sampai di makam Syeh Jakfar dalam keadaan tanpa pakaian?

Dibandingkan tokoh-tokoh terdekat disekitar Marsia aku merasa buku ini diisi oleh omongan-omongan warga. Gunjingan-gunjingan yang nggak tahu kapan ujung dan maknanya. Tapi mungkin memang ini yang diinginkan penulis, keadaan nyata yang masih ada disekitar kita. Orang-orang lebih banyak menghakimi dan seakan lupa bahwa itu saudara sendiri.
Profile Image for Edward.
48 reviews
April 24, 2025
Duh, maafkan aku yang memberikan bintang 3 dari 5 untuk peringkat buku ini. Aku tahu bahwa novelet ini memang singkat ceritanya, kurang lebih 130 halaman. Dari sisi cerita, bagian awal menceritakan tentang seorang perempuan yang meninggal secara misterius bernama Marsia, kemudian alur ceritanya diubah menjadi mundur dan lebih menjelaskan tentang kehidupan sebelum Marsia meninggal. Setelah alurnya kembali menjadi maju lagi, aku berharap ada penjelasan tentang kematian Marsia. Ternyata, tidak ada satupun penjelasan penyebab kematian Marsia sampai aku membaca akhir cerita dalam buku ini.

Selama aku membaca cerita ini, dikisahkan juga kompetisi pencalonan kepala desa secara tidak sehat antara Marsia dan Fandrik. Munculnya perselisihan abadi diantara mereka akibat pembatalan perjodohan yang telah disepakati keluarga Marsia. Banyak gosip hingga fitnah yang bertebaran di lingkungan warga tentang Marsia dan keluarganya. Tidak ada satupun yang melakukan validasi tentang gosip yang muncul sehingga warga menganggap gosip itu adalah sebuah kebenaran. Apalagi, rumor ilmu hitam, makhluk jadi-jadian juga terseret dalam cerita ini. Rasanya sungguh tragis saja bahkan aku kaget dan tak menyangka akhir ceritanya seperti itu. Sungguh miris.
Profile Image for Natsume Natsuki.
110 reviews22 followers
July 20, 2021
Sebelumnya, saya ingin menobatkan buku ini sebagai buku dengan ending terplot twist yang pernah saya baca hingga hari ini!

Sungguh, saya masih tidak percaya dengan ending buku ini. Rasanya gemas sekali saat selesai menamatkan buku ini. Gemas bukan karena lucu, tetapi lebih ke rasa kesal.

Kisah ini bermula dengan perjodohan dalam rahim antara Marsia dan Fandrik oleh ibu mereka. Namun, saat sudah dewasa, Marsia lebih memilih menikah dengan Linggo dibandingkan dengan Fandrik. Fandrik yang merasa terhina memutuskan untuk membalas dendam kepada keluarga Marsia dengan berbagai cara. Di setiap kesempatan Fandrik akan melakukan apapun agar terlihat lebih unggul dan membuat Marsia menyesal telah menolaknya. Perseteruan kedua keluarga ini pun berlanjut hingga pemilihan Kepala Desa Tanjung Mayang.

Buku setebal 131 halaman ini mampu membuat saya tersihir untuk langsung menamatkannya dalam sekejap.

Isu-isu yang diangkat, seperti diskriminasi hingga kekerasan pengikut Islam Syiah, juga jarang ditemukan dalam novel lain.

Namun, sungguh disayangkan karena penyebab dari kematian Marsia tidak dijelaskan hingga akhir cerita.
Profile Image for gee.
59 reviews1 follower
January 20, 2023
Buku ini seriusan cukup page-turning buatku. Cerita dibuka langsung jeder! dengan kematian tokoh yang penting, jadinya buat pembaca langsung hooked. Bikin pembaca jadi penasaran buat tahu soal identitasnya lebih jauh dan cerita-cerita semasa hidupnya. Gaya penulisannya rapi dan masuk sekali di aku. Alur ceritanya pun ngalir dengan menyentuh berbagai isu-isu menarik sambil dibumbui potongan percakapan gosip orang-orang julid yang bikin tambah kesel bacanya. Terus, awalnya aku udah suka sama karakter Madong yang kelihatannya orang paling "waras" di desa, eh... plot twistnya di akhir effed up banget kalo boleh jujur. I did not really see that coming. Setelah baca endingnya, aku jadi paham kenapa buku ini dinamai "Rumah Jadah".

Kurang satu bintangnya mungkin karena aku butuh penjelasan lebih jauh kali ya soal misteri kematian Marsia. Apalagi dalam keadaan dia meninggal kayak gitu dan pernah kejadian juga sebelumnya bertahun-tahun lalu sama orang lain, aku penasaran banget kenapa bisa terjadi lagi!!!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nyut.
123 reviews1 follower
July 1, 2024
Sudah tiga novel berturut-turut yang aku baca yang diawali dari penemuan jasad seorang perempuan. Sungguh gak ada niatan. Ini cuma kebetulan yang baru aku sadari ketika aku mulai nulis reviewku kali ini.

Marsia, yang seorang calon kepala desa ditemukan meninggal tanpa busana di sekitar makam keramat seorang tokoh agama, yang dipercayai sebagai penyebar Syiah di desanya. Ada yang menduga kalau meninggalnya Marsia karena dihabisi oleh lawan politiknya, sesama calon kepala desa, bernama Fandrik. Marsia dan Fandrik dulunya pernah dijodohkan oleh orang tua mereka, bahkan sebelum Marsia lahir. Namun ternyata Marsia lebih memiliha Linggo sebagai suami, hingga sejak itu mereka menjadi musuh bebuyutan.

Permasalahan di novel ini tidak hanya tentang permusuhan Marsia dan Fandrik karena batalnya perjodohan, tapi juga tentang pertikaian antar warga yang menolak keras adanya penganut Syiah di desa. Keluarga Fandrik dulunya penganut Syiah, yang banyak orang percaya bahwa sampai sekarang pun mereka belum bertobat. Sedangkan Marsia dipercaya sebagai penganut ilmu hitam yang suka melakukan ritual pesugihan. Jadi warga pun tidak ada yang benar-benar mendukung kedua orang itu untuk menjadi kepala desa. Mereka justru sering bergosip, yang kusebut sebagai 'dialog tetangga julid'. Dialog tetangga julid ini lucu juga kalau dibaca, karena kaya dengerin tetangga kita sendiri yang sedang ngomongin orang yang mereka benci, entah karena memang perangai orang itu buruk atau karena sebebarnya mereka cuma sirik.

Meskipun novel ini cukup tipis, tapi masalah yang diangkat cukup kompleks, kaya masalah di masyarakat pada umumnya. Hubungan yg ruwet, tetangga yg suka kemakan gosip. Ada juga bagian nyindir pola pikir masyarakat, kebanyakan di desa, yang mengganggap anak kiai itu pasti akan sama baiknya seperti bapaknya dan tidak patut dipertanyakan akhlaknya, padahal kenyataannya belum tentu. Dan baru di bagian akhir kita bisa tau kenapa judulnya 'Rumah Jadah'. Karena ternyata ada jadah mau menghasilkan jadah kuadrat. Hadeuh...

Cuma yg kurang tu pertanyaan di awal cerita belum terjawab, tentang apa yang menyebabkan Marsia sampai kehilangannya nyawanya. Ganjel banget karena bahkan terduga pelakunya juga gak jelas siapa.
Profile Image for Andreiya Eliata.
76 reviews1 follower
September 26, 2021
Novella ini page-turning sekali. Membuat ku semakin penasaran alhasil bisa dituntaskan dalam sehari. Ceritanya unik. Kental dengan unsur mistis dan takhayul yang biasanya terjadi di antara masyarakat tradisional Indonesia. Sebagai seorang non-muslim dan tidak pernah tahu tentang aliran muslim, jujur aku belajar banyak tentang diskriminasi kaum Muslim Syiah dari buku ini. Dan hal itu cukup jarang juga ditemui di sastra lokal lainnya.

Salah satu keunikan lainnya yang ku suka dari buku ini adalah penggunaan tokoh anonim saat sedang berdialog atau bergosip. Menurut ku itu cukup unik karena kesannya kita juga terasa ikut mendengar kabar burung dari orang ke orang tentang keluarga Marsia dan Linggo. Menurut ku Rumah Jadah ini adalah salah satu novella penerbit basa-basi dengan tema dan plot yang unik. Tapi bagaimanapun, akhir cerita novella ini cukup edan, menurut ku.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
August 7, 2022
4 of 5 🌟

Buku ini...serius, plot twist yang disajikan bener-bener bikin berenti mikir. Bener-bener benang kusut. Isu-isu yang dibawa juga bisa dibilang "berani" karena diskriminasi atas dasar suatu agama yang diyakini, justru malah membawa petaka yang katanya, untuk membawa kebermaslahatan umat. Saya suka sekali dengan penggambaran masyarakat yang benar-benar mudah terbawa isu meski nyatanya, isu-isu tersebut tidak ada dasarnya. Lucu, sekaligus miris. Hanya karena isu miring tidak jelas, orang-orang bisa menghakimi seenaknya.

Dan, mungkin yang terasa kurang justru kematian Marsia yang saya rasa kurang digali dan membuat saya sampai akhir bertanya-tanya, "apa yang membuat Marsia dibunuh begitu keji? Karena masalah keluarganya dahulu? Atau jadi tumbal pesugihan, eh?" Itu yang kurang nendang bagi saya.

Dan, tolong banget. Komunikasi adalah koentji😔💔 hadeh.
Profile Image for Tike Yung.
174 reviews5 followers
July 21, 2023
Cerita dalam novel ini bisa dibilang suram namun disajikan dengan penulisannya yang sangat menarik sekali. Saya suka penulisan untuk dialog-dialognya (obrolan/gibahannya) masyarakat di desa Tanjung Mayang 🤣🤣🤣 .
Sayang sekali ending novel ini asdfghjkl (maaf, jujur untuk endingnya, saya agak sedikit mual).

Dan penyebab mengenai kematiannya Marsia belum terungkap sampai di halaman terakhir, kalau pun mau dibikin open ending, rasanya masih belum bisa, karena konflik utamanya (yang menurut saya itu mengenai hidupnya Marsia sampai kematiannya) sepanjang menuju ending itu seperti kurang digali.

Kalau endingnya nggak begitu, pasti saya kasih 4⭐, soalnya sepanjang baca, saya selalu takjub dengan plot dan penulisannya.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
August 18, 2025
Kisah pendek yang suram tetapi dapat dinikmati dan entah bagaimana novel ini mengghibur sekaligus mengusik di saat bersamaan. Dibawakan dengan gaya narasi, mungkin untuk memangkas dialog berpanjang panjang karena novel ini ditulis sebagai novela. Ada begitu banyak konflik di dalamnya, jejer jejer banyak sekali tetapi ditata rapi dan ditulis menarik sehingga pembaca tidak kewalahan. Apa yang disampaikan pengarang seolah cerminan kehidupan masyarakat kita: gosip, fitnah, perselingkuhan, permasalahan warga, pemilihan kepala desa, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, cinta yang dipaksakan, kemiskinan, pernikahan dan masalah masalahnya, dan tentunya cinta. Sebuah karya pendek tetapi dengan banyak ragam kisah di dalamnya. Penulisannya nyaman sekali dibaca.
Profile Image for Aldean N.
9 reviews
January 24, 2022
Novel yang dapat dibaca dengan sekali duduk, tapi sarat akan budaya dan realita yang sering terjadi di masyarakat— terutama masyarakat agamis.

Cerita diawali dengan penemuan mayat yang membuat saya terpikir, oh mungkin cerita ini tentang bagaimana mayat tersebut dapat terbunuh. Atau setidaknya, alasan mayat tersebut terbunuh.

Nyatanya, sampai di akhir buku pun tidak disebutkan alasan tokoh utama terbunuh, masih menjadi misteri. Walau begitu, novel ini sarat akan kritik pada budaya masyarakat secara implisit. Misalnya, gosip-gosip yang beredar, intrik pencalonan kepala desa, dan persaingan antar tetangga.
Profile Image for Ditadelia.
184 reviews2 followers
July 5, 2025
Sebenarnya aku suka sama ceritanya, dan bagian ending nya pun menurutku ga masalah krn itu bagian dari ceritanya.
Cuma ada beberapa yg aku sayangkan. Pertama, kesalahan ketik nama di bab akhir yg lumayan banyak. Kedua, misteri kematian Marsia yg ngga ada titik terangnya. Ketiga, permasalahan konflik Syiah yg sampai akhir buku ternyata hanya jadi "bumbu" cerita. Padahal bagiku konflik Syiah ini jauh lebih menarik ketimbang kematian Marsia, dan berharap setidaknya hal ini diangkat kembali di akhir cerita menjadi semacam plot twist yg berhubungan dgn kematian Marsia, tapi ternyata tidak.. =`)
Rate 3,7/5.
Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
February 28, 2022
Seneng deh ketemu buku2 bagus kayak begini.. Pemilihan katanya beragam(aku bahkan sampe google beberapa kata kayak Mogut, ambin kesturi, jeriken, sangking jarang mendengarnya. Good job penulis! Aku punya hal baru yg kuambil), trus jalan ceritanya beneran super rapih, tema yg diambil dr mulai konflik, dendam, amarah, dosa, isu, ajaran sesat, agama beneran dikemas bagus banget.. Sampai2 kita benran diajak mikir sbnerny apa nih yg penulis ingin sampaikan dengan tema tema tersebut manakala semua yg penulis singgung sangat berdekatan dengan kehidupan sekarang2 ini.
Profile Image for Dennisa .
160 reviews
December 23, 2023
konfliknya dalam buku ini pun sangat kompleks dan beragam, diantaranya isu tentang diskriminasi agama, rumor ilmu hitam, pesugihan, kemandulan, intrik politik, makhluk jadi-jadian bernama mogut, hingga hubungan terlarang.

Baca buku ini tu, aku lebih kesel sama tetangga²nya, kek yaampun ini kenapa hobi banget ngegosip sih! ga pernah kehabisan bahan buat di ghibahin
😡🦶
Setelah baca Endingnya baru paham owh pantes judulnya 'Rumah Jadah'.
Tapi sampai akhir latar belakang kematian Marsia masih menjadi Teka teki, tidak ada penjelasannya sampai akhir.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for jian..
77 reviews3 followers
November 7, 2021
i didnt expect the ending would be like this???? kek hah kok gini doang? penyebab meninggal marsia tuh belum dijelasin? trus maeda juga belum tau bapaknya siapa..........menurutku masih banyak banget masalah yang belum tuntas atau memang penulis ingin ending-nya seperti aja. but overall this novella worth to read dan novella ini buat aku sadar kalau orang-orang di tanjung mayang tuh ada banyak disekitar kita :)
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
June 17, 2022
AAAARRRRRGGGHHHH KEZZZEEELLLLLL
ending nya kenapa begitu ihhhhh

jadi ini novela menceritakan tentang sebuah keluarga yang ditinggal mati sosok ibu, namanya Marsia. nah kita bakal diajak flashback kehidupan Marsia dulunya tu gimana. mengandung twist yang membagongkan pokoknya.

isinya tu miris. ada tentang perbedaan keyakinan walaupun satu agama, kekerasan pada orang yang dianggap sesat, gosip tetangga yang puedesnya nauzubillah dan berujung fitnah, pokoknya surem deh suasananya.
Profile Image for Nourman Yafet Goro.
99 reviews7 followers
October 11, 2022
Buku yang bisa diselesaikan dalam sekali duduk, karena memang termasuk tipis. Namun isu yang diangkat dalam buku setebal 134 halaman ini cukup banyak, mulai dari politik, kehidupan konservatif masyarakat, agama, dan lainnya. Saya pribadi cukup bisa menikmati tulisan penulis, sayangnya seiring dengan bergantinya halaman, saya merasa terlalu banyak hal yang ingin dibahas, sehingga hal yang mungkin perlu diketahui oleh pembaca malah tidak berhasil ditemukan.
Profile Image for Regina Agni.
41 reviews
December 24, 2023
Sedari awal sampai akhir cerita sudah cukup dibuat banyak-banyak istighfar dan memohon perlindungan pada Allah agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang diceritakan di novel ini. Setuju banget sama yang bilang novel ini "suram", kerasa banget suramnya dari awal sampai akhir.
Tapi lagi-lagi aku gatel sama kesalahan penulisan nama tokoh, yg harusnya A tapi malah ditulis B. Untung paham maksudnya kemana.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
July 19, 2024
Benar2 kaget dengan endingnyaaaa, gue kira Madong doang yg satu2nya agak mendingan, ternyataaa lebihh parahhhhhh. Baca ini setelah reading slump berbulan2 tuh rasanya nano2 banget krena ga expect plot twist diending bakalan kek gituuuu, aku kira bakalan fokus pada kematian Marsia, ternyata......

"Siapakah orang-orang ini yg menjadi hakim di dunia?"

Salah satu kalimat yg aku suka banget dan menggambarkan buku ini banget, karena benar2 buku ini full isinya menggunjing wkwk
Displaying 1 - 30 of 57 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.