"Death leaves a heartache no one can heal, love leaves a memory no one can steal"
- p. 78
Pertama kali baca waktu masih di Wattpad, terus baca lagi waktu udah jadi buku. Tulisan Kak Renita tetap seru banget meski dibaca ulang (hampir 70% cerita aku tahu alurnya karena jarak baca di Wattpad sama Ipusnas agak lama)
Kisa Eden Philomena tiba-tiba didatangi sosok tak kasat mata yang mengaku malaikat pelindungnya. Sebenarnya sosok itu bukan seseorang yang asing karena sosok itu–Emir–adalah teman SMP Kisa. Hidup Kisa yang sepi tiba-tiba jadi penuh huru-hara sejak dia mengenal tiga cowok bersaudara di kampusnya – Setra, Rasi, dan Sabda.
Buku ini datang dari banyak PoV jadi lumayan tebal bahkan sampai jadi dua buku. Di buku pertama, aku suka sama dinamika keluarganya. Trope kesalahpahaman di keluarga. Apalagi dinamika Rasi dan Sabda yang kayak Tom and Jerry karena mereka juga cuma selisih satu tahun. Suka banget sama percakapan mereka berdua waktu masih kecil terus pas gede diem-dieman gengsi padahal saling sayang. Meskipun omongannya Sabda pedes mampus, akhirnya Rasi cuma diam aja sambil main Harvest Moon. It reminds of me and my sister since aku sama adikku juga cuma selisih setahun.
Kayak misal percakapan soal sepeda baru Rasi:
"Tapi, sepedanya ditinggal dong?"
"Biarin nanti aku ambil lagi kesini."
"Kalau keburu diambil orang gimana?"
"Nggak gimana-gimana. Hilang aja."
"Beneran nggak apa-apa? Kamu nanti nggak marah sama aku?"
"Kamu memang kalah keren sama sepedaku, apalagi sepedanya masih baru, tapi kamu lebih penting."
"Kenapa gitu?"
"Sepeda bisa beli di toko. Kamu enggak."
-p.94
Cons-nya aku nggak dapat alasan kenapa harus dibikin jadi dua buku. Asumsiku awalnya ada lanjutan dari yang sudah tamat di Wattpad. Mungkin karena halamannya kebanyakan. Cuman sebel kenapa dipotong di bagian 'itu'. Kayak menurutku nanggung banget deh, kesannya jadi kayak sinetron yang kita tunggu episode selanjutnya tapi dalam bentuk buku.