Di dalam sebuah toilet umum yang gelap, seorang penjaga stasiun menemukan mayat yang kedua lengan dan kakinya telah dipotong. Lehernya dicekik dan di lidahnya telah terukir sebuah huruf kanji yang bermakna “merah”. Ini adalah korban kedua dari sang pembunuh berantai yang meneror Kota Redburn selama beberapa minggu terakhir.
Detektif swasta, Adam Volker, harus menemukan sang pembunuh di antara warga kota sebelum orang-orang terdekatnya juga menjadi korban dari sang pembunuh.
Ataukah, ternyata, sang pembunuh adalah salah satu dari orang terdekatnya sendiri?
Adam Volker mendapat kasus perselingkuhan, lagi. Penyelidikan awalnya memang membuntuti si target untuk melihat kehidupannya di luar rumah dan membuktikan kecurigaan sang suami jika istrinya benar berselingkuh. Namun, kasus yang di awal tergolong ringan ini mendadak memberat ketika targetnya diculik. Adam berkejaran dengan waktu untuk menemukan si pelaku dan target yang hilang dan mendapati bahwa targetnya mengalami tindakan keji.
Kukira buku terjemahan. Blurb-nya kayak bukan buku Indonesia, mungkin karena namanya kali, ya. Ternyata penulisnya orang lokal. Yang bisa kubilang, buat ukuran buku debut, bukunya masih kurang banget. Aku mau tunjuk poin plusnya, tapi nggak banyak. Salah satunya penggunaan nama asing dan world building yang dibangun penulis. Tapi, itu pun nggak terlalu kuat.
Bagian kurangnya ada beberapa. Aku tandai as spoiler karena takut bakal kebablasan menyebut beberapa hint yang kalau dipikir-pikir semua pencinta misteri bakal bisa menebak siapa pelakunya.
Sejauh ini, aku belum menemukan poin menarik dari TRC. Barangkali penulisnya bakal ngeluarin buku baru, next time bakal dibaca lagi.
Ceritanya potensial, kok. Awal cerita ini menarik, gaya berceritanha mirip buku terjemahan. Setting-nya juga ada di kota kecil di luar negri.
Pembunuhannya ini bikin mual karena super duper sadis. Belum lagi dideskripsikan dengan grafik dan bikin langsung kebayang di otak. Nggak berhenti meringis kalau udah bagian nemu mayat korban.
Dan seiring berjalannya cerita, ternyata pembunuhannya terinspirasi dari salah satu legenda di sebuah negara. Sungguh unik.
Beberapa hal yang kurang aku suka adalah gimana penulis terlalu bertele-tele kalau udah masuk ke percakapan. Informasi yang berulang juga bikin bosen. Kek, apa nggak bisa dipersingkat aja biar nggak sepanjang itu?
Klimaks di akhir juga terasa anti klimaks. Motif dia terlalu lemah, dan emang yang bgian dia nggak terlalu dijelaskan juga. Terlalu instan aja. Tapi klo doi emang psikopat gila.
Endingnya sih kek bakalan ada lanjutannya. Sebenernya bkalan menarik sih kalau crtanya dibikin kek seri cormoran strike, 😂.
Ohiya, cara deduksinya ngingetin aku sama Conan. Gimana Adam sangan attention to detail mirip Shinichi. In a good way yaaaaaa.
ehmm, motif pelaku'y kurang jelas kenapa melakukan pembunuhan.. motif pilih korban'y juga kurang jelas.. kurang detail aja kali yaa dijelasin dan ada beberapa bagian yg sebenar'y nggak penting tapi ditulis.. :D
Aku gak demen jadi hujan di hari indah seseorang tapi saat baca buku ini, beropini jujur akan lebih membantu daripada pujian kosong.
Pertama, premis awal tentang seorang detektif swasta miskin yang mengais kasus remeh tiba2 tersandung kasus seri pembunuhan keji itu sangat menarik. Bahkan aku suka cara bercerita sang penulis yang ala novel terjemahan dan bersetting di sebuah kota kecil di luar negeri. Skill untuk bisa menarik pembaca untuk masuk kedalam ceritanya dengan mudah di awal chapter sudah merupakan modal bagus.
Kedua, problemku di buku ini adalah aku merasa buku misteri penyelidika pembunuhan ini cuma berisi "tulang minim daging" itupun tidak lengkap. Beberapa points yang agak mengganjal menurutku : - Settingnya di luar negeri, tapi tidak ada penjelasan mendetail tentang itu. Bahkan namanya baru muncul di pertengahan buku. Beberapa scene terasa sangat sinetron dengan muatan lokal walaupun kejadiannya dikatakan bukan di Indonesia. Salah satu contohnya apartment di luar negeri tidak ada yang menggunakan saptam, apalagi yang tipe murah. Trus Tomyum bukan Chinesse tapi Thailand Food dan jarang ada di resto mereka. dll Riset riset riset.
- Karakter yang masih satu atau dua dimensi tanpa kedalaman emosi yang bisa dipercaya. Latar belakang hanya di singgung sekilas dan sambil lalu. Interaksi MC dan kepolisian juga kurang luwes dengan gaya dan tema percakapan yang masih Indonesia sekali. Itu gak akan jadi masalah kalau semua bersetting di Indonesia. Karakter yang ditulis dengan baik, bisa bikin pembaca perduli sangat penting apalagi kalau penulis berniat untuk membuat serial dengan Adam dan Ophelia sebagai MC utama.
- Plot, konflik, dan twist masih gak mendalam. Potensinya ada, engaging dan sangat menjanjikan tapi disajikan dengan dangkal banget. Dengan banyak tambahan halaman berisi penyelidikan yang cerdas dan riset tentang prosedur investigasi pembaca akan bisa lebih menikmati proses terbukanya tiap fakta yang menuju sang pelaku. Proses membuat pembaca sibuk menebak pelaku sampai akhir juga salah satu poin penting untuk buku misteri pembunuhan. Jangan tell semua fakta ke pembaca, show detail-detail potongan fakta dan biarkan mereka menebak. Pelaku sangat mudah ditebak, walau motivasinya tidak jelas. Plot hole masih melimpah, banyak banget hal2 yang terjadi di luar scene dan kita pembaca cuma tahu karena diceritain oleh para karakter.
Aku pribadi berharap banyak dari penulis karena genre faveku ini masih jarang di Indonesia dan aku genuine ingin baca lebih banyak dari mereka. Semangat ya...
Eyy i like it, the first pages and chapter really making me want to keep continue reading it. One of the thing that i like is how the main character, Adam Volker, always did his best to keep positive and not let the stress get all over him. One thing that making me kinda proud of myself is because i got one of the hint before it was revealed, it's when Will mention about blood. Yeaa, but i mean it was pretty sus from the start tho like how tf a doctor suddenly appeared? And the suspect is leading to a someone with a doctor-y job. So it must be him right?. But i know this is maybe the author's trick to make the reader guessing from the hints and be a little detective while reading it. Good job. I agree with one of the reviews here, i kinda hope there will be a little romance between Adam and Oppo, but i know it will lessen the thrill. ngl i REALLY enjoy reading this book, i even read it when me and my mom were at the store at midnight :D.
About the hair and letter at the end, i think maybe it was his sister's hair and the sender ('Deer') is the killer that escaped...maaybe?? Bro i'm so curious I hope this book will have a sequel.
This entire review has been hidden because of spoilers.
baca novel ini karena tertarik dr covernya, berlanjut dengan blurb yang menarik.
ku kira ini novel terjemahan, ternyata aku salah. novel ini di tulis dengan tata bahasa yang amat baik, jd yg baca juga ikut nyaman.
alur ceritanya sangat menarik, di ambil dr cerita hantu jepang aka mato yang menjadi benang merah terjadinya kasus pembunuhan ini. adam volker, detektif swasta yang tanpa sengaja terlibat dengan kasus ini karena sedang menguntit istri dr kliennya yang tiba-tiba lenyap di depan matanya.
saat ada tokoh baru, si dokter hewan yang tampan rupawan. mulai banyak spekulasi yg mengarah ke dokter hewan ini, karena siapa lagi yg bisa dapat akses ke obat-obat tertentu kalau bukan dokter? and out of nowhere, dia bicara soal darah yang mengalir di lokasi tempat di temukannya korban. sus, right?
endingnya bagong sekali jujur. amat sangat berpotensial untuk di lanjutkan menjadi serial, karena diakhir cerita masih cukup menggantung.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Udah lama masuk reading list sebenarnya, tapi baru sempat baca.
Cukup seru ceritanya, karena aku udh lama ga baca cerita misteri, jadi lumayan antusias.
Alur ceritanya, cara penyelesaian kasus, dan misterinya seru buat di ikutin. Sebenarnya gak kaget sih kalau pelaku nya orang yang ada di sekitar tokoh utama, bukan orang asing yang kebetulan bersinggungan dengan korban, karena biasanya emang gitu kan wkwk
tapi pas baca ini tiba2 jadi keingat dengan drakor/film/dorama (sorry, ga ingat tepatnya apa karena udh lama) yang pernah ku tonton, ya meskipun ga persis sama sih, yang sama cuma pekerjaan si pelaku (eh apa sih wkwk)
terakhir, berharap ada lanjutannya, karena bagian akhir itu terkait dgn kasus 3 tahun lalu kan?
oh ya, lowkey aku nge-ship Adam-Oppo dan berharap ada bumbu romance nya dikiiiit aja biar gurih, ternyata ga ada
This entire review has been hidden because of spoilers.
Beberapa lembar awal baca buku ini, aku langsung keingat sama Detektif Conan. Ternyata Kak Sefilianto ini memang Conaner, wkwk. Jalan ceritanya bagus. Singkat, tapi mendalam. Ga ada yang ketinggalan detailnya. Aku juga sama penulisannya yang rapi banget. Aku juga dari awal udah nebak sih siapa pelakunya, dan tebakanku benar dan sesuai sama bukti yang diungkapkan Adam, hehe. Walau ya, aku ga sedetail Adam pemaparan buktinya. Seperti prediksiku, bakal selesai paling ga seminggu. Bagus banget buku ini. Jarang loh nemu buku misteri yang begitu diseling hal remeh temeh, bisa jadi menarik. Biasanya begitu ada kegiatan di luar kasus yang ga berhubungan sama kasus disajikan, kualitas ceritanya jadi menurun. Tapi di buku ini ga sama sekali. Ah, pokoknya baca aja deh!
Cerita detektif ringan tapi mengerikan karena memakan korban sebanyak 3 orang dengan kondisi termutilasi. Dalam buku yang 200-an halaman ini sepak terjang pembunuh dan detektif Adam Volker seakan berkejaran mencari titik temu yang tepat bagi keduanya untuk saling berhadapan.
Idenya oke, berasa adaptasi dari novel barat tapi juga kurang luwes jadinya.
Jalan ceritanya seru tapi latar dan pergerakan alurnya rada lama karena investigasi dan dialog kurang sat set dan kurang misterius karena saya langsung tahu siapa pelakunya.
Salut pada pengarangnya yang bisa menghadirkan suasana kota Redburn-nya yang mirip dengan suatu tempat di Inggris.
Sadis! Untung cuma tulisan. Presentasinya bagus banget nih. Berasa baca karya terjemahan. Pelakunya udah kutebak sejak pertengahan cerita. Tapi meski nggak ada plot twist yang mengejutkan, ceritanya tetap menarik diikuti sampai akhir karena tetap bikin penasaran soal bagaimana penjahat tertangkap dan apakah tokoh utama bakal mengalami bahaya maut juga. Endingnya menyiratkan kalau bakal ada sekuel. Moga Detektif Adam Volker bisa jadi serial yang mapan.
Meski telah diupayakan penyampaian per kasus dengan baik, nuansa mencekam dan ketegangan masih terasa kurang. Namun, pendekatan dalam menyimpan misteri dan strategi penyelesaiannya patut diapresiasi.
Gaya penulisannya seperti bukan orang Indonesia. Sebenernya udah mulai ketebak sejak makan siang sama kedua polisi itu. Tetep kaget sih tapi. Aku baca ga sampe dua hari wkwk. Seseru itu