Dua orang yang terjebak dalam persahabatan. Nyaman bersama, tetapi tidak pernah berpikir untuk menjalin hubungan yang lebih. Perbedaan prinsip dan gaya hidup membuat hubungan sebatas teman lebih mudah dijalani. Bersahabat selalu mudah dan menyenangkan sampai cinta hadir,
Karena cinta bisa membuatmu mendapatkan semuanya ketika rasa itu berhasil menyatukan atau malah kehilangan segalanya saat hubungan itu tidak berakhir sesuai harapan.
Ben & Becca sudah hadir di buku author sebelumnya, "Di Simpang Jalan" sbg pemeran pendukung. Sayangnya kilau pasangan ini malah makin redup di mata saya di buku mereka sendiri. Banter alias adu mulut mereka lebih terasa hanya formalitas basa-basi dan sangat garing, alias udh gak lucu lagi bagi saya.
Para pendukung di novel ini juga gak ada yg menonjol (padahal disini Erlan dan Prita baru muncul), termasuk Rhe & Dody gak tampil maksimal, cuma macam cameo aja.
Entah scene-scenenya juga gak seru-seru amat, contohnya momen ada Pak Bagas dan Elsa (anaknya Pak Bagas). Cuma seputar makan bareng mulu antara Ben & Becca, atau Ben yg ngulet-ngulet manja pas sakit. Sesi Becca sewaktu menguntit ala detektif amatir juga biasa saja. Romance Ben & Becca yg bertema teman jadi kekasih, bagi saya rada gagal di novel ini. Penyangkalan atas chemistry mereka juga gak asik. Makanya rada "aneh" aja dgn endingnya.
Entah krn saya bacanya juga terbalik-balik, jadi unsur surprise-nya udah gak konek di batin saya. Tapi masih lumayan kocak juga sih plot ceritanya.
"Kita sering mengabaikan apa yang kita punya sampai saat kita kehilangan, Ben," - Hal. 80 Yang udah baca Di Simpang Jalan pasti udah tahu dong sama duo B ini, si tukang berantem di mana aja ini punya cerita sendiri juga loh! Ya di sini kisah mereka berdua dibahas. Persahabatan mereka ini emang langgeng, ya meski seringnya adu debat sih. Ben yang playboy selalu bikin Becca kekih. Pokonya mau di mana dan kapan pun, selalu ada perdebatan. Apalagi pas ada kasus Prita, sahabatnya Becca. Becca sok-sokan jadi detektif buat mecahin kasus yang ditangani Ben ini. Niatnya membantu, malah berakhir dengan salah strategi. Gimana mereka menyelesaikan semua yang terjadi. Gaya cerita ka titi di ceritanya cukup menarik, tema persahabatan jadi cinta ini emang tema yang cukup umum kan ya. Untuk karakter tokoh, sosok Ben yang playboy dan banyak omong ini emang cocok sih ya jadi pengacara. Mulutnya tajam dan nyinyir, Becca emang lawan yang seimbang sih ya. Sikapnya sama Ben ini 11 12, Becca emang agak keras kepala juga sih tapi dia sahabat yang baik. Gaya bahasanya ringan dan mengalir. Bacanya enak, cuman emang agak bosen di beberapa bagian 🙈. Memakai POV 3 ini, pikiran tokohnya diceritakan dengan baik. Interaksi antartokohnya seru dan hangat, cuman aku nggak merasakan chemistrynya 😭. Chemistry Ben & Becca cuman berasa pas mereka pure sahabatan. Dan untuk konfliknya, di sini emang nggak fokus ke Ben & Becca aja sih ya. Konflik lainnya ini yang mungkin bikin degdegan gitu, apalagi ada adegan detektif dan action dikit. Konfliknya lebih ke batin mereka sih, karena denial tapi ya itu ngerasa cuman selewat aja. Eksekusinya cukup pas, endingnya pun cukup suka.
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jatuh cinta pada sahabatmu sendiri? Jujur akan perasaanmu atau menyimpan saja dalam hati? .
Ben dan Becca ini merupakan novel ke-13 Mba Titi yang kubaca dan wow semakin lama aku semakin jatuh cinta dengan tulisannya. Ide tentang friendzone ini tema yang mungkin sudah biasa diangkat oleh penulis lainnya, tapi percayalah Ben dan Becca lebih dari itu .
Novel ini akan membawamu ke kehidupan Ben dan Becca, 2 sahabat yang terlalu terbiasa bersama seakan-akan tidak ada rahasia diantara keduanya. Bahkan soal urusan pribadi juga mereka saling tahu. Awalnya mereka pikir, hubungan mereka akan selamanya berada di zona "sahabat", tapi bagaimana jika panah sang cupid berkata lain? .
Aku suka banget interaksi keduanya. Saling berbalas pantun kalau berdebat, kata-kata yang vulgar tapi disampaikan dengan gaya lincah, ringan dan menghibur. Pokoknya kalau urusan yang 1 ini, Mba Titi juaranya 😍
Yang membuat menarik, tidak hanya persahabatan dan romansa saja yang dieksplor tapi ada sedikit bumbu misteri pembunuhan dan thriller juga disini, yang akan mengajakmu berkenalan dengan sosok Prita dan Erlan yang menjadi tokoh di novel selanjutnya yang sudah terbit juga "Starting Over".
Nah, buat kamu yang sudah membaca Di Simpang Jalan, aku sarankan untuk membaca Ben dan Becca dulu, sebelum kamu membaca Starting Over, biar makin mantap bacanya.
Tenang saja, walaupun novel ini diterbitkan self published, novel ini enak untuk dibaca dan tidak menghilangkan ciri khas Mba Titi ❤
“Jodoh terkadang benar-benar aneh. Butuh waktu setelah bertualang untuk tersadar bahwa orang yang menjadi belahan jiwa kita sebenarnya adalah orang yang selama ini berada di sisi kita.”
“Gue cuma perlu bilang ini sama lo biar nggak naif. Manusia itu nggak sekadar berwarna hitam-putih. Mereka menyembunyikan warna-warna dalam hati dan kepala mereka, yang terkadang nggak ingin mereka bagi dengan kita. Dari pengalaman gue bekerja sama dengan macam-macam orang ,Becca, lo nggak pernah sungguh-sungguh bisa percaya sama orang lain. Faktanya, orang akan melakukan apa pun untuk melindungi dirinya sendiri. Apa pun!”
Ini ke-empat kalinya aku baca karya Mbak Titi Sanaria. Dan, selalu tidak mengecewakan. Karya Mbak Titi selalu bikin mood membaik.
Di novel kali ini Mbak Titi mengangkat tema friendzone. Mungkin tema ini cukup umum. Banyak penulis yang menggunakan tema ini dalam karyanya. Tapi percayalah, bahwa setiap penulis selalu menyuguhkan karyanya dengan sebaik mungkin, dengan ciri khas mereka sendiri.
Aku nggak akan cerita seperti apa gambaran dari novel ini. Kalian baca sendiri aja novelnya. Yang jelas novel ini rekomen banget sih buat kalian baca. Apalagi buat kalian yang lagi penat, badmood.. novel ini pas banget buat kalian nikmati..
Yaampooon, wkwk. Ternyta aku bisa beresin buku ini sebelum hari berganti, yak, wkwk.
Dari buku Di Simpang Jalan aku emang udah suka Ben sama Becca. Dan menurutku, sejauh ini Ben itu karakter yang beda dari buku2 yang kubaca dari Mbak Titi sebelumnya. Karena tipe Ben kan tim hore, dan ternyta pas di ceritanya sendiri bisa mertahanin kekocakannya. Makanya asyik banget buat dibaca. Selain kekocakan Ben sama Becca, di sini ada Elsa yang nggak kalah bikin ngakak, wkwk. Yaampun setiap ada bocah cilik ini aku ngakak nggak berhenti, 😂 😂
Yang sbnernya rada bikin kentang adalah konfliknya yang malah jadi crime, wkwk. Emang udah ada tanda2 ke sana sih, cuman tetep aja mnurutku rada maksain karena jumpy dan di skip2. Jadi yang harusnya bikin deg2an atau tegang ya larinya biasa aja krena selewat aja. Padahal kalau lebuh serius bakalan keknya bakalan lebih bagus, sih.
Ben & Becca adalah sekuel dari novel Di Simpang Jalan dengan tokoh utama Ben dan Becca (ya iyalah.... ) Ben dan Becca adalah sahabat Rhe. Karena Rhe memilih menikah dengan Dody, Ben menerima dengan lapang dada. Sejak itu, Ben dan Becca menghabiskan banyak waktu mereka saling meledek, perang mulut, dan saling menyangkal kalau mereka saling menyukai satu sama lain. Ben sedang menangani kasus dari seorang pblic figure yang dituduh membunuh artis papan atas. Kebetulan Prita, public figure itu adalah kenalan Becca. Becca yang tidka percaya bahwa Prita sanggup membunuh orang memilih untuk menyelidiki siapa pembunuh sebenarnya. Seandainya tidak ada kasus Prita ini, mungkin saya akan bosan dengan Ben dan Becca yang gitu-gitu aja. Hampir setengah buku barulah ada perkembangan di antara mereka berdua.
Ah, mba Titi kembali...... Karena sempet kecewa pas baca kisah si Raisa tempo hari jadi awalnya agak ogah-ogahan baca ini, belom lagi cue cerita yang seaakan teramat sangat mainstream—jatuh cinta sama sahabat sendiri—makin-makin deh awalnya pas baca. But, uh-oh syemakin kebelakang semakin seru aja lho ceritanya. Apalagi saya sendiri penggemar love-hate-relationship dengan segala bickering-bickering dan lines2 nan sarkas yang suka nongol. Luv dah!
Pake cerita nih? Beklaaaah... Jadi si Ben dan Becca ini sebenernya pernah nongol diseri mba Titi sebelumnya, lupa judulnya tapi yang ada tokohnya si Rhe & Doddy—udah baca juga sik, tapi beneran lupa gimana... cuman inget mereka sempet mau pisahan karena miskom gitu—jadi B&B dan Rhe ini sahabat bagai kempompong gitu, yak meskipun dulu banget si Ben jatuh cinta mati-matian sama Rhe. As usual, ceritanya sahabat yang saling nyaman, sampai keduanya gak ngeh kalau sebenernya saling suka. Ben apalagi, sok-sok an jodoh2in si Becca tapi pas tahu Becca deket sama Bosnya aja langsung kalang kabut wqwq. Si Becca sendiri ini nggak ngerti ya imun banget (awalnya) sama pesona Ben dan semua cowok cakep lain yang bikin dia jomblo dari kapan tau.
Ceritanya bakalan way too boring kalau cuman seputar merek berdua ya, jadi mba titi menyiapkan konflik lain buat bakar semangat pembaca—apa saya aja ya? Jadi si Ben ini profesinya tukang bikin acara—Bec said—aka Pengacara, nah kebetulan doi yang nanganin casenya yang bikin seluruh Indo terguncang. Bernard sang artis yang lagi hits-hitsnya ditemukan mati dengan puluhan tusukan dibadannya, doi ditemukan bersama terduga pelaku yakni Prita—yang juga putri tunggal pebisnis nomor wahid di Indonesia. Nah kantor Ben mewakili Prita, nah si Prita ini ternyiti temennya si Becca dari jaman sekolah dulu. Becca yang denger soal ini langsung tau kalau bukan Prita yang bunuh Bernard meski semua bukti yang ada mengarah ke dia. Setelah akhirnya ketemu Prita, Becca semacam dapet mission khusus buat nguntit orang yang sekiranya punya motif kuat buat ngejebak Prita—Erlan sang tunangan yang otomatis bisa jadi CEO kalau Prita masuk penjara dan Luca yang kabarnya pasangan gay si Bernard. Ah ya, tentu saja misi ini rahasia, apalagi dari Ben yang bakalan mencak-mencak kalau tau Bec yang buntutin Erlan. Jadi siapa sebenernya pembunuh Bernard, dan apa motifnya? Sila cek sendiri ya, ini yang bikin seru soalnya eheheh.
Back to Ben dan Becca, yup setelah sekian kali pernyataan cintanya dianggap cuman becandaan dan pelarian dari Rhe yang udah bahagia sama Doddy dan ga mingkun sama Ben, akhirnya Becca nerima Ben juga, yay! Ketebak sekali bukan? Hihi. Yayaya emang denial dan penolakan dari Bec itu diperlukan juga sik. Mereka akhirnya nikah, tapi cara komunikasi keduanya tetep aja begitu, kaya jaman mereka masih temenan dulu. Alhamdulillah yes happy ending, yay!
Becca, cewek cantik dan mandiri dgn mulut yg super pedas dan tidak segan2 menolak setiap cowok yg berani mendekatinya karena dia tau rata2 cowok hanya tertarik pada fisiknya yg cantik. Ben, pengacara ganteng yg selalu memproklamirkan dirinya sebagai playboy sejati. Ben dan Becca bersahabat sudah sangat lama sampai pada tahap mereka terlalu nyaman dgn hubungan bersahabatan mereka. Tapi akhir2 ini Ben merasa ada yg beda dgn perasaannya terhadap Becca terutama setelah melihat Becca akrab dgn duda keren atasannya di kantor. Masalahnya bagaimana meyakinkan Becca bahwa ada sesuatu yg lebih drpd bersahabatan di antara mereka kalau Becca masih menganggapnya playboy murahan yg masih terobsesi dgn cintanya yg nggak kesampaian, Rhe. Keadaan bertambah rumit ketika Becca main detektif2an dlm rangka menyelamatkan sahabatnya, Prita, yg tertuduh sebagai pelaku pembunuhan. Sukseskah Ben mengungkapkan perasaannya pada Becca? Dan bisakah Ben menyelamatkan Becca dari bahaya akibat ikut campurnya dlm kasus Prita?
Honestly, berharap tinggi bgt pada buku Ben & Becca ini, karena merekalah yg bikin gw kasih poin lebih utk buku Rhe dan Dody. Tapi ternyata kok gw malah lebih suka pas mrk jadi sidekicknya Rhe dan Dody ya. Di buku tentang mereka sendiri kok malah kind of flat. Masih berantem, tapi ya gitu2 aja, ngga ada yg baru. Chemistrynya juga malah berasa hambar. Perpindahan perasaan Ben dari sahabat tok ke tiba2 cinta juga kok berasa instan ya. Ngga usah Becca, gw aja yg cuma sebatas pembaca ngga berasa yakin kalo Ben beneran serius. Makanya ngga heran kalo Becca pesimis banget dgn perasaan Ben ke dia. Tapi lucu juga ngeliat Ben yg jatuh bangun demi mendapatkan cinta Becca. Lalu cerita ala2 detektif demi menyelamatkan sohibnya Becca, Prita, dari tuduhan pembunuhan berasa cuma sekedar tempelan walaupun asik juga sebagai bumbu cerita. Yg pasti harus buru2 baca Starting Over nih, ttg Prita dan Erlan. Jadi, 3 bintang cukup deh untuk Ben & Becca.
Saya punya ekspektasi lebih di novel ini. Secara interaksi dari Ben & Becca adalah alasan utamaku memberi nilai plus di novel sebelumnya, Di Simpang Jalan
Interaksinya repetitif, berulang kali mengutarakan jokes yang sama, jadi kedengaran garing dan membosankan, sepertinya Ben dan Becca bukan orang paling nyinyir lagi. Chemistry mereka lebih terasa saat masih berstatus sahabat dan bukan dalam hubungan romantis sama sekali (memang sulit membayangkan dua karakter ini dipersatukan).
Isi novel ini juga kebanyakan dialog, yang mana adalah adu mulut Ben dan Becca. Sayangnya interaksi mereka berdua berasa kurang greget sebagai sepasang kekasih.
Satu-satunya alasan novel ini tidak membosankan ada di kehadiran Prita, teman lama Becca yang terjerat kasus pembunuhan seorang aktor ternama bernama Bernard. Ben sebagai pengacara Prita berperan sebagai tali silaturahmi antara kedua teman lama itu. Prita menaruh curiga pada Erlan, tunangan Prita yang ia duga menjebaknya. Jadilah Becca menjadi detektif amatir yang bersedia memata-matai Erlan. Tapi tentu saja hak berjalan dengan mulus HAHAH.
Secara keseluruhan, cerita ini ringan banget, ada beberapa adegan yang biasa aja dan nggak berkesan (kebanyakan adegan makan bareng doang, LL-nya quality time nih). Meski begitu, nilai plus novel ini adalah konfliknya, menurut saya kalo terlalu fokus pada Ben dan Becca, jadi terasa hambar. Ada bagusnya juga Prita difitnah di sini.
Next akan lanjut buat baca Starting Over untuk mengetahui kelanjutan kisah cinta Erlan dan Prita.
Okeee. Belakangan ini kena "racun" bukunya Titi Sanaria mulu nih. 😁 Setelah bulan lalu baca kisah Raisa & Putput juga Dody & Rhe sekarang lanjut Ben & Becca. . . .
Ben & Becca ini udah sahabatan sejak lama. Ben tadinya emang naksir ke Rhe tapi ga ditampik dan Rhe nikah sama Dody. Yaiyalah, Ben playboy gitu. 🙈 . . .
Ben selalu bilang mau cariin Becca jodoh. Tapi, ketika Becca dekat sama cowok lain, Ben yang kebat-kebit sendiri. Ternyata oh ternyata, Ben jatuh cinta sama sahabatnya sendiri donk. . . .
Membaca kisah sahabat jd cinta itu sbnrnya udah biasa sih. Seperti kisah Ben & Becca ini menurut aku biasa aja ya jalan ceritanya. 😁Nothing special sih. ✌🏻Meski Becca sempet jadi detektif darurat juga. Agak lucu dan kasian liat Ben tobatnya drastis bgt. Smpe Becca jg ga percaya sama Ben. . . .
Ben & Becca di sini mulutnya juga super ya, ga bisa dikontrol. 🙈 Sama kayak genk Sita tuh. Untunglah Becca ga "sevulgar" Sita. 🤣 Setelah ini, penasaran dgn kisah Prita & Erlan. 😄
This entire review has been hidden because of spoilers.
2.5/5 setelah baca sampai tuntas, yang bikin cukup menarik adalah konflik disekitar tokoh utama. alur ceritanya asyik, tapi konflik Ben & Becca sendiri ya gitu-gitu aja (menurutku tidak ada khas yang buat beda dengan cerita lain) Yaa.. lumayan buat ngisi waktu luang, tapi sebenernya dari awal ragu baca tulisan mbk Titi Sanaria, karena baca buku sebelumnya (di simpang jalan) terlalu banyak candaan yang cukup vulgar bagiku. Benar saja novel kali ini juga serupa. Iya sih, emang udah dilabel 18+. Emm... mungkin gak salah, cuma bagi yang tidak terlalu suka candaan vulgar (kayak aku), mungkin novel ini bukan rekomendasi. Maaf. Tapi yang oke oke aja dengan hal itu, novel ini atau novel lain dari mbk Titi S cukup memuaskan.
'Jodoh terkadang benar-benar aneh, butuh waktu setelah bertualang untuk tersadar bahwa orang yang orang yang menjadi belahan jiwa kita sebenarnya adalah orang yang selama ini berada di sisi kita.'
🍫
Kisah Ben & Becca ini menghibur dengan bahasa ceplas-ceplos keduanya, ditambah dengan penyelesaian kasus pada konflik cerita memberi bumbu-bumbu bak cerita detektif. Meskipun apa yang selalu diucapkan Becca & Ben masuk dalam ranah dewasa tapi dikemas seperti sebuah hiburan😂 (imajinasinya pas bayangin Becca nyeplos itu pasti bikin ngakak🤣)
🍫
Latar kisah mereka pun tak jauh dari pekerjaan, perkotaan serta, kejahatan yang notabene memang ada, tapi penyampaian serta penggambaran jalan cerita dikemas dalam bahasa ringan. Lagi-lagi kedua tokoh ini memiliki peran menghibur😂💕.
Sebenernya trope friends to lovers trope favorit banyak orang tapi menurut aku untuk Ben & Becca ini chemistrynya kurang deh. Pertengakaran2 adu mulut mereka kayak cuma basa - basi dan joke2 dewasanya juga menurutku terasa dipaksakan. Masa tiap berantem yg dibahas cuma soal kehidupan ranjangnya Ben? We need more than that. Selain itu juga beberapa joke berbau ableist juga lumayan menganggu buat aku misalnya becandaan soal gay.
Beside that, becandaan antara Elsa alias anak pak bos dan Ben beneran lucu hahahaha.
Yes #benbecca ada cerita sendiri , bagi yang sudah pernah baca #disimpangjalan pasti sudah kenal dengan karakter mereka, dua teman Rhea ini sama-sama bermulut bocor dan suka buat Rhea bingung kalau diminta pendapat karena mereka sangat bertolak belakang. Nah dalam novelnya mereka berdua akan dihadapkan dengan situasi Friendzone " dari teman jadi demen". Ketika membaca novel ini siap- siap saja dengan perdebatan mereka yang vulgar dan interaksi mereka yang super duper manis. Apakah saya suka ? Iya..finally kesampaian juga melihat mereka berdua kalau dimabok cinta 🤣 .
Buku kedua yang ku baca di 2020 dan terbaca dalam beberapa jam! Haha karena terlalu penasaran. Jalan cerita agak sedikit bisa terbaca sih, tapi penulisan Titi Sanaria memang selalu terbaik. Aku hampir baca semua karya nya dan ga perlu diragukan lagi, salah satu penulis fav. Ditunggu next project nya!
daripada cerita tentang ben-becca, aku lebih tertarik sama kasusnya prita sih, soalnya aku baca Starting Over dulu daripada ini, jadi penasaran cerita dibalik tertangkapnya luca. dan sejujurnya juga aku lebih ngeship becca sama bagas😔💔
This entire review has been hidden because of spoilers.
Alurnya sebenarnya sangat mainstream. Dua sahabat yang kemudian sama-sama jatuh cinta. Tapi karena sejak awal sudah suka karakter Ben dan Becca, jadi ya tetap suka sama novelnya.
FIVE STAR OMGGG❤️ Ga paham lagi mau ngomong apa suka banget!!! Tiap orang punya referensi berbeda untuk buku yang disukai dan jujur buku2 penulis tuh nyambung banget di aku. Urutan baca harusnya Di Simpang Jalan lanjut Ben&Becca baru ke Starting Over biar lebih paham. Ini bukunya self published ya jadi emang ga diterbitin di toko buku, harus pesen online. Ceritanya tentang Ben dan Becca, dua2nya sahabat Rhe yang jadi karakter utama di Di Simpang Jalan, yang udah terlalu nyaman dengan status sebagai sahabat. Bener2 ga ada rahasia di antara mereka bertiga; sejak Rhe menikah, Ben dan Becca sering hang out berdua. Ben ini pengacara handal tapi terkenal playboy dan tiap kali ketemu Becca bawaannya pasti adu mulut terus. Sampai di suatu titik ucapan temen kerja Ben bikin dia sadar kalau dia emang ngerasain sesuatu yang berbeda sama Becca. Tentu aja konflik bukan cuma ini. Becca menganggap Ben sebagai sahabat terbaiknya, apa jadinya kalau sahabat yang biasanya omongannya ga pernah serius tiba2 nyatain cinta? Kalang kabut dong. Tapi penulis bercerita dengan bener2 mengalir meskipun ada satu dua kata typo yang masih bisa ditolerir. Ngerti sih Becca pasti susah terima Ben karena mereka udah sahabatan lama dan berada di zona nyaman tapi kalian harus baca ini karena emang segemes itu!!! Aku sih yes👍🏻
Campur aduk baca novel ini. Senyum-senyum sendiri ngeliat interaksi Ben dan Becca. Tegang dan deg-degan pas part misteri kasusnya Prita. Pokonya suka banget!
Setelah membaca semua karya Titi Sanaria, dengan senang hati aku menasbihkan bahwa novel ini yang terbaik. Ben dan Becca pun aku nobatkan sebagai pasangan favoritku. Chemistry-nya dapet banget!