Jump to ratings and reviews
Rate this book

Thank You Salma

Rate this book
“Jadi, saya harus bantu gimana, biar ceritanya selesai? Bantu doa aja, gimana, Sayang?”

Aku mendelik ketika dia memanggilku ‘Sayang’. “Ceritain semuanya, aku mau dengar.”

Mendengar dia bercerita adalah salah satu hal yang paling aku sukai di dunia.

“Oke, kamu dengar baik-baik.”

Aku mengangguk, dia mulai membuka suara. Aku tersenyum, ribuan kata seperti berkeliaran dalam kepalaku. Ini awal mula ceritaku dengan Nathan.

Sekaligus akhir dari cerita kami.

412 pages, Paperback

First published October 22, 2019

133 people are currently reading
1167 people want to read

About the author

Erisca Febriani

16 books848 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
139 (41%)
4 stars
81 (24%)
3 stars
56 (16%)
2 stars
30 (9%)
1 star
27 (8%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
2 reviews1 follower
December 18, 2019
Sorry, i have to rank this book only about one Star.
Alasannya.

Kekurangan.
Dalam novel ini, pendalaman kasus pelecehan seksualnya hanya di permukaan, dan kurang dalam. Sayang sebenarnya, karena topik yang di angkat cukup menarik untuk di bahas.

2. Ada semaca Unlogical background di sini. Salma yang kuliah di depok, bisa se mudah itu di antar jemput Nathan yang kuliah di trisakti. Saya nggak tahu, penulis apa sudah pernah melakukan research berkaitan dengan tempat kedua kampus itu. Kedua kampus itu jaraknya nggak dekat, dan terbilang jauh. Jadi seakan terkesan memaksakan latar tempat di sini.

3. Tokoh dalam novel ini banyak, tapi sayang eksplorasinya kurang dalam. Banyak tokoh yang punya karakter Unik jadi Useless di Novel ini. saran saya, tokoh yang nggak penting lebih baik di hilangkan, atau kalau mau punya dampak lebih dalam novel, harus di perkuat perannya.

4. Ini yang paling saya benci. Banyak Quotes yang penulis cantumkan dalam novelnya sudah pernah saya baca di Novel lain, saya nggak mau berspekulasi lebih jauh... Tapi penulis Novel ini kan terkenal, novelnya banyak yang beli dan baca. Harusnya lebih dewasa untuk tidak mencantumkan Quotes milik orang, atau jika memang ingin, di cantumkan sumbernya.

Kelebihan.
1. Penulis ini pintar merangkai diksi, sehingga tidak terkesan membosankan. Menurut saya wajar, karena yg saya tahu ini suda Novel kesekian, yang penulis terbitkan.

2. Sampul Novelnya menarik, sejujurnya saya nggak begitu ragu saat beli.. Tapi kadang apa yang baik di Cover, belum tentu sesuai dengan apa yang pembaca bayangkan.

Note : Mungkin banyak yang nanya kenapa saya hanya berikan Rate minim.
Jawabannya ada di kekurangan Novel point ke 4. Menurut saya itu sangat fatal. Buat orang seperti saya yang memiliki integritas tinggi, sekecil apapun saya melihat ada Diksi/kalimat/ Quotes yang sama dengan milik orang lain, menurut saya itu nggak bener...

Pesan untuk penulis. Semangat terus nulisnya, jangan berhenti belajar..
29 reviews6 followers
March 3, 2020
Secara garis besar novel ini bercerita tentang dua hal :

1. Pelecehan seksual yang dialami zanna.

2. Hubungan tanpa status yang dijalani nathan dan salma

Ok kita bahas satu persatu

1. dalam novel ini erisca mengangtak tema tentang pelecehan seksual yang jatuhnya malah maksa karena error logic yang aku temukan. Lagian yang mengalami pelecehan seksual bukan tokoh utama nya melainkan zanna temannya nathan yang jika cerita zanna tidak disertakan novel ini tetap bisa berjalan sendiri. Salma juga mengalami pelecehan seksual sih tapi cuma sekelebat doang.

logikanya, kasus zana tidak bisa dibawa ke ranah hukum karena tidak didukung dengan saksi, bukti maupun visum. mau diusut pake apa coba, dasarnya aja nggak ada?

Klimaks dari kasus Zanna adalah ketika pihak kampus berhasil ditekan untuk mengusut hal tersebut, tapi ceritanya ujug ujug terjun bebas ke ending, tahu tahunya selesai aja tanpa Eriska memberikan penjabaran tentang proses investigasinya sebagai tahap menyelesaian masalah.

Kalau aku jadi pelakunya aku akan sangat gampang untuk berkelit, bahkan pelaku bisa menyerang zanna balik dengan tuduhan pencemaran mana baik. Aku sih orang yang awam soal hukum. Tapi masa iya sih sebuah kasus yang tak didukung saksi bukti ataupun visum bisa terselesaikan hanya dengan melibatkan......... (Sensor). Bagiku nggak masuk akal deh.

2. Soal HTS antara nathan dan salma. Iihh bikin aku gemes deh. Salma udah di gombalin diperhatikan diperlakukan dengan begitu istimewa oleh nathan tapi nathan nggak bisa kasih kejelasan tentang status mereka. Atas nama gengsi sebagai wanita salma juga tidak bisa menuntut pejelasan status secara terang-terangan, hanya bisa menunggu inisiatif dari nathan yang juga nggak jelas kapan waktunya. I know you feel Sal. Aku pribadi rasanya tidak bisa menerima alasan nathan untuk terus menggantung salma.

Dan endingnya, astaga...... Endingnya nggak drama, benar benar real dan bisa terjadi dalam kehidupan nyata. Udah baca aja. Nggak bakalan nyesel kok.

Hal yang aku suka dari novel ini :

Ceritanya lebih dewasa dengan cara berpikir tokohnya yang lebih dewasa juga ketimbang novel Erisca yang sebelumnya karena ini adalah novel pertama Erisca yang bercerita tentang kehidupan anak kuliahan.

Diksinya juga bagus dan menyentuh. Aku sempat dibuat kecewa oleh novel kisah untuk gerry karena gaya bahasanya kaku.

Beberapa hal yang mengganjal dari novel ini :

1. Jarak antara Trisakti dan UI depok itu jauh keles. Pake kereta aja butuh waktu kira kira 1,5 jam. Tapi nathan kok bisa dengan gampangnya nya nyamperin salma ke kontrakannya. antar jemput salma. Ketemuan sama salma. Seolah jarak antar kedua kampus itu sedekat trisakti dan universitas Tarumanegara. Mana nathan cuma pake motor pula.

2. Ini yang tak kalah fatal nya dengan plot hole kasus pelecehan seksual. Yakni tentang quote yang bertebaran di dalam novel. Sorry to say, beberapa quote di novel ini sudah pernah aku baca. Sebagai seorang penulis mestinya erisca menuliskan quote ciptaan yang sendiri dalam novelnya bukannya nyomot quote milik orang lain yang dimodifikasi kalimatnya tapi intinya tetap sama.

Endingnya the best lah. Tapi maaf karena cerita pelecehan seksual yang kancrut juga quote yang tidak orisinil membuatku nggak bisa kasih rating sempurna.

Andaikan nggak ada part rahasia nya mungkin novel ini akan aku kasih bintang dua. Karena HTS nathan dan Salma hanya akan menjadi cerita yang biasa.
Profile Image for Rei Reihana.
31 reviews6 followers
December 10, 2019
Belum pernah baca novel yang dari buku 1 sampai dgn 3 mirip seri Dilan bgt. Sampai di ending konon katanya ini dari kisah nyata juga.

Kalau kalian baca Dilan 1-3 kalian juga pasti bakal ngeh bgt kaya saya bahwa ada novel se-Dilan ini

Emang gak 100% tapi 60-70%lah

Saya padatkan dari seri pertamanya ya:
1. Nathan sering bertarung di sekolah
2. Nathan bermasalah juga dengan gurunya
3. Penggambaran kota Jakarta yang menyerupai penggambaran Bandung Pidi Baiq
3. Nathan punya "saingan" saat dekat dgn Salma, kenalan yg mana juga adalah kerabat ayahnya Salma. Kalau di novel Dilan itu Kang Adi
4. Nathan dikeluarkan dari sekolah gara2 bertengkar dgn org yg menghina Salma. Kalau Dilan dikeluarkan gara2 bertengkar dgn Anhar (org yg mengina/menampar Milea)
5. Salma punya sahabat yg menjadi wingnya seperti Milea punya Rani dan Wati
6. Katanya, Salma di dunia nyata akhirnya "menulis" kisah nya dengan Nathan asli dan memberikannya pada Erisca. Seperti yg dilakukan Dilan dan Milea asli pada Pidi Baiq
7. Rebecca di sini penggambarannya mirip Cika Ancika di Dilan.
8. Dll dll

Tapi meskipun cukup mirip banget, saya cukup menikmati kok. Hanya butuh 3 hari buat menyelesaikan buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lala Baca.
4 reviews
March 18, 2020
wow, memperhatikan perjalanan si penulis buku ini malah seperti membuatnya berjalan mundur dari karirnya.

pertanyaan pertama, kenapa? oh kenapa harus memaksakan bikin buku ini? Logika cerita bolong di mana-mana, karakter nggak konsisten, dan tentunya typo bertebaran

dear erisca jika kamu baca review ini, please lupakan nathan salma, move on, bikin kisah lain.

tentu, pilih editor yang membantumu menulis lebih baiklah jangan yang demi terbitan doang.

piss
1 review
July 4, 2020
1. Tolong deh ini buku ke lima lo, tapi kesalahan EYD di novel sebelumnya masih ada di novel ini. Gue nggak ngerti gimana proses lo nulis atau editor ngedit ini naskah. Tolong lah, kebangetan nggak sih kalo titik koma sederhana aja masih salah? gue nggak ngerti lagi sumpah.

2. gue nemu banyak banget quotes di novel ini itu quotes punyanya orang. Seenggaknya kalo mau lo cantumin, kasih juga dari mana sumbernya, biar orang tau ini quotes bukan lo yang bikin.

3. Gue terlalu capek buat lanjutin. Sorry, di pertengahan gue berhenti baca.
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
December 6, 2019
"Gue bakal berusaha biar gue sama dia terus bisa sama-sama, tapi kalau pun nggak bisa berarti bukan takdirnya. Di dunia ini ada hal yang memang nggak diciptain buat lo, sekeras apa pun lo berusaha"
.
.
.
Thank you Salma adalah novel terakhir dari trilogi DearNathan jujur gw ga sangka, kalau kisah Nathan dan Salma bakal panjang sampai 3 buku gini
.
.
Gw lebih ga sangka, gw yg awalnya memberikan kritik cukup pedas pada novel pertamanya, bisa stay bahkan ngikutin sampai akhir gini
.
.
Kenapa? Karena semenjak baca novel kedua, gw tau sang penulis ternyata improve, bisa berkembang lebih baik. (detailnya ada di blog ya, review dear nathan dan hello salma)
.
.
Gw tau bakal ada Thank You Salma, ketika ga sengaja liat mba muthiaesfand lagi edit sebuah naskah, pas gw tanya apa? Ternyata di jawab, lanjutan Hello salma, gw langsung..wow! Gw penasaran menantikan kisah apa lagi yg akan diceritakan disini
.
.
Honest review, lagi-lagi gaya cerita sang penulis mengalami pengembangan yang cukup baik, isu yang diangkat pun cukup mumpuni, yakni sebuah isu yang memang sedang marak saat ini, salut sih erisca kembali menangkap topik yang tidak biasa.
.
.
Alur pengisahan dan pengembangan karakternya juga cukup apik, walau tokoh utama memang Nathan dan Salma, tapi tokoh-tokoh lain juga diangkat.
.
.
Nathan tetaplah nathan yang baik, hobi ngegombal dan makin gila aksi. Sementara Salma sudah menjadi gadis yang bangkit dari keterpurukan dan berusaha menggapai mimpi
.
.
Thank You Salma, banyak memberikan pesan moral bagi para pembaca, menampar melalui kisah yang begitu nampak nyata..good job erisca
.
.
Namun ada sedikit yang mengusik, menurut gw, formula di Thank You Salma ini begitu mirip dengan Hello Salma, sehingga agak mudah tertebak, namun untungnya twist di ending memperbaiki semuanya
.
.
Plus, gw suka bagian quote2 di akhir bab, tapi jadi kurang konsisten, karena terkadang quote bab awal2 banget baru muncul di akhir2. Kadang quote nya sesuai di setiap kemunculan bab..jadi agak gimana gituuu..
.
.
Anyway.. Thanks sudah menulis kisah Nathan dan salma dengan baik
Profile Image for cala.
46 reviews1 follower
November 14, 2019
Sebelumnya, saya enggak pernah nyangka kalo saya pada akhirnya sudah selesai mengikuti cerita ini dari lima tahun yang lalu. Dan menurut saya cerita ini bener-bener bikin sayang. Endingnya the best pokoknya🌻

Sukses buat kak eris. Untuk romance nya, masalah mengenai pelecehan seksual, sama demonstrasi mahasiswa, berhasil buat aku nyaman baca, dan enggak mau berhenti rasanya. Ketiga hal itu di padu menjadi kisah yang manis. So Recommended🍑
Profile Image for Nabila Kinara.
8 reviews
November 8, 2019
Masih shock sama endingnya.

SUMPAH. PLOT TWIST ABIS. JADI SELAMA INI NATHAN SAMA SALMA TUH ...... *SENSOOOOORR* NGGAK MAU SPOILER KARENA KATA PENULISNYA ITU PART RAHASIA JADI NGGAK BOLEH DIBOCORIN HEHEHEHE.

Sorrryyyy pakai capslock, habis masih gemes bangeeeettt. Nggak kerasa baca cerita ini udah lima tahun dari wattpad terus ke novel jadi best seller lanjut ke film sekarang udah sampe trilogi aja. Waktu kayanya berjalan cepat banget ya *curcol*.
Nggak tahu yaaaa kok aku suka sama Afkar di sini terus ngebayangin dia kayak Fathur gitu, Nathan juga gemesin sih. Tingkat gemesinnya makin makin disiniii uhuyy!!! Nath, bisa nggak sehari aja aku jadi Salma? Gemes sama cara Nathan memperlakukan Salma, semanis dan sesopan ituuuuu :")))
pokoknya nanti difilmin harus sama persis kayak novel jangan ada yang diganti, apalagi endingnyaaaa❤️❤️❤️❤️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hanni Itazuma.
6 reviews
April 30, 2020
Seperti biasa saya bakal mengulas ceritanya dari dua sisi, kekurangan dan kelebihan.
Sebelumnya saya ucapkan selamat ke Erisca karena anaknya udah lahir setelah sebelumnya sempat ada kendala gagal terbit, ya?

Kekurangan novel ini:
1. Typo. Nggak banyak, ada dua atau tiga yang muncul, nggak berpengaruh juga tapi sedikit mengganggu. Akan lebih sempurna kalau diperbaiki di cetakan berikutnya.
2. Pemenggalan tanda baca kurang tepat. Misalnya pemutusan sebuah kalimat ke kalimat di bawah itu jadi nanggung misalnya gini mu-ngkin. Kan nggak enak aja bacanya gitu.
3. Tokoh di DN sedikit yang muncul, lebih banyak karakter baru. Meskipun ini wajar karena udah mah cerita versi Nathan dan Salma kuliah. Tapi saya kangen sama interaksi antara Nathan dan kawan-kawan SMA-nya yang sering ngebanyol.

Oke, sekarang kelebihannya:
1. Ilustrasi berwarna. Jarang ada novel pakai ilustrasi berwarna, biasanya kan hitam putih. Ini beda jadi lebih enak dilihat.
2. Cover. Teksturnya tebal dan nggak mudah sobek sama seperti cover Hello Salma dan Dear Nathan, bedanya ada yang timbul di sini yaitu logo bintang, bulan, matahari. Berkaitan sama filosofi dari covernya, saya suka banget. Jadi lebih sakral nih karena tahu arti covernya, nggak sembarangan pakai cover.
3. Masalah yang diangkat. Salut karena concern tentang pelecehan seksual, saya jadi inget sama kasusnya Agni nih, sedih juga dan bayangin di posisi Zanna.
4. Quotable. Banyak quote keren di sini, udah jadi ciri khas Erisca sih ya. Misal "kamu sadar nggak sih, Nath, semakin dewasa ... seseorang makin ngerasa kesepian?" baca ini otomatis bikin diam sejenak dan tersentuh karena saya ngerasa begitu.
5. Karakter tiap tokoh yang kuat. Afkar, Rebecca, Zanna, bahkan teman-teman kontrakan Salma. Semua punya ciri tersendiri yang bikin ceritanya berwarna.
6. Ending. God, i love the ending pretty pretty much. Ini bakal jadi ending paling memorable untuk Nathan dan Salma.


Sebetulnya mau kasih 4.25 tapi ya udah dibuletin aja jadi 4 😝. Nathan dan Salma, selamanya kalian bakal manis di ingataaaannn!!!!!😬😬😬😬😬😬
7 reviews1 follower
November 8, 2019
Akhirnya berhasil tamat baca serial terakhir dari Nathan dan Salma ini. Aku nggak segan kasih lima bintang, perkembangan menulis Erisca semakin terlihat di sini. Mulai dari gaya bahasa dan diksi yanh semakin keren dan berhasil bikin pembaca hanyut dalam ceritanya. Sampai alur cerita yang sama sekali nggak bisa ditebak.

Aku suka cerita dari Erisca karena selalu ada isu yang diangkat dan dalam Thank You Salma berkutat seputar pelecehan seksual, sekarang kebetulan isu ini lagi gentar banget dibicarakan. Ada tokoh bernama Zanna di dalam novel ini yang berhasil membuat pembaca berempati, ngerasain rasa sakitnya pelecehan seksual dan gimana lingkungan masih menyalahkan korban sebagai tersangka. Kudos, Ris!

Berbicara karakter Nathan dan Salma, keduanya makin dewasa. Aku suka karakter Nathan yang pemikirannya semakin matang, salut banget, jadi aktivis pula. Loveable banget deh! Gombalnya juga makin-makin, cinta banget sama nih homo fictus. Nath, pokoknya kamu karakter fiksi yang paling aku cinta. Nggak akan ada yang bisa gantiin itu.

Begitu juga sama karakter Salma, meskipun masih kaku dan geli kalau digombalin Nathan cuma ini yang bikin gemes.

Oh ya satu lagi isu yang ditekanin di sini:
HTS!!!!

Salah satu quotes paling ngena di aku;
"Kalau lo dan dia sama-sama saling nunggu ya udah nggak bakal ketemu sama namanya titik temu karena terjebak dalam pemikiran sendiri" ngena banget sih ini..


satu lagi deh endingnya anjrit!!!!! Aku nobatin ini novel trilogi dengan ending terkeren sepanjang aku baca novel remaja, belum ada soalnya.

Untuk Nathan dan Salma, terima kasih ya udah menemani masa remajaku :')
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Gladys Edward.
24 reviews
July 31, 2020
Kisah cinta Salma dan Nathan adalah kisah cinta umum yang masih dan akan selalu terhubung dengan kisah cinta lainnya, kisah di mana seorang laki-laki bisa dibilang "bad boy", jatuh cinta dengan perempuan baik-baik. Kisah cinta yang biasa ditemukan pada masa-masa SMA... Yang banyak orang bilang masa SMA adalah masa yang indah dan tidak bisa diulang kembali. Di novel terakhir ini semua pertanyaan akhirnya terjawab.. Dan pada akhirnya, mereka harus menerima kenyataan yang sebenarnya.

Realita vs. Ekspektasi
Ya.. seperti itulah kisah cinta. Disaat mengharapkan keindahan nyatanya sebaliknya. Jika, sudah membaca bagian akhir pasti akan tahu kisahnya. Meski sulit menerima, tapi itulah akhirnya. Bisa dibilang sedih karena ada versi "endingnya" di luar dugaan, bisa dibilang kisah ini tidak jauh beda dengan kisah Dilan dan Milea. Kisah cinta yang tadi saya katakan di atas, kisah cinta seorang laki-laki berandal yang jatuh hati dengan seorang perempuan kaku. Tapi.. apapun keputusannya, semua sudah memilih. Terima kasih buat penulis yang sudah menghadirkan kisah cinta versi Nathan dan Salma :)
Profile Image for Zyazi.
4 reviews
June 11, 2020
Ekspektasi gue ketinggian kayanya. Kirain ada perkembangan sama penulisnya. Ternyata masih aja doyan... Ah sudah lah.

Beberapa quote terasa familier. Mbak penulis kalo mau pake quote orang cantumin sumbernya sekalian dong.
Terus riset dulu baik-baik ya kalo mau bikin setting. Fiksi sih emang, tapi ga suka-suka lo juga nulisnya. Sorry kalo gue kasar. Pendapat pribadi aja sih.
Thanks
Profile Image for Sarah.
5 reviews
August 26, 2020
Rating : 2.5

Sepertinya saya terlalu berharap tinggi akan novel ini.

Kelebihan novel ini adalah gaya penulisan kak Erisca yang masih enak dibaca seperti biasa.

Kekurangannnya, seperti beberapa review lainnya di komen saya juga mendapati plot hole yang sangat kentara di novel ini.
Profile Image for Andriani Khairunnisa.
56 reviews
April 27, 2025
Dear Nathan
Thankyou Salma - Erisca Febriani

Sequel terakhir dari Novel Dear Nathan ini masih menceritakan tentang perjalanan kisah asmara Salma dan Nathan yang dalam novel ini latar waktunya masa perkuliahan mereka berdua. Isu yang diangkat dalam sequel terakhir ini adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa berprestasi di Kampus Nathan dimana korban juga teman sekelas Nathan. Tokoh yang terlibat sebagian besar sama tetapi lebih intens kepada teman Nathan yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut yang bernama Zana.

Kali ini isu yang diangkat menambah kesan segar saat membaca, jadi tidak berputar di dunia Salma dan Nathan saja yang masih sama menggantung sehabis mereka putus. Nathan, Rebecca, dan dibantu Salma berperan banyak mengusut tuntas kasus pelecehan seksual ini. Keputusan Salma terlibat membantu kasus Zanna cukup membuat tidak karuam gemas, tapi akhirnya berjalan sesuai dan cukup seru dan berani mengangkat isu yang di tahun itu masih terbilang tabu.
“Pecahlah air mata Zanna, harga dirinya terkoyak, hatinya pecah berkeping-keping, rasanya seperti dikuliti dari luar. Begitu menyakitkan. Dia sakit luar dan dalam, tidak hanya fisik tapi juga jiwa.”

Novel terakhir ini sudah di filmkan, dan jujur saya sangat terlambat karena baru membacanya setelah rewatch tiga film ini.
Saya sedikit menyesal karena membaca novel ini setelah nonton filmnya. Karena sudah ada gambaran tentang apa yang terjadi dan berharap banyak pada novel dijelaskan lebih rinci dan ada beberapa perbedaan. Ternyata ekspektasi yang saya bangun sebelum membaca membuat saya kecewa, karena ternyata sama dengan film dan yang lebih kesal saat membaca ending yang ditulis jujur oleh penulis ternyata ada perbedaan dengan kisah nyata yang ada. Saya paham ini fiksi tapi entah kenapa saya merasa dikecewakan dengan keputusan Nathan dan Salma.
“ Kita selesai, mulai besok kita harus berjalan dengan berdamai oleh pilihan. …Dan begitulah cerita ini berakhir, tidak sempurna, karena sempurna hanya milik Tuhan. Tapi aku harap kamu bisa menuai hikmaj dari ceritanya. Aku memang tidak bisa bersatu dengan Nathan, satu yang pasti: doaku akan selalu bersamanya, semoga bahagia selalu meskipun itu tidak bersamaku”

Pendapat saya tentang buku ini cukup menghibur untuk para penyuka cerita kisah romans yang ringan dan ada isu pendukung lain selain cerita percintaannya. Saya juga suka dengan alurnya yang maju (tidak bolak balik), peran tokoh-tokoh pendukung yang sangat menyupport memberi warna ketika cerita kedua belia ini cenderung monoton atau abu-abu.
Profile Image for Yumna Rifa'.
1 review
Currently reading
November 13, 2022
Sinopsis-

Nathan dan Salma sepasang kekasih yang sedang menjalin hangatnya kisah cinta mereka di bangku kuliah. Pada tahun inilah Salma dan Nathan mulai belajar tentang dunia luar. Meskipun mereka sepasang kekasih, Nathan dan Salma memiliki perbedaan cara dalam menyuarakan pendapat. Salma cenderung memilih menggunakan media digital sedangkan Nathan memilih untuk turun ke jalan.
Perbedaan prinsip ini memicu pertengkaran ketika Nathan ikut serta dalam demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan besar. Seketika itu juga Salma meminta waktu kepada Nathan untuk memikirkan bagaimana kelanjutan hubungan mereka.
Ketika Nathan berusaha untuk memperjuangkan hubungannya dengan Salma, Rebecca, teman Nathan, ingin meminta bantuan untuk membantu Zanna, mahasiswi seangkatannya yang mengalami pelecehan seksual. Dengan Nathan yang menangani kasus pelecehan seksual ini membuatnya berada dalam posisi yang sulit dimana dia harus melindungi privasi Zanna dan merahasiakan permasalahan ini kepada siapapun. Karena adanya kasus Zanna ini sikap Nathan yang mulanya selalu terbuka oleh Salma kali ini dia benar-benar menjadi pendiam yang menimbulkan kecuriggan dalam diri Salma.
Masalah kian bertambah ketika Salma bergabung dengan komunitas Bumi Syair dan menjadi dekat dengan seseorang bernama Afkar. Hubungan mereka makin akrab hingga diketahui oleh Nathan yang tentu saja menimbulkan kecemburuan.
Namun Nathan belajar dari kesalahannya dengan bersikap bijak ketika menghadapi kemunculan Afkar. Tantangan Nathan kian bertambah ketika dia tahu bahwa bisa saja posisinya di hati Salma bisa tergeser oleh Afkar. Jadi, Nathan pantang mundur demi memenagkan kembali hati Salma walaupun juga sedang menolong Zanna.
Usut punya usut pelaku dari kasus Zanna ini adalah teman dekat Nathan yang memiliki prestasi segudang. Banyak yang mengatakan jika anak berprestasi pasti selalu dilindungi dan itulah yang sedang terjadi, sehingga yang terancam oleh kampus adalah Zanna.
Namun dengan adanya kasus Zanna ini juga memiliki dampak positif dalam hunungan Nathan dengan Salma yang kian membaik. Dengan Salma yang turut membantu kasus Zanna ini.
Profile Image for Diah Utami.
10 reviews1 follower
April 30, 2020
Ya ampun hati makin kejat-kejot baca ini, kejat kejot, bahasaa apaan ntuuuh? Nggak tau, pokoknya aku suka banget!
Dari prolog udah terasa banget perbedaannya dan sempat bingung sama alurnya, tapi ternyata itu inti cerita thank you Salma. Huh. Masih dengan gaya bercerita yang bikin pembaca bisa ikut nyemplung ke dalam ceritanya dan tbh, karakter Nathan masih jadi karakter fiksi favoritku tak terbantahkan lagi.

Masih ada Rebecca yang berpengaruh dalam ceritanya, tentu dengan Komunitas Love Yourself yang menjadi benang merah. Dan juga karakter Zanna, kalau Hello Salma terfokus tentang depresi dan permasalahan remaja pada umumnya seperti gagal masuk universitas negeri, tekanan sosial dan orangtua, maka di thank you Salma mengangkat isu pelecehan seksual. Keren, ini yang aku suka dari cerita kamu selalu ada topik umum diangkat. Bukan hanya fokus ke kisah cinta aja.

Aku salut, kamu tahu Nathan dan Salma akan diikuti terus oleh pembaca remaja karena kisah fenomenal mereka di Dear Nathan dan menggunakan kesempatan itu untuk mengangkat berbagai kasus tendensius yang tabu, tapi sudah selayaknya dibicarakan.

Novel ini mengulik bagaimana kasus pelecehan seksual di mata umum, cenderung diremehkan karena sebatas pelecehan seksual, perempuan selalu jadi objek yang disalahkan, lalu laki-laki berdalih dengan ucapan "mana ada kucing nolak dikasih ikan asin" aku berharap besar bahwa filmnya akan sama dengan novel.

Last, endingnya sungguh di luar dugaanku. Nggak nyangka sama sekali, puas bahagia, terharu, sedih, semuanya campur aduk kayak permen nano-nano. Babay Nathan dan Salma, sampai jumpa yaaa terima kasih sudah mengisi waktu remajaku. Goodbye, dari salah satu pembaca setiamu <3
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Eysia DK.
11 reviews
April 22, 2020
Buku ini menurut saya sangat berani untuk mengangkat kasus pelecehan seksual. Kita bisa mengambil sisi positifnya serta mengapresiasi buku ini karena mungkin memang masih banyak kasus pelecehan diluar sana yg mungkin tidak di sorot media karena korban yg takut angkat suara ,takut terhakimi, takut disudutkan,merasa malu hingga merasa tak berguna lagi sampai akhirnya depresi bahkan bunuh diri. Disisi lainnya mereka bungkam seribu bahasa untuk memberi keterangan/kejelasan yg sebenarnya,takut dengan ancaman si pelaku, dan banyak hal lainnya yg membuat mereka memilih bungkam. Apalagi kebanyakan kasus pelecehan terjadi pada anak dibawah umur yg tidak sepantasnya mereka diperlakukan seperti itu. Disini kita harus bisa adil jangan hanya menyalahkan wanita yg dianggap pakaiannya tidak sopan.sedangkan masih banyak juga wanita yg pakaiannya tertutup/sopan tapi diperlakukan semena mena/tidak sepantasnya. Ini semua kembali lagi pada akal kita mau diarahkan /digunakan kemana jangan hanya menuruti hawa nafsu semata tanpa memikirkan orang lain yg nantinya akan menjadi korban. Pelecehan seksual bukanlah sesuatu yg tabu untuk dibahas. Kita harus berani angkat suara demi kebaikan dan masa depan kita.jangan takut untuk membuka suara jika kita benar kita tak perlu takut ungkapkan cerita kan walau bibir sulit mengatakan agar dada kita lapang.karena semua manusia berhak mendapatkan perlakuan yg baik, berhak dihargai/dihormati.💙
Profile Image for Melinda Sintawati.
18 reviews
December 17, 2023
Dari trilogi dear nathan ini aku cuma baca versi bukunya yg "Thank You Salma" dua seri sebelumnya cuma sempet baca versi wattpad aja. Menurutku gaya menulis kak erisca di seri ketiga ini udah cukup berkembang dari yang sebelumnya. Yang mohon maaf nih, aku baca review yg dear nathan byk banget yg ngehate. Pas dibandingin lg, aku baca ulang di wp ya emg agak cringe lama2.

Tapi gamau berekspekstasi lebih soal trilogi buku dear nathan ini. Cerita romance fiksi remaja emang kebanykan alurnya gampang ditebak.

Thank you salma bisa dibilang okelah untuk ukuran romance anak kuliahan. Walaupun terkesan bahasanya terlalu hiperbola, isu yg diangkat dari novel ini cukup menarik. Bahwa korban pelecehan seksual butuh keadilan. Hanya saja menurutku cara utk menyelesaikan konfliknya agak kurang ngena. Ditambah lagi, Salma emang ngeselin abis. Segampang itu marah cuma krn nathan gak ngasih tau kalau dia kena skors 2 semester, cemburuan pdhl dia sendiri sadar posisinya bukan siapa2 selain mantan pacar. Dan anehnya lagi, pas dia udh tau nathan trnyta mau nembak dia, dia malah bilang, "mau ngapain lagi?" Kayak HAH? ini si salma apaan sih. Seenggaknya kasih penolakan yg sedikit (sopan). Sori jd spoiler banyak. Krn emang jujur, aku kurang suka sama karakter salma.

Aku baca ini sudah lama sebenernya, sebelum film thank you salma tayang. Kayaknya sekitar thn 2019 deh beli pas cetakan pertama. Baru sempet bikin review skrng hehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sintia Purnama.
8 reviews
April 30, 2020
"Kita dulu bertemu karena telat, berpisah juga karena telat, kebetulan kali ya?"
"Marahnya kamu tuh aneh Sal, bukannya bikin sebel malah bikin sayang. Curang banget."
"Hal yang paling mengerikan dari jarak adalah kamu tidak tahu seseorang di sana sedang merindukanmu atau melupakanmu."


Akhirnya menamatkan cerita ini, lega banget.

Nggak segan kasih lima bintang, berawal dari dear nathan yang dicaci maki banyak orang, erisca terus mengasah tulisannya dan menunjukkan bahwa dia adalah seorang penulis yang mendengarkan setiap kritik dan saran dari pembaca. salut banget di usia muda sudah menelurkan banyak karya. nathan dan salma bakal jadi salah satu kisah cinta paling membekas dan sejarah untuk aku. kisah remaja yang nggak nyangka udah aku ikutin selama enam tahun, lama juga ya?
kali ini thank you salma nggak cuma berkutat di kisah cinta aja, tapi mengangkat kasus permasalahan remaja yang lagi hits yaitu pelecehan seksual.

semua dikupas tuntas, perasaan zanna, bagaimana dia bergelut dengan emosinya dan berusaha berjuang sebagai seorang penyintas dibantu oleh nathan dan komunitas love your self.

rasanya nggak mau berpisah sama mereka semua,
udah telanjur sayang,
tapi setiap pertemuan kan pasti ada perpisahan.

terima kasih nathan dan salma sudah memberikan sebuah pelajaran.

:)
Profile Image for Annisa Karimah.
6 reviews
April 30, 2020
penasaran banget sama trilogi ini... endingnya sungguh diluar ekspektasi aku tapi ya nggak buruk gitu malah bagus bahkan spesial banget, jarang ada novel dengan ending begini.

bisa dibilang Erisca berani deh.

Aku suka dengan tema yang diambil dan sepertinya Erisca sudah riset mendalam sebelum akhirnya memutuskan mengambil tema ini karena aku percaya penulis yang baik bukan hanya pintar berkata-kata, tetapi meramu sesuatu tema berat menjadi ringan dan sederhana sehingga pembaca pun mudah mengerti dan mengambil makna.

Begitu yang aku raskan sewaktu membaca thank you salma.

Nathan dan Salma masih menjadi daya tarik utama.

Rebecca pun tetap aku tunggu-tunggu dan berharap suatu hari nanti Erisca mau menulis spin off dari Rebecca, mungkin? :p

Afkar menurutku kurang mencolok.

Zanna mengambil simpatiku, aku sesak membacanya dan membayangkan hal itu terjadi pada cewek umumnya.


5 bintang untuk mengakhiri trilogi nathan dan salma dengan sempurna.
Profile Image for Rd. Sya'rani.
61 reviews3 followers
February 7, 2021
kepaksa cuma bintang 4 nih. apa tiga aja ya.

seperti buku sebelumnya, bagian terakhir dari trilogi #dearnathan karya @eriscafebriani ini diksinya bagus, penyusunan kalimatnya masih menarik, alur ceritanya #uptodate utk saat ini: mengulas cerita pelecehan seksual, dan seperti biasa tambahan gombal2an yg sedikit kriuk.

sampai bab terakhir: part 23, itu yg paling keren, endingnya juga menarik, walau kaya film-film romansa remaja.. karena sepertinya emang dibikin dg tujuan akhir difilmkan.

tapi sungguh, bab tambahan yg berjudul: pesan untuk pembaca itu, sangat merusak suasana, janggal sekali bab tambahan itu.

tau gitu ga saya baca aja dah haha tujuan bab tambahan itu entah untuk apa, utk nunjukin bahwa kenyataan tak seindah hayalan. lah kan emang sedari awal ini #novel fiksi. walau ceritanya berdasar kisah hidup tokoh utamanya.

Profile Image for Nurul Dwi.
36 reviews2 followers
November 8, 2019
Thank you salma adalah serie ke 3 lanjutan dear nathan.. masih bercerita hubungan nathan sm salma... klo dear nathan bercerita tentang masa sma... klo di thank you salma masa2 kuliah... novel thank you salma aku kasih bintang 3... soalnya masih bagus waktu di dear nathan ceritanya lebih greget... klo di thank you salma ini aku pikir afkar jadi orang ke 3nya... di ceritakan hubungan afkar sm salma gimana2nya... ternyata lebih banyak cerita ke temannya nathan yang si zanna yang kena pelecehan seksual... sm demo2nya nathan... terus aku juga gak terlalu suka nathan yang di thank you salma... terlalu banyak gombalnya, terus jadi pengecut juga... aku juga ndag terlalu suka endingnya...
Profile Image for Nadya Puspa.
5 reviews
August 28, 2025
Sudah lama sejak saya membaca buku ini terakhir kali. Ini buku ke 3 dalam rangkaian cerita Salma dan Nathan.
Intrik di dalamnya lumayan seru. Penggunaan bahasa tidak baku adalah point minusnya (setidaknya bagi saya).
Buku ini sudah diangkat ke layar lebar, tetapi saya belum menontonnya.
Saya suka bagian "Rahasia" dalam buku ini, yang tentu saja katanya tidak boleh diungkapkan pada mereka yang belum membaca novelnya🤫
Percayalah, versi buku jauh lebih "seru" dan kalian akan bertemu dengan kejutan yang tidak terduga. Saya rasa ekspresi kalian akan seperti ini 🙂🔫
17 reviews
July 11, 2020
Meaning-full and heart warming ending for trilogy story of Salma-Nathan, selalu asik dan ringan bikin setiap cerita dan konflik di series ini gampang terbawa emosi alias emosional penuh di setiap part nya, meski begitu tidak mengurangi atau membuat konflik di dalam nya jadi terkesan menye-menye dan maksa, tetap menjadi bacaan yang memiliki pelajaran dan makna dalam hidup, serta meninggalkan kesan yang mendalam, especially for the plot-twist!
Profile Image for Joy.
21 reviews4 followers
February 23, 2022
aku baca di wattpad aja udah excited bgt, kata orang-orang endingnya wow. Telat baca bukunya karena belom siap patah hati hahah. Bukunya keren, angkat isu yang lagi banyak sekarang, tentang pelecehan / kekerasan seksual. Bener aja dong endingnya ngagetin, dan juga bikin nangis sesegukan. Well maybe patah hatinya kerasa banget karena ngikutin Nathan-Salma dari awal. Masih gak rela ini akhir ceritanya walau ada prequelnya tentang daniel.
Profile Image for Niki Yuntari.
87 reviews7 followers
March 31, 2020
Sebelum masuk ke ulasan, saya mau apresiasi dulu cover novel ini. Cantiiik banget. Sederhana, tapi mengena. Sebelumnya saya nggak paham dengan maksudnya, tapi di bagian pertengahan menjelang akhir akan dijelaskan maknanya. Dari seluruh seri Dear Nathan, cover novel ini paling ciamik!

Yuk mari masuk ke ulasannya! Pada cerita kali ini, Erisca menghadirkan karakter baru, yakni Zanna. Zanna ini adalah korban pelecehan seksual dari temannya di Mapala. Dia ingin melaporkan pelaku, tapi takut, karena ayah pelaku adalah dosen di kampusnya (benarkan kalau salah ya, saya lupa-lupa inget soalnya). Nah, karena terkena kasus ini, Zanna masuk komunitas Love Yourself dan mengenal Rebecca dan Salma.

Sesaat setelah membaca prolog dan bab 1, saya langsung teringat kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu PTN di Jogja. Mungkin itu kali ya formulanya Erisca dalam meramu setiap ceritanya? Kalau diingat-ingat, Hello Salma mengambil tema depresi yang saat itu juga baru hangat-hangatnya.

Setelah menutup buku ini, ada beberapa hal yang baru saya sadari. Entah kenapa, saya langsung teringat pada trilogi Dilan. Ada beberapa poin yang membuat saya teringat, apalagi bagian paling akhir cerita (penulis mengimbau untuk tidak disebarkan). Kalau kamu sudah membaca novel ini, pasti tahu deh bagian mana yang membuat saya teringat itu.

Selain itu, saya merasa bahwa pembahasan mengenai penyelesaian kasus Zanna terasa nggak utuh. Pada bagian awal hingga pertengahan, penulis menguraikan banyak hal tentang cewek itu. Tetapi mulai sepertiga akhir, pembahasannya sangat minim dan kasus itu dipaksa untuk selesai. Sedihnya, menurut saya kalau kasus Zanna ini nggak dimasukan, cerita tetap berjalan kok.

Rasanya sangat berbeda dengan Hello Salma. Ketika itu, memang Salma yang menjadi sorotan utamanya, Rebecca menjadi jembatan bertemunya Nathan dan gadis itu. Namun, saya nggak menemukan jembatan itu di sini. Mungkin akan lebih mengena seandainya Salma yang mengalami hal itu (sebagai pengganti Zanna) dan Nathan membantu menyelesaikan kasusnya.

Konfliknya... saya rasa juga kurang nendang. Apalagi sepertiga akhir buku, rasanya seperti diburu-buru. Meskipun begitu, cerita ini tetap dapat dinikmati kok. Dialognya Nathan tetap jempolan dan membuat pembaca terhibur.

Review selengkapnya dapat dibaca di https://nikiyuntari.com/2020/03/14/re...
4 reviews
July 15, 2020
Sorry to say tp novel ini serinya makin banyak, ceritanya makin ampas (menurut gue).
Penulisan karakternya ngga konsisten, plot holes dimana-mana, banyak typo, dan banyak bagian yg kalo di logika bakalan bikin kita geleng" kepala (read: ngga sesuai logika) dan greget setengah mati. Kecewa abis sih.
Profile Image for Winda Fabiola.
163 reviews35 followers
December 24, 2020
Saya harus mengakui bahwa penulis cukup peka dengan isu yang berkembang disekitarnya. Penulis juga mampu mengeksekusinya dengan cukup baik dalam bentuk cerita. Selain itu, penulis banyak berkembang. Gaya menulisnya makin luwes dan mengalir. Sebagai pembaca, saya menikmati novel ini, walau endingnya ngeselin bgt. But hey, realita ga selalu seindah dongeng Disney Princess, kan? :)
Profile Image for Jesica Assa.
9 reviews1 follower
January 21, 2022
Salah satu novel seri favorite sejak tahun 2015. Cerita yang bisa bikin pembacanya kembali nostalgia ke masa sekolah . Makasih Eris udah nulis novel and ini, banyak cerita yang bikin nostalgia waktu nge baca seri dear nathan, bahkan kejadian manispun sempat terjadi waktu release novel pertama ini. Terimkasih Eris 🥺🤗
Profile Image for Dita Nugraha.
67 reviews
October 9, 2022
Buku ketiga dri trilogi kisah Nathan dan Salma. Mengangkat isu pelecehan seksual yang sangat relate dengan keadaan sekarang ini. Tentang Salma dan Nathan yang beranjak dewasa, berjuang mengerjar mimpi, mencari jati diri, dan berdamai dengan diri. Tentang mencintai selayaknya orang dewasa, melepaskan, dan berserah pada takdir.
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.