Jump to ratings and reviews
Rate this book

Madielief

Rate this book
"Aku dinyatakan gila.

Sehari setelah aku mengunyah serangga, Ayah dan Bunda putus asa. Mereka melepasku, tetapi apa yang mereka lakukan terhadapku adalah kejahatan. Mereka menjerumuskan namaku dalam daftar anak yang menderita sakit jiwa. Padahal mereka tahu, bahwa aku sama sekali tidak sakit jiwa.

- Aditya Musa, 1972


Anjani, seorang calon psikiater muda yang ditugaskan melakukan riset di sebuah Rumah Sakit Jiwa khusus anak dan remaja, Madielief. Wanita muda itu menemui kejanggalan kala penelitiannya terhambat pada salah satu pasien yang tak pernah bicara, Aditya Musa, satu-satunya pasien dengan kewarasan pada sorot matanya. Hari demi hari, Anjani menyadari ada yang tak beres dengan rumah sakit itu. Pasien hilang satu per satu bersama hadirnya anomali senandung dini hari. Meski semua tak tampak sebagaimana mestinya, sang pemilik rumah sakit berdarah Belanda, Rudy van Halen meluruskan pandangan Anjani bahwa segalanya baik-baik saja, sampai Musa berkata, "Sekali kau masuk Madielief, tidak akan ada jalan keluar."

311 pages, Paperback

Published October 2, 2019

Loading...
Loading...

About the author

Kiranada

2 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
38 (39%)
4 stars
38 (39%)
3 stars
15 (15%)
2 stars
3 (3%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Nathania.
141 reviews3 followers
Did Not Finish
August 13, 2022
Alasan aku dnf buku ini karena banyak hal. Pertama, aku nggak cocok dengan gaya kepenulisannya, kesannya dangkal. Kedua, cerita yang terlalu fast-paced, semuanya serba cepat dan menurutku nggak ada waktu buat mikir. Adegan satu bisa loncat ke adegan lain. Ketiga, buku ini nggak memberi vibe seseram covernya. Sebagai buku dengan genre mystery thriller, ketegangan di dalam buku ini minim banget. Keempat, pembicaraan antar tokoh ini rasanya hampa buatku dan terkesan dibuat-buat. Hal lain yang cukup mengganggu buatku adalah pemilihan font serta banyak typo yang sering kutemui. Premisnya menarik dan aku pribadi masih penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya (karena aku berhenti di halaman 104), tapi aku nggak sanggup untuk baca terus sampai ending.
36 reviews
March 28, 2020
@novelmadielief oleh @kiranada_ (2019)
Blurb:
"Aku dinyatakan gila. Sehari setelah aku mengunyah serangga, Ayah dan Bunda putus asa. Mereka melepasku, tetapi apa yang mereka lakukan terhadapku adalah kejahatan. Mereka menjerumuskan namaku dalam daftar anak yang menderita sakit jiwa. Padahal mereka tahu, bahwa aku sama sekali tidak sakit jiwa."
- Aditya Musa, 1972

Anjani, seorang calon psikiater muda yang ditugaskan melakukan riset di sebuah Rumah Sakit Jiwa khusus anak dan remaja, Madielief. Wanita muda itu menemui kejanggalan kala penelitiannya terhambat pada salah satu pasien yang tak pernah bicara, Aditya Musa, satu-satunya pasien dengan kewarasan pada sorot matanya. Hari demi hari. Anjani menyadari ada yang tak beres dengan rumah sakit itu. Pasien hilang satu per satu bersama hadirnya anomali senandung dini hari. Meski semua tak tampak sebagimana mestinya, sang pemilik rumah sakit berdarah Belanda, Rudy van Halen meluruskan pandangan Anjani bahwa bahwa segalanya baik-baik saja, sampai Musa berkata, "Sekali kamu masuk Madielief, tidak akan ada jalan keluar." .
.
🌙
Aku suka cara penulis bercerita. Penggambaran tokoh, karakter, latar serta suasana sangat membangkitkan imaji dan rasa ingin tahuku. Menyusuri kehidupan di Madielief, berpetualang bersama Musa, Fajar & Amelia membuatku terjaga lebih lama, tapi listrik mati saat dini hari memaksaku berhenti membaca dan menghempaskan keinginanku untuk melanjutkan kisah mereka. Aku merutuki kejadian listrik mati yang tiba-tiba, tapi timbul sedikit ketakutan di benakku karena imajiku memvisualisasikan cerita dengan baik. Suasana dini hari dan senandung yang terdengar di Madielief. Aku berusaha membuang jauh pikiran buruk itu. Aku hanya terbawa suasana dan berdoa, berusaha untuk tidur di tengah kegelapan. Aku bangun sebelum shubuh. Setelah menyelesaikan rutinitas pagi, aku segera menuntaskan Madielief dan aku merasa lega. Terima kasih telah menerbitkan Madielief.
4.4 🌟
#Novelreview #NovelMadielief #NovelIndonesia www.instagram.com/reviewbytsuki
Profile Image for Aninda Putri.
12 reviews
October 27, 2023
Buku dengan genre misteri-thriller pertama yang aku baca, cukup menarik smpe buat aku kosong, mual, dan agak mengguncang jiwa. Karena latar tempat ini di rumah sakit jiwa, jdi tiap hari ketemu orang gila. Dan satu yang bikin menarik juga, Aditya Musa (14 tahun, tokoh utama) yang waras tapi masuk Madielief - RSJ anak dan remaja di salah satu desa kecil di Bandung. Bener² dibikin tahan napas tanpa diberi jedaaa! Gokilll sii, seruuu! Tapi menurutku banyak trigger warning juga di buku ini. Aku baca ini tanpa lihat review nya dulu, jdi shock beraatt di beberapa scene yang buat aku ke trigger :( masih hampa banget kalo keinget gimana tokoh 'villain' membunuh korban, sampe ga napsu makan 😭

First of all, aku kagum sama penulisnya yang lihai sekali dalam membangun suasana. Bener² berasa ikutan tegang dan takut, naik turun lahh, tpi ada yang bikin ketawa juga sama tingkah Fajar - salah satu pasien RSJ yang lucu, umurnya 8 thn. Penulis juga bisa buat pembaca seakan-akan ga diberi waktu buat berhenti baca, bawaannya penasaran dan penasaran. Poin plus lainnya, 'misteri' yang dibangun di awal bisa di keep sampe waktunya dan BOOM! Plot twist! Kereeen asliii. Endingnya juga pas.

Mungkin kekurangannya cuma di font yang menurutku agak ga enak dibaca dan ada beberapa ditemukan satu kalimat tanpa spasi, jdi pusing bacanya.

Rekomendasi buat temen² yang suka genre kayak gini. Tapi sebelumnya perhatikan TW yaaa ☝️

TW / murder, suicide, blood, violence.

Alhamdulillah pembaca masih waras meski sedikit terguncang jiwanya dan ngerasa hampa banget selesai baca :)
Profile Image for Kittoo..
3 reviews
March 29, 2026
⭐ 3,5/5

Sejak aku mulai sibuk, kayaknya Madielief adalah buku tercepat yang selesai aku baca. Aku lupa berapa lama, tapi nggak sampai seminggu karena aku betul-betul penasaran dengan semua yang akan dilakukan Musa, Fajar, dan Amelia.

Menurutku, buku ini bisa dibilang page turner. Jalan ceritanya cukup menarik. Aku penasaran banget apa yang terjadi di Madielief. Atmosfer yang dibuat juga sangat apik. Aku ikut ketakutan setiap adegan senandung malam, terutama bagian Amelia. Nggak kebayang gimana jadinya anak itu ditatap langsung oleh si makhluk. Namun, yang paling aku sesali adalah Fajar. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, kalau anak itu bebas, dia tetap nggak punya jalan keluar, karena di antara mereka (Musa, Fajar, Amelia), Fajar yang benar-benar 'rusak'. So, aku pikir, untuk apa yang didapat Fajar memang baik adanya walaupun aku benar-benar sesak jika disuruh menerima itu.

Lalu Anjani dan Rudy. Aku nggak bisa setuju kalau apa yang mereka lakukan akhirnya jadi cinta. Maksudku, pendekatan mereka singkat banget. Terlalu dini untuk disebut cinta. Aku kecewa banget dengan Anjani karena hal ini. Selain itu, aku juga mulai nggak berasa di pihak dia sejak dia makin kelihatan nggak berguna. Kurasa, nggak ada apa pun yang dia lakukan, selain bolak-balik pindah pihak. Sekalinya dijelaskan sesuatu yang padahal udah jelas dia alami sendiri pun, dia masih denial. Bucin sih, tapi emangnya harus setolol itu? Sorry. Bahkan menurutku, tanpa Anjani pun, Musa dkk bisa ngupas semuanya dengan bantuan Suster Dewi. Karena Anjani di saat-saat genting pun tetap nggak ngelakuin apa-apa, selain nyelamatin Musa dari cambukan Rudy. Tapi itu pun terlambat, kenapa nggak dari awal, sih, ngelarangnya? Hah!

Yeah, walaupun begitu, aku sama sekali nggak menyesal karena beli buku ini, tapi selain Anjani, aku cukup kesal karena pemilihan font-nya. Untung aja, aku nggak perlu waktu terlalu lama untuk terbiasa karena alurnya yang oke. Selain itu, aku juga kesal dengan berbagai typo yang sangat sering ditemuin di buku. Maksudku, tugas editornya apa sampai bukunya banyak typo begini? Bahkan tulisan di platform online, kayaknya, bisa meminimalisasi kekurangan itu daripada buku ini. Sangat disayangkan sekali.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
November 17, 2019
Oke, sejauh ini, ini adalah novel horor TERBAIK yang pernah aku baca.

Jujur sebetulnya aku sama sekali nggak punya ekspektasi apa pun. Cuma liat info PO di Grobmart, dan entah kenapa langsung tertarik. Jadi cuss, pesan saja~

Aku suka sekali dengan gaya penulisannya yang nggak perlu berbelit-belit. Cukup simpel dan langsung masuk pada intinya. Ketegangan di dalam novel pun dibangun dengan sangat cermat dan apik. Saking tegangnya, sampai pindah-pindah tempat duduk waktu baca XD

Untuk misterinya sendiri sebetulnya cukup mudah ditebak. Tapi tetap ketegangannya itu yang bikin makin excited untuk terus membaca.

Kekurangannya mungkin ada di hasil cetak bukunya. Di bagian sampul warna tulisan dan gambar terlalu gelap dan kurang tajam, sehingga nggak terlalu kelihatan. Beda sekali dengan poster promosi yang dipasang di Grobmart dsb. Begitu pula dengan penataan paragrafnya, banyak sekali yang tidak rapi. Bukan masalah besar memang, tapi cukup mengganggu kenyamanan membaca.



Kayaknya bakal bagus kalo dibikin film (tapi mengingat dunia perfilman Indonesia itu penuh sensor dan banyak sekali film bergenre horor yang pembuatannya abal-abal, kayaknya jangan deh).
Profile Image for Jeyaa.
96 reviews1 follower
November 28, 2022
Aku baru selesai membaca buku ini kemarin. Dalam pandanganku, selama membaca suatu buku membuatku bisa berimajinasi dan selalu teringat saat aku sedang mengerjakan hal lain. Berarti ada kelebihan dalam bukunya. Karena opini ini subjektif, jadi aku akan dengan senang hati bilang kl buku ini nggak membuatku bisa menebak apa sih sebenarnya? Apa sih kelanjutannya?

Buku ini cocok buatku yang ngga terlalu suka cerita misteri. Penceritaannya sederhana, ngga terlalu rumit dan berlilit atau berlapis masalah tanpa mengurangi ketegangan dan misterinya. Aku menikmati bukunya. Buatku ini bisa dicapai sama kepalaku yang terbiasa membaca buku 'cerah' wkwk.

Temen-temen yang memang suka misteri berat denga berlapis-lapis masalah memang jangan menaruh harap dan lebih baik mencari buku yang sesuai. Ekspektasi kita yang berlebihan sering menimbulkan kekecewaan, karena penulis jelas ngga punya kemampuan memuaskan semua orang.
Profile Image for Noel.
2 reviews
July 15, 2025
i actually bought this book back in 2022 right after i got discharged from the hospital. i stopped by the nearest gramedia, saw this on the shelf, and since it had already been on my list for a while, i grabbed it immediately. no regrets. honestly? it’s pretty hard to find a solid indonesian thriller. a lot of them lean into low-effort horror or come with vague “based on true story” bs claims that feel more gimmicky than genuine, but this? it may not be perfect, but it’s great. exactly the kind of thriller I’ve been looking for in indonesia. the atmosphere is gripping, and i absolutely adore the main character, musa. in my head, he’s my grandpa telling me chilling stories from his younger days. some parts were genuinely disturbing and kept my heart racing the entire time and to those calling the writing “shallow”? what did you expect from a book that started on wattpad? for what it is and where it came from, i personally declared that it delivers more than most.
Profile Image for wita.
20 reviews
November 19, 2025
Buku ini mengisahkan tentang rumah sakit jiwa anak yang bernama Madielief, dengan tidak lebih dari 300 halaman buku ini menceritakan segala keanehan yang terjadi dan dialami oleh penghuninya. Mulai dari Aditya Musa, anak laki-laki waras yang dinyatakan gila, sampai Dokter muda yang tengah menjalani tugasnya di rumah sakit jiwa tersebut.

Setelah membaca, aku jadi paham mengapa ada beberapa orang yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan buku ini, seperti banyak yang rancu dan serasa tidak pas. Tapi untuk plot menurutku sudah cukup oke, setiap paragraf nya juga terbayang bagaimana jalan ceritanya. So far, dari dua karya Kak Kiranada, aku tetap suka karya keduanya. Mari Jangan Saling Jatuh Cinta! tapiiiii untuk buku dengan genre horror, aku suka.
Profile Image for Ara ❦.
134 reviews11 followers
May 5, 2023
3🌟 padahal cerita ini sangat berpotensi. Cerita ini jujur saja sangat membekas di kepalaku bahkan sejak masih ada di wattpad.

Pertama, pilihan font dan ukurannya yang sedikit besar menggangguku saat membaca, tapi akhirnya kulanjutkan saja. Kedua, gaya penceritaannya begitu2 saja dan menggunakan banyak kata yg sama, jadi terkesan tidak variatif. Deskripsi mengenai tempat RSnya kurang jelas tergambar di kepalaku. Lalu, jika kubaca ulang, memang alur yang digunakan fast pace, sehingga mnurutku tidak terlalu memberi kesan yang kuat atas penggambaran emosi karakternya.

Kutambahkan 0,5🌟 untuk kemunculan senandung dini hari dan makhluknya yang memberi kesan kuat di kepalaku.
Profile Image for Gel.
5 reviews
July 2, 2025
Baca Madielief ini jadi kayak… apa ya? Suasananya gloomy dan suram. Kadang lebih ke psychological thriller, kadang lebih ke horor terutama saat malam hari perempuan misteriusnya muncul. For me, kisah di balik kenapa si anak perempuan masuk RSJ makes me sad. Sebenernya aku lebih suka kalau mereka berdua ga berhubungan di lomba piano itu, karena dengan premis tersebut seolah keduanya memang linked to each other since then. Tapi gapapa, I still enjoyed a lot. More like psychological horor and sad, ga serem serem banget, ga mikir banget jadi cocok dibaca buat yang mau mulai baca genre seperti ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews367 followers
September 11, 2022
** Books 91 - 2022 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2022

3,7 dari 5 Bintang!


Sejujurnya tadi aku tidak berencana membaca buku ini tetapi ketika ponselku harus diisi dayanya akhirnya mau tidak mau beralih bacaan yang sebelumnya dari buku elektronik menjadi buku fisik. Aku memilih buku ini karena melihat teman book twitterku, Kak Icha sedang membaca buku ini sehingga mau tidak mau aku ada temannya bukan? Selain itu genre misteri thriller adalah salah satu genre comfort zoneku yang pasti aku akan menyelesaikannya dalam sekali duduk. Kalian pasti juga punya genre yang menjadi comfort zone kan pastinya?

Buku ini menceritakan kisah dari Perspektif seorang remaja tanggung bernama Aditya Musa yang dijebloskan kedalam rumah sakit jiwa anak-anak di Bandung bernama Rumah sakit jiwa Madielief.. siapa sangka ia ternyata kerasan dan mulai berteman dengan teman2 yang nyaris seumuran dengannya ada Fajar yang kehilangan abahnya ketika masih kecil dan ada juga Amelia seorang perempuan yang terobsesi dengan kemenangan lomba musiknya yang pernah diikutinya. Ternyata di rumah sakit jiwa ini menyimpan kisah gelap dimana satu persatu penghuninya menghilang begitu saja tanpa diketahui. Ada apakah yang terjadi dirumah sakit jiwa ini? Nyanyian senandung di tengah malam setiap pukul 02.30 dini hari akan menjadi kunci dari semuanya..

Ceritanya seru aku jujur kaget sih ga menyangka kalau ada plot twist seperti itu di buku ini. Aku kirain si ***** yang penjahatnya ternyata malah si ****** benar2 diluar dugaan sama sekali. Saking serunya aku menyelesaikan buku ini dalam sekali duduk karena penasaran apa dibalik kejadian yang terjadi di Rumah sakit jiwa madielief ini.. hal yang aku sayangkan kenapa ada cerita epilog lanjutan kisahnya Aditya Musa yah aku sudah cukup puas kalau ceritanya sampai kasus di rumah sakitnya terungkap sii sebenarnya.. Tapi mungkin pembaca lain ada yang penasaran juga yah bagaimana closure kisahnya Musa dan juga Amelia?

Aku lupa siapa yang merekomendasikan buku ini kepadaku yang jelas teman book twitterku huhu.. terima kasih karena aku menemukan salah satu buku psychological thriller yang menarik hatiku
Profile Image for Tiara.
8 reviews
January 30, 2023
ceritanya bener bener bikin cape batin, dari perjalanan menguak tentang rsj madielief sampai semua terkuak dan setelah semua alasan dibalik kejanggalan rsj itu terbuka makin tambah capek batinnnn, agak kesel sama karakter anjani tapi yah kalo berada di posisinya jg mungkin kayak gitu? i dong know tapi ceritanya seru dan memuaskan walaupun setelah selesai membaca agak ngerasa kosong tapi juga tetap ngerasa bahagia buat musa dan amelia
Profile Image for any୨ৎ.
240 reviews
March 3, 2020
baca pertama kali di wattpad karena covernya yang sangat unik dengan penuh misteri. semuanya perfect, dari alur sampai suasananya yang menegangkan. tapi menurutku, ceritanya mudah ditebak namun hal tersebut tidak membuat aku berhenti membaca karena, ya, ceritanya langsung membuatku jatuh cinta dengan tokoh utamanya. uwu.
Profile Image for Yuuki.
11 reviews
April 5, 2022
Salah satu buku yang membekas bagi saya. One of my favorite, the atmosphere, character and plot is just really amaze me. Adrenaline yang saya rasakan ketika membaca buku ini benar benar membuat saya tersenyum dan tidak bisa berhenti hingga halaman terakhir. Love everything about this book, thank you for making this book, kak kiranada. Last but not least; Musa, my beloved <3
Profile Image for Nurul.
83 reviews2 followers
October 24, 2021
Akhirnya saya selesai baca Madielief. Terus terang, saya tidak suka dengan cerita dalam novel ini. Terlalu banyak hal yang cukup mengganggu maupun mengganjal selama membaca ini.
Profile Image for Kalilah.
22 reviews
July 1, 2026
si rudy matinya terlalu ez
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for F A.
2 reviews
October 19, 2026
0.75 stars reducted karena keputusan author-nya terkait nasib beberapa karakter di ending yang menurutku pribadi unnecessary :(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mila.
35 reviews1 follower
May 1, 2020
Bagaimana rasanya menjadi satu-satunya pasien waras di dalam rumah sakit jiwa?

Madielief menceritakan kisah rumah sakit jiwa khusus anak yang terletak di Bandung. RSJ ini tampak normal dari aktivitas-aktivitas yang terlihat. Namun, Musa meyakini Madielief menyimpan sesuatu yang mengerikan.

Musa menjadi pasien yang masuk RSJ itu setelah mengunyah serangga. Dia tidak gila dan semua orang tahu itu. Kehadiran Anjani di RSJ itu mencoba memahami karakter Musa yang berbeda dengan pasien lainnya. Namun, Musa beberapa kali memperingati Anjani mengenai kejanggalan Madielief, tetapi psikiater muda itu tetap tidak memercayai Musa.

Kehidupan Musa di Madielief tidak hanya sekadar diam di kamar atau mengikuti senam bersama di pagi hari. Musa, Fajar dan Amelia diam-diam menyelidiki tentang sosok senandung dini hari. Sosok menyeramkan yang selalu muncul saat jam 02.30 dini hari dan diyakini sebagai penyebab hilangnya anak-anak satu per satu.

Semua kejanggalan-kejanggalan tentang Madielief mulai terungkap dan mengarah pada satu nama, yaitu Rudy van Helen, pemilik RSJ Madielief.

Apa sebenarnya misteri dari Madielief ini?

…

Kisah misteri berbalut horor sukses kak Kiranada hadirkan dalam Madielief. Musa yang gigih berani dan tak menyerah membuatku kagum untuk anak seusia remaja itu. Fajar yang super lucu dan gemess. Anjani yang buat aku geregetan sumpah. Suster Dewi yang ternyata selama ini… Dan tabiat Rudy yang terbongkar membuat aku tersenyum puas diakhir cerita.

Novel ini rekomendasi buat kalian yang tidak hanya suka misteri, tetapi juga thriller. Untuk kekurangan sebenarnya ada pada buku cetaknya, tapi overall, novel ini memuaskan aku.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews