Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sabine le petit dragon

Rate this book
"Bienvenue à Technopolis, le plus grand centre de créatures virtuelles sur Internet ! Élevez votre propre Technomon ! ". Au départ, Josh trouve ce jeu stupide. Mais à l'école et à la maison, tout va de travers. Alors, pour se distraire, Josh s'inscrit sur le site et choisit un Technomon Flagondra. Deux jours plus tard, il trouve dans sa chambre un oeuf étrange... d'où sort un petit dragon, bien réel ! La vie de Josh ne sera plus jamais comme avant...

237 pages, Paperback

First published January 1, 2003

Loading...
Loading...

About the author

Tim Kennemore

11 books2 followers
"Tim Kennemore has written seven books for children previously, and was a runner up for the Carnegie Medal in 1982. She likes computer games, roller coasters and treasure hunts! She lives in North London with her two children."

From: Andersen Press

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (27%)
4 stars
28 (37%)
3 stars
21 (28%)
2 stars
3 (4%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Myrah.
74 reviews
August 8, 2012
I've been in love with this book and this idea since I was eleven! I was just thinking about it all time, imagining how the story would go on... I was on 'Neopets' (a website where you can have virtual pets) back then, so it was really interesting. I read it about four times I think.
Profile Image for Evelien Berkemeijer.
3 reviews2 followers
December 30, 2021
Mijn favoriete kinderboek opnieuw gelezen, in één ruk uit. Toegegeven: ik mis wel de diepgang van een boek voor volwassenen, maar desalniettemin wil ik alsnog een draak en vond ik het plot goed.
Profile Image for Monica M.
488 reviews4 followers
November 19, 2021
Setelah membaca epilognya, saya hanya bisa bilang 'Ya ampun Molly'. lol

Lalu membaca email terakhir dari Minerva, dimana dicantumkan nomor anggotanya...Jangan-jangan Flagondra Minerva

Sepertinya ada sedikit ketidakkonsistenan cerita. Seingat saya, adik bayi mereka sudah rewel sejak awal cerita, sejak sebelum ada Sabine, kok belakangan Sabine yang jadi tertuduhnya?

Keseluruhan cerita oke lah, cocok untuk dibaca anak usia SD.
Profile Image for Jimmy.
155 reviews
July 13, 2009
Sabine dan Tamagochi – Belajar Bertanggung Jawab

Masih ingat dengan Tamagotchi?

Tamagotchi adalah konsol permainan yang portable yang diluncurkan oleh perusahan game Jepang, Bandai, pada tanggal 23 November tahun 1996 di Jepang. Tamagotchi saat itu sangat terkenal dan menjadi sebuah fenomena di masyarakat sekitar tahun 1997. Tamagotchi berasal dari kata tamago (dalam bahasa Jepang berarti telur) dan watch (dalam bahasa Inggris berarti jam tangan). Jadi, selain berfungsi sebagai game, tamagotchi bisa juga digunakan sebagai jam tangan.

Sang pemilik menikmati permainannya dengan cara memelihara Tamagotchi. Mulai dari memberi makan, membersihkan kamar, sampai mengajak Tamagotchi bermain-main. Mirip dengan hewan peliharaan, Tamagotchi memang harus dirawat dan dipelihara agar tetap hidup, bertumbuh dan berkembang. Dalam keadaan sehat dan terawat dengan baik, Tamagotchi akan terlihat ceria. Tetapi Tamagotchi bisa marah kalau sang pemilik melalaikannya. Bahkan, Tamagotchi bisa mati kalau diterlantarkan. Dengan pemeliharaan yang baik, Tamagotchi bisa berubah bentuk dan mempunyai sifat yang dipengaruhi oleh cara pemeliharaan, berat badan, dan suasana hatinya.

Josh, seorang murid SD diperkenalkan dengan sebuah game online yang bernama Technomon. Awalnya dia tidak tertarik untuk mencoba game itu. Sampai suatu saat, dia merasa sangat bosan di rumahnya. Akhirnya, dia mengunjungi situs Technomon untuk melihat seperti apa game tersebut. Ternyata, sama seperti Tamagotchi, Josh juga diberi tanggung jawab untuk memelihara sebutir telur sampai menetas. Setelah telur menetas, dia juga harus merawat hewan itu dengan baik. Dari sejumlah hewan yang ditawarkan, Josh memilih untuk menetaskan telur Flagondra, sejenis naga api.

Namun, Josh mendapatkan privilege dalam permainan ini, karena game yang tadinya dimainkan secara online, ternyata muncul juga di dunia nyata. Disinilah dimulai kisah Josh dan adiknya, Molly, belajar bertanggung jawab untuk merawat sang naga. Dan, naga itu pula yang membantu Josh untuk memberikan “pelajaran” kepada Shane dan Dylan yang suka menggencet Josh dan murid lainnya di sekolah.

Ceritanya menarik dan lucu. Tapi, kok cerita sang naga berhadapan dengan berandalan sekolah terlalu sedikit (sedikiiiiiiiiiiiiit malah) untuk dijadikan menjadi sub judulnya.
Profile Image for Dian Hartati.
Author 10 books35 followers
April 1, 2015
Selalu menyukai kisah-kisah berbau naga. Barangkali suatu waktu akan menulis prosa tentang hewan penyembur api ini.

Alasan utama membaca buku ini, ingin mengetahui cara penulis membalut hal imaji berpilin realis.
Profile Image for Mullen Natalie.
306 reviews5 followers
July 24, 2025
ich lese die Bücher erst bevor ich die an Kinder gebe. Heute weiß man nicht was da drin steht.

Dieses Buch ist meiner Meinung nach nicht für Kinder geeignet. Die Familie hat ein Baby, die Mutter kümmert sich nicht um die Familie da total überfordert, in der Schule ist eine Gang die den Jungen fertig macht. Absolute keine Geschichte über einen Drachen sondern eher über Drama und Gewalt. Nicht was propagiert wurde und nicht was Leute so berichten. Der Drache läuft nebenbei mit.

Buch wurde entsorgt. Kinder sollen aufgebaut werden, entspannen. Die brauchen keine Eheproblem und Bullying in der Schule in einem Buch welches propagiert das es sich um einen Drachen handelt.
Ich fand das Buch total deprimierend und ärgerlich. Geld ausgegeben für nix.
Profile Image for Lochlann.
35 reviews1 follower
January 12, 2023
Super petit livre. Se lit rapidement. La morale est bien écrite. J'avoue l'histoire du jeu me rappel un peu aussi mon adolescence.
Profile Image for Aleetha.
488 reviews31 followers
December 12, 2012
Sejak Caludio ,sahabatnya pindah ke Itali, Josh tak lagi menemukan sesuatu yang menarik di sekolah. Josh ingin cepat cepat pindah ke sekolahnya yang baru. Lepas dari cengkraman Shane Walters dan berandalan lain. Semua itu yang ada dibenak Josh sebelum ia mengenal seekor bayi naga.

Bayi naga itu berasal dari Technopolis. Pusat Hewan Peliharaan Maya di internet. Bayi naga tidak hanya hidup di dalam dunia maya, namun muncul didalam kehidupan nyata. Semua itu berkat mouse Technopolis pemberian teman kelasnya dan tentu saja nomor pemilik yang dimiliki Josh, 6.666.666.

Awalnya Josh tak menyangka bayi naga itu ada. Sampai adik perempuannya, Molly, menemukannya saat mereka melakukan permainan mencari telur. Josh tidak hanya merasa aneh namun juga begitu kaget ketika mengetahui bahwa telur itu hidup. Bahkan ketika telur itu menetas.

Josh berusaha agar tak satupun yang mengetahui keberadaan naga kecil itu sampai suatu saat Molly mendengar suara yang dikeluarkan oleh naga tersebut. Josh tak punya pilihan lain ketika Molly mulai memindahkan naga kecil itu ke kamarnya bahkan menamainya Sabine. Josh membiarkannya karena dikamar Molly terdapat Rumah Boneka yang pantas untuk Sabine beristirahat, bukan kotak es krim seperti yang diberikan Josh.

Bersama Molly, Josh pun mulai memahami binatang peliharaan mereka yang tidak biasa ini. Dengan 500 Technickels, mereka mulai membeli makanan, minuman bahkan mainan untuk sabine. Seiring bertumbuhnya Sabine, makanan dan minumannya juga berubah. Bahkan untuk meningkatkan kecerdasaannnya, mainan yang dimiliki Sabine juga perlu ditambah. Josh dan Molly. Untunglah ada Minerva, yang juga memelihara hewan di Technopolis, memberitahu cara memperoleh uang bahkan sampai 1000 technickels. Sayangnya tak semudah yang dibayangkan Josh dan Molly. Mereka harus memenangkan permaina tebak gambar yang memerlukan ingatan yang kuat dan Master Mind yang memerlukan kecerdasaan logika yang tinggi.

Dari permainan awal, Josh hanya berhasil mendapatkan beberapa technikels dan itu belum cukup untuk membeli kebutuhan Sabine.Josh menjadi pusing dibuatnya. Belum selesai memikirkan masalah Sabine, Josh harus berhadapan dengan masalah ibunya yang senewen karena tangisan adiknya tak pernah berhenti kecuali berada diluar rumah.

Akhirnya jalan keluar ditemukan Josh. Untuk menguasai salah satu permainan itu, ia membutuhkan seorang yang bisa mengajarinya. Orang itu tak lain adalah Wiliam Beresford, anak baru di kelasnya. Begitu meminta, Wiliam langsung menyambutnya dengan hangat. Setelah beberapa hari belajar bagaimana menyelesaikan permainan Master Mind akhirnya, Josh berhasil menguasai triknya dan tentu saja mampu menghasilkan lebih banyak Technikels yang dibelanjakannya untuk keperluan Sabine. Tak hanya itu, mempelajari Master Mind membuatnya menjadi lebih akrab dengan William. Bahkan anak laki laki cerdas itu mengajaknya untuk bergabung di Klub Permainan.

Setiba di rumah, Josh dan Molly dikagetkan dengan pengumuman yang diberitahukan oleh ayahnya. Nenek Helen akan tinggal di rumah mereka beberapa hari untuk membantu ibu mereka mengurus rumah yang tampak tak terawatt semenjak tangisan Luke taak pernah berhenti. Hal itu membuat mereka kalang kabut. Nenek Helen terkenal dengan kegemarannya memeriksa dan memindakan barang orang lain seenaknya.Tak ada tempat untuk menyembunyikan Sabine sekarang. Dan astu satunya jalan keluar adalah membawa Sabine ke sekolah.

Ternyata di sekolah pun bukan tempat yang aman untuk menyembunyikan Sabine. Setelah efek obat tidur yang diberikan Josh habis, Sabine membuat gerakan aneh. Yang membuat para berandalan menjadi penasaran apa benda yang berada di dalam tas Josh. Perkelahian pun tak dapat dielakkan. Shane Walters dan teman-temannya mulai memukuli Josh bahkan ketika Molly yang hendak membantu kakaknya, tangannya malah dipelintir oleh Shane. Karena tak ingin Molly disakiti lebih jauh, ia pun mengambil kotak es krim itu untuk memperlihatkan naga kecil itu kepada para berandalan. Tak disangka, Sabine mengeluarkan semburan api yang panas dan menghantam dahi Shane. Seakan Sabine ingin membalas semua perbuatan mereka terhadap Josh dan Molly

Kejadian di sekolah membuat Josh berpikir, bawa mereka tak bisa lebih lama memelihara Sabine. Terlebih ketika mengetahui bahwa suara Sabine yang menyebabkan Luke tak berhenti menangis. Namun untuk melepaskan dan membiarkan seseorang mengadopsi Sabine adalah hal yang berat bagi Josh.

***

Ngga kebayang kalau naga itu benar-benar ada. Binatang yang satu itu memang benar benar keren. Bahkan waktu masih asyik dengan Hiccup Horrendous Haddock III, jenis naga tuh bermacam macam. Bahkan ada Naga yang cengeng. Sampai saya heboh nyari di internet. Dari hasil pencarian, ternyata setiap negara punya cerita sendiri tentang naga. Tapi negara yang paling identik dengan Naga sih China. Tapi sayangnya sampai sekarang saya tidak pernah baca cerita tentang naga dari negeri yang satu ini.
Profile Image for Endah.
285 reviews162 followers
November 16, 2008
Biasanya kalau mood baca lagi menurun, untuk membangkitkannya kembali saya akan membaca buku cerita anak-anak, sebab membaca buku anak-anak itu selalu terasa menyenangkan. Kita akan senantiasa bertemu hal-hal ajaib yang mungkin hanya sempat mampir dalam imajinasi. Segala hal yang selama ini hanya sanggup kita bayangkan, akan kita nikmati di buku-buku itu. Selamanya, buku-buku anak itu, bagi saya, menghibur. Penuh petualangan dan lucu. Menurut saya, buku (anak-anak) yang baik adalah yang menyenangkan dan tidak menggurui.

Sabine adalah salah satu buku yang mampu membangkitkan kembali mood membaca saya yang sempat drop karena sok sibuk selama lebaran kemarin. Buku yang aslinya berbahasa Inggris ini ditulis oleh Tim Kennemore.

Ceritanya menyangkut seekor naga betina kecil yang diberi nama Sabine. Kita tahu, binatang khayalan ini cuma ada dalam dongeng-dongeng fantasi. Tetapi dalam buku karya penulis asal Inggris ini, naga mewujud nyata dalam kehidupan kakak beradik Josh dan Molly.

Sejak kelahiran adik mereka, Josh dan Molly agak ditelantarkan oleh ibu mereka. Hanya ayah mereka saja yang sesekali masih menyempatkan diri untuk jalan-jalan bersama di akhir pekan. Adik mereka yang lahir prematur itu sangat membutuhkan perhatian ekstra, yang menyita nyaris seluruh tenaga, pikiran, dan waktu kedua orang tua mereka. Ditambah lagi, di sekolahnya Josh bukan termasuk anak yang populer dengan sifatnya yang pendiam itu. Dia kerap menjadi bulan-bulanan sekelompok anak bandel yang tidak suka pada kepintarannya di kelas. Josh lebih banyak bergaul dengan murid-murid perempuan yang tengah demam mainan teknomon di internet.

Teknomon adalah sejenis games di internet berbentuk hewan peliharaan. Pemainnya boleh memilih hewan peliharaan sesuai selera masing-masing. Mereka, hewan tekno itu, bisa berwujud reptil, burung, ikan, atau seekor naga. Lantaran iseng, suatu kali, Josh tergoda juga untuk membuka situs Technopolis yang merupakan Pusat Hewan Peliharaan Maya di internet. Niatnya hanya sekadar melihat-lihat saja, sebab menurutnya, teknomon cuma pantas untuk cewek-cewek.

Namun, rupanya dari iseng-iseng itu, Josh malah menemukan sebuah keasyikan baru. Bukan cuma keasyikan bermain, tetapi juga keajaiban yang tak disangka-sangka. Telur naga yang dipilihnya ternyata benar-benar dikirimkan ke kamarnya dalam bentuk yang sesungguhnya. Telur itu kemudian menetas, menjadi seekor bayi naga betina yang menggemaskan. Sejak itu dunia Joshpun berubah.

Bersama Molly, Josh memelihara dan membesarkan naga yang lalu diberi nama Sabine itu. Oleh karena Sabine berasal dari dunia maya, maka hanya anak-anak sajalah yang bisa melihat sosok mungilnya. Orang-orang dewasa bahkan tak dapat merasakan kehadiran makhluk tersebut. Sayangnya, Sabine membuat adik bayi mereka ketakutan sehingga menangis sepanjang hari. Josh dan Molly harus memilih : terus memelihara atau melepaskan Sabine pergi.

Segala unsur cerita anak-anak dapat kita temui dalam Sabine: humor, persahabatan, petualangan, dan terutama, fantasi. Kennemore memadukan cerita realis dan dongeng dalam buku ini. Josh dan Molly adalah tokoh-tokoh dari dunia nyata, sedangkan Sabine datang dari negeri khayal (Technopolis). Tanpa terasa mengada-ada, Kennemore membuat semua yang terjadi dalam kisahnya berlangsung wajar. Semua kejadian, yang paling musykil sekali pun, ada penjelasannya. Naga selaku tokoh pendamping (dan bukan burung misalnya) adalah sebuah pilihan yang cerdas sebagai perwakilan makhluk dari negeri dongeng.

Sudah barang tentu ada pesan moral hitam putih yang ingin disampaikan Kennemore. Josh yang baik hati itu ada di sisi putih, sementara teman-temannya yang suka mengganggunya, berada di sisi seberang. Sosok Josh ditampilkan sebagai bocah lelaki kerempeng yang biasa-biasa saja dengan sejumlah masalah di keluarganya. Ia bukan anak yang "sempurna" tanpa cela. Seperti layaknya seorang kakak di manapun, ia sering merasa jengkel kepada adik perempuannya, Molly, walaupun sebenarnya ia amat menyayangi adiknya itu. Terlebih lagi ketika kemudian ia sadar betul betapa Molly ternyata adik yang sangat bisa diandalkan.

Untuk sebuah bacaan kanak-kanak, Sabine patut direkomendasikan.***



Profile Image for Nenangs.
498 reviews
January 30, 2012
ceritanya bagus.
endingnya ada sedikit twist yang tidak (terlalu) terduga. maksudnya, gw sudah menduga hal itu, cuma nggak nyangka hal itu jadi endingnya banget.
beberapa hal tidak terjawab, entah sengaja atau gimana.
sub judul menimbulkan expektasi menyesatkan.

3,4*
Profile Image for Hannah.
618 reviews15 followers
January 19, 2011
This was particularly well written for a children's book. I really enjoyed it, from the concept, to its journey and especially the conclusion.
Displaying 1 - 15 of 15 reviews