Punya pacar kpopers? Males banget! Itu yang Sara rasakan selama berpacaran dengan Gangga. Pacarnya itu jauh lebih peduli Red Velvet yang baru saja merilis video klip daripada dirinya. Belum lagi ada Damar, cowok kelas sebelah yang sering berkelahi dengan Gangga dan mengatainya kurang laki karena menyukai girlband. Di sisi lain, muncul seorang cewek bernama Gea yang senantiasa mendukung hobi Gangga. Kehadiran Damar, Gea, dan Red Velvet dalam hubungannya dan Gangga membuat Sara kesal. Sampai akhirnya, Sara memberikan Gangga ultimatum. Red Velvet atau dirinya? Pokoknya, Gangga harus pilih!
Apa salahnya kalau cowok suka sama K-Pop? Itulah pertanyaan yang selalu hinggap di pikiran Gangga. Rasa sukanya pada musik asal Korea Selatan itu selalu menjadi bahan olokan teman-teman sekolahnya, terutama para cowok. Gangga yang merupakan fans dari girl group Red Velvet acap kali membuat video reaction akan MV K-Pop di youtube. Tak disangka hobinya itu membuat Gangga menjadi seorang youtuber yang memiliki banyak subscribers. Walaupun bisa dibilang cukup terkenal dan menghasilkan uang dari hibu fanboying-nya, tapi pacar Gangga, Sara, justru sebal dengan kelakuan Gangga tersebut. Sara berpikir jika Gangga hanya membuat malu dirinya sendiri dengan reaksinya yang berlebihan terhadap K-Pop. Sara ingin jika Gangga hanya fokus pada belajar karena sebentar lagi mereka akan ujian dan masuk ke universitas. Gangga sendiri sebenarnya cuek akan olok-olok orang-orang di sekitarnya akan minatnya pada K-Pop. Justru Gangga merasa bahagia setiap kali menekuni hobinya membuat video tentang K-Pop. Sering disebut "alay" tak menghalangi Gangga dalam mengekspresikan kebahagiannya terhadap K-Pop.
Melihat Gangga yang menyukai K-Pop entah kenapa membuat Danar jijik dan dengki. Tingkah laku Gangga yang dianggap konyol dan berlebihan oleh Damar membuat naluri isengnya muncul. Damar seakan puas dan senang jika berhasil membuat Gangga kesal dengan mengolok-olok hobinya yang berhubungan dengan K-Pop. Damar tidak sendiri dalam melancarkan aksinya tersebut. Selalu ada dua sahabatnya, Ganjar dan Nugra, yang membantu Damar untuk merundung Gangga. Sebutan banci Damar sematkan pada Gangga karena menjadi seorang fanboy. Di balik keusilan Damar ada Gea yang justru hadir dan mengaku sebagai subscriber sekaligus penggemar Gangga. Gea merupakan pecinta K-Pop yang sering menonton video reaction di channel youtube Gangga. Gangga yang pada awalnya akan mulai berhenti mengunggah video ke youtube akibat tidak mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya, justru malah mendapat sokongan semangat dari seorang gadis yang baru dikenalnya Gea. Di balik semua drama kehidupan Gangga terdapat kisah hidup yang menyakitkan di baliknya. Bisakah Gangga terus berkarya di tengah hujatan orang-orang di sekitarnya? Kisah menyakitkan apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Masa remaja adalah masa-masa yang menyenangkan sekaligus sulit di saat yang sama. Senang karena bisa mengeksplor dan mengekspresikan berbagai hal. Serta sulit karena penuh kebimbangan dalam diri. Ini yang tertuang pada Addicted. Kita bisa melihat kebahagiaan yang Gangga rasakan saat membuat video tentang K-Pop. Namun, di sisi lain Gangga pun dihadapkan pada pilihan sulit antara passion-nya atau omongan orang-orang di sekitarnya. Kegalauan pun muncul dalam diri Gangga. Meskipun ceritanya terbilang kompleks, tapi cover bukunya berkata lain. Cover buku yang didominasi warna kuning ini memerlihatkan sisi yang simpel dan sederhana. Ilustrasi seorang laki-laki yang dibuat dengan gaya manga Jepang mewakili tokoh Gangga. Bagaiman hoodie merah ditambah celana jeans hitam menunjukkan gaya Gangga yang sederhana, tapi tetap berkiblat pada K-Pop. Aksen warna hitam yang menyertai pun menambah kesan artistik yang tidak berlebihan. Font untuk judul bukunya pun terlihat cantik dengan warna merah yang memikat.
Menceritakan tentang kehidupan remaja pada umunya, seperti sekolah, belajar, bermain, hingga keluarga, Addicted memberi sentuhan yang lain dengan membumbui unsur K-Pop di dalamnya. Bagaimana Gangga yang hobi dan suka dengan K-Pop dipandang aneh dan konyol hanya karena ia seorang laki-laki. Di satu sisi Gangga ingin terus menekuni hobinya yang berhubungan dengan K-Pop, tapi di sisi lain Gangga tidak didukung sama sekali akan hobinya tersebut bahkan oleh keluarganya sendiri. Di sini pembaca akan melihat gejolak dan kebimbangan seorang Gangga yang harus memilih passion-nya atau tanggapan orang-orang terdekatnya. Incainica menunjukkan bagaimana pemikiran yang belum cukup terbuka di Indonesia di mana melenceng sedikit saja dari kebiasaan yang ada akan dianggap aneh dan konyol. Pada awalnya saya mengira jika Addicted akan menyuguhkan cerita remaja yang berbalut komedi. Namun, nyatanya Addicted jauh lebih kelam dan serius ketimbang cerita remaja biasa. Pembaca akan disajikan keceriaan di awal, tapi menuju akhir akan ada realita kehidupan yang disodorkan oleh penulis.
Di sini penulis ingin memerlihatkan empat tokoh utama dengan kepribadian yang berbeda-beda. Pertama ada tokoh Gangga yang addicted banget dengan musik K-Pop. Gangga ini pada awalnya saya kira memiliki karakter yang konyol dan penuh guyonan, tapi semakin menuju akhir Gangga justru terlihat sebagai sosok yang introvert, tapi tetap ceria dan riang gembira. Rasa cintanya pada K-Pop tergambarkan dengan amat sangat jelas. Bagaimana Gangga sering membuat video reaction tentanh K-Pop, koleksi album Red Velvet, hingga kamarnya yang penuh poster Red Velvet. Judul Addicted memang terasa pas jika melihat tingkah laku Gangga saat berurusan dengan dunia K-Pop. Kedua ada Sara yang merupakan pacar Gangga. Sara ini mungkin bisa dibilang sosok gadis yang kaku, pintar, dan disiplin. Sara sangat suka dengan belajar khususnya mata pelajaran matematika. Cita-citanya untuk menjadi dokter dan masuk ke Universitas Indonesia yang menjadilan Sara sangat serius dalam belajar. Namun, sayangnya rasa suka Sara terhadap belajar justru menjadi obsesi yang buruk khususnya bagi Gangga. Ketiga ada Damar yang merupakan sosok yang sering merundung Gangga akibat kegemarannya akan K-Pop. Damar sendiri merupakan remaja yang pembangkang, nakal, dan berani. Damar selalu melampiaskan rasa frustrasinya pada Gangga dengan cara mengejek dan menghinanya. Terakhir ada Gea yang bisa dibilang satu frekuensi dengan Gangga. Gea sama-sama menyukai K-Pop seperti Gangga. Sikap Gea yang suportif, ceria, dan setia kawan sangat membantu Gangga dalam menghadapi kegalauan hatinya. Semua tokoh utama yang terlibat di sini sangat menyebalkan bahkan sulit untuk merasa suka pada mereka. Dari keempat tokoh tersebut mungkin hanya Gea yang bisa saya beri simpati. Damar pun sesungguhnya berpotensi memicu empati saya, tapi entah kenapa melihat perilakunya yang brengsek, rasanya sulit untuk menaruh kepedulian pada Damar.
Novel ini memakai sudut pandang orang ketiga pada hampir semua tokohnya. Namun, narasi cerita inti masih diceritakan oleh Gangga, Sara, Damar, dan Gea. Di sini yang paling banyak mendapatkan porsi untuk bercerita ada pada Gangga dan Damar. Keduanya memang memiliki permasalahan yang cukup kompleks dan meskipun tidak berhubungan langsung, tapi tetap menarik untuk dibaca. Gaya bahasanya sangat ringan dan khas remaja. Penulis bisa menggiring pembaca untuk langsung larut dalam jalan ceritanya. Gaya bercerita penulis pun tergolong mengalir dan tidak bertele-tele. Alur ceritanya mungkin sedikit lambat, tapi ini bisa dimaklumi mengingat permasalahan yang ingin diangkat memang cukup serius. Rasanya permasalahan yang dialami keempat remaja ini memang relate dan nyata. Terakhir kehidupan remaja SMA-nya terasa banget. Kegiatan-kegiatan kayak belajar, makan di kantin, pergi ke kafe, sampai ikut bimbingan belajar memicu nostalgia dalam kepala.
Permasalahan yang terjadi dalam novel Addicted tergolong kompleks dan serius. Di sini ada tokoh Gangga yang hobinya membuat video tentang K-Pop malah dihujat dan ditentang oleh orang-orang di sekitarnya bahkan oleh ibu dan adiknya sendiri. Gangga mengalami kegalauan apakah dia harus tetap bertahan dengan passion-nya itu ataukah dia harus berhenti dan mengalah demi orang-orang yang dicintainya. Konflik yang dialami oleh Gangga ini sangat dekat dengan permasalahan kebanyakan remaja. Di mana biasanya orangtua kurang menghargai apa yang dilakukan oleh anaknya dan menuntut lebih. Kurangnya apresiasi orangtua terhadap apa yang anak lakukan menjadi masalah yang kerap kali terjadi di setiap keluarga. Selanjutnya ada konflik yang terjadi pada tokoh Damar. Damar memiliki luka dan masalah keluarga yang konteksnya masih sama seperti Gangga. Hanya saja Damar melampiaskan rasa frustrasinya pada hal-hal yang salah. Dua konflik remaja ini dibungkus dengan kehidupan remaja yang penuh dengan warna. Baik warna yang cerah maupun warna yang gelap.
Menjalani hobi yang dicintai akan menimbulkan rasa suka ria dalam hati. Namun, di saat orang-orang tidak mendukung apa yang kita jalani apakah rasa bahagia itu akan tetap ada? Ini yang ingin diangkat oleh penulis. Bagaimana sebagian besar orangtua acap kali menuntut lebih pada anak mereka. Padahal dengan mengapresiasi apa yang dilakukan anak sekecil apa pun itu akan sangat berarti. Saya suka dengan ide penulis untuk mengemas ini semua dengan unsur yang populer dan terasa dekat, yaitu K-Pop. Cerita remajanya terasa, drama dalam keluarga hadir, dan terakhir pesan serta maknanya tersampaikan dengan baik. Unsur cinta-cintaannya tidak terlalu kentara dan ini lah yang saya suka. Penulis lebih memfokuskan ceritanya pada impian dan permasalahan yang dialami para tokohnya. Kekurangan yang saya raskan terletak pada tokoh Gea yang masih sangat sedikit diceritakan. Masih banyak tanya akan tokoh Gea yang belum terungkapkan. Secara keseluruhan Addicted menggabungkan elemen-elemen remaja di masa sekarang dengan permasalahan yang terjadi dalam keluarga, khususnya hubungan anak dan orangtua.