Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rusunothing

Rate this book
wangi mentega
terbakar di tengah malam
pulang kantor lebih awal
memikirkan apakah aku
pernah menyelamatkan diriku sendiri
atau tidak

84 pages, ebook

First published November 18, 2019

6 people are currently reading
32 people want to read

About the author

Ratri Ninditya

7 books15 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (16%)
4 stars
40 (30%)
3 stars
54 (41%)
2 stars
14 (10%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 36 reviews
Profile Image for Evan Dewangga.
303 reviews37 followers
November 8, 2022
Jakarta yang hiruk pikuk, kubungkus plastik kresek, kubawa pulang ke rumah dengan buku ini. Seru rasanya mendengarkan bisik hingga bising ibukota, gaduh, tak pernah mau tidur. Diksinya on point, alunannya pas. Puisi bukan cuma pelarian, puisi juga hidup sendiri. Hidup yang ricuh, banyak job belum kelar, kontrakan mau habis, cicilan motor jatuh tempo. Malamnya party, paginya stress lagi. Balada kelas menengah ngehek asyik sekali digambarkan si Ratri Ninditya ini.

Teramat banyak sajak yang menggelitik di sini, hampir semua. Tak ada catatan puisi mana yang berkesan, kalau besok saya ingin mencoba mengingat isinya lagi, saya sarankan untuk future me, membaca ulang keseluruhan buku ini saja.
Profile Image for Yoshi Fe.
Author 1 book10 followers
December 10, 2019
Penyair masa kini dengan keberanian pilihan diksi ngehe yang mengagetkan dan kecuekan alih kode yang mengagumkan. Ia adalah teman berpuisi saya. Tapi dua sanjungan di atas gak saya tuliskan karena dia teman. Tapi karena dia layak mendapatkan sematan itu. Kopi, hati, dan senja, merutuk perlu tempat yang agung juga.
Profile Image for Zah.
67 reviews6 followers
April 22, 2022
pada pembacaanku yang pertama, aku banyak melewatkan realitas-realitas yang bertebaran dalam puisi-puisi di buku ini. ada jalan buntu, kemonotonan, kemuakan, kelelahan, keluhan yang ditahan-tahankan, dan hal-hal tidak mengenakkan lain yang harus ditelan tanpa meneguk air oleh penduduk-penduduk urban. lalu aku membaca ulang rusunothing di bulan april, di bulan kelahiranku. untuk menyiapkan hati dan diri karena sebentar lagi hal-hal tidak mengenakkan itu harus kutelan bulat-bulat. hadeh, asyem banget kalo beneran kejadian.
Profile Image for Edo Wallad.
Author 2 books1 follower
December 4, 2019
Kesesakan kehidupan perempuan di kota Jakarta dengan segala tuntutan society seperti kehidupan mapan, pergaulan, dan barang-barang belanjaan jadi keresahan yang disuarakan lewat puisi-puisi yang membuat kita bertanya-tanya pada diri sendiri; sebenarnya hidup gue itu apa sih?
Profile Image for Lisna Atmadiardjo.
146 reviews24 followers
December 21, 2019
Babat habis dalam 45 menit. Puisi-puisinya raw dan menyenangkan sekali dengan keliaran dan kejujuran dan ke-real-an. Like, I feel youuuu.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
November 8, 2020
Saya bukan pembaca puisi--pendeklamasi, mungkin, tapi itu dulu haha--tetapi saya pengin bisa menikmatinya. Setidaknya bisa ikut dengan iramanya dan menangkap maksud utamanya. Perbendaharaan puisi saya pun masih 'tradisional', tipe-tipe yang masuk ujian Bahasa Indonesia, dan tampaknya sejauh ini baru yang seperti itu yang terhubung dengan saya.

Makanya, saya pengin coba baca puisi kontemporer juga, karena bacaan novel saya pun kebanyakan kontemporer. Pas banget, waktu lihat buku yang masuk daftar Kusala Sastra Khatulistiwa ini sudah tersedia di iPusnas, saya langsung pinjam. Kovernya *chef's kiss*, apalagi lettering-nya. Puisi di dalamnya juga banyak memuat unsur plastik keresek, jadi pas dengan ilustrasinya.

Saya belum mengerti puisi, tapi saya yang awam saja bisa lihat puisi-puisi di buku ini dirangkai dengan teknik dan selera yang nyeleneh bin bikin kagum. Kayak, ketukan-ketukannya itu seketika bikin pembacanya mengerti maksud puisinya, meski maksud itu tidak dikatakan gamblang. Gimana, ya, kayak misalnya kata-katanya itu selada, tomat, saus Thousand Island, dan maknanya adalah salad sayur. Ya, kayak makan salad. Kesan saya sih, begitu.

Temanya sesuai judulnya, tentang kehidupan urban kelas menengah. Sejak tidak tinggal lagi di Ibukota, saya kehilangan perasaan seperti apa gaya hidup di sana, jadi wajar kalau saya kurang memahami. Namun, saya jadi tahu struggle-nya. Teman-teman saya yang bekerja di sana juga pasti bisa langsung relate. Ya, kondisi kosan lah, hari-hari budak korporat lah, mencoba membangun love life di tengah kesibukan dan dompet cekak, lah. Yang kayak gitu-gitu. Ada pula hal sederhana seperti menunggu di halte atau stasiun dan ketinggalan, pulang kantor jenuh, banyak kebutuhan tapi waktu cuma 24 jam. Benar-benar terasa membumi.

Kalau saya sudah lebih memahami puisi, saya pengin suatu saat mengunjungi buku ini lagi. Karena saya yakin, banyak yang bisa diapresiasi dari sekadar relatable-nya dengan kehidupan ibukota, meski memang yang satu itu juga jadi kekuatan buku puisi ini. Buat yang pengin sambat tapi lebih nyastra, bisa baca buku puisi ini dan nikmati permainan katanya.
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
October 30, 2022
This is mmm...kay. Beberapa puisi (yah, sebagian pembaca tidak menganggap puisi-puisi di sini adalah puisi dan saya cenderung setuju) di dalam buku ini cukup oke untuk dibaca dan dapat dinikmati. Namun, sayangnya lebih banyak yang bikin saya hanya ber-'mmm' saja; mencari-cari di mana letak "keindahan" sastera itu.

Beberapa (kebanyakan) bait di dalam buku ini hanya berbentuk frasa kurang bermakna (atau mungkin bermakna bagi sekelompok orang alias orang-orang kota wabilkhusus orang Jakarta). Ini bisa jadi contoh puisi edgy, Jakarta-sentris, urban-sentris. Untungnya saya sempat belasan tahun tinggal di wilayah perkotaan jadi lumayan relate. Entah kalau yang membaca orang lahir, besar, dan tinggal di kabupaten xixixi...

Puisi-puisi (sebagian pembaca tidak menganggap puisi-puisi di sini adalah puisi dan saya cenderung setuju) yang saya terpikat oleh mereka sehingga membuat saya memfoto dan menyimpannya di galeri gawai saya adalah "25", "Sarapan Bubur", "Busuk", "Kesempurnaan Cinta Delta FM (The New Delta FM)", dan "Lengket".
Profile Image for Dewi.
1,033 reviews
November 22, 2019
ponsel itu digenggam erat di dada
menyinari daging yang bergelantungan di wajahnya
nanti kalau rumah disita ia bisa tinggal di dalam ponselnya
di mana tidak ada tukang kredit, tagihan pbb, genteng bochor,
suami cranky, anak-anak tak tahu diuntung
ia bisa jadi arsitek lagi
merancang dunia fantasi di mana semua orang hepi
tebar-tebar emoji gigi
controlled thrill dan ketakutan simulasi
di dalam istana boneka ia susun sebuah keluarga bahagia dan
masyarakat bhinneka tunggal ika
dengan leher yang tidak pernah kurang oli
menyapa ia dan teman-teman grup WhatsAppnya
yang berlayar di atas air kencing nusantara
di dalam sebuah perahu mereka akan melihat
versi kami yang bernyanyi :
"indah indahnya dunia, milik kita semua, walau berbeda bangsa,
namun satu saudara" *
ketika ia tenggelam di dalam mimpinya
dan tertidur di dalam ponselnya

*diambil dari lagu wahana istana boneka di dunia fantasi ancol
Profile Image for Rose Diana.
Author 3 books1 follower
September 11, 2023
Jika dikatakan puisi, saya rasa isi buku ini bukan puisi, hanya rangkaian frasa yang bak curhatan buku diari. Yang mengganggu mata saya adalah penggunaan bahasa asing dan mixed code. Jika hal tersebut digunakan dalam penuturan layaknya anak Jaksel, baik langsung atau dalam dialog novel, masih dapat diterima. Namun, ini digunakan dalam (yang katanya) puisi. Ditambah lagi tak ada perubahan menjadi italic untuk membedakan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Bukankah harusnya demikian? Memang, bahasa itu dinamis dan karya sastra itu bebas, akan tetapi tetap memiliki kaidah yang harus dipatuhi agar nyaman untuk dibaca. Bukankah buku ini dibuat, dicetak dan didistribusikan agar dibaca banyak orang?
Profile Image for Izzy Grace.
14 reviews
January 4, 2021
Ratri Ninditya’s Rusunothing is bold.
It is brave, concise and it hit me in all of my softest, weakest spots.

Her writings pulled no punches and it left me with an aftertaste of yearning. It made me wonder if the highs, the confusion and the pain from yesteryear were ever truly washed away, or if they lost its way amidst the rubble of months old dinner receipts, makeup pouch, phone chargers, notebooks, and God knows other stuffs inside my purse.

And of course, the lingering question of: “Did I love you enough then?” (p. 24)
Profile Image for Limya.
97 reviews6 followers
December 27, 2020
Parah sih.
Sebagai penyuka (tapi tidak juga, mungkin hanya terbiasa) kehidupan urban, puisi-puisi dalam antologi ini relate banget.

Ratri Nindya menggambarkan kehidupan perempuan urban dalam humor ironi yang cerdas, permainan dwibahasa yang ala-ala jaksel banget tapi ngga ngasal, dan refleksi kehidupan sehari-hari yang monoton, menjemukan, tapi kadang lucu dan mengherankan.

Ya gitu deh intinya.
Profile Image for Muhammad Rajab Al-mukarrom.
Author 1 book28 followers
February 17, 2021
No I didn’t blame afrizal malna for this style, he’s good tho, but then banyak aja gitu yang latah ngikut, lyfe yah biasalah kadang begono juga when u wrote something and u just wanted to keep it real/raw, see? Not bad lho nulis gini, pwissie jadi banyak yang gandrung & lebih di-appreciate atm, thanks millennials tbh kadang tanpa kalian yang tua jadi keliatan makin tua—low key mereka nir-taste, pada ngerti kan maksud eice?
Profile Image for Mitha Anind.
11 reviews1 follower
June 11, 2024
ambition ambition ambition
ambition di kakiku aku kenakan seperti sepatu hitam anak
sekolah negeri
terpaksa beli
terpaksa punya

-

finished in half an hour, mulai tengah malam, selesai sekitar 00:30
empat jam lagi aku harus bangun untuk ke jakarta, aku juga harus tidur
reading this before going to sleep is definitely food for thought
sepertinya harus baca ini lagi untuk kedua kalinya lagi supaya lebih ngena

sama kalo aku ngga punya ambisi gimana?
itu masalah besok
Profile Image for Fira.
128 reviews
July 29, 2025
sampai akhir buku saya belum mengerti arti "Rusunothing", antisipasi saat membaca buku ini menurun setelah halamannya semakin dibalik. semua puisi-puisi yang rasanya sampai, rapih dan menyenangkan disimpan diawal-awal dan setelahnya saya belum bisa menangkap frekuensinya. saya paling suka gambaran-gambaran detail dalam puisinya dan juga puisi dengan judul "Banyak yang harus diingat tapi yang dilupakan biasanya lebih banyak dan penting".
Profile Image for Mare.
32 reviews1 follower
March 16, 2023
(di beberapa puisi) kyk baca muntahan emosi yg ditulis di notes hp. i do like it though!!! raw, mundane, kehidupan urban yg monoton muak lelah keluh yang ditahan-tahan, lari-lari kejar kopaja, bau rambut belum keramas, "pagi ini aku menelan lemari bulat-bulat." dan tentu aja, ada beberapa puisi yg gak aku pahamin, and i'll leave it as it is.
Profile Image for Novi.
171 reviews38 followers
November 9, 2020
Waktu membaca buku ini saya serasa habis pulang kerja lalu jalan-jalan sendu sendiri di malam Jakarta, mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan eksistensial. Melankolis. Sepertinya banyak puisi di buku ini yang ditulis pada zaman di mana semua orang pakai Blackberry, ya, hehe. Tetap suka.
Profile Image for Ammar Jayyid.
71 reviews2 followers
January 1, 2021
Ketika pertama kali melihat penggalan puisinya dalam sebuah acara, saya langsung penasaran untuk membaca puisi lengkapnya. Meskipun belum kenal penulisnya. Penggalan puisi itu begitu menyentil buat saya. Dan penggalan itu juga diletakkan di sampul belakang. Menjadi semacam 'spoiler', kalau puisi lainnya akan sedemikian rupanya.

Memasuki lembar demi lembar, buat saya awalnya agak kewalahan. Entah karena saya laki-laki yang tidak banyak mengetahui isi kepala dan dunia perempuan. Atau memang pengetahuan dan rasa saya yang kurang dalam sastra. Akhirnya saya memutuskan membaca sekali lagi, dan menandai hal-hal yg menurut saya menarik dan bisa saya cerna dan maknai. Demikianlah kemudian saya menemukan cara menikmati puisi seperti itu.

Ternyata dengan cara itu saya jauh lebih bisa menikmatinya. Jadilah buku puisi ini penuh dengan coretan warna untuk hal-hal yg saya sukai dan ingin maknai. Tentu yang masih jadi favorit adalah "Salah Tempat". Tapi sisanya banyak sekali, jadinya coretan saya bertebaran di buku ini. Haha
Profile Image for Dini Azhari.
38 reviews
January 25, 2023
Puisinya MasyaAllah.....Keren banget. Penulisnya pinter banget bisa menciptakan puisi sebagus ini dan se"ekstrem" ini. Diksi yang digunakan cukup sederhana, namun maknanya nampol. Judulnya juga unik-unik banget. Bintang 5 untuk puisinya Kak Ratri.
Profile Image for Dezky Oka.
73 reviews2 followers
December 29, 2024
I don’t know her, but she sounds like a typical southern Jakarta girl living in a privileged family who’s trying to prove herself to the world that she can do something by herself. And she probably did it in some way or another, but she would get a better place in the near future I bet.
Profile Image for Mikael Kadga.
2 reviews
September 28, 2025
aku suka saat dia bilang kyk aku suka berada di sini atau di situ atau saat dia membayangkan sesuatu yang tidak terus2an jadi angin atau alam blablabla, romantisme ada di telapak tangan sambil mempertanyakan ini itu dan tentu saja diri sendiri
Profile Image for ashestoashes.
109 reviews2 followers
July 30, 2022
lalu kita akan menjadi titik kecil abu di tepi got. -kardus, rusunothing
Profile Image for Siroja.
15 reviews
January 10, 2023
puisinya lucu, depresi dan sedikit sarkas. puisi wanita urban bgt si
Profile Image for Demi Rosh.
29 reviews2 followers
November 11, 2023
Puisi favorite ku ada the league of silence extraordinary, lengket, ursula, the glorified simplicity of kelas menengah ngehek

Puisinya raw, urban, banyak code switch, agak sulit dimengerti.
Profile Image for Pinta.
19 reviews
January 7, 2025
selalu untuk selamanya, sering kudengar waktu masi smp sma
ini sejenis kenangan waktu masi remaja
dan beberapa masi relate dengan kejadian sekarang
perasaan nostalgia adaa dibuku ini
Profile Image for Al Ridwan.
56 reviews
Read
October 14, 2025
quirky. gagging. full of love despite the macro-micro-disasters.
Displaying 1 - 30 of 36 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.