Jump to ratings and reviews
Rate this book

물 만난 물고기

Rate this book
이찬혁의 첫 번째 소설이 출간된다. “평소 가진 생각을 음악뿐 아니라 다른 방법으로도 표현하고 싶었다”라고 밝힌 그는, 삶에 대한 가치관과 예술에 대한 관점을 소설 『물 만난 물고기』를 통해 은유적으로 녹여냈다. 2019년 가을, 한날 발매되는 악동뮤지션 정규앨범 「항해」와 세계관을 공유한 작품으로, 세상을 향해 던지는 짙고 푸른 물음과 소중한 것을 지켜나가는 것의 의미, 빛나는 삶의 순간들에 대한 그만의 시선이 담겼다.

『물 만난 물고기』는 상상을 뒤집는 강렬한 스토리, 탄탄한 구성력을 동원해 인간의 욕망과 두려움, 자유와 통제의 대비, 사랑의 환희와 상실의 상흔, 삶의 의미를 때로는 담담하게, 때로는 환상적으로 보여준다. 성급하고 단편적인 해석보다는 독자 스스로가 자유롭게 소설의 의미를 발견해주었으면 한다는 저자의 바람처럼, 마음껏 소설 속을 유영하며 깊이 호흡하고, 한편 각자의 삶을 묻고 답하기를 권한다.

문장 하나 하나에 섬세하게 박힌 감성, 마음을 위로하고 정화하는 맑은 감각, 생각에 빠져들게 하는 철학적인 화두가 소설에 고스란히 배어 있다. 그동안 짧은 가사만으로 그의 세계를 온전히 만끽하기에 아쉬웠던 독자라면, 소설에서 펼쳐지는 충분히 너른 그의 세계를 마음껏 향유하길 바란다.

191 pages, Hardcover

First published September 26, 2019

65 people are currently reading
612 people want to read

About the author

이찬혁

1 book3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
90 (15%)
4 stars
186 (32%)
3 stars
227 (40%)
2 stars
55 (9%)
1 star
8 (1%)
Displaying 1 - 30 of 144 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
March 6, 2021
Kau bisa menjadi penyanyi kalau kau bisa menyanyi dengan baik. tapi orang-orang yang mengekspresikan lagu tanpa kata-kata disebut seniman. Apa sebenarnya yang dilakukan seorang seniman?(hal.57)


Saya membaca buku ini random sebab saya memang menyukai lirik AKMU, tempat penulis buku ini berkarier sebagai musisi (penyanyi). Dan salah satu judul lagunya yang paling saya suka, jelaslah yang paling panjang: "How can I love the heartbreak, you're the one I love"(어떻게 이별까지 사랑하겠어, 널 사랑하는 거지)

Tetapi ternyata novel "aneh" ini cukup menarik dari segi imajinasi. Saya mengira novel ini akan berkisah soal persoalan asmara (meski core-nya memang demikian). Tetapi kalau kita mendengar lagunya dan membaca novel ini, kita (mungkin saya saja) yang akan mengerti mengapa AKMU memilih imajinasi-alusi yang sangat aneh. Misalkan untuk berkisah soal kisah cinta kepada Hae-ya, dia bilang bahwa tokoh utama dalam novel bukan dia. Melainkan Hae-ya. Menurut saya lagu-lagu AKMU dan buku ini adalah bukti cara Chan-hyuk memandang dunia dan persoalan yang berbeda. Dan mungkin itu yang membuatnya musik dan lirik-liriknya unik.

Juga, ternyata dia mempertanyakan soal apa itu seniman, apa sebenarnya seni dan yang dikerjakan seniman. Menurutku menarik, meski cara menyampaikannya masih sangat "dakwah". Ini---ini---ini....

Adegan unik adalah mencari kebebasan dengan telanjang, atau berkeliling dengan pakaian penjara. Aneh. Tapi mungkin demikian, perjalanan kita mencari paling orisinil dalam memandang dunia dan tujuan hidup.

Cuma saya agak kurang suka di bagian-bagian akhir. Andai imajinasi "ajaib" yang sejak awal ada dipertahankan. Mungkin saya akan terkagum lebih. Selebihnya adalah cara saya mencoba menerka-nerka cara mereka mencipta musik dan lagunya. Bacaan Sabtu pagi yang ternyata pendek dan cepat.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,424 reviews291 followers
June 16, 2021
Buku model begini emang bukan selera ane. Puitis nan gombal, tapi gak jelas tujuannya. Yg ada depresi bacanya. Filosofinya gak "nyangkut" ke benak gw krn gw ini tipe rasional dan bukan tipe yg bisa berimajinasi gak jelas.

Saya juga gak mudeng dgn tokoh²nya utk apa. Tokoh utamanya aja jg gw gak ngerti maunya apa.

Tapi buku ini bagus buat ganjel RC aja. Dibaca ± 1 jam jg udh kelar.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
May 1, 2021
Baca bareng tapi aku justru ketinggalan hahaha... Meski udah tamat, aku masih pusing bacanya. :)) Mungkin suatu waktu aku akan reread dan ketika itu lebih paham. Let's see...
Profile Image for Awa Fauzia.
1 review
March 19, 2021
I don't know how to start the review. I just finished it a couple of hours ago and it left something undescribable in my heart the way The Kite Runner did few years ago. (Not as strong as The Kite Runner, but kind of the same thing in a milder form.) I was both heartbroken and relief at the same time. It was a beautifully-written irony(?) novel.

I love the character. I love they way Chanhyuk build Haeya's character that I really think might exist somewhere. Same goes to Seon. I can perfectly visualize Chanhyuk there. It felt like Seon is the persona Chanhyuk has always been hiding inside him.

Each part has their own dominant feeling, but the strongest ones are Freedom and Freedom 2. I might be biased because Freedom is my favorite song in Akmu's Album, Sailing, but when I read both part, I could feel the beat, I could hear the song played from afar. Each and every scenes in both part have exactly the same feeling as the song.

The only annoying part is that I cannot imagine the other song being sung when the lyrics were quoted, because all the lyrics were translated without the original lyrics being written. My brain got some troubles in switching the title from Indonesian to Korean. Which one is Ikan Paus? Which one is Ikan di Laut? It took time before I realize the title in its original language. "Ah, this is 물 만난 물고기." Or, "Oh, this is 뱃노래."

Overall, if you love Akmu, it will make you love them more.
Profile Image for Aria Anggana.
208 reviews23 followers
May 29, 2021
3,5 ⭐ sih lebih tepatnya.

Jadi Hae-ya adalah sebuah metafor. Hasrat yang dicari Seon dalam prosesnya berkesenian. Aku harus memikirkannya begitu karena kalau menganggap ini hanya kisah cinta, aku tidak bisa menerima tentang Hae-ya yang terjun ke laut seolah-olah dia hanya pergi bermain. Namun, biar bagaimana pun, kisah Hae-ya dan Seon terasa manis meski dibayangi oleh perasaan sedih.


Aku bukan penggemar berat AKMU, hanya kebetulan mendengar beberapa lagu mereka dan nyangkut. Tapi setelah mendengar AKMU bisa menyanyikan buku biologi di varshow Knowing Bros, itu benar-benar memukau-ku. Mereka benar-benar seniman karena bisa melakukan itu. Dan lirik, para penggemar tentu tahu lirik-lirik lagu mereka juga sama luar biasanya. Itulah yang membuatku penasaran, tentang buku yang mereka baca, juga kiranya kisah seperti apa yang mereka tulis jika membuat buku. Karena itu aku penasaran dengan buku ini.

Kalau Lee Chan Hyuk membuat buku lagi, bisa kupastikan aku akan membeli bukunya lagi. Senang sekali membaca buku terjemahan yang mengalir dengar lancar. Alur maju mundur-nya tidak acak. Diisi pemikiran-pemikiran yang jernih dan filosofis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for owkuta.
18 reviews1 follower
July 6, 2021
Diawal cerita, novel ini membuat saya bertanya-tanya akan apa yang terjadi pada Seon. Ia dipenuhi tanda tanya dalam otaknya. Berseni dan suka sepi, kedua hal itu yang dapat saya tangkap dari karakternya. Sejalan dengan alur cerita, novel ini mencipta suasana "dingin" khas laut.

Semakin dibaca, pertanyaan demi pertanyaan semakin menumpuk tanpa ada kejelasan, tidak tahu akan dibawa kemana. Mungkin memang saya saja yang kurang memahami. Kisah Seon dan Hae-ya ini memang menarik untuk dibaca, namun pesan implisitnya tak mudah untuk dimengerti.

Seon mencintai Hae-ya yang memberinya kekuatan dan harapan untuk menjalani kehidupan. Sedangkan cinta Hae-ya lebih besar untuk laut, yang memberinya kebahagiaan. Pantaslah kalimat ini muncul :

Bagaimana mungkin aku mencintai perpisahan
Padahal kaulah yang kucintai

Sosok Hae-ya patut dijadikan sebagai ikon kebebasan. Ia tahu apa yang dia inginkan, ia tak takut apapun, dan selalu berbicara dengan penuh keyakinan. Romansanya dengan Seon pun sedikit lucu dan menggelitik. Apresiasi untuk penulis atas detail ungkapan cinta Seon pada Hae-ya. Saya sangat menyukai penggambaran Hae-ya dari kacamata Seon, sangat manis dan berani.

Secara keseluruhan, novel ini dipenuhi topik-topik filosofis sehingga saya "dipaksa" untuk berpikir dan menginterpretasikannya. Lain waktu, mungkin saya akan membaca ulang novel ini. Selain itu, saya masih penasaran dengan kisah Yangi. Saya tertarik padanya karena ia sempat bercerita :

"Jika ditanya apa bagian yang sulit dari pekerjaanku, sebagian besar alasannya adalah manusia."

⭐⭐⭐
Profile Image for Ganiki.
14 reviews
February 23, 2021
Perumpamaan Haeya yang menyatu dengan lautan menyatakan kondisi seseorang yang telah lengkap cerita hidupnya. Haeya, yang juga menemukan kenyamanan dalam diri Seon menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman dan kembali ke cita-cita awalnya, menyatu dengan laut.

Metafora laut menurut gw mengisyaratkan kedalaman hidup dan sisi gelap yang tidak bisa diketahui secara utuh oleh seorang manusia sebelum dia mengalaminya sendiri. Hanya dengan menjadi satu dengannya, manusia baru bisa seutuhnya memahami makna dari laut tersebut. Bagi sebagian orang mungkin menganggap bahwa keputusan Haeya untuk menyatu dengan laut adalah hal yang bodoh dan naif.

Bukunya cukup menarik dengan topik filosofis yang dibawanya. Ulasan selengkapnya baca di bukanbukuaku.blogspot.com
Profile Image for Annisa.
42 reviews3 followers
January 30, 2021
3/5⭐️ vibesnya hawa dingin, malam, dan laut. penuh emosi, banyak filosofi yg bikin mikir berulang-kali, dan terlalu singkat menurutku TT as we all know... lee chanhyuk is a great writer, i wonder the feelings kl baca yg korean version soalnya pasti 느낌이 달라
Profile Image for mid.
143 reviews15 followers
July 10, 2021
don't get me wrong, i love akmu, and i love the album as well. and i was... expecting, unconciously. but this book is hardly to understand, at least for me.

sebenarnya, di buku ini juga ada implisit eksplisit kata-kata bagus dan pelajaran yang bisa diambil.

hanya saja, what i can say, the format might not familiarize me. kalau saya bisa bilangnya mungkin sebagai buku yang nanggung. mau tentang kisah sastra abstrak surealis dengan flowery language juga enggak fully, tapi cerita fiksi normal rasanya juga enggak. fiction in between. saya bahkan masih belum mengerti ada berapa tokoh yang bercerita. dan pergantian antar alur terlalu ambigu buat saya.

mungkin lantaran budaya yang berbeda dari penulisnya dengan saya pembaca yang menyebabkan ketidaknyambungan ini atau sebab keterbatasan saya tidak memahami dalam bahasa aslinya. (meski beberapa saya membaca karya terjemahan dari penulis korea dan terasa masuk saja, but this one is just... hardly resonate with me).

mungkin jika formatnya adalah kata mutiara, atau poetry, dengan mengambil sepotong perbincangan tokoh tanpa plot, barangkali akan lebih bisa saya terima.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nad.
105 reviews2 followers
July 21, 2021
Di awal bingung banget ini ceritanya gimana sih, terus masuk ke chapter selanjutnya dibawa maju mundur sama alurnya. Ada beberapa filosofi yang belum aku pahami sih, sejujurnya.

Ya tapi ada beberapa hal yang aku tangkep sih dari bukunya. Salah satu kalimat yang diucapin sama Hae-Ya, yaitu "Jika kau merasa kau tidak bisa menepati apa yang kau ucapkan, katakan saja apa yang bisa kau tepati."

2,5/5 ⭐
Profile Image for Fitra Rahmamuliani.
166 reviews3 followers
September 7, 2022
Seon, yang bertemu dengan Hae-ya ketika mencari apa itu arti seniman sejati dengan pergi berlayar ke laut. Melawan ombak, ia berusaha untuk melindungi Hae-ya dan akhirnya dimakan oleh ikan paus. Semua seakan kenyataan dan ia pun mencari sosok Hae-ya, yang akhirnya bisa ia temukan. Kisah perjalanan mereka pun dimulai, beriringan dengan romansa mereka berdua, tentang idealisme Seon mengenai arti dari seorang seniman, dan arti dari sebuah kehidupan.

Walau kami tidak saling bicara, aku tetap merasakan kebahagiaan yang sulit dijelaskan.


Ceritanya sangat dalam dan indah , ada bagian yang membuat aku berpikir panjang karena filosofi yang diberikan. Terutama pengertian tentang seorang seniman.

“Orang yang menepati kata-kata yang diucapkannya sendiri,” jawabnya sambil mengalihkan pandangan, tetapi nada suaranya yakin dan tegas. “Merekalah seniman sejati di antara semua seniman yang ada. Ekspresimu adalah dirimu sendiri. Orang yang berpura-pura menjadi seniman tidak akan bisa menjalani hidup seperti itu.”


Ada bagian yang membuat aku mempertanyakan apa arti kebebasan yang sebenarnya. Ada juga kegilaan yang dilakukan oleh Seon dan Haeya, memori yang banyak yang mereka buat dan sulit untuk dilupakan.

Seperti malam itu, malam ini aku juga tidak ingin tidur. Aku takut semuanya akan menghilang seperti mimpi ketika aku membuka mata kembali.


Ada juga bagian yang menyedihkan tentang laut yang malah memberikan memori yang indah dan menyakitkan di saat bersamaan.

Jika cintanya pada laut lebih besar daripada cintanya kepadaku, aku akan memikirkan cara menjadi laut baginya. Aku ingin menjadi harapannya, tidak hanya sekedar mewujudkan harapannya.


Aku belajar banyak tentang arti kehilangan di sini, dan seberapa kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi kepada kita ataupun orang-orang di sekitar kita kedepannya.

*Kau harus tetap hidup
Bertahanlah sekuat tenaga

Ingatlah namaku
Itulah yang dikatakan laut
Yang pintar menyanyi
Yang menyukai sepi

Semoga kita bisa hidup seperti kita menyanyi
Seperti kita bicara
Sesuai takdir*
Profile Image for Afifah Alfiandri.
47 reviews
June 12, 2021
Akhirnya bisa baca novel ini juga! Sengaja menyempatkan baca ini sebelum larut dalam UAS yang tak kunjung usai hiks :"

Novel ini memang tak bisa dipisahkan dari album AKMU yang keluar tahun 2019 lalu, "Sailing". Ketika membaca bagian di mana Hae-ya berdiri di atas dek kapal, langsung teringat pemeran perempuan di music video "How can I love the heartbreak, you're the one I love" yang juga berdiri di atas dek kapal. Chanhyuk-ssi bilang di sinopsisnya, terserah pembaca mau mengartikan novel ini bagaimana, asal tanpa interpretasi tergesa-gesa. Tapi karena saya udah jatuh cinta duluan sama hampir semua lagu di album Sailing, jadinya ketika baca langsung teringat interpretasi dari lagu-lagunya juga.

Bukan tipikal novel yang tebal, tapi bisa saja pembaca tidak bisa sekali duduk membacanya karena filosofi-filosofinya. Buat saya pribadi agak kesulitan memahami di beberapa bagian, tapi setelah baca ulang akhirnya paham juga. Oh iya, sedikit informasi, alur novel ini maju-mundur. Bagi sebagian orang mungkin kurang suka alur bolak-balik begini, tapi untungnya saya memang suka alur novel seperti ini. Hal yang serunya lagi, kita dibawa pergi menuju imajinasi Hae-ya, sekaligus diingatkan kembali pada kenyataan di hidup Seon.

Intinya, novel ini kurang lebih menjelaskan arti lirik-lirik lagu di album "Sailing" secara lebih luas lagi. Akhirnya saya bisa bernapas lega juga, setelah baca ini jadi paham mengapa kita dibuat ingin merasakan patah hati ketika mendengar lagu yang judulnya paling panjang itu.

Jangan-jangan penilaian saya ini kurang objektif karena saya juga pengagum berat Lee Chanhyuk, juga adiknya, Lee Suhyun, dan lagu-lagu mereka :)
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
October 6, 2021
"Meski begitu, rasa sakit itu rasa sakit yang baik. Kesedihan memang membuat orang-orang berduka dan terluka. Namun, kesedihan tidak melulu berarti keputus asaan."

Sejak awal membaca buku ini saya harus mencerna dan membaca berulang kali untuk beberapa bagian. Bahkan sampai menamatkan buku ini masih ada yang tidak saya mengerti.
9 reviews10 followers
July 20, 2021
Buku ini meninggalkan kekosongan di hati saya. Kekosongan yang sepi, tetapi menenangkan. Menghangatkan tetapi sangat gelap dan dingin.
Buku ini seaakan berbisik akan banyak hal. Tentang hal yang menyadarkan saya, akan hidup, realita, manusia, dan kembali.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
January 16, 2022
menyelesaikan buku ini melegakan sekali. bahkan pas masih 1/4 isi, aku bosen banget bacanya. kapan selesai kapan selesai mulu. terjemahannya bagus, cuma bahasa yang digunakan terlalu puitis.

agak bingung karena ceritanya loncat-loncat, sampe mikir ini sebenernya mau nyeritain apa dan mau dibawa ke mana ceritanya. benang merahnya apa? pas ending baru agak kejawab, yg lain tetep bikin bingung sih gue ga paham.

selain itu kan ada tu tertulis tentang ketakutan, kebahagiaan, kehilangan, dan segala macam emosi. tapi jujur ga dapet feelnya. bahkan aku sampe mikir kek ini bagian sedihnya? ini bahagianya? udah gitu aja?

huhuhu maaf, tapi mungkin ini bukan selera aku aja 🙏🙏
Profile Image for Readbyay.
33 reviews3 followers
April 14, 2022
Diksi yang digunakan indah sekali.
Halaman pertama sudah di suguhi personifikasi yang indah.
Selama membaca buku ini terasa terbawa arus ombak kebebasan yang hae-ya ciptakan dan impikan.
Laut, ombak, asin, kebebasan, paus, kesepian, frustasi seperti kdkosongn yang Seon rasakan tanpa hae-ya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Riri.
142 reviews2 followers
June 22, 2022
I need some time to think I'll be back when I figure it out.
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
April 26, 2024
Lyrical and beautiful. Lots of symbolisms. An OK book for me, though it's not my usual read.
Profile Image for Siti Mune Sarah.
45 reviews1 follower
February 7, 2021
Kesedihan memang membuat orang-orang berduka dan terluka. Namun kesedihan tidak melulu berarti keputusasaan.
.
.
Hal - 23
.
.
.
jujur , susah mencerna isi buku ini di beberapa bagian 😅
Profile Image for Huyền Châu.
20 reviews
March 16, 2021
Như Cá Gặp Nước ít nhiều cũng khiến độc giả hoài nghi, liệu một idol sẽ viết sách như thế nào và câu chuyện mà anh truyền tải có đủ xuất sắc như những ca khúc của mình không? Nhưng nếu bạn đã lỡ rơi vào vũ trụ âm nhạc tuyệt vời của AKMU và luôn theo dõi những sáng tác đậm chất văn của Chanhyuk Lee, thì hãy tin rằng: “Một người nghệ sĩ chân chính là người biết giữ lời mình nói” và cậu ấy lại tạo nên vô vàn điều tuyệt vời trong chính quyển sách này.

Trong suốt 200 trang sách mà tôi ước mình có thể đọc được nhiều hơn thế, từng câu văn đã được Chanhyuk Lee trau chuốt đẹp đến mức khiến bạn có cảm giác trước mắt mình những đợt sóng xanh biếc đang vỗ vào bờ. Bên tai là thanh âm trong trẻo của ca khúc ‘How can I love you the heartbreak, you’re the one I love’, còn tâm hồn lại dịu nhẹ như thể đã chữa lành. Có chút gì đó vừa trăn trở, day dứt lại vừa yên bình, ấm áp và bạn trong phút chốc đã biến thành một chú cá vẫy vùng trong nước, thỏa sức bơi lội để tận hưởng sự tự do mà cuộc đời ban tặng.

Như Cá Gặp Nước được chia thành nhiều chương nhỏ, mỗi câu chuyện chứa đựng rất nhiều quan điểm nghệ thuật và thế giới quan của Chanhyuk. Bắt đầu từ nhân vật Sun - chàng trai luôn mong mỏi tìm kiếm những giá trị đích thực của nghệ thuật và cô gái yêu biển Haeya. Họ đã có khoảng thời gian rất thoải mái bên cạnh nhau để cùng tìm ra câu trả lời cho những thắc mắc về cuộc đời, ví như: “Sun à, lỡ như không có âm nhạc thì sẽ ra sao nhỉ?”. Tôi đã hơi khựng lại, đây là điều Chanhyuk luôn hỏi bản thân có phải không? Một người nghệ sĩ luôn ao ước được tổ chức những buổi concert tuyệt vời nhất Hàn Quốc đang lo sợ có ngày âm nhạc sẽ biến mất và ca từ của AKMU không còn chạm được vào tim khán giả? Tôi không chắc nỗi lo này xuất phát từ đâu, nhưng tôi tin anh ấy chính là một người nghệ sĩ thực thụ, một người yêu âm nhạc bằng hết thảy hơi thở và con tim mình. Hoặc cũng có thể là do “thỉnh thoảng con người quên mất bản thân mình phải sợ những thứ gì. Vì thế nên họ sợ hãi trước những điều nhỏ nhặt”.

Về phần Haeya, cô gái nhỏ yêu quý và mong được xây dựng một cuộc sống yên bình bên biển đã phần nào hòa mình vào đại dương để kể lại câu chuyện cuộc đời thông qua các giai điệu dịu êm. Sun trở thành một niềm an ủi giúp cô mạnh mẽ bước ra ánh sáng, thoát khỏi vùng an toàn và khơi dậy lý tưởng của chính mình. Ẩn dụ về biển cả phải chăng là đang muốn nói đến chiều sâu và những mặt tối của cuộc sống mà con người không thể đo lường được bằng gì ngoài trải nghiệm. Duy chỉ có thể hòa làm một với nó, con người mới hiểu được hết ý nghĩa của biển cả. Bạn có thể sẽ nghĩ quyết định của Heaya quá mạo hiểm, nhưng như một sứ mệnh, cô ấy đang làm điều khiến bản thân hạnh phúc nhất. Bởi “giá trị của hạnh phúc đối với mỗi người là khác nhau. Nó sẽ là tình yêu đối với một số người, và tài sản đối với những người khác”.

Tôi không chắc mình có thể kể lại đủ đầy những điều mà Chanhyuk muốn truyền tải đến mọi người. Nhưng với từng ấy nhân sinh quan cũng như mong cầu tự do mà anh ấy đã viết ra tôi cảm nhận rõ ràng sự chữa lành và khát khao sống hạnh phúc đang trỗi dậy mạnh mẽ hơn. Từ giờ tôi sẽ bình tâm hơn trước cơn bão, nhắm đến vùng nước ấm mà bơi, như một chú cá tự do giữa đại dương cuộc đời:

“Hãy sống như cách chúng ta ca hát.
Như cách chúng ta nói.
Như cách chúng ta lặn ngụp trong nước.”
Profile Image for Gita Swasti.
324 reviews40 followers
March 8, 2021
"Bagaimana kalau kita mengaku saja bahwa hari ini kita sedang tidak bersemangat?" Setelah itu, barulah aku melemaskan kembali mataku.


Seorang penyanyi yang menerbitkan buku terasa biasa. Namun, ketika ia menerbitkan buku bersamaan dengan albumnya, hal ini masih terasa baru. Saya sendiri mengenal AKMU di awal 2018, masih terasa baru sekali.
How Can I Love the Heartbreak, You're the One I Love, Last Goodbye, danWill Last Forever merupakan kesukaan saya. Saya pun baru tahu kalau Lee Chanhyuk lahir tahun 1996, selisih setahun dari tahun kelahiran saya.

Memangnya kau bisa membeli udara?"
"Kenapa tidak bisa? Padang dan pegunungan itu adalah milik semua orang sebelum dibeli seseorang. Kita tidak butuh uang untuk menyanyi, tetapi seseorang kemudian menciptakan ruang karaoke dan menghasilkan uang dari sana. Keadaan ini sama saja, bukan?"


Membaca Fish in the Water di tahun 2021 dan mengamati kekaryaan Lee Chanhyuk selama ini menjadikan bukunya tidak terlalu mengejutkan. Seperti yang ada di lagunya, Lee Chanhyuk bercerita tentang bagaimana ia menjalani hubungan asmaranya. Berpisah menjadi hal yang memungkinkan karena ia tidak ingin mengekang siapa pun. Ia meyakini karya-karyanya akan terus mengudara meski hidupnya tidak bersisian lagi dengan orang yang ia cintai. Namun, sebagaimana sebuah buku yang memiliki alur, kehidupan yang digambarkan Lee Chanhyuk terasa berproses di sini. Ia mengalami semuanya dengan kesadaran penuh. Hanya saja, saya merasa terjemahannya terlalu kaku. Saya amat yakin kalau suara Lee Chanhyuk akan lebih lantang melalui bahasa aslinya. Konsep buku yang unik mampu menyelamatkannya.

Wah, jadinya saya kasih bocoran, nih :D
Baiklah, ke depannya, saya ingin sekali membaca versi bahasa lainnya.

Terkadang, orang-orang lupa apa yang harus mereka takuti. Karena itulah mereka takuti. Karena itulah mereka takut pada hal-hal yang remeh. Contohnya, seorang anak kecil yang takut dikucilkan, atau orang-orang yang takut tidak sempat menyelesaikan pekerjaan mereka pada waktu yang ditentukan."
Profile Image for Francisca.
67 reviews5 followers
September 26, 2024
First book in 2021!

Dari pertama keluar album "Sailing" dan adanya kabar bahwa Lee Chanhyuk menulis buku, aku ingin baca. Namun, setelah baca, ternyata not my cup of latte.

Tulisannya sederhana dan indah, mungkin mengandung banyak filosofi yang aku nggak terlalu paham (maaf emang suka loading anaknya). Ditulis berdasarkan hasil perpanjangan lagu-lagu di album "Sailing", jadi ada potongan-potongan lirik (kayaknya, sih) di dalamnya.

Aku paling suka tokoh Hae-ya karena imajinasi dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Hae-ya kadang juga muncul di pikiranku, seperti saat dia ingin membeli udara yang ada di dunia(?): "....Padang dan pegunungan itu adalah milik semua orang sebelum dibeli seseorang. Kita tidak butuh uang untuk menyanyi, tetapi seseorang kemudian menciptakan ruang karaoke dan menghasilkan uang dari sana. Keadaan ini sama saja, kan?" (P. 40)

Kalau penasaran, masih worth dibaca, kok. Tapi aku sendiri lebih suka emosi yang ditimbulkan di lagunya daripada di buku.
Profile Image for naila.
25 reviews
December 19, 2024
3,5⭐️

The book is very artistic. Banyak makna implisit, dan bisa membingungkan bagi beberapa orang.

Kalau kamu berharap mendapat penjelasan dibuku ini, kamu akan kecewa. Karena Chanhyuk, penulis buku ini, memang dikenal tidak suka memberi penjelasan pada karya-karyanya. Lagu-lagu yang Ia tulis juga jarang diberi penjelasan, karena dia ingin kita menginterpretasikan sendiri maknanya.

Jadi kalau kamu bukan orang artistik dan sukanya ending yang jelas, buku ini bukan untukmu. Kalau iya, silahkan coba dibaca. Karena buku ini benar-benar indah dan puitis.

Dan kalau kamu suka berpikir, coba juga dibaca, sambil dengarkan lagu-lagu dari album AKMU - Sailing, karena buku dan albumnya saling berhubungan. Semakin kamu baca bukunya, semakin kamu dengarkan albumnya, ceritanya akan lebih bermakna.


Ini ada link ringkasan bukunya, siapa tau yang bingung bisa terbantu.
https://youtu.be/T40atJJpQtE
Profile Image for kim.
57 reviews4 followers
February 9, 2023
có vài trích đoạn cũng hay mà cảm giác hơi bị nhồi nhét quá
Profile Image for ileftmybookshere.
218 reviews83 followers
August 4, 2021
4.5/5🌟

Beli buku ini karena bermunculan terus di explore instagram dan karena buku ini ditulis oleh Chanhyuk AKMU. Aku memang bukan penggemar beratnya AKMU, aku cuma doyan dengerin lagunya. Salah satu lagu yang aku suka dari album Sailing adalah "How Can I Love The Heartbreak, You're The One I Love". Lagunya bisa bikin sad saking balladnya.

Di awal aku baca buku ini, aku masih bingung sama ceritanya bahkan sampai di akhir masih menerka-nerka inti ceritanya apa. Mungkin suatu hari nanti, aku bakalan re-read buku ini.

Aku nangkapnya Seon ini mencari makna sesungguhnya dari menjadi seorang seniman. Haeya semacam motivasi (?) di dalam dirinya, dimana Haeya ini ada dalam hayalannya dan Haera inilah yang menjadi inspirasinya dalam menulis lagu.

Buku ini dalam banget dan punya nilai filosofis. Buku ini buat kita mengerti arti cinta sesungguhnya dan tentang indahnya merelakan.

Here some good quotes from this book i think :

"Kenyataan bahwa aku sedang bersamanya saat ini adalah kebahagiaan terbesar bagiku, tanpa memikirkan hukum yang ditetapkan oleh dunia dan segala konsekuensinya, tanpa terkekang masa lalu maupun masa depan" - hlm. 41

"Orang yang menepati kata-kata yang diucapkannya sendiri. Merekalah seniman sejati di antara semua seniman yang ada" - hlm. 60

"Terkadang, orang-orang lupa apa yang harus mereka takuti. Karena itulah mereka takut pada hal-hal yang remeh" - hlm. 75

"Seon, kau tidak perlu memikirkan sesuatu yang luar biasa. Jika kau merasa kau tidak bisa menepati apa yang kauucapkan, katakan saja apa yang bisa kautepati" - hlm. 85

"Impian itu bagaikan tirai merah yang digunakan di sirkus. Warnanya cerah dan tidak gampang robek. Namun, akan tiba saatnya kau harus menyibaknya karena tirai itu menutupi jendela kenyataan. Di malam hari kau boleh menutup tirai itu kembali dan kau bisa melakukan apa pun yang ingin kaulakukan, entah menangis karena muak atau bermimpi. Akan tetapi saat pagi menjelang, kau harus membuka tirai itu lagi karena kita harus menjalani hari bukan mimpi" - hlm. 98

"Nilai kebahagiaan berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang kebahagiaan adalah cinta, tetapi bagi orang lain kebahagiaan adalah kekayaan. Kita tidak mungkin mewujudkan kebahagiaan begitu banyak orang." - hlm. 103

" 'sifat egois' selalu ada titik kita anggap saja itu adalah salah satu dari kenyataan yang disayangkan demi keuntungan. Namun kita bisa menciptakan jalan ini bersih dengan tidak menunjukkan hal-hal seperti itu di manapun." - hlm. 105

"Orang-orang menunggu dan menginginkan sesuatu yang positif, tetapi kenyataannya, mereka lebih mementingkan gangguan-gangguan remeh. Mereka hanya mengejar hal-hal negatif!" - hlm. 120-121

"Ada pepatah yang mengatakan bahwa setiap orang adalah tokoh utama dalam kisah hidup mereka masing-masing" - hlm. 134

"Hidup dan mati tidak bisa dibedakan berdasarkan pengertian penegasan atau penyangkalan, tetapi dengan naluri. Jika seseorang merasa kematian bukan akhir hidup seperti yang dipikirkan sebagian besar orang, maka tak ada alasan bagi kita untuk bergabung baginya" - hlm. 147

"Betapapun hebatnya senjata yang dimiliki manusia, mereka tetap tidak bisa menandingi kekuatan alam" - hlm. 153
Profile Image for Antonews.
6 reviews2 followers
March 14, 2023
Hasil pembacaan ini akan dibagi menjadi 2 bahasan besar, penilaian objektif dan subjektif.

Objektif
Buku ini termasuk buku yang ringan, ceritanya beralur cepat, dengan pembawaan yang tidak tergesa-gesa, sehingga untuk para pembaca yang merupakan kaum slow-reader seperti saya akan sangat suka membacanya. Topik yang dibawa merupakan romansa khas anak muda, tapi karena dampak geografi dan budaya yang berbeda, terkadang akan sulit untuk memahami tipe percakapan dan tipe romansa anak muda korea selatan. Buku ini memiliki dialog yang ringan, absurd(?), lucu, dan terkadang puitis. Pada setiap "chapter"nya mengandung penggalan frasa suatu lagu, mungkin karena penulisnya adalah seorang musisi. Secara Alur, penyampaian cerita dapat dibawa dan diceritakan dengan baik, walaupun di bagian tengah, sepertinya buku ini ingin merasa "bebas" dari kungkungan sang penulis sehingga terjadi perubahan genre yang menurut saya cukup membuat saya berfikir ulang tentang cerita utama di buku ini. Terlepas dari pembahasan isi buku yang telah dijabarkan. Secara objektif, buku ini merupakan buku yang tepat untuk jadi pelarian dari buku-buku cerita tebal dan kompleks dan ingin selesai dalam beberapa jam membaca.

Subjektif.
Secara subjektif saya kurang suka buku seperti ini, ada bagian yang meromantisasikan adegan bunuh diri yang menurut saya sangat tepat rasanya membiarkan seorang yang kita sayang, mati dengan cara yang menurut saya juga tidak begitu indah. Maknanya kosong, tidak membawa suatu angin segar, dan pembukaan cerita tentang bagai mana seon diintrogasi tentang lagunya oleh teman-temannya yang musisi juga tidak disajikan kembali sehingga menjadi menggantung. Seon disini dibentuk sebagai orang ling-lung tidak punya kehidupan sosial, dan ketika ketemu cewek random yang sudah tidak memiliki arti hidup, ia jatuh cinta atas "kebebasan" yang dimiliki perempuan tersebut. Sepertinya saya begitu terlambat untuk membaca buku seperti ini karena logika saya tentang penyembuhan bukan pembunuhan diri adalah hal yang tepat, sehingga kurang nyaman rasanya membaca buku sejenis ini. It's a good book to fill ur time when u have reading slump. Tapi saya mungkin tidak akan re-read buku ini kalau tidak ada kebutuhan atau pemaknaan baru dari hidup.

Secara total buku in ratingnya 3, nilai yang cukup rendah dari saya yang tidak terlalu suka memberikan nilai rendah pada buku karena buku pasti memiliki nilai yang unik-unik sama seperti manusia dengan keunikannya sendiri-sendiri, tapi menurut saya buku ini perlu disembuhkan terlebih dahulu, sehingga memiliki cerita yang lebih lengkap dan tidak memaksa pembaca untuk berempati pada seon yang sebenernya dia juga yang bodoh.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
December 16, 2021
Hmm gimana, ya.. Aku agak bingung harus mereview buku ini dengan cara bagaimana. Di lembar-lembar pertama, aku cukup menikmati gaya penulisan Lee Chanhyuk yang penuh diksi indah, metaforand dan juga penuh rasa (walau yang dominan di buku ini adalah perasaan gloomy). Tapi, makin ke belakang aku malah merasa buku ini makin "berat" saking terlalu "penuh" dengan kata-kata indah dan metafora yang tidak bisa ku pahami arahnya ke mana. Ada beberapa scene yang menurutku terlalu dilebih-lebihkan dan juga ada banyak scene yang diulang-ulang dan sempat membuatku bosan. Dan lagi sosok Haeya pun ku rasa "nanggung". Karena kalau mau dibilang manusia sekali tuh engga, misterius sekali tuh engga, magis pun engga. Kalau sosok Haeya dianggap sebagai simbol kebebasan pun rasanya masih kurang gitu.

Tapi, aku suka saat Soen mempertanyakan apa sebenarnya seniman itu dan kemudian ia menceritakan kisahnya saat bertemu dengan tukang sapu dan seniman jalanan yang memiliki idealisme dan prisip saat mereka bekerja, walau pekerjaan mereka sering dianggap sebelah mata. Aku tahu bahwa menjadi seorang seniman itu sulit, tapi dari kisah Soen yang itu aku bisa menangkap kesulitan yang dihadapi oleh para seniman dengan lebih spesifik. Kesulitan terbesar adalah saat seorang seniman harus memilih ia ingin menjadi seniman sejati dengan mempertahankan idealisme dan prinsipnya atau seniman komersil yang mengikuti "pasar" dan berkesempatan memanjat sampai posisi puncak tapi harus menanggalkan jubah idealismenya.

"Impian itu bagaikan tirai merah yang digunakan di sirkus. Warnanya cerah dan tidak gampang robek. Namun, akan tiba saatnya kau harus menyibaknya karena tirai itu menutupi jendela kenyataan. Di malam hari, kau boleh menutup tirai itu kembali & kau bisa melakukan apa pun yangg ingin kaulakukan, entah menangis karena muak atau bermimpi. Akan tetapi, saat menjelang pagi, kau harus membuka tirai itu lagi. Karena kita harus menjalani hari, bukan mimpi."

Aku sangat mengagumi kemampuan AKMU, terutama Lee Chanhyuk dalam menggarap lagu. Aku sudah mengikuti mereka dari jaman mereka masih jadi finalis K-Pop Star 2 dan kurasakan dua bersaudara itu memang terlahir sebagai seorang seniman. Aku mengagumi karya-karyanya dan juga ke-autentikan mereka. Dan aku menangkap gaya penulisan puitis dari lagu mereka pun tertuang dalam buku ini, hanya aja menurutku masih bisa lebih baik dari (atau bahkan masih bisa jauh lebih baik lagi dari ini).
Profile Image for Anita Nyotosetiadi.
37 reviews36 followers
April 26, 2022
Love this surreal and artistic writing of Lee Chan Yuk.

Fish in the water is a story about dreams, finding your identity, being an artist or perhaps a legend, having freedom and responsibility, the purpose and value of life.

What is the meaning of being a true artist?
Artist have the power to change the world.
Yet with great power comes great responsibility.
The true artist is a person who can be accountable/ consistent, their words and actions are aligned.

Sometimes we must face a danger in order to live. Sometimes people are forgotten on things that is most important and focus on trivial things. When the storm hits before my eyes, what I've been afraid of all my life suddenly feels like nothing and death seems insignificant.

To create the world a better and happier place to live.
What should we do to achieve that dreams?

Each person has a different value about happiness. To some people happiness is love, to some others are having loads of money. It's impossible to make everyone's happiness wishes comes true.

Remnants of the storm swept in a flurry
What's left of it? A final masterpiece
After enduring times of solitude, finally
You could become an art or you could become a legend

You must certainly live, even when you're dying, live.
Like the way we predicted to live, live like the way we sing.

She meets the water that she's always longing for
Like the fish, she has to leave

I will go to the sea when the music is no longer exists on earth.
Because the sound of the sea are the next of kin to the sound of music.
The sea is a giant drawer that could store my collective memories.
Perhaps one day, I'll sit by the white sand while watching the sea and remember this day.

How can I even love the heartbreak, when you're the one I love
I can't give up on us solely because of love and experience heart wrenching pain

I heart Akmu! Brilliant duo artists.
Thanks Lee Chan Yuk for the wonderful writings and music.
Profile Image for Zulfa Fadhila.
1 review
August 4, 2022
I read the translation in Indonesia so I'll write a review based on this. Actually, this book can be finished in one sitting but I just have more time lately. The reason why I bought this, is because I'm an AKMU fan and Sailing Album is my fav album among their other albums. However, I was hesitated earlier since some people left not some good ratings but I still wanna give it a go.

In my opinion, if you're into something poetic, you'd love this one.. like me. And it'll be better when you're not just reading it, but also listening to their music in Sailing Album since the chapter's titles same as their songs in that album. It's fun knowing after I finished this book, the way I see the meaning of each songs isn't the same anymore. I'm amazed with the way Lee Chanhyuk choose the word and his imaginations that's poured into every chapters. Idk it's based on true story or not but I doubt it if it's not lol.. Maybe I can say that cause I know he released the album and this book after his military service in marine corps which is related to sea. The whole series of the album and book make me more curious about how he sees the world, what he felt, and how's the creative process of every songs he create.

Anyways, back to the book review, The first few chapters made think that the whole story will be like some cliche romance story that I rarely read but when it started about Haeya and Seon, it gets more interesting and the last chapters are what I like most.. the farewell and some times before that, also the moment afterwards. The translation still make sense but I found some words don't sit right I think.
Displaying 1 - 30 of 144 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.