Jump to ratings and reviews
Rate this book

Imperfect

Rate this book
IMPERFECT A JOURNEY TO SELF-ACCEPTANCE “TERNYATA, ORANG CAKEP BELUM TENTU ISTRINYA CANITK!” JLEB! Komentar di Instagram suamiku (@ernestprakasa) di atas adalah kalimat yang akan kuingat seumur hidup. Ternyata menjadi istri seorang public figure berat ya, karena sepertinya aku harus memenuhi ekspektasi netizen. #nangisdipojokan Menulis buku ini membuatku harus membuka kembali banyak luka. Tetapi dengan mengakui luka, aku jadi bisa belajar bagaimana mengatasinya. Juga belajar menjadi lebih kuat lagi. BUKU INI BUKANLAH BUKU MOTIVASI, melainkan kumpulan cerita seorang perempuan, istri, sekaligus ibu yang sedang berjuang agar bisa mengatakan kepada diri sendiri: Aku tidak sempurna, tapi tidak apa-apa. Karena aku bahagia. Bonus surat dari para perempuan di film IMPERFECT: Meira Anastasia, Jessica Mila, Karina Suwandi, Yasmine Napper, Shareefa Daanish, Clara Bernadeth, Karina Nadila, Aci Resti, Kiky Saputri, ZsaZsa Utari, Neneng Risma Wulandari.

208 pages, Paperback

First published May 7, 2018

80 people are currently reading
960 people want to read

About the author

Meira Anastasia

2 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
173 (27%)
4 stars
276 (43%)
3 stars
149 (23%)
2 stars
22 (3%)
1 star
8 (1%)
Displaying 1 - 30 of 156 reviews
Profile Image for Siqahiqa.
599 reviews107 followers
July 8, 2020
Jujur aku katakan yang hatiku terpikat membaca buku ini hanya kerana kulit buku yang menarik perhatian. Aku tidak mengenali siapa penulisnya malah tidak pernah mendengar tajuk buku ini. Hanya secara rambang saved this title on Scribd.

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman dengan tubuhmu sendiri? Kerana gendut atau mungkin terlalu kurus? Jika ya jawapanmu, buku ini sangat sesuai untuk anda.

Buku yang intipati utamanya adalah untuk mengajar kita agar belajar menerima diri kita seadanya. Belajar untuk mencintai diri sendiri. Bukan hanya itu, turut diajar cara untuk berubah, juga diselitkan cerita peribadi penulis.

Penulis @meiranastasia adalah isteri kepada Ernest Prakasa. Aku juga tidak mengenali suaminya tapi ya aku sudah stalk instagram mereka. Hihi. Ternyata suaminya popular sekali dan penulis sering juga mendapat komen bahawa dirinya enggak cocok buat suaminya. Orang suka memberi komen berdasarkan fizikal. Majoriti begitu bukan?

Lalu, penulis menghasilkan buku ini untuk berkongsi apa yang dialami. Diri yang pada mulanya down bangat kerana komentar orang lain, tapi lama kelamaan mulai bangkit dan berubah. “Kalau mahu berubah, mulai. Jangan dikata-kata tapi tiada aksi”.

Penyampaian penulis bersahaja, ada diselitkan humor. Di akhirnya, ada dilampirkan juga workout tutorial dan smart eat plan. Bisa dijadikan ikutan kalian. Tidak dilupa juga pada lukisan comel yang diselitkan pada beberapa halaman.

Sekali lagi, buku ini mengajar kita untuk berdamai dengan diri sendiri, fokus menjadi sempurna dari kita sendiri. Sempurna yang bukan hanya secara fizik, tapi secara fikiran dan hati supaya lebih santai melihat foto orang lain di laman sosial yang nampak sempurna di mata kita 🤭

instagram.com/siriusiqa
Profile Image for yun with books.
724 reviews244 followers
March 11, 2019
"Jangan jadikan olahraga hanya sebagai suatu solusi atas masalah, yang ketika masalahnya selesai kita sudah nggak ingat lagi sama si jalan keluar itu. Jadikan olahraga seperti sahabat baik, yang selalu ada untuk kita, dan mengajarkan kita untuk berpikiran positif sehingga selalu bisa memberikan tantangan baru yang seru dan membantu kita bertumbuh menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih baik lagi.


"Segala sesuatu yang PELIK bisa diringankan dengan PELUK." #aksarameira



Saya tidak menyesal memilih buku ini karena hanya melihat dari cover-nya saja, isinya sangat bermanfaat dan relatable.
Memang seluruh buku hanya berisi tentang keluhan dan ke-insyekuran Mamak Meira sbg perempuan, istri dan ibu. Keluhan tersebut berawal dari Instagram (sosial media paling jahat menurut saya). Body-shaming, caci maki, nyinyir, semua ada di Instagram. Itulah salah satu alasan Mamak Meira menulis buku ini. Saya tahu betul bagaimana kehidupan netijen Indonesia, jari-jari mereka lebih jahanam daripada lidah. hahaha

Anyway, memang buku ini termasuk ke dalam buku self-help, tapi tenang saja. Buku ini adalah buku ter-selow dan ter-santai menurut saya. Ga serius-serius amat, tapi pesan yang ingin disampaikan, tersampaikan dengan baik. Mulai dari curhatan Mamak tentang "Prahara Payudara hingga bagian bagaimana Mamak Meira Anastasia mengatasi insecure dengan memulai pola hidup sehat, salah satunya dengan workout, saya sebagai orang yang menjadikan workout sebagai pelarian atas putus cinta yang begitu menyakitkan sangat paham bagaimana olahraga sangat mempengaruhi moods serta hormon endorfin.

Selain itu, ilustrasi dan kutipan #aksarameira juga eye-catching dan enak dibaca.
Pokoknya suka banget! Cocok untuk Anda yang masih dikit-dikit merasa insecure, dikit-dikit semangatnya kendor untuk workouts, dikit-dikit masih menganggap dirinya not good enough
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
May 12, 2018
** Books 75 - 2018 **

3,7 dari 5 bintang!

Saya dibuat penasaran dengan judul Imperfect dan ada kata-kata Self-Acceptance wah buku seru nih langsung saya comot di galeri Gidi saya untuk segera dibaca.

Sebelumnya ijinkanlah saya katakan bahwa suka dengan gaya asik penulisannya lalu ketika membahas masalah komen di instagram tentang body shaming Mbak Meira ini saya kudet sodara-sodara dan berpikir mbaknya emang artis ya kok banyak dikomen ignya sama netizen.. eaaa saya baru tahu kalau Mbak Meira ini ternyata istri komika Mas Ernest Prakasa.. where i have been? Saya tahu mas Ernest aja karena nonton film Rudy Habibie =___=a

Dibuku ini saya seakan membaca curahan hati Mbak Meira tentang betapa kejamnya akan body shaming, omongan wanita lebih nyelekit dan gimana mbaknya gak pede akan bentuk payudaranya sehabis melahirkan anak kedua, gak pede sama bentuk tubuh yang diakhiri dengan penerimaan ya mau gak mau harus berubah menjadi lebih sehat dan baik

EGP aja apa kata orang yang penting suami gue tetap sayang dan gue berubah juga untuk diri sendiri yang lebih sehat. Saya penasaran kan lalu meluncur ke dunia maya pas lihat instagram Mbak Meira ahh mbaknya bisa merendah.. mbaknya cantik kok suka banget sama gaya rambut dan stylenya kece badai..

Saya gak menyangka kalau dibalik penampilan itu semua ada rasa kegelisahan di hati mbak Meira yang tergambar di dalam buku ini. Gimana caranya kita gak boleh menjudge orang dari covernya. Mulai saat ini hentikan basa basi gak penting mengenai body shaming. Keren mbak Meira teruskan menulis dan suka banget deh ada tips berolahraga dan makanan apa yang baik dan harus dihindari. say goodbye to minuman berembel2 frapuccino X__X

Terimakasih Gramedia Digital Premium!
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,973 followers
May 14, 2018
Desain sampulnya menarik. Ilustrasi penulis dibuat menggemaskan. Begitu pula dengan font face yang dipilih untuk menambah rasa gemas itu.

Judulnya saja mendorong untuk membaca lebih lanjut. Membahas tentang ketidaksempurnaan manusia (terutama sebagai perempuan karena beragam stereotipe) dan bagaimana kita sebaiknya menerima hal tersebut. Yang ditekankan oleh penulis bukanlah menerima ya nrimo kalau bahasa Jawa. Melainkan, menerima sebagaimana adanya dan mengubah ke arah yang lebih baik karena kesadaran untuk hidup lebih sehat. Kurang lebih seperti lagunya Tulus dengan lirik:

Jangan cintai aku apa adanya....jangaaaaan.....~


Kurang lebih seperti itu.

Sejak awal, penulis sudah mengatakan bahwa tulisan di dalam buku ini merupakan versi panjang dari apa yang ingin ia sampaikan selama ini. Kalau sebelumnya hanya melalui Instagram (dan tidak bisa berpanjang kata), melalui buku, penulis ingin berbagi kisah serta semangat.

Semakin dalam, semakin spesifik yang dibahas: gambaran tubuh dan stereotipe masyarakat terhadap pasangan dari seorang public figure. Mungkin belum banyak yang tahu kalau penulis adalah istri dari seorang seniman, Ernest Prakasa. Karena menyandang sebagai istri seorang figur publik, tentu saja akun media sosialnya juga ikut jadi sorotan.

Penulis tergerak untuk membuat buku salah satunya datang dari komentar negatif soal dirinya. Betapa seorang Ernest Prakasa kok bisa memilih perempuan seperti Meira Anastasia sebagai istrinya. Sebuah pukulan yang sungguh tidak menyenangkan.

Imperfection mencoba menjelaskan bahwa menjadi seorang Meira Anastasia yang bahagia kini telah melalui proses yang panjang. Dari sebelum Ernest Prakasa menjadi setenar sekarang hingga kegiatan keluarganya pun bisa jadi sorotan khalayak ramai. Penulis mendeskripsikan masa lalunya dengan baik dan berani. Mengapa berani? Sebab, dengan mengungkap hal-hal kurang menyenangkan yang pernah dialaminya tersebut berarti ia bersedia mengorek luka lama.

Kok mau sih? Penulis melihat bahwa yang mengalami hal sepertinya tidak cuma dirinya saja. Perempuan-perempuan lain juga ada yang mengalami body shaming. Membuat kepercayaan diri menurun. Mengubah gaya hidup demi menyenangkan orang lain (ketimbang untuk kebaikan diri sendiri).

Maka, sejak bab pembuka, penulis mengatakan bahwa buku ini menjadi buku motivasi bagi mereka yang senasib dengannya. Namun yang aku temukan lebih dari itu.

Imperfection akan lebih baik jika dikategorikan sebagai buku self help. Bagiku, aku seperti menemukan acuan untuk melakukan refleksi diri, berdiksusi dengan diri sendiri tentang bagaimana seharusnya aku menerima diriku ini. Yap, meskipun penulis sangat tersurat sekali menceritakan dirinya berproses untuk mendapatkan tubuh ideal versinya, tapi aku bisa menangkap esensi dan pesannya: bersyukur.

Menambah serunya cerita yang dibagikan oleh penulis dengan ringan dan penuh humor, ada ilustrasi pendukung di beberapa halaman. Termasuk typography yang menghiasi beberapa bab.

Aku rasa, Imperfect bisa menjadi buku menarik untuk digunakan sebagai bahan refleksi diri.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,430 reviews293 followers
April 3, 2019
Imperfect ini ternyata lebih tepat disebut buku self-help health, lumayan seru dibaca karena bahasanya gaul dan cocok utk generasi millenial.

Menceritakan kehidupan Meira yg berkutat dgn berat tubuhnya, dgn ketidaksimetrisan payudaranya yg memang kebanyakan penyakit kronis para ibu yg sudah memiliki anak.

Yg saya kira menarik utk diamati adalah puncak konfliknya saat payudara Meira "dijudge" dgn sadis oleh dokter bedah plastik yg notabene wanita juga. Dari ceritanya Meira ini punya insecure dan sensitivitas yg cukup ketinggian utk ukuran manusia. Tapi disini (sayangnya) gak dijelaskan APA YG DIKATAKAN SI DOKTER TSB yg membuat Meira langsung tertohok super keras. Dan saya heran dgn Meira ini, apakah selama dia bekerja dgn orang-orang, apakah tidak ada yg sesadis tuh dokter? Apakah selama ini lingkungan kerja Meira menciptakan lingkup secure pd diri Meira? Atau Meira tidak pernah bekerja di tempat yg didominasi para wanita? Percayalah, wanita gak selamanya semuanya punya empati besar terhadap penderitaan wanita lain. Bisa dibaca buku ini "The Art of War for Women" by Chin-Ning Chu The Art of War for Women (Strategi Klasik dan Kebijaksanaan Sun Tzu untuk Meraih Kemenangan dalam Karier dan Kehidupan) by Chin-Ning Chu yg sudah lawas diterbitkan terjemahannya oleh Elex Media thn 2007, yg saya ingat adalah dikatakan di buku tsb wanita-wanita yg bekerja dlm satu lingkup biasanya lebih mirip kepiting-kepiting yg direbus dlm panci, berebutan utk naik keluar dari panci dan tidak segan-segan menginjak teman-temannya yg lebih lemah.

Intinya sih dari buku ini setiap wanita punya jalan hidup berbeda dan punya keunikan tersendiri dlm menyadari "kesalahan" yg diperbuat entah cepat tanggap atau lamban ngeh-nya. Tidak semua wanita terlahir dgn body bagus, metabolisme super cepat seperti saya sendiri, dan perjuangan mereka utk mencapai tujuan dan ambisi masing-masing. Saya pikir buku ini cocok utk direkomendasikan pd para wanita yg self-esteem-nya rendah/kurang dan punya masalah besar dlm menurunkan bobot tubuh. Mungkin bagi yg gak peduli dgn bentuk tubuhnya, yowis gak usah baca buku ini. Tapi menjaga tubuh sehat dan pikiran yg (lebih) sehat lagi, menurut saya JAUH LEBIH PENTING drpd workout gila-gilaan utk membentuk body yg memesona.
Profile Image for Yulistiani.
309 reviews33 followers
January 5, 2019
Buku yang bagus untuk orang-orang yang selalu merasa insecure dengan kondisi fisiknya dan juga selalu merasa tidak bahagia setiap membuka instagram karena hidup orang lain sepertinya sangat sempurna.

Penulis meyakinkan kita untuk bisa menerima segala kekurangan kita, bahwa tidak sempurna itu tidak apa-apa. Tapi jika kita ingin berubah, berubahlah demi diri kita sendiri, demi kebahagiaan dan kepuasan kita sendiri, bukan untuk memenuhi harapan orang lain.

Awal membaca buku ini aku bisa relate dengan beberapa hal yang dialami penulis. Tapi lama-kelamaan sepertinya buku ini memang lebih ditujukan untuk orang-orang yang ingin mengurangi berat badan. Bahkan di akhir dilampirkan banyak gambar-gambar posisi tubuh yang tepat untuk olahraga hingga jumlah kalori makanan dan minuman
Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
December 21, 2019
"Jangan pernah menganggap remeh candaan soal fisik. Karena untuk sebagian orang, itu sangat berpengaruh. Besaran pengaruhnya bisa berbeda-beda. Ada yang cuma mengganggu mood --habis baca komentar negatif, jadi kesel, terus kebawa jelek mood-nya seharian. Ada yang sampai depresi, bahkan menyakiti diri sendiri, karena merasa terlalu jelek untuk dicintai." - hal. 12
.

.

" Daripada terlalu fokus pada kesempurnaan orang lain yang sering kita lihat, mendingan kita fokus untuk menjadi sempurna bagi diri kita sendiri. Bukan sempurna secara fisik, tapi secara pikiran dan hati, untuk lebih mencintai diri sendiri. " - hal. 129
Profile Image for raafi.
933 reviews453 followers
October 15, 2018
Saat tahu buku ini booming banget, aku penasaran apa isinya. Ternyata kisah curhatan seorang istri artis sekaligus ibu dua anak. Inti dari semua curhatannya adalah: bagaimana memaksimalkan ketidaksempurnaan diri untuk "merasa" sempurna. Jadi, tidak hanya menerima hal-hal tidak sempurna dalam diri dan pasrah begitu saja, tetapi juga apa yang bisa dilakukan dengan hal-hal tersebut juga. Penulis melakukannya dengan berolahraga agar tetap bugar.

Penulis menyertakan langkah-langkah latihan yang mudah dipahami. Ada bonus bahasan makanan dan minuman yang baik untuk disantap.

Sayangnya, namanya juga curhat, beberapa bagian masih terlalu bersifat opini.
Profile Image for Shanya Putri.
353 reviews164 followers
May 17, 2018
Awalnya tertarik dengan tag line di cover bukunya: A Journey to Self-Acceptance. Bahkan aku nggak tau kalau penulisnya ini istrinya Ernest😂.

Aku suka sama ilustrasinya. Lucu-lucu semua! Juga ada pages full of quotes yang relatable banget. Format isi bukunya menarik. Ada yang udah di highlight dan digaris bawahi untuk kalimat-kalimat yang penting. Pesan-pesan positifnya dapat banget!

Untuk gaya tulisannya sih oke. Tapi menurutku terlalu bebas(?). Oke aja sih sebenarnya, ya, bukunya buku si penulis juga kan yaa terserah dia dong😂. Menurutku hanya terlalu banyak jarak antar paragraf. Juga misalnya baru satu kata atau kalimat, eh langsung dibuat paragraf baru. Berharap agak lebih rapi aja, sih.

Di bagian akhir buku ada steps and tips, juga charts untuk workout dan diet yang sehat.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,472 reviews73 followers
February 18, 2020
Sekarang aku tahu kenapa buku ini beneran dicari dan ditungguin sama banyak orang. Hmmm.... buku yang sederhana, but again kita sering lebih mudah menemukan permata di balik buku-buku sederhana yang ditulis dengan energi ketulusan. Di sini Mbak Meira membagikan berbagai pengalamannya ketika bergelut dan bergulat dengan insecurity yang diakibatkan dari negative body image.

Sebagai istri seorang artis tenar yaitu Ernest Prakasa, Mbak Meira beberapa kali menerima komentar menyakitkan di kolom instagram (sampai ada yang DM segala!) dengan pola, "Kok istri artis enggak cantik?"

SERIOUSLY??? ARE YOU KIDDING??? Aku tuh malah suka banget loh image cewek tomboy kaya Mbak Meira. Terutama karena meski tomboy, Mbak Meira tetap bisa menjalani hidupnya sesuai kodratnya sebagai seorang wanita, salah satunya dengan menjadi istri dan juga seorang ibu.

Sebelumnya, pekerjaan Mbak Meira adalah MC, dan karena itu penampilan jadi hal urgent untuk diperhatikan. Mbak Meira bisa kelihatan sangat pede dalam menjalankan pekerjaannya di atas panggung, tapi deep down inside ternyata beliau terpuruk dalam jurang inferioritas. Nah, buat kamu para bocil yang suka seenaknya ngomenin akun para public figure dengan dalih: "Yah itu kan risiko mereka sebagai figur publik yang dilihat banyak orang, kudu siap, dong!"

Think again! Kalau lu yang dikomenin kayak gitu, bakal seneng, nggak? Kalau suatu saat orang ngelanggar batasan yang udah loe tetapin dan menyinggung elo, bakal kerasa seneng, nggak?

Di halaman 25, Mbak Meira kasih 3 Hal yang Perlu Dipikirkan Sebelum Kita Mau Ngomong Hal yang Jelek ke Orang Lain:

1. Itu bakal bikin kamu lebih bahagia?

Memang ada orang yang ngerasa lega dengan ngata-ngatain atau nyinyirin orang. Kasian amat, yah. Hidupnya pasti enggak bahagia. Karena orang yang bahagia mampu membahagiakan orang lain, bukan sebaliknya. Lanjut ke hal kedua:

2. Apa hal itu bakal membantu penyelesaian masalah kamu sendiri?

Balik lagi, ke soal pelampiasan emosi negatif diri sendiri dengan nyolotin orang lain. Mungkin ada yang bisa lega karena itu. Tapi apa itu bakal meringankan masalah inti yang bikin dia enggak bahagia sampai ngerasa perlu nyolotin orang lain?

Pastinya enggak. Lanjut ke hal ketiga:

3. Apa kamu bakal bahagia kalau orang lain ngomongin hal yang sama padamu?

Setiap orang punya tingkat sensitivitas yang berbeda, hal yang menyinggung orang pun berbeda-beda. Jangan disamakan.

To be honest, aku jadi mikir banget soal tiga hal ini. Kenapa? Karena aku orangnya kalau dijahatin bakal bales. Aslinya aku tuh nggak suka ngomong kasar. Tapi kalau ada yang jahatin dan ngasarin ya... bakal bales lebih hebat. Amarahku sering meluap kalau udah ngerasa jaga omongan dan perilaku banget tapi ternyata orang lain enggak melakukan hal yang sama. Hufh. Dan ya aku baru ngatain seseorang yang kukenal dekat dengan kasar karena dia nulis soal hal yang nggak bener dan mengandung fitnah di blognya. Pakai bilang kalau aku bermasalah sama si A dan si B padahal dia sok tahu. Ya marah lah saya. Keluar semua sakit hati yang aku hunjamkan pada dirinya yang tak tahu diri. Meski aku tahu ada orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya seperti Nabi Muhammad SAW dan Gandhi (dan banyak orang dewasa terkontrol di komunitasku) meski mereka disakiti sedemikian rupa.

Tapi Tuhan Mahabaik. Meski aku ternyata belum bisa sejago Gandhi dan Nabi Muhammad SAW dalam mengendalikan amarah (in the future! Insyaallah gue akan bisa in the future! Tahun ini mungkin? Hehe), Tuhan tetep kasih hadiah. Aku baikan lagi sama satu sahabatku yang sama orang ini dituliskan di blognya dan di DM Twitternya sebagai orang yang enggak bisa kembali jadi temanku.

Nyatanya? Sahabatku mau kembali menjalin hubungan pertemanan aktif denganku. Pengin nangis rasanya kalau inget momen akhirnya bisa ngobrol akrab lagi itu. Rasa sakitku gara-gara kesoktahuan si blogger langsung berasa sirna. Aku memang kehilangan relasi dengan orang yang ternyata lebih pantas berada jauh dariku (si blogger sok tahu), tapi aku mendapatkan kembali sahabatku yang udah hampir 3 tahun enggak ngomong kasual lagi denganku. Ya Allah. Terima kasih.... This time aku akan berusaha jagain sahabatku ini lebih baik. Bismillah.

Pokoknya sekarang jaga diri bangetlah. Share yang baik-baik. Ngomong yang baik-baik. Doakan yang baik-baik. Insyaallah Tuhan akan kasih hadiah buat menghibur hati kita.

***

BERSAMBUNG

Ngerjain naskah buat partner dulu. Bismillah.
Profile Image for Tamara Fahira.
130 reviews8 followers
November 20, 2021
Melalui buku ini, gue merasa ‘dirangkul’ oleh mbak Meira yang merasa bentuk tubuhnya gak ‘good enough’.

Jika mbak Meira merasa punya tubuh gemuk, gue justru kebalikannya; memiliki tubuh kurus (dari kecil gue udah kurus), otomatis depan belakang rata dong. Gue memang gak seketika minder ketika ada yang ngatain kerempeng dan sebagainya, tapi, melihat betapa terlihat begonya gue dengan baju gombrong, melihat tubuh setipis TV LCD saat ngaca itu membuat gue merasa betapa jelek tubuh cungkring kayak giniiiiii.

Mbak Meira sendiri menulis ini dalam bukunya:

“Ternyata, jadi kurus gak langsung bahagia juga, ya...” (hal. 122)
“Karena pada praktiknya, lebih susah membuat tubuh kurus jadi berisi daripada sebaliknya.” (hal. 122)

Ya, emang. Kalo orang bertubuh curvy alergi sama timbangan karena takut berat badan naik, tentu saja gue sebaliknya juga, takut berat badan turun. Parno.

Instagram bikin gue stres berat. Bukan ngebandingin body gue ke orang lain, sih. Tapi lebih ke “Kok kehidupan gue menyedihkan banget, ya?”, “Kok mereka kayaknya asik banget hidupnya?” Sama. Semua orang juga gitu.

Karena gue tipe orang yang sambil baca karya orang ikut menganalisis karakter orang tersebut, kok karakter gue sama mbak Meira ini mirip, ya; sensitif, suka drama, insecure, fokus pada yang negatif dan masalah kecil pun dibuat stress. Mbak Meira sendiri mengakuinya dalam buku ini beberapa kali, jadi gue nulis ini bukan sekadar judgement atau sok tau.

Sambil sedikit ngebahas mental health juga jadinya. Inti dari buku ini adalah, kurang-kurangin nilai orang, karena dinilai orang lain pun kita sendiri gak mau. Perbanyaklah bersyukur, meskipun susah banget banget, untuk gue 🙃
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
May 31, 2018
Sampulnya yang hardcover dengan warna orange mendekati peach memancing mata saya untuk membeli ketika info terbit buku ini muncul di IG. Tiga kali nyari buku ini di Gramed Matraman, stoknya kosong terus. Akhirnya dapet di toko buku lain. Meskipun gak dapet diskon, gapapalah.

Buku ini mengajak pembaca khususnya wanita yang belum menerima diri sendiri sepenuhnya untuk lebih bersyukur. Terutama yang merasa insecure karena merasa keadaan fisiknya tidak sempurna. Cukup banyak informasi mengenai kondisi bagian tubuh tertentu yang tidak ideal. Sepertinya buku ini akan lebih tepat dibaca mereka yang sudah menikah. Tetapi bagi saya sendiri info yang dibagikan sangat bermanfaat. Keberanian Mamak Meira membagikan kisah ini secara jujur pun patut diacungi jempol.

Beruntungnya Mamak Meira punya suami Ernest Prakasa yang penyayang. Ernest juga beruntung memiliki istri yang penyayang dan mau bekerja keras. Sifat sensitif Mamak Meira sangat mirip dengan saya sendiri. Hehe ^^

Tadinya saya mau memberi 4 bintang, sayangnya konten ceritanya kurang banyak. Di bagian akhir, ada foto-foto workout yang dilakukan Mamak Meira. Lumayan, sih. Tapi menurut saya, buku ini terbilang mahal. *Kan hardcover. | Iya, iya. Saya tiba-tiba kepikiran ibu-ibu rumah tangga dari kalangan menengah ke bawah yang mungkin juga merasa insecure, akan banyak pertimbangan untuk membeli jika harganya 135 ribu.

Oh, iya, ilustrasinya lucu bin kocak. Nilai plus untuk buku ini. :))

Jadi saya beri 3,5 bintang.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
May 8, 2018
Di era media sosial yang makin terbuka sekarang, dan kecenderungan orang untuk melakukan komentar makin gencar. Kalau dulu bodyshaming hanya kalau kita ketemu muka saja, sekarang di media sosial jari-jari orang udah kayak silet.

Meira, istrinya Ernest, juga merasakan. Ditambah embel-embel istrinya artis, tekanan untuk beliau makin besar. Apalah artinya saya yang hanya butiran rinso ini.

Dari semua bodyshaming yang pernah saya terima, paling menyakitkan adalah dari orang terdekat a.k.a. pasangan sendiri. Kadang jawaban saya standar saja, "udahlah...lo ga bisa nyesal juga udah terikat ama gue". Even dalam hati itu perih. Tapi kalau menurut buku ini, kadang dalam rumah tangga aturan itu perlu dilanggar. Karena ketika salah satu sudah merasa tidak nyaman, itu harus dibicarakan.

Tujuan buku ini sepertinya ingin bilang, "kamu tidak sendirian.". Karena semua orang butuh pundak untuk bersandar. Daripada mencari sisi negatif orang, cobalah mencari sisi positifnya.

Ohya buku ini dilengkapi dengan panduan workout dan tips diet. Ada gambar-gambarnya juga
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews39 followers
October 9, 2018
*numpang baca d Gramedia

" ada orang yg lebih perasa, yg nggak bisa menganggap lalu omongan-omongan seperti itu." hal 16

" semakin besar investasi rasa sayang kita pada seseorang, kita akan semakin rapuh terhadap orang itu." hal 28

q suka kata-kata di atas, q yg terlalu sensitif & perasa, selalu negatif thinking..
gimana kalau lebih ngebahas tentang "terlalu sensitif" nya aja, butuuuuuh buku kayak gitu..
:')
Profile Image for Saaa.
16 reviews
February 6, 2022
"Ternyata, mengakui dan menerima ketidaksempurnaan malah bisa menjadi obat yang ampuh, daripada berusaha menyembunyikannya. Ternyata aku bisa lebih berkembang setelah menerima ketidaksempurnaanku karena aku tahu bahwa aku tidak sempurna, dan itu tidak apa-apa, hidup tetap berjalan seperti biasanya."

Buku Imperfect menjadi salah satu buku non-fiction dengan progress baca paling cepat versi aku t__t Penyampaian gaya bahasa yang digunakan enak karena kita sebagai pembaca seolah-olah sedang diajak untuk curhat bareng dan merangkul satu sama lain.

Beberapa topik sangat relatable terlebih dengan pembahasan media sosial dan fisik menjadi momok bagi sebagian orang termasuk aku sendiri. Hal yang buat aku salut ialah ketika penulis menceritakan pov dirinya terlebih struggling yang ia rasakan menjadi "istri artis" yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan u__u.

Kembali lagi ke konteks buku, buku ini semakin menarik dengan beberapa desain keren yang menunjang penjelasan dari cerita serta beberapa highlight pada poin yang ingin ditegaskan oleh penulis itu sendiri. Tapi, sejujurnya ada beberapa topik yang aku sendiri kurang related terlebih bagian "curhatan sebagai istri dua anak" karena aku sendiri belum menikah hahaha tetapi itu menambah wawasan aku si. Oh iya, hal yang paling keren dan gak akan disangka-sangka ada di halaman terakhir dengan penjelasan singkat mengenai work out serta pembahasan kalori pada makanan. ITU KEREN BANGET!!!

p.s : kayaknya gara-gara baca buku ini aku mau belajar konsisten work out lagi deh
Profile Image for Nike Andaru.
1,649 reviews112 followers
September 11, 2018
102 - 2018 (biar keitung yak)

Buku pertama yg dibaca via Gramedia Digital.
Pilihan baca pertama itu buku ini karena buku ini terbilang mahal buatku, hardcover pula kalo gak salah aslinya. Tapi ternyata bukunya keren, asli deh.

Sebagai pengguna sosmed juga termasuk Instagram, bener lah apa yang dikatakan Mbak Meira dalam buku ini. Bisa dikatakan say setuju dengan cara mikir dan yang tertulis dalam buku. Instagram itu banyak pamernya, banyak bikin kita (atau saya aja kali ya?) jadi kecil hati, karena gak bisa kayak rangorang yang bisa pamer liburan/travelling terus, dsb dsb.

Untungnya saya mah bukan selebgram, follower juga cuma seuprit, alhamdulilah masih sangat bersyukur dengan apa yang sudah ada, gak jadi iri sama orang (karena jarang buka IG) 😁

Banyak hal yang bikin saya senyum-senyum juga, mirip kayak saya yang gak sempurna, abis punya anak kedua perut buncit, lengan paha gede arrrgh gitu deh. Jadi ngerasa pas aja gitu sama cerita dalam buku ini.

Plus, buku ini jadi ngajarin kita banyak hal, gak cuma bagaimana menerima diri, menghargai diri, menghargai orang lain, tapi juga bonus tutorial workout di rumah, yang baik dan kurang baik dikonsumsi untuk diet. Ntaps banget lah.
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
September 22, 2018
Berbekal keresahan dalam diri mamak Meira dan komentar nyinyir di sosial media, maka terciptalah buku Imperfect ini.

Setelah membaca buku ini, yang ada dalam pikiran saya adalah waaaah buku ini didominasi oleh keresahan mamak Meira semua 😂

Mamak Meira resah tentang apa sih? Keresahan sederhana sih, yang pasti relate sama kita semua. Resah tentang fisik. Resah tentang penampilan.
Sebagai istri seorang public figure, mamak Meira otomatis dapat jatah spotlight. Lalu kita masuk di zaman orang bebas berkomentar, terutama di Instagram. Normalnya, ketika kita ngga kenal sama orang tersebut, kita akan kasih komentar yang baik dan sopan. Realitanya, tidak kenal tapi berkomentar yang jauh dari kata sopan. Itulah yang dialami mamak Meira. Dikomentarin "tidak cantik", "tidak cocok jadi istri seorang Ernest" dan komentar-komentar lainnya.
Netijen netijen.

Di buku Imperfect mamak Meira bercerita tentang bagaimana dia resah tentang perutnya yang buncit dan bagaimana ia mengatasinya : YA WORKOUT, prahara payudara (iya ada satu hal yang buat mamak Meira resah tentang hal itu dan diceritakan dalam buku ini), juga penilaian orang terhadap : kok perempuan rambutnya pendek?

Keresahan-keresahan itu relate semua kan sama kita? Sama sekeliling kita? Setuju, kan? 😊
Profile Image for Nura.
1,058 reviews30 followers
November 16, 2019
Ternyataaa... gw blm bikin review, padahal kelar udah lama. Bahan siaran bulan lalu, tentang bullying alias perisakan atau perundungan.

Perundungan tuh bisa menimpa siapa aja, lho. Cuma kalo berhubungan dengan orang terkenal, risikonya jauh lebih besar. Beberapa waktu terakhir gw jd lebih aware dalam berkata-kata, karena kita ga tahu dampaknya ke orang lain.

Sama seperti yang dialami Mamak Mei. Untungnya dia punya support system yang baik. Oia, dia bilang buku ini bukan buku motivasi, hanya sekadar kumpulan cerita tentang seorang perempuan, yang kebetulan jadi istri seorang public figure dan ibu bagi dua anak-anak imutnya.

Sarannya banyak yang ngena, sih, buat gw. Kayak ngapain Lo mikirin pendapat orang, cuma bikin sakit hati sendiri. Di akhir buku jg ada workout tutorial, yg lumayan banyak, hampir 30 halaman. Tapi baiknya konsultasikan dulu dengan ahlinya sblm meniru ya. Kondisi fisik orang kan beda-beda, kek gw yg punya backpain, ga bisa ngikutin semua gerakan. Anyway, 4 stars for this book. Menanti filmnya yang baru selesai shooting dan lagi proses editing katanya.
Profile Image for Kenny.
19 reviews1 follower
January 20, 2020
Buku pertama yang saya baca dari gramedia digital di tahun 2020.
1 bintang untuk cover dan ilustrasi gambar yang menarik.
1 bintang untuk pelajaran tentang bagaimana menerima diri sendiri.
dan 1 bintang lagi untuk workout set tutorial dan smart dieter di halaman terakhir.

Banyak pelajaran yang saya dapat dari buku ini, terima kasih untuk mba Meira!
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
December 30, 2021
Singkatnya sih, buku ini nice untuk kalian yang ngerasa insecure sama penampilan (terutama tubuh) kalian. Kita akan diajak oleh penulis untuk mendengar kisahnya yang, mungkin lebih relate ke orang-orang ber-privilege, tapi tetap bisa kita ambil hikmahnya. Dilengkapi dengan ilustrasi lucu dan tips workout dan diet, bolehlah kalian coba baca buku ini.
Profile Image for syarif.
298 reviews68 followers
September 30, 2021
Self-book yang asik dan menggemaskan dengan ilustrasinya yang kocak untuk lebih memaknai self love dan terhindar dari insecurity. Sepertinya buku ini lebih cocok untuk para wanita karena banyak bahasan yang pelik aku pahami sebagai seorang cowok hehe.
Profile Image for Puji Lestari.
88 reviews21 followers
July 13, 2019
Cocok banget dibaca buat kamu-kamu yang merasa kurang cantik, kurang langsing, kurang kurus, atau bahkan terlalu kurus, kurang putih, dan kurang-kurang yang lain. Apalagi buat yang kurang percaya diri dengan apa adanya dirinya, dengan apa adanya kondisi fisiknya.

Nice story, Mamak Meira.
Buku ini ngasih insight lain tentang bagaimana menilai diri sendiri dan berbahagia dengannya. Jadi, gak perlu lagi tuh nanya, "Mirror mirror on the wall, siapa yang paling cantik di dunia?" Lalu pecahin kacanya.
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
111 reviews27 followers
July 12, 2024
Buku ini seharusnya dibaca oleh lebih banyak orang lagi :)
Membicarakan tentang insecure, atau rasa tidak aman terhadap diri, memang tidak akan ada habisnya. Menurutku topik soal insecure ini akan selalu update dan relate di setiap waktu.

Sudah tau kah apa itu insecure? Aku sendiri kesulitan mencari padanan katanya. Maklum, bukan anak sastra :" tapi jika diterjemahkan secara bebas bisa berarti rasa rendah diri, enggak PD, kuatir yang akhirnya berdampak pada ketidakmampuan untuk menerima dan menyayangi diri sendiri. Kira-kira begitu.

Kalau dipikir-pikir, sepertinya ini buku nonfiksi pertama dari seseorang yang bukan dengan latar belakang penulis, yang justru SANGAT AKU NIKMATI PROSES BACANYA!

Menurutku, dengan latar belakang si Mamak Meira yang memang bukan penulis, malah jadi keberuntungan tersendiri dan memberi 'nyawa' berbeda di buku Imperfect ini. Aku merasa buku ini benar-benar ditulis dengan jujur dan penuh ketulusan.

Tidak ada nada menggurui, tidak ada hal-hal sok tau atau aneka data dan penelitian dengan bahasa membingungkan yang bikin malas baca. Buku ini benar-benar terdengar tulus dan memberikan rasa damai dan membuka sebuah pemikiran baru soal insecure setelah membacanya.

Apa ya, ya serasa curhat saja membacanya. Seperti ngaca! Karena apa yang dialami dan dipikirkan si Mamak Meira ini kurasa sedikit banyak PASTI dialami oleh perempuan. Hm, body shaming, rasa tidak aman soal pasangan, frustasi sebagai wanita dan ibu, juga usaha-usaha untuk memperbaiki diri.

Huwaaaah, mencintai diri sendiri itu memang PR sepanjang masa sekali. Tapi langkah pertama dan mudahnya mungkin bisa kamu mulai dengan membaca buku ini. Percayalah :)
Profile Image for Natalia.
56 reviews2 followers
April 11, 2021
Buku imperfect ini kayaknya masuk di self improvement yaa... tapi ini kayaknya buku yg bener2 kaya lagi ngomong sama temen deket kita gitu, bahasanya enak banget buat dicerna, lucu, ga ngebosenin untuk dibaca serta rasanya tuh pengen ke halamam selanjutnya gitu loh...

Selain cerita2 yang dialami oleh ka meira (eh tapi dia di buku sukanya dipanggil mamak hehehe) yg sangat buat aku selalu merefleksikan diri lagi, ternyata ada juga tips buat olahraganya sama makanannya. Kalau di buku sih dibilang olahraga doang tapi makan terus ya sama aja boong wkwkwkwk

Kayaknya ini buku yang bakal relate dikebanyakan orang terutama buat perempuan yg selalu merasa dirinya selalu kurang.

Di halaman 14 ada paragraf terakhir yg bener bener bikin aku inget sama masa lalu

"orang yang terlihat santai tertawa saat mendengar lelucon terhadap fisiknya belum tentu benar-benar tertawa lho di dalam hatinya. Mungkin mereka menutupi kesedihan dengan tertawa, tapi tidak banyak yang akan bereaksi ekstrem seperti itu. Namun, dengan informasi ini kita bisa belajar untuk lebih berempati, lebih memikirkan perasaan orang sebelum berkata atau berbuat sesuatu pada orang lain"

Jujur ini bener2 jleb banget, karena aku sempet kaya gini, mungkin org bilang aku gendut atau apa tapi kadang aku sedih gitu, tapi itu dulu, sekarang udh ngga.. aku udh bisa menerima sih

Ngomong2 soal menerima ini kayaknya aku lebih ke males dengerin orang dan ga berusaha memperbaiki diri. Padahal aku juga tau banyak yg mikirin kesehatan aku juga kaya keluarga ku, tapi aku malah jadi males sama mereka, tapi karena aku udh baca buku ini, aku mau mencoba mengikuti apa kata mereka, karena olahraga dan jaga pola makan juga buat diri aku sendiri, dan udh beberapa bulan aku bener2 udh ga olahraga dan aku jadi makin ga sehat aja, cepet banget badan sakit dan menstruasi ga lancar, padahal kemarin waktu olahraga hampir 2 minggu, menstruasi aku lancar lagi. Aku harus berubah karena aku gamau ninggalin keluarga aku. Seperti kutipan ini juga

"keluarga adalah orang yang akan menerima kita apa adanya. Apa pun yang terjadi, mereka yang akan selalu ada untuk kita" - Hal. 24

Terima kasih buat keluarga aku!!!!

Oh iya ditambah aku tuh denial soal tubuh ku yg semakin membesar dan ga sehat aku selalu bilang kalau aku gapapa, my body my choice, tapi keputusan yg aku buat kayaknya salah karena aku ga olahraga tapi makannya banyak banget dan udh kaya kutipan ini juga

"Kadang kita merasa baik-baik saja, padahal kita hanya terlalu takut untuk mengakui kalau ada yang harus diperbaiki"

Oiyaa.. terkadang kita menerima judgment soal badan kita yg dilakukan oleh para perempuan, padahal kita sama2 perempuan tapi mereka juga body shaming sesamanya.
Aku rasa kita harusnya saling support untuk sesama kita.. dan buku ini ngomongin soao itu

Pokoknya keren banget ini buku, kalian mesti baca buku ini kalau lagi merasa kayak aku juga.. ini sangat refleksiable #bahasa apa ini wkwkwkw
Profile Image for Ren Puspita.
1,492 reviews1,022 followers
July 20, 2018
3 bintang

imperfect, definition:
1. not perfect,
2. damaged,
3. karena kesempurnaan hanya milik Allah (edisi Syariah)


Yang terlintas setelah selesai baca buku ini:

Maha julid benar Netizen dengan segala komentarnya

Gue dari dulu suka ga ngerti dan ga paham, kenapa orang suka buang - buang waktu komen di artikel Line Today, TribunNews, Instagram,Kompas, etc. Gue lihat betapa toxicnya komen - komen disana. Toxic disini dalam artian, lebih banyak konten negatif, lebih banyak nyindirnya, it's like those commenter didn't have time at all. Emang ada ungkapan "everyone is entitled to their opinion" (silakan google aja, gue bingung nerjemahinnya, lol), tapi pertanyaannya adalah "emangnya opini kamu dibutuhkan dalam hal ini?". Membaca Imperfect karya Meira Anastasia yang istrinya Ernest Prakasa, basically istri artis, membuktikan bahwa "lidah (atau dalam hal ini, komentar netizen) lebih tajam dari pada pedang."

Buku ini bukan buku motivasi, lebih tepatnya kumpulan curhat dari Meira atas kondisinya. Sebelum buru - buru ngejudge si Meira ngapain curhat doang dibukuin, no, ini ga cuma sekedar curhat Meira doang. Buku ini intinya adalah tentang penerimaan diri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Preachy kah? Omdo ala2 Mar*o Teg*h? Tergantung gimana kamu menyikapi isi buku ini. Yang jelas, seandainya Meira saat ini ada di depan gue, gue bakal peluk. Erat. Dan berkata " I feel the same, too"

Gue juga sering berpikir, betapa sadisnya kaum wanita kepada sesama, padahal gue ini ya cewe juga. Easy to judge, easy to compete, easy to compare each other, easy to.. pokoknya lihat orang lain (cewe) bahagia itu kayak ga rela. Gue cuma bisa meringis baca curhatan Meira, bahwa doski yang sebenarnya dari banyak aspek lebih beruntung dari gue (anaknya dua, gue anak aja ga dikasih - kasih, wkwkwk; suaminya doski artis, gue ma misua cuma kaum proletar yang tiap hari mesti comuteran; dll), juga punya masalahnya sendiri. Juga pernah depresi. Gue yang pernah depresi (dan terus terang masih sering merasakan) tahu gimana strugglenya Meira dalam menghadapi masalah - masalahnya.

Sometimes all we need is a little sympathy (and empathy). Dan...ketimbang buang - buang waktu komen gaje di Instagram, masih banyak yang bisa kita lakukan. Main game lah, baca buku atau apa. Yang terpenting sih, belajar mensyukuri hidup sendiri (duh gue kesambet apaan jadi bijak gini XD).

PS: Selain curhatan Meira, ada tips- tips workout (yang aslinya gue juga udah praktekin beberapa pas masih aktif ngegym) dan beberapa tips diet. Untuk tips dietnya, apa yang disampaikan Meira sama dengan tips2 dari ahli fitness lain, tapi untuk workoutnya, selalu konsultasi sama dokter kalau kondisi fisiknya lagi ga fit ya.

Dibaca dengan Gramedia Digital, dalam perjalanan PP KRL Depok-Pasar Minggu Baru.
Profile Image for F3t.
167 reviews12 followers
July 13, 2018
Buku ini berisi penuh curhatan seorang Meira Anastasia yang adalah istri seorang entertainer merangkap sutradara yaitu Ernest Prakasa.
Meira sering mendapatkan komentar negatif tentang dirinya, mengapa ia berkulit cokelat, berisi, berambut pendek, dan sebagainya.

Jadi, buku ini menggambarkan diri Meira yang mudah terpuruk karena kata-kata orang hingga mampu berdiri pada kaki sendiri (wah lebai analoginya :p). Selain itu juga menceritakan sedikit tentang keluarganya dan peran penting sang suami dalam menyemangati Meira.

Karena dituliskan oleh Meira sendiri, jadinya buku ini sangat unik, pengalaman pribadi yang terkadang bikin orang minder, malah diceritakan dengan lengkap, terkadang saya juga merasakan apa yang dirasakan Meira tentang "body shaming" dan sedikit banyak buku ini menjadi dorongan tersendiri untuk berpikir lebih positif. Yah, seperti pada tulisan Meira pada halaman 8, bahwa kita tidak sendiri :).

Walaupun isi bukunya agak "menyedihkan", namun ditulis dengan apik dan dibumbui candaan yang bikin tersenyum saat membacanya. Biar tidak terlalu sedih, yang kemudian pada akhirnya mengarah ke sisi positif dalam perjalanan akhir buku ini.

Selain tulisan candaan yang sederhana tapi mengena, ada juga beberapa gambar/ilustrasi yang juga tak kalah lucunya, terutama halaman 20 (kalau dibuat komiknya pasti cetar). hehehe.

Oh iya, saya juga awalnya agak bingung kenapa ada coretan seperti bekas stabilo di beberapa halaman. Tenang, itu bukan berarti buku rusak atau salah cetak, melainkan untuk memfokuskan pembaca terhadap hal apa yang lebih penting. Jadi inget jaman kuliah, semua yang penting digaris (bukan semua kalimat digaris yak, yang penting-penting aja :p).

Saya dapat merasakan bagaimana pandangan dan perkataan orang lain benar-benar membuat Meira terpuruk, terlebih bisa dilihat dari penekanan kalimat yang berulang terhadap suatu masalah yang sama.

Dan tentu saja, buku ini tidak langsung mengajarkan kita pada satu penyelesaian langsung melainkan mengajak kita sebagai pembaca dan yang pernah mengalami untuk berpikiran lebih terbuka dengan tidak terlalu menyiksa diri kita sendiri.

Target pembaca tidak hanya untuk perempuan saja, melainkan pria juga sepantasnya membaca buku ini. Untuk diri mereka sendiri atau untuk lebih menghargai pasangan mereka. Karena para wanita itu adalah misteri. Wahahaha...

Bacaan yang recommended untuk mereka yang ingin mencari dorongan "perdamaian/penerimaan diri" tanpa digurui tapi ditemani. Yuk mariii..
Profile Image for Nida Najwa.
88 reviews4 followers
May 13, 2020
Buku ini menceritakan tentang pengalaman penulis terkait dengan body shaming yang dialaminya. Beserta dengan pendapat dan saran-saran dari penulisnya sendiri.

Mengingat aku yang juga sering insecure dan dengan kepercayaan diri yang rendah, buku ini pas dan related banget sama aku. Memang permasalahan kami berbeda, tapi aku dapat memahami seperti apa perasaan penulis.

Buku ini memuat curhatan dari penulis yang dianggap nggak pantas jadi istri artis karena penampilannya yang dianggap nggak memenuhi standar kecantikan masa kini.

Aku jadi mikir, ini orang yang kasih komentar beginian nggak kerjaan banget, ngurusin orang lain. Mau nikah sama siapa, kan itu urusan orangnya sendiri, nggak peduli pasangannya mau cantik atau enggak. Lagipula cantik itu relatif.

Media sosial kadang bisa jadi tempat yang bagus untuk berkarya, tapi juga bisa jadi sumber kesedihan orang lain. Seperti halnya yang dialami penulis. Orang-orang bisa dengan mudah menulis komentar menyakitkan di atas kasur mereka, terus lupa begitu aja, dan yang jadi sasaran malah kepikiran sepanjang hari, berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Yang terburuk mungkin ia akan berakhir dengan membenci dirinya sendiri.

Tidak hanya media sosial, dikehidupan sehari-hari pun sering terjadi. Setiap kali bertemu dengan teman, sering yang disinggung malah penampilannya, yang negatifnya pula. Walaupun orangnya mungkin cuma ketawa, kita nggak tau sesedih apa dia didalam hatinya. Seperti kata pepatah, mulutmu harimaumu. Jadi lebih baik katakan hal yang positif saja atau kalau tidak diam. Itu lebih baik.

Dalam buku ini, kita bisa mengetahui bagaimana usaha keras dari penulis untuk memperbaiki tubuhnya dan mindset yang dibangun beliau. Penulis juga menjabarkan pendapatnya terkait dengan insecure, body shaming yang sering terjadi.

Penulis juga menegaskan jangan mengubah dirimu sendiri kalau itu untuk memuaskan orang lain yang bahkan nggak kamu kenal. Karena kita nggak bakalan bisa menyenangkan semua orang, jadi lebih baik kita fokus saja pada orang yang mencintai kita.

Dibagian akhir buku, disajikan workout set, semacam latihan fisik gitu dengan penjelasan yang detail. Disertai dengan gambar tutorial sehingga pembaca tidak akan bingung untuk mempraktekkannya. Juga daftar makanan-makanan sehat bagi pembaca yang ingin menjaga pola makannya.
Profile Image for Viri Shin.
165 reviews
February 12, 2023
⭐4,5/5

Berhasil bikin aku terpikat, berhasil bikin aku tersadar, berhasil bikin aku makin tersemangati untuk lanjut lagi workoutku yang selama berbulan-bulan ini aku skip terus karena malas.

Buku nonfiksi pertama yang aku selesaikan di tahun 2023 ini. Dan buku ini bikin aku jadi kagum sama Meira dan right away ngefollow akun IGnya.

Pembawaan dia di buku ini bener-bener kocak, santai, dan hangat. Ketidakkakuannya ini sepertinya yg bikin aku jadi bisa menyelesaikan bukunya hanya dalam sekali duduk, padahal nonfiksi loh. Ditambah lagi dg pembahasan yg memang aku suka. Tentang ketidaksempurnaan dan ketidakpercayadirian. Kalo istilah zaman nownya, nih buku page turner banget lho!

Dari gaya penulisannya, aku udah yakin kalau Meira ini emang tipe orang yg asik! Bukunya nggak dikemas dengan cara menggurui karena aku liatnya juga ini seperti diari utk dirinya sendiri. Penyemangat utk diri sendiri. Dan itu justru bikin aku makin nyaman membacanya.

Selama baca buku ini, aku nggak bisa nahan untuk bernostalgia ke zaman sekolahku yg penuh dg hinaan akan fisikku. Ketrigger pastinya ada. Sampai mikir, utk apa penyintas perlu baca buku spt ini? Bukannya justru si pembully yg harusnya baca agar sadar diri mereka selama ini jahat?

Cuma yah, korban spt aku cocok dg membaca buku ini karna utk membuktikan kalau aku gak sendiri. Kalian gak sendiri. Ada juga yg berjuang dari komentar jahat itu di luar sana. Dan buku ini, berfungsi untuk menyadarkan kita agar tidak menjadi jahat spt pembully itu. Menyadarkan kita utk gak apa-apa gak sesempurna yg diinginkan si pembully. Untuk apa mempedulikan tanggapan orang jahat kan?

Hal lain yg aku suka dari buku ini adalah beberapa quotes yg menyelingi pergantian babnya. Terkesan klise memang maknanya, tapi tetep aja sukses bikin senyumku tersungging manis di wajah.

Pasti Ernest bangga punya istri kayak Meira. Aku juga bakal berusaha utk meningkatkan value hidupku agar tanpa sadar kebahagiaan juga bisa datang dg sendirinya. Terima kasih Kak Meira untuk buku penyemangatnya!

Oke, itu aja hehe. Peace! ✌️
Profile Image for Rose 📚🌹.
538 reviews133 followers
May 13, 2018
"Di balik semua yang terlihat menyenangkan, selalu ada perjuangannya."

Ini cerita tentang Meira, istri dari Ernest Perkasa, seorang komedian, penulis dan aktor yang cukup terkenal di Indonesia. Hidup sebagai istri seorang public figure tidaklah mudah. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, hidup Meira, yang lebih sering dipanggil Mamak, akan terus disoroti dan dijudge oleh khalayak ramai.

"Menjadi istri public figure adalah perjuangan yang berat sekali."
- Ekspektasi orang terhadap istri artis sangatlah tinggi.
- Berambut pendek, memiliki kulit cenderung gelap.
- Model baju itu - itu saja, nggak pernah pakai kosmetik, alis nggak on point.
- Tubuh berlemak di sana - sini.

Well, semua yang diuraikan diataskan itu terkesan nggak ada bagus - bagusnya ya. Kalau kita lihat di tv berita tentang infotainment, istri para artis malah seolah - olah berlomba - lomba untuk mempercantik diri, mempermak diri sedemikian rupa hingga mungkin suaminya tidak kenal lagi dengannya. *ups* Yang penting nggak mirip LL ya xD Emang doi punya suami? #ehhh maaf jadi bergosip xxxx.

Back to mamak dan her insecurities, pesanku mak, you are doing just fine! It's okay punya kulit gelap, eksotis mak!, berambut pendek - hemat shampoo - hemat pengeluaran RT, model baju itu - itu aja - yang penting nyaman mak!! tubuh berlemak sana sini, so what? is that even a sin? NO! Ga peduli berapa size tubuhmu, kamu adalah kamu, you are beautiful just they you are, Mak. Buang jauh - jauh pikiran jelek karena itu nggak akan membuat mak merasa jauh lebih baik tapi sebaliknya. Jadi kenapa ngelakuin itu? Lakukan hal yang positif, seperti menulis buku ini. Thank you for your good and inspiring words, Mak.

review selengkapnya di : https://sikutubukuocemei.blogspot.co....
Profile Image for Rima Kurnia.
28 reviews2 followers
September 1, 2018
Akhirnya, selesai juga menamatkan buku ini. Beberapa waktu terakhir, aku sempat melihat banyak orang membaca buku ini. Akhirnya, aku mencoba untuk ikut dalam arus yang sama, mencoba menemukan alasan yang membuat orang banyak memberikan review sangat positif untuk buku ini.

Setelah tuntas membaca, aku kemudian memutuskan untuk memberikan 3,5 bintang yang kemudian ku bulatkan menjadi 4 bintang. Sebuah bacaan yang cukup penting, informatif, bagus, sekaligus menghibur. Pesan yang ingin diberikan penulis kepada pembaca dapat disampaikan dengan cara yang baik dan ringan. Selain itu, penulis juga mampu memberikan sebuah perspektif serta pengetahuan baru.

Lalu, mengapa tidak 5 bintang?

Jawabannya cukup sederhana, walaupun ini terkait dengan penilaian yang cukup personal. Aku kurang nyaman dengan buku yang memakai terlalu banyak bahasa tidak baku di dalamnya.

Namun, positifnya, bahasa yang tidak baku itu justru mudah sekali untuk diterima oleh semua kalangan masyarakat, membawa penulis menjadi terasa dekat dengan pembaca, karena bahasa tidak baku biasanya digunakan dalam bahasa percakapan.

Mungkin penulis ingin merangkul segala kalangan masyarakat dan membahas topik yang cukup berat dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Sebagai akhir dari review singkat ini, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk penulis yang sudah menuliskan buku ini. Sungguh aku tidak menyesal membeli buku dengan cover, ilustrasi, serta konten yang bagus. Semoga penulis selalu dapat memberikan pesan yang baik serta pembelajaran yang berarti bagi pembaca di luar sana, yang mungkin juga mengalami tantangan dalam proses self-acceptance.
Displaying 1 - 30 of 156 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.