Kau tahu sesuatu tentang hati? Dia memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri. Hanya butuh sedikit waktu untuk merekatkan semua kepingan. Setelah utuh, ia akan menyesap habis semua racun yang memahitkan hidupmu. Lalu menjadikanmu hidup. Kembali.
Buku puisi pertama yang kubaca dan yaaaa aku nggak suka, wkwkkw.
Hal yang oling aku apresiasi dari buku ini adalah ilustrasinya, sih. Bagus aja gtu perpaduan hitam, putih, sama pink. Terus diksinya juga nggak rumit juga, sih. Terus ya pusinya punya alur gitu lho. Aku nggak tahu sih apa setiap buku puisi emang selalu ada alurnya?
Untuk ukuran buku puisi, jelas ini nggak flowery, aku juga mudeng sama isinya walaupun cuman gambaran besarnya. Dan aku tetep nggak tahu apa ada imply meaning tiap bait. Soalnya dulu pas matkul literature dan bgian analisis puisi, aku struggle banget karena tiap bait ada imply meaning-nya. Nah kalau buku ini aku rasa nggak tahu, atau ya emang akunya rada bego aja kali ya kalau puisi. 😂
Puisinya tentang jatuh cinta, patah hati, perpisahan, sama move on. Sejauh yang aku baca, keknya ini bucin aja gtu ke cowoknya, dan pas bagian patah hati itu, cowoknya keknya brengsek juga. Soalnya sumpah, ini pusi seakan dibuat sama orang yang pakung tersakiti gitu tah.
Dan ya preference aja sih inimah, aku nggak bgtu suka sama kebucinan kayak gini, nggak relate. Terus pas baca enggak ada yang bikin aku tersentuh atau gimana. Ya gitu aja sih datar.
Saya baru tahu ternyata Titi Sanaria ada buku puisinya. Dari namanya, akhirnya saya nyoba baca. Walau tidak seperti penyair yang bisa merangkai kata nan indah, tapi saya harus bilang karyanya lumayan. Ditambah dengan kolaborasi bersama ilustratornya, membuat puisi-puisi di dalamnya terasa lebih hidup. Ilustrasinya bagus dengan pilihan warna hitam dan merah muda, seperti menggambarkan kisah hubungan asmara, merah muda karena jatuh cinta dan hitam saat harus berpisah.
Dalam kumpulan puisi ini dibagi menjadi beberapa bagian, seperti kisah asmara ya, ada Jatuh Cinta, Perpisahan dan Move On. Saya lumayan suka untuk bagian jatuh cinta dan perpisahan.
Sayangnya, entah kenapa covernya harus bergambar seperti itu. Saya pikir akan lebih bagus kalo seragam dengan isi dalam buku yaitu penggunaan warna hitam dan merah muda, jadi lebih menggambarkan bagaimana isi bukunya sendiri.
Buku kumpulan puisi/sajak tentang cinta dan perpisahan. Memang aku nya kurang cocok mungkin ya sama buku2 puisi.. Puisi di buku ini ga ada satupun yg nyangkut di otak dan hati. Sejauh yg kuingat, baru Pak Jokpin dan Lucia Priandarini yg puisi2nya nyaman dibaca dan "ngena" di hati. Dan utk buku ini, seperti biasa, aku cuma suka sama ilustrasinya 乁( •_• )ㄏ
tampilan bukunya oke. ukurannya yg kecil juga nyaman untuk di pegang. sayangnya aku nggak begitu relate sama tulisannya hehe. tapi lumayan lah buat bacaan awal, mengingat dua minggu ini aku lagi reading slump.
Aku rasa, buku ini punya potensial. Alur cerita dalam puisi. Hanya saja, ini bukan tipe puisi yang ku suka, meski ada beberapa baitnya yang cantik. Dari judulnya, kurasa akan ada cerita tentang patah hati yang sebenarnya patah, sayangnya aku juga nggak merasakan itu.
Aku g tau kalau Titi Sanaria punya buku kumpulan puisi. Sejujurnya aku kurang suka baca puisi. Tapi satu persatu puisi dalam buku ini aku baca. Yg menarik perhatian ku isi buku ini ada 3 warna, hitam putih dan pink.
Iseng baca ini di ipusnas, ternyata isinya tentang perjalanan cinta yang terbagi menjadi 4 babak. Diksi yang digunakan santai dan umum, tidak perlu berpikir keras untuk memaknai isi.