Jump to ratings and reviews
Rate this book

What's So Wrong About Your Life

Rate this book
Kita pikir, cinta adalah jawaban dari insecurity kita. Kita pikir, kita spesial bagi seseorang. Kita pikir, melupakan masa lalu adalah pilihan yang tepat. Dan, kita pikir-kita pikir lainnya.

Walau semua pemikiran itu sering berakhir kekecewaan yang sama, kita tetap nggak belajar dan akhirnya mengulangi kesalahan yang itu-itu lagi. This is the reason why I wrote this book.

Supaya kita bisa sadar apa saja yang salah dalam hidup kita, mengakuinya, memperbaikinya, dan mengalani hidup lebih baik.

182 pages, Paperback

Published December 1, 2019

98 people are currently reading
1140 people want to read

About the author

Ardhi Mohamad

3 books52 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
211 (44%)
4 stars
172 (36%)
3 stars
64 (13%)
2 stars
10 (2%)
1 star
13 (2%)
Displaying 1 - 30 of 88 reviews
1 review1 follower
April 30, 2020
Kecewa karena penyelesaian semua babnya yang terlalu berujung pada agama, terutama Muslim yang lebih cocok ke dalam buku agama, padahal yg saya mau adalah penyelesaian secara sisi psikolog. No offense. Karena saya beli di toko buku termasuk bagian psikolog dan saya tertarik dari abstrak dan gaya penulisannya. Jadi saya merasa tertipu untuk beli buku ini.
Mohon kedepannya untuk penulisan abstrak lebih diperjelas lagi..
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books728 followers
December 12, 2019
Jadi, kamu pikir cinta adalah jawabannya? Kamu pikir kamu spesial bagi seseorang?

Buku ini menampar saya. Terutama di bab kedua.

Dan, tak perlu sampai ke bab kedua. Cukup, cukup daftar isinya saja bikin saya tertarik untuk baca buku ini.

Lihat, begini daftar isinya:
1. You Think Love Is the Answer (Kamu Pikir Cinta Adalah Jawabannya)
2. You Think You're Special to Someone (Kamu Pikir Kamu Spesial Bagi Seseorang)
3. You Think You Should Follow Your Heart (Kamu Pikir Kamu Harus Mengikuti Isi Hatimu)
4. You Think You Just Need to Be Happy (Kamu Pikir Kamu Harus Selalu Bahagia)
5. You Think You Should Make Your Dream Come True (Kamu Pikir Kamu Harus Membuat Semua Mimpimu Jadi Nyata)
6. You Think Forgetting the Past Is the Answer (Kamu Pikir Melupakan Masa Lalu Adalah Jawabannya )
7. You Think that Influencer is Worth to Follow (Kamu Pikir Influencer Itu Layak Diikuti)
8. You Think You Have to Be an Extrovert (Kamu Pikir Kamu Harus Menjadi Ekstrover)
9. You Think You Can Only Depend on Yourself (Kamu Pikir Kamu Hanya Bisa Bergantung pada Diri Sendiri)
10. You Think You Know What Success Is All About (Kamu Pikir Kamu Tahu tentang Kesuksesan)
11. You Think You Have Handled Your Problems (Kamu Pikir Kamu Sudah Mengatasi Masalahmu)
12. You Think You're the Most Miserable Person on Earth (Kamu Pikir Kamu Orang yang Paling Menderita di Dunia)

Bahkan, baru daftar isi, udah nampar, kan?

Buku ini tak sekadar merangkum kesalahan pola pikir dalam melihat dunia, tetapi juga menyuguhkan argumen mengapa itu salah lewat teori psikologi populer, lalu menunjukkan secuil jawaban yang sungguhan jawaban--yang benar-benar kita butuhkan.

Tentu, buku ini memiliki beberapa kekurangan. Ini adalah karya pertama sang penulis. Namun, terlepas dari kekurangan itu, isinya... amat dibutuhkan.

So, I recommend you to read this book.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
February 25, 2020
Di dalam kehidupan ini pasti banyak sekali hal-hal yang kita yakini atau percayai sebagai tindakan yang benar. Namun, nyatanya pemahaman kita akan kehidupan ternyata tidaklah selalu akurat. Banyak berbagai pandangan kita yang mungkin pada awalnya terkesan wajar, tapi sebenarnya buruk dan merugikan. Kita seringkali membenarkan sesuatu yang kita rasakan, cintai dan percayai. Berbagai aspek kehidupan seperti cinta, hati, bahagia, hingga masalah menjadi perihal yang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda bagi setiap orang. Mungkin kita yakin jika cinta merupakan jawaban dari keresahan hati. Akan tetapi nyatanya jika kita mau merenungkan dan memikirkan lagi perihal cinta secara lebih logis dan mendalam, cinta bukanlah jawaban yang tepat. What's So Wrong About Your Life adalah buku yang akan membuka dan merefleksikan kehidupan kita secara lebih mendalam mengenai berbagai pandangan hidup yang selama ini ternyata dianggap keliru.

Buku setebal 180 halaman ini terbagi menjadi 12 bab yang akan membahas tentang berbagai aspek dalam kehidupan. Konsep bukunya mungkin hampir mirip seperti Jika Kita Tak Pernah-nya Alvi Syahrin hanya saja pembahasannya lebih luas dan melebar. Di sini kita akan melihat berbagai macam problematika dalam hidup yang mungkin kita anggap benar jika bertindak demikian. Namun, saya jamin setelah membaca buku ini kalian akan berpikir ulang tentang tindakan tersebut. Ardhi Mohamad yang memang lulusan psikologi mengemukakan perspektif-perspektif yang kesannya menentang kebiasaan kita selama ini, tapi memiliki logika yang memang benar apa adanya. Contohnya seperti kehidupan kita yang sudah sangat banyak dicekoki oleh cerita romansa seperti Romeo & Juliet. Di mana kisah tersebut terkesan romantis, namun jika ditelaah lebih jauh apa kita rela mati konyol hanya karena cinta?

Tidak hanya sekadar membahas soal cinta, buku ini juga menyoroti permasalahan yang sering kali timbul di masa kini, yaitu soal media sosial. Banyak sekali kaum milenial yang bisa dibilang kecanduan dengan media sosial. Bagaimana setiap detik mereka selalu mengecek notifikasi ponsel hanya agar tidak ketinggalan informasi terbaru dari dunia maya. Keberadaan media sosial sebenarnya tidaklah seratus persen buruk. Malahan keberadaannya sangat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Hanya saja penggunaannya yang berlebihan bisa sangat membahayakan. Seperti saat kita mengikuti akun idola yang kehidupannya terlihat mewah dan glamor. Pasti muncul perasaan iri yang mulai membanding-bandingkan kehidupan pribadi kita dengan idola tersebut. Hadirlah rasa mengeluh dan kurang bersyukur akibat itu semua. Padahal niat awal kita bermain media sosial adalah untuk menghibur diri, tapi nyatanya malah bikin hati iri.

Penulis juga membahas soal kepribadian introvert dan ekstrover. Di mana banyak pihak yang menekankan jika pribadi ekstrover lebih berpeluang untuk sukses dibandingkan pribadi introver. Padahal faktanya semua kepribadian memiliki peluang yang sama untuk sukses. Sorotan yang berlebih terhadap sosok ekstrover tidak jarang membuat kita sebagai seorang introver menjadi takut dan kurang percaya diri sehingga berusaha untuk menjadi pribadi ekstrover. Inilah keyakinan yang salah selama ini. Banyak tokoh-tokoh dunia yang introver namun bisa sukses. Contohnya seperti J. K. Rowling dan Steve Jobs. Introver merupakan pendengar yang baik, tenang dan pemikir yang sebenarnya sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Mungkin banyak yang beranggapan jika introver adalah sosok yang sombong dan antisosial. Namun, faktanya introver hanya perlu beradaptasi lebih lama dengan orang baru agar mereka bisa nyaman.

Pembahasan yang dicakup dalam buku ini tergolong luas dan sangat relevan dengan kondisi anak muda zaman sekarang. Bagaiamana perihal cinta hingga media sosial dikupas dan dibahas dengan logika yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Layout bukunya pun dibuat semenarik mungkin, seperti coretan-coretan di buku catatan. Apalagi rangkuman di setiap bukunya dibuat seakan-akan berantakan, tapi sebenarnya terlihat menarik. Gaya bahasa penulis ringan, sederhana dan mudah dimengerti dengan sisipan kalimat berbahasa Inggris. Nuansa religius yang dimasukkan pun cukup kental dan terasa. Potongan-potongan ayat suci Al Quran menjadi contoh dan pengingat yang semakin menguatkan penjelasannya. Melalui buku ini kita akan menemukan perspektif baru akan kehidupan. What's So Wrong About Your Life merupakan bacaan sekali duduk yang akan merefleksikan kembali arti dan makna hidup yang sesungguhnya.
Profile Image for Desti Astiani.
123 reviews13 followers
March 16, 2021
Buku ini adalah kumpulan pengetahuan, pemikiran dan pengalaman dari penulisnya. Tebalnya 180 halaman dan terdiri dari 13 bab. Tampilan bukunya unik, setiap akhir bab ada berupa sekema rangkuman dari pokok pembahasannya dengan jenis tulisan tangan. Ada nuansa halaman yang berwarna hitam pada daftar isi, di setiap awal bab dan kutipan.

Topik pembahasan buku ini dekat banget dengan keseharian kita, mengenai hal yang banyak orang sering rasakan. Penjelasannya mudah dipahami, tidak panjang lebar, padat dan berisikan contoh-contoh yang simpel.

Yang dibahas di antaranya tentang cinta, motif tersembunyi dari orang yang memprioritaskan kita hingga merasa spesial, mengikuti kata hati, kebahagiaan, impian, kesuksesan, melupakan masa lalu, menangani masalah sampai dengan mencintai diri sendiri. Dari pembahasan tersebut dapat membantu memaknai hal-hal yang bisa kita ketahui sebenarnya apa yang salah dalam hidup kita.

Aku juga dapat bonus After Midnight, halamannya hitam semua sebanyak 20 halaman yang berisikan pengingat untuk kita tentang takdir, perpisahan, bertahan, kemudian tentang kita yang gak pernah sendirian dalam kegelapan, jangan sibuk membandingkan hidup kita dengan orang lain, lalu tentang kehilangan dan harapan.
2 reviews
July 17, 2020
Jujur, agak kecewa sih. Dikirain emang buku self-improvement dari sisi psikologis. Tapi ternyata ujung2nya semuanya ke agama, terutama islam. Bgmn kalau yang non-islam? Atau non-agamis? Sgt tdk membantu utk mencari "what's wrong about someone's life". Bahkan saat sy ke psikolog mau pun psikiater, tdk ada yg menyinggung2 agama. Semuanya dr sisi professional, dr sisi psikologi. Sorry to say, but this book not meant to be self-improvement.
Tapi dari penulisannya bagus, nyaman utk dibaca. Tapi kontennya, lebih tepat untuk buku agama. Karena ujung2nya Allah. Mencintai karena Allah, ikhlas karena Allah, etc. Cmiiw
Profile Image for Annida.
61 reviews7 followers
August 30, 2021
At some parts i don't feel related with this book, and at some parts i feel lightening by this book.

Buku ini bagus, membuat kita sadar dengan banyak hal, menjelaskan hal apa saja yang salah di hidup kita dengan menjabarkannya di bab masing-masing.

Aku suka dengan tampilan buku ini, banyak coretan-coretan tambahan di setiap halamannya dan dibuat rangkuman di setiap akhir babnya.
7 reviews1 follower
February 17, 2022
Blurb;
Kita pikir, cinta adalah jawaban dari insecurity kita. Kita pikir, kita spesial bagi seseorang. Kita pikir, melupakan masa lalu adalah pilihan yang tepat. Walaupun semua pemikiran itu sering berakhir kekecewaan yang sama, kita tetap tidak belajar dan akhirnya mengulang kesalahan yang sama. This is the reason why I wrote this book. Supaya kita bisa sadar apa saja yang salah dalam hidup kita, mengakuinya, memperbaikinya, dan menjalani hidup lebih baik.

Buku ini merupakan sekumpulan pengetahuan, pemikiran, dan pengalaman dari penulis yaitu Ardi Mohammad, serta ilmu-ilmu yang diperolehnya saat di bangku kuliah.

Dari buku ini kita bisa belajar bagaimana tidak sepenuhnya menjadikan cinta sebagai tujuan akhir, tidak serta merta merasa bahwa kita dispesialkan seseorang karena kita spesial, mengartikan bahwa sukses sebenarnya tak sepenuhnya soal "kejarlah mimpimu setinggi langit", bahkan menjadikan kata "self love" sebagai ajang mencintai diri sendiri padahal tak lain menjadi hal yang merugikan diri sendiri.

Banyak sekali pemahaman baru yang di dapat dari buku ini. Hal-hal yang dibahas dalam buku ini pun sangatlah relate dengan apa yang seringkali kita rasakan, temukan, dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita lihat dari covernya, maka kita akan berekspekulasi bahwa buku ini hanyalah sekedar buku "self improvment" kebanyakan. Tapi jangan salah, buku ini mengambil perpektif dari sudut pandang islam dan memberikan pemahaman bahwa semua yang berbau duniawi hanyalah semu dan akhiratlah yang kekal.

Buku ini dikemas dengan bahasa yang super praktis dan mudah dipahami. Dan setiap di akhir bab nya ada mind mapping yang mengingatkan kita kembali inti dari bahasan di setiap bab nya. Gambaran mind mappingnya ada di slide ke2 postingan ini ya. Dan rasanya nggak ada yang perlu dilewatkan ketika membaca buku ini. Karena setiap halamannya mengandung banyak highlight.

So far, aku rekomendasikan buku ini buat golongan manapun yang lagi mencari bacaan self improvment yang ringan tetapi isinya daging semua.

🌟 5/5
Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
March 14, 2020
Tapi, ketika kita yang melihat update orang lain di media sosial, timbul rasa insecure karena kita membandingkan behind-the-scene kehidupan kita dengan kebahagiaan yang mereka perlihatkan, dengan betapa serunya hidup mereka. Padahal, behind-the-scene mereka kita nggak tahu. Ini yang akhirnya membuat kita jadi merasa nggak bersyukur dengan kehidupan yang dimiliki. - hal. 108

Banyak quote yang bagus, ternyata isinya lebih mendalami dari sisi agama, agak terganggu juga dengan pemakaian kata "gue" dan "nggak" tapi bisa dimaklumi karena rasanya kayak ngobrol sama penulisnya...
Profile Image for Ananta Sadina.
3 reviews
May 4, 2023
Buku ini menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan seorang manusia khususnya yang muslim dalam memaknai kehidupan. Dimana, kebanyakan dari kita menggantungkan segala hal di posisi yang salah. Padahal sebagai seorang muslim harusnya kita tau kepada siapa kita harus mengembalikan segala hal dalam hidup kita.

Segala hal yang dibahas dalam buku ini pada akhirnya mengajak kita untuk bisa mengakui kesalahan dalam hidup kita, lalu memperbaikinya dengan cara kembali ke jalan yang sudah jelas benar dan menjalani hidup yang lebih baik.

Ada 3 hal yang gue suka banget dari buku ini.

Pertama, setiap babnya berhasil bikin gue menyadari hal baru satu persatu dan bikin gue mikir “ternyata segini jauhnya ya gue sama tuhan gue, padahal ternyata Allah itu sangat sangat sangat dekat” dan dari semua makhluk di dunia ini, memang cuma Allah yang bisa kasih kita pertolongan, dan bisa berkehendak dengan mudahnya. Hal itu berulang kali ditegaskan dalam setiap babnya. Jadi gue semakin sadar bahwa Allah itu ada dalam semua aspek kehidupan kita. Nggak ada satupun yang bisa selalu ada untuk kita kecuali Allah.

Kedua, buku ini bukan buku yang sekali baca langsung nggak kepake lagi. Buku ini bener-bener bisa jadi reminder di segala aspek kehidupan sesuai dengan apa yang sedang kita lalui. Selain itu buku ini juga bisa jadi investasi kita juga karena ilmu di dalam buku ini sangat bisa diwariskan untuk orang lain.

Ketiga, nyata adanya, buku ini bikin gue lebih semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dalam mengejar dunia dan akhirat gue. Di buku ini juga kita diberi berbagai penjelasan yang membuktikan bahwa urusan dunia dan akhirat itu bukan suatu dualisme yang tidak bisa disatukan. Tapi justru sebaliknya. Kita diberi penjelasan tentang bagaimana kita seharusnya memadang dan memposisikan dunia dan akhirat kita dalam menjalani kehidupan yang seimbang.

Selain dari 3 hal itu, cara penulis menyampaikan isi buku ini juga sangat enak diterima. Gue merasa bahwa cara penyampaiannya itu berhasil mengubah cara pandang gue terhadap dunia. Mungkin karena buku ini ditulis dengan cara yang tidak mendikte, tapi dengan cara menambah wawasan dan menunjukan perspektif baru dalam cara manusia melihat dunia.

Menurut gue, buku ini sangat cocok buat orang yang sedang merasa dirinya buruk dan terjebak di dalam dunia yang gelap tapi menginginkan kehidupan yang lebih baik dan ingin berusaha menyayangi dirinya dengan cara menjaga dirinya dari segala keburukan yang ada. Singkatnya, cocok buat orang-orang yang sedang berusaha merubah hidupnya menjadi lebih baik dan ingin memaknai hidupnya lebih dalam lagi.
Profile Image for Wardah.
953 reviews172 followers
March 7, 2020
Mungkin masalah yang kita dapat adalah sebuah tanda agar jangan mengandalkan diri sendiri, karena kita punya Allah. (h. 160)⁣


What's so Wrong About Your Life itu semacam: "Ekspektasi vs Realita" gitu. Penulis menuliskan soal hal-hal yang kita rasa benar, kita ekspektasikan dalam hidup, ternyata tuh nggak gitu. Ada 12 bab dan semuanya berusaha menjelaskan kalau sebenarnya tuh nggak seperti yg kita pikirkan dan berusaha mengajak kita untuk kembali pada sang pencipta ⁣

Kamu bisa swipe untuk baca daftar isinya..⁣

Menurutku pribadi sih buku ini bagus. Meski penjabaran tiap bab itu nggak banyak, tapi cukup lengkap untuk semua bab. Sayangnya aku cuma merasa penulis kayak terlalu cepat dan frontal mematahkan ekspektasi pembaca. Begitu bab dibuka, penulis langsung bilang "Hei, nggak gitu lho harusnya". Baca 2-3 bab sih masih oke, tapi makin belakang karena ini aku jadi merasa kayak di-judge :(⁣

Padahal kalau aku baca lebih jauh soal bahasannya, ya bagus. Tulisannya pun ngalir kok. Penulis juga menceritakan secara ilmiah juga, nggak cuma suruh kita makin beriman aja gitu.⁣

Makanya aku habis baca sekitar 6 bab, aku ambil jeda. Nggak semua hal sangat relate dengan aku, tapi ya kan kalau baca capek juga ya dibilangin "Hei, nggak gitu" terus-terusan. :")⁣

Oya, buku ini yang jelas punya format yg menarik. Aku suka dan menikmatinya banget. Karena di tiap akhir itu ada kayak jurnal intisari setiap bab. Juga ada kutipannya.⁣

Cocok buatmu yang pengen baca buku self-improvement dengan bahasan cukup luas. Atau buatmu yang lagi menginjak usia pencarian jati diri.⁣

Selamat membaca dan selamat bertumbuh. 🤗⁣
Profile Image for Erika Reieru.
124 reviews15 followers
January 11, 2023
Pernah ga sih berpikir kalau hidupku kok gini-gini aja ya? Kok aku gak dihargai sih? Hidupku kapan bahagianya ya? Atau merasa gak puas sama hidup yang sekarang?

Yes, baca buku ini deh bisa jadi menjawab overthinking kamu soal hidup.

Sebagaimana salah satu quote di buku ini, "Tahu kesalahan adalah the begenning of change. A good change." Jadi sebelum overthinking-nya makin kemana-mana, yuk baca dulu buku ini, supaya ada setidaknya sedikit perubahan sudut pandang ke arah yang lebih positif.

Baca review lengkapnya di sini ya, https://erikareieru.blogspot.com/2023... atau bisa klik link di bio juga. 😊

Kalau temen-temen ada masukan buat reviewan dan blog ku yang masih berantakan, atau rekomendasi buku bagus boleh banget yaa.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 3, 2020
Ada yang suka baca buku self improvement? Kali ini aku akhirnya berhasil menamatkan buku What's So Wrong About Your Life karya Kak Ardhi Mohamad.

Kesan pertama, aku suka covernya yang simple tapi eye-catching. Apalagi covernya itu seperti tulisan tangan dan ada tulisan timbul di belakangnya. .

Kemudian setelah aku membaca bab demi bab buku ini, aku cukup menyukai gaya bahasa yang digunakan. Cenderung ringan dan mudah dipahami. Tiap bab dikupas dengan singkat, padat dan jelas. Yang membuat menarik, tiap bab diakhiri dengan semacam summary/ringkasan dari pokok bahasan yang dibahas. Cukup melihat ringkasan itu, kita jadi bisa memahami apa yang dibahas dalam bab itu 😍😍😍

Ada 12 bab dalam buku ini, bercerita tentang banyak hal. Tentang cinta, sosial media, hidup, masa lalu, impian, kesuksesan dan banyak hal lainnya. Semua terangkum dalam buku setebal 180 halaman ini. Ada bab-bab yang terasa related sama kehidupanku sendiri, sehingga saat membacanya "wah, aku banget ini" 😷

Karena Kak Ardhi punya background psikologi, jadi ada cukup banyak juga unsur-unsur psikologi dimasukkan dalam buku ini, tapi tidak ada kesan menggurui ya. .

Secara keseluruhan, membaca buku ini seakan mengajak kita untuk merenungkan kembali tentang banyak hal.
Profile Image for bayu.
74 reviews
January 15, 2022
Point-point yang bisa aku simpulkan dari buku ini :
• Jangan berlebihan mengejar dunia, baik di percintaan, kebahagiaan, impian atau kesuksesan, karena semua yang ada di dunia ini fana. Sewajarnya saja.
• Jangan berekspektasi berlebihan kepada manusia karena jika semua itu tidak sesuai ekspektasi kita maka bersiaplah untuk sakit hati dan kecewa.
• Kita harus bijak dalam menggunakan sosial media, pilah-pilah mana yang baik untuk kita, mana yang buruk untuk kita. Kita harus bisa mengontrol penggunaan sosial media, bukan sebaliknya.
• Introvert-ekstrover bukanlah penentu keberhasilan, semua bisa berhasil. Introvet-ekstrovert juga bukan penentu kepribadian seseorang, karena setiap pribadi itu memiliki keunikan masing-masing.
• Ketika menghadapi suatu masalah baiknya kita tetap bersabar dan berusaha mencari jalan keluarnya, bukan malah lari dari masalah. Di setiap masalah yang kita hadapi pasti ada makna dibaliknya dan akan ada pembelajaran yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Profile Image for Sym.
43 reviews
June 11, 2020
Lebih banyak mengingatkan, mungkin buku ini bakal cocok banget sama orang-orang yg bakal hijrah, gak cuman mengingatkan tapi lebih banyak membuka pikiran and get us to realize whats wrong and whats is right, tapi semuanya berkiblat pada agama, well kalo secara teori emang didukung dari literatur yg bagus kalo menurut saya... Mungkin karena basednya penulis seorang psikolog kali yak, makanya topiknya kekinian banget, related sama kehidupan sekarang.... Bahkan saya sampe gak bisa menyangkal beberapa bab karena itu saya banget...

Real Rating 3.5⭐/5
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ann.
16 reviews1 follower
June 26, 2022
Bukunya bagus, ada beberapa kutipan yang aku suka, dan ya bener juga, ada masa lalu yang belum selesai di aku, dan seharusnya memang sudah selesai.

Pengharapa tiada henti, yang akhirnya berujung tiada akhir, dan akhirnya sakit hati sendiri, dan stres sendiri. semua salah siapa? salah mindset yang ditanamkan di kepala.

1. Penyangkalan (denial)
2. Marah (anger)
3. Menawar (bargaining)
4. Depresi (depression)
5. Penerimaan (acceptance)
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,449 reviews73 followers
May 30, 2025
Hmm. Buku ini cukup nampol kalau kondisi kita lagi menye-menye karena merasa jadi korban yang paling menderita di dunia, sih. Bab pertama langsung menikam dengan "You Think You're Important for Other People". Itu ngena banget, maaan. Pada dasarnya kita emang ga sepenting itu buat orang lain kecuali kalau kita berguna buatnya. Manusia kan pada dasarnya egois. Cuma mikirin keselamatan dan kenyamanan dirinya sendiri melulu. Hanya saja ada beberapa kondisi tertentu yang kemudian bikin kita jadi lebih selfless dan rela berkorban untuk orang-orang tertentu dan pada saat-saat tertentu. Itu kenyataan yang sangat pahit. Sangat pahit. Mengingat koneksi antarmanusia yang benar-benar tulus itu bisa jadi termasuk hal yang paling indah di dunia ini.

Gimana ya, rumit. Pahit. Pemahaman soal ini sebenarnya bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, kita bisa merasa bebas jadi diri sendiri dan melalui hidup tanpa menanggung banyak beban (yang kadang kita bikin-bikin sendiri) karena merasa toh kita enggak sepenting itu untuk jadi pusat perhatian. Di satu sisi... it's so sad. Orang bisa kehilangan semangat hidup karena merasa nggak ada orang yang peduli atau menganggap dirinya penting loh. Dan beberapa orang benar-benar mewujudkan keinginannya jadi nyata. Ya Tuhan.... Padahal, kenyataannya, mana mungkin kita enggak benar-benar penting blas bagi satu-dua orang? Masa iya nggak bakal ada yang sedih kalau kita nggak ada? Seumur hidup, kita pasti pernah melakukan kebaikan sekali-dua kali yang begitu berarti buat orang lain. Nggak mungkin orang-orang itu enggak merasa keberadaan kita penting. Manusia memang bisa tidak tahu diri. Namun, masih banyak kok orang yang tahu diri dan punya hati.

Jadi, kata-kata "Kita nggak sepenting itu buat orang lain" itu sebenarnya adalah kalimat rawan yang harus hati-hati banget buat diucapkan.

*

Nah, buku ini sebenarnya adalah buku motivasi Islam. Karena kesimpulan akhirnya selalu diarahkan pada mendekat kepada Allah SWT. But here is the problem. Aku ngerasa tone dalam buku ini agak atau bahkan sangat mensimplifikasi masalah yang mungkin sedang dihadapi tiap orang.

Mentalitas, "Gitu aja dipikirin", "Gitu aja dipermasalahin" ini buatku bahaya, loh. Apalagi kalau kemudian dibawa pakai dalil agama. I mean, buat apa jadi orang beragama kalau nggak bisa empati sama masalah orang lain dan malah merendahkan?

"Kamu kan punya Tuhan? Kok stres karena masalah kaya gitu?"

Heeeeeey. Iya kita punya Tuhan. Tapi buat apa Tuhan menciptakan manusia ada segini banyak kalau nggak supaya kita bisa saling tolong-menolong? Tidakkah Anda berpikir bahwa pertolongan Tuhan itu bisa saja seharusnya datang lewat Anda sebagai medianya kalau saja Anda mau mikir?

Lagipula penulis mengatakan dirinya punya background pendidikan psikologi (eh? Atau psikolog, ya?). Harusnya dia tahu dong kalau hal pertama yang perlu dilakukan saat tertimpa masalah atau mengetahui orang lain tertimpa masalah itu adalah validasi?

Lalu satu yang nggak aku suka banget dari buku ini. Penulisnya terus mengulang soal harta ga dibawa mati, yang penting itu kehidupan akhirat. Man, ketika kamu masih muda dan bukan dari kalangan berprivilese, mungkin kata-kata ini bisa sangat menghibur buatmu. Namun, begitu kamu sudah dewasa dan menghadapi realita, dunia ini akan terasa sangat sempit jika kamu orang yang nggak punya. Ya memang, akhirat selamanya, dunia cuma sementara. Tapi "sementara" di dunia ini menentukan banget gimana nasib kita di akhirat yang selamanya itu loh. Orang-orang dengan kemandirian finansial dengan cara yang halal, insyaallah akan lebih bermartabat. Tidak merepotkan orang, jauh dari keinginan berbuat jahat, jauh dari utang, dan bisa lebih banyak membantu orang lain secara nyata. Lagipula bukankah ibadah baru bisa nikmat dilakukan jika hati terasa tenang? Hati akan tenang jika kebutuhan-kebutuhan dasar kita sudah terpenuhi.

Kemunduran umat muslim ya salah satunya karena pemikiran "harta nggak dibawa mati" ini. Tahu kan berapa banyak kasus goncangnya rumah tangga gara-gara kepala keluarga males kerja dan malah nyuruh keluarganya mensyukuri apa yang ada saja? Memuakkan. Sekarang ketika teknologi dan berbagai aspek lain dikuasai oleh orang-orang nonmuslim, beberapa dari kita cuma bisa mikir dengan pahit, "Ya wajarlah, mereka kan mikirnya dunia terus."

Heeeeeeey! Anda pikir salat enggak butuh beli baju bersih? Nggak bayar PDAM? Gimana dengan sedekahnya? Zakatnya? Puasanya? Boro-boro mau mikir rukun Islam kelima. Mencari ilmu itu juga wajib. Apa ilmu nggak butuh biaya? Guru nggak berhak dibayar dengan gaji layak dan disuruhnya ikhlas terus? Kayak gini nih kalau narasi agama dipegang sama orang-orang manipulatif.

Rumit memang. Islam menyuruh kita untuk tidak terlalu cinta pada dunia karena akan sangat berbahaya. Namun, nyatanya untuk meraih surga itu pun butuh modal. Kenapa umat kita nggak diajarkan untuk berusaha dan bekerja sebaik mungkin agar mereka bisa membantu diri mereka sendiri dan orang lain supaya selamat di dunia dan di akhirat? Agar bisa beramal dengan harta terbaik?
Profile Image for Hana Rikayasa.
49 reviews
March 14, 2020

Pertama kali melihat buku ini di suatu postingan bookstagrammer Indonesia namun lupa siapa 😅. Di postingan tersebut buku ini tampak lucu sekali, bagian dalamnya terdapat ilustrasi berupa mindmap rangkuman setiap babnya. Alhasil racun ini berhasil dan aku langsung memesan buku ini yang versi bertanda tangan lewat bukku.id.




Buku ini berisi pemikiran dan pengetahuan penulis mengenai kehidupan. Baik tentang cinta, kesuksesan, dan kebahagian. Judul dari setiap bab di buku ini yang menarik. Tiap judulnya diawali dengan frase "You think that.." lalu diikuti oleh stereotip atau pemikiran yang umum beredar di masyarakat yang beberapa dari kita pasti menganutnya, sadar atau tidak sadar.




Buku ini mudah untuk dibaca karena bahasanya yang ringan dan masalah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan. Selain itu, halamannya banyak dihiasi kalimat-kalimat yang ingin dihighlght di setiap babnya. Belum lagi di setiap akhir bab, buku ini menampilkan mindmap ringkasan bab yang lucu dan memudahkan pembaca untuk mengingat kembali isi bab tersebut.




Buku ini dibuka dengan tema percintaan, menjelaskan jika cinta yang berlebihan kepada seseorang itu tidak baik dan akan menjadi toxic. Lalu diikuti dengan bab selanjutnya tidak kalah menarik yaitu mengenai kita yang berpikir bahwa kita merupakan seorang yang spesial bagi seseorang, padahal pemikiran itu bisa menjerumuskan kita sendiri.




Balasan manusia, pujian manusia, limpahan harta, hal-hal duniawi yang tak bisa diprediksi, yang biasanya selalu berujung kecewa. You've put your expectation wrong

h. 40



 Bab yang paling berkesan bagiku adalah bab IX : You Think Can Only Depend on Yourself. Bab ini speaks to me the most mungkin karena pemikiran ini yang paling aku percaya sehingga ketika sisi lain yang aku tidak tahu dari pemikiran ini dikupas, rasanya seperti sedang dinasehati secara personal 😁 . Hasilnya, bab ini yang paling banyak aku highlight menggunakan pensil warna. Berikut kutipan dari bab ini yang paling semangat saya highlight:




Kalau ternyata kita berhasil, maka kita akan berbangga diri, menganggap ini semua adalah hasil dari jerih payah diri kira yang bisa mengarah ke kesombongan. Kalau kita gagal, maka kita akan mengalami fase kekecewaan terhadap diri kita yang mendalam, dan bisa mengarah ke membenci diri kita sendiri.

h. 135



Hal yang mungkin tidak dibeberkan ketika promosi buku ini adalah buku ini mengangkat unsur islami yang cukup besar, namun tidak berlebihan dan masih ringan. Aku tidak menyangkanya di awal karena aku kira buku ini hanya mengenai 'kehidupan fana' namun justru pesan universal yang diangkat di buku ini adalah masih ada kehidupan selanjutnya yang lebih kekal setelah kehidupan yang terlalu kita pusingkan saat ini dan justru harus menjadi prioritas dan fokus kita dari sekarang.




Aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang baru mencoba membaca buku self-improvement karena isinya yang ringat dan ilustrasinya yang tidak membosankan. Buku ini cukup straightforward tentang pesan yang ingin disampaikan. Cocok untuk kaum muda ingin pemikiran stereotipnya dibantahkan.


Profile Image for Muhammad Alfian Nurkholis.
4 reviews
October 24, 2024
"Sedihnya, walaupun kita sering berinteraksi dengan perasaan cinta, kita nggak pernah benar-benar belajar soal cinta. Kita nyemplung begitu aja dengan harapan bisa sambil belajar di tengah jalan. Pada akhirnya, kita malah jadi lebih sering melukai, memanipulasi, hingga menjatuhkan orang-orang yang kita cintai."


Oh, thank God!
Sangat bersyukur Allah pertemukan diriku dengan buku ini. Ialah yang banyak menemani hari-hari galauku belakangan ini. Serasa dinasihati oleh sahabat. Ya, sahabat yang baik adalah ia yang berani "menampar" kita ketika sedang hilang arah. Yang dengan "tamparan" itu, kita bisa lebih dewasa dalam menyikapi pahit getir kehidupan.

Sebagaimana buku self improvement pada umumnya, buku ini menawarkan solusi-solusi dari berbagai macam problematika kehidupan. Bisa dibilang buku ini cukup gado-gado ya, karena cakupan pembahasannya cukup luas. Namun uniknya, buku ini terbilang cukup ringkas, nggak lebih dari 200 halaman. Luar biasa. Penulis mampu menyampaikan solusi yang ia ajukan dengan gaya bahasa yang ringan, namun tetap terstruktur layaknya karya ilmiah. Bisa dilihat di setiap akhir bab, penulis selalu mencantumkan mind map. Ini bukti dalam kepenulisannya, buku ini senantiasa dilandasi kerangka berpikir dan bukan sekadar salin tempel kutipan.

Satu hal yang juga menjadi pembeda buku ini dari buku-buku self improvement lainnya adalah basis Islam. Ya, ini adalah Islamic psychology based self improvement. Benar-benar bidang keilmuan yang saya gemari dan butuhkan, mungkin juga teman-teman di sini. Saya sangat suka bagaimana penulis mengemas dakwah Islam dengan istilah-istilah psikologi yang lebih relate dengan banyak anak muda di zaman ini. Dengan begitu, materi-materi tauhid dan keimanan yang mungkin terasa berat jadi lebih mudah dilahap. Padahal materi tauhid dan iman adalah materi dasar yang wajib diketahui oleh setiap muslim, loh! Semoga Allah balas penulis dengan pahala yang berlipat ganda.

Di samping itu, tetap ada beberapa kekurangan minor, seperti saltik. Saya temukan dua, namun semoga sudah diperbaiki di cetakan barunya, karena saya membaca cetakan lawas. Selebihnya mungkin masalah selera, karena tentu masalah yang dialami orang beraneka ragam sehingga tidak setiap bab mengena di hati pembacanya. Saya sendiri paling relate dengan bab pertama. Bayangkan, baru baca halaman-halaman awal saja sudah "ditampar" dengan realita. Sakit, tapi ini demi kesehatan saya. Ibarat obat yang harus disuntikkan ke tubuh, awalnya mungkin terasa sakit, tapi setelah itu sembuh, insyaallah.

'Alaa kulli haal, ini tetap buku pengembangan diri terbaik yang pernah saya baca. Mungkin wajib saya baca ulang di lain waktu, karena diri ini tak luput dari khilaf. Kemudian, teruntuk kamu yang sering bikin saya galau atau menggalau bersama saya, kamu juga harus baca ya!
Profile Image for Nabila Carissa.
2 reviews2 followers
March 25, 2020
Apa ya yang salah dari kehidupanku?
Jujur, itu adalah pertanyaan pertama saat aku lihat cover buku ini. Kalian pernah mikir gak sih apa yang kebisaan kalian lakuin sehari-hari yang mungkin kalian anggap benar dan lingkungan kalian anggap hal yang lumrah, sebenarnya itu adalah sesuatu yang salah. Sesuatu yang akan membuat kita tidak berkembang dan tidak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Seharusnya sesuatu hal yang semacam itu bisa kita hindari ya. Agar kehidupan kita bisa lebih baik pastinya. Tapi, kalau kita aja belum tau apa kesalahan-kesalahan yang kita anggap benar itu apa. Lantas bagaimana memperbaikinya.

Buku ini tidak hanya merangkum bagaimana kesalahan pola pikir dalam melihat dunia, tetapi juga menyuguhkan argumen mengapa itu salah melalui teori-teori psikologi. Lalu, buku ini juga memberikan jawaban-jawaban yang sesungguhnya kita butuhkan dalam menghadapi persoalan hidup.

Bagian yang paling aku sukai dari buku ini adalah di akhir setiap babnya. Dimana ada semcam rangkuman yang membahas garis besar hari bab tersebut. Eits, tapi rangkuman ini sedikit berbeda ya, sebab font yang digunakan bukan font seperti pada umumnya. Sehingga pada akhir bab tersebut terkesan seperti tulisan tangan dari penulis dan rangkuman ini seperti mempertegas setiap bab yang telah dibahas sebelumnya.

“Sukses sejati itu perkara akhir, bukan perkara awal atau pertengahan. Kalau kesuksesan itu masih di awal atau pertengahan, suatu saat nanti, labelnya akan berubah menjadi “pernah sukses”. Dan akhir yang pasti adalah mati.’ –hal 146.

Buku ini aku rekomendasikan untuk kalian yang sedang galau, tidak bersemangat dalam hidup atau berfikir kenapa sih beban hidup aku gini amat. Baca deh, dan temukan jawaban atas sambatan-sambatan kalian di buku ini. Kalian akan lebih mengerti kenapa sih masalah-masalah kehidupan datang ke diri kalian.
Profile Image for insightcure.
56 reviews3 followers
February 1, 2023
Melalui buku dengan gaya bahasa yang santai tapi menusuk ini, kita diajak refleksi soal pikiran-pikiran yang terlalu kita percayai sebagai kebenaran mutlak atau sebuah kenyataan. Padahal, baru di pikiran.

Semisal buku ini dibikin ke versi lebih kasual dalam persirkelan duniawi, mungkin wujudnya kayak celetukan dari bestie :
- Wake up, kamu jangan bulol (bucin tolil).
- Kau kira kau gak bakal butuh orang lain?
- Yakin cuma butuh happy aja, nih?

Dari 12 tema yang diangkat, ada beberapa tema yang menetap di ingatanku :

🌻You think you're special to someone

Adakalanya aku merasa disetir oleh rasa ingin dispesialkan dan diprioritaskan oleh orang lain. Jika orang lain tidak mengajakku, kuanggap aku gak berarti buat mereka. Padahal gak begitu juga.

Boleh merasa diri kita spesial dan berharga (wajib malah), asal jangan sampai bikin kita menuntut diperlakukan spesial oleh orang lain.

🌻 You think you just need to be happy

Part ini memaparkan tiga tingkat kebahagiaan : the pleasant life (didapat dari hal-hal yang memberi kepuasan, ex. makan enak), the good life (mengandalkan kebaikan dan kelebihan yang bisa diberikan), dan the meaningful life (memberi arti lebih dalam ke hidup kita).

Sayang sekali jika aku cuma sampai di dua tahap aja, meski sering juga kepikiran jangan-jangan the meaningful life baru bisa tercapai pas udah tuir.

🌻 You think you can only depend on yourself

Kalau mau tau seberapa "nyelekit" bahasan soal ini terasa di aku, cek slide 10. Ya, intinya terlalu mengandalkan diri sendiri juga gak selalu jadi pilihan terbaik. Kita masih butuh bantuan orang lain.

Baru 3 bab, gimana 9 bab lainnya? Hihi.
9 reviews
April 29, 2020
♥Padahal aku belum tau banyak buku-buku nonfiksi, tapi bukunya kak ardhi ini menjadi favoritku. Buku bergenre nonfiksi self-improvement. Tentang kehidupan, tentang masa lalu, tentang cinta, tentang media sosial, pokoknya lengkap deh! Yg biasa dari sudut pandang kita benar ternyata bisa keliru, lho!😲
.
"Semua yang berlebihan dan melewati batas akan berakhir buruk."
.
♥Layaknya minum air, kalau berlebihan bakal kembung juga. Aku pun setuju dg kalimat tersebut. Kalau kalian? Begitu pun dg cinta. Hal yg sering kita anggap sebagai jawaban dari keresahan dan kegelisahan hati ternyata bisa keliru. Cinta yg berlebihan dapat melewati batas, bukan? Penulis menerangkan standar bahwa dlm mencintai seorang adalah mencintainya karena Allah❤.
.
"Dia yang menarik, belum tentu membuat nyaman."
.
♥Jujur, baca kalimat itu aku mau ketawa sendiri🤣. Bener bangett dah:). Kak ardhi dlm menyampaikan maksudnya langsung to the point, ga ada basa-basi lagii! Jadi buku ini ya bener-bener ringkas, padat, dan berisi. Yg menarik pula, di setiap akhir bab pasti ada coretan-coretan atau mind map membuatku ingin memeluk buku ini!😄
.
♥What's So Wrong About Your Life sangat relate dg kehidupan zaman sekarang, so kalian bisa baca ini. Dengan ilmu psikologi dan potongan ayat Al-Qur'an memperkuat penjelasannya. Banyak ilmu yg aku dapat dari buku ini. Dg 180 hlmn kalian bisa membacanya sekali duduk.
.
Profile Image for Santi A.  Wigati.
10 reviews
February 7, 2020
"It is okay to be miserable. But to feel that you're the most miserable person on earth, that's just complaining."⁣

Pertama pegang buku "What's So Wrong About Your Life", kece banget covernya. Tulisannya timbul gitu bisa diraba. Menurut info, tulisan yang di cover merupakan tulisan tangan loh. Keren ya! Eh ternyata bagian dalamnya juga bagus, banyak quotes, dan ada semacam mind map (kayak ringkasan gitu) di akhir tiap bab. Bener-bener kayak catetan! Layout bukunya keren sih. ⁣

Banyak hal yang bisa aku dapatkan dari buku ini, dan kupikir kalian yang lagi dalam masa mencari jati (eeeaaa) diri perlu baca deh. Intinya, kita hidup itu jangan berlebihan, karena yang berlebihan itu ngga ada bagus-bagusnya. Mencintai, membenci, bahkan berharap pun jangan berlebihan ya! Plus jangan lupa untuk senantiasa ingat dan dekatkan diri kepada Tuhan YME. *angguk-angguk*⁣

Waktu mulai baca, aku seneng banget buku ini ditulis dengan format "lu-gue". Kenapa? Karena berasa ngobrol sama temen deket yang lagi duduk di depan kita sambil ngopi 😁. Jadi kesannya lebih dekat dan hangat. Tapi makin ke belakang, jadi nggak berasa ngobrol sama temen lagi, suasananya berubah kayak lagi di ruang kelas. Huhuuuu 😔⁣
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
April 22, 2023
Topiknya basic banget sih sebenernya. Lebih ke masalah-masalah hidup pada umumnya, seperti bagaimana kita berpikir bahwa kita spesial buat orang lain, bagaimana kita berpikir bahwa melupakan masa lalu adalah sebuah jawaban, atau bagaimana kita berpikir bahwa kita harus menjadi ekstrover dan mudah bergaul agar dianggap “normal”.

90% isi buku ini opini, jadi ini bukan buku based on teori psikologi meski ada beberapa kutipan atau sisipan tentang ilmu psikologi di dalamnya. Tapi nggak sebanyak itu jadi aku merasa ini lebih ke esai personal.

Sama seperti buku Alvi Syahrin yang Loneliness, in the end buku ini juga bermuara pada kepercayaan tertentu, yang intinya menanamkan paham bahwa “kita bisa melakukan semua hal karena Allah” atau semacam “kita nggak sendiri, kita punya Allah” gitu deh. Jadi buat yang ga suka ada sisipan agama tipis tipis kayaknya kurang cocok sama buku ini.

Kenapa buku ini bintang 3, sementara Loneliness bintang 4? Karena aku merasa bahwa di Loneliness gaya menulisnya lebih asik dan sama sekali tidak terdengar menggurui. Kalau di sini, ya sebenarnya not bad sih, tapi cuma sedikit bagian yang nyelekit dan ngena banget —menurutku sebagai pembaca awam.
Profile Image for Urfi L.
10 reviews
August 3, 2023
Buku ini memberikan pelajaran bahwa terkadang denial itu tidak baik, hal yang menurut kita benar belum sepenuhnya benar.
Menyalahkan hal yg terjadi juga nggak baik.

Yang paling aku suka di buku ini ada pendekatan Islaminya, semua dikembalikan kembali kepada tauhid dan akhirat, beriman kepada Allah, kepada takdir.
Hal-hal lebih bermakna kalau kita menggantungkan pada Allah, bermimpi untuk bisa masuk surga yang kekal bukan sekadar impian duniawi saja.

Kata-kata di buku ini nggak cocok buat semua orang, karena lebih ke kata-kata yang menohok ke hati daripada yang cuma ngasih afirmasi-afirmasi aja. Akan tetapi itu semua untuk menyadarkan kita supaya nggak merasa hanya kita yang paling spesial, hanya kita yang paling menderita, hanya kita yang paling dan paling segalanya.

Apalagi ditulis sama kak Ardhi yang lulusan psikologi, bukunya nggak sekedar opini-opini semata tapi ada ilmu dalam psikologinya. Jadi bener-bener sangat worth untuk dibaca
Profile Image for Sho Pim.
30 reviews
February 6, 2021
What's So Wrong About Your Life menawarkan solusi-solusi dari 13 masalah kehidupan yang dibahas di dalam buku ini melalui pendekatan psikologi dan islam.

Aku pribadi suka banget sama buku ini karena tidak hanya membahas masalah-masalah yang ada hanya dari sisi psikologi, tapi juga dari sisi islam dan tidak terkesan menggurui. Bahkan aku sudah jatuh cinta dari halaman pertama.

Semua pembahasan dan solusi yang diberikan oleh Ardhi Mohamad disampaikan dengan gaya yang santai, sangat anak muda, dan tepat sasaran. Sampai-sampai aku merasa seperti sedang diajak berdiskusi bersama teman tentang "apa, sih, yang salah sama hidup aku? Apa ya yang harus aku lakukan?" alih-alih membaca buku.

Menurut aku buku ini cocok banget dibaca sama anak muda yang lagi galau-galaunya menghadapi permasalahan hidup dan butuh jawaban yang tidak hanya memuaskan akal, tapi juga meningkatkan keimanan
Profile Image for Rahmania.
2 reviews
July 7, 2022
Bab yang paling aku suka adalah saat membahas introver. Introvert ataupun ektrovert memiliki keistimewaan masing-masing. Jadi untuk kalian para introvert, gak usah insecure, gak usah menjadi seperti yang mereka inginkan, gak usah mencoba menjadi ektrovert, karena bagaimanapun "dunia butuh orang seperti kita yang tenang dan mendengar".

Btw, buku ini gak cuma bahas tentang "introvert" aja kok. Ada sekitar 13 bab yang membahas banyak hal, tentang cinta, media sosial, impian, masa lalu, kesuksesan, dan banyak lainnya. Secara pribadi aku suka buku ini, banyak hal yang related dengan hidupku dan membuatku kembali merenungi apa yang salah dari hidup yang aku jalani.

So far, aku rekomendasikan buku ini untuk orang-orang yang lagi hijrah dan orang-orang yang lagi mencari buku self improvement dengan bahasa yang ringan.
Profile Image for Salma Karima.
2 reviews
June 30, 2021
Baca buku What's So Wrong About Your Life udah lumayan lama sekitar 3 bulan lalu, Alhamdulillah semua dengan izin Allah bisa beli dan baca buku ini. Jujur sesuka itu sama buku ini maa syaa Allah bisa membuka pikiranku tentang apa yang salah dalam hidup. Karena emang judul bukunya aja udah nampar banget apalagi isinya kan.

Dari 13 bab,
Bab ke-2 yang paling menamparku,
You Think You're Special To Someone. Pas di bagian highlights bagian bawah hal 30, "You are special to me" itu kata-kata masih terngiang sampai sekarang 😩 Saking namparnya.

I recommend this book for you,, untuk kamu yang ingin memperbaiki lagi apa-apa yang salah

Terima kasih kak Ardhi sudah membuat buku sebagus ini, ditunggu karya berikutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Edfitri Muflihatusyawal.
13 reviews
January 21, 2025
Best part of this book for me adalah kata pengantarnya :)
Jujur, jarang sekali menemukan buku self-development yang penulisnya mengamanati pembacanya untuk mempelajari islam dengan sebaik-baiknya. That's the biggest plus point for Ardhi.

Ada 13 bab di dalamnya. I can relate all of them. Pengemasan yang unik dengan mengangkat isu-isu umum di kalangan muda-mudi berhasil mengajak pembaca untuk senantiasa mengingat Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Senang sekali menemukan penulis yang satu frekuensi.

Adanya rangkuman di setiap akhir bab sangat membantu pembaca untuk mereview kembali apa yang diperoleh dari setiap babnya. Penulisannya juga unik, tidak kaku. Rasanya anak visual akan sangat menyukai bagian ini :))

#noteed
Profile Image for Dee.
61 reviews
June 1, 2025
Buku yang cocok banget buat anak muda yang lagi ngalamin quarter life crisis. Banyak topik yang relate sama realita yang dihadapi diusia tanggung ini.

Waktu penulis mention kalo dia lulusan psikologi. Jujur, aku berekspektasi bakal ada sentuhan teori atau pendekatan psikologis di tiap penyelesaian masalah. Tapi yang ditawarkan justru lebih ke pemikirikan subjektif penulis. Setiap keresahan yang dibahas (literally semua bab) penyelesaiannya pasti ke nilai-nilai spritual dan religius.

Gak ada yang salah sama sekali. Malah buat yang butuh penguatan iman, ini bisa jadi bacaan yang menenangkan. Tapi buat yang berharap dapetin insight yang lebih ilmiah atau pendekatan yang grounded secara psikologi, mungkin bakal ngerasa kurang nendang secara teknis.
Displaying 1 - 30 of 88 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.