What do you think?
Rate this book


182 pages, Paperback
Published December 1, 2019
Mungkin masalah yang kita dapat adalah sebuah tanda agar jangan mengandalkan diri sendiri, karena kita punya Allah. (h. 160)
Pertama kali melihat buku ini di suatu postingan bookstagrammer Indonesia namun lupa siapa 😅. Di postingan tersebut buku ini tampak lucu sekali, bagian dalamnya terdapat ilustrasi berupa mindmap rangkuman setiap babnya. Alhasil racun ini berhasil dan aku langsung memesan buku ini yang versi bertanda tangan lewat bukku.id.
Buku ini berisi pemikiran dan pengetahuan penulis mengenai kehidupan. Baik tentang cinta, kesuksesan, dan kebahagian. Judul dari setiap bab di buku ini yang menarik. Tiap judulnya diawali dengan frase "You think that.." lalu diikuti oleh stereotip atau pemikiran yang umum beredar di masyarakat yang beberapa dari kita pasti menganutnya, sadar atau tidak sadar.
Buku ini mudah untuk dibaca karena bahasanya yang ringan dan masalah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan. Selain itu, halamannya banyak dihiasi kalimat-kalimat yang ingin dihighlght di setiap babnya. Belum lagi di setiap akhir bab, buku ini menampilkan mindmap ringkasan bab yang lucu dan memudahkan pembaca untuk mengingat kembali isi bab tersebut.
Buku ini dibuka dengan tema percintaan, menjelaskan jika cinta yang berlebihan kepada seseorang itu tidak baik dan akan menjadi toxic. Lalu diikuti dengan bab selanjutnya tidak kalah menarik yaitu mengenai kita yang berpikir bahwa kita merupakan seorang yang spesial bagi seseorang, padahal pemikiran itu bisa menjerumuskan kita sendiri.
Balasan manusia, pujian manusia, limpahan harta, hal-hal duniawi yang tak bisa diprediksi, yang biasanya selalu berujung kecewa. You've put your expectation wrong
h. 40
Bab yang paling berkesan bagiku adalah bab IX : You Think Can Only Depend on Yourself. Bab ini speaks to me the most mungkin karena pemikiran ini yang paling aku percaya sehingga ketika sisi lain yang aku tidak tahu dari pemikiran ini dikupas, rasanya seperti sedang dinasehati secara personal 😁 . Hasilnya, bab ini yang paling banyak aku highlight menggunakan pensil warna. Berikut kutipan dari bab ini yang paling semangat saya highlight:
Kalau ternyata kita berhasil, maka kita akan berbangga diri, menganggap ini semua adalah hasil dari jerih payah diri kira yang bisa mengarah ke kesombongan. Kalau kita gagal, maka kita akan mengalami fase kekecewaan terhadap diri kita yang mendalam, dan bisa mengarah ke membenci diri kita sendiri.
h. 135
Hal yang mungkin tidak dibeberkan ketika promosi buku ini adalah buku ini mengangkat unsur islami yang cukup besar, namun tidak berlebihan dan masih ringan. Aku tidak menyangkanya di awal karena aku kira buku ini hanya mengenai 'kehidupan fana' namun justru pesan universal yang diangkat di buku ini adalah masih ada kehidupan selanjutnya yang lebih kekal setelah kehidupan yang terlalu kita pusingkan saat ini dan justru harus menjadi prioritas dan fokus kita dari sekarang.
Aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang baru mencoba membaca buku self-improvement karena isinya yang ringat dan ilustrasinya yang tidak membosankan. Buku ini cukup straightforward tentang pesan yang ingin disampaikan. Cocok untuk kaum muda ingin pemikiran stereotipnya dibantahkan.
"Sedihnya, walaupun kita sering berinteraksi dengan perasaan cinta, kita nggak pernah benar-benar belajar soal cinta. Kita nyemplung begitu aja dengan harapan bisa sambil belajar di tengah jalan. Pada akhirnya, kita malah jadi lebih sering melukai, memanipulasi, hingga menjatuhkan orang-orang yang kita cintai."