Yang Raya tahu, Angkasa playboy. Tapi seharusnya, ia juga tidak memulai sebuah bencana baru di masa SMA-nya yang selalu tentram-hanya berkubang dengan kata-kata karena dia anak jurnalistik di ekskul sekolah.
Ya, seharusnya Raya tidak membuat masalah dengan Angkasa. Karena setelah mengenal cowok itu, dia jadi tahu kalau Angkasa ternyata bukan seperti gosip yang selalu beredar di SMA Nusa Cendekia. Tapi Angkasa lebih menyebalkan daripada itu.
"Kadang manusia tidak bisa membedakan antara obsesi dan cinta. Obsesi, membuat orang lain sakit hati. Cinta, membuat diri sendiri sakit hati."
Raya gadis ceria yang polos juga suka ceplas ceplos apapun yang dia rasakan ini berusaha tidak berhubungan dengan Angkasa yang di cap playboy oleh seluruh murid nuski. Sekalipun Angkasa ini jenius untuk pelajaran matematika. Tapi, sayangnya, justru alih-alih jauh dari Angkasa malah terlibat masalah yang membuat mau tidak mau Raya harus berdekatan dengan Angkasa. Nah, loh apa yang Raya lakukan coba? Ada hal yang orang tak tahu tentang Angkasa. Perlahan Raya mengetahui semuanya. Akankah Raya membuat Angkasa berubah? Atau justru mereka akan saling menyakiti?
Baca cerita ini ringan, secara memang teenlit. Konflik ala remaja dan sedikit tentang masa kecil mereka yang dari awal aku sudah menduga. Tapi, tetap nyaman dan enjoy di baca Chemistry Raya dan Angkasa cukup kuat. Walau, agak kurang gemes sama Raya yang terlalu polos wkwk dan aku kecewa sama Melki sih ternyata dia 'Oh Wow'😂 Alur berjalan maju dengan sedikit mundur bercerita masa kecil mereka. Detail dan singkat. Buat aku jadi cepet bacanya. Nggak nyangka udah di ending ajah wkwk Seru novelnya. Cuma mungkin konfliknya kurang klimaks ajah sih. Tapi, masih enjoy bacanya Overall, cocok untuk bacaan anak muda. Banyak hal yang bisa dipetik.
Gaya nulisnya not my cup of tea sih jadi pas baca tuh aku jadi kerut2 kening sendiri. Aku aja kaget ternyata bisa beresin buku ini lumayan cepet. 😂
Selain narasinya, aku ngerasa sequence nya berantakan, hubungan Angkasa sama Raya tuh super duper nggak jelas. Obrolan mereka juga sama nggak jelasnya.
Hubungan Melki-Angkasa juga nggak jelas. Semua act yang mereka lakuin juga nggak jelas. Endingnya juga terlalu dipaksa buat semua irang dapet pasangan.
Jarak UNBK ke prom berapa lama sih? Kenapa bisa sampe nerbitin buku. Apa nerbitin buku emang bisa secepet itu, ya? Nanya serius ngomong2. Mksdnya kan buat masukin ke penerbit dan dilirik sama editor akuisis juga butuh waktu nggak sih? Tapi y nggak tahulah, mungkin aku aja yg sotoy.
gua suka sama nama tokohnya, ‘angkasa’ sama ‘raya’. angkasa raya.
menurut gua buku ini ga ngebosenin sama sekali, kaya sekali baca ga bisa berhenti gitu, terus diksinya juga ga cringe.
ALURNYA!!! walaupun lumayan pasaran ya, tapi tetep bagus sih menurut gua, raya nangkep basah angkasa, ketauan, terus hpnya disita soalnya dikira ngambil foto angkasa, padahal ngga.
jadi deh raya harus nempel sama angkasa mulu, padahal raya ga suka sama angkasa. maksud gua ga suka bukan berarti ga ada rasa ya, beneran ga suka yang sampe males ngomong sama angkasa.
kira2 siapa yang duluan nyimpen rasa? baca makanya biar tau.
Raya genrenya fiksi remaja, genre favorit aku, suka sih baca novel Raya ini, karena konfliknya ringan, meskipun aku kadang merasa aneh kenapa Angkasa harus di panggil Angka gitu kaya nanggung gitu penyebutannya, plot twist nya ada di karakter Melki, awalnya pembaca di giring menilai Angkasa sebagai playboy, tapi di balik itu semua Angkasa hanyalah 'cover' dari Melki.
Oh ya soal flashback masa kecil aku kurang begitu dapat feel-nya, entahlah terlalu banyak kebetulan dalam kenangan masa kecil itu malah membuatku merasa nilai dari keindahan plotnya itu jadi agak gimanaa gituu...
Raya, angkasa, melki teman masa kecil tapi yang diingat raya cuma melki. Pada akhirnya raya jatuh cinta dengan angkasa meskipun diawal melki seakan-akan seperti cinta pertama raya
This entire review has been hidden because of spoilers.