Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gendut? Siapa Takut!

Rate this book
”Tahu nggak keuntungan punya pasangan gendut dan doyan makan? Selain empuk kalau dipeluk, lo nggak akan kelaperan karena dia selalu punya stok makanan.”

Seandainya semua pria di dunia ini menyadari keuntungan punya pasangan gendut, nggak bakalan Moza Aphrodite menjomblo bertahun-tahun. Sial memang! Segala kisah cinta manis dengan tokoh sempurna yang pernah Moza tulis seolah mengkhianatinya.

Harapan datang ketika Moza bertemu Dafian Jatmiko, sutradara dan produser tampan yang tertarik memfilmkan novel karya Moza. Sikap Dafi yang perhatian mampu membuat Moza rela diet mati-matian demi mendapatkan hati pria itu.

Sayangnya, perhatian lebih justru mendadak datang dari Nareswara Radeva, cowok paling tengil dan paling Moza benci seumur hidupnya. Teman masa kecil yang kerap menjaili dan mengatainya gendut seperti si Komo, ternyata diam-diam menyimpan suka. Moza juga tak sanggup terus membenci, karena sosok Nares sekarang sungguh berbeda, sekaligus… menggoda.

Kini Moza tak boleh lagi berkutat di dunia imajinasi, ia harus mulai merancang kisah cintanya sendiri. Menyambut cinta yang melampaui urusan fisik. Karena, kebaikan hatilah yang mengikat cinta untuk selamanya.

320 pages, Paperback

First published June 24, 2019

14 people are currently reading
142 people want to read

About the author

Alnira

24 books141 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
49 (23%)
4 stars
80 (38%)
3 stars
63 (30%)
2 stars
12 (5%)
1 star
2 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
January 11, 2020
Saya lebih suka buku ini daripada buku-buku sebelumnya penulis yang saya baca, walaupun tetep too good to be true tapi cerita ini yang paling relatable daripada cerita yang lain.

Dari sini keliatan banget perkembangan penulis, ke arah lebih baik pastinya. Karakternya juga cukup konsisten dan saya suka sama pembawaan moza yang lucu, terus saya juga suka unsur kekeluargaan di novel ini. Banyak hal-hal yang relatable di novel ini kayak pembullyan, terus body shamming yang emang masih banyak dilakuin orang-orang.

Terus kayak lingkungannya juga masih seusai realita apalagi waktu mereka bahas kalo mahasiswa suka nyingkat nama mata kuliah dan itu bener banget wkwk. Terus yang di contohin juga sama kayak singkatan matkul saya kayak pengantar manajemen disingkat jadi pengamen. Penjelasan tentang pekerjaan di novel ini juga udah dijelasin secara detail, mungkin karna Moza ini seorang penulis jadi bisa secara mendalam kali ya ngejelasinnya malah jadi terkesan curhatan penulisnya tentang pekerjaan sebagi penulis, tapi saya suka penjelasannya.

Tapi, mungkin emang konfliknya kurang, baik konflik antara hubungan Moza-Nares ataupun konflik dari luar, jadi perkembangan karakternya ngga begitu terasa dan lebih fokus sama hubungan manis antara mereka berdua. But it didn't bother me a lot, tho.

Rate : 3/5
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
June 29, 2019
Terlepas dengan stereotipe orang gendut yang dikemukakan berkali-kali di novel ini (nanti mau saya bahas sendiri di bawah, wkwk), ceritanya ini menarik. Yaaa benci jadi cinta laah, dan mereka sudah pernah kenal sebelumnya. Tema yang sudah sering beredar dan yang saya suka ehehehe.

Menurut standar saya, bahasa novel ini enak untuk diikuti, alurnya oke, plot oke, typo minimal (hampir tidak ada, kalau tidak salah). Banyak kalimat-kalimat menggemaskan juga yang bikin mesem-mesem. Pas lah asik. Yaa ada eksekusinya yang sedikit terburu-buru sih (di bagian akhir cerita), seakan-akan semua kisah cinta harus diakhiri dengan hal itu. Tapi oke lah, gapapa. Hubungan antar tokoh juga saya suka, meski rada risih dengan komunikasi antara Moza dan adiknya (mereka saling menyayangi kok, tapi ya entahlah rada risih aja sama celetukan-celetukan adiknya Moza ke kakaknya wkwk sangat subjektif).

Suka, tapi belum bisa mendongkrak bintang menjadi 4.0 :’)

Poin yang bikin mengerutkan kening juga sebenarnya mengenai stereotipe orang gendut :’)) Maafkan jika terkesan membela diri. Toh sebenarnya itu tergantung dengan individu masing-masing.

Kutipan pertama: “Tingginya hanya 160 sentimeter dengan berat badan 83 kilogram. Bisa dibayangkan betapa bulatnya dia, kan? Apalagi dengan bagian paha ke bawah yang benar-benar tak tertolong. Moza punya bokong lebar dengan ukuran paha besar.”
Well, sebagai orang yang 11-12 dengan Moza, berat 85 kg, tinggi 159 cm dan distribusi lemaknya sama, saya paham bahwa menurut BMI Asia Pasifik, itu sudah termasuk obese II, tapi bulat tidaknya itu tergantung persepsi orang sih. Syukurlah lingkungan saya tidak menganggap saya bulat segitunya :’)) *yang semangat ya Moza #pukpuk*

Kutipan kedua: “Walaupun gendut, bukan berarti Moza pemalas.” Wadaw, jadi selama ini persepsinya: orang gendut adalah pemalas? Kesimpulan yang saya tangkap sih begituu, menurut logika matematika (dan logika orang sensitif) wkwkkwkkk :’))

Kutipan ketiga dan terakhir (karena selebihnya, saya memutuskan untuk tidak terlalu kritis mengenai stereotipe terkait): “Bukan karena tahu dia penulis novel best seller, tapi karena bingung kenapa ada manusia mirip gajah yang lari-lari di mal.” Di adegan lain, ada juga pemikiran Moza bahwa dia mengartikan pandangan orang-orang yang heran, kenapa adiknya yang keren datang ke kondangan dengan gajah sumatera (yaitu dia). Like, whaaaat? Mozaaaa! :’)) Orang yang lari di mal, mau bagaimanapun bentuknya pasti membuat bingung banyak orang. Terus yang di kondangan, wah itu mah pemikiran negatif aja sih, entahlah :’))

Di satu sisi, diceritakan Moza cuek dengan badannya. Ya begitulah manusia kaan, pasti ada aja masa-masa insecure. Tapi, saat Moza patah hati karena naksir orang yang katanya out of her league dan punya pacar, saya tuh langsung, yaa udah siiiihhh. Sebagai orang yang seumuran dengan Moza (kebetulan yang menyenangkan!), masa-masa galau karena cinta itu, menurut saya, sudah bukan waktunya. Atau apa saya aja yang terlalu tak peduli? :))

But anywaaay, novelnya lumayan menghibur. Terima kasih Kak Alnira! :D


This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Stephanie Zen.
Author 22 books330 followers
June 30, 2019
BAGUS. BANGET.
Nggak klise kayak novel-novel bertema tentang cewek gendut lainnya.

Gue juga suka banget gimana cara Alnira menunjukkan kepribadian Moza yg kuat, juga kebaikan hatinya.

Daaan gue juga sukaaaa banget sama Nares karena he seems so real! Jujur waktu mau baca novel ini gue rada skeptis karena waktu baca Dunia Nadhira gue merasa Sakha agak unreal. So I'm really glad that Alnira created Nares 😍👍🏻

Can't wait for her next book, I think she's one of my fave Indonesian authors now 🥰
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
July 29, 2019
Dibandingin sama Dunia Nadhira kemarin, aku jauh lebih suka sama cerita Moza ini. Lebih berasa related-nya. Tokoh-tokohnya juga terbilang loveable. Moza yang walaupun gendut tapi kuat dan pandai merawat diri, dia tahu kekurangannya so dia mengimbangi dengan belajar masak. Nobel yang walau nyebelin tapi sayang banget sama Moza. Dan Naren yang aku bilamg masih agak terlalu baik, tapi aku percaya di dunia ini ada cowok yang kayak Naren.

Gaya menulisnya enak. Nggak penuh drama sinetron kayak DN, dan nggak bertele-tele. Suka sih sama konflik dengan tokoh yang jauh dari kata sempurna, terbilang jarang diangkat ke sebuah novel gini. Endingnya agak buru-buru, tapi bolehlah
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
August 28, 2019
Moza adalah seorang penulis novel best seller. Menjadi penulis, memberi keuntungan bagi Moza sehingga tidak perlu bertemu banyak orang. Moza memiliki perawakan tubuh gendut, hal yang membuatnya sulit bertemu dengan jodohnya. Di usianya yang menjelang 30 tahun, orang tuanya mengharapkan dia sudah menemukan pasangan hidup dan menikah. Lima tahun menjomlo membuat Moza lebih selektif dalam memilih pacar.

Suatu waktu, Moza dihubungi oleh seorang produser yang hendak memngadaptasi novelnya menjadi sebuah film. Tentu saja Moza sangat senang. Apalagi ketika melihat produsernya, Dafi, yang merupakan gambaran nyata karakter tokoh pria di dalam novelnya. Ganteng, berkulit putih, tinggi. Moza berharap bisa menjadikan Dafi kekasihnya, tapi tentu saja dia tidak mau memulai duluan. Untungnya masih ada Nobel, adiknya, yang menjadi tempat curhatnya Moza.

Saat Moza mengharapkan Dafi, tiba-tiba Nares muncul. Nares adalah teman Nobel sejak kecil, tetangga mereka di Lampung, dan juga seseorang yang sering mengganggu Moza. Nares sering mengejeknya dan memanggilnya Momo (Moza si komo), bahkan pernah menyebarka foto aibnya Momo. Moza benci banget pada Nares. Tapi Nares sepertinya menunjukkan kode-kode kalau dia suka pada Moza. Dan entah mengapa kupu-kupu di perut Moza selalu beterbangan saat ada Nares di dekatnya. Jadi siapa yang harus dipilih, Dafi atau Nares?

Saya membaca metropop ini sebagai selingan saja. Dan pilihan saya tepat. Komedi romantis yang diusung dalam novel ini membuat saya bertahan membacanya sampai habis dalam sekali duduk. Says suka dengan quote-quote lucu di awal bab, juga interaksi antara Moza dan Nobel yang seperti Tom dan jerry. Meski suka adu mulut, mereka saling menyayangi. Lalu kemunculan Nares membawa warna tersendiri. Nares ini sosok yang loveable deh pokoknya.

Karakter Moza yang meski memiliki kekurangan, tapi tetap tangguh juga menjadi kekuatan dalam novel ini. Plus ada tips-tips tentang menulis, menjadi public figure yang lumayan memberikan informasi.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews142 followers
October 17, 2019
Aku suka sama karakter tokohnya, menurutku konsisten sih. Terus juga mereka emang loveable! Cara Nares menghadapi Moza ini, bikin meleleh banget. Sikapnya dewasa apalagi klo udah dihadapan Moza. Ya Moza ini kadang sikapnya kayak anak kecil, tapi dia cewek mandiri banget. Poin plusnya ini Moza ini pinter banget masak, makanya yang jadi pasangannya itu beruntung. Aku juga suka sama Nobel, Moza-Nobel ini panutan banget deh. Hubungan sodaranya bikin iri.⁣

Gaya berceritanya menarik, khas Alnira banget. Selalu menyelipkan pelajaran hidup, apalagi temanya ini tentang body shamming begini. Aku suka cara Al mengemas cerita ini biar tersampaikan dengan baik ke pembaca.⁣

⁣⁣
Aku suka sama romansa cinta yang dibangun pelan-pelan, feelnya jadi dapet. Chemistry mereka juga berasa banget. Nares itu so sweet banget deh, suami-able.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Pake POV 3 ini, pikiran para tokohnya diceritakan dengan baik. Bahasanya ringan dan mengalir, enak buat diikutin.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Alurnya yang maju, kadang dibuat penasaran sama apa yang terjadi. Dan kisah Mamanya Ares bikin mewek.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ternyata proses jadi penulis itu nggak gampang ya, di sini Moza juga ngasih beberapa tips gitu tentang dunia kepenulisan. Nambah pengetahuan banget, dijelaskan dengan asyik juga. Bukan hanya itu, di sini ada bahasan tentang bullying. Emang kesel sih ya sama pelaku bikin pengen maki-maki aja rasanya.⁣⁣⁣

Konflik Moza ini nggak terlalu berat tapi bikin baper! Ada konflik batin dan keluarga. Meyakinkan hati buat melangkah lebih jauh itu emang berat. Berperang dengan hati emang harus pake logika. Cara mengeksekusi konfliknya ini apik tapi kayaknya ada yang kurang. Masalah film kayaknya nggak ada bahasan lagi ya? Atau aku aja yang nggak nangkep? 😅. Endingnya aku sukaaaa. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Overall, aku sukaa ceritanya. Banyak hal yang bisa ambil buat pelajaran. Intinya : percaya dirilah sama apa yang kita punya. Toh, orang yang suka kita bakalan menerima apa adanya bukan ada apanya. Ya nggak? 😂.⁣⁣⁣ •••••
Profile Image for Nina Addison.
Author 10 books41 followers
August 24, 2020
Premis awal, sesuai judul, tentang penulis novel mega-hits Moza dengan problema kejombloan tanpa akhir terkait tubuhnya yang gemuk. Temanya umum tapi tentu membahas never-ending jomblo itu selalu seru karena curhatan masal banget, kan? Itu, ditambah tema tubuh gemuk yang JUGA curhatan masal 😂, mestinya cerita ini menjanjikan lah.

Ternyata eksekusinya banyak sekali bagian yang melelahkan: percakapan yang kosong, kepanjangan, dan ternyata nggak bahas masalah kejombloan Moza aja tapi juga menceritakan (dengan panjang dan bertele-tele) tahap pacaran cewek ini setelah membuang status jomblonya.

Apa ada konflik utama yang memotivasi majunya cerita? Nggg... nggak bisa jawab. Terus karakter Moza, Nares (Moza’s love interest), dan Nobel (adik Moza) ini gaya bicaranya seperti berasal dari orang yang sama, terutama kalau mereka sudah bertengkar/ribut/galak-galakan — and boy they did a lot of that in the story! Apa ini penyebab percakapan mereka terasa kosong (bisa diedit tanpa mengubah cerita)?
Lalu problem gue adalah nggak bisa empati dengan Moza karena ada filsuf hidupnya yang tanda tanya banget di kepala gue. Salah satunya adalah ketika ngomongin kodrat wanita = menjadi istri dan ibu. Lalu wanita yang nggak nikah dan nggak punya anak (Ada. Banyak. Sering juga ini adalah pilihan, bukan nasib) berarti tujuan eksistensinya nggak terpenuhi? Nggak setuju banget loh. 😕

There for, akhirnya gue menempatkan diri sebagai orang luar yang memperhatikan jalan hidup Moza tanpa ada emotional engaged sama sekali dengan tokoh ini. Padahal sebagai pembaca kan gue mengharapkan emosi gue diguncang (haish, oke mungkin nggak harus segitunya ya...) atau tersentuh lah dengan cerita maupun kelakuan karakter-karakter di dalamnya. So, not good.

3/4 buku ke belakang gue jadi banyak skip karena lelah. Oh tapi quotes kecil di awal setiap bab itu gue suka— walau kecil tapi powerful banget. Itu malah sangat menghibur 😄

2.5 bintang.
Profile Image for Al-Al Malagoar.
Author 1 book51 followers
August 14, 2019
Sangat mengharapkan konflik internal dari hubungan kedua tokoh di sini yang bisa mengembangkan karakter, alur, pun hubungan itu sendiri. Tapi agak2nya itu harapan yang terlalu tinggi--seperti di novel sebelumnya yang saya review--yang mungkin saja terlalu sulit untuk diwujudkan.

Sekian, terima kasih
Profile Image for Naura.
25 reviews6 followers
June 30, 2019
Gendut? Siapa Takut! Emang beda dari cerita cewek gendut pada umumnya.

Gue bener-bener belajar kebaikan hati dari Moza. ❤️❤️❤️

Good Job Kak Al
Profile Image for Yunita Lestari.
72 reviews3 followers
February 14, 2021
"Badan boleh gendut, tapi jangan sampai selera fashion jadi terbelakang. Udah gendut, tampang pas-pasan, pake baju asal-asalan. Terus mau dapet jodoh ganteng? Situ sehat?" - Nobel

🌼

Di buku kak Alnira satu ini mengisahkan seorang penulis yang baru saja launching buku ketiganya dan mendapat sebuah tawaran untuk adaptasi film dari buku pertamanya. Dan semua buku-buku yang ia tulis selalu best seller, dengan banyaknya pembaca yang selalu 'galon' a.k.a gagal move on dari cerita-cerita yang ia tuliskan. Namun sayang, perjalanan cinta penulisnya tak semulus cerita yang ia rangkai. Apalagi bentuk tubuhnya, bentuk tubuh idaman semua kriteria wanita sempurna, yang teramat jauh dari sosok Moza Aphrodite.

🌸

Minder tak pernah ada dalam kamus hidupnya, ia justru bangga dengan apa yang ia raih. Sosok istri idaman yang pandai mengurus rumah selalu ia lakukan. Memasak, bersih-bersih rumah, dan satu lagi, Moza sangat sayang pada adik satu-satunya. Meskipun adiknya itu selalu jahil, tapi mereka tak pernah ragu menunjukkan rasa sayang satu sama lain dengan 'cara unik'.

🌼

Diumurnya yang menginjak kepala tiga, Moza perlu segera menata kisah cintanya lagi. Setelah dulu percintaannya cepat kandas karena hal-hal yang menyelipkan alasan dirinya yang gendut🤭. Pada sebuah momen yang tepat, Nareswara Radeva hadir kembali dalam hidup Moza, Nares yang usil dan selalu mengejek Moza karena kegendutannya, kini kembali dengan sosok Nares yang tampan dan memesona. Ah, Moza seakan dibuat meleleh dengan setiap perlakuan Nares padanya.

🌸

Nares tak pernah malu untuk mengenalkan Moza pada sekitarnya, Moza senang akan hal itu. Nares yang perlahan mengusik sesuatu hal dalam hati Moza, menjadi bayang-bayang yang selalu hadir setiap Moza ingin melanjutkan outline buku keempatnya. Dan lagi-lagi Nares menjadi tempat Moza bermanja-manja dan lepas dari status jomlo yang disandangnya.

🥬🥒🥬🥒

Banyak bagian-bagian favoritku kali ini. Apalagi proses demi proses Moza dalam menulis buku-bukunya. Semua hal itu dijelaskan dengan rinci dan mudah dimengerti, lalu menjadi sebuah pelajaran sendiri. Lalu karakter Moza yang menyenangkan, apa adanya dan mencintai apa yang ada pada dirinya adalah salah satu hal yang aku suka di cerita ini.

🌼

Ada juga bagian kehangatan keluarga Moza dan kasih sayang Nares pada sang mama yang membuat trenyuh saat dibaca. Spesial pake telur 5 pokoknya cerita ini🥺🥰😍.
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
June 23, 2020
Yang paling dirisak itu kalau nggak gendut ya jomblo! Lu gendut dan jomblo? Kelar idup lo!"

Setelah baca quote di awal bab, mulai deh bikin perasaan saya nggak enak. Kayaknya bakal nyesek nih ntar pas bacanya. Saya kira nih buku berisi tip diet atau semacamnya, eh ternyata bukan. Ternyata ada cerita lucu di balik cover berwarna pink ini. Tapi gimana ya, memang kak @alnira_03 itu selalu nulis cerita yang unik dan endingnya gak bisa ke tebak. Gimana gak, saya juga pernah baca salah satu cerita yang di tulisnya di wattpad, judulnya "Dipenghujung 31" itu bikin saya juga gagal moveon. Apalagi tambah cerita yang satu ini yang bisa dibilang 70% sama di kehidupan sehari-hari saya. Bener-bener bikin saya tambah ngenes.

Kehidupan moza, mulai dari hobi, kisah percintaannya, alasan kenapa bisa jomblo sampai pikiran negatifnya pun sama guys. Ditambah dengan pertanyaan yang paling umum, "kapan nikah?" Duh pusing banget dah. Makan hati, iya. Apalagi yang jadi tokoh Nobel, sebagai adik Momo sama kayak temen saya nih yang namanya @m.aldhy24 kalo ngebully gak nanggung-nanggung, gak ada bedanya deh sama si Nobel. Kurang ajar 😭

Tapi yang saya suka dari buku ini tuh banyak banget pelajarannya, mulai dari nasehatnya sampai sikapnya Momo ke Nobel. Pokoknya keren banget. Romancenya dapat, kocaknya juga dapat. Jadi dalam buku ini gak terus-menerus ngenes liat kejombloannya Momo, tapi ada perjuangannya Nares untuk Momo.

Saya rekomendasikan cerita ini buat kamu yang jomblo eh maksudnya buat semua kalangan. 🤭 Gak nyesel pokoknya kalo kamu baca. Jangan liat warna covernya tapi isinya dong. Isinya itu nyaris semuanya mirip dengan keinginan dan uneg-uneg saya. Hahaha. Nggak nyangka ya akhirnya Kak @alnira_03 buat cerita yang sama persis sama kisah nyata orang lain. Memang sih fiksi tapi faktanya ada kok. Hehehe.. Jangan lupa baca. Keren pokoknya...🤗😘
Profile Image for Rizka Surfa Ardiana.
49 reviews2 followers
March 23, 2020
"Mau kita bener sekalipun, selalu ada orang yang nyinyirin kita. Ya apalagi kalau kita salah, mereka tepuk kaki diatas penderitaan kita. Jadi ya cuekin aja" - 197

Novel ini bercerita tentang Moza Aphrodite, seorang penulis best seller yang memiliki tubuh termasuk dalam kategori gendut yang juga sudah menjomblo selama bertahun-tahun! Disamping banyak laki-laki yang melihat fisiknya terlebih dahulu, Moza juga punya standar terlalu tinggi, dia mengharapkan sosok pria seperti karakter-karakter di novelnya yang nyaris sempurna.

Akhirnya semesta malah mempertemukan kembali Moza dengan Nares, pria masa lalu yang sangat dibencinya karena Nares kecil sering menjahilinya dan mengejek dia gendut.
Lalu, bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Jujur aku suka ide cerita yang diangkat disini. Selain mengangkat masalah-masalah yang sering dihadapi orang gendut, tips dan trik kepenulisan pun dijelaskan melalui sosok Moza, sebagai penulis best seller di ceritanya.

Aku juga suka dengan interaksi-interaksi tokohnya yang seakan hidup banget. Moza-Nares yang kadang mereka berdua bikin aku gemes sampe gigit jari, atau Moza-Nobel adik kakak yang kelakuannya tak jarang bikin aku ketawa karena tingkahnya seperti kucing sama tikus 😁

Yang aku sayangin itu konflik disini terasa biasa aja, kurang greget. Padahal aku ngeharepin ada masalah yang gimana gitu antara Moza-Nares disini. Soalnya aku ngerasa perkembangan ceritanya kayak lurus aja, ibarat jalan tol yang ngga ada lika likunya 🙈

Tapi novel yang satu ini cukup menghibur, selalu banyak hal yang bisa dipetik dari karya-karya Kak Al, apalagi tokoh cowoknya pasti bikin jatuh cinta.

Rated 4 ⭐⭐⭐⭐
Total hlm. 320
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mare Mare.
Author 6 books1 follower
November 18, 2022
Part favorit aku di novel ini adalah baca quote di setiap awal bab. Kocak! Awalnya aku mengira cerita ini tuh tentang cintanya Moza yang bertepuk sebelah tangan sama Dafi atau Dafi yang PHP-in. Padahal Moza udah diet mati-matian. Terus baru jatuh hati sama Nares. Seperti yang aku tebak dari blurb. Ternyata bukan, guys. Moza juga ga diet mati-matian.

Karakter Moza ini relate dengan kebanyakan orang yang insecure dengan penampilannya. Standar kecantikan yang membuat seseorang ga pede dan bahkan jadi ga mencintai dirinya. Dan di novel ini mengajarkan, yang penting itu kita sehat, rajin olahraga, dan makan makanan yang sehat. Bukan mengejar tubuh langsing dan singset.

Pekerjaan di novel ini cukup relate, dan mungkin pembaca sekaligus penulis bisa relate dengan Moza yang beprofesi sebagai penulis. Banyak pesan moralnya dalam hal kepenulisan. Terus ada kisah cinta Nares yang dan Moza yang ke-uwu-annya menghiasi sepanjang novel.

Ada yang komentar pembaca yang ga setuju dengan deskripsi penulis tentang bagaimana wanita seharusnya—di novel ini. Kalau aku sih setuju. Dan pernyataan bahwa pria berjalan di depan wanita, bukan jalan beriringan, itu bukan didefinisikan bahwa wanita itu budaknya pria. Tapi pria berjalan di depan dengan tetap menggenggam wanitanya dan justru si pria menjadi tameng terdepan ketika bahaya datang. Jadi bukan maksud wanita ga setara dengan pria, tapi ya masing-masing punya peran dan ranah sendiri.
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
March 21, 2020
Setelah dua novel yang tidak kulanjutkan baca karena gak cocok, akhirnya aku bisa menyelesaikan novel ini dengan perasaan senang, suka dan puasss. Emang butuh yang lucu-lucu gemesin gini ternyata 😂😂😂

Cuma mau bilang kalau Nares-Moza itu kiyuuut banget hahaha, terus.... celutukannya Nobel emang agak jorok, Nares juga kadang-kadang, tapi penulis pinter banget nyusun katanya supaya kesannya gak melecehkan--ya cuma buat bercanda aja gitu--biasanya aku udah langsung tutup buku kalau udah ada jokes begini.

Btw, aku agak kurang suka sama penggambaran penulis tentang badannya Moza pas diawal-awal, tb sama bb ku gak beda sama dia soalnya dan gajah sumatera itu kesannya agak berlebihan ahaha. Tapi kalau dipikir lagi, emang susah buat menggambarkan kesan orang gendut sih, dan untung aja penggambaran ini gak terulang di pertengahan akhir hehe. Dan yang terpenting, gaya penulisannya enak, page turner banget dan feel-nya dapet, kocak dan jarang jarang netesin air mata untuk genre romance gini 😂

Kalau kamu butuh romance yang ringan, lucu-lucuan dan juga punya selingan tentang penulisan novel, kamu bisa ikut menikmati novel ini 😄
Profile Image for Aulia Putri.
117 reviews41 followers
April 8, 2020
Konflik di dalam novel ini cukup ringan dan sederhana. Aku kira konflik Moza dan Nares yang dipicu oleh ucapan 'gila'-nya Moza bakalan dibahas panjang lebar. Ternyata konfliknya diselesaikan 'gitu aja'. Spoiler, Nares marah karena Moza bilang dia gila---kata 'gila' mengingatkan Nares tentang ibunya. Dan permasalahan itu pun selesai begitu karena Moza tiba-tiba keseleo pake high heels. Mudah sekali Nares memaafkan Moza. Kemudian, kemunculan Agnes, pacar Dafi sebagai tokoh yang agak antagonis, sangat tanggung. Kukira dia akan cari masalah lebih lanjut di dalam novel. Hal nanggung juga saat Moza menyukai Dafi. Kesannya Moza asal suka aja sama Dafi dan Moza dibuat cepat lupa dengan Dafi setelah bertemu Nares. Terakhir, adegan penutup setelah Moza dan Nares menjenguk Tante Sarah (Ibunya Nares di RS) juga terkesan maksa dan seakan penulis terburu-buru menyelesaikan novel ini. Tiba-tiba Nares dibuat sulit dihubungi oleh Moza, padahal sebelumnya juga hubungan mereka baik-baik saja. Dan boom! Nares datang memberi suprise berupa proposal ngajak nikah....... maksudku gitulah :(

Tapi aku akui karakter Nares bikin baper dan kata bijak soal jomblo dll dari anonim itu sangat menghibur :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for A.P. Xeviar.
22 reviews1 follower
December 10, 2019
A simple and sweet book.
Buku yang, khas 'Alnira'.

Tokohnya terasa 'hidup', dan walaupun ada sedikit inkonsistensi di karakter Moza, masih termaafkan.

Sayangnya, pertumbuhan alias perkembangan karakter nya kurang. Semua tokoh yang dibuat Alnira di buku ini, kok, baik semua? Moza, sang tokoh utama, adalah sosok penyayang dan baik. Sakit hatinya kepada Nares ketika kecil, ya, termaafkan begitu aja, dari kesan yang saya tangkap. Dia nggak bertumbuh, karena dari awal karakternya sudah dibikin kuat dengan mindset 'baik'.

Nares, sang tokoh pria. Ya baik aja, nggak ada jahat atau gimananya. Suka Moza dari kecil hingga dewasa, ya, suka. Dia juga nggak bertumbuh, karena dari awal karakternya kuat. Kalau yang ingin ditonjolkan adalah dari jail ke nggak jail, menurut saya, itu bukan suatu perkembangan deh, pribadi masing-masing ya.

Untuk alur sendiri, saya nggak menemukan klimaks yang, 'woaaaaah'. Jadi anti klimaks yang muncul juga menurut saya, 'meh'.

Hal ini balik lagi ke penokohan. Karena nggak ada yang benar-benar 'jahat'. Karakter pacar Dafi yang pada awalnya dibuat seolah-olah jahat, eh tiba-tiba minta maaf gitu aja. Kalau pertumbuhan karakter yang ingin ditonjolkan di buku ini adalah pacar Dafi, menurut saya kurang, sih. Karenaaaaa, ya itu tadi, semua karakter di buku ini 'baik'.

Untunglah saya suka cerita simple yang bikin senyum-senyum sendiri. Karena itu saya kasih bintang 4. Walaupun nggak ada konflik-konflik yang rempong, buku ini cukup bikin saya senyum-senyum sendiri. Lumayan untuk selingan dari buku yang berat-berat.

Thank you Alnira buat bukunya!
Profile Image for Agnes Meilina.
68 reviews10 followers
May 3, 2020
Ceritanya sangat menarik.

Moza yang memiliki badan gendut dan wajah cantik membuat dirinya tetap percaya diri. Moza adalah seorang penulis terkenal yang membuat hidupnya cukup bahagia, kecuali belum memiliki pasangan. Kemudian dia bertemu dengan teman kecilnya, Nare. Bisa dibilang mereka seperti Tom and Jerry, selalu bertengkar saat kecil. Sampai saat ini Moza membenci Nares yang membuatnya sakit hati karena diejek.

Namun, bukan Nares namanya kalau dia tetap berdiam diri. Dia selalu mencoba untuk mendekati Moza dan merebut hatinya. Lalu, siapa sih yang tidak tahan dengan sikap Nares yang begitu manis dan lagi pula tampangnya yang rupawan?

Cerita ini mengajarkan kita untuk tetap percaya diri dan tidak terlalu mendengarkan omongan orang lain yang membuat kita sakit hati dan mental down. Seperti Moza yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah menyerah.

Bahasanya yang ringan dan dialognya yang buat enak, membuat aku ketagihan. Ditambah lagi dengan ceritanya yang menarik dan karakternya yang kuat buat aku terhanyut dalam cerita.

Bagus!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Padma.
174 reviews33 followers
January 24, 2020
Baguss. Novel bergenre romantic comedy dengan karakter utama wanita yang memiliki fisik jauh dari sempurna. Badan Moza boleh gendut, tapi otak yang cerdas dan hati yang baik tidak heran bisa memikat pria sebaik Nares. Nares benar2 tipe suami-able : setia (bayangkan naksir Moza dari jaman masih piyik, meskipun caranya dengan meledek dan mengerjai Moza terus), ga aneh2, tanggung jawab dan sayang keluarga. Meskipun tidak bergelimang harta, tapi karakter pria seperti itu sudah jelas tipe idaman.

Saya suka ceritanya tidak terlalu banyak drama, kesannya sweet and fluffy romance, banyak adegan kedua pemeran utamanya yang unyu2, hubungan kakak beradik Moza-Nobel yang seperti anjing dan kucing tapi sebenarnya saling menyayangi, eratnya hubungan keluarga Moza, dan juga quotes2 di tiap awal bab yang lucu.
Profile Image for F3t.
167 reviews12 followers
March 12, 2020
Novel ini tidak hanya berkisah tentang romansa para tokohnya saja, namun juga menceritakan sedikit banyak tentang pergelutan saat membuat novel itu sendiri, karena tokoh utama di buku ini adalah seorang penulis. Jadi pembaca bisa belajar bagaimana novel itu bisa terbit ;).
Ketebalan novel ini lumayan juga dan saya menemukan beberapa typo di beberapa halaman, juga adanya beberapa pengulangan perkataan dan adegan.
Saya juga agak bingung dengan sinopsis belakang buku yang sepertinya "agak" kurang tepat, karena saat saya baca, karakter Moza tidak melakukan diet ketat sama sekali. Hmmm...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Putu Winda.
300 reviews2 followers
March 18, 2021
Saya membaca novel metropop ini.
Tidak ada harapan aneh-aneh, karena premis novel-novel gini biasanya sudah bisa ditebak. Cinta-cintaan, happy ending.

Surprisingly novel ini membuat sy senyam-senyum sendiri.
1. Karena badan saya seukuran mbak Moza, (tinggi 160an lebih dikit, berat pernah 80an lebih banyak 🤪) kata ibu dari bayi tidak pernah kurus, jadi paham lah rasanya.

2. Quotes nyleneh di pembukaan setiap bab bikin ngakak. Tapi setelah dipikir lagi, quotes aneh itu pada bener.

Recommended
Berasa lebih rilex setelah membacanya
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
May 1, 2020
Mau dong punya adek kayak si Nobel. Walaupun ngeselin, tapi pengertian banget sama si Moza.

Cerita ini fokus di banyak kebaikan Moza. Inner beauty nya Moza benar2 ditonjolkan di cerita ini. Termasuk ketika ia harus bertemu lagi dengan Nares. Tetangga masa kecilnya yg suka jahil pada Moza. Walaupun awalnya kesal karena harus bertemu lagi dengan Nares, pelan2 ia mulai terpikat dengan sosok Nares yg dewasa.

Mantap lah ceritanya. Page turner.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
May 4, 2021
Akhir2 ini aku lagi marathon sama karya2 nya kak Alnira.
Jadi ketagihan gara2 cerita Meisya, hehe

Ceritanya kak Alnira nggak hanya sekadar fiksi belaka sih, tapi penuh sarak makna akan kehidupan yang kita jalani.
Dari mulai menghargai hidup, bersyukur terhadap apapun yang sudah diberikan sama Tuhan untuk hidup kita dan masih banyak lagi.

Karakter2 tokohnya juga selalu gemesin dan bikin greget
Profile Image for Azfa.
294 reviews2 followers
December 9, 2023
Menghibur sekali 😄

Selain ada romansa manis, aku suka interaksi Moza sama si Nobel yg lucu ih, terus gimana sosok Moza yg nerima dan membantu pulih mamanya Nares itu berkesan bgt.

Di novel ini ada banyak tips yg dibagikan penulis juga nih tentang dunia menulis, juga ada sindiran buat netizen indo yg suka asal ketik sembarangan utk komentarin org di media sosial.
Profile Image for ૮ ˶ᵔ ᵕ ᵔ˶ ა.
7 reviews2 followers
December 29, 2025
finished this in 2 days. chapter awal2 seru dan enak penulisan & pembawaannya ngalir aja gitu. karakter tokohnya juga kuat dan loveable. tapi banyak scene yang secara personal nggak nyaman bacanya. kayak beberapa pembahasan dewasanya, terus banyaknya scene Moza & Nares kiss, apalagi awal2 yang without consent dan merekanya belum ada hubungan. endingnya rushed tapi overall oke.
Profile Image for Nancy.
127 reviews6 followers
November 24, 2020
Seneng liat karakter Nobel di novel ini, selalu menghina tapi ternyata dia sangat melindungi Moza
Secara keseluruhan Novel di pak sebagus mungkin untuk memberikan kekuatan bahwa mau bentuk badan, bentuk wajah, bentuk rambu etc adalah kamu akan selalu cantik
Luv urself😊😊
181 reviews
January 2, 2020
As usual, aku di buat jatuh cinta sama kisah ini.

Buku ini juga patut dikoleksi.
5 reviews
February 2, 2020
Dibikin senyum-senyum sendiri sama kelakuan Naren-Moza ini. Nagih ceritanya
Profile Image for Vir.
100 reviews6 followers
May 30, 2020
SERUU! Suka banget sama karakternya, cara penulisannya juga bagus aku suka, so far ini salah satu buku yang memorable sih karna sampe skarang aku masih inget jalannya hehe
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.